Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Musik Etnik Nusantara

“Five Of Quin” Eksplorasi Nada Pada Pola Ritme Pengantar Lagu Randai Kuantan Di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau Yoga Ardiyanto; Elizar Elizar; Ediwar Ediwar
Jurnal Musik Nusantara Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.366 KB) | DOI: 10.26887/musik nusantara.v1i1.2014

Abstract

Five Of Quin” ini adalah sebuah karya komposisi musik yang terinspirasi dari pola ritme pengantar lagu musik Randai Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Pengkarya melakukan analisa dan eksplorasi nada dari pola Tersebut sehingga menghasilkan sebuah interval nada baru yaitu A,B,Cis,E,Fis, dan nterval nada baru inilah yang menjadi fokus pengkarya Dalam penggarapan karya ini. Tujuan dari pembuatan karya ini adalah Untuk Melakukan sebuah inovasi (pembaruan) yang berawal dari sebuah Kesenian tradisional di berbagai aspek garap kedalam sebuah komposisi musik yang sesuai dengan konsep yang ditawarkan. Dalam penciptaannya, Pengkarya menggunakan beberapa metode penciptaan, yaitu Observasi, Eksplorasi, Diskusi, Kerja Studio, dan Perwujudan. Komposisi musik ini digarap dengan menggunakan pendekatan popular dengan genre EDM (Electronic Dance Music) dan subgenre house music. Kata Kunci: house music; EDM; five of quin; quin, five ABSTRACT"Five Of Quin" is a music composition works that was inspired by the rhythm pattern of the introduction to the Randai Kuantan music song, Kuantan Singingi Regency, Riau Province. The artist analyzes and explores the tone of the pattern so as to produce a new tone interval, namely A, B, Cis, E, Fis, and it is this new tone interval that is the focus of the author in the making of this work. the purpose of making this work is to carry out an innovation (update) that starts from a traditional art in various aspects of working into a musical composition that is in accordance with the concept offered. In its creation, the creator uses several methods of creation, namely Observation, Exploration, Discussion, Studio Work, and Embodiment. This musical composition was composed using a popular approach with the EDM (Electronic Dance Music) genre and house music subgenre.Keywords: house music;  EDM; five of quin; quin; five
Calempong Rarak Godang di Kabupaten Kuantan Singingi Riau Resmi Kurnia Julia Sari; Ediwar Ediwar; Firdaus Firdaus
Jurnal Musik Nusantara Vol 1, No 2 (2021): JUrnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.665 KB) | DOI: 10.26887/musik nusantara.v1i2.2170

Abstract

Kabupaten Kuantan Singingi merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Riau, yang juga sangat dikenal dengan aktifitas Pacu Jalur nya. Pacu Jalur merupakan salah satu budaya turun temurun yang masih ada sampai sekarang, dan aktifitas Pacu Jalur biasanya diadakan pada bulan Agustus setiap tahunya, dalam rangka memeriahkan hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satu kesenian yang memegang peran penting dalam kegiatan Pacu Jalur adalah kesenian Calempong Rarak Godang, yang juga masih hidup dan berkembanga di tengah masyarakat Kuantan Singingi sampai saat ini. Selain pada kegiatan Pacu Jalur, Calempong Rarak Godang sering dipertunjukkan pada upacara upacara adat lainnya, seperti penyambutan tamu kehormatan, memeriahkan hari besar dan keagiatan lainnya di balai adat. Kehadiran Calempong Rarak Godang saat ini mengalami sedikit perubahan dari sebelumnya, dan saat ini masih dimainkan oleh para orang tua, karena belum adanya upaya pewarisan kepada generasi muda di Kuantan Singingi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Metode ini dilakukan dalam bentuk observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk pertunjukan dari Calempong Rarak Godang, serta untuk mengetahui bagaimana peran Calempong Rarak Godang pada acara-acara besar di Kabupaten Kuantan Singingi.
Penyajian Dikie Rabano dalam Acara Perkawinan di Kanagarian Bukik Batabuah Kecamatan Canduang Kabupaten Agam Rahma Yunita Mah Yully Putri; Ediwar Ediwar; Sriyanto Sriyanto
Jurnal Musik Nusantara Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v2i1.3082

Abstract

ABSTRAK            Kesenian Dikie Rabano merupakan salah satu dari sekian kesenian tradisi yang ada di Kanagarian Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam. Pada penelitian terdapat tujuan untuk mengetahui kembali hal-hal yang pada kesenian Dikie Rabano seperti fungsi dan bentuk penyajian dalam upacara perkawinan. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi dengan menggunakan metode kualitatif yang dimana pada metode tersebut disertai dengan beberapa teknik seperti mengumpulkan data, wawancara, studi pustaka, serta dokumentasi sebagai bukti dalam melakukan penelitian. Pada kesenian Dikie Rabano terdapat fungsi bagi masyarakat di Kanagarian Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam yakni sebagai sarana dalam upacara dan ritual, sebagai sarana hiburan, dan sebagai sarana tontonan. Kesenian Dikie Rabano juga memiliki bentuk penyajian yakni terdapat beberapa unsur-unsur antara lain lokasi penelitian kesenian Dikie Rabano, kostum pemain Dikie Rabano, pemain Dikie Rabano, instrumen/alat, repertoar/lagu, dan orang-orang yang terlibat dalam penyajian kesenian Dikie Rabano. Kata Kunci: Dikie Rabano; Pesta Perkawinan; Bentuk Penyajian; Fungsi. ABSTRACT            Dikie Rabano art is one of the many traditional arts in Kanagarian Bukik Batabuah, Canduang District, Agam Regency. In this study, there is a purpose to find out again things that are in the Dikie Rabano art, such as the function and form of presentation in a wedding ceremony. This research was conducted by collecting data and information using qualitative methods which are accompanied by several techniques such as collecting data, interviews, literature studies, and documentation as evidence in conducting research. In the art of Dikie Rabano, there is a function for the people of Kanagarian Bukik Batabuah, Canduang District, Agam Regency, namely as a means of ceremonies and rituals, as a means of entertainment, and as a means of spectacle. Dikie Rabano art also has a form of presentation, namely there are several elements, including the location of the Dikie Rabano art research, costumes of Dikie Rabano players, Dikie Rabano players, instruments/tools, repertoire/songs, and peoples involved in the presentation of Dikie Rabano art. Keywords: Dikie Rabano; Marriage; Form of presentation; function.   
Gandang Tambua Pupuik pada Acara Baralek di Nagari Paninjauan Kabupaten Agam Fauzi Fauzi; Ediwar Ediwar; Sriyanto Sriyanto; Muhammad Zulfahmi
Jurnal Musik Nusantara Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v2i2.3200

Abstract

-Gandang Tambua Pupuik merupakan salah satu kesenian tradisional yang ada di Nagari Paninjauan Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam. Awalnya kesenian ini dipertunjukkan pada kegiatan konsi atau gotong royong di sawah pada saat istirahat minum dan makan, yang bertujuan untuk memberi tahu kepada masyarakat bahwasanya ada gotong royong. Seiring perkembangannya, sekarang kesenian ini tidak lagi dipertunjukkan pada kegiatan konsi di sawah, namun telah dipertunjukkan pada upacara pesta perkawinan, alek nagari dan lain sebagainya. Dalam pertunjukannya kesenian ini dimainkan 10 sampai 15 orang pemain. Ensambel Gandang Tambua Pupuik terdiri dari beberapa instrumen yaitu pupuik batang padi, tambua, talempong, gadabiak (rebana), dan giriang-giriang (tamborin). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan struktur pertunjukan Gandang Tambua Pupuik pada acara pesta perkawinan dan alek nagari di Nagari Paninjauan Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif yakni mengumpulkan data baik lisan maupun tulisan terkait pertunjukan kesenian Gandang Tambua Pupuik,  dengan beberapa teknik seperti observasi ke lapangan tepatnya di Nagari Maninjau, wawancara dengan narasumber yang memiliki pemahaman tentang keberadaan Gandang Tambua Pupuik, studi pustaka terhadap beberapa tulisan terkait kesenian ini, serta pengambilan dokumentasi pertunjukan Gandang Tambua Pupuik di Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. 
Bamomong Dalam Kajian Bentuk dan Fungsi Pada Upacara Pernikahan Di Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya Sari, Gustika; Ediwar, Ediwar; Desmawardi, Desmawardi
Jurnal Musik Etnik Nusantara Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v4i2.4568

Abstract

This research aims to describe the form and function of the baby in wedding ceremonies in Nagari Bayua, Tanjung Raya District, Agam Regency, besides that the baby is also used in local communities such as inauguration of events such as: welcoming guests, baduduak activities, and other related activities with Alek Nagari. This research uses qualitative research methods with data collection techniques through observation, documentation and interviews in the field to obtain research results according to descriptive context. The results of this research explain the form and function of children in wedding ceremonies in Nagari Bayua, Tanjung Raya District, Agam Regency.
“HILANG DI MATE” TERINSPIRASI DARI KESENIAN TRADISI LISAN NANDONG DI DESA RAWAJADI KECAMATAN RENGAT KABUPATEN INDRAGIRI HULU Zani, Ridho; Jaya, Susandra; Ediwar, Ediwar
Jurnal Musik Etnik Nusantara Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v4i1.4222

Abstract

In the Malay community in the city of Rengat, the oral tradition is called Nandong, which in oral literature is used to put children to sleep, usually conveyed with poetry or rhymes and sung rhythmically or humming, this is because Malay culture is always synonymous with poetry or rhymes. Based on the results of the artist's analysis of Nandung art, the artist found uniqueness in the rhythm which has vibrations or vibrato in the swing of the sentences. Then the creator also saw the strength of the poetry or rhyme found in Nandung, where the poetry or rhyme contained in the pantun contained a moral utterance or message conveyed. This is the idea in creating musical compositions using a traditional approach. The author divides it into two parts, beginning and end. In the first part, the focus is on presenting the Nandong pantun as an opening to start this composition, then we move on to the pantun that the author developed accompanied by melodic instruments using working techniques. The author presents the final part of this composition with a work that has developed a vocal melody into a varied and melodic playing, especially on the vocals and rhythm patterns that the author has developed using the work technique.
Fungsi Kesenian Salawat Dulang di Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam Fernando, Vicky; Ediwar, Ediwar; Jonni, Jonni
Jurnal Musik Etnik Nusantara Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v3i1.3790

Abstract

Kesenian Salawat Dulang merupakan salah satu dari sekian kesenian tradisi bernuansa islam yang ada di Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Pada penelitian terdapat tujuan untuk mengungkap fungsi dalam kehidupan masyarakat Nagari Duo Koto. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan teknik mengumpulkan data, wawancara, studi pustaka, serta dokumentasi sebagai bukti dalam melakukan penelitian. Kesenian Salawat Dulang di Nagari Duo Koto dimainkan oleh 3 orang pemain, masing-masing pemain memukul alat musik yang disebut dengan dulang, dulang atau talam terbuat dari logam kuning yang berdiameter 65 cm. Dalam pertunjukannya kesenian ini berbeda dengan pertunjukan Salawat Dulang pada umumya, karena dalam penyajiannya berjumlah 3 orang pemain dan juga kesenian ini tidak diperlombakan atau tidak berbalas pantun.
Co-Authors A Admiral Ahmad Nafis Ahmad Wanda Ajawaila, Gerzon Alfalah Alfalah Andar Indra Sastra Andela, Jhori Andika Bayu Putra Asep Saepul Haris, Asep Saepul ASRIL ASRIL Basya, Sri Raudah Desmawardi, Desmawardi EFENUR, MUHAMMAD HARIO Elizar Elizar Elizar Elizar Elizar Elizar Elizar Elizar, Elizar Erlinda Erlinda Erlinda Fauzi Fauzi Febri Yulika Fernando, Vicky Firman Firman Gerzon Ajawaila Hamzaini, Hamzaini Hanefi Hanefi Hanefi Hanefi Hanefi Hanefi Hanefi, Hanefi Hanefi, Hanefi Harrisman Harrisman Harrisman, Harrisman Hernando Saputra I Gusti Ngurah Antaryama Iit Muharti Iit Muharti Iit Iit, Iit Muharti Indah Yuni Indah Indah Yuni Pangestu Indah, Indah Yuni Intan Rizki Intan Intan Rizki Junita Tri Utami Intan, Intan Rizki Jenni Masrita Jhori Andela Jonni Jonni Jufri Jufri Jufri Jufri Laila Okta Triani M. Halim Martion Martion Martion Martion Martion Martion Martion Martion, Martion Martion Martis Martis Martis, Martis Masrita, Jenni Mizliati, Septri Muhammad Halim Muhammad Halim, Muhammad MUHAMMAD HARIO EFENUR Muhammad Zulfahmi Muhammad Zulfahmi Nafis, Ahmad Nolly Media Putra Nurmalena, Nurmalena Nursyirwan Nursyirwan Putra, Nolly Media Putra, Rio Eko Rafiloza Rafiloza Rahma Yunita Mah Yully Putri Rasmida, Rasmida Resmi Kurnia Julia Sari Rina Oktavia Rio Eko Putra Rizdki Rizdki Rizdki, Rizdki Robby Suhendra Robby Suhendra Rosta Minawati Rustim Rustim Sabri Marba Sabri Marba Sari, Gustika Septri Mizliati Shindi Lara Sati Sri Raudah Basya Sriyanto Sriyanto Sriyanto Sriyanto SRIYANTO SRIYANTO Suherni Suherni Suherni Suherni, Suherni Susandra Jaya Susas Rita Loravianti Syafniati Syafniati Syafrizaldi Syafrizaldi Syafrizaldi, Syafrizaldi Syahri Anton Syofia, Ninon Tommy Wahyudi Venny Rosalina Wahida Wahyuni Wenhendri, Wenhendri Wirandi, Rika Yoga Ardiyanto Yubbi, Al Yurnalis Yurnalis Yusril, Yusril Zani, Ridho