Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PROSES PERTUNJUKAN DAN FUNGSI TARI KUDA KEPANG GROUP SIDO MULYO SEJATI DI DESA BUKIT SUBAN KABUPATEN SAROLANGUN ela Noviana; Bahar, Mahdi; Osmond, Dony
Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 3 No. 1 (2024): Prabung Seni | Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpps.v3i1.27558

Abstract

Pertunjukan Tari Kuda Kepang merupakan tari tradisional Jawa yang dibawa oleh masyarakat etnis Jawa ke Desa Bukit, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi melalui progam pemerintah yaitu Transmigrasi. Desa Bukit Suban ditempati oleh etnis Jawa, Sunda, Batak, Minang, Kerinci, Melayu dan Suku Anak Dalam (Kubu). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pertunjukan serta fungsi Tari Kuda Kepang yang ada di Desa Bukit Suban. Penelitian ini menggunakan teori struktur dan teori fungsi. Metode penelitian yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data secara observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode triangulasi data.
Penciptaan Karya Tari Senjang Berdasarkan Tradisi Ngadu Tanduk di Kerinci Amelia, Olenda; Bahar, Mahdi; M., Hartati
Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 3 No. 1 (2024): Prabung Seni | Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpps.v3i1.27730

Abstract

Karya “Senjang” ini terinspirasi dari tradisi Ngadu Tanduk yang pada hakikatnya tradisi Ngadu Tanduk hanya memperbolehkan kaum laki-laki saja untuk memainkannya, hal ini terjadi dikarenakan adanya stigma bahwa perempuan adalah kaum yang lemah hingga tidak diperbolehkan untuk memainkan tradisi ini dan dianggap melanggar peraturan adat, dimana dalam peraturan adat kedudukan perempuan di kerinci hanya bertugas di dapur, kasur, dan sumur. Dari fenomena tersebut pengkarya menemukan adanya isu ketidak setaraan gender dimana pada saat ini perempuan mampu melakukan banyak hal layaknya seperti yang dilakukan oleh kaum laki-laki. Kesetaran merupakan poin utama yang di ungkap dalam karya “Senjang” ini. Dalam penggarapan karya “Senjang” menggunakan media tanduk yang terbuat dari rotan sebagai simbol kekuatan dan semangat seorang perempuan dalam menghadapi kehidupan. Karya “Senjang” menggunakan gerak silat langkah tigo sebagai dasar pijakan dalam pengembangan bentuk-bentuk gerak pada karya “Senjang” ini, musik dalam karya “Senjang” diambil dari motif pukulan musik tradisi Ngadu Tanduk yang terdiri dari alat musik Gendang, Gong dan vokal, kemudian dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan karya “Senjang”.
Penciptaan Tari Renjana Berangkat Dari Kepedulian Terhadap Rasa Kebersamaan pada Rumah Panggung di Desa Muara Jambi Brilian, Ajeng; Hartati, Hartati; Bahar, Mahdi
Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 3 No. 1 (2024): Prabung Seni | Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpps.v3i1.30546

Abstract

Renjana merupakan karya dengan ide garapan yang berasal dari tradisi Rumah Panggung di desa Muara Jambi. Ide yang menjadi inspirasi pengkarya dalam karya Renjana adalah keinginan hati yang kuat untuk mengembalikan kebersamaan dalam sebuah keluarga, yakni berubahnya kedekatan yang dahulunya terjalin sangat dekat antar anggota keluarga, menjadi renggang dan tidak saling memperdulikan antar anggota keluarga walau tinggal dalam satu rumah yang sama. Sehingga menciptakan perasaan hati yang kuat untuk mengembalikan perasaan terhadap kebersamaan yang dahulunya terjadi di Rumah Panggung tersebut. Perubahan interaksi sosial ini terjadi meliputi berubahnya ruang rumah inti sebagai tempat utama untuk besosialisasi antar anggota keluarga menjadi kehilangan fungsi utamanya. Metode penciptaan karya menggunakan tahap observasi, pengumpulan data, perwujudan pengembangan konsep dan perwujudan tari.
TARI ADOK MASYARAKAT PANINGGAHAN KABUPATEN SOLOK SEBAGAI SENI EKSPRESIF BUDAYA MINANGKABAU DALAM KONTEKS INDUSTRI KREATIF Hartati, Hartati; Martion, Martion; Bahar, Mahdi
Batoboh Vol 2, No 1 (2017): Batoboh -Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v2i1.271

Abstract

 Kesenian Adok yang dapat dikategorikan pada seni tari ini merupakan salah satu bentuk seni tradisional kebudayaan masyarakat Paninggahan, Solok, Minangkabau. Seni tari ini mengekspresikan kehidupan masyarakat pendukungnya dan niscaya turut dibentuk oleh nilai-nilai kebudayaan mereka sendiri. Sebagai entitas seni tradisional, tari ini menggambarkan kehidupan estetika dan artistika zamnnya di masa lalu yang cukup sederha. Namun demikian, seni ini mempunyai potensi yang khusus untuk dapat dikembangkan, terutama adalah kekuatan teks nyanyian musik yang mendampinginya sebagai penggerak alur tarian yang dibawakan penari dan hampir tidak dipunyai oleh tari-tari tradisional Minangkanbau yang lain. Potensi seperti demikian dapat dikembangkan menjadi salah satu bentuk produk industri seni kreatif berbasiskan budaya setempat. Kontribusi akhirnya bertujuan untuk penguatan seni budaya lokal masyarakat Paninggahan sendiri.
PELATIHAN DAN PERTUNJUKAN DRUMBAND BAGI SISWA SMP NEGERI 30 KABUPATEN MUARO JAMBI DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERMUSIK Gunawan, Indra; Mahdi Bahar; Ikhsan Satria Irianto; Riswani
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.330

Abstract

The Independent Curriculum in elementary to high schools (SD to SMA) is a challenge for schools to improve their ability in managing both learning and administration, so that what is aspired to in the mandate of the Constitution which reads "to educate the life of the nation" is something that is essential. Something that is quite urgent is the learning objectives, one of which is to improve cognition for students, which is the basis for this community service program, namely improving musical skills with a drumband training and performance program at SMPN 30 Muaro Jmabi. The skills program in the independent learning curriculum is strongly encouraged by being a leading government program (Ministry of Education and Culture) so that students can create something that fosters independence in determining and choosing the direction of life (future). The purpose of this community service program is that in addition to increasing interest and talent, it also provides space for creativity for students in carrying out music learning activities through extracurricular activities as intended by the independent curriculum. The community service program is a government program that is assigned to educators (Lecturers) in carrying out the Tri Dharma of Higher Education. For that, of course there are scientific measurements called activity outputs, in this case the team will target outputs in the form of (1) National Seminar Proceedings. (2) Scientific Journals. (3) Publications on Electronic Media. (4) Activity Documentation Videos.
Educational Values in Lubuk Larangan Local Wisdom in Rantau Pandan Village, Bungo Regency, Jambi Province Bahar, Mahdi; Wahyuni, Anny; Adi Saputra, Muhammad
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 15 No. 2 (2023): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v15i2.3784

Abstract

This research explores the educational values embedded in the local wisdom of Lubuk Larangan in Rantau Pandan Village, Bungo District. To achieve this goal, the method used is qualitative research with a descriptive-analytical approach. Data was collected through interviews, observations, and documentation, and data validity was maintained through data source triangulation. The results of this research reveal that the local wisdom of Lubuk Larangan encompasses several valuable educational values. First, there are moral and ethical education values that promote awareness of good and proper behavior. Second, social education values help strengthen interpersonal relationships in the community and promote cooperation. Third, religious education values inspire spiritual and moral beliefs among the local population. Lubuk Larangan serves as an important public space for education for the people of Rantau Pandan. Through the introduction and understanding of these values, the community can preserve and pass on their cultural heritage while enhancing their understanding of ethics, morals, and deep-seated social and religious values. The results of this research make a significant contribution to appreciating and utilizing local cultural richness as a source of valuable educational values.