Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Strategies and Efforts of Characterization by Mrs Latummahina in the Script Pelangi by Nano Riantiarno Nazria, Nazria; Irianto, Ikhsan Satria; Bahar, Mahdi
Creativity And Research Theatre Journal Vol 5, No 2 (2023): Creativity And Research Theatre Journal (CARTJ)
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/cartj.v5i2.4112

Abstract

This role creation work uses the concept of problem solving through strategy and effort. The strategy and efforts were applied to the character of Mrs Latummahina in the Pelangi script by Nano Riantiarno. The research method used is a descriptive-qualitative method which is based on analysis of the script, while the acting method used is the Stanislavski acting method. The findings from the creation of the character of Mrs Latummahina are that there are three acting strategies used, namely providing a script, understanding the character and acting the character. In order for the acting strategy to be achieved, the acting efforts chosen are script selection, script analysis, characterization analysis, designing acting concepts, applying acting methods, the process of creating roles and dressing actors.
Bungo Krinok Music from Local to Global Mahdi Bahar; Hartati M; Indra Gunawan; Fatonah; Uswan Hasan; Zulkarnain
IJCS: International Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2023): IJCS: International Journal of Community Service
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijcs.v2i1.701

Abstract

Bungo Krinok music is the result of research funded by LPDP for two years (2020 - 2023) in the form of a prototype of a new form of engineered music antithesis to the traditional krinok singing genre of the people of Bungo Regency, Jambi Province. The singing of krinok is accompanied by violin or the supporting community calls piul. The structure of the permanent krinok music composition is used as the main basis and the static framework in music engineering / creation becomes the form (genre) of music composition "Bungo Krinok". Creative and innovative efforts are carried out based on Research and Development methods (Research &; Development = R & D). The creative actions carried out are within the framework of engineering that does not eliminate or coerce certain treatments, thus potentially eliminating or defeating the essential of traditional krinok music itself. His research findings are in the form of a prototype form of Bungo Krinok Music which is implemented in three music models based on the ensemble format, namely the model: Children; Youth, and; Adult. This Bungo Krinok music genre based on local aesthetics is the first step towards the global artistic scene.
Educational Values in Lubuk Larangan Local Wisdom in Rantau Pandan Village, Bungo Regency, Jambi Province Bahar, Mahdi; Wahyuni, Anny; Adi Saputra, Muhammad
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol 15 No 2 (2023): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v15i2.3784

Abstract

This research explores the educational values embedded in the local wisdom of Lubuk Larangan in Rantau Pandan Village, Bungo District. To achieve this goal, the method used is qualitative research with a descriptive-analytical approach. Data was collected through interviews, observations, and documentation, and data validity was maintained through data source triangulation. The results of this research reveal that the local wisdom of Lubuk Larangan encompasses several valuable educational values. First, there are moral and ethical education values that promote awareness of good and proper behavior. Second, social education values help strengthen interpersonal relationships in the community and promote cooperation. Third, religious education values inspire spiritual and moral beliefs among the local population. Lubuk Larangan serves as an important public space for education for the people of Rantau Pandan. Through the introduction and understanding of these values, the community can preserve and pass on their cultural heritage while enhancing their understanding of ethics, morals, and deep-seated social and religious values. The results of this research make a significant contribution to appreciating and utilizing local cultural richness as a source of valuable educational values.
ANALISIS STRUKTUR KOMPOSISI MUSIK AFEKTIF NYANYIAN MANTAU DALAM MEREPERESENTASIKAN IDIOM MUSIKAL DAN EKTRAMUSIKAL PADA MUSIK PROGRAMMA DESKRIPTIF Rizaldi, Yogi; Gunawan, Indra; Bahar, Mahdi
Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Prabung Seni | Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpps.v3i2.27844

Abstract

Mantau adalah nyanyian tradisional yang tumbuh dan berkembang di Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin. Nyanyian tradisional Mantau berisi tentang kisah percintaan, kesedihan, dan ekspresi kehidupan petani perladangan. Kata mantau sendiri berarti melihat, mencari, memanggil (berkomunikasi) teman yang memotong karet atau berladang di dalam hutan. Nyanyian Mantau ini dijadikan dasar penciptaan komposisi musik melalui transformasi idiom musikal dan ekstra musikal sebagai bagian dari tradisi nyanyian Mantau. Proses penciptaan menggunakan metode observasi, perumusan, dan pengembangan konsep, serta perwujudannya ke dalam komposisi musik. Hasilnya berupa karya musik yang menyajikan pola melodi dari kesenian Mantau, digarap melalui sejumlah instrumentasi, mencakup nyanyian dengan vokal sopran, alto, tenor dan bass dalam bentuk ansambel campuran. Karya musik ini diberi judul “Afektif Nyanyian Mantau”.
STRUKTUR DAN GAYA GERAK ASYIK DALAM TRADISI RITUAL MASYARAKAT KABUPATEN KERINCI: STUDI KASUS PERBANDINGAN ASYIK (NUKUN ANAK, MENTA GUMENG, DAN AYUN LUCI) Sutica, Osia; Bahar, Mahdi; Hartati
Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Prabung Seni | Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpps.v3i2.31030

Abstract

Tradisi ritual "Asyik Nukun Anak," "Asyik Menta Gumeng," dan "Asyik Ayun Luci" menjadi bagian integral dari budaya Desa Koto Cayo, Desa Koto Panjang, dan Desa Koto Lua. Ritual ini memiliki aplikasi beragam, termasuk pengobatan dan perlindungan dari bala. Pelaksanaannya melibatkan serangkaian gerakan yang dilakukan oleh sejumlah pelaku dengan tujuan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami struktur dan gaya gerak dari ketiga ritual tersebut serta menemukan perbedaan dan persamaan di antara mereka. Dalam penelitian ini, digunakan teori struktur, teori gaya, dan teori komparasi. Metode kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur dan gaya gerak ketiga ritual tersebut memiliki karakteristik yang berbeda dalam aspek kepala, badan, tangan, dan kaki. Asyik Nukun Anak menonjolkan gerakan tangan mengikuti kaki, Asyik Menta Gumeng menekankan gerakan menghentakkan kaki dan variasi gerakan, sedangkan Asyik Ayun Luci menampilkan gerakan mengayunkan tangan dan menghentakkan kaki. Meskipun demikian, terdapat persamaan, seperti gerakan dominan pada tangan dan kaki. Perbedaan lainnya mencakup struktur gerak yang terstruktur pada Asyik Ayun Luci, tetapi tidak serentak antar penari. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang keunikkan dan keindahan tradisi ritual ini serta memberikan kontribusi pada pelestarian warisan budaya masyarakat Desa Koto Cayo, Desa Koto Panjang, dan Desa Koto Lua.
Implementasi dan Pengembangan Genre Musik Bungo Krinok untuk Pemajuan Kebudayaan Melayu Jambi Bahar, Mahdi; Gunawan, Indra; Irianto, Ikhsan Satria; Handayani, Lusi; Riswani, Riswani
Batoboh Vol 9, No 2 (2024): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v9i2.4852

Abstract

Implementasi dan pengembangan genre musik Bungo Krinok adalah upaya pemajuan kebudayan Jambi melalui penggalian kekayaan tradisional. Metode pengembangan yang digunakan adalah metode Research and Development. Hasil dari pengembangan ini adalah ensambel Kalinong Gedang yang memiliki jumlah nada dan pola interval yang lebih variatif, jika dibangdingkan dengan kelitang kayu. Mitra dalam program pengabdian ini adalah Sanggar Seni Pinang Selayang yang berkerja sama dengan Pondok Pesantren Dinniyah Al-Azhar Muaro Bungo. Peserta pelatihan pada kegiatan ini adalah siswa dari Madrasah Ibtidaiyah (setingkat Sekolah Dasar) hingga siswa dari Madrasah Aliyah (setingkat Sekolah Menengah Atas) dengan tingkat kesulitan yang telah disesuaikan. Proses implementasi dari program ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelatihan dan tahap pertunjukan. Hasil dari implementasi dan pengembangan genre musik Bungo Krinok adalah dua komposisi musik, yaitu Nandung Bungo dan Bungo Bermadah.
Seni Pertunjukan Guru Besyair: Model Pemajuan Seni Warisan Budaya Melayu Batanghari Bahar, Mahdi; Gunawan, Indra; Hartati, Hartati
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i2.21748

Abstract

Guru Besyair merupakan suatu bentuk seni pertunjukan produk pemajuan seni budaya, berupa perpaduan nyanyian syair, gerak, dan permainan marawis, serta keterampilan berolah sastra berisi ajaran. Sumber objek pemajuan ialah Syair Guru Syukur warisan Guru Syukur, ulama masyarakat Batanghari. Syair dinyanyikan berisi ajaran-ajaran agama Islam, moral, serta nasehat-nasehat yang biasa dibawakan sebagai bagian dari cara berdakwah pada masa lalu. Dua aspek yang dipandang potensial dalam Syair Guru Syukur untuk dijadikan sumber pemajuan adalah melodi dan bentuk teks berupa syair. Untuk memajukannya dilakukan berbagai olahan secara kreatif mencakup olah komposisi nyanyian, teks nyanyian, gerak sambil bernyanyi, permainan marawis, serta keterampilan bersoal jawab antara dua kelompok penampil dengan jumlah sekira 15 – 20 orang perkelompok. Genre seni Guru Besyair disajikan dalam bentuk nyanyian sambil duduk bersimpuh, berdempetan bahu, dalam formasi garis melengkung. Kata kunci: syair, potensi, kreatif, seni pertunjukan, pemajuan.
Cultural Significance of the Tradition of "Mandi Ke Aek" in Mersam Village, Mersam District, Batanghari District: Ethnolingusitic Study Mahdi Bahar; Julisah Izar; Hartati; Fatonah; Dini Meidiyanti Putri
JOLADU: Journal of Language Education Vol. 1 No. 3 (2023): JOLADU: Journal of Language Education, April 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/joladu.v1i3.474

Abstract

In Ethnolinguistic science, we are invited to see how the process of forming a culture and we are also invited to understand the cultural meanings contained in that culture or tradition. This research was conducted with the aim of knowing how the cultural procession contained in the tradition of "Mandi ke Aek" in Mersam Village, Mersam District, as well as to find out the cultural meanings contained in the icons, activities, and languages contained in the tradition. The research method used is a qualitative ethnographic approach with 4 stages, namely: (1) development of basic recognition of objects, (2) grouping and defining the types of activities to be studied, (3) focusing on culture in search, (4) moving backwards to look back at the general theory of culture that is researched and studied with specific cases. As for data collection techniques by means of interviews and field observations. Which after the data has been collected, researchers define, group, and explain the meanings contained. So that the results of the study were obtained as many as 46 data that have cultural meaning. The 46 data, consisting of 21 Icons, 16 activities, and 9 languages. And of the 46 data, it is known to have each function and purpose to be achieved from the implementation of the tradition.
Apresiasi Generasi Muda terhadap Tari Anggut sebagai Tari Tradisional dalam Upacara Adat Pernikahan dan Pergelaran Seni di Kelurahan Tengah Kota Jambi Putri, RTS. Yulia; Bahar, Mahdi; Ramadhanti, Sri
Jurnal Cerano Seni : Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan Vol 3 No 01 (2024): Jurnal Cerano Seni | Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jcs.v3i01.35733

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kelebihan generasi muda dalam berpikir ilmiah, kritis, dan semangat mudanya dalam mengapresiasi suatu objek karya seni. Sample penelitian yang dipilih sebanyak 80 orang yang diambil dari jumlah Kartu Keluarga sebanyak 318 Kartu Keluarga yang ada di Kelurahan Tengah Jambi Kota Seberang. Metode penelitian yang digunakan yaitu berbentuk penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat apresiasi generasi muda terhadap tari anggut sebagai tari tradisional dalam upacara adat pernikahan dan pergelaran seni di kelurahan tengah Jambi Kota Seberang dari aspek kognitif, emotif, dan evaluatif, mengetahui tingkat interaksi generasi muda dan seberapa besar tingkat frekuensi pertunjukan tari Anggut sebagai tari tradisional dalam upacara adat pernikahan dan pergelaran seni di Kelurahan Tengah, Jambi Kota Seberang.
PENYUTRADARAAN TEATER BONEKA ABDUL MULUK DENGAN NASKAH SALAH SANGKO KARYA DIMAS RADITYA ARISANDI Ratumas, Fitri Wulandari; Irianto, Ikhsan Satria; Bahar, Mahdi
Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 1 No. 2 (2022): Prabung Seni | Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan (Desember 2022)
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.523 KB) | DOI: 10.22437/jpps.v1i2.23618

Abstract

Naskah Salah Sangko adalah naskah yang terinspirasi dari teater tradisional Abdul Muluk di Jambi. Naskah Salah Sangko berisi kisah aktual kehidupan modern saat ini, tentang hubungan orang tua dan anak. Penulis yang bertindak sebagai sutradara tertarik kepada transformasi teater tradisional Abdul Muluk ke bentuk teater boneka. Bagi penulis hal ini merupakan kesempatan untuk mengekspresikan estetika dan artistika kontemporer yang berbasis teater tradisi Jambi. Proses mewujudkan pementasan teater boneka ini penulis menggunakan metode penyutradaraan teater boneka prologis (boneka mati yang dihidupkan) serta menggunakan penggabungan teori Lissez Faire dan Gordon Craig.