Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Implementasi dan Pengembangan Genre Musik Bungo Krinok untuk Pemajuan Kebudayaan Melayu Jambi Bahar, Mahdi; Gunawan, Indra; Irianto, Ikhsan Satria; Handayani, Lusi; Riswani, Riswani
Batoboh Vol 9, No 2 (2024): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v9i2.4852

Abstract

Implementasi dan pengembangan genre musik Bungo Krinok adalah upaya pemajuan kebudayan Jambi melalui penggalian kekayaan tradisional. Metode pengembangan yang digunakan adalah metode Research and Development. Hasil dari pengembangan ini adalah ensambel Kalinong Gedang yang memiliki jumlah nada dan pola interval yang lebih variatif, jika dibangdingkan dengan kelitang kayu. Mitra dalam program pengabdian ini adalah Sanggar Seni Pinang Selayang yang berkerja sama dengan Pondok Pesantren Dinniyah Al-Azhar Muaro Bungo. Peserta pelatihan pada kegiatan ini adalah siswa dari Madrasah Ibtidaiyah (setingkat Sekolah Dasar) hingga siswa dari Madrasah Aliyah (setingkat Sekolah Menengah Atas) dengan tingkat kesulitan yang telah disesuaikan. Proses implementasi dari program ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelatihan dan tahap pertunjukan. Hasil dari implementasi dan pengembangan genre musik Bungo Krinok adalah dua komposisi musik, yaitu Nandung Bungo dan Bungo Bermadah.
Seni Pertunjukan Guru Besyair: Model Pemajuan Seni Warisan Budaya Melayu Batanghari Bahar, Mahdi; Gunawan, Indra; Hartati, Hartati
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i2.21748

Abstract

Guru Besyair merupakan suatu bentuk seni pertunjukan produk pemajuan seni budaya, berupa perpaduan nyanyian syair, gerak, dan permainan marawis, serta keterampilan berolah sastra berisi ajaran. Sumber objek pemajuan ialah Syair Guru Syukur warisan Guru Syukur, ulama masyarakat Batanghari. Syair dinyanyikan berisi ajaran-ajaran agama Islam, moral, serta nasehat-nasehat yang biasa dibawakan sebagai bagian dari cara berdakwah pada masa lalu. Dua aspek yang dipandang potensial dalam Syair Guru Syukur untuk dijadikan sumber pemajuan adalah melodi dan bentuk teks berupa syair. Untuk memajukannya dilakukan berbagai olahan secara kreatif mencakup olah komposisi nyanyian, teks nyanyian, gerak sambil bernyanyi, permainan marawis, serta keterampilan bersoal jawab antara dua kelompok penampil dengan jumlah sekira 15 – 20 orang perkelompok. Genre seni Guru Besyair disajikan dalam bentuk nyanyian sambil duduk bersimpuh, berdempetan bahu, dalam formasi garis melengkung. Kata kunci: syair, potensi, kreatif, seni pertunjukan, pemajuan.
Cultural Significance of the Tradition of "Mandi Ke Aek" in Mersam Village, Mersam District, Batanghari District: Ethnolingusitic Study Mahdi Bahar; Julisah Izar; Hartati; Fatonah; Dini Meidiyanti Putri
JOLADU: Journal of Language Education Vol. 1 No. 3 (2023): JOLADU: Journal of Language Education, April 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/joladu.v1i3.474

Abstract

In Ethnolinguistic science, we are invited to see how the process of forming a culture and we are also invited to understand the cultural meanings contained in that culture or tradition. This research was conducted with the aim of knowing how the cultural procession contained in the tradition of "Mandi ke Aek" in Mersam Village, Mersam District, as well as to find out the cultural meanings contained in the icons, activities, and languages contained in the tradition. The research method used is a qualitative ethnographic approach with 4 stages, namely: (1) development of basic recognition of objects, (2) grouping and defining the types of activities to be studied, (3) focusing on culture in search, (4) moving backwards to look back at the general theory of culture that is researched and studied with specific cases. As for data collection techniques by means of interviews and field observations. Which after the data has been collected, researchers define, group, and explain the meanings contained. So that the results of the study were obtained as many as 46 data that have cultural meaning. The 46 data, consisting of 21 Icons, 16 activities, and 9 languages. And of the 46 data, it is known to have each function and purpose to be achieved from the implementation of the tradition.
Apresiasi Generasi Muda terhadap Tari Anggut sebagai Tari Tradisional dalam Upacara Adat Pernikahan dan Pergelaran Seni di Kelurahan Tengah Kota Jambi Putri, RTS. Yulia; Bahar, Mahdi; Ramadhanti, Sri
Jurnal Cerano Seni : Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan Vol 3 No 01 (2024): Jurnal Cerano Seni | Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jcs.v3i01.35733

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kelebihan generasi muda dalam berpikir ilmiah, kritis, dan semangat mudanya dalam mengapresiasi suatu objek karya seni. Sample penelitian yang dipilih sebanyak 80 orang yang diambil dari jumlah Kartu Keluarga sebanyak 318 Kartu Keluarga yang ada di Kelurahan Tengah Jambi Kota Seberang. Metode penelitian yang digunakan yaitu berbentuk penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat apresiasi generasi muda terhadap tari anggut sebagai tari tradisional dalam upacara adat pernikahan dan pergelaran seni di kelurahan tengah Jambi Kota Seberang dari aspek kognitif, emotif, dan evaluatif, mengetahui tingkat interaksi generasi muda dan seberapa besar tingkat frekuensi pertunjukan tari Anggut sebagai tari tradisional dalam upacara adat pernikahan dan pergelaran seni di Kelurahan Tengah, Jambi Kota Seberang.
TARI ADOK MASYARAKAT PANINGGAHAN KABUPATEN SOLOK SEBAGAI SENI EKSPRESIF BUDAYA MINANGKABAU DALAM KONTEKS INDUSTRI KREATIF Hartati, Hartati; Martion, Martion; Bahar, Mahdi
Batoboh Vol 2, No 1 (2017): Batoboh -Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v2i1.271

Abstract

 Kesenian Adok yang dapat dikategorikan pada seni tari ini merupakan salah satu bentuk seni tradisional kebudayaan masyarakat Paninggahan, Solok, Minangkabau. Seni tari ini mengekspresikan kehidupan masyarakat pendukungnya dan niscaya turut dibentuk oleh nilai-nilai kebudayaan mereka sendiri. Sebagai entitas seni tradisional, tari ini menggambarkan kehidupan estetika dan artistika zamnnya di masa lalu yang cukup sederha. Namun demikian, seni ini mempunyai potensi yang khusus untuk dapat dikembangkan, terutama adalah kekuatan teks nyanyian musik yang mendampinginya sebagai penggerak alur tarian yang dibawakan penari dan hampir tidak dipunyai oleh tari-tari tradisional Minangkanbau yang lain. Potensi seperti demikian dapat dikembangkan menjadi salah satu bentuk produk industri seni kreatif berbasiskan budaya setempat. Kontribusi akhirnya bertujuan untuk penguatan seni budaya lokal masyarakat Paninggahan sendiri.
Educational Values in Lubuk Larangan Local Wisdom in Rantau Pandan Village, Bungo Regency, Jambi Province Bahar, Mahdi; Wahyuni, Anny; Adi Saputra, Muhammad
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 15 No. 2 (2023): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v15i2.3784

Abstract

This research explores the educational values embedded in the local wisdom of Lubuk Larangan in Rantau Pandan Village, Bungo District. To achieve this goal, the method used is qualitative research with a descriptive-analytical approach. Data was collected through interviews, observations, and documentation, and data validity was maintained through data source triangulation. The results of this research reveal that the local wisdom of Lubuk Larangan encompasses several valuable educational values. First, there are moral and ethical education values that promote awareness of good and proper behavior. Second, social education values help strengthen interpersonal relationships in the community and promote cooperation. Third, religious education values inspire spiritual and moral beliefs among the local population. Lubuk Larangan serves as an important public space for education for the people of Rantau Pandan. Through the introduction and understanding of these values, the community can preserve and pass on their cultural heritage while enhancing their understanding of ethics, morals, and deep-seated social and religious values. The results of this research make a significant contribution to appreciating and utilizing local cultural richness as a source of valuable educational values.