Mochammad Dawam Maghfoer
Department Of Agronomy, Faculty Of Agriculture, Universitas Brawijaya

Published : 113 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Akibat Aplikasi Pupuk Kandang Kambing dan Inokulasi Mikroba Rhizosfer Pratiwi, Stevani; Maghfoer, Mochammad Dawam
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) ialah salah satu produk tanaman hortikultura yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Indonesia. Penyebab rendahnya produktivitas tanaman terung ialah penurunan tingkat kesuburan tanah. Oleh karenanya perlu diupayakan untuk meningkatkan produksi terung melalui perbaikan kesuburan tanah. Pemberian pupuk kandang kambing dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah serta meningkatkan ketersediaan hara. Tujuan dari penelitian ialah mempelajari dan mendapatkan dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi mikroba rhizosfer yang optimal pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Penelitian dilaksanakan di Desa Wonomulyo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang pada Februari hingga Juni 2017. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang kambing, yaitu K1 : 10 ton/ha, K2 : 20 ton/ha, K3 : 30 ton/ha. Faktor kedua adalah jenis dan konsentrasi mikroba rhizosfer, yaitu M0 : tanpa mikroba, M1 : 10 EM4 ml/l, M2 : 15 EM4 ml/l, M3 : 10 PGPR ml/l, M4 : 15 PGPR ml/l. Hasil penelitian  menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan dosis pupuk kandang kambing dan inokulasi mikroba rhizosfer pada peubah luas daun 120 hst. Perlakuan dosis pupuk kandang kambing 30 ton ha-1 dengan konsentrasi PGPR 15 ml l-1 mampu menghasilkan luas daun paling tinggi yaitu 42,64 dm2. Pemberian pupuk kandang 30 ton/ha memberikan hasil yang lebih tinggi pada jumlah buah  dan bobot buah. Pemberian mikroba rhizosfer EM4 dan PGPR dengan dosis 10 ml/l dan 15 ml/l mampu meningkatkan jumlah buah dan bobot buah.
Respons Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Terhadap Aplikasi Pupuk Kandang dan EM4 pada Sistem Tumpangsari dengan Terung (Solanum melongena L.) Kholivia, Anita; Armita, Deffi; Maghfoer, Mochammad Dawam
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan efisiensi pemanfaatan lahan serta keanekaragaman tanaman diperlukan melalui sistem penanaman tumpangsari. Pengelolaan unsur hara yang baik merupakan faktor yang menentukan keberhasilan penanaman tumpangsari kacang panjang dengan terung. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh berbagai dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi EM4 pada pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang yang ditanam secara tumpangsari dengan terung. Penelitian dilaksanakan pada Maret-Juli 2017 di desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang yang terdiri dari 3 taraf  yaitu 10 ton/ha, 15 ton/ha dan 20 ton/ha, sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi EM4 yang terdiri 4 taraf yaitu 0, 10, 15 dan 20 ml/l. Hasil penelitian tidak terdapat interaksi antara pemberian dosis pupuk kandang dan konsentrasi EM4 pada semua  parameter. Secara terpisah perlakuan pupuk kandang dan EM4 mempengaruhi jumlah daun, diameter batang, luas daun, jumlah daun, jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, bobot polong per petak dan bobot polong per hektar. Bobot polong per hektar pada pemberian pupuk kandang menunjukkan hasil tertinggi dengan dosis 15 ton/ha yaitu 14,35 ton/ha. Sedangkan pada pemberian EM4 didapatkan pada jumlah EM4 konsentrasi 20 ml/l yaitu 14,83 ton/ha.
Pengaruh Komposisi Pupuk Organik-Anorganik dan Konsentrasi Pemberian PGPR terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L. var. ascalonicum) Varietas Bauji Maskur, A’an; Maghfoer, Mochammad Dawam
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan efisiensi pemupukan dan perbaikan kualitas tanah merupakan faktor yang menentukan keberhasilan budidaya bawang merah yang dapat dilakukan dengan cara menambah bahan organik dan pengaplikasian PGPR pada lahan.Tujuan dari penelitian adalah untuk mempelajari dan mengetahui komposisi pupuk organik-anorganik yang efektif dan konsentrasi pemberian PGPR yang tepat serta pengaruh interaksi keduanya terhadap per-tumbuhan dan hasil tanaman bawang merah varietas Bauji. Penelitian dilaksa-nakan di lahan pertanian desa Sumber pancur, kecamatan Kepung kabupaten Kediri Jawa Timur pada bulan Juni sampai Agustus 2017. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah komposisi pupuk organik-anorganik yang terdiri dari 3 taraf yaitu0% organik + 100% anorganik, 25% organik + 75% anorganik dan 50% organik + 50% anorganik. Faktor kedua adalah konsentrasi PGPR yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0, 5,10  dan 15 ml/l.Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara perlakuan komposisi pupuk organik-anorganik dengan konsentrasi pemberian PGPR pada semua parameter pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Secara terpisah, perlakuan komposisi pupuk organik-anorganik dan  konsentrasi PGPR mempengaruhi jumlah daun, panjang tanaman, luas daun, jumlah umbi, diameter umbi dan bobot kering umbi. Hasil bobot kering umbi per hektar yang tertinggi diperoleh pada perlakuan komposisi pupuk organik 50% + anorganik 50% yaitusebesar 12,79 ton/ha. Sedangkan pada perlakuan PGPR hasil yang lebih tinggi diperoleh pada konsentrasi 15 ml/l dibanding perlakuan lainnya yaitu sebesar 12,65 ton/ha.
Perbedaan Respon Pertumbuhan Varietas Tomat (Lycopersicon esculentum Mill) pada Pemberian Pupuk Kalium Fitri, Dian Aida; Armita, Deffi; Maghfoer, Mochammad Dawam
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat (Lycopersicon esculentum Mill) merupakan komoditas unggulan yang ber-nilai ekonomi tinggi. Tomat masih memer-lukan penanganan serius terutama dalam hal peningkatan pertumbuhan dan produksi. Untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tomat, upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan kegiatan pemu-pukan serta penggunaan varietas yang cocok dengan lahan budidaya. Dalam budidaya tanaman tomat, perlu diperhatikan tentang pemberian nutrisi agar tanaman mampu tumbuh dengan optimal. Unsur Kalium sangat dibutuhkan oleh tanaman tomat untuk mengoptimalkan pertumbuhan serta me-ningkatkan produksi. Buah tomat memiliki berbagai macam varietas lokal maupun impor. Penelitian bertujuan untuk mem-pelajari respon varietas tomat pada dosis pupuk kalium yang berbeda, mempelajari pengaruh perbedaan varietas tomat pada pertumbuhan tanaman tomat dan mempelajari pengaruh pupuk Kalium pada pertumbuhan tanaman tomat. Penelitian dilaksanakandi desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada bulan April hingga Juni 2017. Penelitian ini menggunakan RAK (Ran-cangan Acak Kelompok) dengan 2 faktor dan  3 ulangan. Perlakuan pertama meng-gunakan 2 varietas tomat lokal yaitu: V1 (varietas Karina) dan V2 (varietas Mawar). Perlakuan kedua menggunakan pupuk KCl yang terdiri dari 5 taraf dosis yakni: K1 (50 kg.ha-1 K2O), K2 (100 kg.ha-1 K2O), K3 (150 kg.ha-1 K2O), K4 (200 kg.ha-1 K2O) dan K5 (250 kg.ha-1 K2O). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan varietas dengan pemberian pupuk kalium. Akan tetapipada perlakuan varietas memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman dan jumlah daun. Sedangkan pemberian pupuk kalium tidak berpengaruh pada seluruh parameter pengamatan.
Respon Tanaman Kubis Bunga (Brassica oleracea var. Botrytis L.) terhadap Aplikasi Pupuk Nitrogen dan Pupuk Kandang Kambing Kholifah, Siti; Maghfoer, Mochammad Dawam
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kubis bunga merupakan sayuran yang memiliki manfaat baik untuk kesehatan, sehingga permintaannya terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk nitrogen dan dosis pupuk kandang kambing yang sesuai untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Juli 2018 di desa Wonorejo, Poncokusumo, Malang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri atas 2 faktor yaitu pupuk nitrogen terdiri dari 4 taraf dan pupuk kandang kambing terdiri dari 3 taraf. Dari kedua faktor tersebut diperoleh 12 kombinasi perlakuan, serta diulang 3 kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Peubah yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, berat kering dan bobot massa bunga. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara aplikasi pupuk nitrogen dan pupuk kandang kambing. Pupuk nitrogen hanya berpengaruh pada peningkatan diameter batang, luas daun dan berat kering tanaman. Pupuk nitrogen dengan dosis 180 kg ha-1 mampu menghasilkan berat kering tanaman paling tinggi yaitu 92,74 g per tanaman. Pupuk kandang kambing berpengaruh pada peningkatan pertumbuhan serta hasil tanaman kubis bunga. Pupuk kandang kambing dengan dosis 20 ton ha-1 mampu menghasilkan pertumbuhan yang baik pada tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun dan bobot massa bunga yaitu sebanyak 36,72 ton ha-1.
Pengaruh PGPR dan Dosis Pupuk Kandang Kambing terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung Gelatik (Solanum melongena L.) Varietas Kenari Achmad, Miftah Faridl; Maghfoer, Mochammad Dawam
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) merupakan komoditas sayuran penting sebagian besar masyarakat Indonesia. Pemberian pupuk kandang kambing sebagai bahan organik dapat menyediakan nutrisi pada bakteri yang terkandung di dalam PGPR. Penelitian bertujuan mendapatkan dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi PGPR yang sesuai untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung gelatik. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April - Agustus 2018, di kebun percobaan Universitas Brawijaya Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi (RPT). Petak utama, berbagai dosis pupuk kandang kambing (K) terdiri: 10 ton/ha (K1), 20 ton/ha (K2), dan 30 ton/ha (K3). Anak petak, berbagai konsentrasi PGPR (V) terdiri: tanpa pemberian PGPR (V0), 5 ml/liter (V1), 10 ml/liter (V2), 20 ml/liter (V3). Hasil menunjukkan interaksi perlakuan dosis pupuk kandang kambing 30 ton/ha dengan kombinasi konsentrasi PGPR 20 ml/liter menghasilkan jumlah daun dan jumlah cabang lebih besar dan berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya. Pupuk kandang kambing dosis 20 ton/ha nyata meningkatkan jumlah buah per tanaman, bobot segar buah per tanaman sebesar (477,4 g/tanaman), bobot segar buah per hektar (15,28 ton/ hektar). Konsentrasi PGPR 10 ml/liter nyata mampu meningkatkan jumlah buah dan berat kering tanaman terung gelatik.  Berdasarkan aspek usahatani, secara terpisah perlakuan pupuk kandang kambing dosis 30 ton/ha memberikan keuntungan yang tinggi dengan nilai R/C ratio sebesar 1,57% dan konsentrasi PGPR 20 ml/liter memberikan keuntungan yang tinggi dengan nilai R/C ratio sebesar 1,67 %. Sedangkan, kombinasi perlakuan dosis pupuk kandang kambing 10 ton/ha dengan konsentrasi PGPR 20 ml/liter memberikan keuntungan yang tinggi dengan nilai R/C ratio 1,80%.
Perbedaan Pertumbuhan dan Potensi Hasil 9 Jenis Tanaman Kemangi (Ocimum basilicum L.) Nugrahani, Ratih; Maghfoer, Mochammad Dawam
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemangi adalah salah satu jenis sayuran yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Salah satu usaha untuk meningkatkan hasil kemangi adalah menggunakan benih bermutu dari suatu varietas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan dan potensi hasil 9 jenis tanaman kemangi (Ocimum bacilicum L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - Agustus 2018 di Lahan Kebun Percobaan Universitas Brawijaya, Jatikerto,  Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK. Perlakuan adalah kemangi Komangi (KM 1), kemangi Tidore (KM 2), kemangi Eiffel (KM 3), kemangi Madiun (KM 4), kemangi Kediri (KM 5), kemangi Banyuwangi (KM 6), kemangi Jember (KM 7), kemangi Malang (KM 8), kemangi Bojonegoro (KM 9). Parameter yang diamati ialah tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, panjang ruas batang bunga, bulu daun, bentuk daun, warna daun, waktu berbunga, hasil panen, indeks klorofil dan kerapatan stomata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan dan potensi hasil 9 jenis tanaman kemangi. Kemangi Komangi, Tidore, Eiffel, Madiun, dan Kediri memiliki potensi hasil panen lebih besar. Kemangi Komangi, Tidore dan Kediri memiliki tanaman lebih tinggi. Kemangi Komangi, Tidore, Eiffel dan Kediri memiliki daun lebih panjang dan lebar. Kemangi Eiffel, Banyuwangi dan Jember memiliki ruas batang bunga lebih panjang. Kemangi Tidore, Eiffel, Madiun, Kediri, Jember, Malang dan Bojonegoro memiliki bentuk daun  bulat telur sedangkan kemangi Komangi dan Banyuwangi memiliki bentuk daun bulat panjang. Kemangi Tidore memiliki bulu daun. Kemangi Eiffel, Madiun, Kediri, Banyuwangi, dan Bojonegoro memiliki indeks klorofil lebih besar. Kemangi komangi, Eiffel dan Kediri memiliki kerapatan stomata lebih besar.
Pengaruh Naungan Terhadap Hasil dan Pertumbuhan Tanaman Kedelai [Glycine max (L.) Merr.] dari Beberapa Varietas Salsabila, Ghina Zahra; Maghfoer, Mochammad Dawam; Sitompul, Syukur Makmur
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai adalah salah satu komoditi pertanian penting di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan kedelai memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga mampu memenuhi kebutuhan gizi pangan masyarakat. Kebutuhan terhadap kedelai semakin meningkat dari tahun ke tahun, sementara produksi yang dicapai belum mampu mengimbangi kebutuhan tersebut. Masalah yang terjadi pada saat pembentukan polong kedelai adalah polong yang lebih awal terbentuk dapat menghalangi pembentukan polong selanjutnya atau terjadinya dominasi polong. Pertumbuhan polong yang tidak maksimal, akan berdampak pada jumlah biji yang ada di dalamnya. Hal ini menunjukan bahwa jumlah polong dapat ditingkatkan oleh faktor-faktor dari dalam atau lingkungan yang memodifikasi dinamika temporal dari produksi polong. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Jatimulyo, Malang pada bulan Januari 2019 sampai Maret 2019. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Petak Terbagi (split plot design) dengan 2 faktor. Faktor pertama merupakan naungan dan faktor kedua merupakan varietas. Macam naungan yang digunakan adalah N0 (Tanpa naungan) dan N1 (Naungan 44%), dan varietas yang digunakan adalah V1 (Var. Wilis), V2 (Var. Tidar), V3 (Var. Ub1) dan V4 (Var. Ub2).  Ulangan dilakukan sebanyak 5 kali. Uji lanjut menggunakan Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5% dan Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5% jika terdapat interaksi. Parameter pertumbuhan meliputi Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, Luas Daun, Umur Berbunga, Umur Berpolong dan Bobot Kering Tanaman. Parameter fotosintesis meliputi kandungan nitrogen dan klorofil daun. Parameter Komponen hasil meliputi jumlah polong, berat polong, jumlah biji dan berat biji. Perlakuan tanpa naungan dengan varietas Tidar memberikan hasil paling tinggi pada jumlah dan berat polong, jumlah dan berat biji.
Pengaruh Konsentrasi Nitrogen pada Pertumbuhan dan Hasil Dua Kultivar Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) dengan Sistem Hidroponik Palupi, Hananin Dyah; Maghfoer, Mochammad Dawam
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspek penting yang perlu diperhatikan untuk keberhasilan budidaya hidroponik ialah nutrisi. Defisiensi unsur hara nitrogen dapat menghambat pertumbuhan tanaman selada dan kelebihan unsur hara nitrogen dapat menjadi toksik bagi tanaman. Tujuan dari penelitian ialah untuk mendapatkan konsentrasi nitrogen yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil selada kultivar Lollo Rossa dan kultivar Romaine secara hidroponik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2019 di Green House (Batu Hidroponik) desa Pesanggrahan, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor pertama kultivar selada terdiri dari kultivar Lollo Rossa dan kultivar Romaine dan faktor kedua adalah konsentrasi nitrogen 180, 210, 240, 270, 300 ppm. Hasil percobaan menunjukkan perlakuan kultivar dan konsentrasi nitrogen memperlihatkan interaksi pada parameter panjang akar. Perlakuan kultivar menunjukkan respon pada parameter panjang tanaman, jumlah daun, bobot segar dan bobot kering sedangkan perlakuan nitrogen tidak menunjukkan respon pada tanaman. Dengan demikian pemberian konsentrasi nitrogen 180 ppm sudah cukup untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada kultivar Lollo Rossa maupun kultivar Romaine
Perbedaan Komposisi Sumber Nutrisi pada Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Putri, Mentari Ghatika; Maghfoer, Mochammad Dawam; Murdiono, Wisnu Eko
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tepung jagung mengandung protein, karbohidrat dan lemak yang dibutuhkan jamur untuk menunjang pertumbuhannya, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi jamur tiram putih. Penelitian bertujuan untuk mempelajari dan mendapatkan jenis dan komposisi tepung jagung terbaik sebagai sumber nutrisi bagi pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih. Penelitian ini dilaksanakan di CV Damarayu Organic Farm dan Griya Jamur Universitas Brawijaya, Malang pada bulan Januari hingga Mei 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, yang terdiri atas 2 faktor. Faktor I: Penambahan tepung jagung (BISI-2, Manis dan Srikandi Kuning-1) dan faktor II: (0, 50, 100 dan 150 gram) dengan jumlah perlakuan sebanyak 12 dan 4 kali ulangan. Variabel pengamatan meliputi lama miselium memenuhi baglog, saat muncul badan buah pertama, saat panen pertama, saat panen terakhir, diameter tudung buah jamur, Jumlah badan buah jamur per baglog, bobot segar badan buah jamur per baglog dan frekuensi panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung jagung Srikandi Kuning-1 15% menghasilkan bobot segar dan frekuensi panen jamur tiram putih lebih tinggi, namun tidak berbeda nyata dengan penambahan tepung jagung manis 15%. Tepung jagung manis 15% menghasilkan diameter tudung lebih lebar (8,07 cm) tidak berbeda nyata dengan pemberian tepung jagung Srikandi Kuning-1 15% (7,44 cm). Penambahan tepung jagung Srikandi Kuning-1 menghasilkan jumlah badan buah lebih tinggi (16,49 buah) dan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dengan penambahan tepung jagung manis (16,33 buah). Komposisi media dalam berbagai taraf tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah badan buah jamur tiram putih
Co-Authors A’yun, Lutfi Qurrotun A’yun, Lutfi Qurrotun Achmad, Miftah Faridl Achmad, Miftah Faridl Afthansia, Monika Afthansia, Monika Agni Dhewangga Agus Sugiyatno Agus Suryanto Agus Suryanto Ahmad Syahrian Siregar, Ahmad Syahrian Aini Nurul Aini, Nurul Ainun Fithriyandini Akbar Prima Utomo Andi Kurniawan Anna Satyana Karyawati Armita, Deffi Armita, Deffi Aruan, Dosmauli Banaty, Oka Ardiana Barunawati, Nunun Bimantara, Dhimas Sigit Bimantara, Dhimas Sigit Burham, Dedi Burham, Dedi Dewi Indah Srirejeki, Dewi Indah Dhewangga, Agni Didik Hariyono Dosmauli Aruan, Dosmauli Dwi Jayanti, Maria Agustina Dwi Putra, Muhammad Fadli Dwi Putra, Muhammad Fadli Eko Widaryanto Farid, Muhammad Farida Yulianti Fithriyandini, Ainun Fitri, Dian Aida Fitri, Dian Aida Gitta Malinda Sembiring Hafizh, Lutfi Taufiqul Hafizh, Lutfi Taufiqul Heddy, Y. B. Suwasono Heddy, Y.B.Suwasono Hermawan, Rifqi Hetik Hetik Hetik, Hetik Iswara, Henrikus Rico Adhi Iswara, Henrikus Rico Adhi Kania, Sheila Rezta Kania, Sheila Rezta Kholifah, Siti Kholivia, Anita Kholivia, Anita Koesriharti Koesriharti Kurniawan, Berry Kurniawan, Berry Latifa, Rio Yanuar Lestari, Nunung Dian Lestari, Nunung Dian Lilis Styaningrum Listyaningtyas, Afifah Endri Listyaningtyas, Afifah Endri Ludihargi, Rachma Jati Ludihargi, Rachma Jati M. Hanafi Eka Prasetya Maskur, A’an Maskur, A’an Mochammad Nawawi Mochammad Roviq Moctava, Mohammad Aries Mohammad Aries Moctava Mudji Santoso Muhammad Farid Muhammad Putra Ramadhan Murdiono, Wisnu Eko Murdiono, Wisnu Eko Nawawi, Mochammad Ninuk Herlina Novinda Pratiwi Nugrahani, Ratih Nugrahani, Ratih Nugroho, Dhenys Bagus Nugroho, Dhenys Bagus Nugrohowati, Betty Meiariani Nugrohowati, Betty Meiariani Nunun Barunawati, Nunun Oka Ardiana Banaty, Oka Ardiana Oktafia, Tour Janah Oktafia, Tour Janah Palupi, Hananin Dyah Pandanari, Dika Sri Pandanari, Dika Sri Prasetya, M. Hanafi Eka Prasetya, Reviyan Dwi Prasetyo, Sigit Budi Prasetyo, Sigit Budi Pratiwi, Novinda Pratiwi, Stevani Pratiwi, Stevani Prayoga, Kharisma Marta Prayoga, Kharisma Marta Puspita Sari, Rifa Meri Puspita Sari, Rifa Meri Putri, Mentari Ghatika Rabbani, Muhammad Taufiq Rahmandhias, Deris Trian Ramadhani, Resqi Hapsari Ramadhani, Resqi Hapsari Rifqi Hermawan Rihanna, Sartika Rio Yanuar Latifa, Rio Yanuar Ruwiyatul Maslukah Salsabila, Ghina Zahra Salsabila, Ghina Zahra Santoso, Mudji Sari, Adis Permata Sari, Adis Permata Sartika Rihanna Serawai, Ides Fadhillah Tunjang Sinaga, Fadlan Ansyari Sinaga, Fadlan Ansyari Siregar, Ahmad Syahrian Siregar, Ahmad Syahrian Siswati, Jiana Budi Siswati, Jiana Budi SITI KHOLIFAH Sri Lestari Purnamaningsih Srirejeki, Dewi Indah Styaningrum, Lilis Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Syukur Makmur Sitompul, Syukur Makmur Tatik Wardiyati Titiek Islami Uma Khumairoh Uma Khumairoh Utami, Mardianti Utami, Mardianti Utomo, Akbar Prima Utomo, Moh. David Ardianto Utomo, Moh. David Ardianto Widayanti, Risky Widayanti, Risky Y. B. Suwasono Heddy Y.B.Suwasono Heddy Yenni Yenni Yenni, Yenni Yenni, Yenni