Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PELATIHAN VISUAL STORYTELLING ARSITEKTUR UNTUK PEMANDU WISATA LOKAL DI KAWASAN DELTA LAKKANG Marsa, Ivan Fachrul; Abidah, Andi; R, Andi Yusdi Dwiasta; Darwis, Arisa; Malik, Agung Rinaldy
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 05 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pelatihan Visual Storytelling Arsitektur di Delta Lakkang dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kompetensi pemandu wisata lokal dalam memahami, menginterpretasi, dan menyampaikan narasi berbasis arsitektur tradisional Bugis-Makassar secara informatif dan menarik. Pelatihan ini mencakup materi teori arsitektur lokal, teknik penyusunan narasi visual, penggunaan media digital, praktik pembuatan storyboard, serta simulasi pemanduan di lapangan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada berbagai aspek kompetensi peserta, antara lain pemahaman konsep arsitektur (90%), kemampuan menyusun narasi visual (75%), penggunaan media digital (70%), kepercayaan diri dalam pemanduan (85%), dan kemampuan kerja sama (95%). Temuan ini mengonfirmasi bahwa pendekatan pelatihan berbasis praktik, kolaboratif, dan visual efektif dalam membangun kapasitas interpretatif dan komunikatif pemandu wisata lokal. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan perangkat digital dan variasi literasi teknologi, kegiatan ini tetap memberikan hasil positif dan menjadi model pemberdayaan yang relevan bagi pengembangan desa wisata berbasis budaya. Program ini berpotensi dilanjutkan melalui pendampingan teknis yang lebih mendalam guna mendukung promosi wisata arsitektur dan pelestarian budaya lokal di Delta Lakkang.
PENGUATAN IDENTITAS VISUAL BUDAYA TORAJA BAGI GEN Z MELALUI EDUKASI ELEMEN DAN ORNAMEN ARSITEKTUR TRADISIONAL DI SMKN 1 TANAH TORAJA R, Andi Yusdi Dwiasta; Mappangara, Surianto B; Abidah, Andi; Marsa, Ivan Fachrul; Marwan, Nurfaizah
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 06 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat identitas visual budaya Toraja bagi siswa Gen Z melalui edukasi mengenai elemen dan ornamen arsitektur tradisional di SMKN 1 Tanah Toraja. Fenomena melemahnya kedekatan generasi muda dengan simbol visual budaya lokal menjadi latar belakang utama pelaksanaan kegiatan ini. Melalui pendekatan Participatory Cultural-Based Learning (PCBL), siswa dilibatkan secara aktif dalam proses eksplorasi budaya, pemahaman makna simbolik, serta praktik produksi karya visual berbasis motif Toraja. Kegiatan terdiri atas tiga tahap utama, yaitu eksplorasi budaya, workshop visual, dan produksi karya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis kualitas karya siswa. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap ragam motif dan filosofi arsitektur Toraja, disertai meningkatnya keterlibatan dan motivasi belajar. Karya visual yang dihasilkan siswa memperlihatkan kemampuan mengintegrasikan nilai budaya ke dalam desain modern, sekaligus mencerminkan penguatan identitas kultural mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis budaya lokal efektif dalam meningkatkan literasi visual dan kesadaran budaya pada pendidikan vokasi, serta berkontribusi pada upaya pelestarian budaya melalui jalur pendidikan.
PENGENALAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY (AR) UNTUK PENGEMBANGAN KARYA RANCANGAN SISWA DI SMK NEGERI 1 TANA TORAJA Marsa, Ivan Fachrul; R, Andi Yusdi Dwiasta; Abidah, Andi; Marwan, Nurfaizah; Muis, Ulmiah
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 06 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi teknologi dan keterampilan perancangan digital siswa melalui pengenalan dan pelatihan teknologi Augmented Reality (AR) di SMK Negeri 1 Tana Toraja. Program dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yaitu pemberian materi konseptual, pelatihan praktik, pembuatan karya rancangan berbasis AR, dan evaluasi hasil belajar. Metode yang digunakan menggabungkan participatory learning dan technology-based training yang memungkinkan siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep AR, kemampuan teknis dalam mengoperasikan aplikasi AR, serta kreativitas dalam menghasilkan karya rancangan yang mengintegrasikan unsur budaya lokal. Evaluasi kuantitatif memperlihatkan tingginya tingkat motivasi dan kepuasan siswa terhadap pelatihan, sementara analisis kualitatif menunjukkan bahwa guru pendamping melihat potensi besar pemanfaatan AR dalam pembelajaran kejuruan. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa teknologi AR dapat menjadi media inovatif yang efektif untuk mendukung pembelajaran vokasi dan pengembangan kompetensi abad ke-21.
Generative Design dalam Transformasi Tongkonan Toraja: Menjembatani Nilai Tradisi dan Kebutuhan Arsitektur Modern Abidah, Andi; Jayadi, Karta; Djawad, Yasser Abd; Marsa, Ivan Fachrul; Marwan, Nurfaizah
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengeksplorasi potensi generative design sebagai metode inovatif untuk mentransformasikan Arsitektur Vernakular Tongkonan di Toraja ke dalam konteks arsitektur modern yang adaptif dan berkelanjutan, tanpa mengorbankan nilai-nilai budaya dan filosofisnya. Tongkonan merupakan manifestasi budaya Toraja yang kaya akan kosmologi dan simbolisme, berperan sebagai pusat kehidupan sosial dan ritual. Di tengah tuntutan modernitas, muncul kebutuhan untuk menjembatani kearifan lokal ini dengan efisiensi fungsional dan ekologis kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif yang diperkuat dengan eksperimen desain digital. Pengumpulan data awal dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, dan studi literatur untuk mendalami filosofi (kosmologi) dan simbolisme Tongkonan, termasuk elemen-elemen kunci seperti bentuk atap, struktur panggung, dan orientasi bangunan. Nilai-nilai kualitatif ini kemudian diterjemahkan menjadi sistem generative design menggunakan SketchUp dan plugin pendukung (Ruby Console, Parametric Modeling, dan Sefaira). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemodelan generatif mampu menghasilkan alternatif desain (misalnya Model B) yang mencapai keseimbangan optimal (78% efisiensi energi dan 1.1 m/s sirkulasi udara). Model ini mempertahankan proporsi ruang utama (banua) dan orientasi tradisional, yang terbukti secara performatif meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan termal. Evaluasi kualitatif dengan tokoh adat dan akademisi menegaskan bahwa rancangan yang dihasilkan tetap menghormati wujud dan nilai filosofis Tongkonan sambil mengadopsi fungsionalitas modern. Kesimpulan menunjukkan bahwa generative design berfungsi sebagai medium reflektif yang berhasil menerjemahkan kearifan lokal Tongkonan ke dalam paradigma digital. Transformasi ini membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi alat yang kuat untuk pelestarian budaya dinamis, memungkinkan arsitektur tradisional Indonesia berevolusi secara kontekstual, efisien, dan berpihak pada keberlanjutan.Kata Kunci: Arsitektur Vernakular, Generative Design, Kearifan Lokal,  Tongkonan Toraja, Transformasi Arsitektur
Integrasi Nilai Budaya dan Keberlanjutan dalam Arsitektur Vernakular: Studi pada Rumah Tradisional Toraja Natsir, Taufiq; Abidah, Andi; Marsa, Ivan Fachrul; Saragi, Alexander Adrian; Dwiasta, Andi Yusdy
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Arsitektur vernakular merupakan manifestasi harmonis antara manusia, lingkungan, dan nilai budaya yang diwariskan lintas generasi. Dalam konteks Indonesia, rumah tradisional Toraja atau Tongkonan menjadi representasi paling kuat dari kearifan lokal yang mengintegrasikan aspek sosial, spiritual, dan ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan hubungan antara nilai budaya dan prinsip keberlanjutan dalam arsitektur Tongkonan, dengan menyoroti bagaimana transformasi material dan fungsi ruang mencerminkan adaptasi terhadap modernitas tanpa kehilangan makna simbolik. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka dan analisis tematik terhadap berbagai literatur mengenai arsitektur vernakular, nilai budaya, serta desain berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tongkonan berfungsi sebagai sistem pengetahuan hidup yang mengatur tatanan sosial dan spiritual masyarakat Toraja, sekaligus menerapkan prinsip arsitektur hijau melalui ventilasi alami, penggunaan bahan lokal, serta orientasi ruang yang responsif terhadap iklim tropis. Transformasi yang terjadi bukanlah degradasi budaya, melainkan bentuk pelestarian dinamis yang memungkinkan inovasi berbasis nilai lokal. Dengan demikian, Tongkonan tidak hanya menjadi artefak tradisional, tetapi juga model konseptual bagi praktik arsitektur berkelanjutan yang menyatukan efisiensi ekologis dan ketahanan budaya dalam satu kesatuan harmonis.Kata Kunci: Arsitektur Vernakular, Tongkonan, Kearifan Lokal, Keberlanjutan, Nilai Spiritual