Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT RISIKO POSTUR KERJA MENGGUNAKAN METODE REBA PADA ANGGOTA KASSA STERIL DI INSTALASI CSSD RUMKITAL Dr. MINTOHARDJO JAKARTA PUSAT KEUMALA MUDA, CUT ALIA; DAMANIK, JANO; UTAMI, DESYAWATI; RAHMAH RUSDY, MIRTA DWI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Postur kerja yang dikemukakan oleh Tarwaka adalah posisi tubuh yang diterapkan pada saat seseorang melakukan pekerjaannya. Postur kerja terbagi menjadi 2 yaitu postur netral adalah postur yang baik, karena keadaan seluruh bagian tubuh berada dalam posisi yang wajar atau semestinya ketika melakukan pekerjaan dan postur janggal adalah sebaliknya. Postur kerja yang kurang baik dapat mengakibatkan risiko terjadinya keluhan musculoskeletal pada pekerja. Instalasi CSSD menunjang pendistribusian alat dan bahan yang akan digunakan pada setiap ruangan baik IGD, kamar operasi, rawat inap, ICU, poli klinik, penunjang medic, ruang bayi dan pekerjaan sterilisasi alat-alat medis dengan menggunakan alat bantu mesin autoklaf dan dry heat, khususnya dalam penyiapan kassa steril guna menjaga agar kondisi bahan tidak terkontaminasi. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasil dan Pembahasan: Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan tekniktotal sampling dimana jumlah sampel yang diambil adalah 10 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat dengan analisa risiko menggunakan metode REBA dan software Ergo Fellow. Pekerja yang memiliki risiko tinggi sebanyak 9 anggota (90%) dan yang memiliki risiko sedang sebanyak 1 anggota (10%). Kesimpulan: Hasil menunjukan bahwa proporsi tertinggi yaitu dengan tingkat risiko tinggi sebanyak 9 anggota dan proporsi terendah dengan tingkat risiko sedang sebanyak 1 anggota.
STUDI DESKRIPTIF KEPATUHAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA AKTIVITAS PEKERJAAN DI KETINGGIAN DI PT. BINAKARINDO YACOAGUNG TAHUN 2025 Prasetyo, Daniel Tegar; Millah, Izzatu; Utami, Desyawati; Kusumaningtiar, Devi Angeliana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50066

Abstract

Keselamatan kerja pada aktivitas ketinggian merupakan aspek krusial dalam industri migas karena tingginya potensi kecelakaan fatal. Salah satu upaya pengendalian risiko mendasar adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), meskipun tingkat kepatuhan pekerja masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kepatuhan penggunaan APD pada pekerjaan di ketinggian di PT Binakarindo Yacoagung tahun 2025. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden, dan data dikumpulkan melalui observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki Tingkat kepatuhan dalam penggunaan seluruh APD bekerja di ketinggian hanya 12,5% dibandinig yang tidak patuh 87,5%, untuk Tingkat kepatuhan tertinggi pada penggunaan body harness, lanyard, life line, dan anchorage point (100%). Sebaliknya, kepatuhan penggunaan helm dan sepatu safety hanya 67,5%, goggles 65%, serta sarung tangan 57,5%. Berdasarkan hasil temuan tersebut menegaskan bahwa perlunya peningkatan edukasi serta pengawasan terhadap penggunaan APD tertentu, guna menciptakan budaya kerja yang aman, mencegah kecelakaan, serta mendukung produktivitas di lingkungan kerja berisiko tinggi.
Studi Deskriptif Depresi, Kecemasan, dan Stres Pada Pekerja Bagian Finishing PT.X Tahun 2025 Ferdinand Adinata; Mugi Wahidin; Mayumi Nitami; Decy Situngkir; Eka Cempaka Putri; Desyawati Utami
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 9 (2025): Menulis - September
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i9.646

Abstract

Depresi, kecemasan, dan stres kerja menjadi permasalahan pada pekerja dengan konsekuensi terhadap kondisi psikologis, fisik, maupun kinerja. Permasalahan tersebut tidak hanya berdampak pada individu dalam bentuk penurunan motivasi dan produktivitas, tetapi juga berimplikasi pada kerugian perusahaan secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa isu kesehatan mental di lingkungan kerja perlu mendapatkan perhatian serius agar pekerja mampu mencapai keseimbangan, baik dalam melaksanakan tugas maupun menjaga kualitas hidupnya. PT.X merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur yang memproduksi casting dan finish. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan depresi, kecemasan dan stres pada pekerja bagian finishing di PT.X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross sectional deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 75 orang, dengan teknik total sampling, yaitu keseluruhan pekerja bagian finishing. Variabel yang diteliti adalah depresi, kecemasan, dan stres pada pekerja. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner DASS-21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 47 orang (62,7%) mengalami depresi dengan tingkat keparahan normal, 33 orang (44%) mengalami kecemasan dengan tingkat keparahan berat dan sebanyak 40 orang (53,3%) mengalami stres dengan kategori berat.
Hubungan Pengawasan & Pengetahuan terhadap Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri PT. Kajima Indonesia PCG Central Java Industrial Project Tahun 2025 Ayu Widyani; Eka Cempaka Putri; Cut Alia Keumala Muda; Desyawati Utami
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.5543

Abstract

Work accidents in the construction sector are often triggered by workers' risky behavior in using personal protective equipment (PPE). This research aims to determine the relationship between knowledge and supervision and the behavior of using PPE in construction workers. The research method uses a quantitative approach with a cross sectional design. The number of respondents was 50 workers selected through total sampling. Data was collected using questionnaires and observations, then analyzed using the Chi-Square test. The research results showed that there was a significant relationship between knowledge and PPE use behavior (p < 0.05) and between supervision and PPE use behavior (p < 0.05). Workers with low knowledge tend to be undisciplined in the use of PPE. Consistent supervision contributes to increased worker discipline. This research confirms that knowledge and supervision influence the behavior of using PPE. Companies need to improve their PPE provision and storage mechanisms, increase the effectiveness of supervision, develop risk-based work procedures according to the type of work, involve senior workers, and enforce administrative sanctions to curb risky behavior and prevent workplace accidents.
Studi Observasional Identifikasi Bahaya Kesehatan Kerja pada Pekerja Pengelasan Kapal MV. KAREEM di PT. Samudra Marine Indonesia Tahun 2025 Haikal Rafi Widyadhana; Desyawati Utami; Cut Aliya Keumala Muda; Devi Angeliana Kusumaningtiar
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v4i3.6730

Abstract

Welding work on ships carries high risks of health disturbances due to exposure to heat, smoke, chemicals, and poor ergonomic work positions. This study aims to identify potential occupational health hazards among welders working on the MV KAREEM ship at PT. Samudra Marine Indonesia in 2025. The study uses a descriptive observational design with total sampling technique, involving 30 welders. Data were collected through direct observation using observation sheets and documentation in accordance with the welding SOP. The results of the study revealed five categories of health hazards. Physical hazards included excessive heat, noise, and poor lighting. Chemical hazards included welding fumes, metal dust, and toxic gases. Biological hazards arose from exposure to microorganisms in the work environment. Ergonomic hazards were related to awkward posture, prolonged static positions, and manual handling loads. Psychosocial hazards included long working hours, high workload, and conflicts among workers. The findings emphasize that welders are prone to health disturbances due to various risk factors. Preventive measures, including improving the work environment, implementing stricter safety standards, and providing occupational health education, are essential to reduce these risks.
Pengukuran Tingkat Pengetahuan Tentang Bahaya Keselamatan Sebelum Dan Sesudah Edukasi Pada Siswa/I Sekolah Dasar X Depok Yusvita, Fierdania; Desyawati Utami
Journal of Religion and Public Health Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Public Health Study Program, Faculty of Health Science, State Islamic University (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jrph.v7i2.49906

Abstract

Schools have various safety hazards due to their teaching and learning activities. These hazards can cause losses such as injuries, health problems, and damage to school property and the environment. This study aims to determine the effect of safety education on students' knowledge levels. A pre-experimental design with a one-group pretest-posttest was used for the research design. A total of 32 respondents, including student representatives, Junior Doctors, and Scouts from SD X in Mekarjaya, Kota Depok, West Java, participated in the study. The study was conducted in October 2024. Safety education was delivered through lectures, posters, and PowerPoint presentations. Knowledge improvement was measured by distributing questionnaires about safety hazards and risks at school before and after the educational program. The analysis was conducted using a t-test. The results showed that the average score was 50.84 before the educational program and increased to 89.22 after. These results indicate a significant improvement in knowledge of safety hazards at school (p-value = 0.000). It is recommended that SDN Mekarjaya 11 Depok's management conduct regular health and safety education activities involving all stakeholders, including parents and the local education office, to optimize the development of a safety culture at the school.   Keywords : Safety Hazard, Safety at School, Safety Promotion 
PENGUATAN PENGETAHUAN BENCANA GEMPA BUMI PADA MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ESA UNGGUL TAHUN 2026 Yusvita, Fierdania; Muda, Cut Alia Keumala; Utami, Desyawati; Andani, Dhea Julia
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 12, No 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v12i4.10753

Abstract

AbstractAn earthquake is a series of events that can cause ground vibrations or shaking of the earth due to collisions and faults between plates. This community service activity aims to increase knowledge of earthquake disasters about the importance of natural disasters, especially in preventing and managing earthquake disasters. The counseling was carried out using interactive lecture and discussion methods, in November 2025 given by students and public health lecturers who explained the definition of earthquakes, their causes, and control. In the interactive discussion session, students could ask questions and share their experiences about earthquakes, this helped students in strengthening their understanding. This counseling was held at the Esa Unggul University Bekasi Campus and was attended by 122 students. The counseling activity began with the arrival of students, conducting health screenings, morning exercises and counseling which also included the distribution of pre-tests, delivery of materials, question and answer sessions, awarding prizes, handing over leaflets and posters and distributing post-tests. The counseling activity ran smoothly and conducively, marked by the active participation of participants throughout the activity. This can be seen through the results of the pre- and post-tests given to respondents, indicating an increase in knowledge regarding the earthquake disaster that had been presented.Keywords : Earthquake, Knowledge, and Students
PELATIHAN PEMBALUTAN LUKA PADA SISWA SDN CEMPAKA PUTIH TIMUR DALAM MEMPERINGATI BULAN K3 NASIONAL DI BALAI BESAR K3 JAKARTA TAHUN 2026 Muda, Cut Alia Keumala; Utami, Desyawati; Yusvita, Fierdania; Andani, Dhea Julia
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 12, No 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v12i4.10739

Abstract

AbstrakPembalutan dan pembidaian merupakan teknik dasar yang perlu dikuasai sebagai langkah awal dalam menangani luka serta cedera pada tulang atau sendi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa/i tentang pembalutan luka pada telapak tangan dan kepala di sekolah, mengenal kecelakaan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah serta mengetahui prosedur pembalutan luka. Pelatihan dilakukan menggunakan metode diskusi interaktif dan praktek, pada bulan Januari 2026 yang diberikan kepada siswa/i dengan menjelaskan tentang pembalutan luka. Dalam sesi diskusi interaktif, siswa/i dapat bertanya dan berbagi pengalaman tentang pembalutan luka, hal ini membantu siswa/i dalam memperkuat pemahaman mereka. Pelatihan ini dilaksanakan di Balai besar K3 Jakarta dan dihadiri sebanyak 30 peserta. Kegiatan pelatihan dimulai dari kedatangan siswa/i, penyuluhan dilakukan dengan penyampaian materi, sesi tanya jawab, praktek, sehingga siswa/i yang belum bisa menjadi bisa dengan melakukan praktek. Kegiatan pelatihan berjalan dengan lancar dan kondusif, ditandai dengan keaktifan partisipan selama kegiatan berlangsung. Hal ini dapat dilihat melalui praktek yang telah diberikan kepada siswa/i bahwa terdapat pengetahuan mengenai pembalutan luka pada telapak tangan dan kepala yang telah disampaikan.Kata kunci : Anak, Luka, Sekolah Dasar
Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) di UPTD SDN Mekarjaya 11 Depok Fierdania Yusvita; Desyawati Utami; Cut Alia Keumala Muda
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 3 No. 2 (2022): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v3i2.2875

Abstract

Risiko kecelakaan dan berbagai kondisi darurat dapat terjadi di mana saja dan menimpa siapa saja, termasuk para siswa/i di sekolah dasar (SD) sehingga meningkatkan pengetahuan dan memberdayakan setiap warga sekolah untuk dapat melakukan pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan dan kondisi darurat di sekolah penting untuk dilakukan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang berupa pemberian edukasi dan pelatihan P3K pada siswa/I sekolah dasar ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa/I tentang bahaya dan risiko keselamatan di sekolah, mengenal kecelakaan yang dapat terjadi di sekolah serta meningkatkan kemampuan siswa/I SD dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Kegiatan ini dilaksanakan melalui kegiatan ANR-Minerva goes to school yang diselenggarakan oleh Minerva.Cons dan ANR pada Bulan Oktober 2022 dengan Tema “Pelatihan P3K-Dokcil di UPTD SDN Mekarjaya 11”. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah siswa/I SDN Mekarjaya 11, dengan jumlah peserta sebanyak 31 orang siswa/i. Evaluasi pelaksanaan kegiatan abdimas menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan sebesar 26% pada siswa/I tentang jenis bahaya dan kecelakaan yang ada di sekolah dan keterampilan siswa/I dalam  melakukan P3K pada luka di kepala dan tangan dengan menggunakan mitela/ kain segitiga. Diharapkan kegiatan P3K ini akan berlangsung secara kontinyu dan bertahap pada jenis P3K lainnya yang dapat dilakukan jika terjadi kecelakaan di sekolah.