Wiwid Noor Rakhmad
Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP

Published : 121 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Popularitas BTS Sebagai Brand Ambassador Tokopedia dan Brand Associations Terhadap Brand Loyalty Pelanggan Tokopedia Kalangan Gen-Z Naura Kamila Prasetyanti; wiwid Noor Rakhmad; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 10, No 4: Oktober 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tokopedia has collaborated with BTS since 2019 and is still going on until now. Tokopedia makes BTS as its brand ambassador because of the high popularity of BTS. Tokopedia and other e-commerce companies are competing to be the best. Based on data released by iPrice, from 2020 to 2021, Tokopedia rose to rank one as the most visited e-commerce. However, based on data from Top Brand Award 2021, Tokopedia experienced a decrease in numbers in 2021 compared to the previous year, for the Top Brand for Gen-Z Index category. With the drop number in Top Brand Index, the level of customer loyalty is questionable. This study aims to explain the influence of the popularity of BTS as Tokopedia brand ambassador and brand associations on the brand loyalty of Tokopedia customers among Gen-Z. The theory used is Source Attractiveness Model and Brand Relationship Theory. The sample of this study consisted of 100 respondents aged 13 – 27 years old, knowing BTS as a Tokopedia Brand Ambassador, had made a purchase using Tokopedia at least in the last one year. The sampling technique used is non-probability. The results of this research indicate that the popularity of BTS as Tokopedia's brand ambassador on the brand loyalty of Tokopedia customers among gen-Z has a significance value of 0.017 < 0.05, which means it has an influence. This shows that Source Attractiveness Model can be applied. Meanwhile, brand associations on the brand loyalty of Tokopedia customers among gen-Z have a significance value of 0.002 < 0.01, which means it has an influence. This shows that Brand Relationship Theory can be applied.
HUBUNGAN POLA KOMUNIKASI KELUARGA DAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KEPUTUSAN MELAKUKAN VAKSINASI COVID-19 PADA REMAJA DENGAN RENTANG USIA 12 – 17 TAHUN Marwah Gayatri Purnado; Wiwid Noor Rakhmad; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 10, No 4: Oktober 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Varian virus Omicron saat periode gelombang ketiga Covid-19 menyerang anak-anak dan remaja di Indonesia, dimana dilaporkan sejak awal tahun 2022 angka kasus positif anak dan remaja melonjak hingga 10 kali lipat. Hadirnya masyarakat yang terbagi menjadi dua kubu, yaitu kelompok anti vaksin dan kelompok pro vaksinasi Covid-19 diduga dapat menyebarkan pandangan mereka tentang Covid-19, termasuk kepada anak-anak tergantung pada pola komunikasi keluarganya. Media sosial juga diduga dapat memengaruhi keputusan remaja karena saat ini media sosial telah berkembang menjadi tempat memperluas keterlibatan dan jaringan, serta sebagai media validasi terhadap suatu informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola komunikasi keluarga dan intensitas penggunaan media sosial dengan keputusan melakukan vaksinasi Covid-19 pada remaja dengan rentang usia 12 – 17 tahun. Teori yang digunakan yaitu Family Communication Pattern Theory dan Social Media Framework Theory. Penelitian ini menggunakan teknik probability sampling dengan jenis cluster sampling. Jumlah sampel penelitian adalah sebanyak 151 responden dengan kriteria remaja usia 12 – 17 tahun, berdomisili di Kabupaten Tanah Datar, belum menerima vaksin booster Covid-19, dan pengguna aktif media sosial. Hasil penelitian menunjukkan pola komunikasi keluarga dengan keputusan melakukan vaksinasi Covid-19 pada remaja memiliki nilai signifikansi sebesar 0,985 > 0,05, artinya tidak memiliki hubungan. Hal ini menunjukkan Family Communication Pattern Theory tidak berlaku dalam penelitian ini. Kemudian untuk intensitas penggunaan media sosial dengan keputusan melakukan vaksinasi Covid-19 pada remaja memiliki nilai signifikansi sebesar 0,515 > 0,05, artinya tidak memiliki hubungan. Social Media Framework Theory juga tidak berlaku pada penelitian ini.
RELASI KOMUNIKASI PADA PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEREMPUAN DENGAN JABATAN PEMIMPIN Maerel Dhalia Arumnisa; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 10, No 4: Oktober 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosialisasi peran gender di masyarakat Indonesia yang menganggap bahwa lelaki harus menjadi pemimpin dalam hubungan personal kerap mengakibatkan tidak seimbangnya relasi komunikasi dalam proses pengambilan keputusan pada konteks hubungan personal. Bahkan, jika perempuan menempati jabatan pemimpin di ranah publik, masih terdapat narasi yang mendukung perempuan tersebut untuk tetap menjadi yang nomor dua dari pasangannya. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relasi komunikasi yang terjadi pada proses pengambilan keputusan dalam hubungan personal perempuan dengan jabatan pemimpin. Penelitian ini menjadikan pemimpin perempuan yang tengah menjalin hubungan personal dalam tahap berkencan (dating) sebagai fokus penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Interpretive Phenomenological Analysis (IPA). Terdapat dua teori yang digunakan sebagai panduan yaitu Dyadic Power Theory serta Knapp Stage Model of Relationship. Penelitian ini menemukan bahwa relasi komunikasi dalam proses pengambilan keputusan dapat berubah-ubah, Dominasi laki-laki dapat terlihat pada awal hubungan, untuk kemudian terjadi proses tarik-menarik yang menunjukkan upaya penolakan dari perempuan dalam penelitian ini terhadap dominasi pasangannya. Proses tarik menarik tidak terbatas pada proses adu argumentasi, namun juga strategi komunikasi afeksi yang dilakukan pemimpin perempuan sebagai strategi untuk tetap menjaga perasaan pasangannya, ketika hubungan personal mengarah ke pernikahan, terjadi proses dimana pemimpin-pemimpin perempuan ini menyerap narasi yang beredar di masyarakat bahwa secara esensial, jika sudah mengarah ke pernikahan, perempuan harus lebih mengikuti suaminya. Sehingga pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa, terlepas dari telah terjadi perubahan di masyarakat, dimana perempuan dapat menduduki jabatan kepemimpinan di ranah publik, tetapi, di ranah privat pada konteks hubungan personal, bahkan pemimpin perempuan sekalipun masih harus berusaha untuk mendapatkan suara yang seimbang dalam proses pengambilan keputusan dengan pasangannya.
Pengalaman Komunikasi Antara Orang Tua Dan Anak Pada Kasus Seks Pranikah Di Kota Semarang Fikri Onasis; Wiwid Noor Rakhmad; Amida Yusriana
Interaksi Online Vol 10, No 4: Oktober 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja adalah masa dimana terjadi pertumbuhan fisik, psikologis, dan intelektual secara pesat. Perubahan fisik akan membawa perubahan aspek psikologis yang menyebabkan remaja memiliki tingkat keingintahuan tinggi mengenai suatu hal baru seperti menjalin hubungan yang lebih intim dengan lawan jenis. Hal inilah yang menyebabkan remaja cenderung melakukan seks bebas. Perilaku seks yang dilakukan sebelum terjadinya ikatan pernikahan disebut dengan istilah seks pranikah. Seks pranikah saat ini merupakan permasalahan sekaligus fenomena sosial. Seks pranikah juga dapat dikatakan bukan suatu penyimpangan dan hal yang tabu lagi di kalangan remaja, namun telah menjadi hal yang wajar karena telah menjadi kebiasaan bahkan trend. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya kasus seks pranikah pada kelompok remaja dari tahun ke tahun. Karena dampak seks pranikah yang sangat besar inilah yang menjadikan orang tua seharusnya bertanggung jawab untuk memberikan pengawasan yang cukup agar terhindar dari perilaku menyimpang seperti seks pranikah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi interpersonal, teori communication privacy management, dan teori family communication. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengalaman komunikasi antara orangtua dan anak pada kasus seks pranikah di Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengalaman komunikasi antara orang tua dan anak pada umumnya intens namun komunikasi yang terjadi diantara keduanya tidak terbuka, khususnya mengenai kehidupan pribadi anak. Hal ini dikarenakan terdapat batasan privasi antara orang tua dan anak seperti orang tua tidak boleh mengecek handphone anak, anak tidak terbuka mengenai gaya pacaran, anak tidak terbuka dengan aktifitas detailnya bersama teman – temannya.
PENGALAMAN KOMUNIKASI KELOMPOK USIA DEWASA DALAM KEKACAUAN INFORMASI SEPUTAR COVID-19 DI MEDIA SOSIAL Afifah Azzahra; S. Rouli Manalu; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Covid-19 pandemic phenomenon not only concerns the issues of a health crisis, but it has also resulted in a cascade of information, including facts and hoaxes, that is difficult to distinguish from one another and is easily shared through digital networks, one of which is social media. This situation, which is also known as information disorder, causes issues with the reception, processing, and interpretation of information that may vary from person to person. This study intends to acquire a thorough understanding of the subjective communication experiences of people in the adult age group when coping with the deluge of information concerning Covid-19 on social media. This research is qualitative research that uses an interpretive paradigm with an Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) approach. The Elaboration Likelihood Model served as the study’s theoretical foundation. This research uses the concept of an echo chamber, filter bubble, and confirmation bias to show the characteristics of information about Covid-19 on social media due to the algorithm operating system. In-depth interviews with both male and female participants who met the age requirement of over 35 years old were employed as the method of data collection in this study, along with the usage of social media to address participants' information demands regarding Covid-19. The findings of this research indicate that individual interpretation and the type of response that is conveyed through behaviours and/or decision-making are impacted by subjective experience in handling various forms of information disorder concerning Covid-19 on social media. Some of the findings that reflect the communication relationship among participants in interpreting the disorder of information about Covid-19 on social media include (i) individuals in the adult age group consider WhatsApp as the main contributor to the conflicting information regarding Covid-19 on social media. (ii) People in the adult age group find it difficult to sort through the deluge of information regarding Covid-19 because they are unaware of the social media algorithm system. (iii) Possession of prior knowledge, be it false or true, related to Covid-19 makes information processing carried out by individuals in the adult age group biased. (iv) The lack of personal motivation to seek the correct information affects how much individuals in the adult age group can believe a certain piece of information during the disorder of information regarding Covid-19. (v) The disorder of information regarding Covid-19 has made individuals in the adult age group experience pandemic fatigue.
PEMBINGKAIAN ATLET PEREMPUAN PADA AJANG OLIMPIADE TOKYO 2020 DI MEDIA ONLINE OKEZONE.COM DAN KOMPAS.COM Chrisintya Mauli Sitorus; Wiwid Noor Rakhmad; Nurul Hasfi
Interaksi Online Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media reporting on female athletes still has some problems. Starting from stereotypes, sexism, objectification, commodification, and their voices that aren't represented proportionally. In Indonesia, the masculine culture embedded in sports and media often ignores the abilities and achievements of female athletes. This study used the critical constructivism paradigm to find out how female athletes are represented through the framing in the online media Okezone.com and Kompas.com during the 2020 Tokyo Olympics. This study used Zhongdang Pan and Gerald M Kosicki's framing analysis. This model divides framing into four elements; syntactic structure, script structure, thematic structure, and rhetorical structure. Ten news, each from online media Okezone.com and Kompas.com from 22 July - 23 August 2021 used as data for this study. Findings from this study indicate that news titles published by Okezone.com are the result of commodification based on the objectification of female athletes' physical appearances. This can be seen through the syntactic structure used in headlines and leads. The dominant script structure prioritizes "who" and "what" and didn't fulfill the news comprehensiveness as it should. The thematic structure can be seen by the choice of words and how the sentences used in the news tend to objectify women by reducing their appearance. The dominant rhetoric emphasizes diction that focused on physical appearance. Meanwhile, Kompas.com news headline shows gender sensitivity in reporting female athletes. This can be seen by how Kompas.com's syntax emphasizes female athletes' struggles and their career journeys. The syntactic structure of news presented by Kompas.com fulfills the 5W+1H element of news and emphasizes the "how" element. The thematic structure highlights female athletes' achievement as the main theme. The rhetorical structure of the selected photos or images shows the professionalism of female athletes. Findings from this study also show that the representation of female athletes through the media framing of Okezone.com is that female athlete are described as attractive-looking figures seen from their style of dress, glamor life, and their appearance on the field. Meanwhile, there are five representations of female athletes by Kompas.com; (1) Tough, (2) Achievers, (3) Having a high fighting spirit, (4) Responsible, (5) Able to penetrate gender boundaries in sports and (6) Sportive.
PENERAPAN BAHASA CINTA DALAM PEMELIHARAAN HUBUNGAN ROMANTIS JARAK JAUH Ramadhani Zahra; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenonema hubungan romantis jarak jauh menjadi salah satu tantangan bagi setiap pasangan romatis. Jarak yang memisahkan para pasangan ini bisa dikarenakan oleh beberapa faktor seperti tuntutan pekerjaan, pendidikan, maupun sebab lainnya seperti yang terjadi saat ini yaitu adanya pandemi global. Memelihara komunikasi menjadi satu hal yang harus dipertahankan, karena pasangan hubungan jarak jauh tentu akan sulit untuk bertemu langsung. Bahasa cinta atau The Five Love Languages oleh Gary Chapman dipilih untuk diterapkan dalam berkomunikasi pada hubungan jarak jauh dengan maksud untuk lebih mendalami bagaimana keadaan serta keinginan tiap pasangan sehingga bisa mengurangi perselisihan akibat keterbatasan yang akan mempengaruhi komunikasi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana para pasangan memelihara hubungan romantis jarak jauh mereka dengan menerapkan konsep-konsep bahasa cinta. Penelitian ini disusun menggunakan metode penelitian kualitatif, paradigma interpretif serta pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara mendalam. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Pemeliharaan Hubungan dan Teori Komunikasi Verbal dan Nonverbal.
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial TikTok dan Intensitas Komunikasi Orang Tua – Anak dengan Prestasi Belajar Siswa SMA di Kota Semarang Farrah Alfarani Nur Hidayat; Wiwid Noor Rakhmad; Yanuar Luqman
Interaksi Online Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan hal yang penting bagi anak, namun, Kota Semarang, khususnya SMAN 5 Semarang belum mendapatkan prestasi belajar memuaskan yang didasarkan pada penurunan nilai UN dan peringkat sekolah berdasarkan nilai UTBK. Kehadiran media sosial menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan prestasi belajar siswa. Kehadiran media sosial dapat membuat para penggunanya kecanduan. Hal tersebut kurang diperhatikan oleh orang tua, dimana intensitas komunikasi orang tua dengan anak tergolong rendah dan masih banyak anak yang menggunakan smartphone tanpa adanya aturan dari orang tua. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji hubungan antara intensitas penggunaan media sosial TikTok dengan prestasi belajar siswa SMA di Kota Semarang dan intensitas komunikasi orang tua – anak dengan prestasi belajar siswa SMA di Kota Semarang. Teori yang digunakan adalah Displacement Effects Theory dan Parental Mediation Theory. Pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling, yakni siswa-siswi SMAN 5 Semarang, berusia 15 – 18 tahun, dan aktif menggunakan media sosial TikTok. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 50 responden. Hasil uji korelasi kendall’s tau_b antara intensitas penggunaan media sosial TikTok dengan prestasi belajar siswa SMA di Kota Semarang diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,736 yang dapat diartikan bahwa kedua variabel tidak memiliki hubungan yang signifikan. Hal ini dikarenakan para responden dapat berperan aktif untuk memilih waktu yang diinginkan dalam penggunaan media sosial, sehingga penggunaan TikTok oleh responden tidak menggantikan waktu belajar. Kemudian, hasil uji korelasi kendall’s antara intensitas komunikasi orang tua – anak dengan prestasi belajar siswa SMA di Kota Semarang diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,879 yang dapat diartikan bahwa kedua variabel tidak memiliki hubungan yang signifikan. Hal ini dikarenakan responden yang merupakan usia remaja sudah memiliki kemampuan untuk mengontrol, mendisiplinkan diri, serta mampu membatasi diri dalam menggunakan kebebasan yang diberikan kepada mereka.
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan tentang Cyberbullying dan Intensitas Penggunaan Media Sosial Instagram dengan Tingkat Perilaku Cyberbullying di Media Sosial Instagram Fani Adhiti; Triyono Lukmantoro; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 11, No 2: April 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The majority of modern communication is almost completely relying on digital technology, which if not handled carefully can promote destructive behavior. Cyberbullying is one such destructive behavior. Cyberbullying is more prevalent on Instagram, which is thought to be caused by the availability of mobile devices and inexpensive internet connections. As a result, an increasing number of users are accessing Instagram without having a thorough understanding of cyberbullying. This study aims to investigate the relationship between knowledge levels of cyberbullying and Instagram usage intensity to cyberbullying levels on Instagram through communication theory verification of Knowledge-AttitudeBehavior (KAB) Model, Problem Behavior Theory, and Social-Cognitive Theory. This explanatory research uses non-probability sampling and purposive sampling techniques to analyze quantitative data. 100 young adults in Pati Regency, aged 18 to 34, who actively use Instagram and have seen cyberbullying-related content on the platform were utilized as a sample for this study. Kendall's Tau-b and Kendall's W correlation tests were used to assess hypotheses. The findings demonstrated that knowledge levels of cyberbullying had no relationship when tested partially to cyberbullying levels on Instagram. Similar results also occur for Instagram usage intensity when tested partially to cyberbullying levels on Instagram. However, knowledge levels of cyberbullying and Instagram usage intensity actually showed a relationship when tested simultaneously to cyberbullying levels on Instagram, but there are some considerations to keep in mind.
Hubungan Antara Terpaan Promosi Penjualan dan Tingkat Kepercayaan dengan Keputusan Pembelian Produk Bean Spot Uci Andriani; Tandiyo Pradekso; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 11, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Companies carry out various strategies to survive in the midst of business competition. Bean Spot carries out a sales promotion strategy to increase sales. Bean Spot also builds consumer trust through social media. However, with all the efforts that have been made, Bean Spot was unable to achieve the sales target. This study aims to explain the correlation between sales promotion exposure and the level of trust with purchase decision of Bean Spot products. Sales Promotion Stimulus Theory and Brand Equity Theory are used in this study to explain the correlation between variables. The sample of this research is 100 respondents aged 18 -35 years old in Palembang City who have seen Bean Spot sales promotions through print and social media, and have purchased Bean Spot products at least once. Through the Kendal Tau-B correlation analysis technique, the results of the first hypothesis test show that there is no correlation between sales promotion exposure and the decision to purchase Bean Spot products as evidenced by a significance value of 0.275. Then the second hypothesis test shows that there is a correlation between the level of trust and the decision to purchase Bean Spot products with a significance value of 0.000 and a coefficient value of 0.353.
Co-Authors Adelya Putri Ayu Felita Adham Helian Wicaksana Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Nugroho Aditya Putra, Mochammad Afidati Hidayanti, Syafira Afifah Azzahra Agus Naryoso S.Sos, M.Si, Agus Naryoso Al Afifka Ma’rifatul Qomari Zaman Alifati Hanifah Alisha Mumtaz, Farah Alya Khoirunnisa, Mayfida Amida Yusriana Anggita Pratita Sandya Annisya Winarni Putri Anugrah Beta Familio Anzilna Mubaroka Aprilla Agung Yunarto Arham Syarif, Muhamad Arif Andhika, Wisnu Asti Amalia, Fatiha Audrey Marsanda, Marchella Ayu Saraswati Ayu Sri Purnama, Ayu Sri Bayu Widagdo, Muhammad Bening Shabilla Utami Bhaswarani Oktadianisty Chrisintya Mauli Sitorus Chykla Azalika DANIEL EDI KURNIAWAN Destika Fajarsylva Anggraini Desvira Siahaan, Ulita Desvira Siahaan Devi Yuhanita Qorina, Devi Yuhanita Devy Widya Cahyani Dika Okta Fianto, Ferdian Diyan Krissetyoningrum Djoko Setyabudi Djoko Setyabudi Dody Pradana Eryanto DR Sunarto Dr. Sunarto Dwi Purba ningrum Dwi Ratna Setyorini Elsa Septiana Pertiwi Endang Retnowati Erisa Dwi Syafira Eva Wijiyanti Hidayat Fajru Akbari Putra Sinik, Fikri Fani Adhiti Farrah Alfarani Nur Hidayat Fatraya, Denisa Febriyanti, RT Annisa Fikri Onasis Fitri Nur Hidayat Fitriana Nur Indah S Gusti Restu Kinanti Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hesti Ratnasari, Hesti Hizarani Lailan Saadah Sihombing Ignatia Endra Kristianti Ika Putri Hanafi Ilham Futaki Ilvani Fylandita Vristiandaniva Imam Dwi Nugroho Indra Prayoga Intan Mashitasari Intan Maylani S.D. Iswara Pramusita, Regina Joyo NS Gono Joyo NS Gono Kevin Surya Laksmana, Muhammad Khansa Berlian, Dinda Kholita Putri Arifiana Lintang Ratri Rahmiaji M Bayu Widagdo M Yulianto Mabchut Nahdi, Faris Maerel Dhalia Arumnisa Mar&#039;atul Hanifah Marwah Gayatri Purnado MERCYANA MAJESTY YULION Mila Candra Novianti Mira Adinia Much. Yulianto Muhammad Bayu Widagdo Muhammad Rofiuddin Naabigha, Tsaabitah Naura Kamila Prasetyanti Neazar Astina Prabawani Nico Ariowibowo Niki Hapsari Fatimah Nugroho Adhi Santoso, Ixnatius Nur Hidayati, Ayuk Nur Mustika, Ratu Nur Rahmi, Faurina Nur Suryanto Gono, Joyo Nurist Surayya Ulfa Nurriyatul Lailiyah M.I.Kom Nurul Hasfi Nurul Istiqomah Octavia, Jelena Olivia Anjani Paskah M Pakpahan Pertiwi, Bunga Pingki Setiyo Anggraeni Primada Qurrota Ayun Pua Ayu Wardhani Putri Ramadhini Putty Elvia Nusdalita R. Sigit Pandhu Kusumawardana Raden Mas Muhammad Ridha Prasetya Rahadianto, Anugrah Ramadhani Zahra Rizki Fajar Bagaskoro, Sektianto Rizki Kurnia Yuniasti Rosada Fitrianum, Febia Roseana, Brilianti Roy Bagus Royyani Rugayah Rugayah Rwanda Zwazdianza Azwar S. Rouli Manalu Salma M, Jihan Selo Pangestu Imawan Setyo Eka Rofi Shintaloka Pradita Sicca, Shintaloka Pradita Siadari, Roulina Silvia Kartika C Dewi Silviana, Resy Sri Budi Lestari Sri Budi Lestari Sri Widowati Sri Widowati Herieningsih Sri Widowati Herieningsih Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Tandiyo Pradekso Taufik Suprihartini Taufik Suprihatini Teguh Kurniawan, Petrus Teresia Kinta Wuryandini Tita Adi Tiyawati Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Turnomo Rahardjo Uci Andriani Ulya Saida Usaid Abdullah Dzikri Velina Prismayanti Susanto Venansius DavyGian A Vicho Whisnurangga Vincentius Raditya Kristiawan Vinna Dewi Haryanti Wening Jiwandaru Pradanari Yanuar Luqman Yuanita Putri Melati Yusriana, Amida Zefa Alinda Fitria Zulfa Priastuti, Nadia