Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Panjang Tungkai Lingkar Paha Dan Power Tungkai Dengan Lari 100 Meter Gawang Roikhan Falah; Suranto Suranto; Wiyono Wiyono
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 9, No 1 (2020): JUPE
Publisher : Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the contribution of limb length, thigh circumference, power limbs with 100 meters hurdles results in student penjaskes daughter force 2015 FKIP University of Lampung. Data analysis method used is productmoment correlation, the sample used is student pelaskes class of 2015 FKIP of Lampung University which amounted to 20 students. From the results of the study showed that the length of limb contribution with 100 meters hurdles results at 1.1%. The contribution of thigh circumference with a 100 meter hurdles goal was 1.8%. Furthermore, the contribution between power limbs with the results of a 100 meter hurdles goal of 32.4%. The conclusion of this study is the length of limbs and thigh circumference have a not significant contribution, power limbs have a significant contribution to the results of the 100 meters hurdles in the female students of 2015 FKIP class of Lampung University.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi panjang tungkai, lingkar paha, power tungkai dengan hasil lari 100 meter gawang pada mahasiswa penjaskes putri angkatan 2015 FKIP Universitas Lampung. Metode analisis data yang digunakan adalah korelasi productmoment, sampel yang digunakan adalah mahasiswa penjaskes putri angkatan 2015 FKIP Universitas Lampung yang berjumlah 20 mahasiswa. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi panjang tungkai dengan hasil lari 100 meter gawang sebesar 1,1%. Kontribusi lingkar paha dengan hasil lari 100 meter gawang sebesar 1,8%. Selanjutnya kontribusi antara power tungkai dengan hasil lari 100 meter gawang sebesar 32,4%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah panjang tungkai dan lingkar paha memiliki kontribusi yang tidak signifikan, power tungkai memiliki kontribusi yang signifikan terhadap hasil lari 100 meter gawang pada mahasiswa putri angkatan 2015 FKIP Universitas Lampung.Kata Kunci : lari 100 meter gawang, lingkar paha, panjang tungkai, power tungkai
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Setting Kooperatif dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Bimbingan Konseling Alphonsous Adhika Satya Hanggara; Tininggar Tininggar; Susanti Dyastuti; Narwanto Narwanto; Wiyono Wiyono; Mira Ayu Yulaeka
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 2 No. 2 (2025): September
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v2i2.5838

Abstract

The aim of this study is to describe the steps, advantages, and disadvantages of applying the Problem-Based Learning Model in a Cooperative Setting to Counseling Guidance learning at MTs Negeri 1 Klaten, MAN Sukoharjo, and MAN 2 Rembang. This research uses a qualitative approach The informants in this study are Counseling Guidance teachers. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation. The results of this study are: (1) The steps of the Problem-Based Learning Model in a Cooperative Setting include conveying goals and orienting students to the problem, organizing students into learning groups, guiding individual and group investigations, developing and presenting the final product, reflecting on the problem-solving process, evaluating learning, and providing rewards; (2) The advantages of the Problem-Based Learning Model in a Cooperative Setting are that students develop the ability to solve real-world problems, construct their own knowledge through learning activities, focus on relevant problems (thus avoiding unrelated material), engage in scientific activity through group work, evaluate their own learning progress, communicate scientifically during discussions or presentations, and overcome individual learning difficulties through peer teaching in group work; (3) The disadvantages of the Problem-Based Learning Model in a Cooperative Setting include the fact that not many teachers are capable of guiding students effectively through problem-solving, it often requires significant time and financial resources, and student activities conducted outside of school are difficult for teachers to monitor. The conclusion of this study is that the Problem-Based Learning Model in a Cooperative Setting has proven to be effective in increasing learning motivation.
SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2015 UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PENGELOLAAN CV. MILYARDA CIPTA KARYA Sri Widaningrum; Wiyono Wiyono; Yoga Yoga; Didanendra Jamael Gani; Anisa Riska; Nadhira Nur Hanifa; Kartika Salsabilla Wulandari; Regina Nisrina
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v3i1.7133

Abstract

Saat ini UMKM Jabar cukup banyak dengan jumlah 2.41 juta berada di Kota Bandung dan 2.475 juta berada di Kabupaten Bandung. jumlah UMKM sangat banyak namun masih banyak kendala yang dihadapi oleh UMKM sehingga tidak bisa berkembang pesat, padahal UMKM merupakan penggerak utama roda perekonomian Indonesia. Salah satu kekurangan dalam mengelola UMKM adalah belum ada ‘manajemen’ UMKM, untuk itu pengabdian masyarakat ini bertujuan merancang sistem manajemen mutu UMKM berdasarkan ISO 9001:2015. Saat ini CV Milyarda Cipta Karya sudah dikelola dengan baik, hal ini dapat dilihat dari Visi dan Misi, strategi untuk memenangkan persaingan, dan strategi pemasaran produk sudah ditetapkan dan sudah dijalankan. Visi CV. Milyarda Cipta Karya menjadi salah satu pilihan brand hijab terbaik di Asia yang dapat menginspirasi para muslimah dalam berhijab modis dan trendy serta bermanfaat bagi para mitra bisnis dan lingkungan masyarakat. Untuk mewujudkan visi tersebut perlu didukung dengan SMM ISO 9001:2015 yang menjadi persyaratan UMKM melakukan ekspor ke luar negeri. Dengan adanya system manajemen mutu ISO 9001:2015 diharapkan dapat meningkatkan efektifitas pengelolaan UMKM terutama CV. Milyarda.