Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Internet sebagai Sumber Belajar dalam Pembelajaran Seni Budaya di SMK Pelita Gedong Tataan Saskia Altamira Harja; I Wayan Mustika; Indra Bulan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.09 KB)

Abstract

The study discusses the use of the Internet as a learning resource for cultural Arts in SMK Pelita Gedong Tataan. This research was conducted to describe the learning process using the Internet as a learning resource in the tenth grade pharmaceutical students in SMK Pelita Gedong Tataan. The theory used is constructivistic theory. This type of research is a qualitative descriptive that directly observe and observe the learning process of cultural art. Data obtained through observation, interviews, documentation and data analysis.The results of Internet use research as a learning resource based on observation instruments, The instrument of Internet use is less successful, the student activity instrument is less successful.Penelitian ini membahas tentang penggunaan internet sebagai sumber belajar dalam pembelajaran Seni Budaya di SMK Pelita Gedong Tataan. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran menggunakan internet sebagai sumber belajar di kelas X Farmasi di SMK Pelita Gedong Tataan. Teori yang digunakan adalah teori konstruktivistik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang mengamati secara langsung serta mengamati proses pembelajaran seni budaya. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data.  Hasil penelitian penggunaan internet sebagai sumber belajar berdasarkan instrumen pengamatan, yaitu instrumen penggunaan internet kurang berhasil, instrumen aktivitas siswa kurang berhasil.  Kata kunci : Internet, Pembelajaran, dan Seni Budaya
PEMBELAJARAN TARI BEDANA MENGGUNAKAN METODE BERMAIN DI TK BINTANG CERIA Putri Indriyani; I Wayan Mustika; Muhammad Fuad
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 1, No 3 (2013): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.968 KB)

Abstract

The problem in this research is how learning of bedana dancing use playing method in Bintang Ceria 2 Kindergarten Bandar Lampung. The aim of this research is to describe the learning of bedana dance kindergarten use playing methode also the student activities in Bintang Ceria 2 Bandar Lampung.This research is a qualitative descriptive research. The theory which use is learning theory and function theory. The source of data in this research is the teacher , the principal and the childrens in the bedana dance learning use playing method in the extracurricular activity. The data collecting technical which is used are observation, interview and documentary. The steps by steps to data analys is data reduction and data arrangement. The result of this research shows that bedana dancing use playing method in this school is good enough, but they could not danced the whole of bedana dancing good yet. The student activities in the dance learningcould be said good if we see the antusiasm and williinones of the children to learn.Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran tari bedana menggunakan metode bermain di TK Bintang Ceria 2 Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tari bedana menggunakan metode bermain serta mendeskripsikan aktivitas siswa di TK Bintang Ceria 2 Bandar Lampung.Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori pembelajaran dan teori fungsi. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru, kepala sekolah, dan anak – anak dalam pembelajaran tari bedana menggunakan metode bermain di dalam kegiatan ekstrakurikuler. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi,wawancara, dan dokumentasi. Tahapan analisis data yang didahului dengan mereduksi data dan penyusunan data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pembelajaran tari bedana menggunakan metode bermain di sekolah ini cukup baik.Kata kunci : metode bermain, pembelajaran, tari bedana
PEMBELAJARAN GERAK TARI BEDANA MENGGUNAKAN METODE LATIHAN DI SMPN 4 GUNUNG SUGIH Zeny Putri Sanjaya; I Wayan Mustika; Riyan Hidayatullah
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 5 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.62 KB)

Abstract

The purpose of the research was to describe the process and the outcomes of learning using training method. The researcher used descriptive qualitative research design. Population and the samples of the research were the teacher and 33 students grade VII.1 of SMP Negeri 4 Gunung Sugih. Techniques that were used to collect the data were observation, interview, practice test, and non-practice test. The researcher applied training method on the learning of bedana dance movement from the first meeting to the end of the research. In the learning process is comprised of aspects of motor skills, which is at least the students are able to imitate the range of motion taught by teachers, and students are not forced to be able to dance at that time. Aspects of intellectual abilities that students are given the opportunity to practice repeating the range of motion that has been studied and expected students were able to memorieze the range of motion that has been taught.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dengan menggunakan metode latihan. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu: observasi, wawancara, dokumentasi, tes praktik dan non-tes. Sumber data yang diperoleh adalah guru seni budaya SMP Negeri 4 Gunung Sugih dan 33 siswa kelas VII.1. Metode latihan diterapkan pada pembelajaran ragam gerak tari bedana dari pertemuan pertama hingga akhir. Dalam proses pembelajaran ini terdiri dari aspek kemampuan motorik, yaitu setidaknya siswa mampu menirukan terlebih dahulu ragam gerak yang diajarkan oleh guru, dan siswa tidak dituntut untuk bisa menari pada saat itu juga. Aspek kemampuan intelektual yaitu siswa diberi kesempatan berlatih mengulang ragam gerak yang sudah dipelajari dan diharapkan siswa mampu menghafalkan ragam gerak yang telah diajarkan.Kata kunci : pembelajaran, metode latihan, tari bedana
PEMBELAJARAN TARI BEDANA MENGGUNAKAN MULTI METODE (CERAMAH, DEMONSTRASI, DRILL) DI SMK NEGERI 3 BANDAR LAMPUNG Asep Supriadi; I Wayan Mustika; Hasyimkan Hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.93 KB)

Abstract

This research aims to describe the learning process conducted by the teachers using multi method in SMK Negeri 3 Bandar Lampung. This research uses descriptive methods through a qualitative approach. The theory of learning used is the theory of constructivism with the approach of lecture, demonstration and drill methods. The data sources in this study were teachers and students amounting to 33 students. The data collection techniques in this study are observations, interviews and documentation. Based on the learning outcomes with lecture methods, demonstrations and drill show that students are able to demonstrate the movement of Bedana dance taught by the teacher well. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran yang dilakukan guru menggunakan multi metode di SMK Negeri 3 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Teori pembelajaran yang digunakan yaitu teori konstruktivisme dengan pendekatan metode ceramah, demonstrasi dan drill. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa yang berjumlah 33 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pembelajaran dengan metode ceramah, demonstrasi dan drill menunjukkan bahwa siswa mampu memperagakan gerak tari bedana yang diajarkan oleh guru dengan baik. Kata kunci: pembelajaran metode ceramah, demonstrasi, drill, tari bedana  Hamalik, Oemar. 2014. Kurikulum dan Pembelajaran. Bumi Aksara : Jakarta.Mustika, I Wayan. 2012 Teknik Dasar Gerak Tari Lampung. Bandar Lampung: Aura.Sukarya, Zakaria, dkk. 2010. Pendidikan Seni. Jakarta: Direktortat Jenderal.Siddig, M. Djauhar. 2009. Pengembangan Bahan Pembelajaran SD. Jakarta:Arsyad, Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.Roestiyah. N.K. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka CiptaSugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan RD. Alfabeta:Bandung.Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan. Alfabeta: Bandung. 
PEMBELAJARAN TARI MULI SIGER MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER Agus Wantoro Saputra; I Wayan Mustika; Riyan Hidayatullah
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.937 KB)

Abstract

The problem of this research was how the learning process and learning outcomes of muli siger dance learning using demonstrative method in extracurricular activities at SMPN 10 Bandar Lampung. This type of research was qualitative descriptive research. Source of the data obtained in this study were the supervising teacher of extracurricular dance and 12 students who participated in extracurricular dance. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The procedure of demonstrative, first was opening, second was delivering materials, third was teachers demonstrate the motion, fourth was giving the opportunity for students to practice, fifth was evaluation, and sixth was closing. Assessment was given through three aspects: wiraga, wirama, wirasa and assessment of student learning activities. On learning outcomes of muli siger dance it can be seen that the average student got a good criteria with an average value of 75.75.Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana proses dan hasil pembelajaran tari muli siger menggunakan metode demonstrasi pada kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 10 Bandar Lampung. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah guru pembimbing ekstrakurikuler tari dan 12 siswi yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tari. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur metode demonstrasi, pertama membuka pembelajaran, kedua menyampaikan materi, ketiga guru mendemonstrasikan gerak, keempat memberi kesempatan kepada siswi berlatih, kelima evaluasi, dan keenam menutup pembelajaran. Penilaian diberikan melalui tiga aspek yaitu wiraga, wirama, wirasa dan penilaian aktivitas belajar siswa. Pada hasil pembelajaran tari muli siger dapat diketahui bahwa rata-rata siswi mendapatkan kriteria baik dengan kemampuan gerak siswi yang semakin meningkat dan mendapat rata-rata nilai 75,75.Kata kunci : pembelajaran, metode demonstrasi, tari muli siger.
PEMBELAJARAN TARI SIGEH PENGUNTEN MENGGUNAKAN MODEL BERMAIN PERAN DI SMP NEGERI 1 GEDUNG MENENG Wayan Dewi Kamala Sari; I Wayan Mustika; Agung Kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 1 (2015): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.689 KB)

Abstract

The research problems is how to process and learning outcomes of Sigeh Pengunten dance using role play act at SMP Negeri 1 Gedung Meneng. This research using behavioristic learning theory. This type of descriptive qualitative research. Data sources in this research is sigeh pengunten dance and its kind of motion. Used data collection techniques is observation, interviews, documentation, practices testing and non-testing. Play role act have nine steps, organize students to warm up, choose a participant player, preparing observer, organize training room, role playing, discussion and evaluation, presentation, second discussion and evaluation, sharing experiences and conclusions. Learning outcomes of sigeh pengunten dance using role play act shows that from the teacher assessment aspect obtain 63,5% average with sufficient criteria.Rumusan masalah penelitian ini bagaimanakah proses dan hasil pembelajaran tari sigeh pengunten menggunakan model bermain peran di SMP Negeri 1 Gedung Meneng. Penelitian ini menggunakan teori pembelajaran behavioristik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tari sigeh pengunten dan ragam geraknya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, tes praktik dan non tes. Model bermain peran memiliki sembilan langkah yaitu mengatur siswa untuk pemanasan, memilih pemain partisipan, menyiapkan pengamat, menata ruangan tempat latihan, memainkan peran, diskusi dan evaluasi, persentasi, diskusi dan evaluasi kedua, berbagi pengalaman dan kesimpulann. Hasil pembelajaran tari sigeh pengunten menggunakan model bermain peran menunjukkan bahwa dari aspek penilaian guru memperoleh rata-rata 63,5% dengan kriteria cukup.Kata kunci : pembelajaran tari, sigeh pengunten, model permain peran, penilaian.
Pembelajaran Tari Sigeh Penguten Menggunakan Metode Tutor Sebaya Pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMAN 1 Banjar Agung Tulang Bawang Zakia Nurul Jannaty; Susi Wendhaningsih; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Seni Dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.362 KB)

Abstract

The problem of this research was how process and learning outcomes of the sigeh penguten dance at SMAN 1 Banjar Agung. This study aims to describe the process and learning outcomes of the sigeh penguten dance using the method of peer tutor. Learning of sigeh penguten dance followed by 20 students for eight times meeting with the learning methods used the teacher’s method of peer tutor. Data collection techniques used through observation, interview and documentation with the kind of qualitative descriptive study. The use of peer tutor method consist of six stages, those are, first the teacher tells the purpose of learning, second divide the students into groups and choose one of student to be a peer tutor, third deliver material, fourth giving group assigments, fifth the teacher observe students learning activitis, six evaluation. The result of the process of learning obtained through practice test excellent criteria 6 students, good criteria 11 students and enough criteria 3 students.Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana proses dan hasil pembelajaran tari sigeh penguten menggunakan metode tutor sebaya di SMAN 1 Banjar Agung. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran menggunakan metode tutor sebaya. Pembelajaran tari sigeh penguten diikuti oleh 20 siswi selama delapan pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penerapan metode tutor sebaya dilakukan dengan 6 langkah pembelajaran yaitu, pertama guru menyampaikan tujuan pembelajaran, kedua membagi siswa dalam kelompok dan memilih salah satu siswa untuk menjadi tutor, ketiga menyampaikan materi, keempat memberi tugas kelompok, kelima guru mengamati aktivitas belajar siswa, keenam evaluasi. Hasil dari proses pembelajaran diperoleh melalui tes praktik  6 siswa mendapat kriteria baik sekali, 11 siswa kriteria baik dan 3 siswa kriteria cukup.Kata Kunci: ekstrakurikuler, tutor sebaya, tari sigeh penguten.
PEMBELAJARAN TARI BEDANA MENGGUNAKAN METODE PEMODELAN DI SMP NEGERI 1 SUMBERJAYA Ardelia Vasthi; Agung Kurniawan; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.81 KB)

Abstract

The problem in this study is how the bedana dance leraning using modeling methods in extracurricular activities in SMP N 1 Sumberjaya. The theory used is learning, modeling, bedana dance, and extracurricular. This type of research is a qualitative descriptive. Sources of data in this study were teachers and 12 students who take extracurricular dance. Data collecting techniques used were observation, interviews, documentation, practice tests and non test. Procedure of the implementation of modeling method are students watch, students demonstrate range of motion along with the teachers, and evaluation. Assessment is provided through three aspects: the shape of motion, rote, and precision motion with music it is also conducted an assessment of student learning activities at each meeting. Bedana dance learning outcomes using modeling methods showed that the average assessment of all aspects of dance bedana got a good criterion with an average score of 80. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran tari bedana menggunakan metode pemodelan pada kegiatan ekstrakurikuler di SMP N 1 Sumberjaya. Teori yang digunakan yaitu pembelajaran, pemodelan, tari bedana,  dan ekstrakurikuler. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan 12 siswa yang mengikuti ekstrakurikuler tari. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, tes praktik dan non tes. Prosedur pelaksanaan metode pemodelan, siswa memerhatikan, siswa memeragakan ragam gerak bersama dengan guru, dan evaluasi. Penilaian diberikan melalui tiga aspek yaitu: bentuk gerak, hafalan, dan ketepatan gerak dengan musik selain itu juga diadakan penilaian tentang aktivitas belajar siswa pada setiap pertemuan. Hasil pembelajaran tari bedana dengan menggunakan metode pemodelan menunjukan bahwa rata-rata dari seluruh aspek penilaian tari bedana mendapat kriteria baik dengan rata-rata skor 80. Kata kunci : metode pemodelan, penilaian, tari bedana
Pembelajaran Tari Bedana Menggunakan Strategi Inkuiri Deduksi Terbimbing pada Ekstrakurikuler di SMA Negeri 11 Bandar Lampung Agung Ayu Made Pranadewi; I Wayan Mustika; Goesthy Ayu Mariana Devi Lestari
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.034 KB)

Abstract

Teaching bedana dance throught inquiry deduction strategy in extracuriculer at SMA Negeri 11 Bandar Lampung was conducted to see the process and learning outcomes of bedana dance based on the constructivistik theory. This research is a qualitative descriptive research that directly observes the proceses and results of learning bedana dance by using inquiry deduction strategy. The learning process through 5 stages: students response, building atmosphere, processing information, and evaluating. Learning outcomes are measured by using indicators of wirga, wirama, wirasa, and memorization of motion in the learning process in each meeting and by observing practical tests at the end of the meeting. Based on the observation scores of the practical test outcomes all of students obtain an average score of 79.2 with good criteria.Pembelajaran tari bedana menggunakan strategi inkuiri deduksi terbimbing pada ekstrakurikuler di SMA Negeri 11 Bandar Lampung dilakukan untuk melihat proses dan hasil belajar tari bedana dengan teori konstruktivistik. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif yang mengamati secara langsung proses dan hasil dari pembelajaran tari bedana menggunakan strategi inkuiri deduksi terbimbing. Proses pembelajaran melalui 5 tahapan yaitu perencanaan, respons siswa, membangun suasana, memproses informasi, dan evaluasi. Hasil pembelajaran diukur dengan menggunakan wiraga, wirama, wirasa, dan hafalan gerak pada proses pembelajaran disetiap pertemuan serta dengan pengamatan tes praktik pada akhir pertemuan. Berdasarkan nilai pengamatan tes praktik hasil belajar seluruh siswa memperoleh nilai rata-rata 79,2 dengan kriteria nilai baik.Kata kunci: strategi inkuiri deduksi terbimbing, proses dan hasil pembelajaran, tari bedana.
Identifikasi Kesulitan Siswa Belajar Gerak Tari Bedana Pada Ekstrakurukuler Tari di SMA Negeri 7 Bandar Lampung I Nyoman Tri Dharma Astika; Munaris Munaris; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.418 KB)

Abstract

This study examines the difficulties of students learning the motion of bedana dance at extracurricular activities at SMA Negeri 7 Bandar Lampung. The theory used is constructivism theory. Techniques for collecting data are observation , interviews and documentation. The implementation of learning the first step students warm up, the teacher delivered the material, and the teacher conducted an evaluation, in the third stage, namely the assessment of students' bedana dancing skills. Difficulties experienced by students are on hand, foot and mendak movements. this was experienced by AD students and MJ at the third meeting. On Wiraga Aspects students are categorized as less, namely students AK and RD while in the Wirama aspect students are categorized as less namely MJ students. The difficulty experienced by these students is caused by internal factors, namely lack of motivation in oneself, in each exercise is always not serious, it is difficult to understand the movements being taught, and lack of flexibility of the body. Penelitian ini mengkaji tentang kesulitan siswa belajar gerak tari bedana pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 7 Bandar Lampung.Teori yang digunakan yaitu teori konstruktivisme. Teknik untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pelaksanaan pembelajaran langkah pertama siswa melakukan pemanasan, guru menyampaikan materi,dan guru melakukan evaluasi, pada tahap ketiga yaitu penilaian kemampuan menari bedana siswa. Kesulitan yang dialami siswa yaitu pada gerakan tangan, kaki dan mendak. Ini dialami oleh siswa AD dan MJ pada pertemuan ketiga. Pada Aspek Wiraga siswa yang dikategorikan kurang yaitu siswa AK dan RD sedangkan pada aspek Wirama siswa yang dikategorikan kurang yaitu siswa MJ. Kesulitan yang dialami siswa tersebut disebabkan oleh faktor internal yaitu  kurangnya motivasi dalam diri sendiri pada setiap latihan selalu tidak serius,sulit memahami gerakan yang diajarkan dan kurangnya kelenturan tubuh. Kata kunci: ekstrakurikuler, gerak, identifikasi,  tari bedana.