Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBELAJARAN TARI SIGEH PENGUNTEN DALAM KEGIATAN EKTRAKURIKULER DI SMP NEGERI 2 SEPUTIH BANYAK Ni Wayan Prami; I Wayan Mustika; Agung Kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.423 KB)

Abstract

The problem of this research is how the process and student learning outcomes of the sigeh pengunten dance in the extracurricular activities in SMP Negeri 2 Seputih Banyak. The study was to describe process and student learning outcomes of the sigeh pengunten dance in the extracurricular activities in SMP Negeri 2 Seputih Banyak. The theory that was used behavioristic. This research used descriptive qualitative method. The data collection techniques is observation, interviews, documentation, practices testing and non-testing. Data resources in this research is teachers and students of class VII-IX amounted to 18 people. The results showed that the method of exercise can help teachers and students in teaching dance in school. Based on the results of a test practices with aspects of wiraga, wirama and wirasa that obtain the value of an average is 69 with sufficient criteria.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses dan hasil belajar siswa pada pembelajaran tari sigeh pengunten dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 2 Seputih Banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil belajar siswa pada pembelajaran tari sigeh pengunten dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 2 Seputih Banyak. Teori yang digunakan adalah teori pembelajaran behavioristik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VII-IX berjumlah 18 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, tes praktik dan non-tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode latihan dapat membantu guru dan siswa dalam pembelajaran tari di sekolah. Berdasarkan hasil tes praktik dengan aspek wiraga, wirama dan wirasa memperoleh nilai rata-rata 69 tergolong dalam kriteria cukup.Kata kunci:latihan, pembelajaran, penilaian, tari sigeh pengunten.
Pembelajaran Tari Sigeh Penguten di RA Darul Falah Purworejo Delvia Sri Mulyanti; Dwiyana Habsary; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.398 KB)

Abstract

The problem if this research was to find out the use of multi method and responses from students in learning sigeh penguten dancing in the dancing learning in Darul Falah Islamic Kindergarted of Purworejo by using some methods including playing method, audio visual method, and demonstration method and the students’ responses in the sigeh penguten learning process. This was a descriptive qualitative research. Data were collected by using observation, interview and documentation. Data were collected from teachers of Darul Falah Islamic Kindergarten in Purworejo and dancing students. The playing, audio-visual, and demonstration method were methods that involved students in learning since the beginning to the end. The multi method used in the sigeh penguten dance learning had succeeded and the use of audio-visual was the most effective and students liked it. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penggunaan dan respons siswa dalam belajar tari sigeh penguten pada pembelajaran tari di RA Darul Falah Purworejo menggunakan beberapa metode, yaitu metode bermain, media audio visual, dan metode demonstrasi juga mendeskripsikan respons siswa dalam dalam proses pembelajaran tari sigeh penguten. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah guru RA Darul Falah Purworejo dan siswa kelas pengembangan diri tari. Metode bermain, media audio visual, metode demonstrasi adalah metode yang melibatkan siswa dalam permbelajaran sejak pertemuan awal hingga akhir. Multi-method yang digunakan pada proses pembelajaran tari sigeh penguten sudah berhasil dan penggunaan media audio visual yang paling efektif dan disukai siswa. Kata kunci:Penggunaan metode, pembelajaran tari sigeh penguten, respons siswa.
PEMBELAJARAN TARI BEDANA MENGGUNAKAN METODE GROUP INVESTIGATION DI SMA BINA MULYA BANDAR LAMPUNG Mei Novita Sari; Susi Wendhaningsih; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.636 KB)

Abstract

Bedana dance learning uses the group investigation method in Bina Mulya Bandar Lampung by referring to constructivist theory and data acquisition is done by observation, interview and documentastion. The purpose of this research is to describe the process and result, the research method uses the descriptig quality method. The learning process uses the method of group investigation including the teacheruses six stages, those are organizing students into group and subtopic selection that has been set by the teacher, the group and the teacher plan the learning procedure, the group implements the plant that has been discussed, the group plans an interesting way for presentation, other students give inputs and sugestios, the teacher gives an evaluation of the material that has been presented. Student learning outcomes in learning bedana dance get good criteria with an average value obtained by students is 81.3. Pembelajaran tari bedana menggunakan metode group investigation di SMA Bina Mulya Bandar Lampung dengan mengacu pada teori konstruktivistik dan perolehan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan proses dan hasil, metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Proses pembelajaran menggunakan metode group investigation antara lain guru menggunakan enam tahapan yaitu mengatur siswa kedalam kelompok dan pemilihan subtopik yang ditetapkan oleh guru, kelompok dan guru merencanakan prosedur pembelajaran, kelompok menerapkan rencana yang telah di diskusikan, kelompok merencanakan cara yang menarik untuk presentasi, siswa lain memberi masukan dan saran, guru memberikan evaluasi tentang materi yang telah dipresentasikan. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran tari bedana mendapatkan kriteria baik dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa yaitu 81.3.Kata kunci: Metode group investigation, Pembelajaran dan tari bedana
Pembelajaran Tari Muli Siger Menggunakan Media Audio Visual di SMA Negeri 1 Sukoharjo Andika Primartati; Agung Kurniawan; I Wayan Mustika; Susi Wendhaningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Seni Dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.392 KB)

Abstract

The foccuss in this research is how the proccess is and the result after the Muli Sigegh teahcing learning through audio visual for eleventh grade students at SMAN 1 Sukoharjo. Constructivism theory was implemented in this research. Furthermore, qualitative descriptive was implemented as a design in tihs research. The population of this research was eleventh grade of senior high school students; where as five of students were chosen as the sample, and art teacher. The instruments were observation, documentation and interviewing the art teacher. The data were analyzed through data reduction. Serving the data, and drawing conclussion. The teaching leanring process of Muli Sigegh using audio visual, there were eight meeting of the implementation and most of the students could follow the teaching learning process well and also they got 76.28 as the average scores of the students.Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pembelajaran tari muli siger menggunakan media audio visual. Teori yang digunakan adalah teori konstruktivisme. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang diperoleh adalah siswa kelas XI IPS 4 yang berjumlah 5 siswa dan guru seni budaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara yang dilakukan pada guru seni budaya. Analisis data penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada proses pembelajaran dilaksanakan selama delapan kali pertemuan, hasil yang diperoleh adalah siswa mampu mengikuti proses pembelajaran dan mendapatkan kriteria baik yaitu dengan skor 76,28 dan didukung media audio visual untuk tercapainya proses latihan yang baik dan maksimal.Kata kunci : Media Audio Visual, Pembelajaran, Tari Muli Siger.
Pembelajaran Tari Muli Siger Menggunakan Metode Kooperatif Tipe Group To Group Exchange Di Sma Negeri 7 Bandar Lampung I Made Andi Setiawan; I Wayan Mustika; Hasyimkan Hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.088 KB)

Abstract

Group to group exchange (GGE) is one of the cooperative learning models that emphasizes student-centered learning and requires students to exchange knowledge among groups. Implementation of GGE model in dance learning is not only done by imitating repetitive motion imitated by teacher (imitation), but students exchange knowledge both with their group and information obtained from other group. Research type descriptive research through qualitative approach by observing directly the process and learning outcomes muli siger dance using GGE cooperative learning model type. The results in this study indicate that the learning process undertaken by teachers using the GGE method is to conduct activities to form groups, dividing the different material realm in each group, then share knowledge to other groups or transfer knowledge, discussion, after that practice the movement with the group. Learning outcomes were measured using visual activity indicators, motor activities, and oral activities and with practice compliance tests.Group to group exchange (GGE) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif  yang  mengedepankan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan menuntut siswa untuk saling bertukar pengetahuan antar kelompok. Penerapan model GGE dalam pembelajaran tari tidak hanya dilakukan dengan proses menirukan gerak yang dicontohkan secara berulang-ulang oleh guru (imitasi), namun siswa saling bertukar pengetahuan baik bersama kelompoknya maupun informasi yang didapat dari kelompok lain. Adapun hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan guru menggunakan metode GGE yaitu dengan melakukan kegiatan membentuk kelompok, membagi ranah materi yang berbeda-beda disetiap kelompok, kemudian membagikan ilmu kepada kelompok lain atau menransfer ilmu, berdiskusi, setelah itu mempraktikkan gerak bersama kelompok. Hasil pembelajaran diukur dengan menggunakan indikator visual activities, motor activities, dan oral activities serta dengan tes pengamatan praktik.Kata kunci: metode kooperatif, group to group exchange, tari muli siger.
Nilai Karakter Tari Ngejuk Ngakuk di SMA Negeri 1 Kotabumi Lampung Utara supadmi supadmi; Riyan Hidayatullah; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.516 KB)

Abstract

The problem in this study is what kinds of the character value and how does the value appear in the learning process that aims to describe what the character values of ngejuk ngakuk dance and how these values appear in each learning. This study uses a descriptive qualitative type using some steps of method that are observation, interviews, and documentation of data sources for teachers and students. Data analysis includes reduction, presentation and conclusion. Based on the research that has been carried out, the character values that exist in the ngejuk ngakuk dance are the value of confidence, the value of responsibility, the value of concentration, and the value of dexterity. Character values that arise from students in the second and third meetings are the value of responsibility and dexterity value, the fourth and fifth meetings are the value of responsibility, concentration value, and dexterity value. The four values in the dance appear at the seventh and eighth meetings.Masalah dalam penelitian ini adalah apa saja nilai karakter tari ngejuk ngakuk dan bagaimana munculnya nilai tersebut dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja nilai karakter tari ngejuk ngakuk dan bagaimana nilai tersebut mucul dalam setiap pembelajaran. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi sumber data terhadap guru dan siswa. Analisis data meliputi reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang sudah dilaksanakan, nilai karakter yang ada pada tari ngejuk ngakuk yaitu nilai percaya diri, nilai tanggung jawab, nilai konsentrasi, dan nilai kecekatan. Nilai karakter yang muncul dari peserta didik pada pertemuan kedua dan ketiga yakni nilai tanggung jawab dan nilai kecekatan, pertemuan keempat dan kelima yakni nilai tanggung jawab, nilai konsentrasi, dan nilai kecekatan. Keempat nilai yang ada di dalam tari muncul pada pertemuan keenam ketujuh dan kedelapan.Keywords: Extracurricular, Character Value, Ngejuk Ngakuk Dance.
PEMBEBELAJARAN SENI BUDAYA MENGGUNAKAN VIDEO INTERAKTIF DI KELAS XI SMAS AL HUDA Dendi Fauzi; I Wayan Mustika; Indra Bulan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.121 KB)

Abstract

This research study processes and results learning art and culture on video interactive in the eleventh grade of SMAS Al Huda.The purpose of the researchis to describe and observe dicrectly the process and learning outcomes. Behavioristic  learning theory is applied to the learning process to see changes in student behavior by using descriptive qualitative research. The data source in this study was 40 students of class XI (eleven). Data collection techniques obtained by observation, interviews, and documentation were then analyzed. Observations were made using interactive video usage sheets, teacher activities and test sheets. The result of this study indication the process of learning art and culture using interactive video can help students in class with an average value of 79.5 on good performance. Penelitian ini mengkaji proses dan hasil pembelajaran seni budaya menggunakan video interaktif di kelas XI SMAS Al huda. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan serta mengamati secara langsung proses dan hasil pembelajarannya. Teori pembelajaran behavioristik yang diaplikasikan pada proses pembelajaran untuk melihat perubahan tingkah laku siswa dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah 40 siswa kelas XI (sebelas). Teknik pengumpulan data yang diperoleh dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dilakukan analisis data. Pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan lembar penggunaan video interaktif, aktifitas guru dan lembar tes. Hasil penelitian ini menunjukan proses pembelajaran seni budaya menggunakan video interaktif dapat membantu siswa dalam proses belajar mengajar dikelas dengan nilai rata-rata 79.5 pada keteria baik.Kata kunci: Pembelajaran seni budaya, video interaktif
PEMBELAJARAN GERAK TARI DAN LAGU MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DI TK KARTIKA II-31 Sendy Anisa; Hasyimkan Hasyimkan; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 3 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.44 KB)

Abstract

The problem in this study is how to describes dance movement and song by using demonstration at Kartika II-31 kindergarden Bandar Lampung. This research uses theories  are  learning  and  demonstration  method. The  design  of  this  research  is descriptive qualitative. The subjects of this research are teacher and 16 students in B3 class of  Kartika  II-31 kindergarden  Bandar Lampung. While data collection teachique used in this research is done by observation, interview, documentation, and pratice test. Learning dance movement and song applies three steps teachers explains the material, teacher demonstrates, and students pratice  the movements that have been demonstrated. Learning dance movement and song with average score  68  is  categorized  as  good.  The  assesment is  given  through  three  acspect wiraga,  wirasa,  and  wirama.  Beside there is  an  assessmet  about  the  learning activty in every meeting.  Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran gerak tari dan lagu di TK Kartika II-31 Bandar Lampung. Teori yang digunakan adalah pembelajaran dan metode demonstrasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah guru dan 16 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan tes praktik. Pembelajaran gerak tari dan lagu menggunakan tiga tahap yaitu menjelaskan materi, guru mendemonstrasikan dan siswa mempraktikan gerak yang telah didemonstrasikan. Hasil pembelajaran  gerak tari dan lagu dengan rata-rata nilai 68 sehingga dikategorikan baik. Penilaian diberikan melalui tiga aspek yaitu wiraga, wirasa, dan wirama selain itu juga diadakan penilaian tentang aktivitas belajar siswa pada setiap pertemuan.Kata kunci : demonstrasi, gerak tari dan lagu, pembelajaran.
PEMBELAJARAN TARI MULI SIGER MENGGUNAKAN METODE DRILL PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER Ratna Juwita; I Wayan Mustika; Nurlaksana Eko
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 1, No 3 (2013): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.71 KB)

Abstract

This study is aimed to describe the dance lessons Muli Siger using drill method in extracurricular activities of SMP N 8 Metro. This study used a qualitative descriptive method. Techniques that used to collect the data were observation, interviews, documentation, and testing practices. Drill method was applied in learning Muli Siger dance from the first meeting until the last meeting. Result of this study, Muli Siger dance using drill method shows that the student was able to demonstrate Muli Siger dance well according to that have been taught.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tari Muli Siger menggunakan metode drill pada kegiatan ekstrakurikuler di SMP N 8 Metro. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi partisipasi, wawancara, dokumentasi, serta tes praktik. Metode drill diterapkan pada pembelajaran tari Muli Siger dari pertemuan awal hingga pertemuan akhir. Hasil pembelajaran tari Muli Siger menggunakan metode drill menunjukkan bahwa siswi sudah mampu memeragakan tari Muli Siger dengan cukup baik sesuai dengan yang diajarkan.Kata kunci : drill, pembelajaran, tari muli siger
Identifikasi Kesulitan Siswa Belajar Gerak Tari Bedana pada Ekstrakurukuler Tari di SMA Negeri 7 Bandar Lampung I Nyoman Tri Dharma Astika; Munaris Munaris; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.741 KB)

Abstract

This study examines the difficulties of students learning the motion of bedana dance at extracurricular activities at Bandar Lampung 7 High School. The theory used is constructivism theory. The research methods used were observation, interviews, documentation, and test techniques. The theory used is learning and discussion methods in bedana dance learning. The data sources of this study are teachers and 8 students. The technique for collecting data is observation, interviews and documentation. The research instruments used were observation, interviews, documentation. Analysis of the data used is data reduction, data presentation, conclusion drawing. The implementation of learning the first steps students warm up, the teacher delivers the material, students are divided into three groups, and the teacher evaluates, in the third stage is the assessment of students' bedana dancing abilities. There are 2 aspects observed, namely, aspects of wiraga and aspects of wirama. The ability to dance bedana in every aspect is good. Penelitian ini meneliti kesulitan siswa dalam mempelajari gerak tari bedana pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA 7 Bandar Lampung. Teori yang digunakan yaitu teori konstruktivisme.Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik tes.Teori yang digunakan yaitu pembelajaran dan metode diskusi pada pembelajaran tari bedana.Sumber data penelitian ini adalah guru dan 8 siswa.Teknik untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan  yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Pelaksanaan pembelajaran langkah pertama siswa melakukan pemanasan, guru menyampaikan materi, siswa dibagi menjadi tiga kelompok, dan guru melakukan evaluasi, pada tahap ketiga yaitu penilaian kemampuan menari bedana siswa. Ada 2 aspek yang diamati yaitu, aspek wiraga dan aspek wirama.Kemampuan menari bedana pada setiap aspek yaitu baik. Kata kunci: ekstrakurikuler, gerak, identifikasi, tari bedana.
Co-Authors Adelina Hasyim Agata Shintia Agung Ayu Made Pranadewi Agung Kurniawan Agung Kurniawan Agus Wantoro Saputra Alfian Ramadhan Andika Primartati Ardelia Vasthi Ariyadi Ariyadi Arum Puspita Putri Ary Mitha Anggrainy Asep Supriadi Bella Aulia Rahmah Dani Adhipta, Dani Deki Prabowo Delvia Sri Mulyanti Dendi Fauzi Deris Astriawan Dian Okta Doni Wibisono Dwiyana Habsary Edo Yoga Saputra Eka Sofia Agustina era aryani sasiwi Farida Ariyani Fransiska Dwi Ariani Galuh Sukmawati Gatra Agnesia Gede Dalem Gilang Mahajaya Putra Goesthy Ayu Mariana Devi Lestari Gracia Gesta Nawangsasi hasyimkan hasyimkan Hermita Puri I Gede Astawan I Ketut Gama I Made Andi Setiawan I Made Manukasmawan I Nyoman Tri Dharma Astika Ike Purnama Sari Indra Bulan Indra Nurmanto Irestrina Elmiradewi IRIANING SUPARLINAH Ita Ani Rosita Ketut Sudiantara Lora Gustia Ningsih Luh Puspita Gita Nurani Lusiana Lusiana Marlina Zulkarnain Mei Novita Sari merly violita Mudinillah, Adam Muhammad Amrulloh MUHAMMAD FUAD Munaris . Nabilla Kurnia Adzan Nana Virta Effendi Nengah Sekarini Ni Made Dwi Septianingsih Ni Wayan Prami Nona Diana Ardinur Novelly Mutiara Andini Nurlaksana Eko Puguh Nurohim Pungki Wahana Putra Putri Indriyani Putri Sheli Yualita Putu Setyarini Rahmat Prayogi, Rahmat Ratih Astari Ratna Juwita Resti Pamuji Ningsih Riyan Hidayatullah Riyan Hidayatullah Rizky Suci Pratiwi Rr. Tri Arum Wulandari Sadita Wyddia Shiura Safei Soleh Sandika Ali Saskia Altamira Harja Sayu Putu Widya Astuti Sendy Anisa SRI RAHAYU Sunarti, Iing supadmi supadmi Susi Wendhaningsih Susi Wendhaningsih Tuntun Sinaga Wayan Dewi Kamala Sari Wayan Oktaliana Wita Asiyah Zakia Nurul Jannaty Zefrisya Zefrisya Zeny Putri Sanjaya