Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelajaran Tari Muli Siger Menggunakan Metode Kooperatif Tipe Group To Group Exchange Di Sma Negeri 7 Bandar Lampung I Made Andi Setiawan; I Wayan Mustika; Hasyimkan Hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.088 KB)

Abstract

Group to group exchange (GGE) is one of the cooperative learning models that emphasizes student-centered learning and requires students to exchange knowledge among groups. Implementation of GGE model in dance learning is not only done by imitating repetitive motion imitated by teacher (imitation), but students exchange knowledge both with their group and information obtained from other group. Research type descriptive research through qualitative approach by observing directly the process and learning outcomes muli siger dance using GGE cooperative learning model type. The results in this study indicate that the learning process undertaken by teachers using the GGE method is to conduct activities to form groups, dividing the different material realm in each group, then share knowledge to other groups or transfer knowledge, discussion, after that practice the movement with the group. Learning outcomes were measured using visual activity indicators, motor activities, and oral activities and with practice compliance tests.Group to group exchange (GGE) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif  yang  mengedepankan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan menuntut siswa untuk saling bertukar pengetahuan antar kelompok. Penerapan model GGE dalam pembelajaran tari tidak hanya dilakukan dengan proses menirukan gerak yang dicontohkan secara berulang-ulang oleh guru (imitasi), namun siswa saling bertukar pengetahuan baik bersama kelompoknya maupun informasi yang didapat dari kelompok lain. Adapun hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan guru menggunakan metode GGE yaitu dengan melakukan kegiatan membentuk kelompok, membagi ranah materi yang berbeda-beda disetiap kelompok, kemudian membagikan ilmu kepada kelompok lain atau menransfer ilmu, berdiskusi, setelah itu mempraktikkan gerak bersama kelompok. Hasil pembelajaran diukur dengan menggunakan indikator visual activities, motor activities, dan oral activities serta dengan tes pengamatan praktik.Kata kunci: metode kooperatif, group to group exchange, tari muli siger.
Nilai Karakter Tari Ngejuk Ngakuk di SMA Negeri 1 Kotabumi Lampung Utara supadmi supadmi; Riyan Hidayatullah; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.516 KB)

Abstract

The problem in this study is what kinds of the character value and how does the value appear in the learning process that aims to describe what the character values of ngejuk ngakuk dance and how these values appear in each learning. This study uses a descriptive qualitative type using some steps of method that are observation, interviews, and documentation of data sources for teachers and students. Data analysis includes reduction, presentation and conclusion. Based on the research that has been carried out, the character values that exist in the ngejuk ngakuk dance are the value of confidence, the value of responsibility, the value of concentration, and the value of dexterity. Character values that arise from students in the second and third meetings are the value of responsibility and dexterity value, the fourth and fifth meetings are the value of responsibility, concentration value, and dexterity value. The four values in the dance appear at the seventh and eighth meetings.Masalah dalam penelitian ini adalah apa saja nilai karakter tari ngejuk ngakuk dan bagaimana munculnya nilai tersebut dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja nilai karakter tari ngejuk ngakuk dan bagaimana nilai tersebut mucul dalam setiap pembelajaran. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi sumber data terhadap guru dan siswa. Analisis data meliputi reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang sudah dilaksanakan, nilai karakter yang ada pada tari ngejuk ngakuk yaitu nilai percaya diri, nilai tanggung jawab, nilai konsentrasi, dan nilai kecekatan. Nilai karakter yang muncul dari peserta didik pada pertemuan kedua dan ketiga yakni nilai tanggung jawab dan nilai kecekatan, pertemuan keempat dan kelima yakni nilai tanggung jawab, nilai konsentrasi, dan nilai kecekatan. Keempat nilai yang ada di dalam tari muncul pada pertemuan keenam ketujuh dan kedelapan.Keywords: Extracurricular, Character Value, Ngejuk Ngakuk Dance.
PEMBEBELAJARAN SENI BUDAYA MENGGUNAKAN VIDEO INTERAKTIF DI KELAS XI SMAS AL HUDA Dendi Fauzi; I Wayan Mustika; Indra Bulan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.121 KB)

Abstract

This research study processes and results learning art and culture on video interactive in the eleventh grade of SMAS Al Huda.The purpose of the researchis to describe and observe dicrectly the process and learning outcomes. Behavioristic  learning theory is applied to the learning process to see changes in student behavior by using descriptive qualitative research. The data source in this study was 40 students of class XI (eleven). Data collection techniques obtained by observation, interviews, and documentation were then analyzed. Observations were made using interactive video usage sheets, teacher activities and test sheets. The result of this study indication the process of learning art and culture using interactive video can help students in class with an average value of 79.5 on good performance. Penelitian ini mengkaji proses dan hasil pembelajaran seni budaya menggunakan video interaktif di kelas XI SMAS Al huda. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan serta mengamati secara langsung proses dan hasil pembelajarannya. Teori pembelajaran behavioristik yang diaplikasikan pada proses pembelajaran untuk melihat perubahan tingkah laku siswa dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah 40 siswa kelas XI (sebelas). Teknik pengumpulan data yang diperoleh dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dilakukan analisis data. Pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan lembar penggunaan video interaktif, aktifitas guru dan lembar tes. Hasil penelitian ini menunjukan proses pembelajaran seni budaya menggunakan video interaktif dapat membantu siswa dalam proses belajar mengajar dikelas dengan nilai rata-rata 79.5 pada keteria baik.Kata kunci: Pembelajaran seni budaya, video interaktif
PEMBELAJARAN GERAK TARI DAN LAGU MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DI TK KARTIKA II-31 Sendy Anisa; Hasyimkan Hasyimkan; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 3 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.44 KB)

Abstract

The problem in this study is how to describes dance movement and song by using demonstration at Kartika II-31 kindergarden Bandar Lampung. This research uses theories  are  learning  and  demonstration  method. The  design  of  this  research  is descriptive qualitative. The subjects of this research are teacher and 16 students in B3 class of  Kartika  II-31 kindergarden  Bandar Lampung. While data collection teachique used in this research is done by observation, interview, documentation, and pratice test. Learning dance movement and song applies three steps teachers explains the material, teacher demonstrates, and students pratice  the movements that have been demonstrated. Learning dance movement and song with average score  68  is  categorized  as  good.  The  assesment is  given  through  three  acspect wiraga,  wirasa,  and  wirama.  Beside there is  an  assessmet  about  the  learning activty in every meeting.  Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran gerak tari dan lagu di TK Kartika II-31 Bandar Lampung. Teori yang digunakan adalah pembelajaran dan metode demonstrasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah guru dan 16 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan tes praktik. Pembelajaran gerak tari dan lagu menggunakan tiga tahap yaitu menjelaskan materi, guru mendemonstrasikan dan siswa mempraktikan gerak yang telah didemonstrasikan. Hasil pembelajaran  gerak tari dan lagu dengan rata-rata nilai 68 sehingga dikategorikan baik. Penilaian diberikan melalui tiga aspek yaitu wiraga, wirasa, dan wirama selain itu juga diadakan penilaian tentang aktivitas belajar siswa pada setiap pertemuan.Kata kunci : demonstrasi, gerak tari dan lagu, pembelajaran.
PEMBELAJARAN TARI MULI SIGER MENGGUNAKAN METODE DRILL PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER Ratna Juwita; I Wayan Mustika; Nurlaksana Eko
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 1, No 3 (2013): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.71 KB)

Abstract

This study is aimed to describe the dance lessons Muli Siger using drill method in extracurricular activities of SMP N 8 Metro. This study used a qualitative descriptive method. Techniques that used to collect the data were observation, interviews, documentation, and testing practices. Drill method was applied in learning Muli Siger dance from the first meeting until the last meeting. Result of this study, Muli Siger dance using drill method shows that the student was able to demonstrate Muli Siger dance well according to that have been taught.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tari Muli Siger menggunakan metode drill pada kegiatan ekstrakurikuler di SMP N 8 Metro. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi partisipasi, wawancara, dokumentasi, serta tes praktik. Metode drill diterapkan pada pembelajaran tari Muli Siger dari pertemuan awal hingga pertemuan akhir. Hasil pembelajaran tari Muli Siger menggunakan metode drill menunjukkan bahwa siswi sudah mampu memeragakan tari Muli Siger dengan cukup baik sesuai dengan yang diajarkan.Kata kunci : drill, pembelajaran, tari muli siger
Identifikasi Kesulitan Siswa Belajar Gerak Tari Bedana pada Ekstrakurukuler Tari di SMA Negeri 7 Bandar Lampung I Nyoman Tri Dharma Astika; Munaris Munaris; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.741 KB)

Abstract

This study examines the difficulties of students learning the motion of bedana dance at extracurricular activities at Bandar Lampung 7 High School. The theory used is constructivism theory. The research methods used were observation, interviews, documentation, and test techniques. The theory used is learning and discussion methods in bedana dance learning. The data sources of this study are teachers and 8 students. The technique for collecting data is observation, interviews and documentation. The research instruments used were observation, interviews, documentation. Analysis of the data used is data reduction, data presentation, conclusion drawing. The implementation of learning the first steps students warm up, the teacher delivers the material, students are divided into three groups, and the teacher evaluates, in the third stage is the assessment of students' bedana dancing abilities. There are 2 aspects observed, namely, aspects of wiraga and aspects of wirama. The ability to dance bedana in every aspect is good. Penelitian ini meneliti kesulitan siswa dalam mempelajari gerak tari bedana pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA 7 Bandar Lampung. Teori yang digunakan yaitu teori konstruktivisme.Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik tes.Teori yang digunakan yaitu pembelajaran dan metode diskusi pada pembelajaran tari bedana.Sumber data penelitian ini adalah guru dan 8 siswa.Teknik untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan  yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Pelaksanaan pembelajaran langkah pertama siswa melakukan pemanasan, guru menyampaikan materi, siswa dibagi menjadi tiga kelompok, dan guru melakukan evaluasi, pada tahap ketiga yaitu penilaian kemampuan menari bedana siswa. Ada 2 aspek yang diamati yaitu, aspek wiraga dan aspek wirama.Kemampuan menari bedana pada setiap aspek yaitu baik. Kata kunci: ekstrakurikuler, gerak, identifikasi, tari bedana.
Manfaat Olah Tubuh Dalam Pembelajaran Tari Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Di SMA SWADHIPA Bumisari Natar Sayu Putu Widya Astuti; I Wayan Mustika; Hayimkan Hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.327 KB)

Abstract

This research is benefits of body exercise in learning dance in extracurricular activities at SMA SWADHIPA Bumisari Natar was conducted to see the process and learning outcomes of bedana dance based on behavioristic theory. This research using a qualitative descriptive which directly observes the process and results of bedana dance learning using role playing learning models. Sources of data in this study were 8 students who participated in extracurricular activities as well as teachers of extracurricular dance. Data obtained in this study was carried out by observation, interviews, documentation, and practical tests. The result showed the students, in the first and second meetings there were only 3 students (37.5%), in the third meeting there were 4 students (50%), at the meeting fourth there are 6 students (75%), in the fifth meeting there are 7 students (87.5%), and the sixth meeting 8 students (100%).Penelitian ini mengenai manfaat olah tubuh dalam pembelajaran tari pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA SWADHIPA Bumisari Natar dilakukan untuk melihat proses dan hasil belajar tari bedana dengan teori behavioristik. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif yang mengamati proses dan hasil manfaat olah tubuh dari pembelajaran tari bedana menggunakan model pembelajaran bermain peran. Sumber data dalam penelitian ini adalah 8 siswa dan guru ekstrakurikuler. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes praktik. Hasil pengamatan siswa yang diperoleh pada pertemuan pertama dan kedua hanya terdapat 3 siswa (37,5%), pada pertemuan ketiga terdapat 4 siswa (50%), pada pertemuan keempat terdapat 6 siswa (75%), pada pertemuan kelima terdapat 7 siswa (87,5%), dan pertemuan keenam 8 siswa (100%). Kata kunci : Olah tubuh,Pembelajaran,Tari Bedana
Pembelajaran Tari Muli Siger Menggunakan Model Student Team Achievent Division (STAD) di SMA Negeri 13 Bandarlampung Luh Puspita Gita Nurani; I Wayan Mustika; Riyan Hidayatullah
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.047 KB)

Abstract

STAD is the simplest cooperative learning model that is applied to deal with the students’ ability which is heterogeneous. The use of stad that was applied at SMAN 13 Bandarlampung was aimed to find out the process and the result  of muli siger dance  learning that was applied in group and based on constructivism theory. This research was qualitative descriptive research by observing the learning of muli siger dance directly. The data were collected by using observation, interview, and documentation. The data were analyzed by data reduction, data representation and data verification. The dance learning process was conducted in 3 steps that was teacher presentation, group division and team work with 10 students as respondents. The result of this research showed the students had master all of the movement varieties well and it can be concluded the implementation of the dance learning process at SMAN 13 Bandarlampung had administered optimally. STAD adalah model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana yang diterapkan pada kemampuan siswa yang heterogen. Penggunaan STAD yang diterapkan pada sman 13 bandar lampung bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil pembelajaran tari muli siger yang diterapkan dalam kelompok dan berdasarkan teori konstruktivisme. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif dengan mengamati pembelajaran tari muli siger secara langsung. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan reduksi data, representasi data dan verifikasi data. Proses pembelajaran tari muli siger dilakukan dalam 3 langkah yaitu presentasi guru, pembagian kelompok dan kerja tim dengan 10 siswa sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran tari di SMAN 13 Bandar lampung telah dilaksanakan secara optimal.
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA PEMBELAJARAN TARI SIGEH PENGUTEN DI SMP NEGERI I TANJUNG RAYA MESUJI Nengah Sekarini; I Wayan Mustika; Hasyimkan Hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 2 (2015): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.629 KB)

Abstract

The question in this research is how to use of audio visual media to teach tari sigeh pengutenin SMP Negeri 1 Tanjung Raya. This research aims to describe the teaching process and the use of audio visual media in sigeh pengutendance teaching process in SMP Negeri 1 Tanjung Raya Mesuji. This Research use descriptive qualitative approach. The source of movements of the dance sigeh penguten dance is 18 movements which are done by the teacher of art and culture. The data collecting technique that is used is the research of literature, documentation, interview, observation and practice test.The use of sigeh pengutendance can help both the studentsto see all of the movements, expressions, backsound and the costum. The average result variety of the practice test from the head movements, hands movements, legs movements, the sequence recitation of the movements and the accuracy of the movements with the music include in the good category.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakahpenggunaan media audio visual padapembelajarantarisigehpengutendi SMP Negeri 1 Tanjung Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran dan penggunaan media audio visual pada tari sigeh penguten di SMP Negeri 1 Tanjung Raya. Teori yang digunakan teori pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data ragam gerak tari sigeh penguten yang berjumlah 18 ragam gerak yang dilakukan oleh guru seni budaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian kepustakaan, dokumentasi, wawancara, observasi serta tes praktik. Penggunaan video tari sigeh penguten dapat membantu guru dan siswa untuk melihat semua ragam gerak, ekspresi, iringan musik maupun busana yang digunakan. Hasil rata-rata pengamatan tes praktik dari sikap gerak kepala, sikap gerak tangan, sikap gerak kaki, hafalan urutan gerak serta ketepatan gerak dengan musik tergolong dalam katagori baik.Kata kunci :media audio visual, tari sigeh penguten, tes praktik
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL PEMBELAJARAN TARI SIGEH PENGUTEN SMP NEGERI 1 BATANGHARI Gracia Gesta Nawangsasi; I Wayan Mustika; Susi Wendhaningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.318 KB)

Abstract

The purpose of this study was to describe the application of visual audio media on learning sigeh penguten dance in SMP Negeri 1 Batanghari. This research method uses a descriptive qualitative data collection techniques  used in this study is the method of observation, interview and documentation.  Sources  of  data  used  in  this study were eighth grade students participated in extracurricular dance SMP Negeri 1 Batanghari totaling 15 students. The instrument in this study using the observation, interviews,  documentation  and  assessment practice tests.  Visual  audio media as defined  in  this  study  is  sound  and  image  equipment which  is used to delivery of information about  sigeh  penguten dance. Stages of visual audio media on learning sigeh penguten dance learning with the provision of material sigeh penguten dance using  visual  audio  media, then  practice  range  of  motion,  and  evaluate  it.  Overall results of this study have a value of 81.7 is categorized well.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan  media  audio  visual  dalam pembelajaran tari sigeh penguten SMP Negeri 1 Batanghari. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.  Teknik pengumpulan  data  yang  digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah siswa  kelas  VIII  yang  mengikuti  kegiatan  ekstrakurikuler seni tari di SMP Negeri 1 Batanghari  berjumlah 15 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan  panduan observasi, wawancara, dokumentasi dan panduan penilaian tes praktik. Media audio visual yang dimaksud dalam penelitian ini adalah peralatan suara dan gambar yang digunakan sebagai penyampaian informasi tentang tari sigeh penguten. Tahapan pembelajaran  tari  sigeh  penguten  menggunakan  media  audio visual yaitu pemberian materi tari sigeh penguten menggunakan media audio visual, kemudian mempraktikan ragam gerak, dan mengevaluasinya. Hasil  secara keseluruhan dalam penelitian ini memiliki nilai 81,7 yang berkategori baik.  Kata kunci: media audio visual, pembelajaran, tari sigeh penguten.