Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelajaran Gerak Tari Muli Siger Menggunakan Metode Drill Dan Media Audio Visual Di SMK Negeri 2 Bandar Lampung merly violita; I Wayan Mustika; Susi Wendhaningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.28 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know the process and learning result of dance motion of muli siger using drill method and audio media visual in SMK Negeri 2 Bandar Lampung. This research uses drill method. The theory used in the research is constructivism, siger muli dance, audio visual media. Data sources in this study were teachers and 8 students in extracurricular. The Data were collected through: observation, interview, documentation, and practice test. Data analysis used in this research is data reduction, data display, and data verification. Learning outcomes are measured by the drill method and audio visual media through the results of observation sheets of learning activities that have been carried out using a practical assessment test at the end of the meeting. The results obtained, four students got good criteria and two other students got enough criteria in the implementation of learning process activities with audio visual media. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses dan hasil pembelajaran gerak tari muli siger menggunakan metode drill dan media audio visual di SMK Negeri 2 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode drill. Teori yang digunakan dalam penelitian adalah kontruktivisme, tari muli siger, media audiovisual. Sumber data pada penelitian ini adalah guru dan 8 siswa di esktrakurikuler. Teknik pengumpulan data menggunakan: observasi, wawancara, dokumentasi dan tes praktik. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, display data, dan vertifikasi data. Hasil pembelajaran diukur dengan metode drill dan media audio visual melalui hasil lembar pengamatan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan menggunakan tes penilaian praktik di akhir pertemuan. Hasil yang diperoleh, empat siswa mendapat kriteria baik dan dua siswa yang lain mendapat kriteria cukup dalam pelaksanaan kegiatan proses pembelajaran dengan media audio visual.  Kata Kunci   :  Audio Visual, Ekstrakurikuler, Metode Drill, Tari Muli siger
PEMBELAJARAN TARI MULI SIGER MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMP NEGERI 14 BANDAR LAMPUNG Zefrisya Zefrisya; I wayan Mustika; Nurlaksana Eko
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2013): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.741 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tari Muli Siger menggunakan metode demonstrasi dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 14 B. Lampung.Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswi-siswi yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tari yang berjumlah 12 siswi. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah pengamatan (observasi), dokumentasi, wawancara, serta tes praktik.Metode demonstrasi diterapkan pada pembelajaran tari Muli Siger dari pertemuan awal hingga pertemuan akhir. Metode demonstrasi merupakan metode yang tepat untuk pembelajaran tari Muli Siger. Hal ini terlihat pada siswi yang awalnya belum mempelajari tari Muli Siger, namun dengan metode demonstrasi siswi mampu menggerakan tari Muli Siger dengan baik sesuai dengan yang diajarkan.Hasil pembelajaran tari Muli Siger menggunakan metode demonstrasi menunjukkan bahwa siswi rata-rata sudah mampu memeragakan tari Muli Siger dengan baik sesuai dengan yang telah diajarkan. Penilaian diberikan melalui 3(tiga) aspek yaitu Teknik Gerak, Ketetapan Gerak Terhadap Musik, dan Ekspresi.Keywords Pembelajaran, Metode Demonstrasi, Tari Muli Siger
PEMBELAJARAN TARI SIGEH PENGUTEN DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMA PERINTIS 2 BANDAR LAMPUNG Ariyadi Ariyadi; Munaris Munaris; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.903 KB)

Abstract

The problem in this research was how the process and outcomes of sigeh penguten dance in extracurricular activities in SMA Perintis 2 Bandar Lampung. The theory used was the theory of learning. This type of research was qualitative descriptive. Source of the data obtained in this study were dance teachers, 7 students and range of motion sigeh penguten dance. Data collection techniques used were observation, interviews, documentation and practices testing. Learning was held in eight meetings, teachers used three methods, namely modeling, demonstrations, and exercises. In modeling process, the teacher becomes a model to demonstrate the dance movement. Demonstration after teacher did the modeling process and students followed together, and did the exercises was each student dance the sigeh penguten dance together. Assessment was given through three aspects: movement technique, memorization, and expression. Learning outcomes of sigeh penguten dance in extracurricular activities are "good" at the time of assessment.Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana proses dan hasil pembelajaran tari sigeh penguten dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMA Perintis 2 Bandar Lampung. Teori yang digunakan yaitu teori pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah guru tari, 7 siswi dan ragam gerak tari sigeh penguten. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan tes praktik. Pembelajaran berlangsung selama delapan kali pertemuan, guru menggunakan tiga metode, yaitu metode pemodelan, demonstrasi, dan latihan. Proses pemodelan, guru menjadi model untuk memperagakan gerak tari. Demontrasi setelah guru melakukan proses pemodelan dan siswa mengikuti bersama-sama, dan latihan yaitu setiap siswa secara bersama menarikan tari sigeh penguten. Penilaian diberikan melalui tiga aspek yaitu teknik gerak, hafalan, dan ekspresi. Hasil pembelajaran tari sigeh penguten dalam kegiatan ekstrakurikuler termasuk kategori baik pada saat penilaian.Kata kunci: metode pembelajaran dan pembelajaran tari sigeh penguten.
PEMBELAJARAN TARI SIGEH PENGUTEN DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP NEMUI NYIMAH PADA SISWA SD NEGERI 01 SIMPANG AGUNG LAMPUNG TENGAH Ary Mitha Anggrainy; I Wayan Mustika; Agung Kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 1 (2015): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.936 KB)

Abstract

This study aims to describe the process and outcomes of learning dance penguten sigeh using nemui concept nyimah at primary school students 01 Intersection Grand Central Lampung. The method used is descriptive qualitative. Source of data in this study is the cultural art teacher and student grade IV. Data collection techniques used that observation, interviews, documentation, test practice. Steps of use nyimah nemui concept that students are taught to have an attitude of tolerance and good behavior, appreciate friends, able to move in accordance with the learned and intellectual skills that students are able to memorize dance sigeh penguten has been learned. Assessment is provided through four aspects, namely rote motion, motion technique, the precision of motion with accompaniment, and appreciation or expression. Learning outcomes sigeh dance penguten using nyimah nemui concept shows that the average of all aspects of dance ratings sigeh penguten got both criteria with an average score of 81.7. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses dan hasil belajar tari sigeh penguten dengan menggunakan konsep nemui nyimah pada siswa SD Negeri 01 Simpang Agung Lampung Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru seni budaya dan siswi kelas IV. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara, dokumentasi, tes praktik. Langkah-langkah penggunaan konsep nemui nyimah yaitu siswa diajarkan untuk memiliki sikap toleransi dan berperilaku baik, menghargai teman, mampu bergerak sesuai dengan yang dipelajari dan kecakapan intelek yaitu siswa mampu menghafal gerak tari sigeh penguten yang telah dipelajari. Penilaian diberikan melalui empat aspek yaitu hafalan gerak, teknik gerak, ketepatan gerak dengan iringan, dan penghayatan atau ekspresi saat menari. Hasil pembelajaran tari sigeh penguten dengan menggunakan konsep nemui nyimah menunjukkan bahwa rata-rata dari seluruh aspek penilaian tari sigeh penguten mendapat kriteria baik dengan rata-rata skor 81,7. Kata kunci: pembelajaran, nemui nyimah, sigeh penguten
Evaluasi Diagnostik pada Pembelajaran Tari Bedana di SMPN 4 Pringsewu Novelly Mutiara Andini; I Wayan Mustika; Dwiyana Habsary
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.176 KB)

Abstract

This study aims to describe the implementation of diagnostic evaluation on the learning of bedana dance at SMPN 4 Pringsewu. The type of this research is descriptive qualitative. Sources of data in this study are teachers and 17 students who follow extracurricular activities dance. Data collection techniques are observation, interview and documentation. Teachers perform diagnostic evaluation stages based on the causes of learning difficulties students are divided into 3 namely psychomotor ability, affective students, and family factors. Stages performed for students who have learning difficulties due to psychomotor ability there are 5 stages of data collection, data processing, diagnosis, treatment, and evaluation. Stages performed for students who have learning difficulties because affective there are 6 stages of data collection, data processing, diagnosis, prognosis, treatment and evaluation. While the stages performed for students who have difficulty learning because of family factors there are 3 data collection, data processing, and diagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan evaluasi diagnostik pada pembelajaran tari bedana di SMPN 4 Pringsewu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu guru dan 17 orang siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tari. Teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Guru melakukan tahapan evaluasi diagnostik berdasarkan penyebab kesulitan belajar siswa yang dibagi menjadi 3 yaitu kemampuan psikomotor, afektif siswa, dan faktor keluarga. Tahapan yang dilakukan untuk siswa yang mengalami kesulitan belajar karena kemampuan psikomotor ada 5 tahap yaitu pengumpulan data, pengolahan data, diagnosis, treatment, dan evaluasi. Tahapan yang dilakukan untuk siswa yang mengalami kesulitan belajar karena afektifnya ada 6 tahap yaitu pengumpulan data, pengolahan data, diagnosis, prognosis, treatment dan evaluasi. Sedangkan tahapan yang dilakukan untuk siswa yang mengalami kesulitan belajar karena faktor keluarga ada 3 yaitu pengumpulan data, pengolahan data, dan diagnosis. Kata kunci : pembelajaran, evaluasi diagnostik, tari bedana
MANAJEMEN DIRI DALAM PEMBELAJARAN TARI BEDANA DI SMPN 1 BANDAR MATARAM Ike Purnama Sari; Muhammad Fuad; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 1 (2015): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.141 KB)

Abstract

The problem in this research is how the application of self-management and student learning outcomes in learning bedana dance in extracurricular activities at SMPN1 Bandar Mataram. This study aims to describe the application of self-management and student learning outcomes in learning bedana dance in extracurricular activities at SMPN1 Bandar Mataram. This study used a qualitative descriptive method. Sources of data in this study were students of class VII-IX totaling 19 students. Data collection techniques in this study is the observation, interviews, documentation and testing practices. The research instrument used, the test of practice, student activity sheets, and assessment of self-management. The results of this study indicate that the observation of the results of self-management to obtain an average value of 63%, is at a sufficient criterion. Aspects of the practice test results with the precision of movement, accuracy counts, and the expression on average scored 66 criteria sufficiently.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan manajemen diri dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran tari bedana pada kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 1 Bandar Mataram. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan manajemen diri dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran tari bedana pada kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 1 Bandar Mataram. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-IX yang berjumlah 19 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan tes praktik. Instrumen penelitian yang digunakan, yaitu tes praktik, lembar aktivitas siswa dan penilaian manajemen diri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengamatan hasil manajemen diri memperoleh nilai rata-rata 63%, berada pada kriteria cukup. Hasil tes praktik dengan aspek ketepatan gerak, ketepatan hitungan, dan ekspresi memperoleh nilai rata-rata 66 kriteria cukup.Kata kunci: manajemen diri, pembelajaran, penilaian, tari bedana.
PEMBELAJARAN TARI SIGEH PENGUTEN PADA ANAK TUNARUNGU DI SEKOLAH LUAR BIASA Gatra Agnesia; I Wayan Mustika; Agung Kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 1, No 3 (2013): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.96 KB)

Abstract

The research problem in this research is how the learning process of Sigeh Penguten dance to the deaf students at SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi Kemiling Bandar Lampung in a year of 2012-2013. The objectives of the research are to describe the learning process and the results of students ability in Sigeh Penguten dance to the deaf students. The research methode in this research is descriptive qualitative. In learning process of Sigeh Penguten dance to the deaf students at SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi the researcher found that there is students and teacher’s activity during the first meeting to the eight meeting. The final learning activities was done by testing some aspects such as wiraga, wirama, and wirasa. Based on the research, it was found that students’ average score was 62% which was considered as enough cathegory.Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran tari Sigeh Penguten pada anak tunarungu di SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi, Kemiling Bandar Lampung tahun 2012-2013. Tujuan penelian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dan hasil kemampuan menari tari Sigeh Penguten pada anak tunarungu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Proses pembelajaran tari Sigeh Penguten pada siswa tunarungu di SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi pada pertemuan pertama sampai dengan pertemuan kedelapan terdapat aktivitas guru dan siswa. Hasil evaluasi pada akhir proses pembelajaran tari Sigeh Penguten melalui tes, dengan aspek yang menjadi penilaian adalah wiraga, wirama dan wirasa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil rata-rata 62% termasuk dalam kriteria cukup.Kata kunci : pembelajaran, tari sigeh penguten, tunarungu
PEMBELAJARAN TARI SIGEH PENGUNTEN DALAM KEGIATAN EKTRAKURIKULER DI SMP NEGERI 2 SEPUTIH BANYAK Ni Wayan Prami; I Wayan Mustika; Agung Kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.423 KB)

Abstract

The problem of this research is how the process and student learning outcomes of the sigeh pengunten dance in the extracurricular activities in SMP Negeri 2 Seputih Banyak. The study was to describe process and student learning outcomes of the sigeh pengunten dance in the extracurricular activities in SMP Negeri 2 Seputih Banyak. The theory that was used behavioristic. This research used descriptive qualitative method. The data collection techniques is observation, interviews, documentation, practices testing and non-testing. Data resources in this research is teachers and students of class VII-IX amounted to 18 people. The results showed that the method of exercise can help teachers and students in teaching dance in school. Based on the results of a test practices with aspects of wiraga, wirama and wirasa that obtain the value of an average is 69 with sufficient criteria.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses dan hasil belajar siswa pada pembelajaran tari sigeh pengunten dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 2 Seputih Banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil belajar siswa pada pembelajaran tari sigeh pengunten dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 2 Seputih Banyak. Teori yang digunakan adalah teori pembelajaran behavioristik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VII-IX berjumlah 18 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, tes praktik dan non-tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode latihan dapat membantu guru dan siswa dalam pembelajaran tari di sekolah. Berdasarkan hasil tes praktik dengan aspek wiraga, wirama dan wirasa memperoleh nilai rata-rata 69 tergolong dalam kriteria cukup.Kata kunci:latihan, pembelajaran, penilaian, tari sigeh pengunten.
Pembelajaran Tari Sigeh Penguten di RA Darul Falah Purworejo Delvia Sri Mulyanti; Dwiyana Habsary; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.398 KB)

Abstract

The problem if this research was to find out the use of multi method and responses from students in learning sigeh penguten dancing in the dancing learning in Darul Falah Islamic Kindergarted of Purworejo by using some methods including playing method, audio visual method, and demonstration method and the students’ responses in the sigeh penguten learning process. This was a descriptive qualitative research. Data were collected by using observation, interview and documentation. Data were collected from teachers of Darul Falah Islamic Kindergarten in Purworejo and dancing students. The playing, audio-visual, and demonstration method were methods that involved students in learning since the beginning to the end. The multi method used in the sigeh penguten dance learning had succeeded and the use of audio-visual was the most effective and students liked it. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penggunaan dan respons siswa dalam belajar tari sigeh penguten pada pembelajaran tari di RA Darul Falah Purworejo menggunakan beberapa metode, yaitu metode bermain, media audio visual, dan metode demonstrasi juga mendeskripsikan respons siswa dalam dalam proses pembelajaran tari sigeh penguten. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah guru RA Darul Falah Purworejo dan siswa kelas pengembangan diri tari. Metode bermain, media audio visual, metode demonstrasi adalah metode yang melibatkan siswa dalam permbelajaran sejak pertemuan awal hingga akhir. Multi-method yang digunakan pada proses pembelajaran tari sigeh penguten sudah berhasil dan penggunaan media audio visual yang paling efektif dan disukai siswa. Kata kunci:Penggunaan metode, pembelajaran tari sigeh penguten, respons siswa.
PEMBELAJARAN TARI BEDANA MENGGUNAKAN METODE GROUP INVESTIGATION DI SMA BINA MULYA BANDAR LAMPUNG Mei Novita Sari; Susi Wendhaningsih; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.636 KB)

Abstract

Bedana dance learning uses the group investigation method in Bina Mulya Bandar Lampung by referring to constructivist theory and data acquisition is done by observation, interview and documentastion. The purpose of this research is to describe the process and result, the research method uses the descriptig quality method. The learning process uses the method of group investigation including the teacheruses six stages, those are organizing students into group and subtopic selection that has been set by the teacher, the group and the teacher plan the learning procedure, the group implements the plant that has been discussed, the group plans an interesting way for presentation, other students give inputs and sugestios, the teacher gives an evaluation of the material that has been presented. Student learning outcomes in learning bedana dance get good criteria with an average value obtained by students is 81.3. Pembelajaran tari bedana menggunakan metode group investigation di SMA Bina Mulya Bandar Lampung dengan mengacu pada teori konstruktivistik dan perolehan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan proses dan hasil, metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Proses pembelajaran menggunakan metode group investigation antara lain guru menggunakan enam tahapan yaitu mengatur siswa kedalam kelompok dan pemilihan subtopik yang ditetapkan oleh guru, kelompok dan guru merencanakan prosedur pembelajaran, kelompok menerapkan rencana yang telah di diskusikan, kelompok merencanakan cara yang menarik untuk presentasi, siswa lain memberi masukan dan saran, guru memberikan evaluasi tentang materi yang telah dipresentasikan. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran tari bedana mendapatkan kriteria baik dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa yaitu 81.3.Kata kunci: Metode group investigation, Pembelajaran dan tari bedana