Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBELAJARAN TARI BEDANA MENGGUNAKAN METODE PEMODELAN DI SMP NEGERI 1 SUMBERJAYA Ardelia Vasthi; Agung Kurniawan; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.81 KB)

Abstract

The problem in this study is how the bedana dance leraning using modeling methods in extracurricular activities in SMP N 1 Sumberjaya. The theory used is learning, modeling, bedana dance, and extracurricular. This type of research is a qualitative descriptive. Sources of data in this study were teachers and 12 students who take extracurricular dance. Data collecting techniques used were observation, interviews, documentation, practice tests and non test. Procedure of the implementation of modeling method are students watch, students demonstrate range of motion along with the teachers, and evaluation. Assessment is provided through three aspects: the shape of motion, rote, and precision motion with music it is also conducted an assessment of student learning activities at each meeting. Bedana dance learning outcomes using modeling methods showed that the average assessment of all aspects of dance bedana got a good criterion with an average score of 80. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran tari bedana menggunakan metode pemodelan pada kegiatan ekstrakurikuler di SMP N 1 Sumberjaya. Teori yang digunakan yaitu pembelajaran, pemodelan, tari bedana,  dan ekstrakurikuler. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan 12 siswa yang mengikuti ekstrakurikuler tari. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, tes praktik dan non tes. Prosedur pelaksanaan metode pemodelan, siswa memerhatikan, siswa memeragakan ragam gerak bersama dengan guru, dan evaluasi. Penilaian diberikan melalui tiga aspek yaitu: bentuk gerak, hafalan, dan ketepatan gerak dengan musik selain itu juga diadakan penilaian tentang aktivitas belajar siswa pada setiap pertemuan. Hasil pembelajaran tari bedana dengan menggunakan metode pemodelan menunjukan bahwa rata-rata dari seluruh aspek penilaian tari bedana mendapat kriteria baik dengan rata-rata skor 80. Kata kunci : metode pemodelan, penilaian, tari bedana
Pembelajaran Tari Bedana Menggunakan Strategi Inkuiri Deduksi Terbimbing pada Ekstrakurikuler di SMA Negeri 11 Bandar Lampung Agung Ayu Made Pranadewi; I Wayan Mustika; Goesthy Ayu Mariana Devi Lestari
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.034 KB)

Abstract

Teaching bedana dance throught inquiry deduction strategy in extracuriculer at SMA Negeri 11 Bandar Lampung was conducted to see the process and learning outcomes of bedana dance based on the constructivistik theory. This research is a qualitative descriptive research that directly observes the proceses and results of learning bedana dance by using inquiry deduction strategy. The learning process through 5 stages: students response, building atmosphere, processing information, and evaluating. Learning outcomes are measured by using indicators of wirga, wirama, wirasa, and memorization of motion in the learning process in each meeting and by observing practical tests at the end of the meeting. Based on the observation scores of the practical test outcomes all of students obtain an average score of 79.2 with good criteria.Pembelajaran tari bedana menggunakan strategi inkuiri deduksi terbimbing pada ekstrakurikuler di SMA Negeri 11 Bandar Lampung dilakukan untuk melihat proses dan hasil belajar tari bedana dengan teori konstruktivistik. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif yang mengamati secara langsung proses dan hasil dari pembelajaran tari bedana menggunakan strategi inkuiri deduksi terbimbing. Proses pembelajaran melalui 5 tahapan yaitu perencanaan, respons siswa, membangun suasana, memproses informasi, dan evaluasi. Hasil pembelajaran diukur dengan menggunakan wiraga, wirama, wirasa, dan hafalan gerak pada proses pembelajaran disetiap pertemuan serta dengan pengamatan tes praktik pada akhir pertemuan. Berdasarkan nilai pengamatan tes praktik hasil belajar seluruh siswa memperoleh nilai rata-rata 79,2 dengan kriteria nilai baik.Kata kunci: strategi inkuiri deduksi terbimbing, proses dan hasil pembelajaran, tari bedana.
Identifikasi Kesulitan Siswa Belajar Gerak Tari Bedana Pada Ekstrakurukuler Tari di SMA Negeri 7 Bandar Lampung I Nyoman Tri Dharma Astika; Munaris Munaris; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.418 KB)

Abstract

This study examines the difficulties of students learning the motion of bedana dance at extracurricular activities at SMA Negeri 7 Bandar Lampung. The theory used is constructivism theory. Techniques for collecting data are observation , interviews and documentation. The implementation of learning the first step students warm up, the teacher delivered the material, and the teacher conducted an evaluation, in the third stage, namely the assessment of students' bedana dancing skills. Difficulties experienced by students are on hand, foot and mendak movements. this was experienced by AD students and MJ at the third meeting. On Wiraga Aspects students are categorized as less, namely students AK and RD while in the Wirama aspect students are categorized as less namely MJ students. The difficulty experienced by these students is caused by internal factors, namely lack of motivation in oneself, in each exercise is always not serious, it is difficult to understand the movements being taught, and lack of flexibility of the body. Penelitian ini mengkaji tentang kesulitan siswa belajar gerak tari bedana pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 7 Bandar Lampung.Teori yang digunakan yaitu teori konstruktivisme. Teknik untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pelaksanaan pembelajaran langkah pertama siswa melakukan pemanasan, guru menyampaikan materi,dan guru melakukan evaluasi, pada tahap ketiga yaitu penilaian kemampuan menari bedana siswa. Kesulitan yang dialami siswa yaitu pada gerakan tangan, kaki dan mendak. Ini dialami oleh siswa AD dan MJ pada pertemuan ketiga. Pada Aspek Wiraga siswa yang dikategorikan kurang yaitu siswa AK dan RD sedangkan pada aspek Wirama siswa yang dikategorikan kurang yaitu siswa MJ. Kesulitan yang dialami siswa tersebut disebabkan oleh faktor internal yaitu  kurangnya motivasi dalam diri sendiri pada setiap latihan selalu tidak serius,sulit memahami gerakan yang diajarkan dan kurangnya kelenturan tubuh. Kata kunci: ekstrakurikuler, gerak, identifikasi,  tari bedana.
Pembelajaran Gerak Tari Muli Siger Menggunakan Metode Drill Dan Media Audio Visual Di SMK Negeri 2 Bandar Lampung merly violita; I Wayan Mustika; Susi Wendhaningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.28 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know the process and learning result of dance motion of muli siger using drill method and audio media visual in SMK Negeri 2 Bandar Lampung. This research uses drill method. The theory used in the research is constructivism, siger muli dance, audio visual media. Data sources in this study were teachers and 8 students in extracurricular. The Data were collected through: observation, interview, documentation, and practice test. Data analysis used in this research is data reduction, data display, and data verification. Learning outcomes are measured by the drill method and audio visual media through the results of observation sheets of learning activities that have been carried out using a practical assessment test at the end of the meeting. The results obtained, four students got good criteria and two other students got enough criteria in the implementation of learning process activities with audio visual media. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses dan hasil pembelajaran gerak tari muli siger menggunakan metode drill dan media audio visual di SMK Negeri 2 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode drill. Teori yang digunakan dalam penelitian adalah kontruktivisme, tari muli siger, media audiovisual. Sumber data pada penelitian ini adalah guru dan 8 siswa di esktrakurikuler. Teknik pengumpulan data menggunakan: observasi, wawancara, dokumentasi dan tes praktik. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, display data, dan vertifikasi data. Hasil pembelajaran diukur dengan metode drill dan media audio visual melalui hasil lembar pengamatan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan menggunakan tes penilaian praktik di akhir pertemuan. Hasil yang diperoleh, empat siswa mendapat kriteria baik dan dua siswa yang lain mendapat kriteria cukup dalam pelaksanaan kegiatan proses pembelajaran dengan media audio visual.  Kata Kunci   :  Audio Visual, Ekstrakurikuler, Metode Drill, Tari Muli siger
PEMBELAJARAN TARI MULI SIGER MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMP NEGERI 14 BANDAR LAMPUNG Zefrisya Zefrisya; I wayan Mustika; Nurlaksana Eko
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2013): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.741 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tari Muli Siger menggunakan metode demonstrasi dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 14 B. Lampung.Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswi-siswi yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tari yang berjumlah 12 siswi. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah pengamatan (observasi), dokumentasi, wawancara, serta tes praktik.Metode demonstrasi diterapkan pada pembelajaran tari Muli Siger dari pertemuan awal hingga pertemuan akhir. Metode demonstrasi merupakan metode yang tepat untuk pembelajaran tari Muli Siger. Hal ini terlihat pada siswi yang awalnya belum mempelajari tari Muli Siger, namun dengan metode demonstrasi siswi mampu menggerakan tari Muli Siger dengan baik sesuai dengan yang diajarkan.Hasil pembelajaran tari Muli Siger menggunakan metode demonstrasi menunjukkan bahwa siswi rata-rata sudah mampu memeragakan tari Muli Siger dengan baik sesuai dengan yang telah diajarkan. Penilaian diberikan melalui 3(tiga) aspek yaitu Teknik Gerak, Ketetapan Gerak Terhadap Musik, dan Ekspresi.Keywords Pembelajaran, Metode Demonstrasi, Tari Muli Siger
PEMBELAJARAN TARI SIGEH PENGUTEN DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMA PERINTIS 2 BANDAR LAMPUNG Ariyadi Ariyadi; Munaris Munaris; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.903 KB)

Abstract

The problem in this research was how the process and outcomes of sigeh penguten dance in extracurricular activities in SMA Perintis 2 Bandar Lampung. The theory used was the theory of learning. This type of research was qualitative descriptive. Source of the data obtained in this study were dance teachers, 7 students and range of motion sigeh penguten dance. Data collection techniques used were observation, interviews, documentation and practices testing. Learning was held in eight meetings, teachers used three methods, namely modeling, demonstrations, and exercises. In modeling process, the teacher becomes a model to demonstrate the dance movement. Demonstration after teacher did the modeling process and students followed together, and did the exercises was each student dance the sigeh penguten dance together. Assessment was given through three aspects: movement technique, memorization, and expression. Learning outcomes of sigeh penguten dance in extracurricular activities are "good" at the time of assessment.Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana proses dan hasil pembelajaran tari sigeh penguten dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMA Perintis 2 Bandar Lampung. Teori yang digunakan yaitu teori pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah guru tari, 7 siswi dan ragam gerak tari sigeh penguten. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan tes praktik. Pembelajaran berlangsung selama delapan kali pertemuan, guru menggunakan tiga metode, yaitu metode pemodelan, demonstrasi, dan latihan. Proses pemodelan, guru menjadi model untuk memperagakan gerak tari. Demontrasi setelah guru melakukan proses pemodelan dan siswa mengikuti bersama-sama, dan latihan yaitu setiap siswa secara bersama menarikan tari sigeh penguten. Penilaian diberikan melalui tiga aspek yaitu teknik gerak, hafalan, dan ekspresi. Hasil pembelajaran tari sigeh penguten dalam kegiatan ekstrakurikuler termasuk kategori baik pada saat penilaian.Kata kunci: metode pembelajaran dan pembelajaran tari sigeh penguten.
PEMBELAJARAN TARI SIGEH PENGUTEN DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP NEMUI NYIMAH PADA SISWA SD NEGERI 01 SIMPANG AGUNG LAMPUNG TENGAH Ary Mitha Anggrainy; I Wayan Mustika; Agung Kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 1 (2015): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.936 KB)

Abstract

This study aims to describe the process and outcomes of learning dance penguten sigeh using nemui concept nyimah at primary school students 01 Intersection Grand Central Lampung. The method used is descriptive qualitative. Source of data in this study is the cultural art teacher and student grade IV. Data collection techniques used that observation, interviews, documentation, test practice. Steps of use nyimah nemui concept that students are taught to have an attitude of tolerance and good behavior, appreciate friends, able to move in accordance with the learned and intellectual skills that students are able to memorize dance sigeh penguten has been learned. Assessment is provided through four aspects, namely rote motion, motion technique, the precision of motion with accompaniment, and appreciation or expression. Learning outcomes sigeh dance penguten using nyimah nemui concept shows that the average of all aspects of dance ratings sigeh penguten got both criteria with an average score of 81.7. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses dan hasil belajar tari sigeh penguten dengan menggunakan konsep nemui nyimah pada siswa SD Negeri 01 Simpang Agung Lampung Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru seni budaya dan siswi kelas IV. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara, dokumentasi, tes praktik. Langkah-langkah penggunaan konsep nemui nyimah yaitu siswa diajarkan untuk memiliki sikap toleransi dan berperilaku baik, menghargai teman, mampu bergerak sesuai dengan yang dipelajari dan kecakapan intelek yaitu siswa mampu menghafal gerak tari sigeh penguten yang telah dipelajari. Penilaian diberikan melalui empat aspek yaitu hafalan gerak, teknik gerak, ketepatan gerak dengan iringan, dan penghayatan atau ekspresi saat menari. Hasil pembelajaran tari sigeh penguten dengan menggunakan konsep nemui nyimah menunjukkan bahwa rata-rata dari seluruh aspek penilaian tari sigeh penguten mendapat kriteria baik dengan rata-rata skor 81,7. Kata kunci: pembelajaran, nemui nyimah, sigeh penguten
Evaluasi Diagnostik pada Pembelajaran Tari Bedana di SMPN 4 Pringsewu Novelly Mutiara Andini; I Wayan Mustika; Dwiyana Habsary
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.176 KB)

Abstract

This study aims to describe the implementation of diagnostic evaluation on the learning of bedana dance at SMPN 4 Pringsewu. The type of this research is descriptive qualitative. Sources of data in this study are teachers and 17 students who follow extracurricular activities dance. Data collection techniques are observation, interview and documentation. Teachers perform diagnostic evaluation stages based on the causes of learning difficulties students are divided into 3 namely psychomotor ability, affective students, and family factors. Stages performed for students who have learning difficulties due to psychomotor ability there are 5 stages of data collection, data processing, diagnosis, treatment, and evaluation. Stages performed for students who have learning difficulties because affective there are 6 stages of data collection, data processing, diagnosis, prognosis, treatment and evaluation. While the stages performed for students who have difficulty learning because of family factors there are 3 data collection, data processing, and diagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan evaluasi diagnostik pada pembelajaran tari bedana di SMPN 4 Pringsewu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu guru dan 17 orang siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tari. Teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Guru melakukan tahapan evaluasi diagnostik berdasarkan penyebab kesulitan belajar siswa yang dibagi menjadi 3 yaitu kemampuan psikomotor, afektif siswa, dan faktor keluarga. Tahapan yang dilakukan untuk siswa yang mengalami kesulitan belajar karena kemampuan psikomotor ada 5 tahap yaitu pengumpulan data, pengolahan data, diagnosis, treatment, dan evaluasi. Tahapan yang dilakukan untuk siswa yang mengalami kesulitan belajar karena afektifnya ada 6 tahap yaitu pengumpulan data, pengolahan data, diagnosis, prognosis, treatment dan evaluasi. Sedangkan tahapan yang dilakukan untuk siswa yang mengalami kesulitan belajar karena faktor keluarga ada 3 yaitu pengumpulan data, pengolahan data, dan diagnosis. Kata kunci : pembelajaran, evaluasi diagnostik, tari bedana
MANAJEMEN DIRI DALAM PEMBELAJARAN TARI BEDANA DI SMPN 1 BANDAR MATARAM Ike Purnama Sari; Muhammad Fuad; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 1 (2015): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.141 KB)

Abstract

The problem in this research is how the application of self-management and student learning outcomes in learning bedana dance in extracurricular activities at SMPN1 Bandar Mataram. This study aims to describe the application of self-management and student learning outcomes in learning bedana dance in extracurricular activities at SMPN1 Bandar Mataram. This study used a qualitative descriptive method. Sources of data in this study were students of class VII-IX totaling 19 students. Data collection techniques in this study is the observation, interviews, documentation and testing practices. The research instrument used, the test of practice, student activity sheets, and assessment of self-management. The results of this study indicate that the observation of the results of self-management to obtain an average value of 63%, is at a sufficient criterion. Aspects of the practice test results with the precision of movement, accuracy counts, and the expression on average scored 66 criteria sufficiently.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan manajemen diri dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran tari bedana pada kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 1 Bandar Mataram. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan manajemen diri dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran tari bedana pada kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 1 Bandar Mataram. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-IX yang berjumlah 19 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan tes praktik. Instrumen penelitian yang digunakan, yaitu tes praktik, lembar aktivitas siswa dan penilaian manajemen diri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengamatan hasil manajemen diri memperoleh nilai rata-rata 63%, berada pada kriteria cukup. Hasil tes praktik dengan aspek ketepatan gerak, ketepatan hitungan, dan ekspresi memperoleh nilai rata-rata 66 kriteria cukup.Kata kunci: manajemen diri, pembelajaran, penilaian, tari bedana.
PEMBELAJARAN TARI SIGEH PENGUTEN PADA ANAK TUNARUNGU DI SEKOLAH LUAR BIASA Gatra Agnesia; I Wayan Mustika; Agung Kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 1, No 3 (2013): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.96 KB)

Abstract

The research problem in this research is how the learning process of Sigeh Penguten dance to the deaf students at SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi Kemiling Bandar Lampung in a year of 2012-2013. The objectives of the research are to describe the learning process and the results of students ability in Sigeh Penguten dance to the deaf students. The research methode in this research is descriptive qualitative. In learning process of Sigeh Penguten dance to the deaf students at SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi the researcher found that there is students and teacher’s activity during the first meeting to the eight meeting. The final learning activities was done by testing some aspects such as wiraga, wirama, and wirasa. Based on the research, it was found that students’ average score was 62% which was considered as enough cathegory.Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran tari Sigeh Penguten pada anak tunarungu di SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi, Kemiling Bandar Lampung tahun 2012-2013. Tujuan penelian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dan hasil kemampuan menari tari Sigeh Penguten pada anak tunarungu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Proses pembelajaran tari Sigeh Penguten pada siswa tunarungu di SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi pada pertemuan pertama sampai dengan pertemuan kedelapan terdapat aktivitas guru dan siswa. Hasil evaluasi pada akhir proses pembelajaran tari Sigeh Penguten melalui tes, dengan aspek yang menjadi penilaian adalah wiraga, wirama dan wirasa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil rata-rata 62% termasuk dalam kriteria cukup.Kata kunci : pembelajaran, tari sigeh penguten, tunarungu
Co-Authors Adelina Hasyim Agata Shintia Agung Ayu Made Pranadewi Agung Kurniawan Agung Kurniawan Agus Wantoro Saputra Alfian Ramadhan Andika Primartati Ardelia Vasthi Ariyadi Ariyadi Arum Puspita Putri Ary Mitha Anggrainy Asep Supriadi Bella Aulia Rahmah Dani Adhipta, Dani Deki Prabowo Delvia Sri Mulyanti Dendi Fauzi Deris Astriawan Dian Okta Doni Wibisono Dwiyana Habsary Edo Yoga Saputra Eka Sofia Agustina era aryani sasiwi Farida Ariyani Fransiska Dwi Ariani Galuh Sukmawati Gatra Agnesia Gede Dalem Gilang Mahajaya Putra Goesthy Ayu Mariana Devi Lestari Gracia Gesta Nawangsasi hasyimkan hasyimkan Hermita Puri I Gede Astawan I Ketut Gama I Made Andi Setiawan I Made Manukasmawan I Nyoman Tri Dharma Astika Ike Purnama Sari Indra Bulan Indra Nurmanto Irestrina Elmiradewi IRIANING SUPARLINAH Ita Ani Rosita Ketut Sudiantara Lora Gustia Ningsih Luh Puspita Gita Nurani Lusiana Lusiana Marlina Zulkarnain Mei Novita Sari merly violita Mudinillah, Adam Muhammad Amrulloh MUHAMMAD FUAD Munaris . Nabilla Kurnia Adzan Nana Virta Effendi Nengah Sekarini Ni Made Dwi Septianingsih Ni Wayan Prami Nona Diana Ardinur Novelly Mutiara Andini Nurlaksana Eko Puguh Nurohim Pungki Wahana Putra Putri Indriyani Putri Sheli Yualita Putu Setyarini Rahmat Prayogi, Rahmat Ratih Astari Ratna Juwita Resti Pamuji Ningsih Riyan Hidayatullah Riyan Hidayatullah Rizky Suci Pratiwi Rr. Tri Arum Wulandari Sadita Wyddia Shiura Safei Soleh Sandika Ali Saskia Altamira Harja Sayu Putu Widya Astuti Sendy Anisa SRI RAHAYU Sunarti, Iing supadmi supadmi Susi Wendhaningsih Susi Wendhaningsih Tuntun Sinaga Wayan Dewi Kamala Sari Wayan Oktaliana Wita Asiyah Zakia Nurul Jannaty Zefrisya Zefrisya Zeny Putri Sanjaya