Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBELAJARAN TARI BEDANA PADA SISWA TUNARUNGU TINGKAT SMP DI SLB NEGERI METRO Rizky Suci Pratiwi; Hasyimkan Hasyimkan; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 1, No 3 (2013): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.653 KB)

Abstract

The purpose of this study is to describe bedana dance education on deaf students held at Metro State Extraordinary School. This study used a qualitative descriptive approach. In this research, observation, interviews, and documentation of the data collection techniques. Techniques of data analysis in this research is the data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification.The results in the form of descriptions of learning dance at Metro State Extraordinary School. Which include objectives, materials, media, methods. and the difficulties experienced by teachers when teaching dance lessons to students with hearing impairment. Difficulty learning the limiting factor is physical, mental, and environmental. Physical factors for students with hearing impairment due to noise or hearing abnormalities in physical form. Mental factors associated with interest in learning, attention, confidence, and intelligence. Then to environmental factors is that a place of learning and instructional media.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tari bedana pada siswa tunarungu tingkat smp di SLB Negeri Metro. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini dilakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan atau verifikasi.Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran mengenai pembelajaran seni tari pada SLB Negeri Metro, yang meliputi tujuan, materi, media, metode, serta kesulitan yang dialami oleh guru ketika mengajarkan pelajaran seni tari pada siswa tunarungu. Kesulitan yang menjadi faktor kendala belajar tersebut adalah faktor fisik, mental, dan lingkungan. Faktor fisik bagi siswa tunarungu karena adanya gangguan atau kelainan pada fisiknya yang berupa pendengaran. Faktor mental berkaitan dengan minat belajar, perhatian, kepercayaan diri, dan kecerdasan. Kemudian untuk faktor lingkungan yang dimaksud yakni tempat belajar dan media pembelajaran.kata kunci: Pembelajaran, tari bedana, tuna rungu,
Pembelajaran Gerak Tari Muli Siger dengan Menggunakan Strategi Creative Learning pada Kegiatan Ekstrakulikuler di SMP Negeri 1 Ambarawa Doni Wibisono; I Wayan Mustika; Agung Kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.641 KB)

Abstract

This research aimed to describe the process and to find out the result of Muli Siger Dance learning process by using creative learning. The use of creative learning as a learning strategy is intended to in crease the result of learning. The source of data in this study were ten student from seven and eight grade who were participated in extracurricular and 1 extracurricular teacher. This research used descriptive qualitative research with the sources of the data were teacher and students. The techniques used to collect the data in this research were observation, interview, and documentation. The learning result showed there were 1 student who got a very good criteria, 4 students got a good criteria, 2 students got an enough criteria, and 3 students do not have a value. Penelitian ini mengkaji proses dan hasil pembelajaran gerak tari Muli Siger menggunakan strategi creative learning. Penggunaan strategi belajar creative learning ditujukan untuk memaksimalkan hasil pembelajaran. Sumber data dalam penelitian ini adalah 10 siswi kelas VII dan VIII yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan 1 guru pembimbing ekstrakurikuler. Teori dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data guru dan siswa. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil pembelajaran menunjukan bahwa 1 siswa mendapatkan kriteria Baik  Sekali, 4 siswa mendapatkan kriteria  Baik, 2 siswa mendapatkan kriteria Cukup dan 3 siswa tidak mendapatkan penilaian. Kata kunci : pembelajaran, strategi creative learning, tari muli siger.
PEMBELAJARAN TARI HALIBAMBANG MENGGUNAKAN METODE DRILL DI PLK DHARMA BAKTI DHARMA PERTIWI Bella Aulia Rahmah; Muhammad Fuad; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 5 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.327 KB)

Abstract

This research was aimed to describe halibambang dance learning used drill method in deaf children extracurricular activities in PLK Dharma Bhakti Dharma Pertiwi Kemiling Bandar Lampung. This study was descriptive qualitative research. The data sources were teacher, and student. The data collection techniques were observation, interview, documentation practice test and non test. This research findings were the teachers steps in using drill method as follows first students were doing warming movement, second giving example of dancing movement, third the teacher taught the students to do the movement together, fourth doing some tests to measure students abilities. The result showed halibambang dance learning got average score by 70% with good criteria.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsiskan proses dan hasil pembelajaran tari halibambang menggunakan metode drill di PLK Dharma Bakti Dharma Pertiwi Kemiling. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, tes praktik dan nontes. Adapun temuan penelitian ini langkah-langkah guru dalam menerapkan metode drill pertama siswa untuk pemanasan, kedua memberikan contoh ragam gerak, ketiga guru membimbing siswa untuk berlatih bersama-sama, keempat melakukan tes untuk mengukur kemampuan siswa. Hasil pembelajaran tari halibambang menggunakan metodedirllmenunjukkan bahwa dari aspek penilaian guru memperoleh rata-rata 70% dengan kriteria baik.Kata kunci : pembelajaran, tari halibambang, metode drill.
PEMBELAJARAN TARI BEDAYO TULANG BAWANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DI SMP NEGERI 16 BANDAR LAMPUNG era aryani sasiwi; I wayan Mustika; hasyimkan hasyimkan; agung kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2013): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.31 KB)

Abstract

Issues discussed in this study is learning dance Bedayo Tulang Bawang using SMP Negeri 16 demonstration in Bandar Lampung. This study aimed to describe the dance lessons Bedayo Tulang Bawang using ekstrakurikuller dance demonstration at Junior High School 16 in Bandar Lampung.This research uses descriptive qualitative method. Sources of data in this study were students of class VII ekstrakurikuller dance at Junior High School 16, Bandar Lampung, amounting to 11 students. The technique used to collect the data were observation participate (participation), interviews, documentation, and testing practices.Method applied to the study of dance demonstrations Bedayo Tulang Bawang from the initial meeting to the final meeting. Demonstration method is an appropriate method to study dance Bedayo Tulang Bawang because this method can facilitate the teacher to explain and practice a motion that can be understood by the student and the student can directly imitate and follow that practiced by the teacher.Learning outcomes Bedayo Tulang Bawang dance using the demonstration showed that the average student is able to demonstrate Bedayo Tulang Bawang dance pretty well according to you have been taught. Assessment is given through three aspects of mobility, accuracy and expression motion with accompaniment while dancing.KEY WORD : EDUCATION, BEDAYO TULANG BAWANG DANCE, DEMONSTRATIONS
PEMBELAJARAN TARI SIGEH PENGUTEN MELALUI METODE DEMONSTRASI DI SMAN 9 BANDAR LAMPUNG Rahmawati Rahmawati; Muhammad Fuad; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.561 KB)

Abstract

The problem in this research is learning process of  sigeh penguten dance using demonstrations  method in  the  extracurricular  activity  at  senior high  school  9 Bandar Lampung. This research aimed to describe the learning of sigeh penguten dance using demonstrations method in the extra-curricular activity at senior high school 9 Bandar Lampung. This research is a qualitative descriptive research. The source  of  data  in  this research  is  an art  teacher  and  students  grade  ten  in  the extracurricular  activity.  The  data  collecting  techniques  which  is  used are observation, interview, documentation, and pratice test. The result of this research shows that learning of sigeh penguten dance used demonstrations method in this school is enough with the average value 72,6. Assessment is given through four aspects of movement recitation, movement technic, accuracy and expression motion with accompaniment while dancing. Permasalahan dalam penelitian ini adalah proses pembelajaran tari sigeh penguten melalui  metode  demonstrasi  pada  kegiatan  ekstrakurikuler di  SMA  Negeri  9 Bandar  Lampung.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk mendeskripsikan  pembelajaran tari sigeh penguten melalui metode demonstrasi pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA  Negeri  9  Bandar Lampung.  Penelitian  ini  merupakan  jenis  penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru seni budaya dan siswa kelas X yang terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler tari di SMA Negeri 9 Bandar Lampung. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara,  dokumentasi  dan  tes  praktik.  Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa pembelajaran  tari  sigeh  penguten melalui  metode  demonstrasi  di  sekolah  ini terbilang  cukup  dengan nilai  rata-rata  72,6.  Penilaian  diberikan  melalui  empat aspek,  yaitu hafalan  gerak,  teknik  gerak,  ketepatan  gerak  dengan  iringan,  dan penghayatan atau ekspresi saat menari.   Kata kunci : demonstrasi, pembelajaran, sigeh penguten
Pembelajaran Tari Sigeh Penguten Menggunakan Strategi Joyful Learning Berbantu Dengan Humor Pada Kelas VIII di SMP Xaverius Pringsewu Agata Shintia; Susi Wendhaningsih; Agung Kurniawan; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Seni Dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.057 KB)

Abstract

The foccuss in tresearch is how the proccess and the result after the Sigegh Penguten teahcing learning through joyful learning included humorous material for eighth grade students at Xaverius Pringsewu Junior High School. Behaviouristic theory was implemented in this research. Furthermore, qualitative descriptive was implemented as a design in tihs research. The population of this research was eighth grade of junior high school students, where as five of them were chosen as the sample, and art teacher. The instruments were observation, interview, documentation, and practice test. the data were analyzed through data reduction. Serving the data, and drawing conclussion. The implementation of Joyful learning combining with the humorous strategy proves that this strategy could be trigerred by a humorous poetry or funny video which give a stimulation of fun lerning to students. While, in the teaching leanring process of Sigegh Penguten, there were eight meeting of the implementation and most of the students achieved good as the criterion.Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana proses dan hasil pembelajaran tari sigeh penguten menggunakan strategi joyful learning berbantu dengan humor pada kelas VIII di SMP Xaverius Pringsewu. Teori yang digunakan adalah teori behavioristik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah 5 siswa dan guru seni budaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes praktik. Analisis data penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Strategi pembelajaran joyful learning berbantu dengan humor adalah strategi yang dapat diciptakan menggunakan pantun jenaka, atau video lucu yang melibatkan guru untuk memberikan rangsangan yang menyenangkan dalam pembelajaran. Pada proses pembelajaran tari sigeh penguten dilaksanakan selama delapan kali pertemuan menunjukan bahwa rata-rata penilaian mendapat kriteria baik.Kata kunci: Joyful Learning, Pembelajaran, Sigeh Penguten.
PEMBELAJARAN TARI SIGEH PENGUTEN MENGGUNAKAN KONSEP NEMUI NYIMAH PADA SDN 01 SIMPANG AGUNG Ary Mitha Anggrainy; I Wayan Mustika; Agung Kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.874 KB)

Abstract

This study aimed to describe the process and outcomes of learning dance sigeh penguten using nemui nyimah concept at SD Negeri 01 Simpang Agung Lampung Tengah. The method used was descriptive qualitative. Source of data in this study were the cultural art teacher and student grade IV. Data collection techniques used observation, interviews, documentation, and test practice. Steps of using nyimah nemui concept were that students were taught to have an attitude of tolerance and good behavior, able to move in accordance with the learned and intellectual skills that was the students were able to memorize dance sigeh penguten wich has been learned. Assessment iwas provided through four aspects, namely rote motion, motion technique, the precision of motion with accompaniment, and appreiation or expression. Learning outcomes sigeh penguten dance showed that the average of all aspects of dance ratings sigeh penguten got a good criterion with an average score of 81.7.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran tari sigeh penguten dengan menggunakan konsep nemui nyimah pada siswa SD Negeri 01 Simpang Agung Lampung Tengah. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa dan guru seni budaya SD Negeri 01 Simpang Agung Lampung Tengah. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara, dokumentasi, tes praktik. Langkah langkah penggunaan konsep nemui nyimah yaitu siswa diajarkan untuk memiliki sikap toleransi dan berperilaku baik, menghargai teman, mampu bergerak sesuai dengan yang dipelajari dan kecakapan intelek yaitu siswa mampu menghafal gerak tari sigeh pengutenyang telah dipelajari.Penilaian yang diberikan oleh guru dan peneliti melalui empat aspek yaitu hafalan gerak, teknik gerak, ketepatan gerak dengan iringan, dan penghayatan atau ekspresi saat menari. Hasil pembelajaran tari sigeh penguten dengan menggunakan konsep nemui nyimah menunjukkan bahwa rata-rata dari seluruh aspek penilaian tari sigeh penguten mendapat kriteria baik dengan rata-rata skor 81,7.Kata kunci: pembelajaran, nemui nyimah, sigeh penguten
Evaluasi Pembelajaran Tari Bedana di SMK Tunas Wiyata Way Tuba Fransiska Dwi Ariani; Susi Wendhaningsih; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.496 KB)

Abstract

This study aims to discribe the implementation of learning evaluation of bedana dance on the aspects of cognitive, affective, psychomotor using self-assessment technic in SMK Tunas Wiyata. This research uses descriptive qualitative type. Source data of art and culture teachers, and students from class X.1 of Office Adsministrasi studies amounts to 25 students. Technic of data collection is this study are observation, interview, and documentation. The implementation of learning evaluation of bedana dance using self-assessment technic is carried out after the teacher has done the assessment and measurement on the material of bedana dance. Determining the competence to be assessed, develop a self-assessment format in the form of a checklist statement according to the quality of self-assessment. The teacher explains the benefits and objectives of self-evaluation, shares self-assessment formats, and lets the learners fill in the self-assessment sheets. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan evaluasi pembelajaran tari bedana aspek kognitif, afektif, psikomotor menggunakan teknik penilaian diri di SMK Tunas Wiyata. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif. Sumber data guru seni budaya, dan siswa kelas X.1 Jurusan Adsministrasi Perkantoran yang berjumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data dalam  penelitian ini observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pelaksanaan evaluasi pembelajaran tari bedana menggunakan teknik penilaian diri dilaksanakan setelah guru melakukan penilaian dan pengukuran pada materi tari bedana. Dengan menentukan kompetensi yang akan dinilai, menyusun format penilaian diri berupa pernyataan daftar ceklis sesuai acuan kualitas penilaian diri. Guru menjelaskan manfaat dan tujuan evaluasi diri, membagikan format penilaian diri, dan mempersilahkan peserta didik mengisi lembar penilaian diri.                                                                                                                                               Kata Kunci: Evaluasi, Penilaian Diri, Tari Bedana.
PEMBELAJARAN TARI CANGGET MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE IOC DI SMAN MELINTING Galuh Sukmawati; I Wayan Mustika; Susi Wendhaningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 1 (2015): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.832 KB)

Abstract

The problem in this research is how cangget learning process using cooperative learning model of type (Inside Outside Circle) IOC in SMAN I Melinting East Lampung. This study aimed to describe the cangget dance lessons using IOC models of teaching and learning activities in SMAN I Melinting.This research uses descriptive qualitative. The technique used to collect the data are observational participate (participation), interviews, documentation, and testing practices. Source of data in this study were students of class XI Science in SMAN I Melinting totaling 24 students. Cangget learning outcomes using IOC model in class XI Science at SMAN I Melinting shows that students are able to demonstrate dance well. Students well enough to receive and capture lessons given by teachers through the IOC model.Permasalahan di dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pembelajaran cangget dengan menggunakan model Cooperative Learning tipe IOC di SMA Negeri I Melinting Lampung Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tari cangget dengan menggunakan model IOC pada kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri I Melinting. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi berperan serta (partisipasi), wawancara, dokumentasi, dan tes praktik. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA di SMA Negeri I Melinting yang berjumlah 24 siswa. Hasil pembelajaran cangget dengan menggunakan model IOC pada kelas XI IPA di SMA Negeri I Melinting menunjukkan bahwa siswa sudah mampu memeragakan gerak cangget dengan baik. Siswa-siswa cukup baik menerima dan menangkap pembelajaran yang diberikan oleh pengajar melalui model IOC. Kata kunci: cangget, model cooperative learning tipe IOC, pembelajaran
Pembelajaran Tari Bedana Menggunakan Metode Group Investigation Di SMA Bina Mulya Bandar Lampung Mei Novita Sari; susi wendhaningsih; I wayan mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.639 KB)

Abstract

This study discusses the process and learning outcomes of bedana dance at SMA Bina Mulya Bandar Lampung. The formulation of the problem in this research is how the process and learning outcomes of bedana dance use the group investigation method in Bina Mulya Bandar Lampung High School. This research aims to describe the process and learning outcomes of bedana dance using the group investigation method in SMA Bina Mulya Bandar Lampung. This research is a descriptive type of research through a qualitative approach by directly observing the process and results of Bedana dance learning using the group investigation method. The teacher uses a group investigation method with six stages and gets the results of student learning in bedana dance learning with good criteria with an average value obtained by students, namely 81.3.Penelitian ini membahas tentang proses dan hasil pembelajaran tari bedana di SMA Bina Mulya Bandar Lampung. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses dan hasil pembelajaran tari bedana menggunakan metode group investigation di SMA Bina Mulya Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran tari bedana menggunakan metode group investigation di SMA Bina Mulya Bandar Lampung. Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif dengan mengamati secara langsung proses dan hasil dari pembelajaran tari bedana menggunakan metode group investigation. Guru menggunakan metode group investigation dengan enam tahapan dan mendapatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran tari bedana dengan kriteria baik dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa yaitu 81.3.Kata kunci: Metode group investigation, Pembelajaran dan tari bedana.
Co-Authors Adelina Hasyim Agata Shintia Agung Ayu Made Pranadewi Agung Kurniawan Agung Kurniawan Agus Wantoro Saputra Alfian Ramadhan Andika Primartati Ardelia Vasthi Ariyadi Ariyadi Arum Puspita Putri Ary Mitha Anggrainy Asep Supriadi Bella Aulia Rahmah Dani Adhipta, Dani Deki Prabowo Delvia Sri Mulyanti Dendi Fauzi Deris Astriawan Dian Okta Doni Wibisono Dwiyana Habsary Edo Yoga Saputra Eka Sofia Agustina era aryani sasiwi Farida Ariyani Fransiska Dwi Ariani Galuh Sukmawati Gatra Agnesia Gede Dalem Gilang Mahajaya Putra Goesthy Ayu Mariana Devi Lestari Gracia Gesta Nawangsasi hasyimkan hasyimkan Hermita Puri I Gede Astawan I Ketut Gama I Made Andi Setiawan I Made Manukasmawan I Nyoman Tri Dharma Astika Ike Purnama Sari Indra Bulan Indra Nurmanto Irestrina Elmiradewi IRIANING SUPARLINAH Ita Ani Rosita Ketut Sudiantara Lora Gustia Ningsih Luh Puspita Gita Nurani Lusiana Lusiana Marlina Zulkarnain Mei Novita Sari merly violita Mudinillah, Adam Muhammad Amrulloh MUHAMMAD FUAD Munaris . Nabilla Kurnia Adzan Nana Virta Effendi Nengah Sekarini Ni Made Dwi Septianingsih Ni Wayan Prami Nona Diana Ardinur Novelly Mutiara Andini Nurlaksana Eko Puguh Nurohim Pungki Wahana Putra Putri Indriyani Putri Sheli Yualita Putu Setyarini Rahmat Prayogi, Rahmat Ratih Astari Ratna Juwita Resti Pamuji Ningsih Riyan Hidayatullah Riyan Hidayatullah Rizky Suci Pratiwi Rr. Tri Arum Wulandari Sadita Wyddia Shiura Safei Soleh Sandika Ali Saskia Altamira Harja Sayu Putu Widya Astuti Sendy Anisa SRI RAHAYU Sunarti, Iing supadmi supadmi Susi Wendhaningsih Susi Wendhaningsih Tuntun Sinaga Wayan Dewi Kamala Sari Wayan Oktaliana Wita Asiyah Zakia Nurul Jannaty Zefrisya Zefrisya Zeny Putri Sanjaya