Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBELAJARAN TARI HALIBAMBANG MENGGUNAKAN METODE DRILL DI PLK DHARMA BAKTI DHARMA PERTIWI Bella Aulia Rahmah; Muhammad Fuad; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 5 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.327 KB)

Abstract

This research was aimed to describe halibambang dance learning used drill method in deaf children extracurricular activities in PLK Dharma Bhakti Dharma Pertiwi Kemiling Bandar Lampung. This study was descriptive qualitative research. The data sources were teacher, and student. The data collection techniques were observation, interview, documentation practice test and non test. This research findings were the teachers steps in using drill method as follows first students were doing warming movement, second giving example of dancing movement, third the teacher taught the students to do the movement together, fourth doing some tests to measure students abilities. The result showed halibambang dance learning got average score by 70% with good criteria.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsiskan proses dan hasil pembelajaran tari halibambang menggunakan metode drill di PLK Dharma Bakti Dharma Pertiwi Kemiling. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, tes praktik dan nontes. Adapun temuan penelitian ini langkah-langkah guru dalam menerapkan metode drill pertama siswa untuk pemanasan, kedua memberikan contoh ragam gerak, ketiga guru membimbing siswa untuk berlatih bersama-sama, keempat melakukan tes untuk mengukur kemampuan siswa. Hasil pembelajaran tari halibambang menggunakan metodedirllmenunjukkan bahwa dari aspek penilaian guru memperoleh rata-rata 70% dengan kriteria baik.Kata kunci : pembelajaran, tari halibambang, metode drill.
PEMBELAJARAN TARI BEDAYO TULANG BAWANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DI SMP NEGERI 16 BANDAR LAMPUNG era aryani sasiwi; I wayan Mustika; hasyimkan hasyimkan; agung kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2013): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.31 KB)

Abstract

Issues discussed in this study is learning dance Bedayo Tulang Bawang using SMP Negeri 16 demonstration in Bandar Lampung. This study aimed to describe the dance lessons Bedayo Tulang Bawang using ekstrakurikuller dance demonstration at Junior High School 16 in Bandar Lampung.This research uses descriptive qualitative method. Sources of data in this study were students of class VII ekstrakurikuller dance at Junior High School 16, Bandar Lampung, amounting to 11 students. The technique used to collect the data were observation participate (participation), interviews, documentation, and testing practices.Method applied to the study of dance demonstrations Bedayo Tulang Bawang from the initial meeting to the final meeting. Demonstration method is an appropriate method to study dance Bedayo Tulang Bawang because this method can facilitate the teacher to explain and practice a motion that can be understood by the student and the student can directly imitate and follow that practiced by the teacher.Learning outcomes Bedayo Tulang Bawang dance using the demonstration showed that the average student is able to demonstrate Bedayo Tulang Bawang dance pretty well according to you have been taught. Assessment is given through three aspects of mobility, accuracy and expression motion with accompaniment while dancing.KEY WORD : EDUCATION, BEDAYO TULANG BAWANG DANCE, DEMONSTRATIONS
PEMBELAJARAN TARI SIGEH PENGUTEN MELALUI METODE DEMONSTRASI DI SMAN 9 BANDAR LAMPUNG Rahmawati Rahmawati; Muhammad Fuad; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.561 KB)

Abstract

The problem in this research is learning process of  sigeh penguten dance using demonstrations  method in  the  extracurricular  activity  at  senior high  school  9 Bandar Lampung. This research aimed to describe the learning of sigeh penguten dance using demonstrations method in the extra-curricular activity at senior high school 9 Bandar Lampung. This research is a qualitative descriptive research. The source  of  data  in  this research  is  an art  teacher  and  students  grade  ten  in  the extracurricular  activity.  The  data  collecting  techniques  which  is  used are observation, interview, documentation, and pratice test. The result of this research shows that learning of sigeh penguten dance used demonstrations method in this school is enough with the average value 72,6. Assessment is given through four aspects of movement recitation, movement technic, accuracy and expression motion with accompaniment while dancing. Permasalahan dalam penelitian ini adalah proses pembelajaran tari sigeh penguten melalui  metode  demonstrasi  pada  kegiatan  ekstrakurikuler di  SMA  Negeri  9 Bandar  Lampung.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk mendeskripsikan  pembelajaran tari sigeh penguten melalui metode demonstrasi pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA  Negeri  9  Bandar Lampung.  Penelitian  ini  merupakan  jenis  penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru seni budaya dan siswa kelas X yang terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler tari di SMA Negeri 9 Bandar Lampung. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara,  dokumentasi  dan  tes  praktik.  Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa pembelajaran  tari  sigeh  penguten melalui  metode  demonstrasi  di  sekolah  ini terbilang  cukup  dengan nilai  rata-rata  72,6.  Penilaian  diberikan  melalui  empat aspek,  yaitu hafalan  gerak,  teknik  gerak,  ketepatan  gerak  dengan  iringan,  dan penghayatan atau ekspresi saat menari.   Kata kunci : demonstrasi, pembelajaran, sigeh penguten
PEMBELAJARAN TARI SIGEH PENGUTEN MENGGUNAKAN KONSEP NEMUI NYIMAH PADA SDN 01 SIMPANG AGUNG Ary Mitha Anggrainy; I Wayan Mustika; Agung Kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.874 KB)

Abstract

This study aimed to describe the process and outcomes of learning dance sigeh penguten using nemui nyimah concept at SD Negeri 01 Simpang Agung Lampung Tengah. The method used was descriptive qualitative. Source of data in this study were the cultural art teacher and student grade IV. Data collection techniques used observation, interviews, documentation, and test practice. Steps of using nyimah nemui concept were that students were taught to have an attitude of tolerance and good behavior, able to move in accordance with the learned and intellectual skills that was the students were able to memorize dance sigeh penguten wich has been learned. Assessment iwas provided through four aspects, namely rote motion, motion technique, the precision of motion with accompaniment, and appreiation or expression. Learning outcomes sigeh penguten dance showed that the average of all aspects of dance ratings sigeh penguten got a good criterion with an average score of 81.7.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran tari sigeh penguten dengan menggunakan konsep nemui nyimah pada siswa SD Negeri 01 Simpang Agung Lampung Tengah. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa dan guru seni budaya SD Negeri 01 Simpang Agung Lampung Tengah. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara, dokumentasi, tes praktik. Langkah langkah penggunaan konsep nemui nyimah yaitu siswa diajarkan untuk memiliki sikap toleransi dan berperilaku baik, menghargai teman, mampu bergerak sesuai dengan yang dipelajari dan kecakapan intelek yaitu siswa mampu menghafal gerak tari sigeh pengutenyang telah dipelajari.Penilaian yang diberikan oleh guru dan peneliti melalui empat aspek yaitu hafalan gerak, teknik gerak, ketepatan gerak dengan iringan, dan penghayatan atau ekspresi saat menari. Hasil pembelajaran tari sigeh penguten dengan menggunakan konsep nemui nyimah menunjukkan bahwa rata-rata dari seluruh aspek penilaian tari sigeh penguten mendapat kriteria baik dengan rata-rata skor 81,7.Kata kunci: pembelajaran, nemui nyimah, sigeh penguten
Evaluasi Pembelajaran Tari Bedana di SMK Tunas Wiyata Way Tuba Fransiska Dwi Ariani; Susi Wendhaningsih; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.496 KB)

Abstract

This study aims to discribe the implementation of learning evaluation of bedana dance on the aspects of cognitive, affective, psychomotor using self-assessment technic in SMK Tunas Wiyata. This research uses descriptive qualitative type. Source data of art and culture teachers, and students from class X.1 of Office Adsministrasi studies amounts to 25 students. Technic of data collection is this study are observation, interview, and documentation. The implementation of learning evaluation of bedana dance using self-assessment technic is carried out after the teacher has done the assessment and measurement on the material of bedana dance. Determining the competence to be assessed, develop a self-assessment format in the form of a checklist statement according to the quality of self-assessment. The teacher explains the benefits and objectives of self-evaluation, shares self-assessment formats, and lets the learners fill in the self-assessment sheets. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan evaluasi pembelajaran tari bedana aspek kognitif, afektif, psikomotor menggunakan teknik penilaian diri di SMK Tunas Wiyata. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif. Sumber data guru seni budaya, dan siswa kelas X.1 Jurusan Adsministrasi Perkantoran yang berjumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data dalam  penelitian ini observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pelaksanaan evaluasi pembelajaran tari bedana menggunakan teknik penilaian diri dilaksanakan setelah guru melakukan penilaian dan pengukuran pada materi tari bedana. Dengan menentukan kompetensi yang akan dinilai, menyusun format penilaian diri berupa pernyataan daftar ceklis sesuai acuan kualitas penilaian diri. Guru menjelaskan manfaat dan tujuan evaluasi diri, membagikan format penilaian diri, dan mempersilahkan peserta didik mengisi lembar penilaian diri.                                                                                                                                               Kata Kunci: Evaluasi, Penilaian Diri, Tari Bedana.
PEMBELAJARAN TARI CANGGET MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE IOC DI SMAN MELINTING Galuh Sukmawati; I Wayan Mustika; Susi Wendhaningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 1 (2015): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.832 KB)

Abstract

The problem in this research is how cangget learning process using cooperative learning model of type (Inside Outside Circle) IOC in SMAN I Melinting East Lampung. This study aimed to describe the cangget dance lessons using IOC models of teaching and learning activities in SMAN I Melinting.This research uses descriptive qualitative. The technique used to collect the data are observational participate (participation), interviews, documentation, and testing practices. Source of data in this study were students of class XI Science in SMAN I Melinting totaling 24 students. Cangget learning outcomes using IOC model in class XI Science at SMAN I Melinting shows that students are able to demonstrate dance well. Students well enough to receive and capture lessons given by teachers through the IOC model.Permasalahan di dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pembelajaran cangget dengan menggunakan model Cooperative Learning tipe IOC di SMA Negeri I Melinting Lampung Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tari cangget dengan menggunakan model IOC pada kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri I Melinting. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi berperan serta (partisipasi), wawancara, dokumentasi, dan tes praktik. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA di SMA Negeri I Melinting yang berjumlah 24 siswa. Hasil pembelajaran cangget dengan menggunakan model IOC pada kelas XI IPA di SMA Negeri I Melinting menunjukkan bahwa siswa sudah mampu memeragakan gerak cangget dengan baik. Siswa-siswa cukup baik menerima dan menangkap pembelajaran yang diberikan oleh pengajar melalui model IOC. Kata kunci: cangget, model cooperative learning tipe IOC, pembelajaran
Pembelajaran Tari Bedana Menggunakan Metode Group Investigation Di SMA Bina Mulya Bandar Lampung Mei Novita Sari; susi wendhaningsih; I wayan mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.639 KB)

Abstract

This study discusses the process and learning outcomes of bedana dance at SMA Bina Mulya Bandar Lampung. The formulation of the problem in this research is how the process and learning outcomes of bedana dance use the group investigation method in Bina Mulya Bandar Lampung High School. This research aims to describe the process and learning outcomes of bedana dance using the group investigation method in SMA Bina Mulya Bandar Lampung. This research is a descriptive type of research through a qualitative approach by directly observing the process and results of Bedana dance learning using the group investigation method. The teacher uses a group investigation method with six stages and gets the results of student learning in bedana dance learning with good criteria with an average value obtained by students, namely 81.3.Penelitian ini membahas tentang proses dan hasil pembelajaran tari bedana di SMA Bina Mulya Bandar Lampung. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses dan hasil pembelajaran tari bedana menggunakan metode group investigation di SMA Bina Mulya Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran tari bedana menggunakan metode group investigation di SMA Bina Mulya Bandar Lampung. Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif dengan mengamati secara langsung proses dan hasil dari pembelajaran tari bedana menggunakan metode group investigation. Guru menggunakan metode group investigation dengan enam tahapan dan mendapatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran tari bedana dengan kriteria baik dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa yaitu 81.3.Kata kunci: Metode group investigation, Pembelajaran dan tari bedana.
PEMBELAJARAN TARI SIGEH PENGUTEN MELALUI PEMBELAJARAN (PAIKEM) DI SMP NEGERI 7 METRO Pungki Wahana Putra; Muhammad Fuad; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 4, No 1 (2016): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.922 KB)

Abstract

The purpose of this research was to describe the process and the learning result by using PAIKEM approach. The theory used in this research was PAIKEM approach and Sigeh Penguten dance. It was a descriptive qualitative research. The sources of data in this research were art and culture teachers and twelve students of VIII D class. The data collecting techniques used in this research were observation, interview, documentation, and practice test. There were some learning aspects in this learning process of PAIKEM approach in which teacher acts as a facilitator to trigger students to be more active and creative in learning. Then, teachers gave instructions to help students to achieved the target of learning. In the result of learning through PAIKEM in eight meetings, it is shown that averagely, from the whole assessment aspects of Sigeh Penguten dance students,it reached the criteria of sufficient during the assessment process. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PAIKEM. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori pembelajaran pendekatan PAIKEM, dan tari sigeh penguten. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu guru seni budaya dan 12 siswi kelas VIII D. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes praktik. Dalam proses pembelajaran ini terdiri dari aspek pembelajaran (PAIKEM) yaitu guru berperan sebagai fasilitator untuk merangsang siswa agar bisa lebih aktif dan kreatif dalam belajar. Berikutnya, guru memberikan arahan untuk tercapainya tujuan pembelajaran. Dalam Hasil pembelajaran mengunakan pendekatan PAIKEM selama delapan kali pertemuan menunjukan bahwa rata-rata dari seluruh aspek penilaian tari sigeh penguten mendapat kriteria cukup pada saat penilaian menari sigeh penguten.Kata kunci: pembelajaran, tari sigeh penguten, pendekatan (PAIKEM)
Penggunaan Metode Demonstrasi Digunakan dalam Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA N 1 Seputih Raman Ni Made Dwi Septianingsih; Hasyimkan Hasyimkan; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.327 KB)

Abstract

The formulation of the problem in this research is how the process and the result of learning the dance of the bedana using the demonstration method on extracurricular activities in SMA Negeri 1 Seputih Raman. This study aims to determine the use of demonstration methods on the learning of motion dance variety in extracurricular activities to improve student learning activities in SMA N 1 Seputih Raman Lampung Tengah. Teachers have applied demonstration methods to every learning process, but teachers also use other methods of lecture method and audio visual media method that support dance learning using demonstration method. Sources of data in this study were 8 students of class X who followed extracurricular activities and extracurricular tutors. This research design using descriptive qualitative research type. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah proses dan hasil pembelajaran tari bedana menggunakan metode demonstrasi pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Seputih Raman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan metode demonstrasi pada pembelajaran ragam gerak tari bedana dalam kegiatan ekstrakurikuler untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa di SMA N 1 Seputih Raman Lampung Tengah. Guru telah menerapkan metode demonstrasi pada setiap proses pembelajaran, namun guru juga menggunakan metode lain yaitu metode ceramah dan metode media audio visual yang menunjang pembelajaran tari menggunakan metode demonstrasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah 8 siswi kelas X yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan guru pembimbing ekstrakurikuler. Desain penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Kata kunci : pembelajaran, metode demonstrasi, tari bedana.
PEMBELAJARANTARI MULI SIGER MENGGUNAKAN METODE DRILLDI SMPN 1 JATI AGUNG Ratih Astari; Agung Kurniawan; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 3 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.317 KB)

Abstract

This study aims to describe the process and outcomes of learning muli siger dance using drill method  on  the  students  in  SMPN  1  Jati Agung. This  research  uses  descriptive  qualitative method.  Source  of  the  data  obtained  in  this  study  were  teachers  and  students  of  art  and culture.  Data  collection  techniques  used  were  observation,  interviews, documentation,  and testing practices. Step by step method using drill, exercises, prioritizingaccuracy ofstudents, taking  into  account  thetraining time,  prioritizing  core  process  implementation,  and evaluation. Assessment is provided through three aspects wiraga, wirama, and wirasa, but it is also an assessment of student learning activities at each meeting. Learning outcomes muli siger  dance  using  drill  method  showed  that the  average  assessment  of  all  aspects  of  muli siger dance got a good criteria on with an average score of 77. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil belajar tari muli siger dengan menggunakan  metode  drill  pada  siswa  di  SMP Negeri  1  Jati  Agung.  Penelitian  ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah  guru seni  budaya  dan  siswa.Teknik  pengumpulan  data  yang  digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes praktik. Langkah langkah penggunaan metode drill,  melakukan  latihan,  mengutamakan ketepatan  siswa, memperhitungkan  waktu  latihan, mengutamakan proses inti pelaksanaan, dan evaluasi. Penilaian diberikan melalui tiga aspek yaitu  wiraga,  wirama,  dan  wirasa,  selain  itu  juga  penilaian tentang  aktivitas  belajar  siswa pada setiap pertemuan. Hasil pembelajaran tari muli siger dengan menggunakan metode drill menunjukkan bahwa rata-rata dari seluruh aspek penilaian tari muli siger mendapat kriteria baik dengan rata-rata skor 77.  Kata kunci: pembelajaran, penilaian, tari muli siger.