Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelajaran Tari Melinting Mengggunakan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Di SMP Negeri 1 Trimurjo Resti Pamuji Ningsih; I Wayan Mustika; Susi Wendhaningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Seni Dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.087 KB)

Abstract

The problem in this research is how the process and the result of learning melinting dance used cooperative learning model of jigsaw type in Junior High School 1 Trimurjo. This research aims to describe the process and the result of learning melinting dance using cooperative learning model of jigsaw type in Junior High School 1 Trimurjo. The method used in this research is descriptive qualitative method. Data collection techniques used are observation, interviews, documentation, practice test, and non test. Based on data analysis techniques, the avarage value of learning process using cooperative learning model of jigsaw type in Junior High School 1 Trimurjo in the first to fifth meeting reached 87 is excellent category. The avarage value of the dance melinting learning in Junior High School 1 Trimurjo at the sixth until tenth meeting based on all aspects of wiraga, wirama, and wirasa reaching 82 is good category.Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakan proses dan hasil pembelajaran tari melinting menggunakan model cooperative learning tipe jigsaw di SMP Negeri 1 Trimurjo. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran tari melinting menggunakan model cooperative learning tipe jigsaw di SMP Negeri 1 Trimurjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, tes praktik, dan non tes. Berdasarkan teknik analisis data, nilai rata-rata proses pembelajaran menggunakan model cooperative learning tipe jigsaw di SMP Negeri 1 Trimurjo pertemuan pertama sampai kelima mencapai 87 termasuk kategori baik sekali. Nilai rata-rata pembelajaran tari melinting di SMP Negeri 1 Trimurjo pertemuan keenam sampai kesepuluh berdasarkan semua aspek wiraga, wirama, dan wirasa mencapai 82 termasuk kategori baik.Kata kunci : Jigsaw, Pembelajaran, Tari Melinting
Penggunaan Metode Hypnoteaching Dalam Pembelajaran Tari Sigeh Penguten Pada Ekstrakurikuler di SD Negeri 1 Pringsewu Barat Muhammad Amrulloh; I Wayan Mustika; Indra Bulan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.016 KB)

Abstract

Research on the use of hypnoteaching methods in learning Sigeh Penguten  dance in extracurricular activities at SD Negeri 1 Pringsewu Barat aims to observe the steps and results of using hypnoteaching methods in learning Sigeh Penguten  dance. This research is based on respondent conditioning theory and uses descriptive field research methods through a qualitative approach. Sources of data obtained from primary and secondary data sources conducted by observation, interviews and documentation then performed data analysis by data reduction, data presentation and data verification. The results showed the use of hypnoteaching method in learning Sigeh Penguten  dance carried out four steps in its implementation which were arranged in emotional hours, namely calm sessions, serious sessions, independent sessions and relaxed sessions and were said to be successful. This can be proven from 4 students getting excellent categories, 5 students getting good categories, and 1 student getting enough categories with an average value of 80.5. Penelitian penggunaan metode hypnoteaching dalam pembelajaran tari Sigeh Penguten  pada ekstrakurikuler di SD Negeri 1 Pringsewu Barat bertujuan untuk mengamati langkah-langkah dan hasil penggunaan metode hypnoteaching dalam pembelajaran tari Sigeh Penguten. Penelitian ini berlandaskan teori respondent conditioning dan menggunakan metode lapangan jenis penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh dari sumber data primer dan sekunder yang dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian dilakukan analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan metode hypnoteaching dalam pembelajaran tari Sigeh Penguten  dilakukan empat langkah dalam pelaksanaannya yang diatur dalam jam emosi, yaitu sesi tenang, sesi serius, sesi mandiri serta sesi santai dan dikatakan berhasil. Hal ini dapat dibuktikan dari 4 peserta didik memperoleh kategori baik sekali, 5 peserta didik memperoleh kategori baik, dan 1 peserta didik memperoleh kategori cukup dengan rata-rata nilai 80,5.Kata kunci: Metode Hypnoteaching, Pembelajaran, Tari Sigeh Penguten
Pembelajaran Elemen Gerak Tari Menggunakan Model ARCS di SMP Negeri 1 Sumberjaya Lampung Barat Ita Ani Rosita; I Wayan Mustika; Susi Wendhaningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.284 KB)

Abstract

This study aims to describe the use of learning models of attention, relevance, confidence, satisfaction (ARCS) in the learning of dance movement elements in SMP Negeri 1 Sumberjaya, West Lampung. This type of research is qualitative descriptive. Data collection techniques in this study are observation, interviews, and documentation. Data sources are cultural arts teachers and 32 students in class VII A. The teacher carries out dance movement learning elements based on 7 steps and 4 principles of the ARCS learning model. The seven steps are reminding students of the concepts that have been learned, conveying the goals and benefits of learning, conveying the subject matter, using concrete examples, providing tutoring, giving opportunities for students to participate in learning, providing feedback. Step by step, the four principles, namely attention, relevance, confidence, satisfaction, are carried out along with the implementation of learning steps. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran attention, relevance, confidence, satisfaction (ARCS) pada pembelajaran elemen gerak tari di SMP Negeri 1 Sumberjaya, Lampung Barat. Jenis penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yakni guru seni budaya dan 32 siswa di kelas VII A. Guru melaksanakan pembelajaran elemen gerak tari berdasarkan 7 langkah dan 4 prinsip model pembelajaran ARCS. Ketujuh langkah tersebut yaitu mengingatkan kembali siswa pada konsep yang telah dipelajari, menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran, menyampaikan materi pelajaran, menggunakan contoh-contoh yang konkrit, memberi bimbingan belajar, memberi kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi dalam pembelajaran, memberikan umpan balik. Sedangkan, keempat prinsip yaitu  attention, relevance, confidence, satisfaction, terlaksana seiring dengan terlaksananya langkah-langkah pembelajaran.Kata kunci: Elemen Gerak Tari, Model ARCS, Pembelajaran
Pembelajaran Tari Bedana Menggunakan Metode Student Team Achievement Divition (STAD) dalam Kegiatan Ekstrakulikuler di SMAN 1 Seputih Mataram Lusiana Lusiana; I wayan Mustika; Agung Kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.983 KB)

Abstract

This study discusses the learning of bedana dance at extracurricular activities in SMA Negeri 1 Seputih Mataram academic year 2017/2018. This study aims to describe the process of learning dance bedana. This research uses descriptive qualitative research type. The theory used is constructivism in the learning of dance and learning method Student Team Achievement Division (STAD). The learning process using STAD learning model is carried out by the trainer with several stages, namely: group formation consisting of 4 students in one group, presentation of bedana dance material, facilitating students to conduct group activities, execution of examination, exam evaluation and conclusion. Learning outcomes are seen at the end of the lesson.Penelitian ini membahas tentang pembelajaran tari bedana pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Seputih Mataram tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran tari bedana. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah konstruktivisme dalam pembelajaran tari bedana dan metode pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD). Proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran STAD dilaksanakan oleh pelatih dengan beberapa tahapan, yaitu : pembentukan kelompok yang terdiri dari 4 siswa dalam satu kelompok, penyajian materi tari bedana, memfasilitasi siswa untuk melakukan kegiatan kelompok, pelaksanaan ujian, evaluasi ujian dan kesimpulan. Hasil pembelajaran dilihat pada akhir pembelajaran.Kata kunci : pembelajaran, tari bedana, metode pembelajaran STAD.
Pembentukan Karakter Peserta Didik dalam Pembelajaran Seni Budaya di SMK Negeri 2 Bandar Lampung Sadita Wyddia Shiura; Dwiyana Habsary; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Seni Dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.483 KB)

Abstract

This study discusses how the process of determining the character of learners and what are the values of characters that appear in the learning of dance in class XI TKJ 1 in SMK Negeri 2 Bandar Lampung. This type of research is descriptive that produces qualitative data. Data collection techniques in this study are questionnaires, observations, interviews, and documentation. The results showed that the character formation of learners occurred in the learning process that took place in the classroom by doing 3 (three) activities of the initial activity, core activities and end activities. In the learning process comes the values of the characters are religious, honest, discipline, responsibility, tolerance, mutual assistance, polite, responsive and proactive. With good category on the value of the character that is religious, discipline, responsibility and polite. For with enough category on the value of the  character that is honest, tolerance, mutual assistance responsive and proactive.Penelitian ini memiliki rumusan masalah yang membahas mengenai bagaimana proses pembetukan karakter peserta didik dan apa saja nilai karakter yang muncul dalam pembelajaran seni tari pada kelas XI TKJ 1 di SMK Negeri 2 Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah deksriptif yang menghasilkan data kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter peserta didik terjadi pada proses pembelajaran yang berlangsung di kelas dengan melakukan 3 kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Pada proses pembelajaran tersebut didapatkan nilai dengan kategori baik pada nilai karakter yaitu religius, disiplin, tanggung jawab dan santun. Untuk nilai dengan kategori cukup pada nilai karakter yaitu jujur, toleransi, gotong royong, responsif dan proaktif.Kata kunci: pembentukan karakter, nilai karakter, pembelajaran seni tari.
Penggunaan Model Explicit Instruction dalam Pembelajaran Tari Bedayo Tulang Bawang pada Ekstrakurikuler Tari di SMK PGRI 4 Bandar Lampung Wayan Oktaliana; I Wayan Mustika; Indra Bulan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.466 KB)

Abstract

This study discusses the implementation of the learning Bedayo Tulang Bawang Dance using an explicit instruction model. The use of explicit instruction models at SMK PGRI 4 Bandar Lampung was done to explore the process and learning outcomes of Bedayo Tulang Bawang dance by referring to the behavioristic theory and using qualitative descriptive. The data were collected through observation, interviews and documentation. The learning process used the explicit instruction model carried out by conveying material background and learning objectives, demonstrating the materials gradually, doing guided practicing, checking understanding and providing feedback, and carryingout further exercises. The student’s learning outcomes in Bedayo Tulang Bawang  dance was determined goog with the mean score 78,1. Penelitian ini membahas tentang pelaksanaan pembelajaran Tari Bedayo Tulang Bawang menggunakan model explicit instruction. Penggunaan model explicit instruction di SMK PGRI 4 Bandar Lampung dilakukan untuk melihat proses dan hasil belajar tari Bedayo Tulang Bawang dengan mengacu pada teori behavioristik dan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif.  Data yang diperoleh dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses pembelajaran menggunakan model explicit instruction dilaksanakan dengan menyampaikan latar belakang materi serta tujuan pembelajaran, mendemonstrasikan materi secara bertahap, melakukan latihan terbimbing, mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik, serta melakukan latihan lanjutan. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran tari Bedayo Tulang Bawang mendapatkan kriteria baik dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa yaitu 78,1. Kata kunci: Model Explicit Instruction, Pembelajaran, Tari Bedayo.
TIGEL TAREI MASYARAKAT MEGOU PAK TULANG BAWANG DAN IMPLIKASI TERHADAP PEMBELAJARAN SENI TARI Sandika Ali; Munaris Munaris; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.533 KB)

Abstract

This study aims at describing tigel tarei in megou pak society in tulang bawang and its implications in dance learning at SMA. This study uses functional structural theory, theory of the symbol, and behaviorism learning theory. The method which is used in this research is field and literature method, sources of the research are primary data source in the form of direct interview of interviewees, art and culture teacher, eleven students of class X that follows extracurricular dance and books. Secondary data sources in the form of paper, ten kinds of movement tigel tarei. Data collecting techniques used in the research are observation, documentation, and interview. The result of this research shows that tigel tarei is a traditional dance in a wedding party which is developed in Lampung society of pepadun. Tigel tarei is only performed by men only and have a relatively free movement, but has a characteristic that takes elements of flora and fauna.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tigel tarei dalam masyarakat megou pak tulang bawang dan implikasinya dalam pembelajaran seni tari di SMA. Penelitian ini menggunakan teori struktural fungsional, teori simbol, dan teori pembelajaran behaviorisme. Metode penelitian yang digunakan adalah metode lapangan dan kepustakaan, sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer berupa wawancara langsung terhadap narasumber, guru seni budaya, sebelas orang siswa kelas X yang mengikuti ekstrakurikuler tari serta buku-buku. Sumber data sekunder berupa paper, dan sepuluh ragam gerak tigel tarei. Tehnik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tigel tarei merupakan tarian adat dalam pesta perkawinan yang berkembang di daerah masyarakat Lampung beradat pepadun. Tigel tarei hanya dilakukan oleh laki-laki saja dan memiliki gerakan yang relatif bebas, namun memiliki ciri khas yang mengambil unsur flora dan fauna.Kata kunci: megou pak tulang bawang, tigel tarei, pepadun
PEMBELAJARAN TARI BEDANA MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL DI SMA NEGERI 4 METRO Marlina Zulkarnain; Susi Wendhaningsih; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.228 KB)

Abstract

The purpose of this study was to describe to describe the process and outcomes bedana  dance learning at SMAN 4 Metro by using audio visual  media. This research uses descriptive qualitative method. Sources of data used in this study were all students and teachers X.1  arts and culture class. Data collection techniques used were participant observation, interviews, documentation, and  assesment practice test. Steps use of visual audio media provide materials on bedana dance, video broadcast bedana dance, students practicing. Assessment is provided through three aspects wirasa, memorizing the sequence of motion and precision motion with music, but also an  assessment of student learning activities at each meeting. Bedana dance learning outcomes by using visual audio media show that the average assessment of all aspects of bedana dance got sufficient criteria with an average score of 65.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil belajar tari bedana di SMA Negeri 4 Metro dengan menggunakan media audio visual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang diperoleh  dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas  X.1 dan guru seni budaya. Teknik pengumpulan  data  yang  digunakan adalah observasi partisipan, wawancara, dokumentasi,  dan  tes praktik. Langkah-langkah  penggunaan  media  audio  visual memberikan  materi tentang tari bedana, menayangkan video tari bedana, siswa mempraktikannya, siswa mempraktikan secara berpasangan. Penilaian diberikan melalui tiga aspek yaitu wirasa, hafalan urutan gerak dan ketepatan gerak dengan musik, selain itu juga penilaian tentang aktivitas belajar siswa pada setiap pertemuan. Hasil  pembelajaran  tari  Bedana dengan  menggunakan  media  audio  visual menunjukkan  bahwa rata-rata  dari  seluruh  aspek  penilaian  tari  Bedana  mendapat kriteria cukup dengan rata-rata skor 65.Kata kunci: pembelajaran, penilaian, tari bedana.
PEMANFAATAN PENCARIAN LITERATUR KEDOKTERAN CLINICALKEY (STUDI KASUS: FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA YOGYAKARTA) Irestrina Elmiradewi; I Wayan Mustika; Dani Adhipta
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 2 (2017): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.547 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v2i2.49

Abstract

Pendahuluan: ClinicalKey merupakan salah satu mesin pencarian kesehatan yang banyak memberikan informasi kredibel mengenai e-journal, ebook, drug monographs, guidelines, patient education, multimedia, first consult, procedures consult dan lainnya. Saat ini, ClinicalKey merupakan mesin pencarian kesehatan yang dilanggan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana (FK UKDW). Menurut laporan usage report tahun 2014-2015 tingkat penggunaannya sangat rendah jika dibandingan dengan Fakultas Kedokteran lain sehingga FK UKDW memutuskan untuk meningkatkan sosialisasinya. Pada penelitian ini dikaji tingkat kepuasan pengguna ClinicalKey di FK UKDW. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Pengambilan sampel secara random dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis data bersifat kuantitatif statistik dengan menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Model pengukuran kepuasan pengguna menggunakan model Technology Acceptance Model (TAM) dengan teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil: Dari 200 responden mahasiswa dan dosen di FK UKDW, terdapat 56.6% pengguna merasakan kemudahan dalam menggunakan ClinicalKey, 62.5% pengguna mempercayai ClinicalKey dapat meningkatkan performa, 63.5% pengguna merasa ClinicalKey bagus, 56,5% pengguna ingin terus menggunakan ClinicalKey, 63.5% pengguna cukup sering menggunakan ClinicalKey. Pengujian hipotesis pertama PEU berpengaruh signifikan terhadap PU (β=0.785, p
PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KUALITAS LABA DAN NILAI PERUSAHAAN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DIBURSA EFEK JAKARTA) Irianing Suparlinah; Indra Nurmanto; I Wayan Mustika
Solusi Vol 8, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v8i3.1958

Abstract

This research entitled is "Analyze the Influence of Corporate Governance Mechanism to Earning Quality and Value of the Firm (An Empirical Study on Manufacturing Companies at Jakarta Stock Exchange). The purpose of the research was to disclose first whether corporate governance mechanism (managerial ownership, board of commissioner composition and audit committee) influence earning quality. Second, whether corporate governance mechanism (managerial ownership, board of commissioner composition and audit committee) and earning quality influences value of the firm.Data used in this research was obtained from 78 manufacturing companies that enlisted in Jakarta Stock Exchange. Data was analyzed using structural equation model (SEM) with AMOS 5 software.Research Result that ( 1) corporate governance mechanism (managerial ownership, board of commissioner composition and audit committee) have significant effect toward earning quality, (2) corporate governance mechanism (managerial ownership, board of commissioner composition, audit committee) and earning quality have no significant effect toward value of the firm.Keyword: Corporate Governance Mechanism, Earning Quality and Value of the Firm
Co-Authors Adelina Hasyim Agata Shintia Agung Ayu Made Pranadewi Agung Kurniawan Agung Kurniawan Agus Wantoro Saputra Alfian Ramadhan Andika Primartati Ardelia Vasthi Ariyadi Ariyadi Arum Puspita Putri Ary Mitha Anggrainy Asep Supriadi Bella Aulia Rahmah Dani Adhipta, Dani Deki Prabowo Delvia Sri Mulyanti Dendi Fauzi Deris Astriawan Dian Okta Doni Wibisono Dwiyana Habsary Edo Yoga Saputra Eka Sofia Agustina era aryani sasiwi Farida Ariyani Fransiska Dwi Ariani Galuh Sukmawati Gatra Agnesia Gede Dalem Gilang Mahajaya Putra Goesthy Ayu Mariana Devi Lestari Gracia Gesta Nawangsasi hasyimkan hasyimkan Hermita Puri I Gede Astawan I Ketut Gama I Made Andi Setiawan I Made Manukasmawan I Nyoman Tri Dharma Astika Ike Purnama Sari Indra Bulan Indra Nurmanto Irestrina Elmiradewi IRIANING SUPARLINAH Ita Ani Rosita Ketut Sudiantara Lora Gustia Ningsih Luh Puspita Gita Nurani Lusiana Lusiana Marlina Zulkarnain Mei Novita Sari merly violita Mudinillah, Adam Muhammad Amrulloh MUHAMMAD FUAD Munaris . Nabilla Kurnia Adzan Nana Virta Effendi Nengah Sekarini Ni Made Dwi Septianingsih Ni Wayan Prami Nona Diana Ardinur Novelly Mutiara Andini Nurlaksana Eko Puguh Nurohim Pungki Wahana Putra Putri Indriyani Putri Sheli Yualita Putu Setyarini Rahmat Prayogi, Rahmat Ratih Astari Ratna Juwita Resti Pamuji Ningsih Riyan Hidayatullah Riyan Hidayatullah Rizky Suci Pratiwi Rr. Tri Arum Wulandari Sadita Wyddia Shiura Safei Soleh Sandika Ali Saskia Altamira Harja Sayu Putu Widya Astuti Sendy Anisa SRI RAHAYU Sunarti, Iing supadmi supadmi Susi Wendhaningsih Susi Wendhaningsih Tuntun Sinaga Wayan Dewi Kamala Sari Wayan Oktaliana Wita Asiyah Zakia Nurul Jannaty Zefrisya Zefrisya Zeny Putri Sanjaya