Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Model Explicit Instruction dalam Pembelajaran Tari Bedayo Tulang Bawang pada Ekstrakurikuler Tari di SMK PGRI 4 Bandar Lampung Wayan Oktaliana; I Wayan Mustika; Indra Bulan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.466 KB)

Abstract

This study discusses the implementation of the learning Bedayo Tulang Bawang Dance using an explicit instruction model. The use of explicit instruction models at SMK PGRI 4 Bandar Lampung was done to explore the process and learning outcomes of Bedayo Tulang Bawang dance by referring to the behavioristic theory and using qualitative descriptive. The data were collected through observation, interviews and documentation. The learning process used the explicit instruction model carried out by conveying material background and learning objectives, demonstrating the materials gradually, doing guided practicing, checking understanding and providing feedback, and carryingout further exercises. The student’s learning outcomes in Bedayo Tulang Bawang  dance was determined goog with the mean score 78,1. Penelitian ini membahas tentang pelaksanaan pembelajaran Tari Bedayo Tulang Bawang menggunakan model explicit instruction. Penggunaan model explicit instruction di SMK PGRI 4 Bandar Lampung dilakukan untuk melihat proses dan hasil belajar tari Bedayo Tulang Bawang dengan mengacu pada teori behavioristik dan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif.  Data yang diperoleh dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses pembelajaran menggunakan model explicit instruction dilaksanakan dengan menyampaikan latar belakang materi serta tujuan pembelajaran, mendemonstrasikan materi secara bertahap, melakukan latihan terbimbing, mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik, serta melakukan latihan lanjutan. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran tari Bedayo Tulang Bawang mendapatkan kriteria baik dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa yaitu 78,1. Kata kunci: Model Explicit Instruction, Pembelajaran, Tari Bedayo.
TIGEL TAREI MASYARAKAT MEGOU PAK TULANG BAWANG DAN IMPLIKASI TERHADAP PEMBELAJARAN SENI TARI Sandika Ali; Munaris Munaris; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.533 KB)

Abstract

This study aims at describing tigel tarei in megou pak society in tulang bawang and its implications in dance learning at SMA. This study uses functional structural theory, theory of the symbol, and behaviorism learning theory. The method which is used in this research is field and literature method, sources of the research are primary data source in the form of direct interview of interviewees, art and culture teacher, eleven students of class X that follows extracurricular dance and books. Secondary data sources in the form of paper, ten kinds of movement tigel tarei. Data collecting techniques used in the research are observation, documentation, and interview. The result of this research shows that tigel tarei is a traditional dance in a wedding party which is developed in Lampung society of pepadun. Tigel tarei is only performed by men only and have a relatively free movement, but has a characteristic that takes elements of flora and fauna.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tigel tarei dalam masyarakat megou pak tulang bawang dan implikasinya dalam pembelajaran seni tari di SMA. Penelitian ini menggunakan teori struktural fungsional, teori simbol, dan teori pembelajaran behaviorisme. Metode penelitian yang digunakan adalah metode lapangan dan kepustakaan, sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer berupa wawancara langsung terhadap narasumber, guru seni budaya, sebelas orang siswa kelas X yang mengikuti ekstrakurikuler tari serta buku-buku. Sumber data sekunder berupa paper, dan sepuluh ragam gerak tigel tarei. Tehnik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tigel tarei merupakan tarian adat dalam pesta perkawinan yang berkembang di daerah masyarakat Lampung beradat pepadun. Tigel tarei hanya dilakukan oleh laki-laki saja dan memiliki gerakan yang relatif bebas, namun memiliki ciri khas yang mengambil unsur flora dan fauna.Kata kunci: megou pak tulang bawang, tigel tarei, pepadun
PEMBELAJARAN TARI BEDANA MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL DI SMA NEGERI 4 METRO Marlina Zulkarnain; Susi Wendhaningsih; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.228 KB)

Abstract

The purpose of this study was to describe to describe the process and outcomes bedana  dance learning at SMAN 4 Metro by using audio visual  media. This research uses descriptive qualitative method. Sources of data used in this study were all students and teachers X.1  arts and culture class. Data collection techniques used were participant observation, interviews, documentation, and  assesment practice test. Steps use of visual audio media provide materials on bedana dance, video broadcast bedana dance, students practicing. Assessment is provided through three aspects wirasa, memorizing the sequence of motion and precision motion with music, but also an  assessment of student learning activities at each meeting. Bedana dance learning outcomes by using visual audio media show that the average assessment of all aspects of bedana dance got sufficient criteria with an average score of 65.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil belajar tari bedana di SMA Negeri 4 Metro dengan menggunakan media audio visual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang diperoleh  dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas  X.1 dan guru seni budaya. Teknik pengumpulan  data  yang  digunakan adalah observasi partisipan, wawancara, dokumentasi,  dan  tes praktik. Langkah-langkah  penggunaan  media  audio  visual memberikan  materi tentang tari bedana, menayangkan video tari bedana, siswa mempraktikannya, siswa mempraktikan secara berpasangan. Penilaian diberikan melalui tiga aspek yaitu wirasa, hafalan urutan gerak dan ketepatan gerak dengan musik, selain itu juga penilaian tentang aktivitas belajar siswa pada setiap pertemuan. Hasil  pembelajaran  tari  Bedana dengan  menggunakan  media  audio  visual menunjukkan  bahwa rata-rata  dari  seluruh  aspek  penilaian  tari  Bedana  mendapat kriteria cukup dengan rata-rata skor 65.Kata kunci: pembelajaran, penilaian, tari bedana.
PEMANFAATAN PENCARIAN LITERATUR KEDOKTERAN CLINICALKEY (STUDI KASUS: FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA YOGYAKARTA) Irestrina Elmiradewi; I Wayan Mustika; Dani Adhipta
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 2 (2017): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.547 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v2i2.49

Abstract

Pendahuluan: ClinicalKey merupakan salah satu mesin pencarian kesehatan yang banyak memberikan informasi kredibel mengenai e-journal, ebook, drug monographs, guidelines, patient education, multimedia, first consult, procedures consult dan lainnya. Saat ini, ClinicalKey merupakan mesin pencarian kesehatan yang dilanggan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana (FK UKDW). Menurut laporan usage report tahun 2014-2015 tingkat penggunaannya sangat rendah jika dibandingan dengan Fakultas Kedokteran lain sehingga FK UKDW memutuskan untuk meningkatkan sosialisasinya. Pada penelitian ini dikaji tingkat kepuasan pengguna ClinicalKey di FK UKDW. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Pengambilan sampel secara random dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis data bersifat kuantitatif statistik dengan menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Model pengukuran kepuasan pengguna menggunakan model Technology Acceptance Model (TAM) dengan teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil: Dari 200 responden mahasiswa dan dosen di FK UKDW, terdapat 56.6% pengguna merasakan kemudahan dalam menggunakan ClinicalKey, 62.5% pengguna mempercayai ClinicalKey dapat meningkatkan performa, 63.5% pengguna merasa ClinicalKey bagus, 56,5% pengguna ingin terus menggunakan ClinicalKey, 63.5% pengguna cukup sering menggunakan ClinicalKey. Pengujian hipotesis pertama PEU berpengaruh signifikan terhadap PU (β=0.785, p
PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KUALITAS LABA DAN NILAI PERUSAHAAN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DIBURSA EFEK JAKARTA) Irianing Suparlinah; Indra Nurmanto; I Wayan Mustika
Solusi Vol 8, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v8i3.1958

Abstract

This research entitled is "Analyze the Influence of Corporate Governance Mechanism to Earning Quality and Value of the Firm (An Empirical Study on Manufacturing Companies at Jakarta Stock Exchange). The purpose of the research was to disclose first whether corporate governance mechanism (managerial ownership, board of commissioner composition and audit committee) influence earning quality. Second, whether corporate governance mechanism (managerial ownership, board of commissioner composition and audit committee) and earning quality influences value of the firm.Data used in this research was obtained from 78 manufacturing companies that enlisted in Jakarta Stock Exchange. Data was analyzed using structural equation model (SEM) with AMOS 5 software.Research Result that ( 1) corporate governance mechanism (managerial ownership, board of commissioner composition and audit committee) have significant effect toward earning quality, (2) corporate governance mechanism (managerial ownership, board of commissioner composition, audit committee) and earning quality have no significant effect toward value of the firm.Keyword: Corporate Governance Mechanism, Earning Quality and Value of the Firm
Pendidikan Kesehatan Cuci Tangan Pakai Sabun dengan Media Video, Terbukti Efektif dalam Meningkatkan Kesiapsiagaan Keluarga di Masa Pandemi COVID-19 Gede Dalem Gilang Mahajaya Putra; Ketut Sudiantara; I Ketut Gama; I Wayan Mustika
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14105

Abstract

The COVID-19 pandemic is a disease outbreak that has had a negative impact on all levels of society, especially families, so it requires preparedness. This research provides health education on washing hands with soap using video media. The research design is one group pretest-posttest. The sample size is 138 people selected by stratified random sampling technique. Data was collected through observation, then analyzed using the Wilcoxon test. Before the health education was carried out using video media, the respondents' preparedness was in the unprepared category, while after the health education was given it increased to the ready category. Statistical analysis showed a value of p = 0.000, so there was a difference in readiness between before and after carrying out health education on washing hands with soap using video media. It was concluded that health education on washing hands with soap using video media is effective in increasing family preparedness during the COVID-19 pandemic.Keywords: Covid -19; preparedness; washing hands ABSTRAK Pandemi  COVID-19 merupakan wabah penyakit yang sudah memberikan dampak buruk terhadap semua kalangan masyarakat terutama keluarga, sehingga memerlukan kesiapsiagaan. Penelitian ini memberikan pendidikan kesehatan cuci tangan pakai sabun dengan media video. Rancangan penelitian ini adalah one group pretest-posttest. Besar sampel adalah 138 orang yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, lalu dilakukan analisis menggunakan uji Wilcoxon. Sebelum dilakukan pendidikan kesehatan dengan media video, kesiapsiagaan responden berada pada kategori kurang siap, sedangkan setelah diperikan pendidikan kesehatan meningkat ke dalam kategori siap. Analisis statistik menunjukkan nilai p = 0,000, maka ada perbedaan kesiapan antara sebelum dan sesudah dilalukan pendidikan kesehatan cuci tangan pakai sabun dengan media video. Disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan cuci tangan pakai sabun dengan media video efektif untuk meningkatkan kesiapsiagaan keluarga di masa pandemi COVID-19.Kata kunci: Covid -19; kesiapsiagaan; cuci tangan
Kiamat Dance: A Reflection of Local Wisdom in Kuripan Village, South Lampung, Indonesia I Wayan Mustika
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 39 No 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v39i2.2797

Abstract

The Kiamat Dance is the closing dance of the ruwah or traditional wedding of the White Blood Queendom (Keratuan Darah Putih) for seven days and seven nights, known as nuhot. The Kiamat Dance, with its history rooted in the traditions of the White Blood Queendom, holds significant cultural and social value. As the closing dance of the ruwah, this dance symbolizes the culmination of the wedding festivities and marks the beginning of a new chapter in the lives of the newlyweds. The presence of this dance in various events beyond weddings highlights its versatility and adaptability, reflecting its enduring appeal and relevance in contemporary society. Through its rich symbolism and intricate movements, the Kiamat Dance embodies the core values and beliefs of the White Blood Queendom, serving as a testament to the community's cultural heritage and identity. This research aimed to describe the history, development, and local wisdom in the Kiamat Dance from Kuripan Village, South Lampung. This research employed a qualitative approach to produce descriptive data. The underlying theory used in this study was the behavioristic theory. Data collection techniques involved field observation, interviews, and documentation. The results showed that the art of the Kiamat Dance is the closing dance of the ruwah, a series of events for seven days and seven nights at the wedding in the White Blood Queendom. The Kiamat Dance is present on the last night as a closing dance. This dance was originally only found in the wedding ceremony of descendants of the White Blood Queendom. Still, almost every event has this dance nowadays, both in welcoming special guests and celebrating holidays. The values in this dance include religious, social, aesthetic, and educational values.