Claim Missing Document
Check
Articles

Manfaat Olah Tubuh Dalam Pembelajaran Tari Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Di SMA SWADHIPA Bumisari Natar Sayu Putu Widya Astuti; I Wayan Mustika; Hayimkan Hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.327 KB)

Abstract

This research is benefits of body exercise in learning dance in extracurricular activities at SMA SWADHIPA Bumisari Natar was conducted to see the process and learning outcomes of bedana dance based on behavioristic theory. This research using a qualitative descriptive which directly observes the process and results of bedana dance learning using role playing learning models. Sources of data in this study were 8 students who participated in extracurricular activities as well as teachers of extracurricular dance. Data obtained in this study was carried out by observation, interviews, documentation, and practical tests. The result showed the students, in the first and second meetings there were only 3 students (37.5%), in the third meeting there were 4 students (50%), at the meeting fourth there are 6 students (75%), in the fifth meeting there are 7 students (87.5%), and the sixth meeting 8 students (100%).Penelitian ini mengenai manfaat olah tubuh dalam pembelajaran tari pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA SWADHIPA Bumisari Natar dilakukan untuk melihat proses dan hasil belajar tari bedana dengan teori behavioristik. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif yang mengamati proses dan hasil manfaat olah tubuh dari pembelajaran tari bedana menggunakan model pembelajaran bermain peran. Sumber data dalam penelitian ini adalah 8 siswa dan guru ekstrakurikuler. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes praktik. Hasil pengamatan siswa yang diperoleh pada pertemuan pertama dan kedua hanya terdapat 3 siswa (37,5%), pada pertemuan ketiga terdapat 4 siswa (50%), pada pertemuan keempat terdapat 6 siswa (75%), pada pertemuan kelima terdapat 7 siswa (87,5%), dan pertemuan keenam 8 siswa (100%). Kata kunci : Olah tubuh,Pembelajaran,Tari Bedana
Pembelajaran Tari Muli Siger Menggunakan Model Student Team Achievent Division (STAD) di SMA Negeri 13 Bandarlampung Luh Puspita Gita Nurani; I Wayan Mustika; Riyan Hidayatullah
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.047 KB)

Abstract

STAD is the simplest cooperative learning model that is applied to deal with the students’ ability which is heterogeneous. The use of stad that was applied at SMAN 13 Bandarlampung was aimed to find out the process and the result  of muli siger dance  learning that was applied in group and based on constructivism theory. This research was qualitative descriptive research by observing the learning of muli siger dance directly. The data were collected by using observation, interview, and documentation. The data were analyzed by data reduction, data representation and data verification. The dance learning process was conducted in 3 steps that was teacher presentation, group division and team work with 10 students as respondents. The result of this research showed the students had master all of the movement varieties well and it can be concluded the implementation of the dance learning process at SMAN 13 Bandarlampung had administered optimally. STAD adalah model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana yang diterapkan pada kemampuan siswa yang heterogen. Penggunaan STAD yang diterapkan pada sman 13 bandar lampung bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil pembelajaran tari muli siger yang diterapkan dalam kelompok dan berdasarkan teori konstruktivisme. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif dengan mengamati pembelajaran tari muli siger secara langsung. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan reduksi data, representasi data dan verifikasi data. Proses pembelajaran tari muli siger dilakukan dalam 3 langkah yaitu presentasi guru, pembagian kelompok dan kerja tim dengan 10 siswa sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran tari di SMAN 13 Bandar lampung telah dilaksanakan secara optimal.
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA PEMBELAJARAN TARI SIGEH PENGUTEN DI SMP NEGERI I TANJUNG RAYA MESUJI Nengah Sekarini; I Wayan Mustika; Hasyimkan Hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 2 (2015): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.629 KB)

Abstract

The question in this research is how to use of audio visual media to teach tari sigeh pengutenin SMP Negeri 1 Tanjung Raya. This research aims to describe the teaching process and the use of audio visual media in sigeh pengutendance teaching process in SMP Negeri 1 Tanjung Raya Mesuji. This Research use descriptive qualitative approach. The source of movements of the dance sigeh penguten dance is 18 movements which are done by the teacher of art and culture. The data collecting technique that is used is the research of literature, documentation, interview, observation and practice test.The use of sigeh pengutendance can help both the studentsto see all of the movements, expressions, backsound and the costum. The average result variety of the practice test from the head movements, hands movements, legs movements, the sequence recitation of the movements and the accuracy of the movements with the music include in the good category.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakahpenggunaan media audio visual padapembelajarantarisigehpengutendi SMP Negeri 1 Tanjung Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran dan penggunaan media audio visual pada tari sigeh penguten di SMP Negeri 1 Tanjung Raya. Teori yang digunakan teori pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data ragam gerak tari sigeh penguten yang berjumlah 18 ragam gerak yang dilakukan oleh guru seni budaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian kepustakaan, dokumentasi, wawancara, observasi serta tes praktik. Penggunaan video tari sigeh penguten dapat membantu guru dan siswa untuk melihat semua ragam gerak, ekspresi, iringan musik maupun busana yang digunakan. Hasil rata-rata pengamatan tes praktik dari sikap gerak kepala, sikap gerak tangan, sikap gerak kaki, hafalan urutan gerak serta ketepatan gerak dengan musik tergolong dalam katagori baik.Kata kunci :media audio visual, tari sigeh penguten, tes praktik
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL PEMBELAJARAN TARI SIGEH PENGUTEN SMP NEGERI 1 BATANGHARI Gracia Gesta Nawangsasi; I Wayan Mustika; Susi Wendhaningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.318 KB)

Abstract

The purpose of this study was to describe the application of visual audio media on learning sigeh penguten dance in SMP Negeri 1 Batanghari. This research method uses a descriptive qualitative data collection techniques  used in this study is the method of observation, interview and documentation.  Sources  of  data  used  in  this study were eighth grade students participated in extracurricular dance SMP Negeri 1 Batanghari totaling 15 students. The instrument in this study using the observation, interviews,  documentation  and  assessment practice tests.  Visual  audio media as defined  in  this  study  is  sound  and  image  equipment which  is used to delivery of information about  sigeh  penguten dance. Stages of visual audio media on learning sigeh penguten dance learning with the provision of material sigeh penguten dance using  visual  audio  media, then  practice  range  of  motion,  and  evaluate  it.  Overall results of this study have a value of 81.7 is categorized well.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan  media  audio  visual  dalam pembelajaran tari sigeh penguten SMP Negeri 1 Batanghari. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.  Teknik pengumpulan  data  yang  digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah siswa  kelas  VIII  yang  mengikuti  kegiatan  ekstrakurikuler seni tari di SMP Negeri 1 Batanghari  berjumlah 15 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan  panduan observasi, wawancara, dokumentasi dan panduan penilaian tes praktik. Media audio visual yang dimaksud dalam penelitian ini adalah peralatan suara dan gambar yang digunakan sebagai penyampaian informasi tentang tari sigeh penguten. Tahapan pembelajaran  tari  sigeh  penguten  menggunakan  media  audio visual yaitu pemberian materi tari sigeh penguten menggunakan media audio visual, kemudian mempraktikan ragam gerak, dan mengevaluasinya. Hasil  secara keseluruhan dalam penelitian ini memiliki nilai 81,7 yang berkategori baik.  Kata kunci: media audio visual, pembelajaran, tari sigeh penguten.
Pembelajaran Tari Rakot di Sanggar Bulan Bara Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus Hermita Puri; Hasyimkan Hasyimkan; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.125 KB)

Abstract

This research examines the process of learning Rakot dance in the Bulan Bara studio, Tanggamus district. This research is based on behavioral theory. This type of research is a qualitative descriptive that describes the learning process rates. Data collection techniques are observation, interviews and then performed data analysis by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The learning process of Rakot dance was attended by 6 students and carried out during 8 meetings. Instruments Assessing practical tests are memorization of moves, memorizing floor patterns and adjusting musical accompaniment. This learning process learners mimic the range of motion requested by the trainer, then students ask for the opportunity to be trained to repeat the range of motion that has been learned and is expected to memorize the range of motion that has been supported to be classified in either category.Penelitaian ini mengkaji tentang proses pembelajaran tari rakot di sanggar Bulan Bara kabupaten Tanggamus. Penelitian ini berlandaskan teori behavioristik. Jenis penelitian ini adalah deskriftif kualitatif yang mendeskripsikan proses pembelajaran tari. Teknik mengumpulkan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi kemudian dilakukan analisis data dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Proses pembelajaran tari rakot ini diikuti oleh 6 peserta didik dan dilakukan selama 8 kali pertemuan. Instrument penilaian tes praktik yaitu hafalan gerak,hafalan pola lantai dan menyesuaikan iringan musik. Proses pembelajaran ini peserta didik menirukan terlebih dahulu ragam gerak yang diajarkan oleh pelatih, kemudian peserta didik diberi kesempatan berlatih mengulang ragam gerak yang sudah dipelajari dan diharapkan mampu menghafal ragam gerak yang telah diajarkan hingga tergolong dalam kategori baik. Kata kunci: Pembelajaran, Tari Rakot,  Sanggar Bulan Bara.
Kemampuan Siswa Menari Muli Siger Menggunakan Model SAVI Pada Ekstrakurikuler Di SMA Negeri Natar Nana Virta Effendi; I Wayan Mustika; Lora Gustia Ningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.298 KB)

Abstract

This study discusses the ability of students to perform Muli Siger Dance using the SAVI learning model on extracurricular activities in SMA Negeri 1 Natar. This research was conducted to describe the ability of students to perform Muli Siger Dance using SAVI learning models and learning outcomes of Muli Siger Dance by referring to constructivistic theories and using descriptive qualitative research types. Data collection techniques obtained were done by observation, interviews, and documentation as well as primary data sources and secondary data sources. The SAVI learning model is implemented by conveying learning objectives, conveying material with concrete examples, giving students the opportunity to ask questions and discuss, provide evaluations and conduct tests. Student learning outcomes in learning Muli Siger Dance get good criteria with an average value obtained by students is 80.94. Penelitian ini membahas tentang kemampuan siswa menari Tari Muli Siger menggunakan model pembelajaran SAVI pada ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Natar. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa menari Tari Muli Siger menggunakan model pembelajaran SAVI dan hasil belajar Tari Muli Siger dengan mengacu pada teori konstruktivistik dan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang diperoleh dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi serta sumber data primer dan sumber data sekunder. Model pembelajaran SAVI dilaksanakan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran, menyampaikan materi dengan contoh nyata, memberikan kesempatan siswa bertanya dan diskusi, memberikan evaluasi dan melakukan tes. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran Tari Muli Siger mendapat kriteria baik dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa yaitu 80,94. Kata kunci: Kemampuan, Model Pembelajaran SAVI, Tari Muli Siger
Model Pembelajaran Kooperatif Tari Kreasi Lampung Dalam Ekstrakurikuler SMA Negeri 2 Tegineneng Putri Sheli Yualita; I Wayan Mustika; Riyan Hidayatullah
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Seni Dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.758 KB)

Abstract

This research aims to describe the creativity of learners in creating a new dance movement using STAD type cooperative learning model. This research is a qualitative descriptive research. The sources of data obtained in this study are nine students who follow extracurricular activities in the school. Techniques used to collect the data are non-participant observation, interview, documentation, and practical test. The STAD type cooperative model is applied to the Lampung creation dance learning from the first meeting to the final meeting. The steps of using cooperative learning model are to manage students in groups, from nine students into two groups, to plan the task of looking for exploration stage and the formation of Lampung creation dance movements. Assessment is given through three aspects: wiraga (dance movements formation), wirasa (appreciation) and floor pattern.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kreativitas peserta didik dalam menciptakan gerak tari baru dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 9 siswi yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah tersebut. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi non partisipan, wawancara, dokumentasi, dan tes prkatik. Model pembelajaran kooperatif adalah strategi pembelajaran yang melibatkan partisipasi peserta didik dalam satu kelompok kecil untuk saling berinteraksi. Penilaian diberikan melalui tiga aspek yaitu wiraga (pembentukan gerak tari), wirasa (penghayatan) dan pola lantai.Kata kunci : model pembelajaran kooperatif, pengembangan gerak tari, kreativitas.
Pembelajaran Gerak Tari Muli Siger Menggunakan Metode Snowball Throwing pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMP Muhammadiyah 1 Pringsewu sri rahayu; i wayan mustika; agung kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.905 KB)

Abstract

This study examines the learning of the muli siger dance motion using the snowball throwing method of extracurricular activities at SMP Muhammdiyah 1 Pringsewu and  refers to behavioristic theory.The purpose of this study is to describe the process and learning outcomes of muli siger dance motion using the snowball throwing. Data collection techniques using observation, interviews, documentation, and practice tests. Technical data analysis is to perform data reduction, data presentation, and draw conclusions. This type of research is descriptive qualitative. This research process can be seen from the activities of students and observations of the uses of the snowball throwing method. The results of the study showed that the implementation of the learning process was carried out in a structured maner in accordance with the provisions or standards of the learning implementation process. Motion learning muli siger dance uses snowball throwing show good category results.Penelitian ini mengkaji pembelajaran gerak tari muli siger menggunakan metode snowball throwing pada kegiatan ekstrakurikuler di SMP Muhammdiyah 1 Pringsewu dan mengacu pada teori behavioristik. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran gerak tari muli siger menggunakan metode snowball throwing. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes praktik. Teknis analisis data yaitu melakukan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Proses penelitian ini dapat dilihat dari aktifitas siswa dan pengamatan penggunaan metode snowball throwing. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran dilakukan secara terstruktur sesuai dengan ketentuan atau standar proses pelaksanaan pembelajaran. Pembelajaran gerak tari muli siger menggunakaan snowball throwing menunjukan hasil kategori baik. Kata kuci: Pembelajaran, Proses, Snowball Throwing, Tari Muli Siger.  
Pembelajaran Tari Ittar Muli di Sanggar Widya Sasmita Kabupaten Lampung Tengah Alfian Ramadhan; Hasyimkan Hasyimkan; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Seni Dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.628 KB)

Abstract

The reaserch investigated the learning process of ittar muli dance at Widya Sasmita Art studio. The theory used in the research was behavioristic. This research was qualitative reseach which describe the dance learning process. The data collecting techniques used were observation, interview, documentation and practice test. The data were analyzed by data reduction, data reprentation and drawing conclusion. The learning process of ittar muli dance began with the motion range, memorization and division of groups. The instruments used include five aspect, they were memorizing motion manner, motion technique, composition, accuary of music and carrying out of manner. The result of the reseach showed that the implementation of the learning process ran well, because the trainer was able to conduct the learning activites based on RKH and students were able to join the learning process actively. The result of the dance learning was pertained as a good category. Penelitian ini mengkaji tentang proses pembelajaran tari Ittar Muli di Sanggar Widya Sasmita kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan teori behavioristik. Jenis penelitian ini adalah deskiptif kualitatif yang mendeskripsikan proses pembelajaran tari. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan tes praktik, Analisis data dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Proses pembelajaran tari ittar muli dilakukan dengan dengan pemberian ragam gerak, penghafalan dan pembagian kelompok. Instrumen penilaian tes praktik meliputi 5 aspek yaitu hafalan ragam gerak, teknik gerak, hafalan pola lantai, ketepatan iringan dan penghayatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pembelajaran berjalan dengan baik karena pelatih dapat melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan RKH dan siswa dapat mengikuti kegiatan pembelajaran secara aktif. Hasil pembelajaran tari ittar muli tergolong dalam kategori baik.
PEMBELAJARAN TARI HALIBAMBANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE LATIHAN DI SMPN 13 BANDAR LAMPUNG Arum Puspita Putri; Agung Kurniawan; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 3 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.861 KB)

Abstract

This study aims to identify and describe the process and the result of halibambang dance learning at SMPN 13 Bandar Lampung by using drill method. Research method used quantitative descriptive using the assestment theory and halibambang dance. The sources of data in this study were culture and art teacher and 14 students of class VIII A. Collecting data technique used were observation, documentation, interviews, and practical test.Steps of drill method, the motor is able to move in accordance with the students learned and intellectual skills that students are able to memorize the halibambang dance moves that have been learned. Drill method is an appropriate method to study dance Halibambang. The evaluation given by three aspects namely wiraga, wirasa, and wirama.The results of halibambang dance learning through drill method, showed that some students from all evaluation aspects of halibambang dance got enough criteria with the average score was 70.77.  Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses dan hasil belajar tari halibambang dengan menggunakan metode latihan di SMP Negeri 13 Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori pembelajaran dan tari halibambang. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru seni budaya dan siswi kelas VIII A. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni pengamatan, dokumentasi, wawancara, tes praktik. Langkah-langkah penggunaan metode latihan, motorik yaitu siswa mampu bergerak sesuai dengan yang dipelajari dan kecakapan intelek yaitu siswa mampu menghafal gerak tari halibambang yang telah dipelajari. Metode latihan merupakan metode yang tepat pada pembelajaran tari halibambang. Penilaian diberikan melalui tiga aspek yaitu wiraga, wirasa, wirama. Hasil pembelajaran tari halibambang dengan menggunakan metode latihan menunjukkan bahwa rata-rata dari seluruh aspek penilaian tari halibambang mendapat kriteria cukup dengan rata-rata skor 70,77.   Kata kunci: latihan, pembelajaran, tari halibambang
Co-Authors Adelina Hasyim Agata Shintia Agung Ayu Made Pranadewi Agung Kurniawan Agung Kurniawan Agus Wantoro Saputra Alfian Ramadhan Andika Primartati Ardelia Vasthi Ariyadi Ariyadi Arum Puspita Putri Ary Mitha Anggrainy Asep Supriadi Bella Aulia Rahmah Dani Adhipta, Dani Deki Prabowo Delvia Sri Mulyanti Dendi Fauzi Deris Astriawan Dian Okta Doni Wibisono Dwiyana Habsary Edo Yoga Saputra Eka Sofia Agustina era aryani sasiwi Farida Ariyani Fransiska Dwi Ariani Galuh Sukmawati Gatra Agnesia Gede Dalem Gilang Mahajaya Putra Goesthy Ayu Mariana Devi Lestari Gracia Gesta Nawangsasi hasyimkan hasyimkan Hermita Puri I Gede Astawan I Ketut Gama I Made Andi Setiawan I Made Manukasmawan I Nyoman Tri Dharma Astika Ike Purnama Sari Indra Bulan Indra Nurmanto Irestrina Elmiradewi IRIANING SUPARLINAH Ita Ani Rosita Ketut Sudiantara Lora Gustia Ningsih Luh Puspita Gita Nurani Lusiana Lusiana Marlina Zulkarnain Mei Novita Sari merly violita Mudinillah, Adam Muhammad Amrulloh MUHAMMAD FUAD Munaris . Nabilla Kurnia Adzan Nana Virta Effendi Nengah Sekarini Ni Made Dwi Septianingsih Ni Wayan Prami Nona Diana Ardinur Novelly Mutiara Andini Nurlaksana Eko Puguh Nurohim Pungki Wahana Putra Putri Indriyani Putri Sheli Yualita Putu Setyarini Rahmat Prayogi, Rahmat Ratih Astari Ratna Juwita Resti Pamuji Ningsih Riyan Hidayatullah Riyan Hidayatullah Rizky Suci Pratiwi Rr. Tri Arum Wulandari Sadita Wyddia Shiura Safei Soleh Sandika Ali Saskia Altamira Harja Sayu Putu Widya Astuti Sendy Anisa SRI RAHAYU Sunarti, Iing supadmi supadmi Susi Wendhaningsih Susi Wendhaningsih Tuntun Sinaga Wayan Dewi Kamala Sari Wayan Oktaliana Wita Asiyah Zakia Nurul Jannaty Zefrisya Zefrisya Zeny Putri Sanjaya