Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelajaran Tari Rakot di Sanggar Bulan Bara Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus Hermita Puri; Hasyimkan Hasyimkan; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.125 KB)

Abstract

This research examines the process of learning Rakot dance in the Bulan Bara studio, Tanggamus district. This research is based on behavioral theory. This type of research is a qualitative descriptive that describes the learning process rates. Data collection techniques are observation, interviews and then performed data analysis by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The learning process of Rakot dance was attended by 6 students and carried out during 8 meetings. Instruments Assessing practical tests are memorization of moves, memorizing floor patterns and adjusting musical accompaniment. This learning process learners mimic the range of motion requested by the trainer, then students ask for the opportunity to be trained to repeat the range of motion that has been learned and is expected to memorize the range of motion that has been supported to be classified in either category.Penelitaian ini mengkaji tentang proses pembelajaran tari rakot di sanggar Bulan Bara kabupaten Tanggamus. Penelitian ini berlandaskan teori behavioristik. Jenis penelitian ini adalah deskriftif kualitatif yang mendeskripsikan proses pembelajaran tari. Teknik mengumpulkan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi kemudian dilakukan analisis data dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Proses pembelajaran tari rakot ini diikuti oleh 6 peserta didik dan dilakukan selama 8 kali pertemuan. Instrument penilaian tes praktik yaitu hafalan gerak,hafalan pola lantai dan menyesuaikan iringan musik. Proses pembelajaran ini peserta didik menirukan terlebih dahulu ragam gerak yang diajarkan oleh pelatih, kemudian peserta didik diberi kesempatan berlatih mengulang ragam gerak yang sudah dipelajari dan diharapkan mampu menghafal ragam gerak yang telah diajarkan hingga tergolong dalam kategori baik. Kata kunci: Pembelajaran, Tari Rakot,  Sanggar Bulan Bara.
Kemampuan Siswa Menari Muli Siger Menggunakan Model SAVI Pada Ekstrakurikuler Di SMA Negeri Natar Nana Virta Effendi; I Wayan Mustika; Lora Gustia Ningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.298 KB)

Abstract

This study discusses the ability of students to perform Muli Siger Dance using the SAVI learning model on extracurricular activities in SMA Negeri 1 Natar. This research was conducted to describe the ability of students to perform Muli Siger Dance using SAVI learning models and learning outcomes of Muli Siger Dance by referring to constructivistic theories and using descriptive qualitative research types. Data collection techniques obtained were done by observation, interviews, and documentation as well as primary data sources and secondary data sources. The SAVI learning model is implemented by conveying learning objectives, conveying material with concrete examples, giving students the opportunity to ask questions and discuss, provide evaluations and conduct tests. Student learning outcomes in learning Muli Siger Dance get good criteria with an average value obtained by students is 80.94. Penelitian ini membahas tentang kemampuan siswa menari Tari Muli Siger menggunakan model pembelajaran SAVI pada ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Natar. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa menari Tari Muli Siger menggunakan model pembelajaran SAVI dan hasil belajar Tari Muli Siger dengan mengacu pada teori konstruktivistik dan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang diperoleh dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi serta sumber data primer dan sumber data sekunder. Model pembelajaran SAVI dilaksanakan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran, menyampaikan materi dengan contoh nyata, memberikan kesempatan siswa bertanya dan diskusi, memberikan evaluasi dan melakukan tes. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran Tari Muli Siger mendapat kriteria baik dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa yaitu 80,94. Kata kunci: Kemampuan, Model Pembelajaran SAVI, Tari Muli Siger
Pembelajaran Gerak Tari Muli Siger Menggunakan Metode Snowball Throwing pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMP Muhammadiyah 1 Pringsewu sri rahayu; i wayan mustika; agung kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.905 KB)

Abstract

This study examines the learning of the muli siger dance motion using the snowball throwing method of extracurricular activities at SMP Muhammdiyah 1 Pringsewu and  refers to behavioristic theory.The purpose of this study is to describe the process and learning outcomes of muli siger dance motion using the snowball throwing. Data collection techniques using observation, interviews, documentation, and practice tests. Technical data analysis is to perform data reduction, data presentation, and draw conclusions. This type of research is descriptive qualitative. This research process can be seen from the activities of students and observations of the uses of the snowball throwing method. The results of the study showed that the implementation of the learning process was carried out in a structured maner in accordance with the provisions or standards of the learning implementation process. Motion learning muli siger dance uses snowball throwing show good category results.Penelitian ini mengkaji pembelajaran gerak tari muli siger menggunakan metode snowball throwing pada kegiatan ekstrakurikuler di SMP Muhammdiyah 1 Pringsewu dan mengacu pada teori behavioristik. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran gerak tari muli siger menggunakan metode snowball throwing. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes praktik. Teknis analisis data yaitu melakukan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Proses penelitian ini dapat dilihat dari aktifitas siswa dan pengamatan penggunaan metode snowball throwing. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran dilakukan secara terstruktur sesuai dengan ketentuan atau standar proses pelaksanaan pembelajaran. Pembelajaran gerak tari muli siger menggunakaan snowball throwing menunjukan hasil kategori baik. Kata kuci: Pembelajaran, Proses, Snowball Throwing, Tari Muli Siger.  
Pembelajaran Tari Ittar Muli di Sanggar Widya Sasmita Kabupaten Lampung Tengah Alfian Ramadhan; Hasyimkan Hasyimkan; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Seni Dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.628 KB)

Abstract

The reaserch investigated the learning process of ittar muli dance at Widya Sasmita Art studio. The theory used in the research was behavioristic. This research was qualitative reseach which describe the dance learning process. The data collecting techniques used were observation, interview, documentation and practice test. The data were analyzed by data reduction, data reprentation and drawing conclusion. The learning process of ittar muli dance began with the motion range, memorization and division of groups. The instruments used include five aspect, they were memorizing motion manner, motion technique, composition, accuary of music and carrying out of manner. The result of the reseach showed that the implementation of the learning process ran well, because the trainer was able to conduct the learning activites based on RKH and students were able to join the learning process actively. The result of the dance learning was pertained as a good category. Penelitian ini mengkaji tentang proses pembelajaran tari Ittar Muli di Sanggar Widya Sasmita kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan teori behavioristik. Jenis penelitian ini adalah deskiptif kualitatif yang mendeskripsikan proses pembelajaran tari. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan tes praktik, Analisis data dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Proses pembelajaran tari ittar muli dilakukan dengan dengan pemberian ragam gerak, penghafalan dan pembagian kelompok. Instrumen penilaian tes praktik meliputi 5 aspek yaitu hafalan ragam gerak, teknik gerak, hafalan pola lantai, ketepatan iringan dan penghayatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pembelajaran berjalan dengan baik karena pelatih dapat melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan RKH dan siswa dapat mengikuti kegiatan pembelajaran secara aktif. Hasil pembelajaran tari ittar muli tergolong dalam kategori baik.
PEMBELAJARAN TARI HALIBAMBANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE LATIHAN DI SMPN 13 BANDAR LAMPUNG Arum Puspita Putri; Agung Kurniawan; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 3 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.861 KB)

Abstract

This study aims to identify and describe the process and the result of halibambang dance learning at SMPN 13 Bandar Lampung by using drill method. Research method used quantitative descriptive using the assestment theory and halibambang dance. The sources of data in this study were culture and art teacher and 14 students of class VIII A. Collecting data technique used were observation, documentation, interviews, and practical test.Steps of drill method, the motor is able to move in accordance with the students learned and intellectual skills that students are able to memorize the halibambang dance moves that have been learned. Drill method is an appropriate method to study dance Halibambang. The evaluation given by three aspects namely wiraga, wirasa, and wirama.The results of halibambang dance learning through drill method, showed that some students from all evaluation aspects of halibambang dance got enough criteria with the average score was 70.77.  Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses dan hasil belajar tari halibambang dengan menggunakan metode latihan di SMP Negeri 13 Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori pembelajaran dan tari halibambang. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru seni budaya dan siswi kelas VIII A. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni pengamatan, dokumentasi, wawancara, tes praktik. Langkah-langkah penggunaan metode latihan, motorik yaitu siswa mampu bergerak sesuai dengan yang dipelajari dan kecakapan intelek yaitu siswa mampu menghafal gerak tari halibambang yang telah dipelajari. Metode latihan merupakan metode yang tepat pada pembelajaran tari halibambang. Penilaian diberikan melalui tiga aspek yaitu wiraga, wirasa, wirama. Hasil pembelajaran tari halibambang dengan menggunakan metode latihan menunjukkan bahwa rata-rata dari seluruh aspek penilaian tari halibambang mendapat kriteria cukup dengan rata-rata skor 70,77.   Kata kunci: latihan, pembelajaran, tari halibambang
Pembelajaran Tari Melinting Mengggunakan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Di SMP Negeri 1 Trimurjo Resti Pamuji Ningsih; I Wayan Mustika; Susi Wendhaningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Seni Dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.087 KB)

Abstract

The problem in this research is how the process and the result of learning melinting dance used cooperative learning model of jigsaw type in Junior High School 1 Trimurjo. This research aims to describe the process and the result of learning melinting dance using cooperative learning model of jigsaw type in Junior High School 1 Trimurjo. The method used in this research is descriptive qualitative method. Data collection techniques used are observation, interviews, documentation, practice test, and non test. Based on data analysis techniques, the avarage value of learning process using cooperative learning model of jigsaw type in Junior High School 1 Trimurjo in the first to fifth meeting reached 87 is excellent category. The avarage value of the dance melinting learning in Junior High School 1 Trimurjo at the sixth until tenth meeting based on all aspects of wiraga, wirama, and wirasa reaching 82 is good category.Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakan proses dan hasil pembelajaran tari melinting menggunakan model cooperative learning tipe jigsaw di SMP Negeri 1 Trimurjo. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran tari melinting menggunakan model cooperative learning tipe jigsaw di SMP Negeri 1 Trimurjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, tes praktik, dan non tes. Berdasarkan teknik analisis data, nilai rata-rata proses pembelajaran menggunakan model cooperative learning tipe jigsaw di SMP Negeri 1 Trimurjo pertemuan pertama sampai kelima mencapai 87 termasuk kategori baik sekali. Nilai rata-rata pembelajaran tari melinting di SMP Negeri 1 Trimurjo pertemuan keenam sampai kesepuluh berdasarkan semua aspek wiraga, wirama, dan wirasa mencapai 82 termasuk kategori baik.Kata kunci : Jigsaw, Pembelajaran, Tari Melinting
Penggunaan Metode Hypnoteaching Dalam Pembelajaran Tari Sigeh Penguten Pada Ekstrakurikuler di SD Negeri 1 Pringsewu Barat Muhammad Amrulloh; I Wayan Mustika; Indra Bulan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.016 KB)

Abstract

Research on the use of hypnoteaching methods in learning Sigeh Penguten  dance in extracurricular activities at SD Negeri 1 Pringsewu Barat aims to observe the steps and results of using hypnoteaching methods in learning Sigeh Penguten  dance. This research is based on respondent conditioning theory and uses descriptive field research methods through a qualitative approach. Sources of data obtained from primary and secondary data sources conducted by observation, interviews and documentation then performed data analysis by data reduction, data presentation and data verification. The results showed the use of hypnoteaching method in learning Sigeh Penguten  dance carried out four steps in its implementation which were arranged in emotional hours, namely calm sessions, serious sessions, independent sessions and relaxed sessions and were said to be successful. This can be proven from 4 students getting excellent categories, 5 students getting good categories, and 1 student getting enough categories with an average value of 80.5. Penelitian penggunaan metode hypnoteaching dalam pembelajaran tari Sigeh Penguten  pada ekstrakurikuler di SD Negeri 1 Pringsewu Barat bertujuan untuk mengamati langkah-langkah dan hasil penggunaan metode hypnoteaching dalam pembelajaran tari Sigeh Penguten. Penelitian ini berlandaskan teori respondent conditioning dan menggunakan metode lapangan jenis penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh dari sumber data primer dan sekunder yang dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian dilakukan analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan metode hypnoteaching dalam pembelajaran tari Sigeh Penguten  dilakukan empat langkah dalam pelaksanaannya yang diatur dalam jam emosi, yaitu sesi tenang, sesi serius, sesi mandiri serta sesi santai dan dikatakan berhasil. Hal ini dapat dibuktikan dari 4 peserta didik memperoleh kategori baik sekali, 5 peserta didik memperoleh kategori baik, dan 1 peserta didik memperoleh kategori cukup dengan rata-rata nilai 80,5.Kata kunci: Metode Hypnoteaching, Pembelajaran, Tari Sigeh Penguten
Pembelajaran Elemen Gerak Tari Menggunakan Model ARCS di SMP Negeri 1 Sumberjaya Lampung Barat Ita Ani Rosita; I Wayan Mustika; Susi Wendhaningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.284 KB)

Abstract

This study aims to describe the use of learning models of attention, relevance, confidence, satisfaction (ARCS) in the learning of dance movement elements in SMP Negeri 1 Sumberjaya, West Lampung. This type of research is qualitative descriptive. Data collection techniques in this study are observation, interviews, and documentation. Data sources are cultural arts teachers and 32 students in class VII A. The teacher carries out dance movement learning elements based on 7 steps and 4 principles of the ARCS learning model. The seven steps are reminding students of the concepts that have been learned, conveying the goals and benefits of learning, conveying the subject matter, using concrete examples, providing tutoring, giving opportunities for students to participate in learning, providing feedback. Step by step, the four principles, namely attention, relevance, confidence, satisfaction, are carried out along with the implementation of learning steps. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran attention, relevance, confidence, satisfaction (ARCS) pada pembelajaran elemen gerak tari di SMP Negeri 1 Sumberjaya, Lampung Barat. Jenis penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yakni guru seni budaya dan 32 siswa di kelas VII A. Guru melaksanakan pembelajaran elemen gerak tari berdasarkan 7 langkah dan 4 prinsip model pembelajaran ARCS. Ketujuh langkah tersebut yaitu mengingatkan kembali siswa pada konsep yang telah dipelajari, menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran, menyampaikan materi pelajaran, menggunakan contoh-contoh yang konkrit, memberi bimbingan belajar, memberi kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi dalam pembelajaran, memberikan umpan balik. Sedangkan, keempat prinsip yaitu  attention, relevance, confidence, satisfaction, terlaksana seiring dengan terlaksananya langkah-langkah pembelajaran.Kata kunci: Elemen Gerak Tari, Model ARCS, Pembelajaran
Pembelajaran Tari Bedana Menggunakan Metode Student Team Achievement Divition (STAD) dalam Kegiatan Ekstrakulikuler di SMAN 1 Seputih Mataram Lusiana Lusiana; I wayan Mustika; Agung Kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.983 KB)

Abstract

This study discusses the learning of bedana dance at extracurricular activities in SMA Negeri 1 Seputih Mataram academic year 2017/2018. This study aims to describe the process of learning dance bedana. This research uses descriptive qualitative research type. The theory used is constructivism in the learning of dance and learning method Student Team Achievement Division (STAD). The learning process using STAD learning model is carried out by the trainer with several stages, namely: group formation consisting of 4 students in one group, presentation of bedana dance material, facilitating students to conduct group activities, execution of examination, exam evaluation and conclusion. Learning outcomes are seen at the end of the lesson.Penelitian ini membahas tentang pembelajaran tari bedana pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Seputih Mataram tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran tari bedana. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah konstruktivisme dalam pembelajaran tari bedana dan metode pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD). Proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran STAD dilaksanakan oleh pelatih dengan beberapa tahapan, yaitu : pembentukan kelompok yang terdiri dari 4 siswa dalam satu kelompok, penyajian materi tari bedana, memfasilitasi siswa untuk melakukan kegiatan kelompok, pelaksanaan ujian, evaluasi ujian dan kesimpulan. Hasil pembelajaran dilihat pada akhir pembelajaran.Kata kunci : pembelajaran, tari bedana, metode pembelajaran STAD.
Pembentukan Karakter Peserta Didik dalam Pembelajaran Seni Budaya di SMK Negeri 2 Bandar Lampung Sadita Wyddia Shiura; Dwiyana Habsary; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Seni Dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.483 KB)

Abstract

This study discusses how the process of determining the character of learners and what are the values of characters that appear in the learning of dance in class XI TKJ 1 in SMK Negeri 2 Bandar Lampung. This type of research is descriptive that produces qualitative data. Data collection techniques in this study are questionnaires, observations, interviews, and documentation. The results showed that the character formation of learners occurred in the learning process that took place in the classroom by doing 3 (three) activities of the initial activity, core activities and end activities. In the learning process comes the values of the characters are religious, honest, discipline, responsibility, tolerance, mutual assistance, polite, responsive and proactive. With good category on the value of the character that is religious, discipline, responsibility and polite. For with enough category on the value of the  character that is honest, tolerance, mutual assistance responsive and proactive.Penelitian ini memiliki rumusan masalah yang membahas mengenai bagaimana proses pembetukan karakter peserta didik dan apa saja nilai karakter yang muncul dalam pembelajaran seni tari pada kelas XI TKJ 1 di SMK Negeri 2 Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah deksriptif yang menghasilkan data kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter peserta didik terjadi pada proses pembelajaran yang berlangsung di kelas dengan melakukan 3 kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Pada proses pembelajaran tersebut didapatkan nilai dengan kategori baik pada nilai karakter yaitu religius, disiplin, tanggung jawab dan santun. Untuk nilai dengan kategori cukup pada nilai karakter yaitu jujur, toleransi, gotong royong, responsif dan proaktif.Kata kunci: pembentukan karakter, nilai karakter, pembelajaran seni tari.