Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Penampilan Bawang Putih Generasi VM2 Radiasi Sinar Gamma dan Neutron Cepat Murdaningsih Haeruman K.; Achmad Baihaki; Gunawan Satari; Tohar Danakusuma; Anggoro Hadi Permadi
Zuriat Vol 1, No 1 (1990)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v1i1.6601

Abstract

Penelitian mutasi induksi untuk mengetahui pengaruhnya terhadap penampilan fenotipik beberapa sifat bawang putih generasi VM2 radiasi sinar gamma dan neutron cepat telah dilakukan, di Ciwidey, bulan April sampai dengan September 1985, menggunakan Rancangan Acak Kelompok, diulang tiga kali. Delapan perlakuan merupakan populasi tanaman generasi VM2 turunan generasi VM0 yang diradiasi sinar gamma dengan dosis 300, 600, 900, 1.200, dan 1.500 rad; neutron cepat dengan dosis 30, 60 dan 90 rad. Lumbu Hijau digunakan sebagai kontrol. Radiasi sinar gamma dan neutron cepat memperluas variasi genetik jumlah daun, berat umbi per tanaman, tinggi umbi, variasi berat siung, dan persen tunas aksilari pada generasi VM2, varians fenotipik pada populasi yang diradiasi lebih besar dan berbeda dibandingkan dengan populasi tanpa radiasi; radiasi sinar gamma dan neutron cepat dapat menimbulkan sebaran data yang asimetri. 
Penyaringan Genotip Jagung yang Dapat Berasosiasi dengan Bakteri Azospirillum sp Parlin Halomoan Sinaga; Achmad Baihaki; Ridwan Setiamihardja; Bambang Supriatno
Zuriat Vol 14, No 2 (2003)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v14i2.6791

Abstract

Penelitian untuk mengevaluasi assosiasi 54 genotip jagung dengan bakteri Azospirillum sp telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Unpad Unit Jatinangor dari bulan Desember 2001 hingga Januari 2002 Penelitian bertujuan mendapatkan genotip-genotip yang tanggap terhadap inokulasi Azospirillum sp dan menyediakan informasi tentang tetua untuk perakitan genotip toleran pupuk N buatan (N-Urea) dosis rendah. Penyaringan genotip yang tanggap terhadap Azospirillum sp. menggunakan rancangan perbesaran (Augmented Design) dan kultivar Wisanggeni sebagai cek. Delapan genotip, yaitu: G23, G25, G26, G27, G38, G41, G50, G52, melebihi cek pada beberapa variable pengamatan sehingga tersaring pada penelitian tersebut. Kedelapan genotip potensial dalam menghemat pupuk N.
Sifat-Sifat Penting dalam Seleksi Tanaman Bawang Putih (Allium sativum L.) Murdaningsih Haeruman K.; Achmad Baihaki; Gunawan Satari; Tohar Danakusuma; Anggoro Hadi Permadi
Zuriat Vol 2, No 1 (1991)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v2i1.6620

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui variasi genetik tanaman bawang putih di Indonesia. Untuk mengetahui sifat-sifat yang penting dalam seleksi tanaman bawang putih. 10 kultivar di tanam di Ciwidey dan Cipanas pada bulan April sampai dengan September 1984. Pada tempat dan musim yang sama di tahun 1985 dilaksanakan pula terdapat 24 kultivar. Rancangan Acak Kelompok yang diulang tiga kali digunakan di setiap lokasi per tanaman. Faktor kultivar, lokasi, dan musim tanam diasumsikan diambil secara acak. Pengamatan dilakukan terhadap 22 sifat pada tahun 1984 dan terhadap 24 sifat pada tahun 1985. Terhadap setiap data pengamatan dilakukan analisis gabungan. Melalui nilai penduga parameter genetik sifat-sifat yang diamati ditentukan sifat penting yang bermanfaat dalam penelitian dan pelaksanaan pemuliaan bawang putih yang berkaitan dengan seleksi. Ternyata sepuluh sifat yaitu LOV daun ketujuh, LOR, umur tanaman, hasil per plot, volume umbi, diameter umbi, jumlah siung per umbi, variasi berat siung, kualitas aroma dan sifat persentase bunting merupakan sifat-sifat yang penting dalam penelitian dan pelaksanaan pemuliaan yang berkaitan dengan seleksi.
Pembangunan Industri Perbenihan dan Perbibitan Swasta Nasional Achmad Baihaki
Zuriat Vol 19, No 1 (2008)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v19i1.6691

Abstract

Industri perbenihan merupakan salah satu industri bibit yang sangat penting di sektor pertanian. Perlindungan varietas tanaman (PVT) bertujuan untuk membangun industri perbenihan dan perbibitan nasional melalui pemanfaatan potensi sumber daya manusia dan alam di Indonesia. Beberapa kendala belum bangkitkan industri perbenihan di Indonesia maupun uraian solusi pemecahannya akan didiskusikan.
Heritabilitas dan Aksi Gen Kandungan Fruktosa, Kandungan Kapsaisin, dan Aktivitas Enzim Peroksidase pada Hasil Persilangan Antarspesies Cabai Rawit X Cabai Merah I. M. Narka Tenaya; Ridwan Setiamihardja; Achmad Baihaki
Zuriat Vol 14, No 1 (2003)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v14i1.6810

Abstract

Percobaan lapangan dilaksanakan di Denpasar, Bali. Pengamatan dan analisis terhadap kandungan kapsaisin, fruktosa, dan glukosa pada buah di lakukan di laboratorium PAU ITB, Bandung. Penanaman dilakukan pada guludan dengan jarak tanam 60 cm x 60 cm tanpa rancangan. Populasi P1, P2, dan F1 diambil sampel masing-masing sepuluh tanaman, BC1 dan BC2 diambil sampel sebanyak 27 dan 28 tanaman, sedangkan pada F2 sebanyak 125 tanaman dari lima gulud terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai duga heritabilitas dalam arti luas masingmasing untuk kandungan kapsaisin tergolong tinggi (62.0%), sedangkan kandungan fruktosa dan enzim peroksidase tergolong rendah (12.5% dan 0.9%). Hal yang sebaliknya, terjadi pada nilai heritabilitas arti sempit, yaitu kandungan kapsaisin tergolong rendah (–1,76% atau 0), sedangkan kandungan fruktosa dan enzim peroksidase tergolong tinggi (53.9% dan 57.9%). Terdapat sifat dominan lebih dan efek interaksi nonalelik (dominan x dominan, aditif x aditif, dan aditif x dominan) yang mengendalikan karakter kandungan kapsaisin pada buah, sedangkan pada kandungan fruktosa terdapat efek interaksi gen nonalelik dominan x dominan dan aditif x dominan. Pada karakter aktivitas enzim peroksidase aksi gennya bersifat aditif tanpa adanya efek interaksi gen nonalelik.
Variasi Genetik dan Heritabilitas Komponen Hasil dan Hasil Galur Harapan Kedelai Meddy Rachmadi; Nani Hermiati; Achmad Baihaki; Ridwan Setiamiharja
Zuriat Vol 1, No 1 (1990)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v1i1.6602

Abstract

Penelitian ini merupakan pengujian terhadap genotipe-genotipe galur harapan kedelai pada lingkungan tumbuh Cigadung-Kuningan dengan tujuan mendapatkan informasi mengenai variasi genetik dan heritabilitas beberapa sifat komponen hasil dan hasil galur-galur harapan kedelai. Penelitian dilakukan pada musim tanam 1986 dari bulan Juli hingga Oktober, di Kebun Percobaan Cigadung-Kuningan Balai Penelitian Tanaman Pangan, dalam Rancangan Acak Kelompok yang diulang empat kali. Tujuh sifat komponen hasil dan satu sifat hasil dievaluasi. Perhitungan dilanjutkan untuk menilai besarnya variasi genetik, variasi fenotipik dan heritabilitas dalam arti luas. Variasi genetik yang diamati memperlihatkan kisaran yang cukup luas, yaitu untuk jumlah polong per buku subur, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji, bobot biji per tanaman dan hasil biji per plot.  Nilai duga heritabilitas (dalam arti luas) untuk semua sifat yang diamati, pada umumnya bernilai tinggi, kecuali untuk sifat hasil biji per plot.
Korelasi Sifat Komponen Hasil Terhadap Hasil Genotipe-Genotipe F1 dan F1 Resiprokal Lima Tetua Kacang Hijau dalam Persilangan Dialil Ceciliany Permadi; Achmad Baihaki; Murdaningsih H. K.; Toto Warsa
Zuriat Vol 4, No 1 (1993)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v4i1.6648

Abstract

Penelitian bertujuan mengevaluasi nilai korelasi genotipik dan fenotipik sifat komponen hasil terhadap sifat hasil populasi F1 dan F1 resiprokal seri persilangan lima tetua kacang hijau dalam disain dialil, dan telah dilakukan di Desa Manggungharja, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, dari bulan Juli sampai Desember 1988. Kelima genotipe tetua adalah Siwaik, No. 129, Bhakti, VC. 2750 A, dan VC, 3301 A. Percobaan dilaksanakan dalam rancangan acak kelompok yang diulang tiga kali. Hasil penelitian menujukkan bahwa sifat komponen hasil terpenting dalam menunjang program seleksi kacang hijau yang mempunyai hubungan yang paling erat dengan sifat hasill, adalah sifat jumlah polong per tanaman untuk populasi F1, dan sifat jumlah polong per tanaman serta jumlah biji per tanaman untuk populasi F1 resiprokal.
Heterosis Hasil dan Komponen Hasil dalam Seri Persilangan Dialil Lima Tetua Kacang Hijau Ceciliany Permadi S.; Achmad Baihaki; Murdaningsih Haeruman K.; Toto Warsa
Zuriat Vol 1, No 1 (1990)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v1i1.6596

Abstract

Lima genotipe kacang hijau yang terpilih secara acak, yaitu Siwalik, No. 129, Bhakti, VC. 2750 A, dan VC. 3301 A saling disilangkan satu sama lain menurut disain persilangan dialil di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Jalan Bukit Dago Utara, Bandung, dari tanggal 1 Maret 1988 sampai 20 Juli 1988, dengan tujuan untuk mengetahui nilai heterosis dan heterobeltiosis sifat hasil dan beberapa sifat komponen hasil. Generasi F1 hasil persilangan dievaluasi di Banyusari, Desa Manggungharja, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung dari tanggal 25 Juli 1988 sampai 9 Desember 1988 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa heterosis dan heterobeltiosis terdapat pada sifat hasil dan sifat komponen hasil utama, yaitu jumlah polong dan jumlah biji per tanaman; sedangkan untuk sifat tinggi tanaman, ukuran biji, umur berbunga dan umur panen memberikan nilai rata-rata negatif. Kondisi ini memberikan harapan diperolehnya tanaman yang berdaya hasil tinggi, tahan rebah dan berumur genjah. Pembentukan hibrida dapat diharapkan pada genotipe-genotipe populasi F1 resiprokal, khususnya kombinasi persilangan Bhakti x Siwalik dan VC. 3301 A x Bhakti. 
Variasi Pola Pita dHubungan Kekerabatan Nanas Berdasarkan Analisis Isozim S. Hadiati; Murdaningsih H. K.; Achmad Baihaki; Neni Rostini
Zuriat Vol 13, No 2 (2002)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v13i2.6728

Abstract

Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Solok mempunyai 30 aksesi nanas yang berasal dari beberapa daerah di Jawa dan Sumatera dengan penampilan fenotipik bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman pola pita dan jarak genetik atau hubungan kekerabatan 30 aksesi nanas berdasarkan isozim. Gel poliakrilamid digunakan untuk elektroforesis dengan enam system enzim (PER, PGM, ADH, MDH, SKDH, dan GPI). Rumus koefisien kemiripan Dice digunakan untuk menentukan kemiripan genetik antar 30 aksesi nanas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kekerabatan 30 nomor aksesi nanas berdasarkan pola pita isozim PER, PGM, ADH, MDH, SKDH terdiri atas empat kelompok pada kemiripan genetik 0.63; enzim GPI adalah monomorfik. Antar klon Merah/pagar, Hijau dan Merah, Queen, Cayenne, serta dalam klon Queen dan Cayenne terdapat variasi pola pita. Antar klon Merah dan Hijau, serta dalam klon Merah, Hijau, dan Merah/Pagar tidak terdapat variasi pola pita.
Variabilitas Genetik dan Daya Gabung Umum Galur-Galur Murni Jagung Melalui Analisis Topcross Untung Susanto; Achmad Baihaki; Ridwan Setiamihardja; Totok Agung Dwi Haryanto
Zuriat Vol 12, No 1 (2001)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v12i1.6679

Abstract

Merakit sebuah varietas jagung hibrida memerlukan jumlah galur murni yang sangat besar, padahal hanya sedikit sekali galur yang memiliki daya gabung yang tinggi, untuk dapat digunakan sebagai tetua hibrida superior. Topcross adalah metode seleksi daya gabung umum galur murni yang efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi variabilitas genetik dan daya gabung umum masing-masing galur murni untuk menyeleksi galur-galur murni terbaik yang akan dilanjutkan dalam uji dialel. Bahan dalam percoabaan ini adalah galur-galur murni populasi 3 dan populasi 4 diambil dari koleksi galur murni laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Penelitian ekperimental dilaksanakan dalam tiga musim tanam. Musim pertama dilaksanakan untuk melakukan selfing terhadap galur-galur murni, musim kedua untuk melakukan persilangan dengan tester dan yang ketiga untuk menganalisa hibrida hasil topcross. Sejumlah 142 hibrida dianalisa untuk mengevaluasi penampilan galurgalur murni. Hasil percobaan mengindikasikan bahwa hampir seluruh karakter yang diamati memiliki variabilitas genetic yang luas (bobot panen kering, bobot pipilan, jamlah baris biji per tongkol, bobot 100 biji, jumlah daun, panjang batang dan buku tongkol produktif). Sepuluh galur murni direkomendasikan untuk uji lebih lanjut dalam persilangan dialel. Kesepuluh galur murni tersebut adalah : nomor kode 296, 58, 118b, 53, 207, 82, 20, 108, 301, and 276.