Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Korelasi Antar Karakter Tanaman Teh di Kebun Penelitian Pasir Sarongge Wenien Astika; Achmad Baihaki; Ridwan Setiamihardja; Toto Warsa
Zuriat Vol 1, No 1 (1990)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v1i1.6603

Abstract

Korelasi antar sifat tanaman teh memiliki peluang untuk digunakan dalam seleksi hasil pada tanaman teh. Telaahan korelasi tersebut telah dilakukan di Kebun Percobaan Pasir Sarongge terhadap 15 klon, yang dilaksanakan dalam sebuah rancangan acak kelompok, diulang tiga kali, dengan jarak tanam 90 x 120 cm2, 20 perdu per plot. Ketinggian tempat 1200 m di atas permukaan laut, dan jenis tanah Andosol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi (r) antara: sudut percabangan dan sudut daun sebesar 0.632; sudut percabangan dengan luas daun sebesar 0.532; jumlah pucuk dengan berat pucuk per perdu sebesar -0.625; jumlah pucuk dengan potensi hasil per perdu sebesar 0.642; berat pucuk dengan luas daun sebesar 0.699; berat pucuk dengan panjang ruas sebesar 0.706; dan berat pucuk dengan potensi hasil per perdu sebesar -0.239. Sudut percabangan yang lebar dapat dipakai sebagai indikator seleksi pohon induk. Seleksi pohon sebaiknya dilakukan terhadap perdu berbobot pucuk sedang. Jumlah pucuk per perdu berperan sangat penting terhadap hasil per perdu.
Analisis Lini X Tester untuk Hasil dan Komponen Hasil Lima Genotip Mandul Jantan Sitoplasmik-Genetik Padi , Satoto; Ridwan Setiamihardja; Bambang Suprihatno; Achmad Baihaki
Zuriat Vol 4, No 1 (1993)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v4i1.6635

Abstract

Lima genotip mandul jantan sitoplasmik-genetik disilangkan dengan lima kultivar pemulih kesuburan menurut metode  (5x4) lini x tester dengan tujuan untuk mengetahui daya gabung umum dan daya gabung khusus karakter hasil dan komponen hasil. Generasi F1 dievaluasi pada MK 1992 di Sukamandi dalam rancangan acak kelompok tiga ulangan. Analisis daya gabung menunjukkan adanya aksi gen non aditif yang berperan dalam pengendalian ekspresi karakter hasil, produktivitas per hari, persentase gabah hampa per malai, bobot 1000 butir, tinggi tanaman, umur masak; sedangkan pada jumlah gabah ini per malai gen-gen aditif yang lebih berperan. Di antara tetua-tetua, IR297448, IR628298, IR54, dan IR64 adalah penggabung-penggabung umum yang baik untuk hasil; sedangkan persilangan-persilangan yang menunjukkan daya gabung khusus tinggi adalah IR19774A/IR54, IR58025A/IR64, IR29744A/Sadang, dan IR62829A/Cimanuk. 
Pemindahan Mandul Jantan dari Bawang Bombay Ke Bawang Merah dan Pewarisan Mandul Jantan Nani Herwati; Achmad Baihaki; Ridwan Setiamihardja; Anggoro Hadi Permadi
Zuriat Vol 14, No 1 (2003)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v14i1.6807

Abstract

Penggunaan mandul jantan merupakan persyaratan yang utama untuk memproduksi benih hibrida bawang merah yang efisien dan komersial. Di Indonesia belum ada bawang merah mandul jantan. Percobaan dilakukan dari bulan Januari 1992 sampai dengan Agustus 1993. Penelitian ini ditujukan untuk memindahkan karakter mandul jantan dari bawang bombay ke bawang merah dan mengetahui pola pewarisan karakter mandul jantan. Bahan percobaan yang digunakan, yaitu tiga genotip umbi bawang Bombay sebagai tetua mandul jantan (PA), yaitu 8901, 8907 dan 8908; tiga genotip umbi bawang merah sebagai tetua normal (PB), yaitu Cipanas 86, Cipanas 88 dan Maja; sembilan genotip umbi F1 (hasil persilangan PA 1,2,3 X P B 1,2,3) dan tiga umbi genotip S1 (hasil persilangan sendiri tetua normal) Persilangan dilakukan di Lembang, sedang persemaian benih dan penanaman bibit F1 dan S1 dilakukan di Maja, Majalengka. Dari organ bunga tanaman F1 dapat diketahui bahwa karakter mandul jantan dari ke tiga genotip bawang Bombay dapat dipindahkan ke tiga kultivar ba wang merah. Organ anter bunga tanaman F1 penampilannya sama dengan tetua mandul jantan bawang bombay, yaitu anter tidak bernas, agak kisut dan tidak pecah, hasil pengamatan mikroskopis, tepungsarinya jernih (tidak bertanda) dan tidak berkecambah pada media agar. Tetapi bentuk tepungsari tetua mandul jantan dan F1-nya sama dengan tetua normal dan S1. Karakter mandul jantan diwariskan oleh gen sitoplasmik.
Variasi Genetik Sifat-Sifat Tanaman Bawang Putih di Indonesia Murdaningsih Haeruman K.; Achmad Baihaki; Gunawan Satari; Tohar Danakusuma; Anggoro Hadi Permadi
Zuriat Vol 1, No 1 (1990)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v1i1.6598

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui variasi genetik tanaman bawang putih di Indonesia. Penelitian mengenai variasi genetik dilaksanakan terhadap 10 kultivar yang ditanam di Ciwidey dan Cipanas pada bulan April sampai dengan September 1984. Pada tempat dan musim tanam yang sama di tahun 1985 dilaksanakan pula terhadap 24 kultivar. Rancangan Acak Kelompok yang diulang tiga kali digunakan di setiap lokasi pertanaman. Faktor-faktor kultivar, lokasi dan musim tanam diasumsikan diambil secara acak. Pengamatan dilakukan terhadap 22 sifat pada tahun 1984, dan terhadap 24 sifat pada tahun 1985. Terhadap setiap data pengamatan dilakukan analisis gabungan. Ternyata pada umumnya sifat-sifat bawang putih di Indonesia memiliki variabilitas genetik sempit. Beberapa sifat memiliki variabilitas genetik luas, yaitu sifat-sifat LOR (Leaf Orientation Rate), jumlah siung per umbi, variasi berat siung, kualitas aroma dan sifat persentase bunting.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS NITRAT REDUKTASE, KADAR N TOTAL, DAN KARAKTER PENTING LAINNYA DENGAN TOLERANSI TANAMAN KEDELAI TERHADAP GENANGAN Ai Komariah; Achmad Baihaki; Ridwan Setiamihardja; Sulya Djakasutami
Zuriat Vol 15, No 2 (2004)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v15i2.6812

Abstract

Penelitian untuk mempelajari hubungan aktivitas nitrat reduktase, kadar N total, dan karakter penting lainnya dengan toleransi kedelai terhadap genangan telah dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti, Tanjungsari, Sumedang, dari bulan Juli 2000 sampai Desember 2000. Penelitian terdiri atas dua set percobaan, yaitu penanaman pada kondisi normal dan tergenang. Penelitian itu menggunakan rancangan acak kelompok dengan 50 genotip sebagai perlakuan dan diulang dua kali. Hasil penelitian menunjukkan adanya akar adventif dan aerenkhima hampir pada semua genotip yang diuji. Aktivitas nitrat reduktase (ANR) di daun, ANR di akar, dan kadar N total tanaman berkorelasi fenotip dan berkorelasi genetik positif nyata dengan stress tolerance index (STI) dan karakter tersebut dapat digunakan sebagai penciri khusus utama dalam seleksi toleransi tanaman kedelai terhadap genangan.
Nilai heritabilitas lima komponen hasil kedelai dengan tiga metode pendugaan Agung Karuniawan; Ridwan Setiamihardja; Nani Hermiati; Achmad Baihaki
Zuriat Vol 2, No 2 (1991)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v2i2.6803

Abstract

Heritabilitas lima komponen hasil kedelai (Glycine max (L.) Merrill) telah dipelajari selama musim tanam bulan Agustus 1989 sampai dengan Maret 1990, di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, unit Arjasari, Bandung. Seratus sembilan genotip kedelai ditanam dalam rancangan acak kelompok dengan dua kali ulangan di dalam dua musim yang berbeda. Empat tetua dan dua single cross juga ditanam.Berdasarkan data gabungan dua musim tanam, nilai haritabilitas dalam arti luas menggunakan metode analisis komponen varians untuk karakter jumlah biji per polong, berat 100 biji, dan jumlah polong per tanaman adalah lebih dari 68%, yang menunjukkan bahwa seleksi untuk ketiga karakter tersebut dapat efektif.Terdapat perbedaan nilai heritabilitas antara metode Allard dibandingkan dengan metode Mahmud-Kramer untuk dua populasi single cross. Seleksi terhadap jumlah biji per tanaman dan berat 100 biji menjamin kemajuan seleksi untuk bobot biji per tanaman. Dua metode terakhir lebih mudah dan murah untuk dilaksanakan dibandingkan dengan metode komponen varians. Populasi yang digunakan mempengaruhi nilai duga haritabilitas. 
Islamisasi Ilmu Pengetahuan Dalam Perspektif Syed Muhammad Naquib Al-Attas Rahmad Yulianto; Achmad Baihaki
Al Hikmah Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.151 KB) | DOI: 10.30651/ah.v4i1.2335

Abstract

AbstrakIslamisasi ilmu pengetahuan sejak kelahirannya mengundang para ahli untuk memperbincangkannya. Kalangan cendekiawan Muslim yang berpendapat pentingnya ilmu pengtahuan meyakini bahwa ilmu pengetahuan sangat urgen untuk diislamkan, mengingat ilmu pengetahuan dalam pandangan mereka telah teracuni nilai-nilai ideologi dan filosofi Barat yang banyak bertentangan dengan ajaran Islam.Syed Muhammad Naquib Al-Attas tokoh sentral ide islamisasi ilmu pengetahuan yang secara getol mempropagandakan ide itu dengan tujuan mengembalikan ilmu pengetahuan yang dinilai telah keluar dari kerangka aksiologisnya. Dalam pikiran mereka, ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini bukan lagi untuk kemanfaatan manusia tapi telah mengarah kepada kerusakan dan kehancuran umat manusia. Kata kunci: Islamisasi, Ilmu Pengetahuan.
Houthi and Resistance against USA Dominance in the Middle East Baihaki, Achmad
Ampera: A Research Journal on Politics and Islamic Civilization Vol 4 No 02 (2023): Ampera: A Research Journal on Politics and Islamic Civilization
Publisher : Program Studi Politik Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ampera.v4i02.22737

Abstract

The crisis in Yemen has transformed into a conflict resulting in numerous casualties, damages, violence, and chaos. According to the Al-Houthi group, this crisis stems from President Ali Abdullah Saleh's corrupt practices, which have inflicted suffering on many citizens. According to a report by the Expert Panel of the World Body, President Ali Abdullah Saleh has been engaged in corruption from 1978 to 2012. Additionally, interventions from the United States have raised suspicions of hidden agendas in this conflict. From a geopolitical standpoint, this conflict holds strategic importance for the interests of the United States, leading to prolonged conflict and hindering the attainment of resolution. This research aims to analyze the conflict and resistance of the Houthi group against the interests of the United States in Yemen using qualitative methods based on secondary data