Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pendampingan Rumah Dataku dan Penyusunan Program Kerja Masyarakat di Kampung KB Pejeruk Abian Kelurahan Pejeruk Kecamatan Ampenan Kota Mataram Fuadi, Helmy; Astuti, Endang; Wahidin; Daeng, Akung
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13606

Abstract

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengubah nomenklatur Kampung Keluarga Berencana (KB) menjadi Kampung Keluarga Berkualitas (KKB). Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan “rebranding” dengan tujuan memperbaharui semangat dan image program KB di tengah masyarakat terutama kelompok kerja Kampung KB yang sudah terbentuk. Salah satunya adalah penggantian Kepanjangan Kampung KB (Keluarga Berencana) menjadi Kampung KB (Keluarga Berkualitas) supaya tidak terkesan eksklusif Dinas KB saja yang bekerja, karena pembangunan kampung KB integral dan semua sektor bisa masuk dan keberhasilan suatu dusun yang masuk kategori kampung KB sejatinya hasil kemitraan antar OPD terkait serta stake holder yang tergabung dalam kelompok kerja. Setelah 9 tahun setelah pencanangan Kampung KB di NTB (2016), beberapa Kampung KB telah menunjukkan berbagai kemajuan, namun sebagian besar pelaksanaan di lapangan masih belum seperti yang diharapkan. Dari sekian banyak lokasi kampung KB yang telah dicanangkan, terdapat variasi yang sangat besar dalam pelaksanaannya di lapangan. Permasalahan utama yang ditemui di lapangan adalah tidak adanya kegiatan lanjutan setelah pencanangan. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, misalnya kurangnya pemahaman pemangku kepentingan di setiap level akan konsep Kampung KB, tidak adanya penggerak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Kampung KB, kurangnya dukungan lintas sektor, dan sebagainya. Persoalan yang dihadapi di Kampung KB Di NTB pada dasarnya adalah belum adanya perencanaan yang akurat dari bawah (bottom up). Kesulitan yang dihadapi Kampung KB dalam membuat perencanaan yang sesuai dengan persoalan dan kebutuhan mereka adalah tidak tersedianya data. Di Setiap Kampung KB telah diinisiasi Rumah Dataku, namun ketersediaan data disini yang sangat minim bahkan belum tersedia sehingga memerlukan pendampingan. Rumah data kependudukan yang disingkat Rumah Dataku adalah tempat yang difungsikan sebagai pusat data dan intervensi permasalahan kependudukan yang mencakup sistem pengelolaan dan pemanfaatan data kependudukan di tingkat mikro mulai dari mengidentifikasi, mengumpulkan, memverifikasi dan memanfaatkan data kependudukan yang bersumber dari, oleh Penduduk Selama ini masyarakat merasa dijadikan obyek pengumpulan data, baik sensus maupun survei. Masyarakat belum sepenuhnya memahami bahwa data yang dikumpulkan tersebut, digunakan untuk perencanaan pembangunan nasional, pembangunan daerah maupun pembangunan sektoral. Mereka juga belum semua menyadari bahwa program-program pembangunan yang dilaksanakan itu merupakan hasil dari data-data yang telah dikumpulkan darinya. Oleh karena itu, berbagai upaya untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat, atau menciptakan masyarakat “sadar data” perlu terus dilakukan.
Dampak Indikator Makro Ekonomi terhadap Daya Saing Tenaga Kerja di Provinsi Nusa Tenggara Barat Arini, Gusti Ayu; Daeng, Akung; Chaidir, Taufiq; Suprapti, Ida Ayu Putri; Wijimulawiani, Saripta
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i12.5078

Abstract

Kajian empiris ini bertujuan untuk menganalisis dampak indikator makro ekonomi yang diukur oleh pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan IPM terhadap daya saing tenaga kerja yang diukur oleh TPAK, tingkat pengangguran, dan produktivitas tenaga kerja di Provinsi NTB. Serta untuk menganalisis peran upah minimum regional (UMR) yang memoderasi (memperkuat atau memperlemah) dampak indikator makro ekonomi yang diukur oleh pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan IPM terhadap daya saing tenaga kerja yang diukur oleh TPAK, tingkat pengangguran, dan produktivitas tenaga kerja di Provinsi NTB. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatif, lokasi penelitian di Provinsi NTB, metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dalam bentuk data tahunan, selama periode tahun 2010-2024. Model yang dinakan untuk menganalisis adalah model regresi moderating (Moderated Regression Analysis [MRA]). Temuan hasil penelitian disimpulkan bahwa hipotesis moderasi UMR adalah ditolak (tidak terbukti). UMR tidak memperkuat maupun memperlemah pengaruh variabel makroekonomi terhadap produktivitas tenaga kerja. Kompleksitas hubungan masih terdapat, akan tetapi tidak dapat diidentifikasi dengan jelas dalam model analsis. Pertumbuhan ekonomi adalah variabel penting agar tetap fokus pada kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan