Claim Missing Document
Check
Articles

Perhitungan Kekuatan Rangka Mesin Pengaduk Petis Kapasitas 15 Kg/Jam Dengan Aplikasi Solidworks fikar, zul; Hesti Istiqlaliyah
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 9 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/yb950a17

Abstract

Produksi petis oleh UMKM di Kediri masih dilakukan secara manual, yang berdampak pada rendahnya efisiensi dan tingginya resiko produk gagal akibat proses pengadukan yang tidak merata. sehingga banyak pelaku UMKM pengolah petis ini mengalami kerugian. Untuk mengatasi permaslahan ini, maka perlu dilakukan satu perancangan mesin pengolah yang efektif dan efisien. Dalam merancang sebuah mesin, tentunya kita membutuhkan rangka sebagai penopang seluruh bagian mesin. Penelitian ini bertujuan merancang dan menganalisis kekuatan rangka mesin pengaduk petis berkapasitas 15 kg/jam menggunakan perangkat lunak Solidworks dengan pendekatan metode elemen hingga. Dua jenis material, yaitu ASTM A36 dan AISI 1045, dibandingkan berdasarkan tegangan maksimum, perpindahan, dan faktor keamanan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa AISI 1045 memiliki nilai tegangan maksimum 1,347e+07 N/m², perpindahan 0,254 mm, dan faktor keamanan 9,190e+06, lebih baik dibandingkan ASTM A36. Dengan demikian, AISI 1045 dinilai lebih optimal dan aman sebagai material rangka mesin. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi produksi petis oleh pelaku usaha kecil. 
RANGKAIAN KELISTRIKAN PADA MESIN PENGADUK PETIS OTOMATIS KAPASITAS 15 KG/JAM Suparman, Andi Kurniawan; Hesti Istiqlaliyah; Haris Mahmudi
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 9 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/sng18t17

Abstract

Produksi petis secara manual masih banyak digunakan oleh pelaku UMKM di Kediri, sehingga menimbulkan kendala efisiensi waktu dan tenaga. Penelitian ini bertujuan merancang rangkaian kelistrikan mesin pengaduk petis otomatis berkapasitas 15 kg/jam untuk meningkatkan produktivitas. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, desain dan perhitungan alat, pembuatan, serta uji coba dan validasi produk. Komponen utama sistem kelistrikan terdiri dari motor listrik, timer, lampu indikator, saklar darurat, dan panel kelistrikan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa mesin dapat beroperasi dengan stabil menggunakan daya listrik satu fasa (220V) dan mendukung efisiensi produksi skala rumah tangga. Validasi dari praktisi menyatakan mesin layak digunakan. Hasil ini penting sebagai inovasi teknologi tepat guna untuk mendukung UMKM pengolahan petis dalam meningkatkan daya saing.
Perancangan Struktur Rangka Mesin Pengaduk Petis  Menggunakan Material Besi Siku AISI 1045 Dariansa, Muhammad Naufal Taman; Hesti Istiqlaliyah
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 9 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/9xt0ab41

Abstract

Produksi petis secara manual masih menjadi kendala utama bagi pelaku UMKM di Kediri, terutama pada proses pengadukan yang memakan waktu dan tenaga serta berisiko terhadap kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun rangka mesin pengaduk petis berkapasitas 15 kg/jam yang efisien dan kuat untuk meningkatkan produktivitas. Metode yang digunakan mencakup pendekatan observasi lapangan, studi literatur, perhitungan kekuatan struktur, serta desain menggunakan perangkat lunak SolidWorks. Hasil menunjukkan bahwa rangka berbahan besi siku AISI 1045 mampu menopang beban dinamis dan tetap stabil selama pengoperasian. Prototipe yang dihasilkan layak digunakan di lingkungan UMKM dan dapat menjadi solusi alternatif dalam proses produksi petis.
Pemberdayaan Kerang Taruna Melalui Pelatihan Teknik Penanaman Hidroponik di Desa Sukoanyar Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri Rhohman, Fatkur; Istiqlaliyah, Hesti; Yasinta Sindy; M. Muslimin Ilham; Nuryosuwito
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 1 No 1 (2021): Vol.1 No.1 (Desember 2021)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v1i1.17049

Abstract

Sukoanyar Village is one of the villages located in the southern part of Kediri Regency, Sukoanyar Village is located in Mojo District. Sukoanyar Village Community Most of the residents are farmers, but not all of them have private land, meaning that the majority of them work on other people's gardens, or the "paro" system or better known as the profit sharing system, usually the land owner gets half of the harvest. while those who plant also get half of the harvest. There is one method that can increase farmers' income, namely using a hydroponic system. The application of the hydroponic system is also expected to be a business opportunity for youth members who are currently still entering their productive age. By utilizing the surrounding environment or narrow yard, it can produce plants that can be consumed or sold so as to increase people's income. Hydroponic planting systems can be done with vegetable plants, as well as fruits.
PENERAPAN TEKNOLOGI PEMARUT DAN PEMERAS KELAPA PADA UMKM OMAH JENANG KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI Rhohman, Fatkur; Istiqlaliyah, Hesti; Pramesti, Yasinta Sindy; Setyowidodo, Irwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 2 No 2 (2023): Vol.2 No.2 (Juni 2023)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v2i2.19824

Abstract

UMKM Omah Jenang Desa Gedang Sewu Kecamatan Pare merupakan sentra produksi jenang, wajik, madumongso, dan makanan-makanan tradisional lain yang sudah ada sejak tahun 1990. Santan adalah salah satu bahan utama dalam pembuatan masakan tersebut. untuk mempersiapkan santan, mereka membeli langsung santan jadi, yang tentu saja diperoleh dengan harga lebih mahal daripada jika melakukan penyiapan sendiri. Itupun juga masih dalam bentuk kelapa parut. Kemudian kelapa tersebut diperas secara manual. Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan mesin pemeras dan pemarut. Sehingga diharapkan bisa mempermudah pekerjaan. Selain itu juga diharapkan bisa mengoptimalkan pengeluaran untuk biaya produksi, yang akhirnya bisa meningkankan pendapatan UMKM. Alat yang dihibahkan ini merupakan alat pemarut dan pemeras kelapa yang terpasang dalam 1 rangkaian berkelanjutan, sehingga diberi nama “alat pemarut dan pemeras kelapa 2 in 1”. Alat ini mampu memarut dan memeras kelapa dengan kapasitas 20 kg/jam. Hasil perasan santan juga menunjukkan hasil yang sangat baik. Dari hasil uji coba yang telah dilakukan, alat ini mampu memeras 1 kg kelapa parut murni tanpa tambahan air, hingga menghasilkan air kelapa 600-700 ml. Alat ini digerakkan menggunakan motor listrik dengan daya 450 watt. Dimensi alat Panjang 1m, lebar 30 cm dan ketinggian 70 cm.
Peningkatan Perekonomian Umkm Desa Puhjajar Kecamatan Papar Kabupaten Kediri Melalui Penerapan Inovasi Mesin Perajang Lontongan Kerupuk Otomatis Istiqlaliyah, Hesti; Nadliroh, Kuni; Fauzi, Ah. Sulhan; Nugroho, Wibowo Harso; Sugianto, Arif
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 3 No 1 (2023): Vol.3 No.1 (Desember 2023)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v3i1.21595

Abstract

Puhjajar is one of the villages in Papar District, Kediri Regency with the majority of the population making their living as producers of realizeyah crackers. They are members of associations, each of which consists of 11 craftsmen, where each craftsman has four to six members. The realizeyah crackers produced by the people of Puhjajar village are very famous among the cracker industry, especially in Kediri. In fact, in the marketing of these realizeyah crackers, they are sent outside Java and overseas. However, the problem arises as the market for realizeyah cracker products increases, namely that the realizeyah cracker producers have not been able to increase their production capacity. So there are often delays in delivery which can result in disappointing consumers. This happens because the production process is quite long, and raw materials are sometimes difficult to obtain. It was from this problem that the Nusantara University PGRI Kediri community service team tried to help solve the problems faced by producers by designing an automatic cracker cracker chopping machine. The results obtained after using this machine were an increase in production capacity, which initially only reached 80kg/day to around 350kg/day. Manufacturers are of course greatly helped by the existence of this chopping machine, they are ultimately able to meet the quite high market demand.
PERANCANGAN BLADE PADA MESIN PENGOLAH PETIS OTOMATIS BERKAPASITAS 15KG Muhamad Ephie Eka Riswana; Hesti Istiqlaliyah
Nusantara of Engineering (NOE) Vol 9 No 01 (2026): Volume 9 Nomor 1 - 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/noe.v9i01.26095

Abstract

Blade pengaduk petis dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas dalam proses pengadukan adonan petis. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membantu UMKM yang bergerak di bidang pangan yaitu Petis, karena dinilai proses pengadukan memakan waktu yang lama yaitu 2 jam makan dengan ini di buatlah perancangan blade untuk menunjang proses produksi. Perancangan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek teknis seperti bentuk, dimensi, dan sudut kemiringan blade agar mampu menghasilkan adukan yang merata dan homogen. Pengujian dilakukan untuk menilai performa blade dalam kondisi operasional nyata. Hasil pengujian menunjukkan bahwa blade mampu mengaduk adonan petis sebanyak 15 kg dalam waktu 30 menit. Waktu tersebut tergolong efisien jika dibandingkan dengan metode manual atau konvensional. Selain itu, hasil akhir dari proses pengadukan menunjukkan tekstur adonan yang halus dan konsistensi warna yang merata, menandakan kualitas petis yang baik. Dengan demikian, blade pengaduk ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan mutu produk. Inovasi ini sangat potensial untuk diterapkan pada skala industri kecil maupun menengah guna menunjang efisiensi proses produksi petis secara berkelanjutan.
Characteristics of hybrid composites of coconut coir and arenga fibers on the alkalization process using NaOH Hesti Istiqlaliyah
Prosiding SNTTM Vol 23 No 1 (2025): SNTTM XXIII October 2025
Publisher : BKS-TM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71452/1wdcge78

Abstract

The use of composite materials has been growing rapidly, particularly for natural fiber-reinforced composites, due to their environmentally friendly properties. This study aims to investigate the characteristics of hybrid composites based on coconut coir and arenga fibers subjected to an alkalization treatment using sodium hydroxide (NaOH) with concentrations of 5% and 10% and immersion times of 2 hours and 6 hours. The alkali treatment was carried out to improve fiber tensile strength by removing hemicellulose, lignin, and impurities from the fiber surface, thereby enhancing interfacial bonding with the polymer matrix. The results showed that fibers treated with 10% NaOH for 2 hours achieved the highest tensile strength of 62.30 MPa, compared to untreated fibers with 38.26 MPa. The fibers with the highest strength were then fabricated into composites with a volume fraction of 30% fiber and 70% matrix, consisting of a 50:50 ratio of coconut coir and arenga fibers. The hybrid composite exhibited a tensile strength of 1146 MPa, while the untreated composite had 198,43 MPa. Based on the tensile test results of both single fibers and composites, it can be concluded that alkali treatment significantly improves the tensile strength of the material.
Technology Transfer-Based Capacity Building for Organic Fertilizer Production Using Non-Symbiotic Microbial Consortium Agus Muji Santoso; Siti Zubaidah; Risky Aswi Ramadhani; Hesti Istiqlaliyah; Poppy Rahmatika Primandiri; Tutut Indah Sulistiyowati; Ricko Bintang Ramadhan; M. Raffi Fahriza; Mohamad Wahyu Erwin Santoso; A'a Imam Majid; M. Lani Ira Irawan; Anggi Tias Pratama; Astri Rino Okvitasari; Nurul Bahiyah Binti Abd Wahid
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v7i2.19766

Abstract

This community service program aims to enhance partners’ skills in producing solid organic fertilizer using non-symbiotic microbial consortiums and shredding machines through a participatory-collaborative empowerment approach based on the ODSIMED stages. The program was implemented from August to December 2025 with KUB Surya Agrotani in Kediri Regency. Skill data were collected from 56 respondents using structured observation sheets administered at the beginning and end of the mentoring program, while service quality was evaluated through a Likert-scale questionnaire. Descriptive analysis revealed a significant improvement across 10 production skill indicators, with an average N-Gain in the high category (0.89). An important finding was that participants’ compliance with occupational health and safety standards during the mentoring process also increased substantially, with a high N-Gain score (0.84). This result is consistent with the service quality assessment, which indicated that the team of lecturers and students paid strong attention to occupational health and safety standards throughout program implementation. These findings demonstrate that the integration of biotechnology and appropriate technology within the ODSIMED framework effectively strengthens partners’ organic fertilizer production capacity in a measurable and sustainable manner, while maintaining strong attention to health and safety standards.
Efektivitas Proses Carburizing dan Quenching Terhadap Nilai Kekerasan Baja S45C Hesti Istiqlaliyah; Irwan Setyowidodo
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/tecnoscienza.v6i1.629

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari satu pengamatan terhadap pengaruh variasi temperatur dan media pendingin terhadap kekerasan logam S45C. Perbedaan temperature dan variasi media pendingin dapat mempengaruhi kekerasan logam menggunakan pengujian Harnes brinel test. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan temperatur optimal dan media pendingin yang efektif agar didapatkan nilai kekerasan tertinggi pada logam S45C. Penelitian ini berupa matriks orthogonal L20 dengan tiga replikasi menggunakan rancangan faktorial. Variabel bebas yang divariasikan yaitu temperature proses carburizing, dan media pendingin. Variabel terikatnya adalah nilai kekerasan yang di analisis menggunakan Anova serta uji kontras metode Scheffe. Kesimpulan penelitian ini adalah semua faktor berjalan simultan dan mempengaruhi kekerasa logam. Berdasarkan main effect plot, kombinasi temperature carburizing 8500C dengan media pendingin oli menghasilkan kekerasan logam 145 kg/mm2 dan 148 kg/mm2 dengan nilai kekeerasan rata-rata 146,5 kg/mm2. Berdasarkan simpulan penelitian ini, direkomendasikan mengunakan temperatur carburizhing yang lebih tinggi dengan memvariasikan media pendingin yang lebih variatif.
Co-Authors A'a Imam Majid Aa' Imam Majid Afandi, Zainal Agus Fatony Tohari Agus Muji Santoso Agus Pramono Agus Sahal Mustofa, Muhammad Ahmad Bahrul Ulum Aidina Ristyawan Akhmad Amirudin Aldi Pratama Alfian WIldiy, Yusuf Ali Akbar Ali Wahyudi, Ali Alwi, Achmad Arizal AM Mufarrih Amin Tohari Andiansa, Fedra Putra Anggoro Dwi Koencoro Arif Sugianto Arifin, Nur Basthomi Aris Wibowo Arlana, Tegar Putra Arsy Bayu Ardiansyah Astri Rino Okvitasari Aswan, Muhammad Mutaminul Bella Putri Damayanti Budairi, Moh. Fuad Budi Setiono, Moh. Irvan Candrama, Prila Dariansa, Muhammad Naufal Taman Darmawan, Nyoto Agung David, Jiwan Dedi Andrianto Dewi Rahajoe Dwi Pamungkas, Aci Raya dwi purwanto Eka Wahyudi EKO YULIANTO Fadhilah, Alif Putra Fathulloh, Mochammad Akmal Fatkur Rhohman, Fatkur Haikal, Wisnu Fikri Halimatusiam, Danty Hana Refri Gunawan Haris Mahmudi Hesti Mei Wulandari Ilham, M. Muslimin ilham, muslimin Indarta, Rahul Ipik Setiawan Irwan Setyowidodo, Irwan Johan Andi, Johan Kuni Nadliroh Kurnia, Adiek Laksono, Topan Muji Latief, Muhamad Linda Elyanawati Rahayu M. Ikhsan M. Lani Ira Irawan M. Muslimin Ilham M. Raffi Fahriza Moch. Nurul Hadi Mohamad Wahyu Erwin Santoso Mohammad Ilham Mohammad Muslimin Ilham Mohammad Susanto Mohammad Zaenal Fanani Muhamad Ephie Eka Riswana Mukhammad Annafinurika Mulyo, Aldi Ansyah Putra Nurmala As'ari Nurul Bahiyah Binti Abd Wahid Nuryo Suwito Nuryosuwito Nuryosuwito, Nuryosuwito Pambudi, Mochamad Arya Rosydianto Phino Salvino Poppy Rahmatika Primandiri Pramesti, Yasinta Sindy Pranayuda, Lugas Prasetyo, Maonika Silviani Pratama, Anggi Tias Pratamajaya, Rizky Putra Putra, Alvin Maulana Putu Lokantara Qonita Nur Rohmania Ricko Bintang Ramadhan Rina Firliana Rini Indriati Rinjani, Bagus Sutra Risky Aswi Ramadhani Rizawan, Fairus Puji Rosydi, Mokhamad Amirudin Ibnu Rr. Forijati -, Rr. Forijati Rusdi, Firman Maulana Ryan Marcell Wibisono Saefuloh, Iman Setiya Nugroho Setyawan, Rendi Setyowidodo, Irwan Sigit Nur Yakin Siti Zubaidah Subandriyo, Susdi Suciati Suciati Sucipto Sucipto sulhan fauzi Sulistiono Suminar Pratapa Suparman, Andi Kurniawan Sutikno Sutikno Tohari, M. lutfi Nur TUTUT INDAH SULISTIYOWATI Vina Churotul Laili Wibowo Harso Nugroho Wibowo Harso Nugroho Wibowo, Adi Aryo Wicaksana, Elbian Adel Giza Putra WICAKSONO, MUHAMMAD AGUS Wijoyo Wijoyo Wildiy, Yusuf Alfian Wirayuda, Achmad Alfandi Yasinta Sindy Yusuf, Renandya Zaenal Fanani, Mohammad Zul fikar