Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN INJEKSI KETOROLAC TROMETHAMINE INTRAPERITONEAL TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS GASTER TIKUS WISTAR DEWASA DENGAN FRAKTUR KRURIS Rifqi Raihan Haris; Ani Margawati; Abdul Mughni
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.574 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.15912

Abstract

Latar belakang: Penyakit dan kondisi abnormal dapat menimbulkan nyeri yang kuat, misalnya patah tulang. Diperlukan penatalaksanaan yang tepat, dimana opioid merupakan pilihan terbaik. Tetapi opioid memiliki efek ketagihan dan efek sentral merugikan, karenanya digunakan ketorolac tromethamine golongan OAINS, dengan efek analgesik yang cukup kuat. Namun OAINS memiliki efek samping menimbulkan lesi histopatologis pada gaster. Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian injeksi ketorolac tromethamine intraperitoneal terhadap gambaran mikroskopis gaster tikus Wistar dewasa dengan fraktur kruris.Metode : Penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group design. Sampel tikus Wistar 20 ekor dibagi menjadi 2 kelompok, kemudian difrakturisasi pada kruris kanan. Dimana 2 kelompok tersebut yaitu kelompok kontrol yang mendapat makanan dan minuman standar sejumlah 10 ekor, dan kelompok perlakuan yang diberi ketorolac tromethamine 5 mg/KgBB sejumlah 10 ekor. Ketorolac tromethamine diberikan secara injeksi intraperitoneal selama 5 hari awal pelitian. Pada hari ke-8, dilakukan terminasi pada tikus Wistar dengan pemberian choloroform overdose. Dilakukan pengambilan organ gaster dan dilakukan pembuatan preparat histologi menggunakan pengecatan HE. Setiap preparat dibaca pada 5 lapangan pandang dan dinilai integritas epitel mukosanya menggunakan mikroskop cahaya.Hasil : Rerata integritas epitel mukosa gaster kelompok kontrol adalah 0,50 ± 0,170, rerata integritas epitel mukosa gaster kelompok perlakuan adalah 1,240 ± 0,158. Pada uji Mann Whitney didapatkan perbedaan bermakna dengan nilai p=0,00012. Simpulan : Terdapat pengaruh pemberian injeksi ketorolac tromethamine intraperitoneal terhadap gambaran mikroskopis gaster tikus Wistar dewasa dengan fraktur kruris.
HUBUNGAN ANTARA DISLIPIDEMIA DENGAN STATUS PENYAKIT ARTERI PERIFER (PAP) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 TERKONTROL SEDANG Eka Aryani; Heri-Nugroho Heri-Nugroho; Ani Margawati
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.733 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14339

Abstract

Latar Belakang: Penyakit arteri perifer adalah gangguan suplai darah ke ekstremitas atas atau bawah karena obstruksi yang disebabkan aterosklerosis. Pasien PAP memiliki risiko yang lebih besar terhadap kematian akibat stroke, infark miokard dan serangan jantung. Diabetes melitus dan dislipidemia merupakan faktor risiko PAP yang sering ditemukan. Belum terdapat penelitian mengenai hubungan dislipidemia dengan status PAP pada pasien DM tipe II terkontrol sedang.Tujuan: Membuktikan hubungan antara dislipidemia dengan status PAP pada pasien DM tipe II terkontrol sedang.Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional yang menggunakan cara consecutive sampling. Diperoleh 30 subjek dengan DM tipe II terkontrol sedang, 21 subjek dislipidemia, 9 subjek tanpa dislipidemia dalam rentang usia 46-71 tahun. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Status PAP ditentukan dengan pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI) menggunakan stetoskop saat istirahat dan post exercise jika diperlukan. Uji statistik dilakukan menggunakan uji Chi-Square, uji independent t test dan uji regresi logistik.Hasil: Didapatkan 12 subjek dengan PAP positif (40%). Uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara status dislipidemia dengan status PAP pada pasien DM tipe II terkontrol sedang (p<0,025). Uji independent t test menunjukkan terdapat perbedaan antara kadar total cholesterol, LDL, HDL, dan trigliserid pada subjek dengan PAP positif dan negatif. Mayoritas subjek mengkonsumsi obat DM secara teratur dan beberapa subjek menderita hipertensi.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dislipidemia dengan status PAP pada pasien DMT2 terkontrol sedang.
PROMOSI KESEHATAN PROMOSI KESEHATAN MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI SARANA EDUKASI Olga Jadha Casmira; Bagus Widjanarko; Ani Margawati
Husada Mahakam Vol 12 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35963/hmjk.v12i2.323

Abstract

Abstract How to present and convey information can be through various media, but to determine which media is more effective, one that touches or deals directly with the community is Instagram. Instagram social media shows that creatively packaged photo communication is an important factor in attracting attention. The Instagram social media application that contains photos/images and can be shared is proven to have a strong correlation in influencing interest. This study aims to see the effect of health promotion through social media Instagram as a means of education. In connection with this, the researcher wanted to see if Instagram showed any influence in health promotion through social media.. The efforts made by researchers recommend that Instagram be used as a medium for discussion and education, as well as a medium for influencing and making policies. Keywords: Promotion, Social Media Instagram, Education
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEHADIRAN IBU DI KELAS IBU HAMIL DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Shohifah Putri Pradany; Ani Margawati
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.298 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.15961

Abstract

Latar Belakang : ASI eksklusif yaitu ASI yang diberikan pada bayi mulai dari lahir hingga usia 6 bulan tanpa diberi makanan atau minuman lain. Salah satu penyebab meningkatnya angka kematian bayi adalah rendahnya pemberian ASI segera setelah bayi lahir dan pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi. Berbagai faktor diindikasi sebagai indikator penurunan cakupan ASI eksklusif. Berbagai informasi dan promosi pemberian ASI eksklusif telah dilaksanakan, salah satunya di dalam pelaksanaan kelas ibu hamil.Tujuan Penelitian : Menganalisis hubungan antara tingkat kehadiran ibu di kelas ibu hamil dengan perilaku pemberian ASI eksklusif.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan rancangan observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan dengan metode kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Welahan 1, Jepara. Populasi berjumlah 116 ibu yang memiliki bayi umur 6-12 bulan dengan sampel 53 ibu (menggunakan random sampling). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Analisis data yag dilakukan secara univariat dan bivariat (menggunakan uji kolmogorov-smirnov dengan α=0,05).Hasil Penelitian : Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis univariat menunjukkan hasil bahwa mayoritas responden berumur 21-35 tahun (75,4%), tingkat pendidikan responden mayoritas adalah SMA (41,5%), pekerjaan responden mayoritas adalah ibu rumah tangga (67,9%), mayoritas responden memiliki bayi berumur >8 bulan (71,6%), responden memiliki tingkat kehadiran di kelas ibu hamil dikatakan baik (60,4%), dan responden memiliki perilaku pemberian ASI eksklusif dengan kategori baik (77,4%). Analisis bivariat, secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kehadiran ibu di kelas ibu hamil dengan perilaku pemberian ASI eksklusif (p=0,001).Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kehadiran ibu di kelas ibu hamil dengan perilaku pemberian ASI eksklusif.
Media Health Literacy on Prevention of Noncommunicable Diseases in Adolescents Hidayatullaili, Neneng Aprilia; Syamsulhuda Budi Musthofa; Ani Margawati
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educatio
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V11.I2.2023.229-236

Abstract

Background: Health literacy has an important role in health promotion efforts, where literacy focuses on accessing, understanding, assessing, and applying the information obtained so that literacy can have an impact across generations. Health literacy in adolescents is an effort to prevent noncommunicable diseases through behaviors such as eating patterns, smoking, physical activities and others, which are areas that are less explored so it is very important to have an individual approach to healthy behavior. Objective: This study was to examine health literacy in preventing noncommunicable diseases in adolescents. Methods: Systematic review database method used, including Google Scholar, JSTOR, ScienceDirect, Springer Link, PubMed. Inclusion criteria used to select articles include articles using Indonesian and English, year of publication in the 2018-2022 range (last 5 years), full text or non-duplicate and the type of article selected is a research article. Five articles were selected that met the inclusion criteria 1 and 1book as an additional reference. Results: Health literacy can help health promotion efforts to improve individual abilities in accessing, understanding, assessing, and applying information related to the prevention of noncommunicable diseases through various media. So that health literacy in individuals and sources of information has the effect of changing lifestyles and a healthy environment. Conclusion: As a means of preventing noncommunicable diseases in adolescents from a young age, the development of health technology, which is a tool that improves individual abilities to obtain good health outcomes, has contributed to the prevention of noncommunicable diseases at an earlier age.
PERBEDAAN SENAM HAMIL DAN AKUPRESUR TERHADAP PENURUNAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Nila Analisa Pravikasari; Ani Margawati; Mundarti Mundarti
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa kehamilan seiring dengan membesarnya uterus, maka pusat gravitasi akan berpindah kearah depan sehingga ibu hamil harus menyesuaikan posisi berdirinya. Postur tubuh yang tidak tepat akan memaksa peregangan tambahan dan kelelahan pada tubuh, terutama pada bagian tulang belakang sehingga akan menyebabkan terjadinya nyeri pada bagian punggung. Tujuan penelitian untuk membuktikan perbedaan senam hamil, teknik akupresur serta senam hamil dan akupresur terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan penndekatan pretest posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, yang berjumlah 45 ibu hamil trimester III di wilayah Puskesmas Ungaran. Hasil analisis pada kelompok senam hamil, akupresur, serta senam hamil dan akupresur didapatkan p value 0,001 (p < 0,05), berarti terdapat perbedaan yang keluhan nyeri punggung bawah sebelum dan setelah diberikan intervensi. Hasil analisis pada ketiga kelompok setelah diberikan intervensi berdasarkan nilai rerata, didapatkan rerata senam hamil dan akupresur lebih baik dibandingkan kelompok senam hamil dan akupresur. Kesimpulan penelitian :terdapat perbedaan tingkat nyeri sebelum dan setelah intervensi pada kelompok senam hamil, akupresur, serta senam hamil dan akupresur. Kelompok senam hamil dan akupresur memiliki pengaruh yang lebih baik dibandingkan pada kelompok senam hamil dan kelompok akupresur. Kata kunci:
HUBUNGAN KELAHIRAN LOTUS BIRTH DENGAN STATUS PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BAYI USIA 0-12 BULAN DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2013 Siswati Siswati; Ani Margawati; Mundarti Mundarti
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak sejak lahir sangat penting untuk menentukan pola normal pertumbuhan dan perkembangan pada anak, juga menentukan permasalahan dan faktor yang mempengaruhi dan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini. Salah satu faktor intranatal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan sejak dini adalah cara/proses kelahiran bayi. Untuk meminimalkan trauma pada bayi akibat proses kelahiran yaitu dengan lotus birth yang merupakan proses persalinan tanpa mengklem tali pusat seperti yang biasa dilakukan, tali pusat ini dibiarkan sendiri hingga terlepas dari bayi secara alami. Dengan kelahiran lotus bayi tidak mengalami trauma dan luka pada tali pusatnya. Tujuan Penelitian : Untuk menganalisis hubungan kelahiran lotus birth dengan status pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 0-12 bulan di BPM Kabupaten Tegal. Metode penelitian : Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan case control. Sampel berjumlah 30 responden. Analisa data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Spearman Rho Kesimpulan : Status pertumbuhan bayi semuanya berstatus gizi baik. Status perkembangan bayi usia 0-12 bulan dengan lotus birth sejumlah 14 responden (93,3%) dengan perkembangan normal dan 1 responden (6,7%) dengan perkembangan meragukan. Kelahiran tanpa lotus pada bayi usia 0-12 bulan dengan perkembangan normal tidak ada, perkembangan meragukan sejumlah 13 responden (86,7%) dan perkembangan mengalami penyimpangan sejumlah 2 responden (13,3%). Hubungan yang signifikan dengan p= 0,000 (p < 0,05) antara kelahiran lotus birth dengan status pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 0-12 bulan. Kata kunci : Kelahiran Lotus Birth, Tumbuh Kembang Bayi Usia 0-12 Bulan
HUBUNGAN KELAHIRAN LOTUS BIRTH DENGAN STATUS PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BAYI USIA 0-12 BULAN DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2013 Siswati .; Ani Margawati; Mundarti .
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak sejak lahir sangat penting untuk menentukan pola normal pertumbuhan dan perkembangan pada anak, juga menentukan permasalahan dan faktor yang mempengaruhi dan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini. Salah satu faktor intranatal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan sejak dini adalah cara/proses kelahiran bayi. Untuk meminimalkan trauma pada bayi akibat proses kelahiran yaitu dengan lotus birth yang merupakan proses persalinan tanpa mengklem tali pusat seperti yang biasa dilakukan, tali pusat ini dibiarkan sendiri hingga terlepas dari bayi secara alami. Dengan kelahiran lotus bayi tidak mengalami trauma dan luka pada tali pusatnya. Tujuan Penelitian : Untuk menganalisis hubungan kelahiran lotus birth dengan status pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 0-12 bulan di BPM Kabupaten Tegal.Metode penelitian : Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan case control. Sampel berjumlah 30 responden. Analisa data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Spearman RhoKesimpulan : Status pertumbuhan bayi semuanya berstatus gizi baik. Status perkembangan bayi usia 0-12 bulan dengan lotus birth sejumlah 14 responden (93,3%) dengan perkembangan normal dan 1 responden (6,7%) dengan perkembangan meragukan. Kelahiran tanpa lotus pada bayi usia 0-12 bulan dengan perkembangan normal tidak ada, perkembangan meragukan sejumlah 13 responden (86,7%) dan perkembangan mengalami penyimpangan sejumlah 2 responden (13,3%). Hubungan yang signifikan dengan p= 0,000 (p < 0,05) antara kelahiran lotus birth dengan status pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 0-12 bulan.
BERAT BADAN LAHIR RENDAH DAN PANJANG BADAN LAHIR SEBAGAI FAKTOR RISIKO STUNTING PADA ANAK USIA 9-23 BULAN DI INDONESIA [ANALISIS DATA RISET KESEHATAN DASAR TAHUN 2018] Khasanah, Dwi Puji; Ani Margawati; Rosidi, Ali; Rahfiludin, Mohammad Zen; Noer, Etika Ratna
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 46 No. 2 (2023): PGM VOL 46 NO 2 TAHUN 2023
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/pgm.v46i2.778

Abstract

Stunting remains a prevalent health issue among children under two years old in Indonesia. The nutritional status of newborns, indicated by birth weight and length, is crucial for neonatal development. Malnutrition in neonates can lead to increased mortality rates, neurological and cognitive impairments, and stunting. This study aims to identify the risk factors associated with stunting among children aged 9-23 months in Indonesia, utilizing data from the 2018 Basic Health Research. The study design was cross-sectional. This study examined a sample of 7,396 children within the specified age group. The study reveals a stunting prevalence of 30.4% among children aged 9-23 months. Logistic regression analysis indicates that low birth weight (LBW) (AOR 1.854; 95% CI 1.50-2.30), birth length (AOR 1.550; 95% CI 1.37-1.74), and male gender (AOR 1.272; 95% CI 1.15-1.41) are significant risk factors associated with stunting in this age group. Therefore, addressing these factors is crucial for combating stunting among children under two years old in Indonesia.
Evaluation of Local Supplementary Feeding Program in Toddler Nutrition Recovery House (Pelita) in Kedung Banteng District, Tegal Regency Mahmudah Khurotul Aini; Ani Margawati; Sri Winarni
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 5, No 4 (2023): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v5i4.17354

Abstract

One approach taken to reduce the prevalence of stunting is by providing additional recovery food to malnourished toddlers. The Rumah Pelita supplementary food program has been running in Kedung Banteng District since 2020. In the implementation of the Rumah Pelita Program, there are still existing cases of stunting and the nutritional status of targets and there has never been an evaluation of the Rumah Pelita program. The aim of the research is to determine the evaluation of the supplementary feeding program made from local food in Kedungbanteng District, Tegal Regency in terms of input, process and output aspects. This research method is qualitative research which is descriptive and evaluative in nature. The research period is January-March 2023. The research was conducted in 5 villages in the Kedungbanteng Community Health Center area. The main informants were 1 nutrition officer and 5 village midwives, and triangulation informants were 5 Rumah Pelita cadres and 5 mothers of toddlers. Data collection used in-depth interviews, while the source triangulation method was used to validate the data. Research data analysis is data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the research show that the number of cadres is still insufficient, and there are still villages that have not budgeted for equipment rental and transportation for cadres, there are deficiencies in reporting and recording and there are still toddlers who experience stunting. There needs to be integration of central and regional government policies regarding handling stunting in toddlers, so that there is a division of the budget for handling stunting. and it is recommended that health workers provide health education about stunting prevention and routinely monitor the development of toddlers. Keyword: Stunting, Policy, Nutrition, Provision of supplementary food, Toddler