Erfen Gustiawan Suwangto
Department Of Ethics, Faculty Of Medicine And Health Sciences, Atma Jaya Catholic University Of Indonesia

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Masalah perilaku dan emosi tidak memengaruhi tingkat kehadiran dan prestasi akademik anak sekolah dasar Tanoto, Agnes Margareta; Hasan, Surilena; Gustiawan, Erfen
Bahasa Indonesia Vol 21 No 2 (2022): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v21i2.1924

Abstract

Pendahuluan: Masalah perilaku dan emosi anak dapat memengaruhi aktivitas anak sehari-hari termasuk proses belajar dan menimbulkan masalah sekolah yang dapat berkontribusi terhadap rendahnya tingkat kehadiran di sekolah dan prestasi akademik. Metode: Penelitian ini adalah penelitian potong lintang pada 515 siswa SD di Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara. Alat ukur yang digunakan adalah Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) yang langsung diisi oleh siswa, buku absensi siswa, dan nilai Ujian Tengah Semester yang merupakan data sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariate (chi-square). Hasil: Terdapat 32% responden dengan masalah perilaku dan emosi, 2,9% dengan tingkat kehadiran yang rendah, dan 49,1% dengan prestasi akademik yang kurang. Terdapat 3,0% responden dengan masalah perilaku dan emosi yang memiliki tingkat kehadiran rendah. Sedangkan terdapat 52,1% responden dengan masalah perilaku dan emosi yang memiliki prestasi akademik yang kurang.  Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara masalah perilaku dan emosi terhadap tingkat kehadiran (p>0,05; 95% CI=0,316-2,799; OR=0,941) dan prestasi akademik (p>0,05; 95% CI=0,824-1,728; OR=1,193). Simpulan: Masalah perilaku dan emosi pada anak tidak menentukan tingkat kehadiran dan prestasi akademik anak SD.
Tingkat Pengetahuan Dokter Lulusan Baru Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unika Atma Jaya Mengenai Neuropati Diabetika Kadharmestan, Maxmillion Budiman; Suwangto, Erfen Gustiawan; Barus, Jimmy Fransisco Abandita
Bahasa Indonesia Vol 23 No 1 (2024): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v23i1.3756

Abstract

Pendahuluan: Neuropati diabetika merupakan salah satu komplikasi mikrovaskular diabetes melitus (DM) yang paling sering ditemukan di praktik layanan primer. Menurut International Diabetes Federation (IDF), kurang dari satu pertiga dokter dapat mengenali tanda-tanda neuropati diabetika. Oleh karena itu, tingkat pengetahuan dokter mengenai neuropati diabetika yang akan berpraktik di fasilitas layanan kesehatan primer merupakan suatu hal yang penting untuk dibahas dan ditelusuri. Metode: Tingkat pengetahuan diukur menggunakan sebuah kuesioner yang dirancang oleh peneliti dan diisi secara daring oleh responden. Kuesioner divalidasi oleh dua dokter spesialis neurologi dan pilot study dilakukan untuk menguji reliabilitas kuesioner. Perbaikan kuesioner dilakukan sesuai dengan masukan dan saran dari kedua peninjau kuesioner dan juga dari hasil pilot study. Hasil: Didapatkan 53,8% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai neuropati diabetika. Median nilai yang diperoleh responden adalah 80. Hasil analisis nonparametrik menggunakan uji Mann-Whiteney U untuk mengetahui hubungan antara tahap internship, jenis kelamin, memiliki kerabat atau anggota keluarga yang mengetahui atau memiliki riwayat neuropati diabetika, dan pengalaman mengikuti pelatihan atau seminar mengenai neuropati diabetika terhadap tingkat pengetahuan dokter lulusan baru menghasilkan nilai p sebesar 0,302, 0,678, 0,801, dan 0,951 secara berurutan. Hasil uji Kruskal Wallis untuk mengetahui hubungan tahun kelulusan terhadap tingkat pengetahuan neuropati diabetika menghasilkan nilai p sebesar 0,629. Simpulan: Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai neuropati diabetika dan faktor-faktor yang dianalisis pada studi ini tidak berhubungan dengan tingkat pengetahuan responden mengenai neuropati diabetika.
Pengaruh Durasi Pengobatan dan Preferensi Pasien Kanker Stadium Akhir terhadap Layanan Homecare di Rumah Sakit Medistra pada Tahun 2021-2023 Putra, Peter Brian Sutanto, Dr; Suwangto, Erfen Gustiawan, Dr; Djuartina, Tena, Dr; Budianto, Iskandar Rahardjo, Dr; Lesmana, C. Rinaldi A.
Jurnal Penyakit Dalam Indonesia Vol. 11, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction. Cancer is still an enormous health problem in the world and rank second as the most common cause of mortality. End-stage cancer requires end-of-life or palliative care to improve the patient’s quality of life before death. Homecare services have become an option for providing palliative care to avoid long-term hospital stays. The study aimed to provide an overview of the treatment duration and other factors in end-stage cancer patients regarding the selection of homecare services at Medistra Hospital during the period of 2021-2023. Methods. This study with a cross-sectional design analyzed medical records of end-stage cancer patients who received palliative homecare services at Medistra Hospital from 2021 to 2023. Chi-square analysis was used to describe the association between gender, treatment duration, and cancer type with the decision to choose homecare services. The Mann-Whitney test was conducted to describe the relationship between age and the decision to choose homecare. Results. Out of 595 end-stage cancer patients, 429 chose to undergo palliative homecare. Males represented the majority in both the homecare group (53.1%) and the non-homecare group (56.6%). Patients who chose homecare were generally older (median age 65 years) compared to those who did not (median age 61 years, p = 0.002). Hematologic cancers were most common in the non-homecare group (25.3%), while gastrointestinal cancers were the most prevalent in the homecare group (39.9%). Patients with a treatment duration of less than 8 weeks from diagnosis were more likely to choose homecare, while those with a duration of 8 weeks or more were more likely to decline homecare (98.6% vs. 3.6%, p <0.001). Conclusion. Treatment duration and age are significant factors that related to the decision of end-stage cancer patients to choose homecare services.
EVALUASI STRES DAN KECEMASAN PADA CAREGIVERS: PERAWATAN PALIATIF DI RUMAH SINGGAH Hananta, Linawati; Wijaya, Jullyany Waty; Suwangto, Erfen Gustiawan; Amelia, Margareta; Widodo, Jerico Tristan; Chandra, Gerard Justin; Theja , Berliana Elyza Suryadi; Eriady, Angely Margaretha; Marcella, Laurie; Yolanda, Ellysa; Gonga, Audrey Aprilia; Sulisthio , Manuel Omar Weki; Kesuma , Deony Maria; Labaran, Victor Carolus Christiputra
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i1.6042

Abstract

Perawatan paliatif merupakan elemen penting dalam memberikan perawatan berkualitas tinggi bagi pasien dengan penyakit kronis atau serius. Penyakit serius berhubungan dengan risiko kematian yang tinggi dan memberikan dampak besar pada aspek fisik, psikologis, maupun spiritualitas pasien, caregiver, ataupun keluarga. Peran caregiver dalam perawatan pasien dengan penyakit terminal atau serius sering kali membawa beban emosional dan fisik yang berat, yang dapat menimbulkan kecemasan dan stres. Perawatan paliatif berperan dalam mengelola gejala serta memenuhi kebutuhan pasien dan keluarga, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup pasien, caregiver, maupun keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat (abdimas) ini dilaksanakan di lima rumah singgah di Jakarta (RHI, WNH, CISC1, CISC2, dan RSL), dengan melakukan terapi seni yaitu inkblot dan mengevaluasi menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS) untuk menilai tingkat stres dan kuesioner Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD) untuk menilai tingkat kecemasan caregiver. Hasil asesmen menunjukkan bahwa sebagian besar caregiver mengalami tingkat kecemasan rendah (44,8%) hingga sedang (20,7%) dan memiliki tingkat stres ringan (41,4%) hingga sedang (51,7%). Dukungan sosial, spiritual, dan religius sangat penting, disertai dengan beberapa teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, dan olahraga sehingga membantu mengurangi stres dan kecemasan.
PENGARUH PEMAPARAN MATERI DAN TUR KOLEKSI MUSEUM ANATOMI FKIK UNIKA ATMA JAYA TERHADAP PENGETAHUAN SISTEM TUBUH PADA MURID SEKOLAH DASAR (SD) Panggabean, Nadine Lefina; Djuartina, Tena; Dewi, Rita; Suwangto, Erfen Gustiawan; Narwati, Yulia Tanti; Irawan, Robi
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6311

Abstract

Museum merupakan institusi nirlaba yang tidak hanya berperan dalam edukasi dan penelitian, tetapi juga sebagai sarana penyebaran informasi. Museum Anatomi FKIK Unika Atma Jaya memfasilitasi pembelajaran sains, khususnya biologi dan anatomi. Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang melibatkan siswa SD yang mengunjungi museum. Kuesioner diberikan sebelum dan sesudah pemaparan materi audiovisual serta tur koleksi sistem organ tubuh oleh staf Departemen Anatomi. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengevaluasi efektivitas museum sebagai media pembelajaran dan dampaknya terhadap peningkatan pengetahuan siswa. Hasilnya, 121 siswa menunjukkan peningkatan skor post-test dengan distribusi jawaban benar yang lebih bervariasi. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05) pada beberapa topik, seperti embriologi, perbedaan jenis kelamin, dan fungsi ginjal dalam sistem urin. Namun, peningkatan pada topik lain seperti sistem tubuh dan fungsi jantung tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemaparan museum secara interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada topik-topik tertentu, meskipun tidak berlaku untuk seluruh materi
EVALUASI STRES DAN KECEMASAN PADA CAREGIVERS: PERAWATAN PALIATIF DI RUMAH SINGGAH Hananta, Linawati; Wijaya, Jullyany Waty; Suwangto, Erfen Gustiawan; Amelia, Margareta; Widodo, Jerico Tristan; Chandra, Gerard Justin; Theja , Berliana Elyza Suryadi; Eriady, Angely Margaretha; Marcella, Laurie; Yolanda, Ellysa; Gonga, Audrey Aprilia; Sulisthio , Manuel Omar Weki; Kesuma , Deony Maria; Labaran, Victor Carolus Christiputra
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i1.6042

Abstract

Perawatan paliatif merupakan elemen penting dalam memberikan perawatan berkualitas tinggi bagi pasien dengan penyakit kronis atau serius. Penyakit serius berhubungan dengan risiko kematian yang tinggi dan memberikan dampak besar pada aspek fisik, psikologis, maupun spiritualitas pasien, caregiver, ataupun keluarga. Peran caregiver dalam perawatan pasien dengan penyakit terminal atau serius sering kali membawa beban emosional dan fisik yang berat, yang dapat menimbulkan kecemasan dan stres. Perawatan paliatif berperan dalam mengelola gejala serta memenuhi kebutuhan pasien dan keluarga, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup pasien, caregiver, maupun keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat (abdimas) ini dilaksanakan di lima rumah singgah di Jakarta (RHI, WNH, CISC1, CISC2, dan RSL), dengan melakukan terapi seni yaitu inkblot dan mengevaluasi menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS) untuk menilai tingkat stres dan kuesioner Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD) untuk menilai tingkat kecemasan caregiver. Hasil asesmen menunjukkan bahwa sebagian besar caregiver mengalami tingkat kecemasan rendah (44,8%) hingga sedang (20,7%) dan memiliki tingkat stres ringan (41,4%) hingga sedang (51,7%). Dukungan sosial, spiritual, dan religius sangat penting, disertai dengan beberapa teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, dan olahraga sehingga membantu mengurangi stres dan kecemasan.
PENGARUH PEMAPARAN MATERI DAN TUR KOLEKSI MUSEUM ANATOMI FKIK UNIKA ATMA JAYA TERHADAP PENGETAHUAN SISTEM TUBUH PADA MURID SEKOLAH DASAR (SD) Panggabean, Nadine Lefina; Djuartina, Tena; Dewi, Rita; Suwangto, Erfen Gustiawan; Narwati, Yulia Tanti; Irawan, Robi
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6311

Abstract

Museum merupakan institusi nirlaba yang tidak hanya berperan dalam edukasi dan penelitian, tetapi juga sebagai sarana penyebaran informasi. Museum Anatomi FKIK Unika Atma Jaya memfasilitasi pembelajaran sains, khususnya biologi dan anatomi. Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang melibatkan siswa SD yang mengunjungi museum. Kuesioner diberikan sebelum dan sesudah pemaparan materi audiovisual serta tur koleksi sistem organ tubuh oleh staf Departemen Anatomi. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengevaluasi efektivitas museum sebagai media pembelajaran dan dampaknya terhadap peningkatan pengetahuan siswa. Hasilnya, 121 siswa menunjukkan peningkatan skor post-test dengan distribusi jawaban benar yang lebih bervariasi. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05) pada beberapa topik, seperti embriologi, perbedaan jenis kelamin, dan fungsi ginjal dalam sistem urin. Namun, peningkatan pada topik lain seperti sistem tubuh dan fungsi jantung tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemaparan museum secara interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada topik-topik tertentu, meskipun tidak berlaku untuk seluruh materi
Hubungan Depresi Dan Kualitas Tidur Pada Pasien Di Puskesmas Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara: Studi Cross-Sectional Felicia Handoko; Surilena Hasan; Erfen Gustiawan; Nelly Tina Widjaja
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 70 No 10 (2020): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, V
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.70.10-2020-247

Abstract

Introduction: Depression is the most common mental disorder. Depression of outpatients in primary health care is frequently unrecognized. It might affect sleep quality, which is associated with worse quality of life, poor medication adherence, higher morbidity, and mortality. The study aimed to determine the association between depression and sleep quality of outpatients in Penjaringan Primary Health Care, Jakarta. Method: This research was observational analytic using a cross-sectional approach involving 434 outpatients in Penjaringan Primary Health Care, Jakarta. The study was conducted from August until September 2019. Instruments used in this research were the demographic questionnaire, the Zung Self-Rating Depression (SDS) questionnaire, and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire. Data analytics were bivariate. Results: There were 19.1% of respondents had depression, including 12.2% mild depression, 5.8% moderate depression, and 1.2% severe depression. There were 53.5% of respondents had poor sleep quality. There was a significant relationship (p less than 0.001, OR=7.814) between depression and sleep quality in outpatients. The results also showed that depression scores were moderately correlated with sleep disturbances (r=0.434). Conclusion: This study showed a high prevalence of depression and poor sleep quality among outpatients. Depression was associated with a 7.8 times higher risk of having poor sleep quality and also correlated with the components of sleep quality especially sleep disturbance.