Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Uji Efektivitas Bioherbisida Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) pada Gulma Babadotan (Ageratum conyoides L.) Septiyani, Alda; Saylendra, Andree; Hilal, Samsu; Rumbiak, Julio E.R
JURNAL BUDIDAYA PERTANIAN Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Budidaya Pertanian
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbdp.2025.21.1.53

Abstract

The excessive use of synthetic herbicides can have adverse effects on living organisms and the environment. Therefore, environmentally friendly weed control alternatives are needed, such as the use of bioherbicides. Papaya leaf extract contains allelopathic compounds including alkaloids, triterpenoids, steroids, flavonoids, saponins, tannins, and phenols that can inhibit weed growth. This study aimed to determine the effectiveness of papaya (Carica papaya L.) leaf extract as a bioherbicide in suppressing the growth of babadotan (Ageratum conyzoides L.) weeds. The study was conducted from February to May 2025 at the Bukit Kawi Permai Complex, Kramatwatu Village, Kramatwatu District, Serang Regency and the LPHP Region II Laboratory, Pandeglang. This study used a Completely Randomized Block Design (RBD) consisting of seven treatment levels, with four replications. The treatment levels included: P0-: negative control without herbicide, P0+: positive control herbicide (bispiribak sodium 18% and pyrazosulfuron 10%), P1: 30% extract, P2: 40% extract, P3: 50% extract, P4: 60% extract, and P5: 70% extract. The results showed that the administration of papaya leaf extract showed effectiveness as a bioherbicide in inhibiting the growth of babadotan weeds compared to the control. Administration of papaya leaf extract at a concentration of 60% and 70% had a very significant effect on fresh weight and had an effect on phytotoxicity of 13.35% (P4) and 17.5% (P5).
PERTUMBUHAN 2 VARIETAS CABAI (Capsicum annum L.) DAN UJI EFEKTIVITAS PEMBERIAN KONSENTRASI EKSTRAK BUAH MAJA (Aegle marmelos L. Corr) SEBAGAI PESTISIDA NABATI HAMA KUTU DAUN (Aphis gossypii Glover) Rosifah, Rosifah; Susiyanti, Susiyanti; Roidelindho, Kiki; Saylendra, Andree
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i1.1318

Abstract

Cabai merupakan komoditas pertanian yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Permasalah yang sering terjadi pada tanaman cabai di petani adalah adanya serangan hama. Salah satu hama yang sering menyerang tanaman cabai adalah hama kutu daun (Aphis sp.). Kutu daun (Aphis gossypii) merupakan hama utama yang menyerang daun pada tanaman cabai. Penggunaan pestisida nabati merupakan cara untuk menanggulangi masalah kutu daun. Salah satu pestisida nabati yang dapat digunakan adalah pestisida buah maja. Buah maja, (Aegle marmelos) adalah salah satu contoh tanaman yang keberadaannya kurang diperhatikan, padahal buah ini memiliki kandungan saponin dan tannin yang tidak disukai oleh hama tanaman, salah satunya adalah hama kutu daun yang menyerang tanaman cabai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas pemberian ekstrak buah maja dalam pengendalian hama kutu daun, pada tanaman cabai merah varietas taro dan cabai rawit varietas pelita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor, 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi konsentrasi ekstrak buah maja 20% berpengaruh nyata terhadap parameter mortalitas hama pada 9 Hari Setelah Aplikasi (HSA), masing-masing konsentrasi ekstrak buah maja juga berpengaruh nyata terhadap parameter laju kematian hama dan tingkat kerusakan tanaman, namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman dan jumlah daun.
EKSPLORASI Bacillus sp. ASAL RHIZOSFER PISANG (Musa paradisiaca) SEBAGAI AGEN HAYATI PENGENDALI LAYU FUSARIUM PISANG SECARA IN-VITRO Yurifals, Vionanda Apta; Fatmawaty, Andi Apriany; Sulistyorini, Endang; Saylendra, Andree
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i1.1322

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi potensi isolat Bacillus sp. dari rhizosfer pisang, khususnya dari rhizosfer pisang kepok kuning. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Tanah dan Agroklimat serta Laboratorium Ilmu Dasar dan Perlindungan Tanaman, Departemen Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dari Oktober 2024 hingga Januari 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan 4 ulangan, terdiri dari 8 perlakuan isolat bakteri Bacillus sp. rhizosfer pisang kepok kuning dan 1 perlakuan kontrol sebagai pembanding. Hasil persentase daya hambat setelah transformasi pada 7 Hari Setelah Inokulasi (HSI) menunjukkan: BRPK 1 (33,89%), BRPK 2 (41,88%), BRPK 3 (32,69%), BRPK 4 (36,07%), BRPK 5 (31,42%), BRPK 6 (35,35%), BRPK 7 (38,21%), dan BRPK 8 (36,75%). Uji gram menggunakan KOH 3% dan pewarnaan gram menunjukkan bahwa seluruh isolat BRPK merupakan bakteri gram positif dengan bentuk basil (batang). Berdasarkan hasil uji patogenisitas terhadap 8 isolat, ditemukan bahwa isolat BRPK 1, BRPK 5, dan BRPK 7 memiliki sifat patogenik. Pada pengamatan makroskopis morfologi koloni, ditemukan variasi bentuk dan tepi koloni dari isolat BRPK.
RESPONSE OF SOYBEAN (Glycine max Merr.) TO VARIATIONS IN TYPE AND FREQUENCY OF PGPR APPLICATION Baihaqi, Achmad Fachrurijal; Saylendra, Andree; Ritawati, Sri; Rohmawati, Imas
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 3 (2025): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v9i3.7599

Abstract

Soybean (Glycine max Merril.) is a strategic food crop whose productivity must be improved to meet increasing national demand. The use of Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) offers a promising approach to enhance plant growth and yield. This study evaluated the effects of PGPR types and application frequencies on the growth and yield of the Grobogan soybean variety. The experiment, conducted from June to September 2025, employed a two-factor Randomized Complete Block Design with five PGPR types and three application frequencies. Results showed that PGPR type significantly affected plant height, leaf number, and pod number, while application frequency significantly influenced plant height at 10 WAP and pod number. Bamboo root PGPR produced the best performance, with a plant height of 78.84 cm, 43 leaves, and 110 pods under three applications. These findings demonstrate that bamboo root PGPR is a promising biological agent for sustainably improving soybean productivity.
Diversity Of Weed Types in The Gunung Karang Coffee Plantation, Swadaya Village Wahyuni, Putri; Ritawati, Sri; Putri, Widia Eka; Saylendra, Andree
Jurnal Agroekoteknologi Terapan (Applied Agroecotechnology Journal) Vol. 6 No. 2 (2025): ISSUE JULY-DECEMBER 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v6i2.65242

Abstract

This study aimed to determine the diversity and dominance of weeds in coffee plantations in Gunung Karang, Swadaya Village, Karang Tanjung District, Pandeglang Regency. The method used was a belt transect with a plot size of 1 × 1 m at three land elevations, namely 500, 600, and 700 masl. The results showed that the diversity of weed species is quite high with a total of 20 species from 14 families. The composition and dominance of weeds varied at each elevation. At an altitude of 500 masl, the dominant weed is Oplismenus compositus (Poaceae), while at 600 masl it is dominated by Synedrella nodiflora (Asteraceae) and Peperomia pellucida (Piperaceae). At 700 masl, Spermacoce latifolia (Rubiaceae) showed the highest Importance Value Index (IVI) value, indicating a high level of adaptation and competitiveness in the highlands. Environmental factors such as light intensity, humidity, and location altitude influence the diversity and structure of the weed community. The dominance of certain weeds can inhibit the growth of coffee plants, so an effective and sustainable weed control strategy is needed, for example by means of an integrated control approach that includes manual, mechanical, and technical cultural methods, such as routine weeding and the use of competitive ground cover plants. Keywords: Coffee, Diversity, Dominance, Gunung karang, Weeds. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan dominansi gulma pada lahan pertanaman kopi di Gunung Karang, Desa Swadaya, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang. Metode yang digunakan adalah belt transect dengan ukuran plot 1 × 1 m pada tiga ketinggian lahan, yaitu 500, 600, dan 700 mdpl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis gulma tergolong cukup tinggi dengan total 20 jenis yang berasal dari 14 famili. Komposisi dan dominansi gulma bervariasi pada setiap ketinggian. Pada ketinggian 500 mdpl, gulma yang dominan adalah Oplismenus compositus (Poaceae), sedangkan pada 600 mdpl didominasi oleh Synedrella nodiflora (Asteraceae) dan Peperomia pellucida (Piperaceae). Pada 700 mdpl, Spermacoce latifolia (Rubiaceae) menunjukkan nilai Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi, menandakan tingkat adaptasi dan daya saing yang tinggi di dataran tinggi. Faktor lingkungan seperti intensitas cahaya, kelembapan, dan ketinggian lokasi berpengaruh terhadap keanekaragaman dan struktur komunitas gulma. Dominansi gulma tertentu dapat menghambat pertumbuhan tanaman kopi, sehingga diperlukan strategi pengendalian gulma yang efektif dan berkelanjutan, misalnya dengan cara pendekatan pengendalian terpadu yang mencakup cara manual, mekanis, dan kultur teknis, seperti penyiangan rutin serta pemanfaatan tanaman penutup tanah yang kompetitif. Kata-Kata Kunci: Dominansi, Gulma, Kopi, Gunung karang, Keanekaragaman
Identification Of Insect Diversity in Coffee Plants at Various Heights of Citaman Lawang Taji Gunung Karang Pandeglang Plantations Isnaeni, Dwi; Laila, Alfu; Eiffelt Rossaffelt Rumbiak, Julio; Saylendra, Andree
Jurnal Agroekoteknologi Terapan (Applied Agroecotechnology Journal) Vol. 6 No. 2 (2025): ISSUE JULY-DECEMBER 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v6i2.65394

Abstract

Coffee (Coffea sp) is a significant plantation crop in Indonesia. Smallholder farmers grow it using environmentally friendly management systems that keep soil fertile and the biodiversity high. This research utilizes a quantitative descriptive methodology. We collected data by directly observing the field and using trapping methods. In three different places, they used pitfall traps, yellow pan traps, and light traps. Purposive sampling was used to choose the place where samples would be taken. There were four samples taken, each one a week apart. After identifying and analyzing the insect that had been collected, we used ANOVA with F tables of 1% and 5% to find their diversity, dominance, and evenness. The findings indicated that 6 orders and 21 families were recognized from the three sites. The diversity indices for locations I, II, and III were classified as medium (1.51), low (-0.11), and medium (1.99), respectively. The dominance indices for sites I, II, and III were classified as low (0.44), low (0.11), and low (0.21), respectively. The evenness index for locations I, II, and III was low (0.26), low (-0.02), and moderate (0.44), respectively. Keywords: Identification, Diversity, Insects, Coffee, Diversity, Pandeglang
Inventarisasi dan identifikasi penyakit pada perkebunan kopi robusta (Coffea canephora) di kawasan Gunung Karang, Provinsi Banten Nadila, Shafarotun; Ritawati, Sri; Yenny, Ratna Fitry; Saylendra, Andree
Agrium Vol. 22 No. 4: December 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i4.25188

Abstract

Kopi (Coffea sp.) merupakan komoditi perkebunan dengan nilai ekonomis dan tingkat ekspor tinggi bagi Indonesia. Tingkat konsumsi kopi terus bertambah. Salah satu jenis kopi yang ada di Banten yaitu kopi robusta (Coffea canephora). Serangan hama dan penyakit menyebabkan kerugian produktivitas dan kualitas. Penelitian bertujuan untuk menginventarisasi dan mengidentifikasi penyakit dan patogen yang menyerang tanaman kopi robusta pada 3 lokasi yang berbeda di kawasan Gunung Karang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 hingga Januari 2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Pengamatan dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis terhadap bagian batang, daun, dan buah kopi yang terserang penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor biotik dan abiotik seperti patogen, tanaman inang, suhu, kelembapan, intensitas penyinaran, dan curah hujan dapat menyebabkan tanaman kopi rentan terserang penyakit. Penyakit utama yang menyerang tanaman kopi robusta di kawasan Gunung Karang adalah kapang jelaga (Capnodium coffeicola) dengan rata-rata kejadian penyakit sebesar 88,89%, karat daun (Hemileia vastatrix) sebesar 46,67%, dan bercak daun (Cercospora coffeicola) sebesar 42,23%.