Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Identifikasi Flavonoid total dan Vitamin C pada Ekstrak buah Alkesa (Pouteria campechiana (Kunth) Baehni) menggunakan Spektrofotometri UV-VIS Kholifah, Eva; Agustian, Lolo; Noviyanto, Fajrin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v6i2.120

Abstract

Buah Alkesa (Pouteria campechiana (Kunth) Baehni) adalah buah yang mengandung antioksidan yang sangat tinggi buah alkesa ini menjadi sumber karbohidrat, vitamin, mineral, serat dan mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan vitamin C. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar vitamin C dan flavonoid total pada ekstrak buah alkesa dengan menggunakan metode spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian ini menunjukan kandungan metabolit sekunder buah alkesa adalah flavonoid dan saponin, kadar vitamin C yang diperoleh pada ekstrak buah alkesa sebesar 1,2816% sedangkan kadar flavonoid total sebesar 0,2533%. Pada penelitian ini menunjukan buah alkesah mengandung flavonoid dan vitamin c yang bisa dikembangkan dalam produk farmasi.
Analisis Pengaruh Faktor Sosiodemografi Pada Persepsi Masyarakat Terhadap Peran Apoteker di Apotek Kabupaten Pandeglang Noviyanto, Fajrin; Haiti, Fajar Alam; Stiani, Sofy Nurmay; Suryoputri, Masita Wulandari
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i2.20744

Abstract

Para peneliti mulai mempelajari bagaimana orang melihat apoteker secara umum, menurut mereka apa yang dilakukan apoteker, dan apa yang mereka antisipasi dari layanan farmasi dan untuk memberikan gambaran tentang aspek sosial ekonomi dan demografi yang mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap Kabupaten Pandeglang. Ini adalah penelitian observasional yang menggunakan metodologi kuantitatif dengan fokus pada angka. Kabupaten Pandeglang akan memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.272.687 jiwa pada tahun 2021, menurut metode random sampling dan stratified random sampling. Ada 110 total peserta dalam jajak pendapat. Berdasarkan hasil temuan, warga Kabupaten Pandeglang memiliki kesan yang baik (86,4 persen) terhadap kontribusi apoteker dalam penyelenggaraan pelayanan kefarmasian. Sebagian besar penduduk di Kabupaten Pandeglang (82,6%) memiliki kesan yang baik terhadap apoteker, bahkan sebagian besar (83,3%) memiliki harapan yang tinggi terhadap pelayanan kefarmasian yang akan mereka dapatkan dari apotek lokal. Pandangan masyarakat terhadap kontribusi apoteker terhadap pelayanan kefarmasian berkorelasi dengan karakteristik sosial ekonomi meliputi usia dan pendapatan (p(0,05)). Nilai P (lebih besar dari a(0,05) menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara variabel sosiodemografi dengan pandangan masyarakat Kabupaten Pandeglang terhadap kontribusi apoteker terhadap pelayanan kefarmasian. 
TINGKAT PENGETAHUAN, PERSEPSI, DAN SIKAP MASYARAKAT MUSLIM TERHADAP KEHALALAN OBAT DI DESA SUKARENDAH, SUKARAJA, DAN PADASUKA KABUPATEN LEBAK TAHUN 2024 Noviyanto, Fajrin; Apriliani, Ade; Stiani, Sofi Nurmay; Shobah, Afifah Nur; Halimatusyadiah, Leni
International Journal Mathla’ul Anwar of Halal Issues Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Mathla’ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/ijma.202442.116

Abstract

Halal drugs became a very important issue discussed given th at th ere a re st ill ma ny drugs found that are suspected of containing illegal substances and have not been identified as halal. The aim of this research is to determine the level of knowledge, perception, and public attitude about the validity of drugs and to identify the factors that influence the knowledge, perceived, and attitude of the public about the legitimacy of drugs in the villages of Sukarendah, Sukaraja, and Padasuka. This research uses a descriptive approach model (non eksperimental). On sampling in the population of the village community Sukarendah, Sukaraja, and Padasuka used propability samplings, and collected data through questionnaires. According to the results of the research showed that the level of knowledge about the validity of drugs in the villages of Sukarendah, Sukaraja, and Padasuk very well has a score of 82.86%, the perception of the village people of Skarendha, Sukarasu, and Padasuk to the legitimacy of drugs very good score of 74.29%, the attitude of the people of the towns of Sskarendh, sukaraja and Padassuk very good to the validation of drugs score of 94.3%. Overall, it can be said that the knowledge, understanding, and perception levels of the community of villages are very good.
Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Pelatihan Pembuatan Katsu Ikan Payus untuk Pencegahan Stunting Halimatusyadiah, Leni; Octavia, Rina; Noviyanto, Fajrin; Ain, Dinda Ayu Aprilia Qurotul; Maula, Rahma Maghfiroti
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/e2erx826

Abstract

Stunting merupakan kondisi ketika anak mengalami kekurangan gizi kronis yang disertai infeksi, sehingga tinggi badan anak lebih rendah dari usianya. Salah satu faktor penyebab stunting adalah kurangnya asupan zat gizi makro (protein) dan zat gizi mikro (Fe, Zn, Ca, serta vitamin D, A, dan C). Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kader Posyandu di Kelurahan Cilaku, Kota Serang, melalui pelatihan pembuatan Katsu Ikan Payus (Elops hawaiensis) sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi antara dosen kebidanan, dosen farmasi, mahasiswa S1 Kebidanan, dan kader Posyandu Cilaku. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, pendistribusian, monitoring, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra sebesar 29% mengenai gizi dan pencegahan stunting, serta peningkatan keterampilan dalam pembuatan Katsu Ikan Payus. Produk ini menjadi inovasi menu PMT dalam kegiatan posyandu dan memberikan peluang ekonomi bagi kader dalam memproduksi serta mengembangkan olahan ikan payus. Program ini diharapkan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan sebagai alternatif pemanfaatan sumber daya alam lokal untuk pemenuhan protein hewani dan perbaikan status gizi masyarakat
Promosi Kesehatan Bijak Menggunakan Antibiotik Pada Santriwati di Ponpes Ath-Thohariyah 2 Desa Sindanghayu Saketi Pandeglang Banten Noviyanto, Fajrin; Shobah, Afifah Nur; Halimatusyadiah, Leni; Renata, Deo; Ulfah, Selvi Maria; Khairunnisa, Iqlima Raina; Agustine, Yensi Widiasti; Rahmadhant, Alfi; Permatasari, Desi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/j5katb97

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di lingkungan pesantren yang memiliki tingkat interaksi tinggi sehingga berisiko terhadap penyebaran penyakit infeksi. Kurangnya pengetahuan santri mengenai indikasi, dosis, dan durasi penggunaan antibiotik dapat meningkatkan kejadian resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan serta efektivitas promosi kesehatan dalam meningkatkan pemahaman santriwati mengenai penggunaan antibiotik yang bijak. Penelitian ini menggunakan desain pre-ekperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 80 santriwati di Pondok Pesantren Ath-Thohariyah 2, Pandeglang, Banten. Intervensi dilakukan melalui promosi kesehatan berupa penyuluhan, diskusi interaktif, dan pemberian leaflet. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan total skor jawaban benar meningkat dari 654 pada pre-test menjadi 1078 pada post-test (selisih 424). Peningkatan terbesar terjadi pada pemahaman terkait penggunaan antibiotik untuk infeksi virus, pentingnya menghabiskan antibiotik, serta bahaya penggunaan tanpa resep. Disimpulkan bahwa promosi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan santriwati mengenai penggunaan antibiotik secara rasional. Edukasi berkelanjutan diperlukan untuk membentuk perilaku penggunaan antibiotik yang tepat guna mencegah resistensi antibiotik di lingkungan pesantren.
Promosi Kesehatan Bijak Menggunakan Antibiotik pada Santriwati di Ponpes Ath-Thohariyah 2 Desa Sindanghayu Saketi Pandeglang Banten Noviyanto, Fajrin; Shobah, Afifah Nur; Halimatusyadiah, Leni; Renata, Deo; Ulfah, Selvi Maria; Khairunnisa, Iqlima Raina; Agustine, Yensi Widiasti; Rahmadhanti, Alfi; Permatasari, Desi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/n550xe03

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di lingkungan pesantren yang memiliki tingkat interaksi tinggi sehingga berisiko terhadap penyebaran penyakit infeksi. Kurangnya pengetahuan santri mengenai indikasi, dosis, dan durasi penggunaan antibiotik dapat meningkatkan kejadian resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan serta efektivitas promosi kesehatan dalam meningkatkan pemahaman santriwati mengenai penggunaan antibiotik yang bijak. Penelitian ini menggunakan desain pre-ekperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 80 santriwati di Pondok Pesantren Ath-Thohariyah 2, Pandeglang, Banten. Intervensi dilakukan melalui promosi kesehatan berupa penyuluhan, diskusi interaktif, dan pemberian leaflet. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan total skor jawaban benar meningkat dari 654 pada pre-test menjadi 1078 pada post-test (selisih 424). Peningkatan terbesar terjadi pada pemahaman terkait penggunaan antibiotik untuk infeksi virus, pentingnya menghabiskan antibiotik, serta bahaya penggunaan tanpa resep. Disimpulkan bahwa promosi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan santriwati mengenai penggunaan antibiotik secara rasional. Edukasi berkelanjutan diperlukan untuk membentuk perilaku penggunaan antibiotik yang tepat guna mencegah resistensi antibiotik di lingkungan pesantren.
Evaluasi Terapi Kortikosteroid Oral pada Pasien Asma di Rumah Sakit Drajat Prawiranegara Tahun 2022 Noviyanto, Fajrin; Pertiwi, Risma; Shobah, Afifah Nur
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 01 Juli 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v22i1.20209

Abstract

Asma adalah gangguan inflamasi yang persisten yang memengaruhi saluran udara. Gejala umum asma meliputi penyempitan dada, mengi yang terdengar, dan kesulitan bernapas, terutama pada malam hari atau dini hari. Pengobatan asma bertujuan untuk mengontrol kekambuhan sehingga pasien dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan gejala yang minimal atau tanpa gejala. Beberapa penelitian menunjukan bahwa kortikosteroid efektif meningkatkan parameter dalam pengendalian asma. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rasionalitas dan pola peresepan kortikosteroid pada pasien asma di rawat jalan di RSUD dr. Drajat Prawiranegara. Penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental retrospektif yang melibatkan pengumpulan data dari catatan rekam medik. Purposive sampling adalah teknik yang digunakan untuk pengumpulan data, yaitu pengumpulan data disesuaikan untuk memenuhi kriteria inklusi yang ditentukan. Berdasarkan hasil penelitian Jumlah populasi yang didapatkan sebanyak 115 kasus. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusif sebanyak 57 kasus. Penyebab data dieksklusi karena tidak tersedianya data rekam medik, tidak dicantumkan dosis yang digunakan, usia kurang dari 18 tahun, pasien tidak menggunakan obat kortikosteroid. Jenis kortikosteroid yang paling sering digunakan adalah metilpredinsolon sebanyak 57 pasien (100%). Peresepan Kortikosteroid yang paling banyak diresepkan pada bulan Desember sebanyak 14 resep sedangkan obat kortikosteroid paling sedikit pada bulan Juli sebanyak 2 resep. Penggunaan kortikosteroid tepat pasien 100%, tepat indikasi 100%, tepat dosis 100%, dan tepat obat 100%.