Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PERBEDAAN PENGARUH TABATA TRAINING DAN CIRCUIT TRAINING TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN DAN PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA REMAJA Hasriana, Hasriana
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v4i1.23995

Abstract

Latar Belakang : Pola makan yang tidak teratur dan kurangnya aktivitas fisik menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan antara masuknya energi dan pengeluaran energi, hal ini yang akan membuat penumpukkan lemak dan berakibat terjadinya peningkatan berat badan. Tujuan : Mengetahui perbedaan pengaruh tabata training dan circuit training terhadap penurunan berat badan pada remaja. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental pre test dan post test two group design. Jumlah sampel yang digunakan 24 remaja dengan randomize sampling. Kelompok I diberikan tabata training dilakukan selama 3 kali seminggu selama 4 minggu dan kelompok II diberikan circuit training dilakukan selama 3 kali seminggu selama 4 minggu. Alat ukur menggunakan timbangan. Hasil : Hasil hipotesis I menggunakan Paired Sample T-Test diperoleh nilai p = 0,000 (p<0,05) dan hasil hipotesis II menggunakan Paired Sample T-Test diperoleh nilai p = 0,000 (p<0,05) yang berarti ada pengaru tabata training dan circuit training terhadap penurunan berat badan pada remaja. Hasil hipotesis III menggunakan Independent Sample Test diperoleh nilai p = 0,810 (p>0,05) yang berarti tidak ada perbedaan pengaruh tabata training dan circuit training terhadap penurunan berat badan pada remaja. Kesimpulan : Tidak ada perbedaan pengaruh tabata training dan circuit training terhadap penurunan berat badan pada remaja. Saran : Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan kajian dan informasi dalam melakukan penelitian selanjutnya.
PENGUATAN KETAHANAN MENTAL MASYARAKAT DI DAERAH WISATA PESISIR MELALUI PENDEKATAN COMMUNITY-BASED STRESS MANAGEMENT Nugraha, M Akbar; Handayani, Fitriya; Hasriana, Hasriana; Hidaya, Nurman
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6454

Abstract

Memperkuat kesehatan mental dalam masyarakat pesisir merupakan bagian penting untuk meningkatkan ketahanan masyarakat. Daerah pesisir sering kali menghadapi berbagai macam pemicu stres, termasuk dampak perubahan iklim, kerentanan ekonomi, dan keterbatasan akses ke sumber daya kesehatan mental. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola stress. Kegiatan pengabdian masyarakat dimulai dari melakukan sesi mengutarakan perasaan dan masalah yang dihadapi saat berada di daerah wisata dan pesisir. Sesi selanjutnya dilanjutkan dengan menggali pengetahuan masyarakat terkait manajemen stress yang dilakukan. Kegiatan selanjutnya yaitu pemaparan materi tentang pengelolaan stres dan dilanjutkan dengan simulasi atau praktik pengelolaan stres yaitu relaksasi napas dalam, dan relaksasi otot progresif. Terdapat peningkatan kemampuan masyarakat setelah dilakukan edukasi dan simulasi. Penguatan ketahanan mental masyarakat di daerah wisata pesisir melalui pendekatan community-based stress management meningkatkan ketahanan mental masyarakat di daerah wisata dan pesisir pulau Derawan.
PERSEPSI SANTRI TENTANG PERILAKU PENCEGAHAN DENGAN KEJADIAN SKABIES DI PONDOK PESANTEN Anjani, Mais Wuri; Wahyudi, Donny Tri; Yacoline, Ferly; Hasriana, Hasriana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46980

Abstract

Kejadian skabies telah menyebar ke seluruh dunia, mempengaruhi hampir semua kelompok umur, ras, dan status sosial ekonomi. Skabies sering endemi di daerah pasifik yang tropis dan subtropis. Faktor lingkungan tempat tinggal yang disebabkan kondisi kebersihan yang kurang terjaga, kebersihan diri, jarang mandi, sering berbagi atau jarang mengganti handuk dan jarang mengganti pakaian. Banyaknya santri yang tinggal bersama di pesantren membuat mereka cenderung mengabaikan masalah kesehatan sehingga menyebabkan penderita skabies mayoritas santri. Seseorang yang menderita skabies, mengalami rasa gatal yang parah ketika akan tidur. Berbagai faktor dapat menyebabkan terjadinya skabies, termasuk lingkungan tempat tinggal yang disebabkan kondisi kebersihan yang kurang terjaga, kebersihan diri, sanitasi yang buruk seperti jarang mandi, sering berbagi atau jarang mengganti handuk dan jarang mengganti pakaian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan persepsi santri tentang perilaku pencegahan skabies dengan kejadian skabies di pesantren kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross sectional. Jumlah sampel penelitian ini adalah 156 santri remaja di pesantren kota Tarakan. Sampel ditentukan dengan teknik total sampling. Analisa data menggunakan uji chi-square untuk mengetahuai hubungan persepsi santri tentang perilaku pencegahan dengan kejadian skabies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan persepsi santri tentang perilaku pencegahan dengan kejadian skabies dengan p value 0,019.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Tingkat Kecemasan Siswi Kelas V Dan VI Dengan Kesiapan Menghadapi Menarche Di Unit Pelaksana Teknis Sekolah Dasar Negeri 161 Pinrang Akbar, Akbar; Ilham, Ilham; Hasriana, Hasriana; Tahir, Nur Qadriyana; Damis, Nurjannah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menarche adalah menstruasi yang pertama kali terjadi secara tiba-tiba tampa ada peringatan sebelumnya, Menarche merupakan salah satu tanda bahwa wanita telah memasuki masa remaja sebagai proses yang normal, namun terkadang anak yang belum siap menghadapi menarche akan timbul keinginan untuk menolak proses fisiologis tersebut. Kesiapan dalam menghadapi menarche dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah pengetahuan dan kecemasan. Metodologi dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rencangan penelitian cross sectional study dengan menggunakan pengamatan dan menyebarkan lembar kuesioner. Teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling. Sampel pada penelitian ini adalah sisiwi kelas V dan VI yang belum menarche di Unit Pelaksana Teknis Ssekolah Dasar Negeri 161 pinrang sebanyak 80 responden. Teknik analisis menggunakan Uji Chis-quare. Hasil analisis univariat dan bivariat tingkat pengetahuan kurang sebanyak 49 responden (61.3%) dan tingkat kecemasan sebanyak 40 responden (50%). Hasil uji chi-square ada hubungan tingkat pengetahuan <0,003 (<α= 0,05) dan tingkat kecemasan <0,002 (α<= 0,05). Siswi dengan kesiapan menghadapi menarche di Unit Pelaksana Teknis Sekolah Dasar Negeri 161 pinrang. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat kecemasan dengan kesiapan sisiwi kelas V dan VI dengan kesiapan menghadapi menarche di Unit Pelaksana Teknis Sekolah Dasar Negeri 161 pinrang
PERBEDAAN PENGARUH TABATA TRAINING DAN CIRCUIT TRAINING TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN DAN PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA REMAJA Hasriana, Hasriana
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v4i1.23995

Abstract

Latar Belakang : Pola makan yang tidak teratur dan kurangnya aktivitas fisik menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan antara masuknya energi dan pengeluaran energi, hal ini yang akan membuat penumpukkan lemak dan berakibat terjadinya peningkatan berat badan. Tujuan : Mengetahui perbedaan pengaruh tabata training dan circuit training terhadap penurunan berat badan pada remaja. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental pre test dan post test two group design. Jumlah sampel yang digunakan 24 remaja dengan randomize sampling. Kelompok I diberikan tabata training dilakukan selama 3 kali seminggu selama 4 minggu dan kelompok II diberikan circuit training dilakukan selama 3 kali seminggu selama 4 minggu. Alat ukur menggunakan timbangan. Hasil : Hasil hipotesis I menggunakan Paired Sample T-Test diperoleh nilai p = 0,000 (p<0,05) dan hasil hipotesis II menggunakan Paired Sample T-Test diperoleh nilai p = 0,000 (p<0,05) yang berarti ada pengaru tabata training dan circuit training terhadap penurunan berat badan pada remaja. Hasil hipotesis III menggunakan Independent Sample Test diperoleh nilai p = 0,810 (p>0,05) yang berarti tidak ada perbedaan pengaruh tabata training dan circuit training terhadap penurunan berat badan pada remaja. Kesimpulan : Tidak ada perbedaan pengaruh tabata training dan circuit training terhadap penurunan berat badan pada remaja. Saran : Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan kajian dan informasi dalam melakukan penelitian selanjutnya.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TARAWEANG KAB. PANGKEP Zetpriani Sampe Panggalo; Darwis, Darwis; Hasriana, Hasriana
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 4 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting atau pendek merupakan kondisi gagal tumbuh pada bayi (0-11 bulan) dan anak balita (12-59 bulan) akibat dari kekurangan gizi kronis terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Balita dikatakan pendek jika nilai z-score-nya panjang badan menurut umur (PB/U) atau tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari -2SD/standar deviasi (stunted) dan kurang dari -3SD (severely stunted). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak di wilayah kerja puskesmas Taraweang Kab. Pangkep. Penelitian ini menggunakan desain non eksperimen dengan metode survey analitik Teknik pengambilan sampel pada penelitian menggunakan teknik accidental sampling, di dapatkan 54 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar kuesioner dan analisa data menggunakan uji chi-square (ρ <0,05). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya pengaruh antara ASI Eksklusif dengan kejadian stunting (ρ=0,002), adanya pengaruh antara MP ASI dengan kejadian stunting (ρ=0,043), dan tidak adanya pengaruh antara BBLR dengan kejadian stunting (ρ=0,202). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara ASI Eksklusif dan MP ASI dengan kejadian stunting dan tidak ada pengaruh yang signifikan antara BBLR dengan kejadian stunting pada anak di wilayah kerja puskesmas Taraweang.ASI Eksklusif
STRATEGI KEPERAWATAN UNTUK MELINDUNGI IBU HAMIL TRIMESTER III DARI COVID-19 Indra Resky, Andi Sri; Suhartatik, Suhartatik; Hasriana, Hasriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 1 No 3 (2021): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v1i3.613

Abstract

COVID-19 adalah penyakit menular yang diakibatkan oleh coronavirus jenis baru. Penyakit ini berawal karena adanya kasus pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya di wuhan china pada akhir desember 2019. Pada masa pandemi COVID-19 wanita hamil merupakan kelompok dengan resiko tinggi juga pada janin yang dikandungnnya. Kehamilan trimester III dimulai pada kehamilan bulan 7-9, dimana ibu mulai menunggu kelahiran bayinya dengan penuh kesiapsiagaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi keperawatan untuk melindungi ibu hamil trimester III dari COVID-19 di Puskesmas Pattingalloang Makassar. Penelitian ini adalah sebuah penelitian kuantitatif non eksperimen dengan menggunakan desain penelitian cross sectional dan menggunakan metode deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan metode simpel random sampling dengan jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 46 responden. Instrument yang digunakan adalah kuesioner. Hasil analisis univariat menunjukkan gambaran mengenai perawatan harian, perawatan psikologis dan pencegahan infeksi pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Pattingalloang Makassar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah strategi keperawatan harian, perawatan psikologis, pencegahan infeksi dapat digunakan untuk melindungi ibu hamil trimester III dari COVID-19 di Puskesmas Pattingalloang Makassar, maka dari itu ibu hamil trimester III di harapkan menjaga kesehatan di masa pandemi COVID-19.
Pengaruh Model Adaptasi Sister Callista Roy Terhadap Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Keperawatan Stikes Nani Hasanuddin Makassar nur'ana; Muzakkir, Muzakkir; Hasriana, Hasriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 5 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v3i5.971

Abstract

Gangguan psikologis yang dialami mahasiswa dapat perdampak pada berbagai aspek dalam perkuliahan. Pada level individu, gangguan psikologis dapat mempengaruhi kondisi fisik, emosional, kemampuan berpikir, dan keberfungsiannya dalam lingkungan sosial, misalnya depresi dapat membuat seorang mahasiswa mengalami perubahan afektif yang mengganggu aktivitas sehari-hari, kehilangan minat untuk belajar, kemampuan mengingat terganggu, sulit mengambil keputusan, kehilangan motivasi, merasa tidak berharga dan menjauhkan diri dari lingkungan sosial dan Model adaptasi Sister Callista Roy berfokus pada tingkat dan proses adaptasi manusia sebagai sistem adaptasi terhadap berbagai rangsangan di lingkunga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model adaptasi Sister Callista Roy terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa keperawatan STIKES Nani Hasanuddin Makassar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian mix method dengan quasi-experiment. Instrumen yang digunakan adalah berupa alat perekam (Handphone) untuk data kualitatif, sedangkan untuk data kuantitatif menggunakan intrumen berupa kuesioner yang memuat variabel dependen dan independen yang diteliti. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya pengaruh model adaptasi Sister Callista Roy terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa keperawatan STIKES Nani Hasanuddin Makassar (p = 0,000). Kesimpulan : terdapat pengaruh model adaptasi Sister Callista Roy terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa keperawatan STIKES Nani Hasanuddin Makassar. Diharapkan agar responden mengenali usaha – usaha yang sudah dilakukan dan hendaknya tetap meningkatkan Kesejahteraan Psikologi yang dirasakan agar dapat membantu mengurangi tekanan maupun permasalahan yang akan dihadapi dalam hidupnya, dan mampu mengaplikasikan Model Adaptasi Sister Callista Roy dalam kehidupan sehari-hari.
Gambaran Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Di Rsud Haji Kota Makassar Ling, ITA; Haskas, Yasir; Hasriana, Hasriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 6 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v3i6.998

Abstract

Dokumentasi keperawatan adalah salah satu kegiatan pencatatan ataupun pendokumentasian yang berupa gambar suatu kejadian serta aktivitas yang telah dilaksanakan (dilakukan) perawat dalam bentuk pelayanan yang sangat penting dan berharga (De Groot dkk, 2019). Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Gambaran Pendokumentasian Asuhan keperawtan yang ada di RSUD Haji Kota Makassar, dan untuk mengetahui bagaimana pemdokumentasian asuhan keperawatan di RSUD haji Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain deskriptif Analitik. Dari hasil penelitian yang didapatkan maka peneliti menarik kesimpulan bahwa masih ada perawat yang memiliki pengetahuan, sikap, motivasi serta pendokumentasian yang kuraang baik dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di RSUD Haji Kota Makassar, untuk itu perlu adanya kesadaran dalam diri masing-masing agar kiranya dapat melakukan pendokumentasian maupun tindakan keperawatan lainnya secara lengkap
Literature Review : Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pengendalian Hipertensi Pada Lansia siwasiwan, sartika; Mutmainna, Amriati; Hasriana, Hasriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 6 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v3i6.999

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik paling sedikit 140 mmHg atau tekanan diastolik paling sedikit 90 mmHg. Jika hipertensi tidak terkontrol, pasien berisiko tinggi menderita penyakit jantung lainnya dan semakin tinggi tekanan darah, semakin besar risikonya. Tujuan studi literatur ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pengendalian hipertensi pada lansia. Metode penelitian ini menggunakan desain literature review. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan database Google Scholar dan Pubmed dengan menggunakan kata kunci (perilaku kontrol, hipertensi pada lansia). Kriteria artikel yang digunakan adalah artikel yang terbit tahun 2017-2021. Dari 20 artikel tersebut, 4 artikel memenuhi kriteria inklusi faktor yang berhubungan dengan perilaku pengendalian hipertensi pada lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, pola makan dan aktivitas fisik dengan perilaku pengendalian hipertensi pada lansia. Kesimpulan dari hasil tinjauan pustaka terdapat 4 artikel yang berhubungan dengan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pengendalian hipertensi. Dapat disimpulkan bahwa rendahnya pengetahuan lansia tentang hidup sehat berdampak pada tingginya prevalensi hipertensi, selain itu pola makan dan aktivitas fisik juga memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pengendalian hipertensi pada lansia.