Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN ULANG INTERIOR THE HALLWAY SPACE BANDUNG DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS Maryadi, Reddy Januario; Adrianawati, Aida; Hanafiah, Ully Irma Maulina
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandung dewasa ini memiliki beragam sektor krea琀椀f dengan perkembangan yangcepat. Pada saat ini industri krea琀椀f banyak diisi oleh anak muda terutama di Kota Bandung,sebagai tokoh yang berperan dalam berjalannya inovasi dan segala pengembangannya.Fenomena yang terjadi dilakukan dari mulai perorangan hingga komunitas atau kelompoktertentu yang terbentuk. Guna membantu dalam meningkatkan dan terusmengembangkan industri krea琀椀f ini, adanya wadah yang menyediakan sarana danprasarana berupa tempat berkumpul, berdiskusi, dan bekerja seper琀椀 Crea琀椀ve Space danCo-working Space. The Hallway Space merupakan salah satu crea琀椀ve space yang didirikansecara mandiri oleh pihak perorangan telah menjadi tempat berkumpul para pelakuindustri krea琀椀f, dengan memfasilitasi kebutuhan ruang bagi perorangan maupunkelompok untuk berkreasi mulai dari karya seni hingga produk industri makanan maupunfashion. Berdasarkan studi literatur dan studi banding hingga studi preseden danwawancara, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan terhadap beberapa fasilitas di dalamcrea琀椀ve space dengan ruang kerja sangat diperlukan untuk mengembangkan wadah itusendiri dan kemajuan bisnis bagi ekonomi masyarakat. Pendekatan ak琀椀vitas adalahpendekatan desain berdasarkan ak琀椀vitas atau kegaitan yang terjadi di dalam fasilitasdipengaruhi oleh kebutuhan ruang dan ruangan yang akan menyesuaikan dengan ak琀椀vitasyang terjadi atau dilakukan oleh pengguna Kata kunci: Crea琀椀ve space, co-working space, ak琀椀vitas, The Hallway Space
KAJIAN PERMEABILITAS PADA KAWASAN WISATA KOTA TUA JAKARTA Hantono, Dedi; Purwantiasning, Ari Widyati; Sari, Yeptadian; Hanafiah, Ully Irma Maulina; Sidabutar, Yuanita F D; Musthapha, Zainal
RUSTIC Vol 4 No 1 (2024): RUSTIC
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32546/rustic.v4i1.2377

Abstract

Setiap kota memiliki nilai historisnya masing-masing, termasuk aset bangunan tua, dan begitu pula dengan kota Jakarta. Selain untuk dinikmati, bangunan-bangunan tua ini memberikan pengalaman dan pemandangan masa lalu kota Jakarta. Dalam upaya melestarikan kawasan tersebut, Jakarta telah melakukan beberapa kali upaya revitalisasi, terutama dalam aspek aksesibilitas bagi pejalan kaki. Setelah dilakukannya revitalisasi tersebut, penulis melakukan studi mengenai keberhasilan program revitalisasi tersebut. Terlebih lagi, terdapat pelebaran jalur pejalan kaki dengan mengubah jalan raya menjadi jalur khusus untuk pejalan kaki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa upaya revitalisasi dengan melakukan konversi jalan dinilai cukup berhasil sehingga Kawasan Wisata Kota Tua Jakarta dapat dengan mudah dikenali, khususnya oleh pejalan kaki.
PENDEKATAN USER ACTIVITY DALAM PENGEMBANGAN INTERIOR BANDUNG CREATIVE HUB : Menjawab Kebutuhan Komunitas Creative Monica, Viva; Hanafiah, Ully Irma Maulina; Akhmadi, Akhmadi
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat kreatif dapat mendukung pengembangan industri kreatif antara generasimuda dan para pelaku industri kreatif. Metode yang digunakan dalam penelitian initermasuk studi literatur, survei lapangan, dan wawancara dengan pelaku di industrikreatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa desain kreatif pusat harus memprioritaskankonsep koneksi, kerja sama, dan produktivitas untuk menciptakan ruang yang fleksibeldan menginspirasi. Dengan penerapan prinsip-prinsip berdasarkan aktivitas penggunaruang, bangunan ini akan memaksimalkan potensi situs dan menciptakan lingkunganpendukung yang memiliki konektivitas, kolaborasi, dan produktivitas tinggi. Penelitian inijuga menyoroti pentingnya integrasi teknologi, pencahayaan alami, dan tata ruang adaptifuntuk menunjang keberagaman aktivitas kreatif. Selain itu, keberadaan fasilitas yanginklusif di pusat kreatif diharapkan mampu mendorong pertukaran ide, kolaborasi lintasbidang, serta memperluas jejaring komunitas. Kesimpulan dari penelitian inimengonfirmasi bahwa pusat kreatif dapat berkontribusi positif terhadap pengembanganekonomi kreatif sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan keterlibatan sosialmasyarakat. Pemanfaatan Kembali bangunan dengan pengembangan user activity agardapat menghidupkan Kembali fungsi social dan budaya pada Bandung Creative Hubdengan berbagai komunitas dan aktivitas seniKata Kunci : Creative Hub, Generasi muda, Pelaku industri kreatif, UMKM, User Activity.
PERANCANGAN BARU SWISS-BELHOTEL DI KOTA PALU DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS BISNIS Permatasari, Nadya; Hanafiah, Ully Irma Maulina; Nanda, Rexha Septine Faril
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan baru Swiss-Belhotel di Kota Palu mengangkat pendekatan aktivitasbisnis sebagai upaya untuk merespon kebutuhan para pelaku bisnis, instansi pemerintah, dansektor swasta yang berkembah di wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Hotel ini dirancangsebagai fasilitas bintang empat yang mampu mengakomodasi berbagai aktivitas bisnis, mulaidari kegiatan rapat, ruang kolaboratif, hingga kebutuhan beristirahat secara nyaman danefisien. Tahapan perancangan dilalu dengan metode observasi lapangan melalui studibanding, wawancara, serta penyebaran kuesioner guna mengidentifikasi permasalahan utamapada hotel sejenis, rendahnya kualitas akustik pada dinding kamar tidur, pencahayaan yangkurang optimal, serta sirkulasi yang belum efektif dalam memisahkan zona publik dan provat.Tema “BIZ-FIT” dirancang untuk menghasilkan tata ruang fleksibel, mendukung berbagaifungsi dan memenuhi standar MICE. Lokalitas Palu diangkat melalui integrasi motiftradisional seperti Batik Bomba, yang diolah ke dalam elemen interior berupa elemen dinding.Penggunaan bentuk simetris dan geometri memperkuat kesan profesional dan menghadirkankenyamanan visual. Melalui pendekatan ini, desain diharapkan mampu menjadi solusi ruangyang mendukung produktivitas pengguna sekaligus mencerminkan nilai Keywords: Swiss-Belhotel, Business Hotel, Business Activities, Interior Design, Palu, LocalCulture
PERANCANGAN PUSAT LITERASI BERBASIS KOMUNITAS DI KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS PARTISIPATIF Tuah, Nayla Istiqomah Sukarno; Hanafiah, Ully Irma Maulina; Asharsinyo, Doddy Friestya
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi tidak lagi terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi jugamencakup keterampilan komunikasi, berpikir kritis, serta pemahaman dan penggunaaninformasi dalam berbagai konteks. Kota Bandung, sebagai pusat pendidikan dan budaya,menghadapi tantangan dalam mempertahankan keberlanjutan komunitas literasi di tengah arusdigitalisasi. Meski begitu, potensi literasi di kota ini tetap tinggi dengan dukungan pemerintah,komunitas, dan program-program literasi yang terus berkembang. Perancangan pusat literasiberbasis komunitas di Bandung diarahkan untuk menciptakan tempat berkumpul untukkelompok minat khusus, seperti klub buku atau komunitas penulis, fotografi, dan lainnya yangmemperkuat ikatan sosial di antara anggota masyarakat. Menyediakan ruang untuk kegiatankreatif seperti menulis, menggambar, atau produksi video, mengadakan kompetisi menulis ataupameran seni lokal untuk mendorong pengunjung berpartisipasi dan mengekspresikan dirimereka secara kreatif. Pusat ini tidak hanya menyediakan akses ke koleksi buku cetak dan digital,tetapi juga mendukung kegiatan kreatif, edukatif, dan rekreatif. Dengan penggabunganteknologi, inovasi desain, serta kolaborasi berbagai pihak, pusat literasi ini diharapkan dapatmeningkatkan minat baca masyarakat, memperkuat budaya literasi, dan menjadi modelpengembangan literasi nasional.Kata Kunci: Literasi, Pusat Literasi, Komunitas Literasi, Literasi Digital.
PERANCANGAN ULANG HOTEL HORISON ULTIMA BEKASI DENGAN PENDEKATAN BRAND IDENTITY Putri, Assyla Dwi Retna; Hanafiah, Ully Irma Maulina; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel Horison Ultima Bekasi, sebagai hotel bintang empat pertama diBekasi, menghadapi tantangan untuk memperbarui desain interior dan fasilitas agartetap relevan dengan tren industri perhotelan modern. Penelitian dan perancanganulang ini menggunakan metode kualitatif untuk memahami kebutuhan penggunadan menerapkan pendekatan brand identity yang mengintegrasikan elemen budayalokal Bekasi, khususnya sungai Candrabhaga dan batik Bekasi, sebagai inspirasiutama desain. Konsep desain mengusung tema “Singgah di Bawah Candra” yangmerepresentasikan suasana tenang dan bermakna di tengah hiruk- pikuk perkotaan.Penerapan elemen visual, bentuk organik, warna hangat, serta tata ruang yangmeniru aliran sungai menciptakan pengalaman ruang yang autentik dan mendukungfungsi hotel sebagai akomodasi bisnis modern. Fasilitas penunjang seperti ballroommultifungsi dan kamar ergonomis melengkapi konsep tersebut. Hasil perancanganini diharapkan memperkuat identitas merek Hotel Horison Ultima Bekasi,meningkatkan daya tarik visual, dan membangun hubungan emosional antara tamudan budaya lokal, sekaligus mengoptimalkan posisi hotel di pasar perhotelan yangkompetitif.Kata kunci: hotel, bintang 4, identitas brand
EKSPLORASI GAYA ART DECO DALAM KARYA SCHOEMAKER : Studi Komparasi Hotel Preanger dan Kantor Perkebunan Nusantara X Aini, Ajeng Ayu; Hanafiah, Ully Irma Maulina
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur bukan hanya soal bentuk dan fungsi, tetapi juga mencerminkan nilai, budaya,dan semangat zamannya. Gaya Art Deco yang berkembang pada awal abad ke-20 menjadi simbolkemajuan dan kemewahan, dengan ciri khas geometris dan dekoratif. Di Indonesia, gaya inimendapat sentuhan lokal berkat peran arsitek Belanda seperti C.P.W. Schoemaker, yangmemadukan Art Deco dengan iklim tropis dan budaya Nusantara. Penelitian ini bertujuan untukmembandingkan dua karya Schoemaker—Grand Hotel Preanger di Bandung dan Kantor PTPN X diSurabaya—yang dibangun pada rentang waktu 1925–1928. Studi ini menggunakan metodedeskriptif kualitatif dan pendekatan komparatif melalui observasi langsung, dokumentasi visual,dan kajian literatur. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun kedua bangunan memiliki fungsiberbeda, keduanya memancarkan karakter yang kuat melalui pola geometris, komposisi garistegas, serta adaptasi cerdas terhadap iklim dan konteks lokal. Dari fasad hingga detail interior,tampak upaya Schoemaker dalam menciptakan ruang yang tidak hanya indah secara visual tetapijuga akrab dan nyaman bagi penghuninya. Penelitian ini diharapkan dapat menginspirasi upayapelestarian warisan arsitektur kolonial, sekaligus menjadi referensi dalam merancang ruang publikyang berakar pada sejarah namun tetap relevan dengan kebutuhan masa kini.Kata kunci : Art Deco, Schoemaker, Hotel, Kantor
IMPLEMENTASI KONSEP BRAND IDENTITY DALAM DESAIN INTERIOR BTN KANTOR CABANG BANDUNG Dyandra, Shafa Amira; Hanafiah, Ully Irma Maulina; Kurniawan, Mohd. Ridho
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identitas merek dalam sektor perbankan tidak hanya tercermin melalui logoatau strategi komunikasi, tetapi juga melalui elemen fisik, khususnya desain interiorkantor cabang. Ruang yang digunakan oleh pegawai dan nasabah berperan pentingdalam membentuk pengalaman serta persepsi mereka terhadap institusi. Desaininterior dapat menjadi medium efektif untuk menyampaikan nilai-nilai, citra, danprofesionalisme bank secara konsisten. Penataan ruang, pemilihan warna, material,pencahayaan, hingga tata letak furnitur dapat memengaruhi atmosfer yangdirasakan, sehingga mampu memperkuat kesan kepercayaan, kenyamanan, dankredibilitas. Studi ini bertujuan mengkaji sejauh mana identitas merek diterapkandalam aspek interior kantor cabang bank, serta bagaimana penerapan tersebutmemengaruhi persepsi pengguna. Melalui analisis ini, diharapkan diperolehpemahaman mendalam mengenai hubungan antara desain interior dan citrainstitusi, sehingga dapat menjadi acuan bagi perbankan dalam mengembangkankonsep ruang yang tidak hanya fungsional, tetapi juga selaras dengan identitasmerek. Dengan demikian, desain interior dapat menjadi strategi penting dalammembangun hubungan emosional dan loyalitas, baik bagi pegawai maupun nasabah.Kata kunci: identitas merek, interior kantor, perbankan.
KAJIAN PENERAPAN PENDEKATAN BEHAVIOR SETTING TERHADAP TERMINAL LEUWI PANJANG TIPE A DI BANDUNG STUDY ON THE APPLICATION OF THE BEHAVIOR SETTING APPROACH TO LEUWI PANJANG TYPE A TERMINAL IN BANDUNG Maruwa, Salsa Ruzika; Salayanti, Santi; Hanafiah, Ully Irma Maulina
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal Leuwi Panjang merupakan terminal tipe A utama dan terbesar diKota Bandung yang telah mengalami revitalisasi, namun masih menghadapipermasalahan dalam penataan ruang dan fasilitas yang belum optimal sehinggadapat menghambat alur sirkulasi pengguna. Penelitian ini bertujuan untukmerancang ulang interior terminal dengan menggunakan pendekatan BehaviorSetting sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan ruang, memperbaiki sirkulasialur aktivitas pengguna, serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagipengguna, termasuk penumpang penyandang disabilitas, lansia dan ibu hamil.Metode penelitian meliputi observasi, wawancara, studi literatur, dan studi bandingdengan terminal tipe A lain seperti Terminal Pulo Gebang, Harjamukti, dan Tirtonadi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan ulang ruang berdasarkan zonasiaktivitas dapat memperbaiki alur sirkulasi dan meningkatkan hubungan antar ruangserta dapat memaksimalkan fungsi fasilitas terminal. Konsep desain yang diusulkanmengintegrasikan elemen ergonomi, pencahayaan, penghawaan, serta signage yangjelas untuk mendukung aktivitas pengguna. Perancangan ulang ini diharapkan dapatmeningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum melalui terminalyang lebih nyaman, aman, dan terorganisir.Kata kunci: perancangan ulang; interior terminal; Behavior Setting; sirkulasi ruang;kenyamanan pengguna