Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Surabaya Biomedical Journal

PENGARUH PENGGUNAAN LARUTAN FORMALIN 10% DAN LARUTAN FORMALIN 10% + FENOL 2.5% SEBAGAI BAHAN PENGAWETAN ( EMBALMING) PADA DERAJAT PERUBAHAN POST MORTEM SECARA GROSS PADA KELINCI PUTIH RAS NEW ZEALAND (Orictolagus cuniculus) JANTAN Nabil, Nabil
Surabaya Biomedical Journal Vol. 1 No. 3 (2022): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v1i3.34

Abstract

Dalam proses pembelajaran anatomi, dibutuhkan cadaver dengan perawatan cadaver berupa pengawetan yang baik dengan harapan mampu menjaga struktur dari organ – organ tersebut, mengurangi resiko pembusukan akibat jamur dan bakteri, mengurangi resiko toksisitas pada orang yang terpapar pada cadaver tersebut. Formalin 10% dan fenol 2,5% merupakan larutan yang dapat digunakan untuk pengawetan cadaver. Menggunakan sample sebanyak 18 ekor kelinci (oryctalagus cuniculus) ras New Zealand yang kemudian dibagi dengan metode randominasi menjadi 3 kelompok yaitukelompok hewan coba mati yang di masukaan dalam kotak khusus berisi aquadest sebanyak 10 liter, kelompok hewan coba mati yang di masukaan dalam kotak khusus berisi formalin 10%.sebanyak 10 liter dan kelompok hewan coba mati yang di masukaan dalam kotak khusus berisi campuran larutan formalin 10% sebanyak 9 liter dan fenol 2,5 % sebanyak 1 liter.Pada ketiga kelompok kelinci tersebut akan dilakukan pengamatan derajat perubahan postmortem menggunakan Skor Dekomposisi setiap 24 jam selama 3 hari. Hasil dari Uji Kruskas Wallis ada derajat perubahan postmortem secara gross menunjukkan signifikansi 0,00 (p<0,05) menunjukkan terdapat perbedaan pengaruh larutan aquadest, larutan formalin 10% dan campuran larutan formalin 10%+larutan fenol 2,5 % sebagai bahan embalming pada derajat perubahan post mortem secara gross kelinci putih (orictalagus cuniculs) selama 72 jam. Penelitian ini menunjukkan bahwa formalin 10% dan formalin 10% dengan fenol 2,5% dapat digunakan dapat digunakan sebagai cairan untuk mengawetkan namun tidak terdapat perbedaan pengaruh terhadap perubahan postmortem secara gross.
Peran Profilaksis Ekstrak Rumput Laut (Eucheuma spinosum) Mencegah Kenaikan Kadar Gula Darah Tikus (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Dexamethasone Kosala, Giselle; Handajani, Fitri; Nabil, Nabil; Samsuddin, Mohammad
Surabaya Biomedical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v4i2.67

Abstract

Hiperglikemia merupakan meningkatnya kadar glukosa darah melebihi normal. Eucheuma spinosum mengandung kadar antioksidan alami flavonoid yang kuat yang memiliki efek dapat meningkatkan kadar sensitivitas sel terhadap insulin dan meningkatkan produksi insulin sehingga dapat mencegah terjadinya hiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak rumput laut (Eucheuma spinosum) sebagai profilaksis dalam mencegah terjadinya kenaikan kadar gula darah yang diinduksi deksametason. Penelitian ini merupakan true experimental design with post test only control group design. Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan yang dibagi menjadi 3 kelompok; kelompok kontrol negatif (K(-)) tanpa perlakuan, kelompok kontrol positif (K(+)) kelompok yang diinduksi deksametason 8 mg/KgBB selama 6 hari, dan kelompok kontrol perlakuan (K(P)) yang diberikan profilaksis ekstrak rumput laut (Eucheuma spinosum) 200 mg/KgBB selama 14 hari dan diinduksi dengan deksametason selama 6 hari. Setelah masa perlakuan selesai dilakukan terminasi dan dilakukan perhitungan pada kadar glukosa darah yang diambil melalui aorta tikus. Hasil data secara statistic dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian kadar glukosa darah menggunakan uji one way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p < 0,01). Uji post hoc Tukey menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah yang bermakna pada kelompok kontrol perlakuan ketika dibandingkan dengan kelompok kontrol positif ( p < 0,01). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian profilaksis ekstrak rumput laut (Eucheuma spinosum) 200 mg/KgBB selama 14 hari dapat mencegah kenaikan gula darah yang bermakna dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberikan profilaksis ekstrak rumput laut (Eucheuma spinosum). Kata kunci : Eucheuma spinosum, gula darah, flavonoid, deksametason