Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP OGANOLEPTIK DAN FISIKOKIMIA PADA MIE BASAH BERBAHAN DASAR TEPUNG KENTANG (Solanum tuberosum), TEPUNG TERIGU DAN TAPIOKA Sartian, Sartian; Hermanto, Hermanto; Asyik, Nur; Wahyuni, Sri; Rejeki, Sri
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 5 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.151 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v7i5.28396

Abstract

ABSTRACT This study aimed to determine the effect of Moringa leaf (Moringa oleifera) flour addition on the organoleptic characteristics, physical properties, and nutritional values of wet noodles made from potato (Solanum tuberosum), wheat, and tapioca flours. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of five types of Moringa leaf powder addition, namely K0 (0%), K1 (5%), K2 (10%), K3 (15%), and K4 (20%). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). The results with a significant difference were then further analyzed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) with a 95% confidence level (α = 0.05). The results show that the Moringa leaf flour addition had a very significant effect on the organoleptic characteristics of color, aroma, texture, and taste. The addition of 5% Moringa leaf powder (K1) was the most preferred treatment by panelists with average preference scores for color, texture, aroma, and taste reaching 4.04 (like), 3.54 (like), 3.54 (like), and 3.84 (like), respectively. The Moringa leaf flour addition significantly affected the strain index, water absorption, moisture content, ash content, and protein content of wet noodle products. The selected wet noodle product contained 44.10% water, 2.73% ash, and 6.16% protein, as well as having a 0.25 N strain index and 140% water absorption. The results show that the wet noodle product with the Moringa leaf powder addition met the SNI 01-2987-1992 standard for ash and protein contents. Keywords: Wet Noodles, Moringa Leaf Flour. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan serbuk daun kelor (Moringa oleifera) terhadap nilai organoleptik, sifat fisik dan nilai gizi mie basah berbahan dasar tepung kentang (Solanum tuberosum), terigu dan tapioka. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 jenis perlakuan penambahan serbuk daun kelor yaitu (K0 = 0%, K1 = 5%, K2 = 10%, K3 = 15% dan K4 = 20%). Analisis data dilakukan dengan metode Analysis of Varian (ANOVA) hasil analisis berbeda sangat nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan penambahan serbuk daun kelor berpengaruh sangat nyata terhadap karakteristik organoleptik warna, aroma, tekstur dan rasa. Penambahan serbuk daun kelor 5% (K1) merupakan perlakuan yang paling disukai panelis dengan nilai kesukaan terhadap warna sebesar 4,04 (suka), tekstur 3,54 (suka), aroma sebesar 3,54 (suka) dan rasa sebesar 3,84 (suka). Penambahan serbuk daun kelor berpengaruh nyata terhadap indeks regangan, daya serap air, kadar air, kadar abu dan kadar protein produk mie basah. Produk mie basah terpilih memiliki nilai kandungan gizi kadar air 44,10 %, kadar abu 2,73 %, kadar protein 6,16 %, indeks regangan 0,25 N dan daya serap air 140%. Berdasarkan standar mutu SNI 01-2987- 1992, bahwa produk mie basah dengan penambahan serbuk daun kelor sudah memenuhi standar mutu SNI untuk kadar abu dan kadar protein. Kata Kunci: Mie Basah, Serbuk Daun Kelor
PENGARUH SUBSTITUSI EKSTRAK JAHE (Zingiber officinale Rosc.) TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI MINUMAN FUNGSIONAL DAUN KOMBA-KOMBA (Chromolaena odorata) Hasni, Hasni; Tamrin, Tamrin; Asyik, Nur; Wahyuni, Sri; Rejeki, Sri
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 3 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jstp.v7i3.26519

Abstract

ABSTRACTThe aim of the study was to determine the effect of adding ginger extract on organoleptic characteristics, viscosity, pH, and antioxidants of komba-komba syrup. This study used a completely randomized design (CRD), with the four treatments of ginger extract addition namely P0 = (100%: 0%) (control), P1 = (95%: 5%), P2 = (90%: 10%), P3 = (85%: 15%), P4 = (80%: 20%). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). Samples with significant organoleptic assessment results were then further analyzed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at a 95% confidence level (α=0.05). The results show that the addition of ginger extract had a very significant effect on increasing color, aroma, viscosity, and taste. The selected treatment was the P3 treatment (85% komba-komba extract: 15% ginger extract) with average preference scores for color, aroma, taste, and viscosity reaching 4.50 (like), 4.48 (like), 4.18 (like), and 4.48 (like), respectively. The selected syrup product of P3 (85% komba-komba extract: 15% ginger extract) had significantly different viscosity (16.35%), pH (4.50%), and antioxidant activity value (73.33%). The results show that the addition of ginger extract significantly increased the color, aroma, viscosity, taste, viscosity, pH, and antioxidants activity of komba-komba syrup. Keywords: Komba-komba extract, ginger extract, functional beverages.ABSTRAKTujuan penelitian untuk menentukan pengaruh penambahan ekstrak jahe terhadap karakteristik organoleptik, viskositas, pH, dan antioksidan sirup komba-komba. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), adapun perlakuan penambahan ekstrak jahe pada sirup komba-komba sebagai berikut: P0 = (100% : 0%) (kontrol), P1= (95% : 5%), P2= (90% : 10%), P3= (85% : 15%), P4= (80% : 20%). Analisis data menggunakan analysis of varian (ANOVA), penilaian organoleptik yang berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan, dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak jahe berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan warna, aroma, kekentalan dan rasa. Perlakuan terpilih yaitu pada perlakuan P3 (ekstrak komba-komba 85% :ektrak jahe 15%), dengan rerata kesukaan terhadap warna 4,50 (suka), aroma 4,48 (suka), rasa 4,18 (suka) dan kekentalan 4,48 (suka). Nilai karakteristik produk sirup terpilih P3 (komba-komba 85% : ektrak jahe 15%) berbeda nyata terhadap viskositas (16,35%), pH (4,50%) dan nilai aktivitas antioksidan 73,33 %. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh sangat nyata pada penambahan ekstrak jahe terhadap peningkatan warna, aroma, kekentalan dan rasa serta karakteristik organoleptik, viskositas, pH, dan antioksidan sirup komba-komba.Kata kunci: Komba-Komba, Ekstrak Jahe, Minuman Fungsional
Analisis Pola Makan Dan Hubungan Sosial Ekonomi Terhadap Tingkat Kecukupan Gizi Anak Taman Kanak-Kanak Di Kecamatan Kambu Kota Kendari Tahun 2019 Ramadhani, Wa Ode Sapta; Asyik, Nur; Faradilla, RH Fitri
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 3 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jstp.v7i3.26471

Abstract

ABSTRACT                     This study aimed to analyze the effect of eating patterns, which include the type and frequency of food, and parental characteristics on the nutritional adequacy of energy, protein, fat, carbohydrates, vitamin A, and iron of kindergarten (TK) students in Kambu District in 2019. The sampling method used in this study was proportional random sampling. The results show that the eating patterns of kindergarten students did not vary by type, while the main eating frequency of kindergarten students was three times a day. In general, the results show that the level of nutritional adequacy of protein was in the ‘good’ category but the levels of vitamin A and iron were generally in the ‘insufficient’ category. Meanwhile, energy, protein, fat, and carbohydrate adequacy levels were in the deficit category. The relationship between socio-economic and the level of nutritional adequacy of energy, protein, fat, carbohydrates, vitamin A, and iron were analyzed with the chi-square test which yielded a p-value = 0.05. This means that there was no significant relationship between social economy and adequate nutrition for kindergarten students. Keywords: Eating patterns, socio-economic, and nutritional adequacy.ABSTRAK                    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola makan yang meliputi jenis dan frekuensi makan dan kecukupan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin A, dan zat besi serta hubungan karakteristik orang tua terhadap kecukupan gizi anak TK (Taman Kanak-kanak) di Kecamatan Kambu tahun 2019. Metode pengambilan sampel menggunakan proportional, random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola makan  anak TK menurut jenis belum beraneka ragam, sedangkan frekuensi makan utama anak TK sebanyak 3 kali dalam sehari. Hasil penelitian secara umum Tingkat Kecukupan Gizi protein kategori baik, tingkat kecukupan energi, protein, lemak, karbohidrat  kategori defisit, vitamin A dan zat besi pada umumnya berkategori tidak cukup. Berdasarkan hasil hubungan sosial ekonomi terhadap tingkat kecukupan gizi energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin A, dan zat besi didapatkan hasil analisis dengan uji chisquare yang dimana nilai p-value  ˃α = 0,05 artinya bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara sosial ekonomi dengan kecukupan gizi anak TK.                                                                                                                                                                      Kata kunci: pola makan, sosial ekonomi dan kecukupan gizi.
Pengaruh Penambahan Cocoa Butter Substitute (CBS) dan Minyak Jagung (Corn Oil) Terhadap Organoleptik dan Aktivitas Antioksidan Produk Cokelat Compound Silvianti, Elvi; Tamrin, Tamrin; asyik, Nur
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.835 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v7i2.25172

Abstract

ABSTRACT                         The purpose of this study was to analyze the effect of cocoa butter substitute (CBS) and corn oil addition on organoleptic assessment and antioxidant activity of chocolate compounds. This study used a completely randomized design (CRD) with five treatments of cocoa butter substitute and corn oil formulations in respective ratios of (100:0), (95:5), (90:10), (85:15), and (80:20). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). The results show that the formulation of cocoa butter substitute and corn oil had a very significant effect (P<0.01) on increasing the aroma and texture, a significant effect (P<0.51) on increasing the taste, and no significant effect (P>0.05) on the color in the organoleptic assessment. The product with the highest organoleptic score was the S1 formulation (95% cocoa butter substitute and 5% corn oil) with scores of color, aroma, taste, and texture reaching 4.48 (like), 3.8 (like), 3.67 (like), and 3.93 (like). The highest antioxidant activity was found in the S1 treatment at a concentration of 150, which was 93.29 ppm. The best IC50 value was found in the S1 treatment, which reached 51.23 ppm (strong). Compound chocolate with the addition of cocoa butter substitute and corn oil was accepted (preferred) by panelists and has strong antioxidant activity.Keywords: chocolate compound, cocoa butter substitute (CBS), corn oil. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh penambahan cocoa butter substitute (CBS) dan minyak jagung terhadap penilaian organoleptik serta aktivitas antioksidan cokelat compound. Penelitian ini menggunakan rancangan acak  lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan formulasi cocoa butter substitute dan minyak jagung dengan perbandingan (100:0), (95:5), (90:10), (85:15), (80:20). Data dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi cocoa butter substitute dan minyak jagung berpengaruh sangat nyata (P<0,01) dalam peningkatan terhadap uji organoleptik aroma dan tekstur dan berpengaruh nyata (P<0,01) dalam peningkatan terhadap uji organoleptik rasa, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,01) dalam peningkatan terhadap uji organoleptik warna. Perlakuan organoleptik terpilih diperoleh pada formulasi S1 (95% cocoa butter substitute dan 5% minyak jagung) dengan skor penilaian warna 4,48 (suka), aroma 3,8 (suka), rasa 3,67 (suka) dan tekstur 3,93 (suka). Aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada perlakuan S1 pada konsentrasi 150 yaitu sebesar 93,29 ppm. Nilai IC50terbaik pada perlakuan S1 yaitu sebesar 51,23 ppm (kuat). Cokelat compound dengan penambahan cocoa butter substitute dan minyak jagung dapat diterima (disukai) oleh panelis dan memiliki aktivitas antioksidan yang tergolong kuat.Kata kunci: cokelat compound, cocoa butter substitute (CBS), minyak jagung
KAJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK BISKUIT BERBASIS TEPUNG SAGU (Metroxylon sagu Rottb) DAN TERIPANG PASIR (Holothuria scabra) Almin, Almin; Asyik, Nur; Wahyuni, Sri; Rejeki, Sri
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 3 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jstp.v7i3.26522

Abstract

ABSTRACTThis study aimed to determine the effect of the addition of sago flour and sea cucumbers on the organoleptic characteristics, proximate analysis, and antioxidant activity of biscuit products. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of five treatments, namely formulation of wheat flour, sago flour, and sea cucumber flour. The treatments are T0 (100%: 0%: 0%), T1 (50%: 40%: 10%), T2 (50%: 35%: 15%), T3 (50%: 30%: 20%), and T4 (50%: 25%: 25%). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). The results show that the addition of sago flour with sea cucumber flour had a very significant effect on improving organoleptic assessment of color, aroma, taste, and texture. The best treatment was obtained from the T1 treatment with average scores of color, aroma, texture, and taste reaching 4.58 (very like), 4.57 (very like), 4.69 (very like), and 4.50 (very like), respectively. The nutritional values of the best biscuit product T1 show that it contains 4.85% water, 1.10% ash, 16.94% fat, 14.04% protein, and 63.61% carbohydrate. The antioxidant activity reached a value of 54.35% and an IC50 value of 394.68 ppm. The results show that the water, ash, and carbohydrate contents of the product met the national standards..Keywords: Biscuit, sago flour, sea cucumber, antioxidant.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan tepung sagu dan teripang pasir terhadap karakteristik organoleptik, proksimat dan aktivitas antioksidan produk biskuit. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu formulasi tepung terigu, tepung sagu dan tepung teripang. Perlakuan T0 (100% : 0% : 0%), T1 (50% : 40% : 10%), T2 (50% : 35% : 15%), T3 (50% : 30% : 20%) dan T4 (50% : 25% : 25%). Data dianalisis menggunakan analysis of varian (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan tepung sagu dengan tepung teripang berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan penilaian organoleptik warna, aroma, rasa dan tekstur. Perlakuan terbaik di peroleh dari perlakuan T1 dengan nilai warna sebesar 4.58 (sangat suka), aroma 4.57 (sangat suka), tekstur 4.69 (sangat suka) dan rasa 4.50 (sangat suka). Nilai gizi produk biskuit terbaik T1 yang meliputi kadar air (4.85%), kadar abu (1.10%), kadar lemak (16.94%), kadar protein (14.04%), kadar karbohidrat (63.61%), dan aktivitas antioksidan memiliki nilai sebesar 54,35% dan nilai IC50 sebesar 394,68 ppm dengan kategori aktivitas lemah. Berdasarkan hasil penelitian: kadar air, kadar abu dan kadar karbohidrat produk biskuit telah memenuhi standar SNI.Kata Kunci: Biskuit, tepung sagu, teripang pasir dan antioksidan
PENGOLAHAN COKELAT BATANGAN DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG RUMPUT LAUT SEBAGAI PENGGANTI LESITIN Tamrin, Tamrin; Asyik, Nur; Rejeki, Sri; Faradillah, F; Madiki, A; Karimuna, La; Nafiu, La Ode; Saili, T; Aba, La; Sarmin
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v2i1.516

Abstract

Cokelat batangan adalah salah satu produk olahan sekunder dari biji kakao kering. Cokelat batangan banyak digemari oleh berbagai kalangan masyarakat, namun proses pengolahannya belum banyak diketahui sehingga praktek penjualan langsung biji kakao kering masih lazim di masyarakat, walaupun diketahui UU nomor 13 tahun 2014 tentang perindustrian telah mengamanahkan proses percepatan hilirisasi produk. Proses pengolahan cokelat batangan umumnya menggunakan pengemulsi lesitin soya yang harus dibeli dari luar Sulawesi Tenggara. Sementara beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dikenal sebagai wilayah penghasil rumput laut yang dalam bentuk tepung dapat digunakan sebagai pengganti lesitin. Oleh karena itu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi dan pelatihan pengolahan cokelat batangan menggunakan tepung rumput laut sebagai pengganti lesitin soya. Kegiatan ini dilaksanakan di Pusat Pengembangan Kompotensi Industri Pengolahan Kakao Terpadu LPPM Universitas Halu Oleo Kendari. Metode kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan penyampaian materi, diskusi dan praktek pengolahan cokelat batangan dari biji kakao kering dengan penambahan tepung rumput laut. Peserta terdiri dari pelaku industri kecil pengolahan kakao Desa Malaha Kabupaten Kolaka dan Desa Ngapa (Kabupatan Kolaka Utara) serta beberapa anggota Lembaga Ekonomi Masyarakat Sejahtera dari beberapa desa di kabupaten Kolaka dan Kolaka Utara. Diakhir kegiatan dihasilkan produk cokelat batangan yang dikemas dan diberi label Sultan Cokelat (yang merupakan akronim dari Sulawesi Tenggara Negeri Cokelat. Peserta dapat mengerti dan memahami proses pengolahan cokelat batangan yang terlihat dari produk yang dihasilkan pada saat kegiatan praktek, sehingga diharapkan kegiatan ini dapat dilanjutkan dan diduplikasi ditempatnya masing-masing terutama oleh pelaku industri dari Desa Malaha dan Desa Ngapa.
Analisis pengembangan produk kue bagea menggunakan metode quality function deployment (QFD) Herdhiansyah, Dhian; Wahyuni, Andi Rini; Indarsyih, Yusna; asriani, Asriani; Sarinah, Sarinah; Asyik, Nur
AGROINTEK Vol 19, No 3 (2025)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v19i3.22704

Abstract

The aim of the research is to analyze the development of bagea cake products using the Quality Function Deployment (QFD) method. The research subjects were the parties involved in the micro business of bagea cake products, determining the number of samples using the Bernoulli formula. as many as 73. Determining the research location was carried out purposively. The analysis method used is Quality Function Deployment (QFD). The results of the research show that the development of bagea cake products using the QFD method shows that from 33 attributes, 6 attributes were obtained which were prioritized to be developed in accordance with consumer desires and needs with the highest value for each type of attribute, respectively: (1) taste attribute the bagea cake flavored product offered has its own characteristics with a value of 6.781 (3.00%), (2) the product texture attribute, namely bagea cake has a maturity standard that is in accordance with the food standards expected by consumers with a value of 6.863 (3.03%) , (3) product aroma attribute, namely the delicious and appetizing aroma of bagea cake with a value of 6.720 (2.97%), (4) product packaging design attribute, namely registered with BPOM (Food and Drug Supervisory Agency) with a value of 9.297 (3.43%), (5) product price attribute, namely the price of each bagea cake, is very suitable for the portion served with a value of 6.822 (3.26%) and (6) product quality attribute, namely the bagea cake product served has a distinctive characteristic with a value of 6.945 (3.07%). Technical requirements or technical responses for bagea cake products to meet consumer desires and needs start from providing raw materials, dough making process, dough forming process, baking process, cooling process, packaging process, inclusion of bagea cake product information on the packaging and attractive packaging design.
Study on The Addition of Red Ginger (Zingiber officinale Var. Rubrum) and Black Rice (Oryza sativa L. Indica) to The Organoleptic Evaluation and Physical-Chemical Properties of Robusta Coffee (Coffea canephora) from Southeast Sulawesi Asyik, Nur; Herdiansyah, Dhian; Sadimantara, Muhammad Syukri
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 7 (2025): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i7.10946

Abstract

This study aims to determine the effect of adding red ginger and black rice on the organoleptic and physicochemical properties of robusta coffee. The problem in this study arose because, so far, the caffeine content in coffee has generally been high. On the other hand, the addition of red ginger and black rice can reduce caffeine levels and improve the taste of coffee. This study employed a factorial Completely Randomised Block Design with two factors. The first factor is the addition of red ginger (J) at three levels: 4% (J1), 8% (J2), and 12% (J3). The second factor is the addition of black rice (B) at two levels: 10% (B1) and 20% (B2). Organoleptic data were analyzed using ANOVA and DMRT tests. Physicochemical properties were analyzed descriptively. The results of the study showed that the best treatment was with the addition of 12% red ginger and 20% black rice (J3B2), with a color of 3.75 (like), aroma 3.90 (like), texture 4.00 (like), and taste 4.03 (like), water content 1.113%, ash 3.657%, pH 5.83, caffeine 0.72%, chlorogenic acid 4.92%, and antioxidant activity (IC50) 39.28 ppm
PENGOLAHAN COKELAT BATANGAN DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG RUMPUT LAUT SEBAGAI PENGGANTI LESITIN Tamrin, Tamrin; Asyik, Nur; Rejeki, Sri; Faradillah, F; Madiki, A; Karimuna, La; Nafiu, La Ode; Saili, T; Aba, La; Sarmin
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v2i1.516

Abstract

Cokelat batangan adalah salah satu produk olahan sekunder dari biji kakao kering. Cokelat batangan banyak digemari oleh berbagai kalangan masyarakat, namun proses pengolahannya belum banyak diketahui sehingga praktek penjualan langsung biji kakao kering masih lazim di masyarakat, walaupun diketahui UU nomor 13 tahun 2014 tentang perindustrian telah mengamanahkan proses percepatan hilirisasi produk. Proses pengolahan cokelat batangan umumnya menggunakan pengemulsi lesitin soya yang harus dibeli dari luar Sulawesi Tenggara. Sementara beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dikenal sebagai wilayah penghasil rumput laut yang dalam bentuk tepung dapat digunakan sebagai pengganti lesitin. Oleh karena itu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi dan pelatihan pengolahan cokelat batangan menggunakan tepung rumput laut sebagai pengganti lesitin soya. Kegiatan ini dilaksanakan di Pusat Pengembangan Kompotensi Industri Pengolahan Kakao Terpadu LPPM Universitas Halu Oleo Kendari. Metode kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan penyampaian materi, diskusi dan praktek pengolahan cokelat batangan dari biji kakao kering dengan penambahan tepung rumput laut. Peserta terdiri dari pelaku industri kecil pengolahan kakao Desa Malaha Kabupaten Kolaka dan Desa Ngapa (Kabupatan Kolaka Utara) serta beberapa anggota Lembaga Ekonomi Masyarakat Sejahtera dari beberapa desa di kabupaten Kolaka dan Kolaka Utara. Diakhir kegiatan dihasilkan produk cokelat batangan yang dikemas dan diberi label Sultan Cokelat (yang merupakan akronim dari Sulawesi Tenggara Negeri Cokelat. Peserta dapat mengerti dan memahami proses pengolahan cokelat batangan yang terlihat dari produk yang dihasilkan pada saat kegiatan praktek, sehingga diharapkan kegiatan ini dapat dilanjutkan dan diduplikasi ditempatnya masing-masing terutama oleh pelaku industri dari Desa Malaha dan Desa Ngapa.
Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan melalui Urban Farming Berbasis Pupuk Organik Ramah Lingkungan di Kelurahan Kambu Kecamatan Kambu Kota Kendari Rahni , Nini Mila; Bafadal, Azhar; Hisein , Waode Siti Anima; Salahuddin, Salahuddin; Asyik, Nur; Alwi , La Ode; Nuraida, Waode
Lebah Vol. 19 No. 2 (2025): November: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo dilaksanakan di Kelurahan Kambu, Kota Kendari, dengan tema pemberdayaan masyarakat melalui penerapan pertanian ramah lingkungan berbasis rumah tangga. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah organik menjadi produk bermanfaat serta mendorong praktik urban farming yang berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi dan bimbingan teknis pembuatan pupuk organik cair (POC), pembuatan media tanam, budidaya tanaman pekarangan, pembuatan pestisida nabati, serta pembuatan pupuk organik padat (POP). Kegiatan yang dilakukann ini berhasil meningkatkan kemampuan 27 peserta dalam budidaya tanaman sayuran. Dengan menggunakan 100 polybag, ibu-ibu dasawisma berhasil memanen 50 kg sayuran segar, terdiri dari 20 kg sawi dan 30 kg selada, dengan rata-rata hasil panen 1,5 kg per polybag. Hasil yang dicapai menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan dan pemanfaatan pupuk serta pestisida alami, pengelolaan limbah organik rumah tangga, serta budidaya tanaman pekarangan. Selain memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan, kegiatan ini juga memperkuat kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan hijau dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, pelaksanaan KKN Tematik di Kelurahan Kambu berjalan dengan baik dan berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri dalam memanfaatkan limbah organik, mendukung ketahanan pangan rumah tangga serta menciptakan lingkungan yang bersih, produktif dan berkelanjutan.
Co-Authors ABDU RAHMAN BACO, ABDU RAHMAN Almin, Almin Alwi , La Ode Amdani, Cici Nur Amiludin, Amiludin Amirudin, Adinda Oktavia Anharullah, La Ode Muhammad Ansarullah, Ansarullah Ansharullah ansharullah Asnani Asnani Asriani Asriani, Asriani Astri Rahayu Astuti, Wa Ode Reni AZHAR ANSI, AZHAR Azhar Bafadal, Azhar Besse, Andi Damayanti, Rusna Darmiati Darmiati Dhian Herdhiansyah Diki, Muhammad Ihsan Fajri, Fadhlan Faradillah, F Febriana, Tia Nanda Fera, Feti Firdani, Elvi Juli Hamsin, La Hardinata, Wayan Hariati, N Harsyam, Diah Islamyati Haslianti Haslianti, Haslianti Hasni Hasni Hasrudin, Hasrudin Hayastika, Hayastika Herdiansyah, Dhian Heriyanto, Eka Pratiwi Hermanto Hermanto Hermawan, Adi Herni, Herni Herni, Sitti Hidayati Hidayati Hisein , Waode Siti Anima Husni, Ratu Asri Octavianny I Ketut Suada Ikbal, La Ode Indarsyih, Yusna Irmayanti, Wa Ode Jaldin, Arifi Jannah, Nur Iffatul K, Fredy Akbar La Aba La Karimuna La Ode Nafiu Lifendro, Lifendro Madiki, A Marsan, Laode Mishartina, Mishartina Misrawati, Windi Mukminah, Sitti Musfiroh, Dinda Aisyah Musrin Musrin najar, najar Najarudin, Najarudin Nugraha, Moch Isnaeni Nur M, Wa Ode Dewiyanti Nuraida, Waode Nurlin Nurlin, Nurlin Patadjai, Andi Besse Pirna, Pirna Rahayu, Dwi Novita Rahni , Nini Mila Ramadhani, Wa Ode Sapta Ramlan, H. Ranat, Zahratul Wardha Ranggawati, Mustika rekapangan, Tamrin, Reski, Reski RH. Fitri Faradilla Rinda, Rinda Rosdiana Rosdiana Rosniatin, Rosniatin Rustan, Novani Dwiyanti Sadimantara, Muhammad Syukri sadimantara, muhammad syukri Salahuddin Salahuddin Saputra, Agung Putu Agus Sari, Alan Mayang Sari, Elvina Sarinah Sarinah Sarmin Sartian, Sartian Satriadin, Satriadin Sesa, Alfreski Sangri Silvianti, Elvi Sri Rejeki Sri Wahyuni Sudirman, Nirwan Sumarni Sumarni surtini, surtini Susanti, Kadek Intan Arni Syafar, Ahmad Syahrul Syahrul syamsidar syamsidar TAKDIR SAILI Tamrin Tamrin Taswin, Nurul Cahya Utami, Nadya Wahyuni, Andi Rini Wijaya, Putri Sulham Wulandari Wulandari