Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Dampak Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Potensi Banjir Pada Daerah Aliran Sungai Tallo Priatna, Azis; Surya, Batara; Syafri, Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v7i2.6060

Abstract

Daerah Aliras Sungai Tallo merupakan salah satu Daerah Aliras Sungai yang penting di Sulawesi Selatan, dimana bagian hilirnya merupakan wilayah pemukiman Kota Makassar. Kondisi DAS Tallo telah mengalami penurunan kualitas yang ditandai dengan terjadinya erosi dan tanah longsor serta banjir terutama pada daerah hilir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan, dampak perubahan penggunaan lahan pada terhadap potensi banjir serta membangun model pengendalian banjir pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Tallo. Jenis data yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi data hidrologi dan data spasial (Geographic Information System) GIS. Data hidrologi meliputi data curah hujan 2014-2024 di Stasiun curah hujan (CH) wilayah DAS Tallo. Data spasial GIS meliputi koordinat Stasiun Pengamatan Arus Sungai (SPAS) dan Stasiun CH, penggunaan lahan DAS Tallo tahun 1990 sampai dengan tahun 2023, jenis tanah, batas DAS Tallo, jaringan Sungai Das Tallo, kelerengan dan RBI kontur Provinsi Sulawesi Selatan. Analisis data dilakukan dengan analisis GIS menggunakan software Arc-GIS 9.3. Analisis pendugaan debit puncak menggunakan model rasional. Analisis hidrologi menggunakan HEC-RAS dimulai dengan memodelkan geometri sungai pada RAS Mapper di HEC-RAS dengan peta DEM. Skenario pengelolaan DAS dilakuka dengan membangun 4 model simulasi yaitu model eksisting (Model 1), model pengelolaan ruang terbuka hijau (Model 2), model pengelolaan ruang terbuka hijau dan biopori (Model 3) dan Model pengelolaan ruang terbuka hijau dan biopori dan rehabilitasi DAS 30% (Model 4). Simulasi terhadap scenario dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak (Software) Stella 9.02. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi Perubahan penggunaan lahan Pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Tallo Tahun 1990-2023 secara siginfikan, konversi lahan permukiman meningkat dari 5,415,50 ha menjadi 14.701,53 ha (21,40%%) selain itu terjadi penurunan signifikat terhadap lahan berhutan. Perubahan penggunaan lahan menyebabkan peningkatan laju aliran permukaan pada DAS Tallo dengan laju peningkatan volume aliran permukaan adalah 806,872,29 m3/tahun sehingga berdampak pada potensi banjir terutama pada daerah hilir. Skenario pemodelan banjir dengan pengelolaan DAS secara terpadu dengan Penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) pada semua wilayah pemukiman sebesar 30% dan atau teknologi biopori yang dibuat sedalam 1 meter dengan diameter lubang sekitar 0,10 meter yang ditanam dengan jarak 10 x 10 (100 lubang per hektar) pada 30% wilayah pemukiman serta rehabilitasi DAS 30% dapat mengendalikan banjir dengan menurunkan volume aliran permukaan masing-masing sebesar 64,81% dari aliran permukaan keseluruhan pada DAS Tallo. The Tallo watershed is one of the important river basins in South Sulawesi, where the downstream part is the residential area of Makassar City. The condition of the Tallo watershed has experienced a decline in quality, characterized by erosion, landslides and flooding, especially in downstream areas. This research aims to analyze land use changes, the impact of land use changes on potential flooding and build a flood control model in the Tallo River Basin (DAS). The types of data required in this research include hydrological data and GIS spatial (Geographic Information System) data. Hydrological data includes rainfall data for 2014-2024 at the rainfall station (CH) in the Tallo watershed area. GIS spatial data includes coordinates of the River Flow Observation Station (SPAS) and CH Station, Tallo Watershed land use from 1990 to 2023, soil type, Tallo Watershed boundaries, Tallo River network, slope and RBI contour of South Sulawesi Province. Data analysis was carried out using GIS analysis using Arc-GIS 9.3 software; Analysis of peak discharge estimation using a rational model. Hydrological analysis using HEC-RAS begins by modeling river geometry on RAS Mapper in HEC-RAS with DEM maps. The watershed management scenario was carried out by building 4 simulation models, namely the existing model (Model 1), the green open space management model (Model 2), the green open space and biopore management model (Model 3) and the green open space and biopore management model and 30% watershed rehabilitation (Model 4). Simulation of the scenario was carried out using Stella 9.02 software. The results of the research show that there has been a significant change in land use in the Tallo River Watershed (DAS) in 1990-2023, residential land conversion increased from 5,415.50 ha to 14,701.53 ha (21.40%%) in addition to a significant decrease in forested land. Changes in land use cause an increase in surface flow rates in the Tallo watershed with an increase in surface flow volume of 806,872.29 m3/year, thus having an impact on the potential for flooding, especially in downstream areas. Flood modeling scenario with integrated watershed management by providing 30% green open space (RTH) in all residential areas and/or biopore technology made 1 meter deep with a hole diameter of around 0.10 meters planted at a distance of 10 x 10 (100 holes per hectare) in 30% of residential areas and 30% watershed rehabilitation can control flooding by reducing the volume of surface flow each by 64.81% of the total surface flow in the Tallo Watershed.
Analisis Alih Fungsi Lahan Pertanian pada Kawasan Rawan Bencana di Kota Batu Reza, Mohammad; Surya, Batara; Akil, Arifuddin; Nasution, Muhammad Arief; Muhibuddin, A.; Saleh, Haeruddin; Manaf, Murshal; Barkey, Roland Alexander
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 9 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v9i2.29343

Abstract

Alih fungsi lahan pertanian di Kota Batu menjadi kawasan permukiman dan wisata telah meningkat signifikan dalam satu dekade terakhir, terutama di kawasan rawan bencana seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola perubahan penggunaan lahan di Kota Batu pada periode 2013-2023, dengan menggunakan metode kualitatif berbasis analisis spasial melalui Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan luas lahan pertanian di kawasan rawan bencana. Perubahan ini tidak hanya meningkatkan potensi kerugian lingkungan dan risiko bencana tetapi juga mengancam keberlanjutan ketahanan pangan lokal yang menjadi penyangga kehidupan masyarakat. Temuan penelitian ini menekankan pentingnya perencanaan tata ruang berbasis risiko yang lebih terintegrasi untuk mengelola tekanan alih fungsi lahan. Selain itu, diperlukan kebijakan mitigasi bencana yang lebih komprehensif guna mengurangi dampak dari pembangunan yang tidak terkendali. Studi ini memberikan rekomendasi strategis untuk mendukung tata kelola lahan yang berkelanjutan, pengelolaan risiko bencana yang lebih efektif, serta pelestarian fungsi ekologis dan ekonomi kawasan pertanian di Kota Batu.
Strategi Pengembangan Permukiman Berbasis Komunitas di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan Sabriani, Sabriani; Surya, Batara; Latief, Rudi
Urban and Regional Studies Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v6i1.3785

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi apa yang tepat dalammengembangkan permukiman berbasis komunitas di Kabupten Jayawijaya, PapuaPegunungan. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatankualitatif, data diperoleh dari peneliti itu sendiri yang menjadi instrumen terpentingpada saat melakukan observasi, wawancara dengan kepala suku dan dokumentasi,metode analisis sampling menggunakan analisis SWOT IFAS EFAS. Hasil observasiditemukan bahwa program pemerintah dengan mendistribusikan bantuan rumahmodern dengan pola rumah sehat kurang efektif sesuai target dan sasaran yang telahditetapkan. Merencanakan pengembangan dibutuhkan strategi yang baik, adabeberapa faktor strategi yang ditemukan pada penelitian ini yaitu faktor internalmencakup Strength, Weaknesses dan faktor eksternal Opportunity, Treath. Dalammerancang strategi (strategic planner) dianalisis menggunakan matriks SWOTkemudian dilakukan perhitungan faktor internal dan eksternal sehingga diperolehX=3,40 dan Y=1,89, lalu untuk menetapkan strategi yang tepat digunakan grafik IFASEFAS sehingga diperoleh strategi Strength Opportunity (SO) yang berartimemanfaatkan seluruh adat istiadat dan nilai budaya serta kepercayaan masyarakatadat suku dalam penyelenggaraan pengembangan permukiman danmengimplementasikan kebijakan pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat.Kata kunci: Strategi, Permukiman, Komunitas, Tradisional.
Analisis Perkembangan Fisikal Rural-Urban Di Kawasan Pinggiran Metropolitan Mamminasata: Studi Kasus: Kecamatan Pattalasssang, Kabupaten Gowa Haikal, Muh Fikri; Surya, Batara; Syafri, Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v6i1.3809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanajemen perkembangan fisik pada kawasan rural-urban Kecamatan Pattalassan, Kabupaten Gowa. Perluasan kota yang mengakibatkan perubahan fisik penggunaan lahan, fungsi lahan dari lahan pertanian atau tidak terbangun menjadi terbangun pada daerah perkotaan, dan memiliki pengaruh perkembangan morfologi, struktur dan ruang. Maka diperlukan kajian terkait seberapa besar perubahan penggunaan lahan dalam 20 tahun perkembangan terakhir sekaligus melihat pola kecenderungan perkembangan, dan bagaimana menentukan kawasan rural-urban fringe serta Penelitian ini meggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis yang digunakan adalah analisis overlay ArcGis dan fishnet ArcGis. Hasil yang ditemukan adalah perubahan penggunaan lahan yang terjadi sebesar 7.7 persen yang sejalan dengan menurunnya hutan dan lahan pertanian, kemudian area perkembangan fisik rural urban sebesar 2100,55 Ha hektar atau setara dengan 28,54 persen dari total luas kota, yang terbagi atas dua klasifikasi yaitu pinggiran dalam (inner fringe) dengan total luas 856,24 Ha dan pinggiran luar (outer fringe) dengan total 1244,32 Ha. This research aims to manage physical development in the rural-urban area of Pattalassan District, Gowa Regency. City expansion results in physical changes in land use, land function from agricultural or undeveloped land to urban built-up land, and has an influence on the development of morphology, structure and space. So it is necessary to study how much land use has changed in the last 20 years of development as well as looking at development trend patterns, and how to determine rural-urban fringe areas. This research uses a quantitative approach method with the analysis technique used is ArcGis overlay analysis and ArcGis fishing nets. The results found were changes in land use that occurred by 7.7 percent, which was in line with the reduction in forests and agricultural land, so the physical development area of urban villages was 2100.55 hectares or equivalent to 28.54 percent of the total area of the city, which was divided into two classifications. namely the inner suburbs with a total area of 856.24 Ha and the outer suburbs with a total area of 1244.32 Ha.
Alih Fungsi Guna Lahan Dan Perubahan Nilai Lahan Pada Kawasan Kota Baru Moncongloe Metropolitan Mamminasata Sumastono, Andi Ari; Surya, Batara; Syafri, Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v6i1.3861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana alih fungsi lahan bekerja sebagai determinan perubahan nilai lahan di kawasan kota baru moncongloe mamminasata dan pengaruh alih fungsi lahan terhadap dinamika sosial dan perubahan nilai lahan di kawasan kota baru tersebut. Adapun metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis diantaranya Analisis deskriptif kualitatif untuk melihat respon masyarakat dari hasil wawancara dan kuesioner dan analisis korelasi untuk melihat hubungan antar variabel. Berdasarkan hasil analisis deskriptif dan statistik, penelitian ini menyimpulkan bahwa alih fungsi lahan berkeja secara signifikan memengaruhi perubahan nilai lahan dan dinamika sosial, dengan faktor-faktor seperti permintaan yang meningkat, pertumbuhan ekonomi, keterbatasan lahan, dan perubahan lingkungan fisik berperan penting. Oleh karena itu, melibatkan pemerintah dan pengembang dalam identifikasi potensi konflik lahan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah dan pengembang disarankan untuk memperhatikan solusi yang memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara masyarakat sekitar diharapkan untuk mengungkapkan pendapat mereka dan mencari informasi yang jelas terkait rencana alih fungsi lahan. This research aims to examine how land use conversion functions as a determinant of land value changes in the Moncongloe Mamminasata new city area and the influence of land use conversion on social dynamics and changes in land value in that new city area. The research methodology employed both qualitative descriptive analysis to assess community responses through interviews and questionnaires and correlation analysis to examine relationships among variables. Based on the results of descriptive and statistical analysis, the study concludes that land use conversion significantly influences changes in land value and social dynamics. Factors such as increased demand, economic growth, land limitations, and physical environmental changes play crucial roles. Therefore, involving government and developers in identifying potential land conflicts and encouraging active community participation is crucial. Government and developers are advised to consider solutions that meet community needs, while local communities are expected to express their opinions and seek clear information regarding land use conversion plans.
Potensi Pengembangan Infrastruktur Jalan Tol Mamminasata: Studi Kasus: Rencana Jalan Tol Bypass Maros-Gowa Ansarullah, Ansarullah; Surya, Batara; Syafri, Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v6i1.3948

Abstract

Berbagai aktifitas masyarakat kota maminasata dalam kehidupan sehari-hari kerap kali terjadi persoalan yang kemudian menjadi hambatan bagi kelancaran kinerja masyarakat di kota Maminasata dan pastinya akan menimbulkan dampak yang kurang baik bagi kelangsungan hidup masyarakat kota maminasata. Dengan berbagai persoalan yang kemudian menjadi hambatan bagi kelancaran aktifitas masyarakat di kota Maminasta maka dapat dikatakan bahwasanya kota Maros dan Gowa membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk kemudian membenahi kebutuhan masyarakat sebagai solusi dari persoalan yang ada di kota Maros-gowa ini. Dengan memperhatikan pokok masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pengembangan infrastruktur jalan TOL bypass maros-gowa terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat serta menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh pada pengembangan infrastruktur jalan TOL by-pass Maros-Gowa. Jenis penelitian ini di kategorikan sebagai penilitian deskriptif kuantitatif. Dieskriptif Kuantitatif adalah data yang diperoleh dari sampel populasi penelitian di analisis sesuai dengan metode Statistik yang digunakan kemudian di interprestasikan. Metode penelitian deskriptif kuantitatif adalah suatu metode yang bertujuan untuk membuat gambar atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif yang menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut serta penampilan dan hasilnya (Arikunto, 2006). Proses penelitian ini terdiri dari pengumpulan data dan informasi, penyususnan data, dan analisis data. Hasil akhir dari penelitian ini adalah rekomendasi. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah di lakukan pada bab sebelumnya,maka dapat di tarik kesimpulan akhir ialah; 1) Pengembngan Jalan TOL akan memberikan pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah, dengan hasil ini dapat di simpulkan adanya kepercayaan masyarakat dalam pembangunan akan memberikan dampak positif dalam skala makro jalan TOL termasuk dalam program pemerintah untuk memajuakan daerah Pembangunan merupakan kenyataan fisik sekaligus keadaan mental (state of mind) dari suatu masyarakat telah melalui kombinasi tertentu dari proses sosial ekonomi dan lemabaga, memiliki cara untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Pengembngan Jalan TOL Baypass Maros-Gowa diharapkan memberikan dampak positif dalam menunjang makro ekonomi, seperti tujuan pembangunan itu sendiri di harapkan dapat meningkatkan taraf kehidupan masyarakat menjadi lebih baik, dapat memberikan pemerataan ekonomi nasional, dan memberikan titik pertumbhan ekonomi baru di berbagai wilayah yang nantinya membuka peluang kesejahteraan masyarakat secara umum sehingga mempermudah pelayanan pemerintah. Various activities of the people of the city of Maminasata in everyday life often occur problems which then become obstacles to the smooth performance of the people in the city of Maminasata and will certainly have an unfavorable impact on the survival of the people of the city of Maminasata. With various problems that later become obstacles to the smooth running of community activities in the city of Maminasta, it can be said that the cities of Maros and Gowa need special attention from the central government and local governments to then fix the needs of the community as a solution to the problems that exist in the city of Maros-Gowa. By paying attention to the main problem above, this study aims to examine the potential of the Maros-Gowa by-pass highway infrastructure development on community economic growth and analyze the factors that influence the development of Maros-Gowa by-pass highway infrastructure. This type of research is categorized as quantitative descriptive research. Quantitative descriptive is data obtained from a sample of the research population analyzed in accordance with the statistical methods used and then interpreted. Quantitative descriptive research method is a method that aims to make a picture or descriptive of a situation objectively using numbers, starting from data collection, interpretation of the data and appearance and results (Arikunto, 2006). The research process consisted of data and information collection, data compilation, and data analysis. The final result of this research is a recommendation. Based on the results of the analysis and discussion that has been carried out in the previous chapter, the final conclusions can be drawn are; 1) The development of the TOL Road will provide new economic growth in various regions, with these results it can be concluded that public trust in development will have a positive impact on the macro scale of the TOL road included in the government program to advance the region Development is a physical reality as well as a mental state (state of mind) of a society that has gone through a certain combination of socio-economic and institutional processes, has a way to realize a better life. The development of the Maros-Gowa Baypass Toll Road is expected to have a positive impact in supporting the macro economy, as the development goal itself is expected to improve the standard of living of the community for the better, can provide national economic equity, and provide new economic growth points in various regions which will open up opportunities for general public welfare so as to facilitate government services
Perubahan Tata Guna Lahan Dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan Pinggiran: Studi Kasus: Pengembangan Kawasan Kota Baru Moncongloe Metropolitan Mamminasata Prawira, Wa Ode Hesty Eka; Surya, Batara; Syafri, Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 6 No. 2 (2024): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v6i2.4498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alih fungsi guna lahan yang mempengaruhi perkembangan permukiman, menganalisis pengaruh alih fungsi guna lahan, sistem aktivitas, dan ketersediaan lahan terhadap kebutuhan pembangunan permukiman, serta menentukan strategi pengembangan kawasan permukiman di Desa Moncongloe Bulu. Variabel yang digunakan adalah alih fungsi guna lahan (X1), sistem aktivitas (X2), ketersediaan lahan (X3), dan perkembangan permukiman (Y). Metode analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif kuantitatif, analisis regresi linear berganda, dan analisis kualitatif SWOT untuk mengkaji dan menentukan strategi pengendalian pemanfaatan ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih fungsi guna lahan (X1) dan ketersediaan lahan (X3) mempengaruhi pemenuhan kebutuhan pembangunan permukiman, sementara sistem aktivitas (X2) tidak. Strategi yang disarankan adalah memanfaatkan peluang untuk mempertahankan kekuatan, menghindari pembangunan di daerah rawan bencana, mengatur ruang secara proporsional, mempertahankan kawasan lindung, memenuhi kebutuhan RTH, mempertahankan lahan pertanian produktif, serta mengembangkan konsep urban farming untuk memanfaatkan lahan di kota baru Desa Moncongloe Bulu. This research aims to analyse land use change that affects settlement development, analyse the influence of land use change, activity system, and land availability on settlement development needs, and determine the strategy for developing residential areas in Moncongloe Bulu Village. The variables used are land use change (X1), activity system (X2), land availability (X3), and settlement development (Y). The analytical methods used include quantitative descriptive analysis, multiple linear regression analysis, and SWOT qualitative analysis to assess and determine spatial utilisation control strategies. The results show that land use change (X1) and land availability (X3) affect the fulfilment of settlement development needs, while the activity system (X2) does not. The suggested strategy is to utilise opportunities to maintain strengths, avoid development in disaster-prone areas, regulate space proportionally, maintain protected areas, meet green space needs, maintain productive agricultural land, and develop the concept of urban farming to utilise land in the new town of Moncongloe Bulu Village
Strategi Penataan dan Pengelolaan Kawasan Permukiman Kumuh di Sempadan Sungai Kelay Kabupaten Berau, Kalimantan Timur Regem, Erianser; Surya, Batara; Syafri, Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 6 No. 2 (2024): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v6i2.4522

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi penyebab permukiman kumuh di Sempadan Sungai Kelay Kelurahan Sambaliung danĀ  merumuskan arahan penanganan kawasan permukiman kumuh di Sempadan Sungai Kelay Kelurahan Sambaliung Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan TImur. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara menggunakan analisis chi-square dan analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis chi-square faktor yang menjadi penyebab permukiman kumuh di Sempadan Sungai Kelay Kelurahan Sambaliung yaitu faktor pendapatan berpengaruh kuat, faktor kondisi bangunan berpengaruh sedang, faktor status kepemilikan lahan berpengaruh lemah, faktor air bersih pengaruh sangat lemah, faktor jaringan jalan pengaruh sangat kuat, faktor sistem drainase tidak terdapat pengaruh, faktor sistem pengelolaan air limbah pengaruh sangat lemah, faktor sistem pengelolaan persampahan tidak terdapat pengaruh. Sedangkan arahan untuk penanganan kawasan permukiman kumuh di Sempadan Sungai Kelay Kelurahan Sambaliung Kecamatan Sambaliung adalah memanfaatkan potensi sumber daya alam Sungai Kelay memberdayakan pengembangan ekonomi kreatif, pemeliharan jalan secara berkala, peningkatan struktur/perbaikan permukaan jalan tanah menjadi pembangunan jalan aspal/beton pada lokasi kawasan, peningkatan kualitas hunian dengan perbaikan rumah yang dalam kondisi tidak baik/rusak, danĀ  peningkatan estetika lingkungan permukiman. The purpose of this study is to find out what factors are the causes of slum settlements in the Kelay River Border, Sambaliung Village and formulate directions for handling slum areas in the Kelay River Border, Sambaliung Village, Sambaliung District, Berau Regency. This research method is carried out by using chi-square analysis and qualitative descriptive analysis. From the results of the chi-square analysis, the factors that cause slum settlements on the Kelay River Border, Sambaliung Village, are income factors that have a strong influence, building condition factors have a moderate effect, land ownership status factors have a weak influence, clean water factors have a very weak influence, and road network factors have a very strong influence. , the drainage system factor has no effect, the wastewater management system factor is very weak, the solid waste management system factor has no effect. While the directions for handling slum areas on the Kelay River Border, Sambaliung Village, Sambaliung District are utilizing the potential of the Kelay River natural resources empowering creative economic development, regular road maintenance, structural improvement/repair of dirt roads into asphalt/concrete road construction at regional locations, improving the quality of housing by repairing houses that are in bad/damaged condition, and improving the aesthetics of the residential environment.