Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

THE EFFECT OF DRY SLUDGE PRODUCTS FROM CLEAN WATER TREATMENT ON GROWTH AND YIELD OF RADISH ON PEAT SOIL Sari, Dian Novita; Warganda, Warganda; Astina, Astina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.28230

Abstract

Peat soil has a very low pH so it is unsuitable to be used as a planting medium. Efforts to increase the pH of peat soils can be through the provision of dry sludge resulting from clean water treatment. This study shows to determine the effect of dry sludge clean water treatment on the growth and yield of radish on peat soil, knowing the best dose of dry sludge for the growth and yield of radish on peat soil and to determine the Pb content in white radish plants. This research was carried out in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. This study used a Completely Randomized Design (CRD), which consisted of 5 treatments and 4 replications, each treatment consisting of 3 samples, so that there were 60 plants. The treatment in question is: p1 = 15% dry sludge equivalent to 1,2 kg/polybag, p2 = 30% dry sludge equivalent to 2,4 kg/polybag, p3 = 45% dry sludge equivalent to 3,6 kg/polybag, p4 = 60% dry sludge equivalent to 4.8 kg/polybag, p5 = 60% dry sludge equivalent to 6 kg/polybag. Variables observed were the number of leaves, the wet weight of the upper part of the plant, the dry weight of the upper part of the plant, the wet weight of tubers, the dry weight of tubers, the length of tubers, the diameter of tubers, the content of Pb at the top and radish tuber. The result of this study indicate that the dose of dry sludge resulting from clean water treatment can increase the wet weight of white radish tuber. This study did not get the best dose of dry sludge for growth and yield of white radish, but a 45% dose was an effective dose to produce growth dan yield of better white radish. Pb content in the upper part of the plant is below the maximum threshold, while the Pb content in white radish tuber is above the maximum threshold allowed according to SNI 7378-2009. Keywords: dry sludge from the treatment of clean water, radish, peat soil
PENGARUH KOMBINASI BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA MEDIA GAMBUT Prasetyo, sigit Gigih; astina, astina; surachman, surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.30445

Abstract

This study aims to determine the bestdosage of rice husk biochar and NPK fertilizer for the growth and yield of radishes on peat soil. This research was carried out in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. This study used a Completely Randomized Design (CRD), which consisted of 6 treatments and 4 replications, each treatment consisting of 3 samples, so that there were 72 plants. P1 = biochar 0 Kg / Ha + NPK 200 Kg / Ha is equivalent to (biochar 0g / polybag + 4g / polybag), P2 = biochar 0Kg / Ha + NPK 400 Kg / Ha (biochar 0g / polybag + NPK 8g / polybag), P3 = biochar 4ton / Ha + NPK 200Kg / Ha (biochar 80g / polybag + NPK 4g / polybag), P4 biochar 4ton / Ha + NPK 400 Kg / Ha (biochar 80g / polybag + NPK 8g / polybag). P5 = biochar 8ton / Ha + NPK 200Kg / Ha (biochar 160g / polybag + NPK 4g / polybag), P6 = biochar 8ton / Ha + NPK 400 Kg / Ha (biochar 160g / polybag + NPK 8g / polybag). The variables observed were tuber wet weight, leaf wet weight, plant dry weight, leaf area, number of leaves, tuber diameter, and tuber length. The results of this study indicate that the combination of rice husk biochar and NPK fertilizer had no significant effect on leaf wet weight, number of leaves, and tuber diameter. The combination of rice husk biochar and NPK fertilizer increased tuber fresh weight, plant dry weight, leaf area, and tuber length with the best dosage was 8 tons biochar / Ha + 400 kg NPK / ha or equivalent to biochar 160 g / polybag + 8 kg NPK / polybag )Keywords: peat soil, radish, rice husk biochar and NPK fertilizer
RESPON TANAMAN LOBAK TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI KOTORAN BEBEK DAN KALIUM DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Sanaya, Mayumas; astina, astina; sulistyowati, henny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31070

Abstract

The porpose of this study was to determine the best dose combination of duck manure and potassium manure against the growth and yield of radish in red yellow podzolic soil. This experiment, done at Garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. The duration of the study is 52 days, starting on 30 April - 21 June 2018. The research design used in this study was Completely Randomized Design (CRD) with 9 levels of combinations treatment of duck manure and potassium manure namely k1 = 5 tons / ha duck manure + 40 kg / ha KCl, k2 = 5 tons / ha duck manure + 50 kg / ha KCl, k3 = 5 tons / ha duck manure + 60 kg / ha KCl, k4 = 10 tons / ha duck manure + 40 kg / ha KCl, k5 = 10 tons / ha duck manure + 50 kg / ha KCl, k6 = 10 tons / ha duck manure + 60 kg / ha KCl, k7 = 15 tons / ha duck manure + 40 kg / ha KCl, k8 = 15 tons / ha duck manure + 50 kg / ha KCl, k9 = 15 tons / ha duck manure + 60 kg / ha KCl. Each treatment was repeated three times, and the experimental unit consisted of 3 plant samples. Variable observed dry weight of the upper part of the plant, tuber diameter, tuber length, plant fresh weight and fresh weight of tuber / plant. The results showed that the combination of duck manure and potassium manure on red yellow podzolic soil for radish growing media gave a response that was not significantly different in all observation variables namely plant dry weight, the diameter of tube, tuber length, plant fresh weight and fresh weight of tuber. The effective dose to support the growth and yield of radish plant is the combination of duck manure dan KCl with a dose 5 ton/ha duck manure and 40 kg/ha KCl Keywords: duck manure and potassium manure, red yellow podzolic, radish
PERFORMA DAN HASIL PADI LOKAL BERAS HITAM JENIS SENAKIN ASAL KABUPATEN LANDAK SEBAGAI RESON TERHADAP PEMUPUKAN DI LAHAN SAWAH PASANG SURUT Hidayati, Resmi; wasi'an, wasi'an; astina, astina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i3.41044

Abstract

ABSTRAK Pemupukan merupakan salah satu upaya meningkatkan padi lokal beras hitam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta membandingkan performa dan hasil padi lokal beras hitam jenis Senakin Kabupaten Landak akibat pemupukan di lahan sawah pasang surut yang telah diberikan pupuk sesuai rekomendasi dengan tanpa diberikan pupuk. Penelitian ini dilaksanakan di Parit Keladi Kec. Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya selama 178 hari mulai dari 25 Maret 2019 sampai 19 September 2019. Penelitian ini menggunakan rekomendasi pemupukan menurut Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat yaitu menggunakan pupuk dasar Urea sebanyak 150 kg/ha, SP-36 sebanyak 135 kg/ha dan KCl sebanyak 100 kg/ha. Benih padi beras hitam jenis senakin yang ditanam pada lahan menggunakan eksperimen lapangan dengan sampel yang diamati sebanyak 50 unit sampel tanaman dan terdapat 2 perlakuan yang berbeda yaitu perlakuan tanpa pemupukan dan perlakuan pemupukan sesuai dengan anjuran. Penanaman menggunakan metode jajar legowo 2:1 dengan ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 30 cm x 15 cm dan legowo 45 cm. setiap lubang tanam berisi seragam yaitu sebanyak 1 bibit. Variabel yang diamati yaitu jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, tinggi tanaman, fertilitas gabah, umur tanaman, panjang malai, jumlah gabah per malai, bobot 1000 butir dan hasil per rumpun. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa performa dan hasil padi beras hitam Senakin meningkat untuk semua parameter pengamatan terkecuali umur tanaman.Kata Kunci : Pemupukan, Padi Lokal Beras Hitam.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Terhadap Pemberian Kombinasi Pupuk Kandang Sapi dan Biochar Sekam Padi Pada Tanah Aluvial Ramadan, Galuh; Astina, Astina; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45423

Abstract

Edamame banyak diolah menjadi susu bubuk, jus, pastry edamame, kerupuk dan lain-lain. Edamame juga mengandung protein senyawa organik seperti asam folat, mangan, isoflavones, beta karoten dan sukrosa. Pupuk kandang sapi dapat memberikan manfaat pada tanaman dan tanah yaitu menyediakan unsur hara makro dan mikro bagi tanaman, menggemburkan tanah, memperbaiki stuktur tanah, meningkatkan porositas, aerasi dan komposisi mikroorganisme tanah serta meningkatkan daya serap air pada tanah. Biochar berfungsi sebagai pembenah tanah alternatif untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologis tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis kombinasi terbaik pupuk kandang sapi dan biochar sekam padi yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil kedelai yang terbaik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, penelitian ini berlangsung dari 26 Agustus-10 November 2020. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu pemberian kombinasi pupuk kandang sapi dan biochar sekam padi pada tanah aluvial, penelitian ini terdapat 4 perlakuan, 5 ulangan dann 4 sampel tanaman. Kombinasi pupuk kandang sapi dan biochar sekam padi terdiri dari (p1) 5 ton/ha+12 ton/ha, (p2) 10 ton/ha+10 ton/ha, (p3) 15 ton/ha+8 ton/ha, (p4) 20 ton/ha+6 ton/ha. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah cabang (cabang) volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah polong segar per tanaman (buah),bobot polong segar per tanaman (g), jumlah polong isi (buah), jumlah polong hampa (buah) dan bobot polong isi (g). Berdasarkan hasil penelitian respon pertumbuhan dan hasil kedelai terhadap pemberian kombinasi pupuk kandang sapi dan biochar sekam padi, dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi pupuk kandang sapi 15 ton/ha dan biochar sekam padi 8 ton/ha cenderung meningkatkan jumlah polong isi yaitu 20,27 buah/tanaman.
Respon Tanaman Buncis Akibat Pemberian Bokasi Eceng Gondok dan Pupuk NPK pada Tanah Aluvial huda, miftahul; ASTINA, ASTINA; SURACHMAN, SURACHMAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51499

Abstract

Peningkatan produksi tanaman buncis pada tanah aluvial dengan pemberian bokasi eceng gondok dan pupuk NPK dapat dicapai akibat meningkatnya kesuburan tanah melalui perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi yang sesuai kebutuhan tanaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui interaksi berbagai dosis bokasi eceng gondok dan pupuk NPK yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil buncis pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, mulai dari September sampai November 2020. Metode penelitian yaitu Rancangan Acak Kelompok faktorial. Faktor pertama pemberian berbagai dosis bokasi eceng gondok dengan 3 taraf (10 ton/ha, 15 ton/ha, dam 20 ton/ha). Faktor kedua yaitu pemberian berbagai dosis pupuk NPK dengan 3 taraf (150 kg/ha, 250 kg/ha, dan 350 kg/ha). Variabel yang di amati yaitu tinggi tanaman 1 MST, 2 MST, 3 MST, dan 4 MST, volume akar, berat kering tanaman, panjang polong, jumlah polong dan berat polong per tanaman. Interaksi dari berbagai dosis bokasi eceng gondok dan pupuk NPK tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis kecuali pada variabel berat kering tanaman diperoleh hasil terbaik pada interaksi eceng gondok 15 ton/ha dan NPK 250 kg/ha.
PERCEPATAN PERTUMBUHAN SETEK KRATOM TERHADAP PEMBERIAN ZPT GIBERELIN BERBAGAI KONSENTRASI Huri, Vuspita; Astina, Astina; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.57763

Abstract

Kratom merupakan stimulan yang dapat meningkatkan konsentrasi dan energi jika dikonsumsi dengan dosis rendah. Tingginya nilai ekonomi kratom sebagai obat herbal meningkatkan permintaan ekspor dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan budidaya pada tanaman kratom. Pembibitan kratom biasanya dilakukan secara generatif menggunakan bibit dan jarang sekali dilakukan secara vegetatif. Pembibitan secara vegetatif memiliki beberapa keuntungan antara lain tidak membutuhkan waktu lama untuk panen dan memiliki sifat genetik yang sama dengan induk sehingga sifat unggul dari induk akan dapat dipertahankan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memacu pertumbuhan pada setek kratom adalah pengaplikasian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) giberelin. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi ZPT giberelin yang terbaik terhadap pertumbuhan setek kratom. Penelitian ini dilakukan di rumah penelitian yang terletak di Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak selama 6 minggu mulai dari bulan November-Desember 2021. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima taraf perlakuan konsentrasi giberelin yaitu b0= 0 ppm, b1= 50 ppm (0,05 g/l), b2= 100 ppm (0,10 g/l), b3= 150 ppm (0,15 g/l), b4= 200 ppm (0,20 g/l). Setiap unit perlakuan diulang sebanyak 5 kali dengan setiap perlakuan terdapat 4 sampel tanaman sehingga terdapat 100 tanaman. Variabel yang diamati diantaranya jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan pemberian ZPT giberelin konsentrasi 0 ppm, 50 ppm dan 100 ppm mampu meningkatkan jumlah daun pada setek kratom.Kata Kunci: giberelin, herbal, obat, setek kratom, vegetatif, zat pengatur tumbuh
PENGARUH KAPUR DOLOMIT DAN POC AMPAS SAGU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA TANAH GAMBUT Joko, Joko; Astina, Astina; Darussalam, Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.57956

Abstract

Tanaman jagung manis merupakan salah satu tanaman pangan yang telah banyak dibudidayakan dikerenakan jagung ini memiliki rasa lebih manis dan umur panen yang cepat dibandingkan jagung biasa. Jagung manis yang dikonsumsi mengandung energi, karbohidrat, protein, lemak, fosfor, zat besi dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dari pemberian kapur dolomit dan POC ampas sagu yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada tanah gambut. Lokasi penelitian berada di Desa Pancaroba Jl. Trans Kalimantan, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini akan dilaksanakan dari 09 Februari-22 Mei 2022. Penelitian ini menggunakan faktorial dengan pola rancangan acak kelompok (RAK), dimana faktor pertama yaitu kapur dolomit (D) dan faktor kedua yaitu POC ampas sagu (P) setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut : Faktor pertama yaitu kapur dolomit (D), d1 = Kapur Dolomit 16,25 ton/ha, d2 = Kapur Dolomit 32,5 ton/ha dan d3 = Kapur Dolomit 48,75 ton/ha. Faktor kedua yaitu POC ampas sagu (P) : p1 = POC Ampas Sagu 300 ml/l, p2 = POC Ampas Sagu 600 ml/l dan p3 = POC Ampas Sagu 900 ml/l. Pelaksanaan penelitian meliputi pembuatan POC ampas sagu, persiapan tempat penelitian, pengapuran, penanaman benih, pemberian pupuk dasar, pemberian poc ampas sagu, pemeliharaan dan pemanenan. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, panjang tongkol, berat tongkol berkelobot dan hasil tongkol/petak. Hasil menunjukan bahwa interaksi pemberian kapur dolomit 32,5 ton/ha dan POC ampas sagu 600 ml/l menunjukan rerata tertingi terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis.
PENGARUH KOMBINASI BOKASHI GULMA DAN ABU KAYU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS DI TANAH ALUVIAL Yohana, Yohana; Astina, Astina; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57966

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) merupakan komoditas palawija yang memiliki potensi untuk dibudidayakan di Kalimantan barat. Salah satu jenis tanah yang dapat digunakan untuk budidaya tanaman jagung manis yaitu tanah aluvial. Tanah aluvial sebagai media tanam memiiki kendala seperti struktur tanah jelek, pH rendah, ketersediaan unsur hara sedikit dan kandungan bahan organik rendah. Upaya untuk mengatasi sifat tanah aluvial tersebut yaitu dengan pemberian bahan pembenah tanah seperti penggunaan bokashi gulma dan abu kayu. Penggunaan bokashi sangat dibutuhkan untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis yang maksimal. Abu kayu merupakan bahan organik yang dijadikan alternatif pengganti kapur pertanian pada media tanah aluvial yang dapat memperbaiki sifat kimia tanah aluvial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis kombinasi bokashi gulma dan abu kayu terbaik yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah aluvial.Penelitian dilaksanakan pada tanggal 17 Februari "“ 11 Mei 2022 bertempat di Jalan Budi Utomo, Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Kombinasi bokashi gulma dan abu kayu sebagai taraf perlakuan terdiri dari 6 taraf yaitu k0 = Kontrol, k1 = bokashi gulma 5 ton/ha dan abu kayu 30 ton/ha, k2 = bokashi gulma 10 ton/ha dan abu kayu 28 ton/ha, k3 = bokashi gulma 15 ton/ha dan abu kayu 26 ton/ha, k4 = bokashi gulma 20 ton/ha dan abu kayu 24 ton/ha, k5 = bokashi gulma 25 ton/ha dan abu kayu 22 ton/ha, diulang sebanyak 4kali dan di setiap ulangan memiliki 4 sampel. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, dan diameter tongkol.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi bokashi gulma 15 ton/ha setara dengan 5,2 kg/plot dan abu kayu 26 ton/ha setara dengan 9,1 kg/plot memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman pada semua tahapan pengamatan, berat kering tanaman, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol dan diameter tongkol. Efisiensi penggunaan bokashi gulma dan abu kayu adalah dengan dosis 5 ton/ha setara dengan 1,75 kg/plot dan abu kayu 30 ton/ha setara dengan 10,5 kg/plot.Kata kunci : Bokashi gulma, Abu kayu, Jagung manis, Aluvial
GROWTH AND YIELD OF GREEN BEANS RESPONSE ON GIVING NPK AND RICE HUSK BIOCHAR IN ALLUVIAL SOIL Mohri, Mohri; Astina, Astina; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60340

Abstract

Mung bean (Vigna radiata L) Wilczek) is one of the important legumes or legumes and is widely consumed by the public, especially in Indonesia. Green beans are a source of vegetable protein, vitamins A, B1, C, and E, as well as several other substances that are very beneficial for the human body. Green beans can thrive in loose soil and proper fertilizer application. Rice husk biochar can improve soil physical properties, such as loosening the soil, increasing porosity, aeration, and soil microorganisms, so that roots in the soil can develop properly. NPK fertilizer functions as a supplier of macro nutrients to meet the nutrient needs of plants. This study aims to determine the interaction between NPK and rice husk biochar and to determine the best dose of NPK and rice husk biochar on the growth and yield of green beans in alluvial soil. This research was carried out at a location located in Jl. Sungai Raya Dalam, Pontianak, this research takes place from 22 May 2022 - 11 August 2022. This study used a Completely Randomized Design (CRD) Split Plot namely the effect of NPK fertilizer and rice husk biochar. In this study there are 2 factors, namely Biochar rice husk (b) as the main plot (main plot) as many as 3 treatment levels and NPK 16:16:16 (p) as subplots with 3 treatment levels so that there were 9 treatment combinations with 3 replications, and 5 plant samples. The total number of plants observed was 135 plants. The first factor is the main plot of rice husk biochar (b): b1 = 3 tons/ha, b2 = 5 tons/ha, b3 = 7 tons/ha. The second factor is NPK fertilizer (p): p1 = 400 kg/ha, p2 = 600 kg/ha, p3 = 800 kg/ha. The variables observed were plant height (cm), root volume (cm3), plant dry weight (g), number of pods per plant (fruit), dry seed weight per plant (g), and 100 seed weight (g). Based on the results of the study, it was shown that the effect of NPK and rice husk biochar interacted on the variables of plant height at 4 WAP, number of pods per plant and dry seed weight per plant. The administration of NPK at a dose of 600 kg/ha and rice husk biochar at a dose of 5 tons/ha was the best dose for growth and yield of green beans with an average weight value of fresh pods per plant, which was 36,5 g/plant. Keywords: Alluvial, Green Beans, NPK, Rice Husk Biochar, Response