Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS DITINJAU DARI TEORI APOS SISWA KELAS VIII Rosita Dwi Ferdiani; Riski Nur Istiqomah Dinullah; Risa Cahyani
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.262 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v3i1.3669

Abstract

Abstrak: Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada salah satu SMP yang ada di Kabupaten Malang yaitu SMPN 1 Wonosari, peneliti mendapatkan beberapa siswa yang kurang dalam memahami konsep matematika. Hal itu menunjukkan bahwa siswa harus mempunyai pemahaman konsep dalam memahami soal yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pemahaman konsep siswa pada materi teorema pythagoras ditinjau dari teori APOS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan metode tes dan wawancara. Subyek penelitian ini adalah dua siswa dengan kategori baik, dua siswa dengan kategori sedang dan dua siswa dengan kategori kurang yang dilakukan di kelas VIII SMPN 1 Wonosari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 10 siswa mampu mengerjakan pada tahap aksi, 7 siswa mampu mengerjakan pada tahap proses, 4 siswa mampu mengerjakan pada tahap objek dan 3 siswa mampu mengerjakan pada tahap skema. Dari hasil penelitian ini, disampaikan bahwa rata-rata kemampuan pemahaman konsep siswa yaitu pada tahap aksi dan proses. Saran dari penelitian ini adalah guru diharapkan dapat memberikan metode pembelajaran yang bisa meningkatkan pemahaman konsep siswa ataupun guru juga bisa memberikan latihan-latihan secara rutin dengan berbagai jenis soal yang dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa.
OPERASIONAL MESIN PEMILAH SEBAGAI SORTIR BIJI KOPI DALAM PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PETANI KOPI Shafiq Nurdin; Riski Nur Istiqomah Dinnullah; Novta Dany’el Irawan; Arianti Kusumawardhani
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2022 Transisi Global dalam Mencapai SDGs 2030
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilahan biji kopi kering yang baik mampu menghasilkan kualitas berupa bentuk biji kopi yang seragam dan memberikan nilai jual yang tinggi. Hal ini masih terbatas dilakukan oleh masyarakat wilayah pedesaan terutama pada petani kopi yang disebabkan proses masih dilakukan secara manual, sehingga volume yang diperoleh sedikit. Perlu penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk mampu mereduksi waktu, tenaga dan meningkatkan volume hasil sortasi biji kopi dengan hasil biji kopi kering berkualitas. Kegiatan pengabdian ini bekerjasama dengan kelompok tani kopi desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang melalui pemberian mesin pemilah biji kopi kering, pemberian Standar Operasional Prosedur (SOP), pelatihan operasional mesin dan perawatan serta perbaikan dasarnya. Hasil yang diperoleh mitra mampu mengoperasikan mesin pemilah kopi kering jenis Robusta dengan menghasilkan tiga luaran yaitu: kopi berkualitas superior (besar dan seragam), kopi ukuran sedang (kopi lanang) dan kopi ukuran kecil (berlubang/kopong, pecah). Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan di masa depan masyarakat mampu meningkatkan kualitas dan produksi biji kopi kering, sehingga berdampak peningkatan nilai ekonomi petani kopi.
Penerapan Model Think Talk Write (TTW) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Timbul Yuwono; Riski Nur Istiqomah Dinnullah; Jemi Hadrimus
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 4 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v4i4.7537

Abstract

Abstrac: The aims of this study were (1) to apply the Think Talk Write learning model to improve mathematics learning outcomes for class VIII students at SMP PGRI 2 Lawang Malang, (2) to determine the response of class VIII students at SMP PGRI 2 Lawang Malang towards the application of the Think Talk Write learning model. . This research is a qualitative research with the type of classroom action research (CAR). The subjects in this study were class VIII students of SMP PGRI 2 Lawang Malang for the 2019/2020 academic year, totaling 25 students. Data collection techniques used are observation, tests, interviews and field notes. Data analysis used qualitative analysis. The results of this study indicate that (1) the percentage of students' learning mastery classically increased from 72% of students in the value of action I to 92% in action II of a total of 75 students or more, (2) students gave a very positive response in learning mathematics by using the Think Talk Write learning model. Thus, the Think Talk Write learning model can improve the mathematics learning outcomes of eighth grade students of SMP PGRI 2 Lawang Malang. Keywords: Think Talk Write Learning Model, Mathematics Learning Outcomes Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menerapkan model pembelajaran Think Talk Write untuk dapat meningkatkan hasil belajara matematika siswa kelas VIII SMP PGRI 2 Lawang Malang, (2) untuk mengetahui respon siswa kelas VIII SMP PGRI 2 Lawang Malang terhadap penerapan model pembelajaran Think Talk Write. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP PGRI 2 Lawang Malang tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 25 orang siswa. Teknik observasi, tes, wawancara dan catatan lapangan adalah teknik pengumpulan data yang digunakan. Analisis kualitatif yang digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal meningkat dari 72% siswa pada nilai tindakan I menjadi 92% pada tindakan II dari total seluruh siswa 75 atau lebih, (2) respon yang sangat positif dari siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Think Talk Write. Dengan demikian model pembelajaran Think Talk Write dapat meningkat hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP PGRI 2 Lawang Malang. Kata Kunci: Pembelajaran Model Think Talk Write (TTW), Hasil Belajar Matematika
K – Nearest Neighbor dalam Klasifikasi Green Beans Kopi Robusta Berdasarkan Grade Coffee Shafiq Nurdin; Novta Dany’el Irawan; Riski Nur Istiqomah Dinnullah
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 4 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v4i4.8229

Abstract

Dalam SNI 01-2907-2008 ditentukan kategori mutu biji kopi yang ditanam wilayah Indonesia. Standar ini dikembangkan untuk menyelaraskan kualitas dan kualitas kopi dengan membedakan negara penghasil kopi lainnya. Penanganan grade kopi dan penyiortiran green bean s juga digunakan sebagai tolok ukur kualitas kopi secara keseluruhan dan mempermudah pembelian harga yang wajar. Pendekatan K-Nearest Neighbor (K-NN) digunakan untuk mengembangkan sistem kategorisasi biji hijau berdasarkan pemisahan terdekat dari data uji. Penelitian ini mencoba menawarkan informasi tentang ukuran dan kualitas biji kopi agar sesuai dengan standar kategorisasi. Biji kacang hijaukopi Robusta yang diklasifikasikan akan dipisahkan menjadi tiga (tiga) kategori: kelas tinggi, sedang, dan rendah. Dengan menggunakan pendekatan canny pada total 200 foto data biji kopi, dimana 80% data latih dan 20% data uji, menghasilkan 160 citra data latih dan 40 citra data uji. Penyelidikan dengan menggunakan nilai K = 1, 3, 5, dan 7 menghasilkan nilai tertinggi pada K = 5 dengan nilai 97,0%.
Perbedaan Hasil Belajar Model Pembelajaran Creative Problem Solving dan Discovery-Inquiry pada Peserta Didik Kelas X Riski Nur Istiqomah Dinnullah; Khumairoh Lailatul Fadilah; Yuniar Ika Putri Pranyata
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v7i2.2257

Abstract

Finding differences in learning outcomes between the Creative Problem Solving (CPS) model and the Discovery-Inquiry model is the goal of the research. The low student learning outcomes due to their inability to participate in learning activities are the things that underlie the research objectives. The model in this study emphasizes the enthusiasm of students in solving problems. Purposive Sampling technique is used in the selection of research classes by providing the same learning material. The data was obtained from the validity test and the reliability test was obtained from the instrument test. Then the normality test, homogeneity test, and hypothesis testing were carried out in the process of analyzing research data. The results obtained with a significance value of less than 0.05, namely 0.017. This shows that there are differences in learning outcomes between the Creative Problem Solving (CPS) model and the Discovery-Inquiry model for class X students which coincided at SMA Negeri 1 Kutorejo in the 2019/2020 school year. Another difference is also seen in the class average score. In the Discovery-Inquiry class the average score is 71.78, while in the Creative Problem Solving (CPS) class the average value is84.22. Some of these things are enough to prove that compared to the Discovery-Inquiry model, it is better to apply the Creative Problem Solving (CPS) model.
Perbedaan Hasil Belajar Model Pembelajaran Problem Posing dan Question Student Have pada Kelas IX Riski Nur Istiqomah Dinnullah; Sis Kanti; Yuniar Ika Putri Pranyata
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v7i2.2256

Abstract

Whether or not there are differences in learning outcomes using the Problem Posing and Question Student Have (QSH) learning models for class IX students at MTs Nurul Mubtadiin is the goal of this study. The quantitative method used in this research is a quasi- experimental type. All students of class IX MTs Nurul Mubtadiin for the academic year 2020/2021 were used as the population in this study. Purposive sampling method was used for sampling and then the experimental class 1 was selected, namely class IX-1 and class IX- 2 was selected as experimental class 2 in this study. Researchers used tests to obtain data. The test goes through the instrument test phase which consists of a validity test and a reliability test before being used. Normality test, homogeneity test, and hypothesis testing (Independent Sample T-Test) are the stages that are passed in analyzing the data in this study. It is known that there are differences in learning outcomes with the treatment of the Problem Posing and Question Student Have (QSH) models for class IX students at MTs Nurul Mubtadiin on the results of the study. In the hypothesis test conducted with the (Independent Sample T-Test) when testing the hypothesis by obtaining a significance value, which shows the number. In the experimental class 1 and 2, it was found that there was a difference in the average value. The experimental class 1 obtained an average score while the average value was obtained by the experimental class 2. So that it can be said, when compared to the Question Student Have (QSH) model, the Problem Posing model is a better model.
MANAJEMEN PEMASARAN BERBASIS ONLINE BAGI USAHA RUMAHAN SUSU KEDELAI Riski Nur Istiqomah Dinnullah; Yuniar Ika Putri Pranyata; Shafiq Nurdin
Jurnal Abdimas Vol 22, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v22i1.14184

Abstract

Susu kedelai merupakan produk minuman berbahan baku kedelai dengan tujuan untuk meningkatkan konsumsi protein. Susu kedelai telah banyak dikenal sebagai susu alternatif pengganti susu sapi bagi orang yang alergi dan tidak menyukai susu sapi atau bagi mereka yang tidak dapat menjangkau harga susu sapi yang relatif mahal. Proses pengolahan kedelai menjadi susu kedelai yang baik dapat menciptakan nilai tambah dan juga nilai guna dari produk tersebut sehingga dapat meningkatkan perkembangan UKM susu kedelai saat ini. Mitra pada kegiatan ini adalah UKM susu kedelai milik Bapak Salim dan Ibu Farida Yati yang berada di Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggung Rejo, Kota Pasuruan. Pada industri rumahan tersebut, manajemen pemasaran yang dilakukan hanya terbatas pada produk yang dititipkan pedagang keliling, warung dan toko yang berada didekat tempat produksi. Kurangnya manajemen pemasaran tersebut tentunya menyebabkan kurang luasnya daerah pemasaran produk. Oleh karena itu, diperlukan suatu manajemen pemasaran yang berbasis online. Melalui pemanfaatan media sosial ini, selain memperluas area pemasaran, masyarakat dapat mengenal susu kedelai yang diproduksi UKM tersebut.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Materi Segiempat dan Segitiga Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Di SMP ISLAM Soerjo Alam Ristanty, Enny; Dinnullah, Riski Nur Istiqomah; Farida, Nur
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 1 No. 1 (2017): October
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.476 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v1i1.1990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi segiempat dan segitiga terhadap pemahaman konsep matematika. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Setiap siklus terdapat 4 tahapan, yaitu mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 33 peserta didik kelas VII SMP ISLAM SOERJO ALAM. Data penelitian diperoleh dari observasi, tes, wawancara, dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi segiempat dan segitiga dapat: (1) meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik yaitu sebelum dilaksanakan tindakan nilai rata-rata peserta didik sebesar 56,3 dengan ketuntasan klasikal sebesar 12,12%, setelah dilaksanakan tindakan nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 78,6 dengan ketuntasan klasikal sebesar 72,72% pada Siklus I, dan nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 86,9 dengan ketuntasan klasikal sebesar 93,93% pada Siklus II dan (2) keterlaksanaan pembelajaran dilihat dari kegiatan guru sebesar 90% (kategori baik), kegiatan peserta didik sebesar 85% (kategori baik) pada Siklus I dan pada Siklus II keterlaksanaan pembelajaran dilihat dari kegiatan guru meningkat menjadi 96,25% (kategori baik), kegiatan peserta didik menjadi 93,75% (kategori baik).
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Materi Segiempat dan Segitiga Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Di SMP ISLAM Soerjo Alam Ristanty, Enny; Dinnullah, Riski Nur Istiqomah; Farida, Nur
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 1 No. 1 (2017): October
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.476 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v1i1.1990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi segiempat dan segitiga terhadap pemahaman konsep matematika. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Setiap siklus terdapat 4 tahapan, yaitu mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 33 peserta didik kelas VII SMP ISLAM SOERJO ALAM. Data penelitian diperoleh dari observasi, tes, wawancara, dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi segiempat dan segitiga dapat: (1) meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik yaitu sebelum dilaksanakan tindakan nilai rata-rata peserta didik sebesar 56,3 dengan ketuntasan klasikal sebesar 12,12%, setelah dilaksanakan tindakan nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 78,6 dengan ketuntasan klasikal sebesar 72,72% pada Siklus I, dan nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 86,9 dengan ketuntasan klasikal sebesar 93,93% pada Siklus II dan (2) keterlaksanaan pembelajaran dilihat dari kegiatan guru sebesar 90% (kategori baik), kegiatan peserta didik sebesar 85% (kategori baik) pada Siklus I dan pada Siklus II keterlaksanaan pembelajaran dilihat dari kegiatan guru meningkat menjadi 96,25% (kategori baik), kegiatan peserta didik menjadi 93,75% (kategori baik).
Soal cerita pecahan: Analisis kemampuan penyelesaian siswa SMP berdasarkan teori taksonomi SOLO Vinsinsius, Vinsinsius; Murniasih, Tatik Retno; Dinnullah, Riski Nur Istiqomah; Hanik, Umi
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 8, No 1 (2024): JURNAL KAJIAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um076v8i12024p30-38

Abstract

Hasil tes observasi awal didapatkan beberapa siswa SMP belum optimal dalam penyelesaian soal pecahan. Berawal dari hasil tersebut peneliti melakukan penelitian yang bertujuan guna mengetahui kemampuan penyelesaian siswa saat  mengerjakan soal cerita matematika pokok bahasan pecahan berdasarkan teori taksonomi SOLO. Penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dekriptif. Instrumen yang diperlukan peneliti yaitu tes tertulis yang memberi 2 butir soal, pedoman wawancara dan dokumentasi. Subjek sebanyak 31 siswa kelas VII SMP Negeri di Kota Malang. Proses analisis data pada penelitian ini yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil pada penelitian ini  yaitu: subjek dengan kemampuan tinggi mampu mencapai tahap unistruktural, multistruktural, relational dan extended abstract hanya pada soal 2; subjek berkemampuan sedang AF mampu menyelesaikan soal semua tahapan pada soal 2 sedangkan ARA pada soal 1; dan subjek dengan kemampuan yang rendah hanya mampu mencapai indikator unistruktural (NHP) dan multistruktural (MMZ). Kesalahan terbesar yang dilakukan subjek dalam penelitian ini terjadi pada tahap relational.