Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model Think Talk Write (TTW) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Timbul Yuwono; Riski Nur Istiqomah Dinnullah; Jemi Hadrimus
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 4 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v4i4.7537

Abstract

Abstrac: The aims of this study were (1) to apply the Think Talk Write learning model to improve mathematics learning outcomes for class VIII students at SMP PGRI 2 Lawang Malang, (2) to determine the response of class VIII students at SMP PGRI 2 Lawang Malang towards the application of the Think Talk Write learning model. . This research is a qualitative research with the type of classroom action research (CAR). The subjects in this study were class VIII students of SMP PGRI 2 Lawang Malang for the 2019/2020 academic year, totaling 25 students. Data collection techniques used are observation, tests, interviews and field notes. Data analysis used qualitative analysis. The results of this study indicate that (1) the percentage of students' learning mastery classically increased from 72% of students in the value of action I to 92% in action II of a total of 75 students or more, (2) students gave a very positive response in learning mathematics by using the Think Talk Write learning model. Thus, the Think Talk Write learning model can improve the mathematics learning outcomes of eighth grade students of SMP PGRI 2 Lawang Malang. Keywords: Think Talk Write Learning Model, Mathematics Learning Outcomes Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menerapkan model pembelajaran Think Talk Write untuk dapat meningkatkan hasil belajara matematika siswa kelas VIII SMP PGRI 2 Lawang Malang, (2) untuk mengetahui respon siswa kelas VIII SMP PGRI 2 Lawang Malang terhadap penerapan model pembelajaran Think Talk Write. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP PGRI 2 Lawang Malang tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 25 orang siswa. Teknik observasi, tes, wawancara dan catatan lapangan adalah teknik pengumpulan data yang digunakan. Analisis kualitatif yang digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal meningkat dari 72% siswa pada nilai tindakan I menjadi 92% pada tindakan II dari total seluruh siswa 75 atau lebih, (2) respon yang sangat positif dari siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Think Talk Write. Dengan demikian model pembelajaran Think Talk Write dapat meningkat hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP PGRI 2 Lawang Malang. Kata Kunci: Pembelajaran Model Think Talk Write (TTW), Hasil Belajar Matematika
K – Nearest Neighbor dalam Klasifikasi Green Beans Kopi Robusta Berdasarkan Grade Coffee Shafiq Nurdin; Novta Dany’el Irawan; Riski Nur Istiqomah Dinnullah
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 4 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v4i4.8229

Abstract

Dalam SNI 01-2907-2008 ditentukan kategori mutu biji kopi yang ditanam wilayah Indonesia. Standar ini dikembangkan untuk menyelaraskan kualitas dan kualitas kopi dengan membedakan negara penghasil kopi lainnya. Penanganan grade kopi dan penyiortiran green bean s juga digunakan sebagai tolok ukur kualitas kopi secara keseluruhan dan mempermudah pembelian harga yang wajar. Pendekatan K-Nearest Neighbor (K-NN) digunakan untuk mengembangkan sistem kategorisasi biji hijau berdasarkan pemisahan terdekat dari data uji. Penelitian ini mencoba menawarkan informasi tentang ukuran dan kualitas biji kopi agar sesuai dengan standar kategorisasi. Biji kacang hijaukopi Robusta yang diklasifikasikan akan dipisahkan menjadi tiga (tiga) kategori: kelas tinggi, sedang, dan rendah. Dengan menggunakan pendekatan canny pada total 200 foto data biji kopi, dimana 80% data latih dan 20% data uji, menghasilkan 160 citra data latih dan 40 citra data uji. Penyelidikan dengan menggunakan nilai K = 1, 3, 5, dan 7 menghasilkan nilai tertinggi pada K = 5 dengan nilai 97,0%.
Perbedaan Hasil Belajar Model Pembelajaran Creative Problem Solving dan Discovery-Inquiry pada Peserta Didik Kelas X Riski Nur Istiqomah Dinnullah; Khumairoh Lailatul Fadilah; Yuniar Ika Putri Pranyata
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v7i2.2257

Abstract

Finding differences in learning outcomes between the Creative Problem Solving (CPS) model and the Discovery-Inquiry model is the goal of the research. The low student learning outcomes due to their inability to participate in learning activities are the things that underlie the research objectives. The model in this study emphasizes the enthusiasm of students in solving problems. Purposive Sampling technique is used in the selection of research classes by providing the same learning material. The data was obtained from the validity test and the reliability test was obtained from the instrument test. Then the normality test, homogeneity test, and hypothesis testing were carried out in the process of analyzing research data. The results obtained with a significance value of less than 0.05, namely 0.017. This shows that there are differences in learning outcomes between the Creative Problem Solving (CPS) model and the Discovery-Inquiry model for class X students which coincided at SMA Negeri 1 Kutorejo in the 2019/2020 school year. Another difference is also seen in the class average score. In the Discovery-Inquiry class the average score is 71.78, while in the Creative Problem Solving (CPS) class the average value is84.22. Some of these things are enough to prove that compared to the Discovery-Inquiry model, it is better to apply the Creative Problem Solving (CPS) model.
Perbedaan Hasil Belajar Model Pembelajaran Problem Posing dan Question Student Have pada Kelas IX Riski Nur Istiqomah Dinnullah; Sis Kanti; Yuniar Ika Putri Pranyata
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v7i2.2256

Abstract

Whether or not there are differences in learning outcomes using the Problem Posing and Question Student Have (QSH) learning models for class IX students at MTs Nurul Mubtadiin is the goal of this study. The quantitative method used in this research is a quasi- experimental type. All students of class IX MTs Nurul Mubtadiin for the academic year 2020/2021 were used as the population in this study. Purposive sampling method was used for sampling and then the experimental class 1 was selected, namely class IX-1 and class IX- 2 was selected as experimental class 2 in this study. Researchers used tests to obtain data. The test goes through the instrument test phase which consists of a validity test and a reliability test before being used. Normality test, homogeneity test, and hypothesis testing (Independent Sample T-Test) are the stages that are passed in analyzing the data in this study. It is known that there are differences in learning outcomes with the treatment of the Problem Posing and Question Student Have (QSH) models for class IX students at MTs Nurul Mubtadiin on the results of the study. In the hypothesis test conducted with the (Independent Sample T-Test) when testing the hypothesis by obtaining a significance value, which shows the number. In the experimental class 1 and 2, it was found that there was a difference in the average value. The experimental class 1 obtained an average score while the average value was obtained by the experimental class 2. So that it can be said, when compared to the Question Student Have (QSH) model, the Problem Posing model is a better model.
MANAJEMEN PEMASARAN BERBASIS ONLINE BAGI USAHA RUMAHAN SUSU KEDELAI Riski Nur Istiqomah Dinnullah; Yuniar Ika Putri Pranyata; Shafiq Nurdin
Jurnal Abdimas Vol 22, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v22i1.14184

Abstract

Susu kedelai merupakan produk minuman berbahan baku kedelai dengan tujuan untuk meningkatkan konsumsi protein. Susu kedelai telah banyak dikenal sebagai susu alternatif pengganti susu sapi bagi orang yang alergi dan tidak menyukai susu sapi atau bagi mereka yang tidak dapat menjangkau harga susu sapi yang relatif mahal. Proses pengolahan kedelai menjadi susu kedelai yang baik dapat menciptakan nilai tambah dan juga nilai guna dari produk tersebut sehingga dapat meningkatkan perkembangan UKM susu kedelai saat ini. Mitra pada kegiatan ini adalah UKM susu kedelai milik Bapak Salim dan Ibu Farida Yati yang berada di Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggung Rejo, Kota Pasuruan. Pada industri rumahan tersebut, manajemen pemasaran yang dilakukan hanya terbatas pada produk yang dititipkan pedagang keliling, warung dan toko yang berada didekat tempat produksi. Kurangnya manajemen pemasaran tersebut tentunya menyebabkan kurang luasnya daerah pemasaran produk. Oleh karena itu, diperlukan suatu manajemen pemasaran yang berbasis online. Melalui pemanfaatan media sosial ini, selain memperluas area pemasaran, masyarakat dapat mengenal susu kedelai yang diproduksi UKM tersebut.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Materi Segiempat dan Segitiga Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Di SMP ISLAM Soerjo Alam Ristanty, Enny; Dinnullah, Riski Nur Istiqomah; Farida, Nur
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 1 No. 1 (2017): October
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.476 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v1i1.1990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi segiempat dan segitiga terhadap pemahaman konsep matematika. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Setiap siklus terdapat 4 tahapan, yaitu mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 33 peserta didik kelas VII SMP ISLAM SOERJO ALAM. Data penelitian diperoleh dari observasi, tes, wawancara, dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi segiempat dan segitiga dapat: (1) meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik yaitu sebelum dilaksanakan tindakan nilai rata-rata peserta didik sebesar 56,3 dengan ketuntasan klasikal sebesar 12,12%, setelah dilaksanakan tindakan nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 78,6 dengan ketuntasan klasikal sebesar 72,72% pada Siklus I, dan nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 86,9 dengan ketuntasan klasikal sebesar 93,93% pada Siklus II dan (2) keterlaksanaan pembelajaran dilihat dari kegiatan guru sebesar 90% (kategori baik), kegiatan peserta didik sebesar 85% (kategori baik) pada Siklus I dan pada Siklus II keterlaksanaan pembelajaran dilihat dari kegiatan guru meningkat menjadi 96,25% (kategori baik), kegiatan peserta didik menjadi 93,75% (kategori baik).
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Materi Segiempat dan Segitiga Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Di SMP ISLAM Soerjo Alam Ristanty, Enny; Dinnullah, Riski Nur Istiqomah; Farida, Nur
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 1 No. 1 (2017): October
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.476 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v1i1.1990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi segiempat dan segitiga terhadap pemahaman konsep matematika. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Setiap siklus terdapat 4 tahapan, yaitu mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 33 peserta didik kelas VII SMP ISLAM SOERJO ALAM. Data penelitian diperoleh dari observasi, tes, wawancara, dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi segiempat dan segitiga dapat: (1) meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik yaitu sebelum dilaksanakan tindakan nilai rata-rata peserta didik sebesar 56,3 dengan ketuntasan klasikal sebesar 12,12%, setelah dilaksanakan tindakan nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 78,6 dengan ketuntasan klasikal sebesar 72,72% pada Siklus I, dan nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 86,9 dengan ketuntasan klasikal sebesar 93,93% pada Siklus II dan (2) keterlaksanaan pembelajaran dilihat dari kegiatan guru sebesar 90% (kategori baik), kegiatan peserta didik sebesar 85% (kategori baik) pada Siklus I dan pada Siklus II keterlaksanaan pembelajaran dilihat dari kegiatan guru meningkat menjadi 96,25% (kategori baik), kegiatan peserta didik menjadi 93,75% (kategori baik).
Soal cerita pecahan: Analisis kemampuan penyelesaian siswa SMP berdasarkan teori taksonomi SOLO Vinsinsius, Vinsinsius; Murniasih, Tatik Retno; Dinnullah, Riski Nur Istiqomah; Hanik, Umi
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 8, No 1 (2024): JURNAL KAJIAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um076v8i12024p30-38

Abstract

Hasil tes observasi awal didapatkan beberapa siswa SMP belum optimal dalam penyelesaian soal pecahan. Berawal dari hasil tersebut peneliti melakukan penelitian yang bertujuan guna mengetahui kemampuan penyelesaian siswa saat  mengerjakan soal cerita matematika pokok bahasan pecahan berdasarkan teori taksonomi SOLO. Penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dekriptif. Instrumen yang diperlukan peneliti yaitu tes tertulis yang memberi 2 butir soal, pedoman wawancara dan dokumentasi. Subjek sebanyak 31 siswa kelas VII SMP Negeri di Kota Malang. Proses analisis data pada penelitian ini yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil pada penelitian ini  yaitu: subjek dengan kemampuan tinggi mampu mencapai tahap unistruktural, multistruktural, relational dan extended abstract hanya pada soal 2; subjek berkemampuan sedang AF mampu menyelesaikan soal semua tahapan pada soal 2 sedangkan ARA pada soal 1; dan subjek dengan kemampuan yang rendah hanya mampu mencapai indikator unistruktural (NHP) dan multistruktural (MMZ). Kesalahan terbesar yang dilakukan subjek dalam penelitian ini terjadi pada tahap relational.  
PENDAMPINGAN PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI NUMERIK PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH ATAS Utami, Wikan Budi; Marsitin, Retno; Ferdiani, Rosita Dwi; Dinullah, Riski Nur Istiqomah; Pranyata, Yuniar Ika Putri
Jurnal Graha Pengabdian Vol 6, No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um078v6i42024p%p

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi numerasi siswa SMA melandasi kegiatan pendampingan menggunakan soal AKM. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Turen pada tanggal 18 – 20 Maret 2024. Tujuan kegiatan pengabdian adalah agar peserta didik terbiasa dan termotivasi dalam belajar terkait dengan soal matematika yang berbasis literasi numerasi yang disajikan dalam bentuk soal AKM sehingga dapat meningkatkan kemampuan literasi numerasi peserta didik. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan pelatihan dan pendampingan pengerjaan soal literasi numerasi yaitu dengan soal AKM. Pengabdian dilakukan selama 3 hari peserta didik diberikan pelatihan pengerjaan soal literasi numerasi sebanyak 15 soal dan pendampingan dalam pembahasan jawaban. Dengan pelatihan dan pendampingan dapat memberikan bekal bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan literasi numerasi sehingga membekali keterampilan peserta didik dalam menyelesaikan soal AKM dan mempersiapkan diri dalam menghadapi kehidupan di abad 21.
Analisis Kesalahan Siswa pada Penyelesaian Soal Cerita Berdasarkan Tahapan Newman Riski Nur Istiqomah Dinnullah; Eudesiana Noni; Sumadji Sumadji
Jurnal Tadris Matematika Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jtm.2019.2.2.175-184

Abstract

This study aims to describe the analysis of student mistakes based on the stages of Newman in solving the Pythagorean theorem material story problems. This type of research is descriptive with a qualitative approach. The subjects of this study were students of class VIII A PGRI 6 SMP Malang, totaling 28 students in the 2018/2019 school year. Data analysis techniques include data reduction, data presentation and conclusion drawing. Meanwhile, checking the validity of the data using the technique of triangulation of sources in the form of in-depth interviews with 3 students of class VIII A selected based on high, medium, and low abilities. The results showed that at the stage of reading subject A5 made a mistake in question number 3. In the understanding stage, an error in problem number 1 was made by subjects A29, A7, A11, and A5, while error number 2 was subject A21, A7, and, which made a mistake in question number 3 namely, A6, A29, A7, and A5. At the transformation stage subjects A5, and A11 made mistakes on questions number 2 and 3. In the process skills stage subjects A5 made mistakes on questions number 2, and subjects A21, A6, A7, A11, and A5 made mistakes on questions number 3. Meanwhile , subjects who make mistakes at the writing stage of the final answer are A29, A7, A11, and A5.