Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Witin, Albertini Beda; Ferdiani, Rosita Dwi; Dinnullah, Riski Nur Istiqomah
RAINSTEK: Jurnal Terapan Sains dan Teknologi Vol. 6 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v6i4.6655

Abstract

Siswa perlu memiliki kemampuan memecahkan masalah. Hasil belajar siswa dapat meningkat sebagai hasil dari pengembangan keterampilan ini. Salah satu pendekatan untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa adalah metodologi Pembelajaran Berbasis Masalah. Menerapkan pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi barisan dan deret kelas VIII SMPS Simon Petrus Lewoluo merupakan tujuan dari penelitian ini. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, yang memungkinkan adanya penjelasan deskriptif dari data yang dikumpulkan. Tes, observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi adalah beberapa teknik penelitian yang digunakan. Penelitian tindakan kelas (PTK), yang terdiri dari persiapan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi, merupakan jenis penelitian yang dilakukan. Tingkat penyelesaian pratindakan sebesar 40% dengan skor rata-rata 66,1 dan 12 siswa menyelesaikannya; tingkat penyelesaian siklus I sebesar 70% dengan skor rata-rata 73,30 dan 21 siswa menyelesaikannya; dan tingkat penyelesaian siklus II sebesar 83,33% dengan skor rata-rata 81,6 dan 25 siswa menyelesaikannya. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari pratindakan, siklus I, dan siklus II. Paradigma pembelajaran Problem Based Learning layak digunakan dalam proses pembelajaran matematika, sebagaimana ditunjukkan dengan adanya peningkatan persentase.
Sistem Kontrol pH Air pada Budidaya Hidroponik Pakcoy (Brassica rapa L.) Berbasis Teknologi Smart Farming Irawan, Novta Dany'el; Nurdin, Shafiq; Dinnullah, Riski Nur Istiqomah
RAINSTEK: Jurnal Terapan Sains dan Teknologi Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v7i1.11508

Abstract

Pengendalian pH air merupakan faktor krusial dalam budidaya hidroponik untuk memastikan pertumbuhan optimal tanaman, termasuk pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem kontrol pH air berbasis teknologi smart farming guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam budidaya pakcoy secara hidroponik. Sistem ini dirancang menggunakan sensor pH yang terintegrasi dengan mikrokontroler, yang secara otomatis memantau dan menyesuaikan tingkat pH air sesuai dengan kebutuhan optimal tanaman. Data real-time dikirim ke perangkat lunak berbasis Internet of Things (IoT) untuk pemantauan jarak jauh dan analisis kinerja. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menjaga pH air dalam rentang ideal (6,0 – 7,0) dengan tingkat akurasi tinggi dan respons cepat terhadap perubahan kondisi. Implementasi sistem ini juga mengurangi penggunaan larutan penyeimbang pH secara berlebihan, sehingga lebih ramah lingkungan dan hemat biaya. Dengan pendekatan teknologi smart farming, sistem ini tidak hanya meningkatkan kualitas hasil panen tetapi juga mendukung keberlanjutan dalam pertanian modern. Penelitian ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan teknologi pertanian presisi untuk komoditas lain di masa depan
Desain Alat Smart Farming Penyiram Bawang Merah Menggunakan Arduino Uno Berbasis Android Novta Dany’el Irawan; Shafiq Nurdin; Muhammad Athoillah; Riski Nur Istiqomah Dinnullah
Infotekmesin Vol 13 No 2 (2022): Infotekmesin: Juli, 2022
Publisher : P3M Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/infotekmesin.v13i2.1539

Abstract

One of the technological developments in agriculture is smart farming. Shallot farmers still carry out the process of watering shallot plants manually. This takes a long time because farmers have to go around the agricultural land during the watering process. To solve these problems, an automatic shallot sprinkler machine was designed that can be applied by farmers. The Arduino Uno ATMega328 microcontroller is used on this machine as the control system, while Android is used for the interface. The android interface on this machine can provide a graphical display, therefore farmers can give direct orders to drive a DC motor (Direct Current) and a DC pump on/off switch (Direct Current). The results of the smart farming research on this automatic onion sprinkler help farmers get 72% efficient time. The comparison can be seen in the manual watering process on 10,000m2 agricultural land that takes 7 days, on the other hand, it only takes 2 days when it is done with smart farming technology.
Peningkatan Operasional Mesin Blender pada Produksi Tepung sebagai Upaya Mewujudkan Kemandirian UKM Nurdin, Shafiq; Shofiyati, Nur; Dinnullah, Riski Nur Istiqomah; Fayeldi, Trija
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 5 No 3 (2022)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v5i3.17755

Abstract

Tepung Bumbu Krispi (TBK) merupakan bahan makanan yang diolah dari bahan dasar bumbu dan tepung yang saat ini diminati oleh masyarakat karena praktis dalam penyajiannya, sehingga usaha untuk membuat produk ini memiliki prospek untuk dikembangkan. UKM Tepung bumbu krispi "Amanah" memproduksi TBK selama kurang lebih 7 tahun mengalami kesulitan dalam proses produksi, terutama pengolahan bahan dasar bumbu yang memiliki tekstur butiran kasar dan besar untuk menjadi halus. Dibutuhkan mesin blender dari bahan stainless steel dan kapasitas besar untuk mengembangkan dan meningkatkan produksinya. Program pengabdian kepada melalui Penerapan Iptek Masyarakat (PIM) kepada mitra UKM tepung bumbu krispi “Amanah” memiliki tujuan melakukan pembinaan, pelatihan dan pendampingan terkait sistem operasional, perawatan dan perbaikan mesin blender. Hasil kegiatan pengabdian telah berjalan lancar sesuai jadwal, dimana mitra dan karyawannya mampu mengoperasikan mesin, melakukan perawatan dan perbaikan dasar pada mesin blender. Partisipasi aktif antara pengabdi dengan mitra mampu memberikan peningkatan pada kualitas dan kuantitas mitra dalam menghasilkan produk berupa TBK, sehingga memberikan kelancaran dan kesuksesan dari kegiatan Pengabdian ini.
Pengembangan Microlearning berbasis Project Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa Pendidikan Matematika Ferdiani, Rosita Dwi; Marsitin, Retno; Dinnullah, Riski Nur Istiqomah; Pranyata, Yuniar Ika Putri
Media Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v13i1.15538

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan microlearning berbasis Project Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa Pendidikan Matematika. Kemampuan berpikir kreatif mahasiswa meningkat apabila telah memenuhi indicator berpikir kreatif yaitu Fluency, Flexibility, Originality. Jenis penelitian ini adalah gabungan penelitian kualitatif dan kuantitaf dengan metode yaitu pengembangan dengan model ADDIE yaitu meliputi Analysis, Design, Development, Implementasi, and Evaluation. Subjek penelitian ini adalah 20 mahasiswa Pendidikan matematika kelas 2022 A Universitas PGRI Kanjuruhan Malang. Instrumen penelitian yaitu tes berpikir kreatif, tugas project, video pembelajaran yang tersaji dalam microlearning dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian ini didapatkan hasil bahwa : a). Dikembangkannya Microlearning untuk mahasiswa Pendidikan matematika Universitas PGRI Kanjuruan Malang untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa. b) Uji kelompok besar menunjukkan 1). Hasil Penilaian Kelayakan Produk menunjukkan diperoleh skor angket respon mahasiswa sebesar 80% pada interval 3,25 < 𝑌 ≤ 4,00 dan 20% pada interval 2,50 < 𝑌 ≤ 3,25 dalam uji coba lapangan lebih luas  (kelompok  besar)  yang  menunjukkan  bahwa  microlearning   ini   memperoleh   kriteria   “sangat   layak”   digunakan   dalam pembelajaran. 2).  Hasil Penilaian keefektifan menunjukkan nilai ketuntasan peserta didik adalah sebesar 85%. Presentase tersebut terletak pada skala kriteria 80% < 𝑌 ≤ 100% yang menunjukkan bahwa microlearning yang dikembangkan memperoleh kriteria “sangat efektif” untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa. Sedangkan untuk kemampuan berpikir kreatif didapatkan hasil: 1) 8 mahasiswa memenuhi ketiga aspek Fluency, Flexibility, Originality, 2). 3 mahasiswa memenuhi aspek Fluency dan Flexibility, 3). 3 mahasiswa memenuhi aspek Flexibility, Originality, 4). 3 mahasiswa memenuhi aspek Fluency, Originality, 5) 2 mahasiswa memenuhi aspek Flexibility, dan 6). 1 mahasiswa memenuhi aspek Fluency. Keterbatasan penelitian ini hanya diterapkan pada mata kuliah pengembangan media pembelajaran matematika, untuk itu saran bagi peneliti lanjutan adalah perlunya dikembangkan penelitian menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi untuk pembelajaran matematika yang lain.
Implementasi Teknologi Pengiris Otomatis untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi Pada UKM Kerupuk Singkong di Desa Sumberbening, Malang Amak Yunus Eko Prasetyo; Riski Nur Istiqomah Dinnullah; Shafiq Nurdin
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 15 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v15i2.4044

Abstract

UKM kerupuk singkong di Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Malang, menghadapi kendala utama dalam proses produksi, terutama pada tahap pengirisan bahan baku yang masih dilakukan secara manual. Proses tersebut tidak hanya memerlukan waktu yang lama, tetapi juga menghasilkan ketebalan irisan yang tidak seragam sehingga berdampak pada kualitas produk dan kapasitas produksi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas UKM melalui implementasi teknologi tepat guna berupa mesin pengiris otomatis. Metode pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu (1) FGD Sosialisasi Program sebagai media penyuluhan dan diskusi, (2) Pelatihan intensif bagi mitra dan karyawan terkait penggunaan teknologi baru, serta (3) Pendampingan operasional untuk memastikan keterampilan yang diperoleh dapat diaplikasikan secara mandiri dan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan mesin pengiris otomatis mampu meningkatkan kapasitas produksi dari 100–120 kg menjadi 150–180 kg per batch, waktu pengirisan berkurang menjadi 2–2,5 jam, dan ketebalan irisan lebih seragam (1–2 mm). Selain itu, keterampilan karyawan dalam mengoperasikan serta merawat mesin meningkat, dan keluhan terkait panas maupun kelelahan berkurang. Kesimpulannya yang dapat diambil dari program ini adalah penerapan teknologi pengiris otomatis terbukti efektif dalam mengoptimalkan proses produksi kerupuk singkong, meningkatkan daya saing UKM, dan membuka peluang pengembangan usaha secara berkelanjutan. Kata Kunci: Teknologi Tepat Guna, Mesin Pengiris Otomatis, Efisiensi Produksi, UKM Kerupuk Singkong
Madura Batik Ethnomatematics: Mathematical Reasoning in Plane Figures Shela Hardidesti Mariska; Retno Marsitin; Riski Nur Istiqomah Dinnullah
MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 8 No. 1 (2026): MATHEMA
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jm.v8i1.825

Abstract

The ethnomathematics approach can simplify mathematical reasoning for students while introducing cultural knowledge. Mathematical concepts in culture are discovered through mathematical reasoning. This research is important to conduct because Madurese batik motifs contain the concept of flat shapes and mathematical reasoning which have the potential to become a source of contextual mathematics learning based on local culture.The purpose of this study is to describe students' mathematical reasoning in Madurese batik ethnomathematics, particularly in plane geometry, through mathematical reasoning indicators. This study adopted a qualitative descriptive research method. The researcher selected 20 participants as subjects and grouped them into high, medium, and low groups based on the results of the reasoning test answers that had the same tendency in writing steps and answers. Therefore, the interview process used two students per group. Data processing was carried out through descriptive analysis and triangulation analysis based on the test results, interviews, and field notes. The results were then reduced, followed by data presentation and conclusion drawing. The results of the study showed that the achievement of mathematical reasoning indicators with all students being able to make assumptions about problems, 16 students being able to prepare mathematical steps, 16 students being able to make conclusions about answers, and 3 students being able to provide arguments/reasons as truth. In addition, at high mathematical reasoning ability, students were able to fulfill all mathematical reasoning indicators. At medium mathematical reasoning ability, students were able to fulfill two mathematical reasoning indicators. At low mathematical reasoning ability, students were not able to fulfill the mathematical reasoning indicators.These results suggest that implementing ethnomathematics can facilitate students' mathematical reasoning. This research has implications for the development of ethnomathematics-based contextual mathematics learning that can enhance mathematical reasoning while preserving Madurese batik culture.
Peningkatan Produksi Melalui Mesin Pengiris Adonan Kerupuk, Pengemasan dan Pemasaran UKM Kerupuk Bawang Shafiq Nurdin; Sutoko; Trija Fayeldi; Riski Nur Istiqomah Dinnullah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jdimas.v3i1.12732

Abstract

Kerupuk bawang merupakan salah satu camilan tradisional Indonesia yang sangat populer karena cita rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah. Kerupuk bawang biasanya dibuat dari bahan utama tepung tapioka dan tepung terigu, dengan tambahan bawang putih sebagai pemberi aroma khas beserta bumbu lainnya. Teknik pembuatan kerupuk bawang mentah mencakup prosespencampuran adonan, penyimpanan bentuk lontongan, pengukusan, pengirisan, penjemuran, dan pengemasan. Kerupuk bawang memiliki potensi sebagai produk bernilai tambah yang dapat diproduksi oleh UKM dalam skala industri kecil hingga besar, salah satunya UKM Kerupuk Bawang yang dikelola oleh Ibu Mita. Akan tetapi, terdapat permasalahan yang dihadapi oleh UKM ini, antara lainbidang produksi: pengirisan masih manual, pengemasan dilakukan sekedarnya, dan pemasaran lingkup lokal sekitar usaha. Tujuan dari kegiatan ini untuk perbaikan produksi kerupuk bawang mentah melalui penerapan mesin pengiris adonan kerupuk bentuk lontongan; perbaikan pengemasan melalui: ukuran kemasan, merancang merk dagang usaha, dan pemasaran melalui media sosial.Metode pelaksanaan dengan pelatihan dan pendampingan, meliputi pelatihan penggunaan mesin pengiris adonan kerupuk, pengenalan dan promosi merk, pendampingan pemasaran melalui media sosial dan digital. Manfaat yang dirasakan oleh mitra dengan meningkatnya produksi irisan dari kerupuk, meningkatnya pengetahuan mitra dalam bidang pengemasan dan pemasaran.
Factors Affecting the Improvement of Cassava Cracker Business Sri Hariyani; Riski Nur Istiqomah Dinnullah; Nur Jahan Ahmad
Journal of Nonformal Education Vol. 10 No. 1 (2024): Community education and community empowerment
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jone.v10i1.1590

Abstract

In the dynamic landscape of the cassava cracker business, staying informed about the ever-evolving factors influencing its improvement is crucial for sustainable success. The purpose of this study was to determine the effect of the implementation of KKN-T MBKM activities carried out by students of the Mathematics Education Study Program on increasing the business of cassava crackers SMEs. KKN-T is a nonformal education but provides an important role not only for students but also for the community. The method used in this study is binary logistic regression analysis. The data used is primary data by distributing questionnaires to 20 respondents who are partners in KKN-T activities. The technique used in this data collection is to use a purposive sample technique. The results of the study indicate that the influencing factors are: quality of information analysis according to partner needs; student contributions to partners; the contribution between the contribution and the needs of partners; student contributions provide benefits for partners; and student contributions can motivate an increase in value/quality of life. Meanwhile, based on the simulation of utility variables, it can be seen that the variables that have a significant effect on increasing SME business will provide an opportunity for an increase in the business of 99.68%. This research contributes knowledge related to the implementation of binary logistic regression in analyzing the influence of implementing KKN-T MBKM activities carried out by Mathematics Education Study Program students on increasing the cassava cracker UKM business.
Penerapan Min Plus Algebra Pada Penentuan Rute Tercepat Distribusi Susu Vivi Suwanti; Pohet Bintoto; Riski Nur Istiqomah Dinullah
Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Vol. 14 No. 2 (2017): Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Volume 14 Nomor 2 Edisi No
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari rute tercepat yang bisa ditempuh untuk mendistribusikan susu dari produsen di daerah Kepanjen Malang ke Pabrik pengolah di daerah Tanggulangin dengan menggunakan algoritma Min Plus Algebra . Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Tahap penelitian yang dilakukan meliputi 1) observasi lapangan, 2) pembuatan prototipe program Matlab Min plus algebra , 3) perhitungan rute tercepat menggunakan program Matlab, dan 4) analisis data. Dari hasil penelitian didapat digraf searah yang terdiri dari 10 titik sebagai representasi rute pengiriman. Dengan menggunakan prototipe program Matlab didapat jalur yang tercepat yang dapat dilalui adalah produsen – jalan Raya Kebon Agung – Gadang – jalur Arjosari – jalur jalan Raya Malang Pandaan lanjut tol – pabrik pengolah dengan waktu tempuh 134 menit. Katakunci: min plus algebra, distribusi, tercepat