Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Pro-Stek

CHEMICAL AND ORGANOLEPTIC QUALITY CHARACTERISTIC OF SNACK BARS WITH THE ADDITION CONCENTRATION OF SOYBEAN PULP (Glycine max L.) AND MARGARINE Yudo, Wandoko Sungkowo; Kurnia Hartati, Fadjar; Handarini, Kejora
Pro-STek Vol 6, No 2 (2024): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v6i2.4244

Abstract

Snack bar is a ready-to-eat product in the form of  bar that contains good nutrients for the body which if viewed functionally can be used as emergency food consumption. Soybean pulp (Glycine max L.) contains high nutrients that are 28.36% protein, 7.6% crude fiber, and 5.52% fat. Margarine can be used to make processed products tender. The purpose of this study was to determine the effect and what is the concentration of the addition soybean pulp flour and margarine that produces the best chemical and organoleptic quality of snack bars. This research method uses laboratory experimental methods and Complete Randomized Design (RAL) research design with the addition of soybean pulp concentration (20%, 30%, 40%, 50%) and margarine (40%, 30%, 20%, 10%). Based on the results of fingerprint analysis (ANSIRA) using statistical product and service solution (SPSS), the addition of different concentrations of soybean pulp flour and margarine has a significant effect on the water content and protein content of snack bars, has a very real effect on fat content, fiber content, taste, color, and tenderness of snack bars, and there is no real effect on the aroma of snack bars. The determination the best results using the effectiveness test showed that snack bar treatment (T2M2) was the best treatment with  yield value (NH) of 0.61% with parameter criteria were protein content of 17.43%, crude fiber content of 4.37%, fat content of 30.83%, crude fiber content of 4.37%, taste 4.1 (like), tenderness 4 (like), color 4 (like), and smell 4 (like).
PENGARUH PROPORSI BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) DAN GULA TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK MINUMAN KOMBUCHA Siregar, Rena Nirmala; Handarini, Kejora; Sucahyo, Bambang Sigit; Hariyani, Nunuk
Pro-STek Vol 5, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v5i2.3738

Abstract

Minuman kombucha merupakan salah satu jenis minuman fermentasi populer dikalangan masyarakat Indonesia yang dikenal sebagai teh kombu karena terbuat dari bahan baku teh dan gula. Minuman kombucha memiliki banyak khasiat dan rasa yang khas, hal ini menyebabkan meningkatnya peminat minuman kombucha ditiap tahun, dikarenakan jumlah peminat minuman kombucha yang terus meningkat diperlukan upaya inovasi produksi. Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan jenis bunga yang berpotensi sebagai bahan diversifikasi pada minuman kombucha dikarenakan memiliki kandungan fenol yang tinggi serta memiliki manfaat sebagai antioksidan yang baik bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kosentrasi terbaik antara bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan gula sehingga dihasilkan minuman kombucha dengan sifat kimia dan organoleptik yang optimal. Metode yang digunakan dalam penenelitian ini adalah eksperimen laboratorium dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Fakor pertama yang digunakan adalah konsentrasi  bunga telang (BT1=10g, BT2=15g, BT3=20g) dan faktor kedua konsentrasi gula (G1=100g, G2=200g). Parameter uji yang dilakukan meliputi uji kimia dan organoleptik. Parameter uji kimia meliputi analisis pH, total asam, gula reduksi, total padatan terlarut, dan total fenol. Data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANSIRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BT3G2 yang meiliki konsentrasi bunga telang 20 g dan gula 200 g merupakan perlakuan terbaik dengan Nilai Hasil (NH) yaitu 0,69 dengan kriteria parameter adalah nilai pH 4,54, total asam 3,56%, kadar gula reduksi 1,11%, total padatan 5,6 mg/L, total fenol  27,76 µg/mL, warna 5,06, aroma 5,3 dan rasa 5,22.
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENGERINGAN TERHADAP KADAR POLIFENOL, TANIN, AIR DAN ORGANOLEPTIK TEH DAUN KAYU JAWA (Lannea coromandelica) Yuliani, Novia Dwi; Djauhari, Arlin Besari; Hariyani, Nunuk; Handarini, Kejora
Pro-STek Vol 5, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v5i2.3620

Abstract

Masyarakat Indonesia sangat menyukai teh, pada era yang semakin berkembang ini terdapat berbagai olahan teh herbal. Beragam tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan teh, salah satunya yaitu daun kayu jawa. Ekstrak daun kayu jawa telah dilakukan uji toksisitas dengan nilai LD50 lebih besar dari 5.000 mg/kg BB, sehingga dikategorikan sebagai ekstrak praktis tidak beracun. Toksisitas ekstrak daun kayu jawa menunjukkan bahwa daun kayu jawa aman untuk dikonsumsi, tetapi harus diperhatikan jumlahnya. Teh daun kayu jawa dibuat melalui proses sortasi, pencucian, penirisan, pelayuan, fermentasi, pengeringan, penghalusan, pengayakan dan pengemasan. Pengeringan dalam pembuatan teh daun kayu jawa dilakukan menggunakan food dehydrator. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu, lama dan interaksi antara kedeua faktor tersebut yang tepat guna memberikan kadar polifenol, tanin, air dan nilai organoleptik teh daun kayu jawa yang baik. Selain itu juga untuk mengetahui perlakuan terbaik terkait suhu dan lama pengeringan dalam proses pembuatan teh daun kayu jawa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratoris. Variabel penelitian meliputi suhu pengeringan 40°C, 50°C dan 60°C dan lama pengeringan 4 jam dan 6 jam. Data yang diperoleh dianalisa berdasarkan statistik parametrik dan non parametrik menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANSIRA) dengan SPSS 22. Analisa kimia yang diuji adalah kadar polifenol, tanin dan air. Uji organoleptik dilakukan dengan uji kesukaan/hedonik yang meliputi warna, rasa dan aroma. Perlakuan S2L1 yaitu suhu pengeringan 50°C : lama pengeringan 4 jam merupakan perlakuan terbaik dengan Nilai Hasil (NH) 0,55 dengan parameter kadar polifenol 12,08mg GAE/g, kadar tanin 0,12%, kadar air 6,70% warna 5,16 (suka), rasa 4,37 (suka), aroma 4,99 (suka).Kata kunci: Teh daun kayu jawa; pengeringan; suhu; lama 
SUBSTITUSI TEPUNG GEMBILI (Dioscerea esculenta L.) DAN JENIS MINYAK NABATI YANG BERBEDA TERHADAP MUTU KIMIA DAN ORGANOLEPTIK ROTI TAWAR Adiansah, Amanda Aprilia; Handarini, Kejora; Rahmiati, Retnani; Sucahyo, Bambang Sigit
Pro-STek Vol 5, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v5i2.3619

Abstract

Roti tawar merupakan salah satu pangan olahan dari terigu yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat luas. Salah satu umbi lokal adalah gembili (Dioscerea esculenta L.). Proses pembuatan roti tawar membutuhkan lemak, salah satunya yaitu margarin atau mentega, sedangkan margarin atau mentega mempunyai kandungan lemak jenuh yang tinggi, sehingga tidak baik untuk kesehatan, oleh sebab itu penggunaan mentega atau margarin digantikan dengan lemak lainnya, seperti minyak sawit, minyak jagung, dan minyak zaitun. Rancangan percobaan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yang masing-masing faktor terdiri atas tiga level. Faktor pertama yaitu proporsi tepung gembili : tepung gandum (A) yang terdiri dari 50% : 50%, 40% : 60%, 30% : 70% dengan faktor kedua yaitu jenis minyak (B) yang terdiri dari minyak sawit, minyak jagung, dan minyak zaitun. Adapun parameter uji yang dilakukan adallah uji fisik, kimia, dan organoleptik. Perlakuan A3B3 yaitu substitusi tepung gembili 30% dengan minyak zaitun merupakan perlakuan terbaik dengan Nilai Hasil (NH) yaitu 1 dengan kriteria parameter adalah tekstur = 6,5%, kadar protein = 5,04%, kadar lemak = 2,53%, kadar karbohidrat = 50,20%, kadar air = 26,84% aroma = 6,32 (suka), rasa = 6,32 (suka), dan aroma = 6,64 (suka).
KONSENTRASI LARUTAN SARI ANGCO (ZIZIPHUS JUJUBA M.) DAN KONSENTRASI KARAGENAN (RHODOPHYCEAE) TERHADAP MUTU FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK JELLY DRINK ANGCO Orodiputro, Charolin; Hartati, Fadjar Kurnia; Handarini, Kejora
Pro-STek Vol 6, No 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v6i1.4038

Abstract

Jelly drink adalah minuman olahan yang berbentuk gel yang memiliki sifat semi padat yang umumnya terbuat dari sari buah yang dicampur dengan bahan yang bersifat hidrokoloid serta gula dan dikonsumsi dengan dihisap dengan sedotan. Jelly drink juga dapat dijadikan minuman penunda lapar. Dalam 100 g kurma cina kering (Angco) mengandung 20,19 g air, 72,52 g karbohidrat, 4,72 g protein, 217,6 mg vitamin C, 63 mg kalsium, 6 g serat, 5,09 mg zat besi, dan 0,39 mg zinc. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh dan berapa konsentrasi larutan sari Angco (Ziziphus jujuba M.) dan konsentrasi karagenan (Rhodophyceae) yang terbaik dari mutu fisikokimia dan organoleptik jelly drink Angco. Penelitian ini menggunakan metode analisis eksperimental laboratoris. Design penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yang terdiri empat formulasi jelly drink Angco dengan perlakuan penambahan konsentrasi larutan sari Angco (Ziziphus jujuba M.) 80% dan 100%, dan konsentrasi karagenan (Rhodophyceae) 0,5% (b/v) dan 0,7% (b/v). Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan statistic parametric dengan menggunakan analisis sidik ragam (ANSIRA) dengan statistic product and service solution (SPSS) dengan versi 25 dan penentuan perlakuan terbaik dengan menggunakan uji efektivitas. Konsentrasi larutan sari Angco (Ziziphus jujuba M.) dan konsentrasi karagenan (Rhodophyceae) yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap daya hisap dan berpengaruh nyata pada  kadar gula reduksi. Perlakuan (A1K2) menjadi perlakukan terbaik dengan Nilai Hasil (NH) yaitu 0,707 dengan kriteria parameter adalah daya hisap 15,3 mL/3 detik, kadar gula reduksi 1,045%, mouthfeel 4  (Suka), dan rasa 2,7  (Netral).
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG AMPAS KEDELAI PADA PEMBUATAN DENDENG ANALOG BERBASIS AMPAS KURMA (Phoenix Dectylifera) TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK Falesta, Pasyaura Ramadhani; Handarini, Kejora; Sucahyo, Bambang Sigit
Pro-STek Vol 6, No 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v6i1.4252

Abstract

Berdasarkan  nilai rata-rata hasil uji efektifitas seluruh metode pengolahan meliputi uji  kimia dan sensorik seperti terlihat pada Tabel 3, terlihat bahwa perlakuan daging kering (dendeng) merupakan  makanan  yang diolah dalam bentuk irisan yang biasanya dibuat dengan bumbu dan di keringkan, bisa ada penambahan bahan pangan lain atau tidak dan bahan tambahan pangan yang diizinkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi terbaik ampas kurma dengan penambahan jenis bubuk ampas kedelai yang berbeda dengan cara dikeringkan dengan food dehydrator dan untuk mengetahui pengaruh penambahan jenis bubuk ampas kedelai yang berbeda secara kimia dan sensorik. Rencana uji coba penelitian ini menerapkan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor yaitu penambahan tepung ampas kedelai dengan 4 taraf yaitu 0%, 10%, 20% dan 30%. Parameter pengujian yang dilakukan adalah uji sifat kimia yaitu kadar air, kadar protein, kadar gula total, kadar serat kasat dan uji sensorik meliputi rasa, aroma, warna dan tekstur. Merujuk hasil dari penelitian diperoleh bahwa metode perlakuan yang paling baik diantara semua metode perlakuan adalah perlakuan DK2 dengan konsentrasi 100 gram ampas kurma ditambah 10 gram bubuk ampas kedelai dengan nilai energi tertinggi sebesar 5,67.  Kriteria variabel pengolahan DK2 adalah kadar protein = 24,585, gula total = 2,746, serat kasar = 2,570, kadar air = 9,028, rasa = 4 (suka), aroma = 4 (suka), warna = 4 (suka) dan tekstur. = 4 (suka). Cita rasa terbaik terdapat pada perlakuan DK2 dengan konsentrasi 100 g ampas kurma ditambah 10 g tepung ampas kedelai, dengan  nilai rendemen (NH) tertinggi sebesar 0,69.
Co-Authors Achmad Kusyairi Achmad Kusyairi Adiansah, Amanda Aprilia Andi Athifa Putri Aprilianto, Richardus Arlin Besari Djauhari Arlin Besari Djauhari Aryani, Amalia Dwi Bambang Sigit Sucahyo Bambang Sigit Sucahyo Cahyani Tri Susilo, Regitha Pandu Chasanah, Dwi Asmaul Christian Theodorus, Fransiskus Devi, Yuni Astika Diana Puspitasari Didik Budiyanto Didik Trisbiantoro Djauhari, Arlin Besari Endang Retno Wedowati Endang Sri Rahayu Eni Harmayani Fadjar Kurnia Hartati, Fadjar Kurnia Falesta, Pasyaura Ramadhani Fungki Sri Rejeki Gultom, Sinta Febriyanti Husnul Khotimah Jannah, Jumrotul Jehandu, Maria Yuliana Permatasari Karimullah, RB. Moh. Kasmiati Kasmiati Kurnia Hartati, Fadjar Kusyairi, Achmad Madyowati, Sri Oetami Mekasari, Firsta Koesdyah Metusalach Metusalach Mirza Ramadhani Ningtyas, Rosidah Wahyu Nirmala Siregar, Rena Nunuk Hariani Nunuk Hariyani Nunuk Hariyani Nunuk Hariyani Nurfaidah Nurfaidah Nursakinah Latuconsina Nurul Hayati NURUL HAYATI Ophirtus Sumule Orodiputro, Charolin Prajudanti, Adhania Andika Pramitha, Asti Rizkiana Prayudanti, Adhania Andika Rahmatang Rahmatang Rahmatul Khasanah Rahmiati, Retnani Ramadhani, Mirza Retnani Rahmiati Retnati Rahmiati Ricky Indra Nur Pratama Saraswati, Exist Siregar, Rena Nirmala Sri Oetami Madyowati Sri Oetami Madyowati Sri Oetami Madyowati Sucahyo, Bambang Sigit Sumaryam Sumaryam Sumaryam Suriana Laga Tajuddin Noor, M. Tirtawan, Titus Trisbiantoro, Didik Tyas Utami Wa Ode Nurul Azizah Nida Ul Haq Yudo, Wandoko Sungkowo Yuliani, Novia Dwi Yuyun Yuniati Yuyun Yuniati Yuyun Yuniati