Claim Missing Document
Check
Articles

Peer Social Support and Self-Esteem as Subjective Well-Being Predictors of Late Adolescents in Bandar Lampung Ulfa Jauhari, Rosy Maria; Izzaty, Rita Eka; Jauhari, Tontowi; Sabza Gol Qaderi
International Journal of Islamic Educational Psychology Vol. 7 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijiep.v7i1.28836

Abstract

Late adolescents experience academic and social pressures that may influence their subjective well-being. However, evidence on the roles of peer social support and self-esteem in Muhammadiyah senior high schools remains limited. Therefore, this study examined the influence of peer social support and self-esteem on the subjective well-being of late adolescents. This study employed a quantitative, ex post facto approach. The research was conducted in Bandar Lampung, Indonesia, with a sample of 150 late adolescents. Sample selection in this research used a random sampling technique. In contrast, data collection used a subjective well-being scale (reliability = 0.898), a peer social support scale (reliability = 0.878), and a self-esteem scale (reliability = 0.842). Data analysis was performed using multiple regression analysis. The results showed a significant effect of peer social support on self-esteem and late adolescent subjective well-being, accounting for 44.3%. Variables related to peer social support and self-esteem played an important role in shaping subjective well-being among late adolescents. This study offers a novelty by simultaneously examining both variables within a population of late adolescents in a Muhammadiyah-based educational setting. The findings highlight the importance of developing school-based interventions that strengthen supportive peer relationships and foster positive self-esteem to enhance students' subjective well-being, particularly in faith-based educational contexts
Strategi Pendamping Sosial Dalam Mendorong Graduasi Mandiri Keluarga Penerima Manfaat (Studi Pada Program Keluarga Harapan Kelurahan Sukajawa Baru Kecamatan Tanjung Karang Barat Kota Bandar Lampung) Eli Susanti; Rini Setiawati; Tontowi Jauhari; M. Mawardi J; Fitri Yanti
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i2.2026.1436-1444

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya capaian graduasi mandiri Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam Program Keluarga Harapan (PKH), yang menunjukkan bahwa bantuan sosial belum sepenuhnya mampu mendorong kemandirian penerima manfaat. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pendamping sosial dalam mendorong graduasi mandiri, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta mengkaji upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan tersebut di Kelurahan Sukajawa Baru, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode grounded theory. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap Ketua Tim PKH, pendamping sosial, serta KPM graduasi dan non-graduasi. Informan dipilih secara purposive untuk memperoleh data yang relevan dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendamping sosial dalam mendorong graduasi mandiri dilaksanakan melalui pendekatan yang terintegrasi, meliputi pendekatan struktural, edukatif melalui kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2), pendekatan relasional melalui kunjungan rumah (home visit), serta pendekatan adaptif melalui diferensiasi berdasarkan kondisi KPM, dan penguatan ekonomi produktif melalui fasilitasi akses program pemberdayaan seperti PPSE. Strategi ini menunjukkan bahwa pendamping berperan tidak hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai fasilitator dan agen perubahan. Keberhasilan graduasi mandiri dipengaruhi oleh faktor pendukung berupa kesadaran, motivasi, dan perubahan pola pikir KPM, serta dukungan pendamping sosial dan akses terhadap program pemberdayaan. Namun demikian, terdapat faktor penghambat yang meliputi masih kuatnya mindset ketergantungan terhadap bantuan sosial, rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan KPM, serta kendala struktural berupa keterbatasan dukungan operasional dan tingginya beban administratif pendamping yang memengaruhi intensitas pendampingan. Dalam menghadapi hambatan tersebut, pendamping sosial melakukan berbagai upaya adaptif, antara lain melalui penguatan motivasi dan transformasi pola pikir KPM secara berkelanjutan, peningkatan kapasitas melalui pendampingan intensif, serta strategi prioritas dan optimalisasi waktu dalam menghadapi keterbatasan struktural.