Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP BERBASIS PADA MATA PELAJARAN MUATAN LOKAL DI SDN DINOYO 2 KOTA MALANG Accompaniment Environmental Management Lesson Content Based on Local Currency in SDN Dinoyo 2 Malang City Dr. Moch. Agus Kresno Budiyanto,M.Kes Editor; Drs.Wahyu Prihanta, M. Kes; Dra.Yuni Pantiwati, M.Pd
Jurnal Dedikasi Vol. 8 (2011): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v8i0.687

Abstract

Pelibatan masyarakat (termasuk masyarakat sekolah) menempati posisi penting dan strategisdalam pengelolaan lingkungan. Siswa sebagai generasi muda terdidik sangat penting untuk dilatihmelalui Mata Pelajaran Muatan Lokal Pendidikan Lingkungan Hidup sehingga mampu mengelolalingkungan dengan baik dalam upaya mereduksi kerusakan lingkungan. Program ini bertujuanuntuk mengembangkan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan LingkunganHidup di SDN Dinoyo 2 Kota Malang yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja pembelajaranpengelolaan lingkungan sehingga mampu membangun atmosfer akrab lingkungan yang berdampakkepada perencanaan dan pelaksanaan pengelolaan lingkungan sekolah yang lebih efektif.Dalam upaya mencapai tujuan tersebut dilakukan kegiatan: 1) Pengembangan atmosfircinta lingkungan dengan kunjungan Wisata Kampus UMM (Refresh Aprroach), 2) ReviewKurikulum Mulok Pendidikan Lingkungan dan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup Sekolah,dan 3) Pendampingan pengembangan silabus dan RPP Pendidikan Lingkungan dan RencanaPengelolaan Lingkungan Hidup Sekolah. Kegiatan ini dikuti oleh 10 guru dan 50 siswa SDNDinoyo 2 Malang.Hasil program ini adalah: 1) Meningkatnya kapasitas konseptual teoritik guru tentangpengembangan silabus dan RPP berkarakter, 2) Meningkatnya kapasitas konseptual teoritikguru tentang pengembangan rencana pengelolaan lingkungan hidup dalam kerangka meningkatkanatmosfer cinta dan peduli lingkungan yang lebih baik, 3) Meningkatnya atmosfir cinta lingkungansiswa, 4) Meningkatnya kemampuan membuat rencana pengembangan inovasi pembelajaranPendidikan Lingkungan Hidup melalui Penelitian Tindakan Kelas, dan 5) Meningkatnyakemampuan membuat rencana pengolahan limbah air wudhu lengkap dengan instalasinya.
PENERAPAN TEKNOLOGI SILASE UNTUK MEMPERTAHANKAN PRODUKSI SUSU KAMBING KE PADA KELOMPOK PETERNAK DI DATARAN TINGGI Asmah Hidayati; Tedjo Budiwijono; Wahyu Prihanta
Jurnal Dedikasi Vol. 10 (2013): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v10i0.1753

Abstract

Hidayati A1, T. Budiwijono2 dan W. Prihanta3Staf Pengajar. 1&2 Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian – Peternakan & 3Fakultas Keguruan dan IlmuPendidikanUniversitas Muhammadiyah MalangAlamat Korespondensi : Jl. Raya Tlogomas 246 MalangABSTRAKKegiatan pengabdian yang dilakukan di Kelompok Peternak Kambing di Desa Sumber SekarKecamatan Dau Kabupaten Malang, bertujuan untuk menyelesaikan problema kesulitan bahan pakandi saat kemarau sehingga dapat mempertahankan produktivitas kambing yang dipelihara oleh kelompokpeternak “Joyo Abadi” khususnya untuk tujuan daging dan susu. Kegiatan demplot pembuatan silasedan pemberian silase pada kambing dan pendampingan pemeliharaan serta pengukuran produksi.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tumbuh kesadaran peternak untuk menggunakan danmenerapkan teknologi praktis mudah dan murah yang berupa silase dari tanaman sisa panen jagungdan rumput gajah yang berlebih atau terlalu tua untuk digunakan sebagai pakan karena produksiberlimpah saat penghujan, sehingga dapat disimpan dalam waktu lama untuk digunakan sebagaipakan saat kemarau. Implementasi pakan silase terhadap pertumbuhan dan produksi, menghasilkankenaikan bobot badan sebesar 200 gram selama demplot pemberian silase ke ternak.Kesimpulan, bahwa semakin panjang kemarau maka semakin lama hijauan sebagai pakan utamakambing menghilang dari lahan, sehingga sangat diperlukan teknologi praktis untuk segera diterapkanke peternak secara nyata agar dapat mempertahankan produktivitas kambing khususnya saat kemarau.Teknologi silase yang telah diterapkan tidak cukup dan masih diperlukan teknologi lain yaitu pakankomplit untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kambing dan lebih praktis didalam implementasinya.Kata Kunci : Teknologi Silase, Produktivitas dan Kambing
Pembentukan Kawasan Ekonomi melalui Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat Wahyu Prihanta; Amir Syarifuddin; Ach. Muhib Zainuri
Jurnal Dedikasi Vol. 14 (2017): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v14i0.4304

Abstract

Pembentukan Kawasan Ekonomi melalui Pengembangan Ekowisata Berbasis MasyarakatWahyu Prihanta1, Amir Syarifuddin 2, Ach. Muhib Zainuri31Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Malang 2Jurusan Kehutanan, Universitas Muhammadiyah Malang 3Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang 1wahyuprihanta@gmail.com, 2amir@umm.ac.id, 3muhibzain@gmail.comABSTRAKTujuan yang hendak dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk merancang strategi pembentukan kawasan ekonomi dalam rangka peningkatan pendapatan ekonomi melalui pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Pantai Taman, Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan.Permasalahan yang dijumpai dalam upaya pembentukan kawasan ekonomi adalah ketiadaan rencana induk pengembangan pariwisata kawasan ekowisata yang dilandasi tata ruang kawasan, kelembagaan ekowisata yang tidak kondusif dan kondisi budaya masyarakat yang cenderung subsistem. Metodologi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melalui diskusi kelompok fokus, analisis faktor-faktor pendukung dan penghambat pengembangan daya tarik wisata di Pantai Taman. Hal yang sudah dilakukan adalah (1) Penguatan daya tarik wisata yang sudah ada dan(2) Pembangunan objek wisata baru. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa (1)Para pelaku ekowisata sangat terbantukan, (2) Kegiatan telah mencapai sasaran yang diinginkan, (2) Pelaku ekowisatamemiliki keterampilan pemasaran produk-produk ekowisata.Kata kunci : Konservasi, Ekowisata, Ekologi, Pemandangan, Pantai.
PENERAPAN (STAD) DIPADU MIND MAPPING BERBASIS LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PEMAHAMAN KONSEP (STAD With Mind Mapping Based On Lessson Study To Improve Motivation and Understanding Concept) Elly Purwanti; Wahyu Prihanta; Muizzudin Muizzudin; Fendy Hardian Permana
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 4 No. 1 (2018): Mei 2018
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v4i1.4955

Abstract

STAD (Student Teams-Achievement Division) efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, karena STAD (Student Teams-Achievement Division) ini mementingkan struktur penghargaan sebagai bentuk penguatan (reinforcement) terhadap apa yang telah dilakukan oleh siswa. Peghargaan tersebut merupakan salah satu hal yang dapat meningkatkan motivasi. Mind Mapping adalah sebuah metode untuk mengelola informasi secara menyeluruh. Secara lengkap Mind Mapping dapat digunakan untuk: menyimpan informasi, mengorganisasikan informasi, membuat prioritas, belajar memahami informasi dalam konteksnya, melakukan review atas sebuah materi pembelajaran, mengingat informasi secara lengkap, maka untuk menjawab masalah mengenai pemahaman konsep, dicoba memadukan model STAD (Student Teams-Achievement Division) dengan mind mappingPenelitian ini bertujuan untuk:(1) meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA Biologi pada siswa di SMP Muhammadiyah 6 Malang. (2) meningkatkan pemahaman konsep siswa pada matapelajaran reproduksi mahluk Hidup. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berbasis Lesson Study (LS) dengan menggunakan dua siklus.Berdasarkan hasil penerapan STAD dipadu dengan Mind mapping dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IX, SMP Muh 6-Dau-Malang, dengan rincian Attention meningkat (1,2 %) Relevance meningkat (3,65%) Confidence meningkat (5,23%) Satisfaction meningkat (4,36%).Berdasarkan penerapan STAD dipadu dengan Mind mapping dapat meningkatkan pemahaman konsep kelas IX, tingkat SMP Muh 6 dengan rincian Siklus I : 75,5 dan Siklus II: 80,5. Terjadi kenaikan sebanyak 5,1.
Peningkatan kualitas pembelajaran melalui lesson study learning community pada materi “waktu 24 jam” di Sekolah Dasar Sri Wahyuni; Roro Eko Susetyarini; Wahyu Prihanta; Firdiani Yuliana
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 7 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v7i1.10477

Abstract

The main task of the teacher in the learning process is to lead participants to achieve their learning goals. Thus, teachers are required to always improve the quality of their learning, one of which is through the Lesson Study Learning Community (LS-LC). The purpose of this research is to describe the implementation of the Lesson Study Learning Community in SD (Sekolah Dasar-Primary School) Junrejo I, in “the 24-hour clock” material. This qualitative research employed a single case study and explained it naturally. The respondents were one teacher and 28-second graders. There were three stages in the implementation of lesson study, namely: plan, do and see. The data collection technique were using documentation and unstructured interview. The data were analyzed in a quantitative and qualitative description. The findings in the planned activity were the collaboration of teachers and lecturers in innovating and creating chapter and lesson design of “the 24-hour clock” material, considering the characteristic of students. In the open class (do the activity), the students were conducting discussions and observations. During learning, the students were comparing digital and non-digital clocks while lecturers and teachers were observing the learning process. In the seen activity, the observation result from teachers and lecturers were revealed. The implementation of Lesson Study Learning Community in grade II SD Junrejo I, on the material "24 hour time" had been going well. But the results shown that students were able to understand the material as much as 60%, students were able to collaborate in groups 45%, student’s expression was happy, excited, motivating, and cheerful, as much as 90%. It needs replanning with changes in seating arrangements, group arrangements, and group members
IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN DAN POLA PENYEBARAN MAKROALGA DI DAERAH PASANG SURUT PANTAI PIDAKAN KABUPATEN PACITAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI Ilham Budi Setyawan; Wahyu Prihanta; Elly Purwanti
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol. 1 No. 1 (2015): MARCH
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpbi.v1i1.2305

Abstract

IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN DAN POLA PENYEBARAN MAKROALGA DI DAERAH PASANG SURUT PANTAI PIDAKAN KABUPATEN PACITAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI Ilham Budi Setyawan1, Wahyu Prihanta1, dan Elly Purwanti1 1Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang e-mail: marovisepuxanir@gmail.com ABSTRACT This research aimed to find out variance, ecology parameter,variance index,and dispersion pattern of macroalgae existed in intertidal pidakan beach sub-district Pacitan Residence.The results of research in the area of tidal beach Pidakan on 90 plots was found in 1925 with 17 individual macro algae species originating from the third division Rhodophyta, Chlorophyta and Phaeophyta.Variance index of (H’) was high richness category and value (E) was means community tend to flat. Index of Morisita (IM) mean dispersion of all Macroalgae was clumped. As a complement to the results of the study are used as a learning module macroalgae for SMA/MA. Keywords: identification, diversity, macroalgae, beach, Pacitan
IDENTIFIKASI PTERIDOPHYTA DI PIKET NOL PRONOJIWO LUMAJANG SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI Miftakhul Jannah; Wahyu Prihanta; Eko Susetyorini
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol. 1 No. 1 (2015): MARCH
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpbi.v1i1.2306

Abstract

IDENTIFIKASI PTERIDOPHYTA DI PIKET NOL PRONOJIWO LUMAJANG SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI Miftakhul Jannah, Wahyu Prihanta, Eko susetyorini. 1Pendidikan Biologi FKIP Universtias Muhammadiyah Malang, e-mail: mifta_cute70@yahoo.co.id ABSTRACT Indonesia has abundant Pteridophyta, because Indonesia has a climate that supports the growth of Pteridophyta. Pteridophyta are found in tropical forests which have abundant sunlight and high humidity. Pronojiwo have characteristics suitable forest for life pteridophyta.This type of research is descriptive research. Research will be conducted in two places, pteridophyta samples implemented Piket Nol Pronojiwo Lumajang and FGD in Mataram Lumajang high school Keywords: Pteridhophyta, Piket Nol Lumajang, FGD
PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP KONSERVASI PENYU DAN EKOWISATA DI DESA HADIWARNO KABUPATEN PACITAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI Martina Kurniarum; Wahyu Prihanta; Sri Wahyuni
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol. 1 No. 2 (2015): JULY
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpbi.v1i2.3321

Abstract

Pengetahuan adalah segala informasi yang diserap oleh manusia dari berbagai sumber baik secara langsung maupun tak langsung. Sikap adalah kerangka tindakan yang akan dilakukan oleh manusia setelah mendapatkan respon dari lingkungannya. Pengetahuan dan sikap masyarakat dalam upaya konservasi dan ekowisata yang telah dilakukan di Desa Hadiwarno Kabupaten Pacitan perlu digali sebagai evaluasi dan pertimbangan untuk perkembangan ke depannya, sehingga dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat serta pihak-pihak terkait untuk meninjau kedaan nyata yang tergambar dalam hasil penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap konservasi penyu dan ekowisata, perbedaan pengetahuan dan sikap antar kelompok masyarakat, hubungan antara pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap konservasi penyu dan ekowisata serta menghasilkan sumber belajar biologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dekriptif. Tempat dan waktu penelitian dilaksanakan di Desa Hadiwarno Kabupaten Pacitan yang berlangsung pada tanggal 28 April – 4 Mei 2014. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Analisa data penelitian menggunakan analisis varians satu jalan dan uji lanjut post hoc test serta analisis hubungan product moment. Sebagian besar tingkat pengetahuan masyarakat pada ketiga kelompok masyarakat tergolong pada taraf cukup baik, baik, dan sangat baik terhadap konservasi penyu dan ekowisata. Perbedaan pengetahuan antara KMKPW (Kelompok Masyarakat Konservasi Penyu untuk Wisata), Kelompok Pelajar dan Kelompok Masyarakat Umum memiliki perbedaan yang signifikan (p<0,05). Sebagian besar tingkat sikap masyarakat pada ketiga kelompok masyarakat tergolong pada taraf baik dan sangat baik terhadap konservasi penyu dan ekowisata. Perbedaan sikap KMKPW (Kelompok Masyarakat Konservasi Penyu untuk Wisata), Kelompok Pelajar dan Kelompok Masyarakat Umum memiliki perbedaan yang tidak signifikan (p>0,05). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap konservasi penyu dan ekowisata.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Konservasi Penyu, Ekowisata
INVENTARISASI KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BRANTAS KECAMATAN NGORO MOJOKERTO SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA KELAS X Iin Ratih; Wahyu Prihanta; Rr. Eko Susetyarini
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol. 1 No. 2 (2015): JULY
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpbi.v1i2.3327

Abstract

ABSTRAKJenis penelitian ini adalah deskriptif yang dilakukan untuk memperoleh fakta atau data tentang keanekaragaman jenis Makrozoobentos di DAS Brantas Kecamatan Ngoro Mojokerto. Pengambilan sampel dilakukan tiga stasiun dengan tiga kali ulangan untuk masing-masing stasiun. Parameter fisika yang diamati adalah kedalaman, kecerahan air, suhu air dan kecepatan arus. Parameter kimia yang diamati adalah pH, DO, BOD5, dan COD. Sedangkan parameter biologi yang diamati adalah kepadatan (D), kepadatan relatif (RD), kelimpahan (K), kelimpahan relatif (KR) dan indeks keanekaragaman (H’). Keanekaragaman makrozoobentos yang ditemukan di daerah aliran sungai Brantas terdiri dari Terdapat 11 spesies yakni Anentome Helena, Hydrophilus ovatus, Berosus sp, Lumbricus sp, Macromia magnifica , Sulcospira schmidti, Parathelphusa convexa, Melanoides torulosa, Melanoides tuberculata, Corbicula fluminea, Corbicula largillierti. Indeks keanekaragaman tertinggi adalah Melanoides torulosa dan terendah adalah Berosus sp. Famili Buccinidae dengan kedalaman memiliki hubungan yang sangat kuat. Sedangkan famili Macromiidae dengan DO memiliki hubungan lemah. Hasil penelitian ini digunakan sebagai sumber belajar berupa handout materi invertebrata pada kelas X SMA IPA. Materi tersebut sesuai dengan penelitian yang memanfaatkan keanekaragaman invertebrata air di DAS Brantas untuk diidentifikasi dan dianalisis kegunaannya. Kata Kunci: Keanekaragaman, Makrozoobentos, Kelimpahan, Indeks Keanekaragaman.
PEMANFAATAN PTERIDOPHYTA KAWASAN HUTAN PACET TAMAN HUTAN RAYA (TAHURA) RADEN SOERJO KECAMATAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA Neni Lusiana; Wahyu Prihanta; Abdulkadir Rahardjanto
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol. 1 No. 2 (2015): JULY
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpbi.v1i2.3328

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pteridophyta apa saja yang terdapat di kawasan Hutan Pacet Taman Hutan Raya Raden Soerjo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto dan bagaimana klasifikasinya, serta untuk mengetahui implementasi hasil penelitian Pteridophyta agar dapat digunakan sebagai sumber belajar biologi SMA. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Penelitian di laksanakan di dua tempat, pengambilan sampel Pteridophyta dilaksanakan di kawasan hutan Pacet Taman Hutan Raya Raden Soerjo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto pada koordinat S 07o44’00” – S 07o42’10” dan E 112o31’30” – E 112o32’30”. Pengambilan sampel tumbuhan paku yang terestrial maupun epifit pada penelitian ini menggunakan metode jelajah (cruise methods). Sedangkan pemanfaatan hasil penelitian Pteridophyta di kawasan ini yaitu berupa modul yang divalidasi dilakukan oleh guru biologi di SMAN 2 Batu. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 57 jenis Pteridophyta yang termasuk dalam 3 kelas. Ditemukan 3 jenis dari kelas Lycopodiinae, 1 jenis dari kelas Equisetinae, dan 53 jenis dari kelas Filicinae. Penggunaan Pteridophyta untuk sumber belajar di sekolah dalam bentuk modul dengan pemberian soal-soal dan pemberian tugas proyek membuat herbarium.Kata Kunci: Hutan Pacet TAHURA Raden Soerjo, Pteridophyta, sumber belajar biologi SMA