Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Program Pengembangan Literasi: Pelatihan Menulis Cerita Pendek bagi Peserta Didik Sekolah Dasar Hardiyanto, Tommy; Heryanto, Toni; Awalia, Tri; Assalamah, Ummah Azizah; Kirana, Veronika Chandra; Astuti, Wari; Asyiah, Nur; Khotimah, Firliani
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i4.8897

Abstract

Gerakan Literasi Sekolah yang diterapkan di SD Sains Islam Al-Farabi telah berhasil meningkatkan minat baca peserta didik melalui kegiatan membaca bersama dan pelaporan jumlah bacaan setiap hari. Namun, program ini masih berfokus pada aspek membaca tanpa adanya tindak lanjut dalam keterampilan menulis. Oleh karena itu, program pelatihan menulis cerita pendek dirancang sebagai kelanjutan dari Gerakan Literasi Sekolah untuk mendorong peserta didik tidak hanya menjadi pembaca yang aktif, tetapi juga mampu menuangkan ide dan imajinasinya ke dalam tulisan. Pendekatan kegiatan yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi analisis kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan peserta didik kelas 4, 5, dan 6, yang diberikan pemahaman tentang teknik dasar menulis cerpen serta bimbingan dalam proses pembuatan cerita. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam berbagai aspek menulis, seperti pengembangan tema, tokoh, alur, latar, amanat, dan gaya penceritaan. Peningkatan terbesar terlihat pada aspek pengembangan tokoh dan penyampaian amanat, yang menunjukkan bahwa peserta didik semakin mampu membangun karakter dalam cerita dan menyampaikan pesan dengan lebih jelas. Pelatihan ini membuktikan bahwa integrasi antara membaca dan menulis dapat memperkuat literasi peserta didik secara menyeluruh. Ke depannya, diharapkan program ini dapat terus dikembangkan dengan metode yang lebih interaktif, seperti diskusi kelompok dan bimbingan personal, serta pemanfaatan teknologi dalam proses menulis untuk meningkatkan keterampilan peserta didik secara lebih optimal.
Peran Guru dalam Pengembangan Prestasi Non Akademik Peserta Didik Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler di SDN Rangkah VI Surabaya Bayu, Muhammad; Fathurohman, Jimmy; Sabilah, Nisrina Sal; Asyiah, Nur; Pratama, Reza Rahman
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i4.10993

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat peran guru dalam pengembangan prestasi non-akademik peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler di SDN Rangkah VI Surabaya. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan minat dan bakat siswa di luar ranah akademik sebagai bagian integral dari pendidikan holistik. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dengan teknik observasi, kunjungan lapangan (studi visit), serta wawancara dengan koordinator kesiswaan dan koordinator umum sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang sangat sentral dalam mendampingi siswa mengembangkan potensi non-akademik mereka. Sebagai motivator, guru membangun semangat dan kepercayaan diri peserta didik agar berani mengeksplorasi bidang olahraga, seni, maupun organisasi sekolah. Sebagai fasilitator, guru berupaya menyediakan sarana yang memadai dan menjalin kerja sama dengan pelatih profesional. Sebagai pembimbing, guru memberikan arahan dalam aspek teknis maupun penguatan karakter, dan sebagai evaluator, guru secara berkala melakukan pemantauan serta memberikan umpan balik terhadap proses dan capaian kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengabdian ini menegaskan bahwa peran aktif guru sangat menentukan dalam menciptakan ekosistem sekolah yang mendukung pertumbuhan prestasi non-akademik siswa secara berkelanjutan.
PENGARUH MODEL INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN MEDIA GOOGLE SITE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS Quratu Aini, Salsabila; Asyiah, Nur; Huda, M.Khozinul
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 3 September 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.30089

Abstract

Critical thinking skills are essential competencies that need to be developed in students to face the challenges of 21st-century learning, especially in IPAS subjects that require a deep understanding of concepts and reasoning. This research aims to determine the effect of the guided inquiry model assisted by Google Sites media on the critical thinking skills of fifth grade students with a sample of 15 students in IPAS subjects. The study employed a quantitative method with a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest design. The data were collected using essay tests analyzed through normality test, N-Gain, and paired sample t-test. The results showed a significant increase in students' critical thinking skills. The average pretest score was 42,5, while the posttest average was 77,9. The N-Gain score was 0.6264 (moderate category), and the paired t-test revealed a significance value of 0.000 (< 0.05). These results indicate a significant effect of the guided inquiry model assisted by Google Sites media on students' critical thinking skills.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMILIK TANAH SERTIFIKAT HAK MILIK YANG LUAS TANAHNYA BERKURANG AKIBAT ABRASI Asyiah, Nur; Marniati , Felicitas Sri; Syakura , Furcony Putri
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 2 (2024): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abrasi merupakan fenomena alam yang dapat menghilangkan atau mengurangi luas tanah, khususnya di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pendaftaran tanah terkait pengurangan luas tanah akibat abrasi dan bentuk perlindungan hukum bagi pemilik tanah bersertifikat yang terkena dampak abrasi. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abrasi dapat menyebabkan hak atas tanah menjadi hapus, sesuai dengan Pasal 27 Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA). Namun, perlindungan hukum yang diberikan lebih bersifat preventif dibandingkan represif. Pemerintah melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) memiliki tanggung jawab untuk melakukan pemantauan dan pengukuran ulang terhadap tanah yang terkena abrasi. Selain itu, penetapan tanah musnah sesuai Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 17 Tahun 2021 menjadi langkah penting untuk memberikan kepastian hukum kepada pemilik tanah. Meskipun demikian, perlindungan hukum bagi masyarakat yang kehilangan tanah akibat abrasi masih belum sepenuhnya memadai, terutama dalam konteks pemberian kompensasi atau penggantian kerugian.
Analisis Profil Keterampilan Proses Sains Siswa Sekolah Dasar Menggunakan Model Project Based Learning Astuti, Wari; Awalia, Tri; Assalamah, Ummah Azizah; Asyiah, Nur; Khotimah, Firliani
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 5 No. 03 (2025): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Agustus 2025
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v5i03.1391

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik dalam memahami konsep sistem pernapasan manusia melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) dan modifikasi media pembelajaran. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus di salah satu sekolah dasar dengan fokus pada aspek keterampilan proses sains, seperti mengamati, merancang percobaan, menggunakan alat dan bahan, serta mempresentasikan hasil. Pada siklus pertama, media paru-paru buatan dari botol, sedotan, dan balon digunakan, namun hasil menunjukkan bahwa media tersebut terlalu kompleks dan sulit dipahami peserta didik. Persentase tertinggi dalam keterampilan proses sains hanya mencapai 48,07% pada aspek menghubungkan permasalahan dengan konsep, sedangkan yang terendah sebesar 43,26% pada aspek membuat cara kerja praktikum. Pada siklus kedua, dilakukan modifikasi media menjadi gambar anatomi sistem pernapasan yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan pada semua aspek, dengan nilai tertinggi 85,57% pada aspek membahas hasil pengamatan sesama anggota. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan media pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kognitif peserta didik sangat berpengaruh terhadap keterampilan proses sains mereka. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan media berbasis digital visual dan evaluasi jangka panjang untuk mengoptimalkan hasil belajar dan sikap ilmiah peserta didik.
The Role of Sundanese Language Education in Developing Students' Politeness: A Study at Cikeusi II State Elementary School, Sumedang Regency Dewi, Sahla Nur Aulia; Karim, Abdul; Asyiah, Nur
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v4i4.2357

Abstract

Character education through regional language instruction has gained increasing attention as an effective approach to moral development. This study examined the role of Sundanese language education in developing students' politeness at Cikeusi II State Elementary School, Sumedang Regency, focusing on how linguistic instruction cultivates character values through cultural expressions and undak-usuk basa principles. A descriptive qualitative approach was employed involving one Sundanese language teacher and seventeen fifth-grade students aged 10-11 years who had participated in Sundanese language instruction for at least one academic year. Data were collected through structured classroom observations, semi-structured interviews with teachers and students, and documentation of learning materials. Thematic analysis was used to identify patterns related to politeness behaviors, teaching strategies, and implementation challenges, with triangulation ensuring data credibility. Sundanese language education demonstrated significant effectiveness in developing student politeness, achieving an 84.1% overall success rate across observed behaviors. Students showed highest proficiency in expressing gratitude (94.1%) and demonstrating respectful gestures (94.1%), while more complex hierarchical politeness behaviors such as avoiding interruptions with elders (76.5%) and careful word choice (70.6%) required continued reinforcement. Pedagogical approaches integrating role modeling, cultural storytelling, and contextual exercises proved effective, though limited instructional time, insufficient contextual media, and inconsistent family support posed implementation challenges. The findings support social learning theory and character education frameworks, demonstrating that regional language education serves as an effective vehicle for transmitting cultural values and developing moral behavior. However, inconsistencies between school and non-school environments highlight the need for comprehensive home-school-community collaboration to achieve sustainable character development outcomes.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV SDN 1 BUYUT Anantiya, Frisca; Asyiah, Nur; Nurhabibah, Prabawati
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 9 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/cendikia.v2i9.2934

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi hasil kemampuan berpikir kritis siswa yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SDN 1 Buyut melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Wordwall. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas dengan dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Inatrumen yang digunakan berupa lembar observasi, lembar soal kemampuan berpikir kritis, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, perencanaan pembelajaran PBL mencapai persentase 79,41%, aktivitas guru 78,26%, aktivitas siswa 69,31%, dan rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa 72,61%. Pada siklus 2, terjadi peningkatan signifikan dengan persentase perencanaan 95,58%, aktivitas guru 95,65%, aktivitas siswa 95,45%, dan rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa 87,14%. Dalam proses pembelajaran siswa lebih aktif apabila menerapkan model PBL berbantuan media Wordwall, sehingga kemampuan berpikir kritis mereka meningkat. Kesimpulannya, model PBL berbantuan media Wordwall efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
The Application of the Project Based Learning Model to Increase the Creativity of Class IV Students on Changes in Energy Forms at SDN Indrakila Resmana, Lisna Permayanti; Iman, Bagus Nurul; Asyiah, Nur
Jurnal PGSD Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal PGSD Indonesia
Publisher : Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to evaluate the effectiveness of implementing the project based learning model in increasing the creativity of class IV students in the material on changing forms of energy at SDN Indrakila. In this research, data was collected through two methods, namely observation and questionnaires. The data analysis techniques applied in this research include qualitative and quantitative approaches. Qualitative data was obtained through observation, while quantitative data was obtained through learning outcomes tests. Based on the results of research conducted over two cycles, several conclusions can be drawn: (1) There is a significant increase in student creativity from Cycle I to Cycle II, with the “Good” category (81.25%) in Cycle I increasing to “Very Good” (above 90%) in Cycle II, indicating that the project based learning model is effective in increasing student creativity; (2) Student learning outcomes also experienced a significant increase, from the “Good” category (average score 3.71) in Cycle I to “Very High” (average score above 3.5) in Cycle II, showing an increase student understanding of the material; (3) Observations and feedback from teachers show that students are more involved and motivated, show enthusiasm, better teamwork, and initiative in exploring learning material.
Dampak Pemberian Reward And Punishment Terhadap Pengembangan Profil Pelajar Pancasila Dimensi Kemandirian Siswa Di SD Negeri 1 Susukanlebak Agustin, Anisa; Iman, Bagus Nurul; Asyiah, Nur
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v3i7.2995

Abstract

Kemandirian siswa di SD Negeri 1 Susukanlebak masih tergolong rendah, terlihat dari banyaknya siswa yang membutuhkan bantuan guru dalam menyelesaikan tugas. Kondisi ini menghambat proses pembelajaran dan perkembangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak pemberian reward and punishment terhadap pengembangan profil pelajar Pancasila dimensi kemandirian siswa di SD Negeri 1 Susukanlebak. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitiannya adalah kepala sekolah, 5 guru kelas dan siswa kelas 1-5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Pemberian reward and punishment SD Negeri 1 Susukanlebak diberikan dengan cara yang tepat untuk membentuk kemandirian siswa. Reward diberikan dalam bentuk reward verbal berupa pujian, sedangkan reward non verbal yaitu gerak mimik, gestur badan, serta bentuk barang, uang, penghormatan serta penghargaan. Sedangkan punishment diberikan dalam bentuk teguran dan hukuman seperti tugas tambahan, menyapu kelas, menjelaskan pelajaran di depan kelas atau kegiatan mendidik lainnya. Dimensi kemandirian siswa SD Negeri 1 Susukanlebak terlihat dari rasa percaya diri dan bertanggung jawab. Dampak pemberian reward and punishment berdampak positif dan negatif terhadap dimensi kemandirian siswa. Dampak positif reward adalah meningkatnya motivasi serta kemandirian siswa, sedangkan dampak negatifnya adalah kesedihan siswa yang tidak mendapat reward dan potensi ketergantungan siswa pada reward. Dampak positif punishment sebagai konsekuensi siswa atas kesalahannya, sedangkan dampak negatifnya adalah kesedihan pada siswa, melemahnya motivasi dan potensi ketergantungan siswa pada punishment. Dengan pendekatan yang tepat, reward and punishment menjadi alat pendidikan yang efektif untuk membentuk dimensi kemandirian siswa dalam rangka mengembangkan profil pelajar Pancasila.
PENGARUH MEDIA EDUCAPLAY TERHADAP MINAT BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS V SDN 1 DUKUH Amaliah, Firda; Karim, Abdul; Asyiah, Nur
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 3 (2025): Volume 10 No3 September, 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i3.31326

Abstract

This study aims to determine how students’ learning interest develops after using the interactive learning media educaplay, as well as to assess the extent of its influence on improving learning interest in Pancasila Education. The research employed a quantitative approach with a Posttest Only Control Group Design. The sample consisted of 59 fifth-grade students at SDN 1 Dukuh, divided into an experimental class (30 students) and a control class (29 students). The instruments used were a questionnaire and an observation sheet based on four indicators of learning interest: enjoyment, attention, curiosity, and engagement. Data were analyzed using SPSS version 26 through tests of normality, homogeneity, and an independent sample t-test. The observation results indicated that students' learning interest after using educaplay fell into the “good” category. In addition, there was a significant difference between the experimental and control classes, with a significance value of 0.000 < 0.05. The average posttest score of the experimental class was 64.10, which was higher than the control class at 55.28, showing a difference of 8.82 points or a 15.96% increase. These findings indicate that the use of educaplay has a positive and significant effect on enhancing students’ learning interest in the Pancasila Education subject.