Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Mengenai Konteks dan Strategi Pembelajaran yang Relevan bagi Taman Kanak-Kanak Dharma Wanita Kalasey Satu, Minahasa Marde Christian Stenly Mawikere; Sudiria Hura
Tumou Tou Vol. 8 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.771 KB) | DOI: 10.51667/tt.v8i2.513

Abstract

This article is a Study of Learning Contexts to Suggest Relevant Learning Strategies for Taman Kanak-Kanak Dharma Wanita Kalasey Satu, Minahasa. This study was conducted using a descriptive method through literature approach and empirical research related to the context and strategies of early childhood learning. The results of the study show that there are various learning contexts that are oriented towards children as educational subjects as well as various learning strategies that emphasize the role of the teacher as a facilitator in teaching and the participation of children as learners. Therefore, the PAUD unit studied, namely TK Dharma Wanita Kalasey Satu, was able to take advantage of several learning strategies that were relevant to the learning context, especially during this pandemic.
RESENSI: FONDASI PENDIDIKAN KRISTEN; SUATU PENGANTAR DALAM PERSPEKTIF INJILI Marde Christian Stenly Mawikere
EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Vol 1, No 1 (2020): Pendidikan Kristen dan Kepemimpinan
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/edulead.v1i1.15

Abstract

Judul Buku : Fondasi Pendidikan Kristen; Suatu Pengantar Dalam Perspektif Injili Judul Asli : Foundational Issues in Christian Education Pengarang : Robert W. Pazmino Penerbit : Sekolah Tinggi Teologi Bandung dan PT BPK Gunung Mulia, Jakarta, Cetakan ke 1, 2012 Format Buku : viii + 392 Halaman
Book Review: Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan Marde Christian Stenly Mawikere
EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Vol 1, No 2 (2020): Pendidikan Kristen dan Kepemimpinan
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/edulead.v1i2.49

Abstract

AbstractThe development of education displayed by the rapid growth in science and technology has become a tremendous blessing and benefit for humans and the universe. However, this is not directly proportional to the attitudes, emotions and dispositions of humans who are held hostage in various evil behaviors that harm fellow humans and the universe. This is realized because there is an imbalance between education which only emphasizes wisdom or controls the human brain, but is not accompanied by the formation of spirituality, character building and life experiences that are consistent with what is learned rationally. Awareness of the significance and urgency of character education in Indonesia, this book was born to revive the importance of the world and nuances of education that touch humans as a whole with the concept of moral, moral attitude, and moral behavior in human self. Thus, it will stimulate the world of education to pay attention to human transformation holistically.AbstrakPerkembangan pendidikan yang ditampilkan dengan pertumbuhan pesat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi berkat dan manfaat yang dahsyat bagi manusia dan alam semesta. Akan tetapi hal itu tidak berbanding lurus dengan sikap, emosi dan watak manusia yang tersandera dalam berbagai perilaku kejahatan yang merugikan sesama manusia dan alam semesta. Hal ini disadari oleh karena adanya ketimpangan antara pendidikan yang hanya menekankan hikmat atau mengasa otak manusia, namun tidak dibarengi dengan formasi spiritualitas, pembentukan karakter dan pengalaman hidup yang konsisten dengan apa yang dipelajari secara rasional. Kesadaran akan siginifikansi dan urgensi pendidikan karakter di Indonesia, maka buku ini lahir untuk membangkitkan kembali pentingnya dunia dan nuansa pendidikan yang menyentuh manusia secara utuh dengan konsep moral (moral knowing), sikap moral (moral feeling), dan perilaku moral (moral attitude) dalam diri manusia.  Dengan demikian akan merangsang dunia pendidikan untuk memperhatikan transformasi manusia secara holistik.
Model-Model Pembelajaran Marde Christian Stenly Mawikere
EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Vol 3, No 1 (2022): Christian Education and Leadership - June 2022
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/edulead.v3i1.91

Abstract

Learning and learning models are always changing according to the times and changes in social transformation because time always points forward. Even so, the nature and existence of learning cannot be separated from students, teachers and the context. In principle, learning is a process of interaction between students and teachers and the entire context of the existence and life of students and teachers. Learning is also a process that is directed so that learning outcomes can be achieved as well as a behavioral process obtained through a variety of learning experiences. That's why it is important for a teacher to prepare everything related to the learning that will be carried out for students. The preparation starts from Learning Plans or Designs, Learning Models to Learning Evaluations. The substance of all that is what and how to direct students in the learning and learning process so that students will be active, fun, and meaningful when learning. Thus, learning models are important factors that must be identified, applied and developed in supporting a learning process.AbstrakModel-model Belajar dan pembelajaran selalu mengalami perubahan sesuai perkembangan zaman dan perubahan transformasi sosial oleh karena waktu selalu mengarah ke depan. Sekalipun demikian, hakikat dan keberadaan pembelajaran tidak terlepas dari murid, guru dan konteksnya. Pada prinsipnya, pembelajaran merupakan proses interaksi antara murid dan guru serta seluruh konteks keberadaan dan kehidupan murid dan guru. Pembelajaran juga merupakan suatu proses yang diarahkan supaya capaian pembelajaran dapat dicapai sekaligus merupakan proses perilaku yang diperoleh melalui ragam pengalaman belajar. Karena itulah penting bagi seorang guru untuk mempersiapkan segala sesuatu berkaitan dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan bagi para murid. Persiapan tersebut mulai dari Rencana atau Desain Pembelajaran, Model-Model Pembelajaran sampai dengan Evaluasi Pembelajaran. Substansi dari semua itu adalah seperti apa dan bagaimana mengarahkan murid dalam proses belajar dan pembelajaran supaya para murid akan aktif, menyenangkan, dan bermakna pada saat belajar. Dengan demikian model-model pembelajaran adalah faktor penting yang harus diidentifikasi, diterapkan dan dikembangkan dalam mendukung suatu proses pembelajaran.
KAJIAN BIBLIKA MENGENAI PENDIDIKAN ANAK DAN HAKIKAT PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Sudiria Hura; Marde Christian Stenly Mawikere
EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Vol 1, No 1 (2020): Pendidikan Kristen dan Kepemimpinan
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/edulead.v1i1.12

Abstract

Abstrak Studi ini merupakan Kajian Biblika Mengenai Pendidikan Anak dan Hakikat Pendidikan Anak Usia Dini. Pengkajian Alkitab amat penting karena Alkitab menyatakan bahwaanak-anak adalah subyek pelayanan dan masa yang menentukan dalam pengenalan akan Tuhan dan pertumbuhan iman menuju masa dewasa. Pada hakekatnya dalam dunia pendidikan, kategori anak usia dini adalah masa usia emas (golden age) untuk menanamkan nilai-nilai rohani dan pembentukan karakter serta memperkenalkan mereka dengan pengetahuan dan keterampilan dengan sederhana. Adapun penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif yang dibangun dari penelitian literatur, dalam hal ini literature mengenai kajian Alkitab dan kajian teoritis yang berkaitan dengan pendidikan anak usia dini. Hasil studi memperlihatkan bahwa pendekatan proses pembelajaran yang relevan kepada anak usia dini tidak sekedar mengikuti teori-teori pembelajaran sekuler yang cenderung menekankan pengetahuan dan ketrampilans eorang guru/pendidik, kurikulum dan bahan pelajaran atau sarana yang canggih sertafasilitas belajar yang memadai melainkan penting sekaliadanya dasar-dasar FirmanTuhan (Alkitab) yang menjadi pedoman utama. Dengan demikian, satuan PAUD dan para guru dapat mempertimbangkan untuk menggunakan prinsip dan metode yang relevan dengan memberikan penekanan bahwa anak-anak usia dini sebagai subyek pendidikan yang perlu diberikan rangsangan untuk menolong mereka bertumbuh dengan utuh (holistic) baik rohani, karakter, pengetahuan dan keterampilan dalam perspektif Kristen.
Menelaah Dinamika Kontekstualisasi Sebagai Upaya Pendekatan Penginjilan yang Memberdayakan Budaya Penerima Injil Marde Christian Stenly Mawikere
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v6i2.554

Abstract

Abstract. Contextualization has long been recognized as an effective mission strategy. In general, evangelicals make use it as means of preaching the gospel by touching the historical, cultural, ideological, social and other contexts of the community receiving the gospel message. Meanwhile, Ecumenists take advantage of contextualization as a holistic mission itself. This article did not discuss the dichotomy of the contextualization between Evangelicals and Ecumenists, but rather discussed models, principles and steps in the contextualization process. The research conducted on the relevant literature written by remakable experts and practitioners of contextual missions. Through this study it could be concluded that contextual evangelism is way of responding to the culture and not being negative towards the culture.Abstrak. Kontekstualisasi telah lama dikenal sebagai strategi misi yang efektif. Pada umumnya kaum Injili memanfaatkan sebagai alat pemberitaan Injil dengan menyentuh konteks sejarah, budaya, ideologi, sosial dan lain sebagainya kepada masyarakat penerima berita Injil.Sedangkan kaum Ekumenis memanfaatkan kontekstualisasi sebagai misi holistik itu sendiri. Artikel ini tidak membahas dikotomi pemanfaatan kontekstualisasi antara kaum Injili dan Ekumenis, melainkan membahas mengenai model, prinsip dan langkah-langkah dalam proses kontekstualisasi. Penelitian dibangun berdasarkan literatur yang relevan yang ditulis oleh para pakar dan praktisi misi kontekstual yang telah dikenal secara luas. Melalui kajian ini dapat disimpulkan bahwa penginjilan secara kontekstual adalah menanggapi budaya dan bukan bersikap negatif terhadap budaya.
Perbandingan Teologi Keselamatan Antara Katolik Dan Protestan Sebelum Dan Sesudah Gerakan Reformasi Marde Christian Stenly Mawikere
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 1, No 1 (2017): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.693 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v1i1.52

Abstract

Marde Christian Stenly Mawikere, Salvation theological comparison between Catholic and protestant before and after reform. This article is an overview of comparative theology Safety bet-ween Catholics and Protestants Before and After Reform based review of the literature has been provided. Departing from the historical context of the socio-religious Europe since the 5th century to 1517 which shows the blend between philosophy and theology of the church led to deviate from the teachings of the Bible. The situation Christianity and medieval zeitgeist called dark ages of the church which fueled the Protestant reform movement. The Protestant reform movement seemed to be a renaissance of the church to return to the Bible, especially the problem of salvation (soteriology), emphasizing the supremacy of God's grace and Christ's Atonement.Marde Christian Stenly Mawikere, Perbandingan Teologi Keselamatan Antara Katolik Dan Protestan Sebelum Dan Sesudah Gerakan Reformasi. Artikel ini merupakan tinjauan perbandingan Teologi Keselamatan Antara Katolik dan Protestan Sebelum dan Sesudah Reformasi berdasarkan ulasan literatur yang telah tersedia. Berangkat dari konteks historis socio religious di Eropa sejak abad 5 sampai 1517 yang menunjukkan paduan antara filsafat dengan teologi menyebabkan gereja menyimpang dari ajaran Alkitab. Situasi kekristenan dan zeit geist abad pertengahan yang disebut abad kegelapan gereja memicu lahirnya gerakan reformasi protestan. Gerakan reformasi protestan seakan menjadi renaissance gereja untuk kembali kepada pemahaman Alkitab, terutama masalah keselamatan (soteriologi) yang menekankan supremasi anugerah Allah dan Penebusan Kristus.
Efektivitas, Efisiensi Dan Kesehatan Hubungan Organisasi Pelayanan Dalam Kepemimpinan Kristen Marde Christian Stenly Mawikere
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 2, No 1 (2018): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.603 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v2i1.95

Abstract

Marde Christian Stenly Mawikere, Effectiveness, Efficiency And Health Relationships Service Organization In Christian Leadership. This article reviews the importance of Christian leadership in service organizations. It highlights the aspects that shape and support the effectiveness, efficiency and health of organizational relationships in Christian Leadership. This article emphasizes that in Christian Leadership it begins on the basis of the decision of God's sovereign grace. A Christian leader is a chosen person based on God's own initiative. In the dictionary (leadership) of Christianity, nothing is "accidental". God who chooses, equips, sends a leader at all times, places, situations, conditions, and arenas, including the XXI century full of these challenges. It is God's work that guarantees the certainty of the existence and performance of Christian leaders! The true Christian leader must also realize that God in the Lord Jesus Christ is the only Great Leader. A visionary leader, having a reliable, capable, and God-fearing character/integrity is increasingly needed in the present. Going back to biblical principles is the true source of that.Marde Christian Stenly Mawikere, Efektivitas, Efisiensi Dan Kesehatan Hubungan Organisasi Pelayanan Dalam Kepemimpinan Kristen. Artikel ini meninjau pentingnya kepemimpinan Kristen dalam organisasi pelayanan. Di dalamnya menyoroti aspek-aspek yang membentuk maupun mendukung efektivitas, efisiensi dan kesehatan hubungan organisasi dalam Kepemimpinan Kristen. Artikel ini memberi penekanan bahwa dalam Kepemimpinan Kristen dimulai berdasarkan keputusan kedaulatan anugerah Allah. Seorang pemimpin Kristen adalah seorang dipilih berdasarkan inisiatif Allah sendiri. Dalam kamus (kepemimpinan) Kristen, tidak ada yang bersifat kebetulan. Allah yang memilih, memperlengkapi, mengutus seorang pemimpin pada setiap waktu, tempat, situasi, kondisi, dan arena, termasuk pada abad XXI yang penuh dengan tantangan ini. Pekerjaan Allah sajalah yang menjamin kepastian eksistensi dan kinerja pemimpin Kristen! Pemimpin Kristen yang benar harus juga menyadari bahwa Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus adalah satu-satunya Pemimpin Yang Agung. Pemimpin yang visioner, memiliki karakter/integritas yang handal, cakap dan takut akan Tuhan semakin dibutuhkan pada masa kini. Kembali kepada prinsip-prinsip Alkitab merupakan sumber yang benar dalam mewujudkan hal tersebut.
Sola Experientia: Suatu Analisis Terhadap Teologi Schleiermacher Marde Christian Stenly Mawikere
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 3, No 2 (2019): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.878 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v3i2.145

Abstract

This article is an overview of the theology of Friedrich Schleiermacher, known as the Father of Modern Theology. By using qualitative research methods on various available literature that review the life and theological thinking of Schleiermacher, the author tries to reveal that the unique thinking of FriedrichSchleiermacher's theology is strongly influenced by his spiritual background, parental influence, church origin and tradition, educational patterns and the thought of his theological education and zeit geist (the spirit of the times) who were carrying the current of modern thought when Schleiermacher lived. On the one hand, Schleiermacher's theology is often considered to be liberal in the theological paradigm of reform and evangelicalism because it departs from feeling, not from the spirit of Sola Scriptura. But on the other hand, Schleiermacher's theology makes a positive contribution because it gives a place to the experience of faith (Sola Experientia) with a living God who can not only be reached with philosophia or wisdom. Artikel ini merupakan Tinjauan terhadap Teologi dari Friedrich Schleiermacher, yang dikenal sebagai Bapak Teologi Moderen.Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif terhadap berbagai literatur yang telah tersedia yang mengulas mengenai kehidupan dan pemikiran teologi dari Schleiermacher, maka penulis mencoba untuk mengungkapkan bahwa keunikan pemikiran Teologi FriedrichSchleiermacher sangat dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan rohaninya, pengaruh orangtua, asal dan tradisi gereja, pola pendidikan dan pemikiran pendidikan teologinya serta zeit geist (semangat zaman) yang sedang membawa arus pemikiran moderen pada waktu Schleiermacher hidup. Pada satu sisi, Teologi Schleiermacher kerap dianggap liberal dalam paradigma teologi reformasi dan evangelical karena ia berangkat darifeeling, bukan dari semangat Sola Scriptura.  Namun pada sisi lain, Teologi Schleiermacher memberikan kontribusi positif sebab memberikan tempat kepada pengalaman iman (Sola Experientia) dengan Allah yang hidup yang tidak hanya dapat dijangkau dengan philosophia atau wisdom.
Konsep Hidup Kekal Menurut Pandangan Dunia Etnis Baliem, Papua Sebagai Potensi dan Krisis Bagi Kontekstualisasi Injil Marde Christian Stenly Mawikere
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 5, No 1 (2021): January 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.069 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v5i1.333

Abstract

This study reveals the Baliem ethnic concept of "eternal life" and how it relates to contextual gospel preaching (both potential and crisis). The study was conducted using a qualitative approach with a participant observer method supported by a study of a variety of relevant literature with a discussion of the concept of eternal life of Baliem people in Papua. As for the Baliem Society, Papua with a background of traditional societies with a worldview of animism has an eternal view of life which is lived out as an "ideal situation and condition" in the Nabelan-Kabelan myth and "an ideal person or figure" in the Naurekul myth. Through this view of eternal life, there is a "meeting point" and "difference" with the gospel message and Bible values. Because it is possible to be able to advocate and implement a contextual evangelistic approach for the Baliem people in Papua by touching and empowering their cultural values, Thus the Gospel and Christianity are not just a history or monument but are still present and change society while still paying attention to the integrity of the socio-cultural context, especially the people of Baliem, Papua.  ABSTRAKStudi ini mengungkapkan konsep etnis Baliem mengenai “hidup kekal” dan bagaimana kaitannya dengan pemberitaan Injil yang kontekstual (baik potensi maupun krisis). Penelitian dilaksanakan dengan  pendekatan kualitatif melalui metode pengamatan partisipan yang didukung dengan kajian kepada beragam literatur yang relevan dengan pembahasan mengenai konsep hidup kekal orang Baliem di Tanah Papua. Masyarakat Baliem, Papua dengan latar belakang masyarakat tradisional dengan pandangan dunia animisme memiliki pandangan hidup kekal yang dihayati sebagai “situasi dan kondisi yang ideal” pada mitos atau legenda Nabelan-Kabelan dan “pribadi atau sosok yang ideal” dalam legenda Naurekul. Melalui pandangan mengenai hidup kekal seperti ini, maka terdapat “titik temu” maupun “perbedaan” dengan berita Injil dan nilai-nilai Alkitab. Karena itu memungkinkan untuk dapat menganjurkan dan melaksanakan pendekatan kontekstualisasi Injil bagi etnis Baliem di Papua dengan menyentuh, memanfaatkan dan memberdayakan nilai budaya etnis Baliem, Dengan demikian Injil maupun kekristenan bukan hanya akan menjadi sejarah atau monumen namun akan tetap hadir dan mengubahkan masyarakat dengan tetap memperhatikan keutuhan konteks sosial budaya, khususnya etnis Baliem, Papua.