Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

DESKRIPSI POLA SALURAN TATANIAGA PALA (Myristica fraggan haitt) DI KENAGARIAN TANJUNG SANI KECAMATAN TANJUNG RAYA KABUPATEN AGAM Analia, Devi; Fairuzi, Syofyan; Tanjung, Faidil; Pimura, Ramita Sari
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 14 NO 02 2015 (SEPTEMBER)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.412 KB) | DOI: 10.31186/jagrisep.14.2.227-236

Abstract

The research purpose is to describe nutmeg’s marketing channel pattern and to identity of marketing instutional function that involves in marketing channel. This research was conducted in Juli – Augustus 2015. Location was chosen purposively with a reason that this district has the largest production in West Sumatra. The research method used is survey and descriptive analysis. The survey is doing by following marketing channel pattern that happen and observation activity that doing by farmer as producers to middlemen or finar consumers. The result shows that there are 2 patter of marketing channel in location. First pattern marketing channel : farmers – man in village. Second patter marketing channel : farmers – whole saler. Their activity according to marketing function consist of exhange function(selling and buying), phisic function (transportation, saving, sortation) and fasility (finance, market information, risk management). As important comodity that have contribute to gaverment, this comodity need goverment support to increase selling value and production. By the support it will imcrease farmers revenue.
Model Sistem Ketahanan Pangan Rumah Tangga Pedesaan Berbasis Inclusive Closed Loop Fitriana, Widya; Martius, Endry; Analia, Devi; Agustar, Asdi; Wahyuni Syarfi, Ira; Gracia Jorie, Donna; Aprilia, Dina
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 7 No. 1 (2024): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v7i1.743

Abstract

Pencapaian surplus pangan ternyata tidak otomatis mewujudkan pemenuhan hak pangan bergizi bagi masyarakat. Meningkatnya prevalensi ketidakcukupan pangan pada daerah surplus pangan mengindikasikan bahwa ketahanan pangan merupakan sistem yang kompleks, tidak hanya mencakup produksi, melainkan juga aspek distribusi, pengolahan, dan konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi format bisnis sistem pangan rumah tangga pedesaan; (2) merumuskan model sistem ketahanan pangan berbasis inclusive closed loop. Penelitian dilakukan di Kabupaten Padang Pariaman sebagai daerah surplus pangan namun juga mengalami peningkatan prevalensi ketidakcukupan pangan tahun 2022-2023. Penelitian menggunakan pendekatan Rapid Rural Appraisal (RRA) melalui komunikasi langsung secara intensif dengan key informan dari petani, masyarakat, pemerintah, swasta, Gapoktan, dan lembaga keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pangan rumah tangga memiliki tiga format bisnis yakni: (1) sistim pangan dengan proses bisnis privat yang beroperasi melalui mekanisme pasar, (2) sistim pangan dengan proses bisnis publik yang berbasis intervensi pemerintah, dan (3) sistim pangan sebagai bisnis masyarakat lokal yang berbasis pada hubungan resiprositas sosial. Ketiga sistem pangan ini eksis di masyarakat dan tidak terpisah secara ekslusif. Ketiga tipe sistem pangan ini melibatkan kemitraan multi aktor yakni petani, pemerintah, perusahaan, koperasi, dan lembaga pembiayaan. Petani sebagai faktor pengungkit utama peningkatan produktifitas. Pemerintah sebagai regulator terkait subsidi, kompensasi, insentif dan penyediaan infrastruktur. Perusahaan sebagai pendamping paraktek pertanian terbaik, Koperasi sebagai lembaga pemberdayaan petani, meningkatkan effisiensi usaha tani dan posisi tawar petani, serta lembaga keuangan sebagai penyedia bantuan modal. Kemitraan multi aktor dari hulu ke hilir yang saling terintegrasi berbasis inclusive closed loop  dapat memperkuat sistem ketahanan pangan daerah.
PERAN PENYULUH TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU PETANI DALAM PENERAPAN GAP SAYUR SEHAT DI KABUPATEN AGAM Selsabilla, Rezka; Astuti, Nuraini Budi; Analia, Devi
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 6 No. 2 (2024): August
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v6i2.524

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Agam yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menilai peran penyuluh pertanian dalam perubahan perilaku petani dalam penerapan Good Agricultural Practices (GAP) sayuran sehat. Metode penelitian adalah survey, dimana 30 orang petani dipilih secara proporsional mewakili tiga kecamatan yaitu Banuhampu, Canduang dan Sungai Pua. Data dikumpulkan dengan cara wawancara dan observasi yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian mendapatkan bahwa petani menilai penyuluh pertanian telah berperan dalam merubah perilaku petani dalam penerapan GAP sayuran sehat. Dari tiga peran yang dimainkan oleh penyuluh yaitu sebagai pendidik, peneliti dan pelatih pengambil keputusan, maka hanya peran pelatih pengambil keputusan yang dinilai masih kurang.
PENGEMBANGAN POTENSI EKOWISATA AIR TERJUN DI KECAMATAN MUNGKA KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Devi Analia; Hasnah Hasnah; Ifdal Ifdal
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v7i2.531

Abstract

Natural objects in Mungka District, Lima Puluh Kota Regency have great potential to become tourist objects that need to be developed, one of which is the Burai Waterfall Ecotourism. Burai Waterfall is still very natural and has not been touched much and has not been contaminated by non-natural materials, this allows this natural object to be developed as an ecotourism object, so that its natural conditions can be maintained. The current problem faced is that in its development efforts it is necessary to get support from the relevant local government and great support from the local community. The purpose of this activity is to create sectoral support and synergy for local government that can support the sustainability of Burai Waterfall ecotourism. The method used is the Focus Group Discussion (FGD) in gathering input from the relevant local governments. From the results of the FGD activities that have been carried out, it can be concluded that the development of waterfall ecotourism can be carried out and has the support of all relevant stakeholders. Local communities must be able to increase their participation in this ecotourism development effort. Apart from that, support and cooperation are important with the Disaster Management Agency because this service needs to assess in advance how the circumstances and conditions are likely to occur in this ecotourism development area.
REVITALISASI PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) BERBASIS MASYARAKAT DI NAGARI PANTI SELATAN KABUPATEN PASAMAN Didi Al Amin; Melinda Noer; Devi Analia
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 10, No 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v10i1.2018

Abstract

Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan salah satu strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan rumah tangga melalui pemanfaatan pekarangan secara berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Namun, implementasi program di berbagai daerah masih menghadapi tantangan, terutama terkait keberlanjutan dan partisipasi masyarakat setelah dukungan program berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program KRPL di Nagari Panti Selatan, Kabupaten Pasaman, serta merumuskan model revitalisasi berbasis masyarakat yang dapat mendukung keberlanjutan program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode evaluasi program melalui pendekatan CIPP (Context, Input, Process, Product) dan Logical Framework Analysis (LFA). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, Focus Group Discussion (FGD), dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan KRPL belum optimal, ditandai dengan rendahnya kemandirian kelompok, menurunnya partisipasi masyarakat, serta belum optimalnya pemanfaatan sarana pendukung program. Revitalisasi program diperlukan melalui penguatan kelembagaan kelompok, peningkatan intensitas pendampingan, pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan, integrasi program dengan pembangunan nagari, serta pengembangan orientasi ekonomi dari pemanfaatan pekarangan. Model revitalisasi berbasis masyarakat yang dihasilkan menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model pemberdayaan masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga secara berkelanjutan.
Studi Perbandingan Kelas Kemampuan Kelompok Wanita Tani Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Sumatera Barat Devi Analia; Meira Sutri; Rudi Febriamansyah
Jurnal Litbang Sukowati : Media Penelitian dan Pengembangan Vol 10 No 1 (2026): Vol. 10 No. 1, Mei 2026
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32630/sukowati.v10i1.2171

Abstract

This research aims to assess and analyze the comparison of the ability classes of groups of women farmers who are standing with encouragement and groups of women farmers who are standing independently in Parupuk Tabing Village, Koto Tangah District, Padang City. The data were analyzed descriptively, guided by the guidebook for assessing farmer groups' ability classes issued by the Agricultural Extension and Human Resources Development Agency Number: 168/Per/SM.170/J/11/11 Center for Agricultural Extension in 2023. The research results showed that The group of women farmers who stood up with encouragement from the government got a score of 331, while the group of women farmers who stood up independently got a score of 229. From this score, the assessment of the ability class of the farmer group, the group of women farmers who stood up with support from the government scored higher than the group of women farmers independently. This group turned out to be in the advanced or quite good category. However, there are still groups that do not have aspects of group ability, such as the ability to plan, these two groups both do not have the ability to plan.