Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

DESKRIPSI POLA SALURAN TATANIAGA PALA (Myristica fraggan haitt) DI KENAGARIAN TANJUNG SANI KECAMATAN TANJUNG RAYA KABUPATEN AGAM Analia, Devi; Fairuzi, Syofyan; Tanjung, Faidil; Pimura, Ramita Sari
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 14 NO 02 2015 (SEPTEMBER)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.412 KB) | DOI: 10.31186/jagrisep.14.2.227-236

Abstract

The research purpose is to describe nutmeg’s marketing channel pattern and to identity of marketing instutional function that involves in marketing channel. This research was conducted in Juli – Augustus 2015. Location was chosen purposively with a reason that this district has the largest production in West Sumatra. The research method used is survey and descriptive analysis. The survey is doing by following marketing channel pattern that happen and observation activity that doing by farmer as producers to middlemen or finar consumers. The result shows that there are 2 patter of marketing channel in location. First pattern marketing channel : farmers – man in village. Second patter marketing channel : farmers – whole saler. Their activity according to marketing function consist of exhange function(selling and buying), phisic function (transportation, saving, sortation) and fasility (finance, market information, risk management). As important comodity that have contribute to gaverment, this comodity need goverment support to increase selling value and production. By the support it will imcrease farmers revenue.
Model Sistem Ketahanan Pangan Rumah Tangga Pedesaan Berbasis Inclusive Closed Loop Fitriana, Widya; Martius, Endry; Analia, Devi; Agustar, Asdi; Wahyuni Syarfi, Ira; Gracia Jorie, Donna; Aprilia, Dina
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 7 No. 1 (2024): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v7i1.743

Abstract

Pencapaian surplus pangan ternyata tidak otomatis mewujudkan pemenuhan hak pangan bergizi bagi masyarakat. Meningkatnya prevalensi ketidakcukupan pangan pada daerah surplus pangan mengindikasikan bahwa ketahanan pangan merupakan sistem yang kompleks, tidak hanya mencakup produksi, melainkan juga aspek distribusi, pengolahan, dan konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi format bisnis sistem pangan rumah tangga pedesaan; (2) merumuskan model sistem ketahanan pangan berbasis inclusive closed loop. Penelitian dilakukan di Kabupaten Padang Pariaman sebagai daerah surplus pangan namun juga mengalami peningkatan prevalensi ketidakcukupan pangan tahun 2022-2023. Penelitian menggunakan pendekatan Rapid Rural Appraisal (RRA) melalui komunikasi langsung secara intensif dengan key informan dari petani, masyarakat, pemerintah, swasta, Gapoktan, dan lembaga keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pangan rumah tangga memiliki tiga format bisnis yakni: (1) sistim pangan dengan proses bisnis privat yang beroperasi melalui mekanisme pasar, (2) sistim pangan dengan proses bisnis publik yang berbasis intervensi pemerintah, dan (3) sistim pangan sebagai bisnis masyarakat lokal yang berbasis pada hubungan resiprositas sosial. Ketiga sistem pangan ini eksis di masyarakat dan tidak terpisah secara ekslusif. Ketiga tipe sistem pangan ini melibatkan kemitraan multi aktor yakni petani, pemerintah, perusahaan, koperasi, dan lembaga pembiayaan. Petani sebagai faktor pengungkit utama peningkatan produktifitas. Pemerintah sebagai regulator terkait subsidi, kompensasi, insentif dan penyediaan infrastruktur. Perusahaan sebagai pendamping paraktek pertanian terbaik, Koperasi sebagai lembaga pemberdayaan petani, meningkatkan effisiensi usaha tani dan posisi tawar petani, serta lembaga keuangan sebagai penyedia bantuan modal. Kemitraan multi aktor dari hulu ke hilir yang saling terintegrasi berbasis inclusive closed loop  dapat memperkuat sistem ketahanan pangan daerah.
PERAN PENYULUH TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU PETANI DALAM PENERAPAN GAP SAYUR SEHAT DI KABUPATEN AGAM Selsabilla, Rezka; Astuti, Nuraini Budi; Analia, Devi
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 6 No. 2 (2024): August
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v6i2.524

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Agam yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menilai peran penyuluh pertanian dalam perubahan perilaku petani dalam penerapan Good Agricultural Practices (GAP) sayuran sehat. Metode penelitian adalah survey, dimana 30 orang petani dipilih secara proporsional mewakili tiga kecamatan yaitu Banuhampu, Canduang dan Sungai Pua. Data dikumpulkan dengan cara wawancara dan observasi yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian mendapatkan bahwa petani menilai penyuluh pertanian telah berperan dalam merubah perilaku petani dalam penerapan GAP sayuran sehat. Dari tiga peran yang dimainkan oleh penyuluh yaitu sebagai pendidik, peneliti dan pelatih pengambil keputusan, maka hanya peran pelatih pengambil keputusan yang dinilai masih kurang.
PENGEMBANGAN POTENSI EKOWISATA AIR TERJUN DI KECAMATAN MUNGKA KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Devi Analia; Hasnah Hasnah; Ifdal Ifdal
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v7i2.531

Abstract

Natural objects in Mungka District, Lima Puluh Kota Regency have great potential to become tourist objects that need to be developed, one of which is the Burai Waterfall Ecotourism. Burai Waterfall is still very natural and has not been touched much and has not been contaminated by non-natural materials, this allows this natural object to be developed as an ecotourism object, so that its natural conditions can be maintained. The current problem faced is that in its development efforts it is necessary to get support from the relevant local government and great support from the local community. The purpose of this activity is to create sectoral support and synergy for local government that can support the sustainability of Burai Waterfall ecotourism. The method used is the Focus Group Discussion (FGD) in gathering input from the relevant local governments. From the results of the FGD activities that have been carried out, it can be concluded that the development of waterfall ecotourism can be carried out and has the support of all relevant stakeholders. Local communities must be able to increase their participation in this ecotourism development effort. Apart from that, support and cooperation are important with the Disaster Management Agency because this service needs to assess in advance how the circumstances and conditions are likely to occur in this ecotourism development area.
Pendekatan SWOT dalam Strategi Pengembangan Usaha Keripik Kentang Bakti Rizky di Kota Padang (Meningkatkan Daya Saing Wilayah melalui Teknologi Pemasaran) Fathinah Sifa Zahra Fathinah Sifa Zahra; Devi Analia; Widya Fitriana
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 9 No. 6 (2024)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v9i6.1413

Abstract

This research aims to analyze internal and external factors that affect the development of the potato chip business and formulate a strategy that can improve its performance. This research was conducted on February 16, 2024-March 16, 2024. This qualitative research uses case study observation and interview methods. Qualitative analysis will be done by describing the conditions and explaining the facts in the Bakti Rizky potato chip business in Padang City and the right strategy for the Bakti Rizky potato chip business. Quantitative analysis in this study is the calculation of IFE, EFE, and QSPM. The results showed that the strategic internal environment of Bakti Rizky's potato chip business in Padang City had strengths and weaknesses. In the external environment, namely opportunities and threats. The results of strategy formulation with SWOT analysis are as follows: (1) Maintaining affordable selling prices for all groups and increasing business scale through increasing production volumes accompanied by expanding product marketing by utilizing more modern technology (2) Increasing marketing efforts by utilizing information technology and cooperating with related agencies for training, promotion, packaging design, exhibitions and improving product quality through modern processing (3) Cooperate with raw material suppliers and increase consumer confidence by maintaining quality raw materials, despite the increase in raw material prices (4) Make product innovations in the form of attractive packaging and flavor variations such as spicy and cheese flavors to increase public buying interest and differentiate from competitors. The results of the QSPM analysis, which is a priority strategy, are increasing marketing efforts by utilizing information technology and collaborating with related agencies for training, promotion, packaging design, exhibitions, and improving product quality through modern processing.
REVITALISASI PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) BERBASIS MASYARAKAT DI NAGARI PANTI SELATAN KABUPATEN PASAMAN Didi Al Amin; Melinda Noer; Devi Analia
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 10, No 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v10i1.2018

Abstract

Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan salah satu strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan rumah tangga melalui pemanfaatan pekarangan secara berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Namun, implementasi program di berbagai daerah masih menghadapi tantangan, terutama terkait keberlanjutan dan partisipasi masyarakat setelah dukungan program berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program KRPL di Nagari Panti Selatan, Kabupaten Pasaman, serta merumuskan model revitalisasi berbasis masyarakat yang dapat mendukung keberlanjutan program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode evaluasi program melalui pendekatan CIPP (Context, Input, Process, Product) dan Logical Framework Analysis (LFA). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, Focus Group Discussion (FGD), dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan KRPL belum optimal, ditandai dengan rendahnya kemandirian kelompok, menurunnya partisipasi masyarakat, serta belum optimalnya pemanfaatan sarana pendukung program. Revitalisasi program diperlukan melalui penguatan kelembagaan kelompok, peningkatan intensitas pendampingan, pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan, integrasi program dengan pembangunan nagari, serta pengembangan orientasi ekonomi dari pemanfaatan pekarangan. Model revitalisasi berbasis masyarakat yang dihasilkan menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model pemberdayaan masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga secara berkelanjutan.
Studi Perbandingan Kelas Kemampuan Kelompok Wanita Tani Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Sumatera Barat Devi Analia; Meira Sutri; Rudi Febriamansyah
Jurnal Litbang Sukowati : Media Penelitian dan Pengembangan Vol 10 No 1 (2026): Vol. 10 No. 1, Mei 2026
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32630/sukowati.v10i1.2171

Abstract

This research aims to assess and analyze the comparison of the ability classes of groups of women farmers who are standing with encouragement and groups of women farmers who are standing independently in Parupuk Tabing Village, Koto Tangah District, Padang City. The data were analyzed descriptively, guided by the guidebook for assessing farmer groups' ability classes issued by the Agricultural Extension and Human Resources Development Agency Number: 168/Per/SM.170/J/11/11 Center for Agricultural Extension in 2023. The research results showed that The group of women farmers who stood up with encouragement from the government got a score of 331, while the group of women farmers who stood up independently got a score of 229. From this score, the assessment of the ability class of the farmer group, the group of women farmers who stood up with support from the government scored higher than the group of women farmers independently. This group turned out to be in the advanced or quite good category. However, there are still groups that do not have aspects of group ability, such as the ability to plan, these two groups both do not have the ability to plan.
Competitiveness of Indonesia’s Gambier Exports in the Indian Market: A VECM Analysis Hasnah, Hasnah; Syafitri, Deolsha; Analia, Devi
International Journal of Agricultural Sciences Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ijasc.10.1.1-8.2026

Abstract

This study aims to: (1) describe the development of Indonesia’s gambier exports, (2) assess the competitiveness of Indonesian gambier exports in the Indian market, and (3) identify the factors influencing this competitiveness (HS Code 320190). A quantitative approach is employed using time-series data from 1999 to 2024, obtained from Statistics Indonesia (BPS), the International Trade Centre (ITC), UN Comtrade, and Bank Indonesia. Export competitiveness is measured using the Revealed Comparative Advantage (RCA) index, while its determinants are analyzed using a Vector Error Correction Model (VECM). The findings show that Indonesia’s gambier exports to India have fluctuated over time but display a long-term upward trend. The RCA values consistently exceed one and fall within the category of strong comparative advantage (RCA > 4), indicating a high level of competitiveness. In fact, the RCA values range from approximately 21.23 to 38.25, demonstrating Indonesia’s dominant position as the primary supplier of gambier in the Indian market. The VECM results reveal that, in the long run, export volume, Indonesian gambier export prices, global gambier export prices, export prices of competing countries (Italy and Singapore), and the exchange rate significantly affect export competitiveness. In contrast, short-run adjustments toward equilibrium occur relatively slowly.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA NYARAI, KABUPATEN PADANG PARIAMAN Reghina Putri Nabillah; Erwin Erwin; Devi Analia
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 3 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i3.888

Abstract

ABSTRACTCommunity-based tourism development is a vital strategy to enhance community welfare while preserving natural resources and local cultural heritage. Nyarai Tourism Village in Padang Pariaman Regency is widely recognized for its ecotourism potential and has received numerous awards at provincial, national, and international levels. Nevertheless, its development still faces challenges, particularly related to human resource capacity, coordination among stakeholders, and the sustainability of community participation. This study aims to identify the tourism potential and attractions of Nyarai Tourism Village and to analyze the forms, levels, and stages of community participation in its development. A mixed methods approach was employed, involving participatory observation, in-depth interviews, documentation, and Likert-scale questionnaires. Informants included Pokdarwis administrators, community business groups, traditional leaders, youth, MSME actors, and government officials. Quantitative analysis shows that the level of community participation is categorized as high, with an average score of 236.7, indicating strong involvement across planning, implementation, utilization, and evaluation stages. Qualitative analysis further reveals that participation is influenced by local social cohesion, customary values, leadership roles, and economic motivations, referring to Cohen & Uphoff’s participation theory and the concept of community empowerment. The findings provide a comprehensive overview of tourism potential, community contributions, and both driving and inhibiting factors, serving as a basis for strengthening local capacity, enhancing stakeholder collaboration, and promoting sustainable community-based tourism development.Keywords:       Tourism Attraction Potential; Community Participation; Tourism Village Development ABSTRAKPengembangan desa wisata berbasis komunitas menjadi strategi penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan alam dan budaya lokal. Desa Wisata Nyarai di Kabupaten Padang Pariaman telah dikenal luas dengan potensi ekowisata dan memperoleh berbagai penghargaan di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. Meskipun demikian, pengembangannya masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan kualitas sumber daya manusia, lemahnya koordinasi antaraktor, serta keberlanjutan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan daya tarik wisata Desa Wisata Nyarai serta menganalisis bentuk, tingkat, dan tahapan partisipasi masyarakat dalam proses pengembangannya. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner skala Likert. Informan penelitian meliputi pengurus Pokdarwis, kelompok usaha masyarakat, tokoh adat, pemuda, pelaku UMKM, dan pejabat dinas terkait. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata skor sebesar 236,7, yang mencerminkan keterlibatan aktif masyarakat pada tahap perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan, dan evaluasi. Analisis kualitatif mengungkap bahwa partisipasi tersebut dipengaruhi oleh ikatan sosial masyarakat, nilai adat, peran kepemimpinan lokal, serta motivasi ekonomi, dengan merujuk pada teori partisipasi Cohen & Uphoff dan konsep pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini memberikan gambaran komprehensif mengenai potensi wisata, kontribusi masyarakat, serta faktor pendorong dan penghambat, sebagai dasar perumusan strategi penguatan kapasitas lokal dan pembangunan desa wisata berkelanjutan berbasis komunitas masyarakat, serta faktor pendorong dan penghambat, sebagai dasar strategi pembangunan destinasi berkelanjutan berbasis komunitas.Kata kunci:       Daya Tarik Potensi Wisata; Partisipasi Masyarakat; Pengembangan Desa Wisata
Revitalisasi Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (Krpl) Berbasis Masyarakat di Nagari Panti Selatan Kabupaten Pasaman: Revitalization of the Community-Based Sustainable Food House Area Program (KRPL) in Nagari Panti Selatan, Pasaman Regency Didi Al Amin; Melinda Noer; Devi Analia
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/cd3tw764

Abstract

The Sustainable Food House Area (KRPL) program is one of the government's strategies to strengthen household food security through sustainable and community-based utilization of home yards. However, its implementation in various regions still faces challenges, particularly in terms of sustainability and community participation after program support declines. This study aims to evaluate the implementation of the KRPL program in Nagari Panti Selatan, Pasaman Regency, and to formulate a community-based revitalization model to enhance its sustainability. This research employs a descriptive qualitative approach using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model and Logical Framework Analysis (LFA). Data were collected through in-depth interviews, observations, Focus Group Discussions (FGD), and document analysis. The results indicate that the implementation of the KRPL program has not been optimal, as reflected in the low level of group independence, declining community participation, and suboptimal utilization of program support facilities. Stakeholder analysis reveals an imbalance in roles and influence among actors, with the Women Farmer Groups (KWT) as the main implementers having high interest but limited influence in program decision-making. Based on the LFA, the root causes are dependency on external assistance, weak institutional capacity, and insufficient integration of the program into village development policies. Program revitalization is necessary through strengthening group institutions, increasing the intensity of assistance, implementing continuous monitoring and evaluation, integrating the program into village development, and developing economic-oriented activities from yard utilization. The proposed community-based revitalization model emphasizes the importance of stakeholder synergy in improving the effectiveness and sustainability of the program. This study contributes to the development of community empowerment models to support sustainable household food security. Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan salah satu strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan rumah tangga melalui pemanfaatan pekarangan secara berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Implementasi program di berbagai daerah masih menghadapi tantangan, terutama terkait keberlanjutan dan partisipasi masyarakat setelah dukungan program berkurang. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program KRPL di Nagari Panti Selatan, serta merumuskan model revitalisasi berbasis masyarakat yang dapat mendukung keberlanjutan program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode evaluasi program melalui pendekatan CIPP (Context, Input, Process, Product) dan Logical Framework Analysis (LFA). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, Focus Group Discussion (FGD), dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan KRPL belum optimal, ditandai dengan rendahnya kemandirian kelompok, menurunnya partisipasi masyarakat, serta belum optimalnya pemanfaatan sarana pendukung program. Analisis stakeholder menunjukkan adanya ketimpangan peran dan pengaruh antar aktor, dengan KWT sebagai pelaksana utama yang memiliki kepentingan tinggi namun pengaruh terbatas dalam pengambilan keputusan program. Berdasarkan analisis LFA, akar permasalahan utama adalah ketergantungan terhadap bantuan eksternal, lemahnya kapasitas kelembagaan, dan kurangnya integrasi program dalam kebijakan pembangunan nagari. Revitalisasi program diperlukan melalui penguatan kelembagaan kelompok, peningkatan intensitas pendampingan, pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan, integrasi program dengan pembangunan nagari, serta pengembangan orientasi ekonomi dari pemanfaatan pekarangan. Model revitalisasi berbasis masyarakat yang dihasilkan menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model pemberdayaan masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga secara berkelanjutan.