Claim Missing Document
Check
Articles

METODA TERINTEGRASI PENYUSUNAN RENCANA TEKNOLOGI INFORMASI Basuki Rahmad
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.338 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss2.2018.162

Abstract

[Id]Paper ini ditujukan untuk mengusulkan metoda terintegrasi penyusunan rencana teknologi informasi (TI), mencakup arsitektur dan tata kelola TI. Metoda-metoda perencanaan TI yang ada saat ini secara umum terbagi dalam dua kelompok terpisah, yaitu perencanaan arsitektur dan perencanaan Tata Kelola TI. Dikotomi metoda ini memiliki potensi risiko ketidaktepatan strategi dan sumberdaya dalam mengimplementasikan rancangan arsitektur TI, sehingga realisasi value dari implementasi TI tidak optimal. Metoda yang diusulkan terdiri dari empat tahapan: assessment, visioning, design dan roadmap. Pada tahapan assessment, perbaikan yang diusulkan adalah mengaitkan antara ketercapaian kontribusi value bisnis dan korelasinya dengan tingkat kematangan TI. Pada tahapan visioning, perbaikan yang diusulkan adalah pendekatan berbasis kapabilitas untuk pada domain arsitektur teknis dan tata kelola, yang akan menjadi rujukan dalam tahapan design. Pada tahapan design, perbaikan yang diusulkan ditekankan pada identifikasi model operasi TI yang tepat untuk merealisasikan desain enterprise architecture. Pada tahapan roadmap, perbaikan yang diusulkan ditekankan pada sinkronisasi pencapaian arsitektur dan ketepatan strategi sumberdaya pada komponen-komponen tata kelola seiring dengan peningkatan kematangan tata kelola. Metoda ini memberikan alternatif architecture view yang terintegrasi dan kuat tentang strategi merealisasikan arsitektur enterprise.Kata kunci : Rencana Strategis TI, Master Plan TI, Arsitektur Enterprise, Tata Kelola TI[En]This paper is aimed to propose the integrated method of information technology (IT) planning development, covering IT Architecture & IT Governance. In general, the current methods are separated between both. That dichotomy has a potential risk of inaccuracy of strategy and resource allocation in implementing IT Archicture Design. And finally, the potential value of IT Architecture is not optimal. The proposed method consists of four stages: assessment, visioning, design and roadmap. At the assessment stage, the proposed improvement is to link between the achievement of the business value contribution and its correlation with the level of IT maturity. At the stage of visioning, the proposed improvement is a capability-based approach to the domain of technical architecture and governance, which will be a reference in the design stage. At the design stage, the proposed improvements emphasize the identification of the right IT operation model for the realization of enterprise architecture design. At the roadmap stage, the proposed improvements are emphasized on synchronizing architectural achievements and the timeliness of resource strategies on governance components in line with improved governance maturity. This method provides an integrated and robust architecture view alternative to the strategy of realizing enterprise architecture.
ANALISIS MIKROSKOPIS SULFUR DAN FASIES BATUBARA SEAM-X MUARA WAHAU, KUTAI TIMUR, KALIMANTAN TIMUR Basuki Rahmad; Ediyanto Ediyanto; Abi Zarkasyi
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1974

Abstract

Lokasi penelitian terletak di sisi barat Sungai Wahau, daerah Muara Wahau, Kalimantan Timur. Formasi pembawa batubara adalah Formasi Wahau, berumur Oligosen-Miosen Awal diendapkan di sistem delta plain. Berdasarkan mikroskopi, komposisi maseral batubara Muara Wahau adalah vitrinite antara 73,4% - 88,0%; liptinite 0,6% - 4,0%; inertinite 6,4% - 34,0%; sclerotinite 5,2% - 23,6% dan mineral matter 2,0% - 8,8% dengan nilai reflektan vitrinite antara 0,44 – 0,45 % (Rr) termasuk peringkat batubara sub-bituminus. Sampel batubara Seam-2 diambil langsung dari inti bor IB-001 dengan metoda ply by ply, sedang analisis laboratorium dilakukan dengan mikroskopis poles batubara guna mengidentifikasi karakteristik sulfur pyrite dalam batubara Seam-2. Hasil analisa mikroskoskopis secara vertikal kandungan sulfur pyrite berbentuk framboidal (koloni) adalah mengalami perubahan yang bervariasi/beragam berkisar 0,2–4,4. Berdasarkan analisis fasies dari maseral batubara, pembentukan sulfur  pyrite framboidal batubara Seam-2 berada pada kondisi pasang-surut (limnik-telmatik/oxic-anoxic) pada hutan rawa basah sebagai sulfur anorganik sedangkan kondisi anoxic sedangkan aktifitas bakteri menghasilkan sulfur organik
MODEL PENENTUAN DAERAH RESAPAN AIR KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN MENGGUNAKAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI Muhammad Ruslan; Syama’ani Syama’ani; Basuki Rahmad; M. Hardimansyah
Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 3 Edisi November 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1732.818 KB) | DOI: 10.20527/jht.v1i3.1538

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi sebaran kondisi daerah resapan air Kota Banjarbaru berdasarkan kondisi saat ini, penentuan daerah-daerah yang akan ditetapkan sebagai zona-zona resapan air Kota Banjarbaru menggunakan pemodelan spasial. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan ekstraksi data spasial, kemudian menentuan titik sampel survey lapangan, melaksanakan survey lapangan, melakukan pengolahan data lapangan, kemudian membuat pemodelan spasial sebaran kondisi daerah resapan air dengan pemberian skor data permeabilitas tanah, data kelerengan, dan data curah hujan. Pemodelan spasial zonasi daerah resapan air dengan melakukan tumpang susun (overlay) data spasial RTRWK, Curah Hujan, Debit Air, Permeabilitas, Kelerengan, Arah Lereng, Ketinggian, dan Daerah Tangkapan Air. Penentuan zona prioritas daerah resapan air menggunakan metode kombinasi skoring dan aritmatik. Hasil penelitian menunjukan resapan air di Kota Banjarbaru dalam kondisi baik (80%), sementara  yang sudah dalam kondisi sangat kritis (20%). Secara keseluruhan, zona resapan air Kota Banjarbaru dapat diklasifikasikan menjadi zona prioritas I sebesar 22,99%, zona prioritas II sebesar 13,90%, kemudian dan  zona prioritas III sampai dengan V (5,13%) sedangkan 57,96% tidak diprioritaskan sebagai zona resapan air.Kata Kunci  : pemodelan data spasial, resapan air dan zona prioritas
Pembentukan Silicified Wood (Silicified Coal) di Lapisan Batubara Seam-1 dan Dampak Operasional Penambangan, Daerah Muara Wahau, Kab. Kutai Timur, Kalimantan Timur Basuki Rahmad
Retii 2021: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-16
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Target penelitian ini adalah membahas terjadinya silicified wood (silicified coal) yang terdapat di lapisan batubara Seam-1 dan Seam-2, serta dampak alat berat yang menggali lapisan batubara tersebut. Dengan demikian penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan ketika proses operasional penambangan berlangsung. Data silicified wood ditemukan di lapangan di dalam Seam-1 berbentuk bongkah bulat batang kayu tersilisifikasikan (silisified wood) berukuran diameter 30 cm dan bongkah persegi batang kayu tersilisifikasikan berukuran 20cmx60 cm. Jejak jaringan serat kayu masih tampak dipermukaan bongkah-bongkah silisified wood tersebut, demikian juga dari kenampakan mikroskopis terlihat jaringan kayu dan kuarsa hasil proses silisifikasi. Sumber data berasal dari inti bor BR-001, Seam-1 (tebal 40 m) ditemukan di kedalaman 11.40 m – 51.40 m, sedangkan Seam-2 (tebal 27 m) ditemukan di kedalaman 59.10 m – 88.20 m. Sampel batulempung diambil di kedalaman 9.30 – 9.35m; 55.80 – 55.85 m; 72.80 m– 72.85 m; 102.20 m – 1 02.25 m dan 123.45 m – 123.50m. Berdasarkan analisa XRD dari semua sampel batulempung, secara umum mineral lempung yang hadir adalah kaolinite, montmorillonite dan kristobalite. Mineral lempung tersebut terjadi pada kondisi lingkungan pH asam pada temperatur berkisar 100o – 120o C. Pembentukan silicified wood dalam Seam-1 disebabkan oleh proses pengendapan koloid silika dari kaolin dalam batulempung tufaan sebagai sedimen roof lapisan batubara seam-1 dan koloid silika masuk ke dalam rongga pori jaringan serat kayu dari arang kayu (charcoal) tersebut menjadi menjadi silicified coal. Kondisi ini terjadi ketika proses pembatubaraan berlangsung.Kehadiran silisicied wood dengan kuat tekan yang bervariasi antara 7407,25 kpa - 22.487,28 kpa dapat merusak gigi excavator dan gigi crusher ketika operasional penambangan dan prosesing batubara berlangsung, untuk itu disarankan perlu dilakukan investigasi di ROM tambang dan front tambang.
Cut-Off Determination Based On Well Log and Economics, Betung Field Jambi Sub-Basin, South Sumatera Basin Aisyah Indah Irmaya; Basuki Rahmad; Deddy Kristanto; Aris Buntoro
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jo.v6i2.1456

Abstract

The Betung Field is one of the oil and gas fields located in the Jambi Sub-Basin, South Sumatra Basin with the target of the Air Benakat Formation sandstone reservoir. The cut off value is determined based on the character of the reservoir to eliminate non-contributing rock volumes. Economically, the cut-off value of oil production can be calculated by oil prices and budgeted total costs. There are 4 layers (L-2, L-3, L-4 and L-5), where Layer 5 (L-5) is the research focus in the cut-off determination method. The methodology in this cut-off study used qualitative and quantitative analysis in three (3) wells out of ten (10) wells L-5 in the Betung Field. The primary data used are well logs, production data and economic data. The well log data is processed to obtain the petrophysical value of the wells. The petrophysical results will be analyzed and the cut-off will be determined for each well and layer in L-5. Production and economic data are processed to obtain cut-off clay content (Vclay) which aims to strengthen the cut-off results from petrophysical yields. Based on the results of calculations and analysis, layer five (1-5), the Betung Field has a cut-off clay content (Vclay) < 34.2%; porosity > 15.8%, water saturation < 83.3%. 
Perancangan Enterprise Architecture E-commerce Pada Bagian Payment Di Pt Xyz Menggunakan Framework Togaf Adm Rini Setyaningsih; Irfan Darmawan; Basuki Rahmad
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan bisnis yang disertai dengan adanya teknologi informasi merupakan suatu hal penting bagi perusahaan untuk membuka peluang bisnis yang baru. PQR merupakan salah satu situs yang bergerak pada peluang bisnis E-Commerce, PQR berada dibawah kepemilikan PT. XYZ. Sesuai dengan motto PQR yaitu memberikan layanan E-Commerce dengan menawarkan kenyamanan, kemudahan, serta keamanan dalam berbelanja produk-produk yang dijual secara elektronik. PQR memiliki aktivitas front-end dan back-end yang mendukung berjalannya suatu E-Commerce. Salah satu aktivitas back-end yang membantu menghasilkan pendapatan terbesar PQR adalah payment. Payment merupakan serangkaian aktivitas yang dimulai pada saat customer melakukan pembayaran sampai hasil pembayaran tersebut diterima oleh PQR dan pengiriman pembayaran produk kepada merchant (settlement). Untuk meningkatkan pelayanan payment terhadap customer, PQR mengembangkan sistem payment sebagai pendukung utama proses bisnis, serta membidik peluang sumber pendapatan baru bagi PQR. Sebelum melakukan pengembangan sistem payment yang tepat, perlu dilakukan perencanaan dan perancangan enterprise architecture. Enterprise architecture merupakan kegiatan perancangan arsitektur untuk mendukung proses bisnis PQR dengan memanfaatkan pengorganisasian berbagai arsitektur. Kerangka kerja yang digunakan dalam melakukan perancangan enterprise architecture pada penelitian ini adalah TOGAF ADM, dengan fokus perancangan pada fase persiapan, arsitektur visi, arsitektur bisnis, arsitektur informasi, dan arsitektur teknologi. Kata kunci : Arsitektur Enterprise, E-Commerce, Payment, TOGAF ADM Abstract
Implementasi Dan Penilaian Risk Assessment Atas Infrastruktur Teknologi Informasi Di Pt. Xyz Menggunakan Framework Cobit 5 Panji Permana Syahid; Rohmat Saedudin; Basuki Rahmad
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak sebagai penyedia produk-produk elektronika industri dan prasarana serta infrastruktur yang luas. Dalam kegiatan operasionalnya, tentunya didukung Teknologi Informasi yang dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing perusahaan. PT. XYZ memiliki aset TI utama yang perlu dilindungi untuk menjaga fungsi hubungan dengan proses bisnis yang berjalan. Dalam perlindungan aset TI, perlu diketahui ancamanancaman yang mungkin terjadi dan menilai kontrol yang sudah ada untuk mengurangi dampak negatif dari risiko. PT. XYZ memiliki penerapan risk assessment dalam pengelolaan TI dan proses bisnis pada tiap divisi terkait. Akan tetapi, penerapan tersebut belum sepenuhnya menilai adanya ancaman pada aset TI dan menilai seberapa jauh kontrol yang sudah ada dapat mengurangi ancaman yang akan datang serta dampaknya. Maka dari itu, diperlukan implementasi dan penilaian risk assessment di PT. XYZ untuk menjaga fungsi TI dalam kegiatan operasionalnya. implementasi dan penilaian risk assessment terhadap infrastruktur TI dilakukan menggunakan framework COBIT 5 for risk yang difokuskan untuk melakukan pengelolaan/kontrol terhadap risiko TI. Penerapan risk assessment dilakukan dengan mengacu pada risk scenario dan control objective pada COBIT 5 for risk. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi risk scenario pada aset TI berdasarkan penilaian kontrol yang ada dengan control objective pada COBIT 5 for risk, selanjutnya menentukan risk treatment yang disesuaikan dengan keputusan perusahaan sebagai kontrol untuk menjaga kemungkinan ancaman dan dampak yang terjadi. Hasil pada penelitian ini berupa rekomendasi implementasi dan penilaian risk assessment berupa risk potential dan risk treatment, sehingga diharapkan implementasi dan penilaian risk assessment yang mengacu pada COBIT 5 for risk dapat diterapkan pada PT. XYZ dalam melakukan kontrol sebagai pengelolaan pada aset TI. Kata Kunci: COBIT 5 for risk, risk assessment, risk scenario, control objective, risk potential, risk treatment Abstract PT. XYZ is a company engaged as a provider of industrial electronics products and infrastructure and extensive infrastructure. In its operational activities, of course, supported by Information Technology that can increase the added value and competitiveness of the company. PT. XYZ has major IT assets that need to be protected to maintain the functionality of relationships with running business processes. In the protection of IT assets, keep in mind possible threats and assess existing controls to reduce the negative impact of risk. PT. XYZ has the application of risk assessment in the management of IT and business processes in each related division. However, the application has not fully assessed the threat to IT assets and assesses how far existing controls can reduce future threats and their impacts. Therefore, it is necessary to design and assess risk assessment in PT. XYZ to maintain IT function in its operational activities. The design and assessment of risk assessment on the IT infrastructure is carried out using the COBIT 5 for risk framework that is focused on managing / controlling IT risks. Implementation of risk assessment is done by referring to risk scenario and control objective in COBIT 5 for risk. This study was conducted by identifying risk scenarios on IT assets based on the assessment of existing controls with control objectives in COBIT 5 for risk, subsequently determining risk treatments tailored to corporate decisions as controls to safeguard possible threats and impacts. The results of this study are recommendations on the implementation and assessment of risk assessment in the form of risk potential and risk treatment, so it is expected that the implementation and assessment of risk assessment referring to COBIT 5 for risk can be applied to PT. XYZ in control as management of IT assets. Keywords: COBIT 5 for risk, risk assessment, risk scenario, control objective, risk potential, risk treatment
Perancangan Enterprise Architecture Fungsi Human Resources Development Dan Pengadaan Barang Menggunakan Framework Togaf Adm Pada Pt. Herona Express Hendrik Hendriana Firmansyah; Yuli Adam Prasetyo; Basuki Rahmad
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Herona Express merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa pelayanan pengiriman barang melalui kereta api dan truck box. Pada fungsi Human Resources Development permasalahan yang terjadi yaitu semakin banyaknya pegawai perusahaan dengan total jumlah pegawai mencapai 650 orang, kegiatan bisnis yang kurang efektif dan efisien terkait proses penggajian pegawai, penilaian kinerja, perekturan pegawai, dan pengajuan izin cuti pegawai memungkinkan terjadinya redudancy data, tempat penyimpanan data yang kurang terpusat, dan kegiatan bisnis yang kurang optimal, maka diperlukan keselarasan antara SI dan TI. Pada fungsi pengadaan barang tidak adanya management pengadaan barang perusahaan. Sesuai dengan permasalahan yang terjadi maka perusahaan seharusnya memilik rancangan Enterprise Architecture. Aplikasi internal dan website merupakan usulan yang akan diguanakan untuk mendukung kegiatan bisnis perusahaan. Analisis dan perancangan enterprise architecture menggunakan framework TOGAF ADM. TOGAF ADM merupakan metode yang digunakan untuk merancang enteprise archiecture. Proses perancangan menggunakan TOGAF ADM terdiri dari tahapan-tahapan yang dibutuhkan dalam pengembangan arsitektur enterprise meliputi Preliminary Phase, Architecture Vision, Business Architecture, Information System Architecture, Technology Architecture, Opportunities and Solutions untuk mendukung rancangan enterprise yang menjadi target perusahaan. Hasil dari perancangan berupa model bisnis target yang diusulkan dan artefak dari masing-masing tahapan mulai dari Preliminary Phase sampai Technology Architecture. Perancangan enterprise architecture diharapkan dapat mengatasi permasalahan. Kata Kunci : Enterprise Architecture, TOGAF ADM, Aplikasi Internal dan website, PT. Herona Express
Audit Security Services Pada Pt. Xyz Aulia Primadani; Basuki Rahmad; M. Teguh Kurniawan
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Untuk mengetahui apakah layanan keamanan informasi yang terdapat pada PT. XYZ sudah memenuhi kriteria atau belum dilakukan penelitian audit terhadap layanan keamanan informasi pada PT. XYZ. Penelitian yang dilakukan meliputi layanan perlindungan terhadap malware, pengelolaan jaringan dan konektivitas jaringan, pengelolaan keamanan endpoints, pengelolaan identitas pengguna dan akses logik, pengelolaan akses fisik dan aset TI dan perhitungan capability level pada setiap layanan keamanan yang telah diterapkan pada PT. XYZ. Penelitian audit yang dilakukan melakukan framework COBIT 5 dan INTOSAI. Kata kunci : COBIT 5, INTOSAI, Audit Security Services, Capability Level
Perancangan Enterprise Architecture E-commerce Pada Bagian Shipping And Warehouse Di Pt. Xyz Menggunakan Framework Togaf Adm Chintamy Christini; Liane Okdinawati; Basuki Rahmad
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-PT XYZ adalah salah satu enterprise terkemuka di Indonesia yang memiliki lini bisnis baru yaitu e-commerce yang bernama PQR. Untuk mendukung PQR agar dapat memberikan keuntungan bagi PT XYZ, dibutuhkan front-end dan back-end yang berjalan dengan baik. Pada penelitian ini, bagian yang dibahas adalah shipping dan warehouse yang merupakan back-end dari PQR yang masih memiliki beberapa masalah berupa layanan pengiriman hanya terdapat 1 jenis, ketidaktepatan waktu pengiriman, belum adanya gudang, dan kurangnya integrasi antar bagian. Untuk merancang konsep yang baik mengenai shipping dan warehouse, maka dibutuhkan Enterprise Architecture (EA) sebagai ilmu yang dapat mengintegrasikan teknologi dan bisnis. Perancangan EA membutuhkan sebuah tool dalam bentuk framework agar dapat memberikan gambaran yang jelas dari konsep bisnis dan teknologi yang dirancang. Framework yang digunakan adalah TOGAF ADM dimana memiliki kelebihan bahwa arsitek EA dapat memilih aktivitas yang akan dikerjakan secara bebas. Fase yang dirancang pada penelitian ini mulai dari fase A (Architecture Vision) hingga D (Technology Architecture) yang menghasilkan artifak-artifak yang dapat menjadi dasar pengembangan dan integrasi antar fungsi bisnis pada PQR terkhususnya pada bagian shipping dan warehouse. Kata kunci : enterprise architecture, e-commerce, shipping, warehouse, TOGAF ADM
Co-Authors Abi Zarkasyi Agus Haris Widayat Ahmad Saleh Aisyah Indah Irmaya Ajeng Citra Rizkyanur Ari Saputra, Ari Aris Buntoro Asvic Helida, Asvic Aulia Primadani Badriah, Dina Bambang Eka Purnama Batubara, Mustopa Marli Buntoro, Aris Chintamy Christini Chintamy Christini Chintamy Christini Chintamy Christini Chintamy Christini, Chintamy Deddy Kristanto Dita Antari Setyaningsih Dwi Fitri Yudiantoro Ediyanto Ediyanto Elfama, Yudha Fauziah, Rainy Happy Shahisa Fitri Febriana Purba Fitri Febriana Purba, Fitri Febriana Fitriani Fitriani, Eka Yuliana Hannan, Mukhlis Hendrasarie, Novirina Hendrik Hendriana Firmansyah Heru Asbi Rahmanda I Wayan Sadia Ian Fahmi Nugraha Ibnu Yazid Ikhwana Intan Paramita Haty Irfan Darmawan Irwan, Raden Jamhari Jamhari Kadek Rihendra Dantes Komang Anggayana Kristanto, Dedy Lanusgana Amerta Liane Okdinawati Liane Okdinawati LIANE OKDINAWATI, LIANE Lucyana Lukman Abdurrahman Luthfi Ramadani M. Hardimansyah M. Teguh Kurniawan Mirzam Abdurrachman Muhammad Nurcholis Muhammad Ruslan Muhammad Ruslan Muhammad Yusup Murtado, Ade Nararya, Sabil Natalia, Anita Nelsa , Putri Neni Marlina Nur Trilita, Minarni Nurhayati Damiri Oskar Halomoan Manalu Pangaribuan, Zekson Panji Permana Syahid Permana, Deddy Prawido Utomo Putri Myke Wahyuni Raden Iin Siti Aminah Radityo Prakoso Rahim, Supli Ramadhani , Lutfi Rani Auliya Syafrudin Rani Auliya Syafrudin, Rani Auliya Rd. Rohmat Saedudin Rini Setyaningsih Rini Setyaningsih Rini Setyaningsih Rini Setyaningsih Rini Setyaningsih Riska Puspita Sari, Riska Puspita Rosita Sapsidi, Herlianto Siregar, Anggi Deliana Soesilo, Joko Sri Haryani Br. Manjuntak Sugeng Raharjo sugeng raharjo SUPLI EFFENDI RAHIM Supli, Nur Aslamiah Syama’ani Syama’ani Temmy Wikaningrum Umar unan Kurnia Septo Hediyanto Umar unan Kurnia Septo Hediyanto, Umar unan Kurnia Septo Warsono Warsono Widayat, Agus Haris Winanda, Lutgardis Dianika Yody Rizkianto Yuli Adam Prasetyo Yuli Prasetyo Yuliarsono, Alifian Yuni Prihadi Utomo Zarkasyi, Abi