Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi Batuan Induk Hidrokarbon Serpih Gumai di Talang Padang, Kabupaten Tanggamus Propinsi Lampung Listriyanto Listriyanto; Sugeng Widada; Basuki Rahmad; Salatun Said; Hendaryono Hendaryono
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Offshore : Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.38 KB) | DOI: 10.30588/jo.v1i1.237

Abstract

Identifikasi interval batuan yang mungkin berpotensi sebagai batuan induk merupakan langkah awal eksplorasi yang penting, oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian tentang potensi batuan sedimen yang mengandung bahan organik dengan kadar tertentu, yang oleh panas dan waktu dapat menghasilkan hidrokarbon dalam bentuk minyak atau gas secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fasies dan potensi batuan induk hidrokarbon Formasi Gumai di Talang Padang, Cekungan Sumatra Selatan. Analisis geokimia guna mengetahui potensi dan kualitas batuan induk dilakukan pada serpih penyusun Formasi Gumai. Hasil analisis potensi dan kualitas Batuan Induk menunjukkan kandungan TOC 3,55 termasuk “sangat baik”. Rock-Eval menunjukkan bahwa serpih berpotensi “sedang” sebagai batuan induk hidrokarbon (S2 = 4,32 kg/ton). Angka Ro (<0,6) menunjukkan tingkat pematangan hidrokarbon belum tercapai. Nilai HI yang relatif tinggi mencerminkan bahwa batuan ini jika mencapai kematangan akan cenderung menghasilkan minyak. Nilai HI antara 456 mgHC/g umumnya berasal dari kerogen tipe II yang secara dominan mengandung unsur organisme laut dan darat.Rock Identification intervals that might be as potential source rocks is an important initial exploration step, therefore it is necessary to conduct research on the potential of sedimentary rocks containing certain levels of organic material, which by heat and time can produce hydrocarbons in the form of oil or gas appropriately. This study aims to identify the facies and potentials of the Gumai Formation hydrocarbon source rock in Talang Padang, South Sumatra Basin. Geochemical analysis to determine the potential and quality of the source rock is carried out on the Gumai Formation shale. The results of the analysis of the potential and quality of the Parent Rock showed that the TOC content of 3.55 was "very good". Rock-Eval shows that shale has the potential to be "medium" as a hydrocarbon source rock (S2 = 4.32 kg/ton). Ro (<0.6) indicates the level of hydrocarbon maturation has not been reached. The relatively high HI value reflects that if these rocks reach maturity they will tend to produce oil. HI values between 456 mgHC/g are generally derived from type II kerogen which predominantly contains marine and terrestrial organisms.
The Role of Fractal Micro-Pore to Absorption of Methane Gas, Case Study: Coal of Tanjung Formation, Arang Alus Area, Banjar District, South Kalimantan, Indonesia Sugeng Raharjo; Basuki Rahmad; Ketut Gunawan; Budi Prayitno
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 7 No. 4 (2022): JGEET Vol 07 No 04 : December (2022)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2022.7.4.10565

Abstract

The Tanjung Formation is one of the coal bearing formations in the Barito Basin, South Kalimantan. The coal seams in the Tanjung Formation in the Arang Alus area have 4 (four) seams,there are seam A, B, C, and D. The age of these coal seams are Eocene - Oligocene with a thickness between 0.5 - 2 meters. This study aims to determine the characteristics of micropore fractal and methane gas absorption from coal samples taken by channel sampling on exposed coal in the open pit. The method used is SEM analysis, vitrinite reflectance (Ro,max), adsorption isotherm, and fractal calculation. The four coal seams based on vitrinite reflectance values (0.52 %- 0.62 belong to the sub-bituminous rank. Based on the methane gas absorption capacity for coal seam C of 450 SCF/ton while coal seams A, B and D of 308 SCF/ton, 336 SCF/ton and 407 SCF/ton, the fractal pore dimension value in seam coal C = 1.963 is higher than seam coal A = 1.933, B = 1.940 , and D = 1.943. The small size of the fractal pore dimension value caused by the degree of regularity of the micropore distribution in each coal seam methane differences.
Sedimentasi Batubara dan Karakteristik Mikroskopis Sulfur Batubara Daerah Sangatta, Kalimantan Timur Basuki Rahmad Rahmad
Retii 2020: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-15
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The location of research is in Sangatta, East Kalimantan. The coal bearing formation in the Sangatta area is the Balikpapapn Formation of Middle Miocene. The presence of the number of coal seams in Sangatta is repeated until it reaches the number of more than ten coal seams (multiple seams). This condition is strongly influenced by the depositional environment in which the coal is deposited. The method of data collection is carried out directly on the coal outcrops on the walls of the coal mine, using mapping methods and stratigraphic measurements The coal sedimentation of Sangatta area is generally deposited in the delta plain environment, where the prograded delataic process is intensive in the deltaic system. The rapid prograded generally occurs in delta plain environments, with this prograded causing the development or growth of a delta, so that a lot of coal seams are produced. Coal-bearing sediments consist of four types of deposits: channel deposits, spaly deposits, levee deposits and overbank deposits. Seawater tidal in the delta plain, will bring out the sulfate ions through the tidal channel into the coal swamp, forming pyritic framboidal sulphur in the coal in Sangatta area.
Pembentukan Silicified Wood (Silicified Coal) di Lapisan Batubara Seam-1 dan Dampak Operasional Penambangan, Daerah Muara Wahau, Kab. Kutai Timur, Kalimantan Timur Basuki Rahmad
Retii 2021: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-16
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Target penelitian ini adalah membahas terjadinya silicified wood (silicified coal) yang terdapat di lapisan batubara Seam-1 dan Seam-2, serta dampak alat berat yang menggali lapisan batubara tersebut. Dengan demikian penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan ketika proses operasional penambangan berlangsung. Data silicified wood ditemukan di lapangan di dalam Seam-1 berbentuk bongkah bulat batang kayu tersilisifikasikan (silisified wood) berukuran diameter 30 cm dan bongkah persegi batang kayu tersilisifikasikan berukuran 20cmx60 cm. Jejak jaringan serat kayu masih tampak dipermukaan bongkah-bongkah silisified wood tersebut, demikian juga dari kenampakan mikroskopis terlihat jaringan kayu dan kuarsa hasil proses silisifikasi. Sumber data berasal dari inti bor BR-001, Seam-1 (tebal 40 m) ditemukan di kedalaman 11.40 m – 51.40 m, sedangkan Seam-2 (tebal 27 m) ditemukan di kedalaman 59.10 m – 88.20 m. Sampel batulempung diambil di kedalaman 9.30 – 9.35m; 55.80 – 55.85 m; 72.80 m– 72.85 m; 102.20 m – 1 02.25 m dan 123.45 m – 123.50m. Berdasarkan analisa XRD dari semua sampel batulempung, secara umum mineral lempung yang hadir adalah kaolinite, montmorillonite dan kristobalite. Mineral lempung tersebut terjadi pada kondisi lingkungan pH asam pada temperatur berkisar 100o – 120o C. Pembentukan silicified wood dalam Seam-1 disebabkan oleh proses pengendapan koloid silika dari kaolin dalam batulempung tufaan sebagai sedimen roof lapisan batubara seam-1 dan koloid silika masuk ke dalam rongga pori jaringan serat kayu dari arang kayu (charcoal) tersebut menjadi menjadi silicified coal. Kondisi ini terjadi ketika proses pembatubaraan berlangsung.Kehadiran silisicied wood dengan kuat tekan yang bervariasi antara 7407,25 kpa - 22.487,28 kpa dapat merusak gigi excavator dan gigi crusher ketika operasional penambangan dan prosesing batubara berlangsung, untuk itu disarankan perlu dilakukan investigasi di ROM tambang dan front tambang.
Fasies Pengendapan dan Mikroskopis Batubara Seam-A Daerah Senyiur-Muara Wahau, Kab. Kutai Timur, Kalimantan Timur Basuki Rahmad
Retii 2022: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-17
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The interesting thing from this study is the presence of multiple seams of coal seams in one genetic unit of sediment deposition in the Senyiur Muara Ancalong area, East Kutai, East Kalimantan. Therefore, it is important to study the depositional facies and microscopic properties of coal to be studied. The silicified wood data found in the field inside Seam-1 is in the form of a round lump of silisified wood measuring 30 cm in diameter and a rectangular block of silicified wood measuring 20cmx60 cm. Traces of wood fiber tissue are still visible on the surface of the silisified wood, as well as from the microscopic appearance of wood tissue and quartz resulting from the silicification process. Coal outcrops are found along the Senyiur-Muara Ancalong road, well exposed in the form of a folded wing structure, including the Balikpapan Formation of the Kutai Basin. The results of the measured stratigraphic measurements of coal-bearing sediments consist of repeating claystone inserts of sandstone and coal with a thickness between 0.25 m to 2 m. The results of the proximate analysis of the calorific value of 5711-6233 cal/gr with a vitrinite reflectance value of 0.5 including sub-bituminous rank. The results of microscopic analysis of 2 coal samples containing maceral vitrinite 85.88% vol. (ALC-1) and 88% vol (ALC-2) ; liptinite 4.6% vol. (ALC-1) and 6.4% vol. (ALC-2); inertinite 1% vol. (ALC-1) and 3.8% vol. (ALC-2), the mineral content of pyrite consists of 3.4% vol. (ALC-1) and 5.6% vol. (ALC-2). The coal sediment facies of the study area are located in a delta progradation system which will produce flooded areas in the meandering river system, producing overbank deposits in the form of claystone, crevase splay in the form of layered sandstone, natural levee in the form of alternating silt, sandstone and claystone and sandstone channels at delta plain. The interesting thing from the microscopic nature of the coal is the increase in the maceral content of vitrinite, liptinite and inertinite in the ALC-2 sample and the increase in pyrite mineral in the ALC-2 sample by 5.6% vol. showing framboidal pyrite as pyrite marcasite.
Cut-Off Determination Based On Well Log and Economics, Betung Field Jambi Sub-Basin, South Sumatera Basin Aisyah Indah Irmaya; Basuki Rahmad; Deddy Kristanto; Aris Buntoro
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jo.v6i2.1456

Abstract

The Betung Field is one of the oil and gas fields located in the Jambi Sub-Basin, South Sumatra Basin with the target of the Air Benakat Formation sandstone reservoir. The cut off value is determined based on the character of the reservoir to eliminate non-contributing rock volumes. Economically, the cut-off value of oil production can be calculated by oil prices and budgeted total costs. There are 4 layers (L-2, L-3, L-4 and L-5), where Layer 5 (L-5) is the research focus in the cut-off determination method. The methodology in this cut-off study used qualitative and quantitative analysis in three (3) wells out of ten (10) wells L-5 in the Betung Field. The primary data used are well logs, production data and economic data. The well log data is processed to obtain the petrophysical value of the wells. The petrophysical results will be analyzed and the cut-off will be determined for each well and layer in L-5. Production and economic data are processed to obtain cut-off clay content (Vclay) which aims to strengthen the cut-off results from petrophysical yields. Based on the results of calculations and analysis, layer five (1-5), the Betung Field has a cut-off clay content (Vclay) < 34.2%; porosity > 15.8%, water saturation < 83.3%. 
Perancangan Enterprise Architecture E-commerce Pada Bagian Payment Di Pt Xyz Menggunakan Framework Togaf Adm Rini Setyaningsih; Irfan Darmawan; Basuki Rahmad
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan bisnis yang disertai dengan adanya teknologi informasi merupakan suatu hal penting bagi perusahaan untuk membuka peluang bisnis yang baru. PQR merupakan salah satu situs yang bergerak pada peluang bisnis E-Commerce, PQR berada dibawah kepemilikan PT. XYZ. Sesuai dengan motto PQR yaitu memberikan layanan E-Commerce dengan menawarkan kenyamanan, kemudahan, serta keamanan dalam berbelanja produk-produk yang dijual secara elektronik. PQR memiliki aktivitas front-end dan back-end yang mendukung berjalannya suatu E-Commerce. Salah satu aktivitas back-end yang membantu menghasilkan pendapatan terbesar PQR adalah payment. Payment merupakan serangkaian aktivitas yang dimulai pada saat customer melakukan pembayaran sampai hasil pembayaran tersebut diterima oleh PQR dan pengiriman pembayaran produk kepada merchant (settlement). Untuk meningkatkan pelayanan payment terhadap customer, PQR mengembangkan sistem payment sebagai pendukung utama proses bisnis, serta membidik peluang sumber pendapatan baru bagi PQR. Sebelum melakukan pengembangan sistem payment yang tepat, perlu dilakukan perencanaan dan perancangan enterprise architecture. Enterprise architecture merupakan kegiatan perancangan arsitektur untuk mendukung proses bisnis PQR dengan memanfaatkan pengorganisasian berbagai arsitektur. Kerangka kerja yang digunakan dalam melakukan perancangan enterprise architecture pada penelitian ini adalah TOGAF ADM, dengan fokus perancangan pada fase persiapan, arsitektur visi, arsitektur bisnis, arsitektur informasi, dan arsitektur teknologi. Kata kunci : Arsitektur Enterprise, E-Commerce, Payment, TOGAF ADM Abstract
Implementasi Dan Penilaian Risk Assessment Atas Infrastruktur Teknologi Informasi Di Pt. Xyz Menggunakan Framework Cobit 5 Panji Permana Syahid; Rohmat Saedudin; Basuki Rahmad
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak sebagai penyedia produk-produk elektronika industri dan prasarana serta infrastruktur yang luas. Dalam kegiatan operasionalnya, tentunya didukung Teknologi Informasi yang dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing perusahaan. PT. XYZ memiliki aset TI utama yang perlu dilindungi untuk menjaga fungsi hubungan dengan proses bisnis yang berjalan. Dalam perlindungan aset TI, perlu diketahui ancamanancaman yang mungkin terjadi dan menilai kontrol yang sudah ada untuk mengurangi dampak negatif dari risiko. PT. XYZ memiliki penerapan risk assessment dalam pengelolaan TI dan proses bisnis pada tiap divisi terkait. Akan tetapi, penerapan tersebut belum sepenuhnya menilai adanya ancaman pada aset TI dan menilai seberapa jauh kontrol yang sudah ada dapat mengurangi ancaman yang akan datang serta dampaknya. Maka dari itu, diperlukan implementasi dan penilaian risk assessment di PT. XYZ untuk menjaga fungsi TI dalam kegiatan operasionalnya. implementasi dan penilaian risk assessment terhadap infrastruktur TI dilakukan menggunakan framework COBIT 5 for risk yang difokuskan untuk melakukan pengelolaan/kontrol terhadap risiko TI. Penerapan risk assessment dilakukan dengan mengacu pada risk scenario dan control objective pada COBIT 5 for risk. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi risk scenario pada aset TI berdasarkan penilaian kontrol yang ada dengan control objective pada COBIT 5 for risk, selanjutnya menentukan risk treatment yang disesuaikan dengan keputusan perusahaan sebagai kontrol untuk menjaga kemungkinan ancaman dan dampak yang terjadi. Hasil pada penelitian ini berupa rekomendasi implementasi dan penilaian risk assessment berupa risk potential dan risk treatment, sehingga diharapkan implementasi dan penilaian risk assessment yang mengacu pada COBIT 5 for risk dapat diterapkan pada PT. XYZ dalam melakukan kontrol sebagai pengelolaan pada aset TI. Kata Kunci: COBIT 5 for risk, risk assessment, risk scenario, control objective, risk potential, risk treatment Abstract PT. XYZ is a company engaged as a provider of industrial electronics products and infrastructure and extensive infrastructure. In its operational activities, of course, supported by Information Technology that can increase the added value and competitiveness of the company. PT. XYZ has major IT assets that need to be protected to maintain the functionality of relationships with running business processes. In the protection of IT assets, keep in mind possible threats and assess existing controls to reduce the negative impact of risk. PT. XYZ has the application of risk assessment in the management of IT and business processes in each related division. However, the application has not fully assessed the threat to IT assets and assesses how far existing controls can reduce future threats and their impacts. Therefore, it is necessary to design and assess risk assessment in PT. XYZ to maintain IT function in its operational activities. The design and assessment of risk assessment on the IT infrastructure is carried out using the COBIT 5 for risk framework that is focused on managing / controlling IT risks. Implementation of risk assessment is done by referring to risk scenario and control objective in COBIT 5 for risk. This study was conducted by identifying risk scenarios on IT assets based on the assessment of existing controls with control objectives in COBIT 5 for risk, subsequently determining risk treatments tailored to corporate decisions as controls to safeguard possible threats and impacts. The results of this study are recommendations on the implementation and assessment of risk assessment in the form of risk potential and risk treatment, so it is expected that the implementation and assessment of risk assessment referring to COBIT 5 for risk can be applied to PT. XYZ in control as management of IT assets. Keywords: COBIT 5 for risk, risk assessment, risk scenario, control objective, risk potential, risk treatment
Perancangan Enterprise Architecture Fungsi Human Resources Development Dan Pengadaan Barang Menggunakan Framework Togaf Adm Pada Pt. Herona Express Hendrik Hendriana Firmansyah; Yuli Adam Prasetyo; Basuki Rahmad
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Herona Express merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa pelayanan pengiriman barang melalui kereta api dan truck box. Pada fungsi Human Resources Development permasalahan yang terjadi yaitu semakin banyaknya pegawai perusahaan dengan total jumlah pegawai mencapai 650 orang, kegiatan bisnis yang kurang efektif dan efisien terkait proses penggajian pegawai, penilaian kinerja, perekturan pegawai, dan pengajuan izin cuti pegawai memungkinkan terjadinya redudancy data, tempat penyimpanan data yang kurang terpusat, dan kegiatan bisnis yang kurang optimal, maka diperlukan keselarasan antara SI dan TI. Pada fungsi pengadaan barang tidak adanya management pengadaan barang perusahaan. Sesuai dengan permasalahan yang terjadi maka perusahaan seharusnya memilik rancangan Enterprise Architecture. Aplikasi internal dan website merupakan usulan yang akan diguanakan untuk mendukung kegiatan bisnis perusahaan. Analisis dan perancangan enterprise architecture menggunakan framework TOGAF ADM. TOGAF ADM merupakan metode yang digunakan untuk merancang enteprise archiecture. Proses perancangan menggunakan TOGAF ADM terdiri dari tahapan-tahapan yang dibutuhkan dalam pengembangan arsitektur enterprise meliputi Preliminary Phase, Architecture Vision, Business Architecture, Information System Architecture, Technology Architecture, Opportunities and Solutions untuk mendukung rancangan enterprise yang menjadi target perusahaan. Hasil dari perancangan berupa model bisnis target yang diusulkan dan artefak dari masing-masing tahapan mulai dari Preliminary Phase sampai Technology Architecture. Perancangan enterprise architecture diharapkan dapat mengatasi permasalahan. Kata Kunci : Enterprise Architecture, TOGAF ADM, Aplikasi Internal dan website, PT. Herona Express
Audit Security Services Pada Pt. Xyz Aulia Primadani; Basuki Rahmad; M. Teguh Kurniawan
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Untuk mengetahui apakah layanan keamanan informasi yang terdapat pada PT. XYZ sudah memenuhi kriteria atau belum dilakukan penelitian audit terhadap layanan keamanan informasi pada PT. XYZ. Penelitian yang dilakukan meliputi layanan perlindungan terhadap malware, pengelolaan jaringan dan konektivitas jaringan, pengelolaan keamanan endpoints, pengelolaan identitas pengguna dan akses logik, pengelolaan akses fisik dan aset TI dan perhitungan capability level pada setiap layanan keamanan yang telah diterapkan pada PT. XYZ. Penelitian audit yang dilakukan melakukan framework COBIT 5 dan INTOSAI. Kata kunci : COBIT 5, INTOSAI, Audit Security Services, Capability Level
Co-Authors Abdurrachman, Mirzam Abi Zarkasyi Achmad Rodhi Achmad Subandrio Agus Haris Widayat Aisyah Indah Irmaya Ajeng Citra Rizkyanur Allen Haryanto Lukmana Ari Saputra, Ari Aris Buntoro Aris Buntoro Asvic Helida Aulia Primadani Badriah, Dina Bambang Eka Purnama Batubara, Mustofa Marli Budi Prayitno Buntoro, Aris Chatleen Prycilia Ompi Chintamy Christini Chintamy Christini Chintamy Christini Chintamy Christini Chintamy Christini, Chintamy Deddy Kristanto Dita Antari Setyaningsih Dwi Fitri Yudiantoro Ediyanto Ediyanto Ediyanto Ediyanto Ediyanto Ediyanto Ediyanto Ediyanto Eko Widi Pramudiohadi Elfama, Yudha Fauziah, Rainy Happy Shahisa Fitri Febriana Purba Fitri Febriana Purba, Fitri Febriana Fitriani Fitriani, Eka Yuliana Gerhana Prasetya Putra Gusti Muhammad Sagala Hendaryono Hendaryono Hendrik Hendriana Firmansyah Heru Asbi Rahmanda I Wayan Sadia Ian Fahmi Nugraha Ibnu Yazid Ikhwana Intan Paramita Haty Irfan Darmawan Irwan, Raden Jamhari Jamhari Kadek Rihendra Dantes Ketut Gunawan Komang Anggayana Komang Anggayana Kristanto, Dedy Lanusgana Amerta Liane Okdinawati Liane Okdinawati LIANE OKDINAWATI, LIANE Listriyanto Listriyanto Lua Nafsiah Hafizah A. Abdan Lucyana Luthfi Ramadani M. Hardimansyah M. Teguh Kurniawan Minarni Nur Trilita Muchamad Ocky Bayu Nugroho Muhammad Jamaaluddin Zuhri Muhammad Nurcholis Muhammad Nurcholis Muhammad Pramaditya Muhammad Ruslan Muhammad Ruslan Muhammad Yusup Murtado, Ade Natalia, Anita Navya Kirana Safitri Nelsa , Putri Neni Marlina Novirina Hendrasarie Nurhayati Damiri Oskar Halomoan Manalu Pangaribuan, Zekson Panji Permana Syahid Paramita Paramita Permana, Deddy Prawido Utomo Puji Pratiknyo Putri Myke Wahyuni Raden Iin Siti Aminah Radityo Prakoso Rahim, Supli Ramadhani , Lutfi Rani Auliya Syafrudin Rani Auliya Syafrudin, Rani Auliya Rd. Rohmat Saedudin Rini Setyaningsih Rini Setyaningsih Rini Setyaningsih Rini Setyaningsih Riska Puspita Sari, Riska Puspita Ristiyan Ragil Putradianto Rosita Salatun Said Sapsidi, Herlianto Sapto Kis Daryono Septriono Hari Nugroho Sinung Suakanto Siregar, Anggi Deliana Soesilo, Joko Sri Haryani Br. Manjuntak Sri Widodo Sugeng Raharjo Sugeng Raharjo Sugeng Raharjo Sugeng Raharjo sugeng raharjo Sugeng Widada SUPLI EFFENDI RAHIM Supli, Nur Aslamiah Syama’ani Syama’ani Temmy Wikaningrum Umar unan Kurnia Septo Hediyanto Umar unan Kurnia Septo Hediyanto, Umar unan Kurnia Septo Warsono Warsono Winanda, Lutgardis Dianika Yody Rizkianto Yuli Adam Prasetyo Yuli Prasetyo Yuliarsono, Alifian Yuni Prihadi Utomo Zarkasyi, Abi