Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Aplikasi Probiotik Ikan (Fiysh Pro): Isolat Bakteri Indigenous Air Limbah Cucian Garam (Bittern) Dalam Kegiatan Budidaya Ikan Lele Mutiara (Clarias gariepinus) Sistem Bioflok Anjani, Revi Putri Dwi; Marliantari, Sulistina; Junaedi, Abdus Salam; Zainuri, Muhammad; Triajie, Haryo
Juvenil Vol 6, No 2: Mei (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i2.29733

Abstract

ABSTRAKBakteri indigenous merupakan bakteri asli yang terdapat dalam suatu lingkungan tertentu, salah satunya adalah limbah. Bittern merupakan salah satu limbah perairan yang berasal dari aktivitas produksi garam. Bittern mengandung bakteri indigenous yang berpotensi sebagai kandidat bakteri probiotik ikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hasil pengukuran parameter kualitas air (pH dan suhu) dan nilai Total Aeromonas Count (TAC). Penelitian ini dilaksanakan dari bulan September sampai Desember 2024 dan dilakukan di dua tempat. Pengambilan sampel lapang di kolam budidaya ikan lele sistem Bioflok di Dusun Krampok, Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, dan untuk analisis bakteri dilakukan di Laboratorium Biologi Laut Universitas Trunojoyo Madura. Hasil pengukuran kualitas air pH yaitu bekisar 6,18-9,06, dan pengukuran suhu yaitu bekisar antara 26,35-28,20°C. Nilai Total Aeromonas Count (TAC)berkisar antara 5,21-8,70 Log CFU/ml. Kata kunci: Aeromonas, Bakteri Indigenous, Bittern, Probiotik ABSTRACTIndigenous bacteria are native bacteria found in a certain environment, one of which is waste. Bittern is one of the aquatic wastes originating from salt production activities. Bittern contains indigenous bacteria that have the potential to be candidates for fish probiotic bacteria. The purpose of this study was to determine the results of measuring water quality parameters (pH and temperature) and the Total Aeromonas Count (TAC) value. This study was conducted from September to December 2024 and was carried out in two places. Field sampling was carried out in a catfish cultivation pond using the Biofloc system in Krampok Hamlet, Tengket Village, Arosbaya District, Bangkalan Regency, and bacterial analysis was carried out at the Marine Biology Laboratory of Trunojoyo University, Madura. The results of water quality measurements, pH, ranged from 6.18 to 9.06, and temperature measurements ranged from 26.35 to 28.20 ° C. The Total Aeromonas Count (TAC) value ranged from 5.21 to 8.70 Log CFU/ml.Keywords: Aeromonas, Bittern, Indigenous Bacteria, Probiotics
Pengaruh Pemberian Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Pakan Benih Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Farid, Akhmad; Indriati, Putri Alfatika; Arisandi, Apri; Triajie, Haryo
Rekayasa Vol 16, No 3: Desember 2023
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v16i3.22351

Abstract

Catfish is a suitable choice for cultivation because it is an economical and nutritious fish for growing children. Catfish are also easy to cultivate and grow fast. This research was conducted for 35 days with the aim to determine the effect of moringa leaf powder with different doses of 4 treatments on the growth and survival rate of catfish seeds. The treatment given was treatment K as a control without adding moringa leaf powder, treatment A with 90% pellets and 10% moringa leaf powder, treatment B with 85% pellets and 15% moringa leaf powder and the last treatment was treatment C with 80% pellets and 20% moringa leaf powder. This research also measured water quality during the research, with parameters measured namely temperature, Dissolve Oxygen (DO), Power of Hydrogen (pH), and ammonia. The results obtained stated that treatment C with addition of 80% pellets and 20% moringa leaf powder was the best results in all aspects, both growth  survival rate, feed convertion rasio and water quality, and fulfilled SNI (2014) regarding catfish.
Karakterisasi sampah plastik yang terakumulasi di Pelabuhan Timur, Kamal, Bangkalan dan aktivitas degradasinya oleh bakteri indigenous air limbah cucian garam (bittern) Junaedi, Abdus Salam; Zainuri, Muhammad; Triajie, Haryo; Wahyuningtyas, Putri; Ahnan, Maftuh
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.62406

Abstract

Plastik merupakan polimer sintetis yang memiliki sifat stabil dan tahan terhadap degradasi alami. Salah satu cara untuk mengurangi akumulasi plastik di lingkungan perairan adalah menggunakan mikroorganisme sebagai agen biodegradasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur parameter kualitas perairan, mengkarakterisasi jenis plastik yang ditemukan di stasiun pengambilan sampel, dan membandingkan aktivitas degradasi plastik oleh formulasi bakteri indigenous air limbah cucian garam dengan formulasi bakteri kontrol. Seluruh data pengukuran kualitas perairan, karakteristik jenis plastik, dan data aktivitas degradasi plastik dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Lokasi pengambilan sampel berada pada Perairan Pelabuhan Timur sampai Perairan Karang-Kiring, Kamal, Bangkalan. Hasil parameter kualitas air menunjukan nilai DO yang diperoleh dari stasiun 1, 2, dan 3 secara berurutan, yaitu 3,0 mg/L; 3,35 mg/L; dan 2,4 mg/L. Nilai pH yang diperoleh dari stasiun 1, 2, dan 3 secara berurutan, yaitu 8,0; 7,7; dan 7,8. Nilai suhu yang diperoleh dari stasiun 1, 2, dan 3 secara berurutan, yaitu 26,9ºC; 27,7ºC; dan 27,3ºC. Karakteristik plastik yang ditemukan di stasiun 1, 2, dan 3 didominasi oleh jenis plastik LDPE (Low-Density Polyethtlene). Aktivitas degradasi plastik terbaik ditunjukkan oleh formulasi bakteri indigenous air limbah cucian garam (bittern), yaitu nilai rata-rata berat awal sebesar 0,0019 dan berat ahkir sebesar 0,0012, sehingga diketahui hasil presentase kehilangan berat kering sebesar 40% persentase berat kering plastik. Penelitian ini menunjukkan potensi formulasi bakteri indigenous air limbah cucian garam (bittern) sebagai agen biodegradasi plastik yang efektif dan berkontribusi positif terhadap pengembangan bioteknologi lingkungan, serta dapat dijadikan sebagai acuan bagi industri dan pemangku kebijakan dalam pengelolaan limbah plastik secara berkelanjutan