Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PEMANFAATAN ALIRAN SUNGAI SEBAGAI BUDIDAYA IKAN TOMBRO DI DESA GIRIPURNO KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU Sholahuddin, Muhammad Ma’sum; Sholikhah, Nur Ni’matus; Zuhdan, Muhammad Khoirul; Triajie, Haryo
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 7 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i7.2736

Abstract

Desa Giripurno memiliki potensi aliran sungai yang dimanfaatkan untuk budidaya ikan mas. Namun, kondisi sungai mengalami kerusakan akibat pencemaran sampah dan pendangkalan. Kerusakan ini mengancam ekosistem dan keberlanjutan budidaya. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukatif dan partisipatif masyarakat untuk memulihkan fungsi ekologis sungai melalui pemanfaatan aliran sungai sebagai lokasi budidaya ikan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan rusaknya ekologi sungai akibat banyaknya sampah serta meningkatkan tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem sungai dengan cara melakukan budidaya ikan tombro di daerah aliran sungai Desa Giripurno. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara dengan ketua Kelompok Pemanfaatan Aliran Air Sungai Giripurno (KOMPAG). Hasil kegiatan pengelolaan sungai di Desa Giripurno menunjukkan dampak positif melalui pembersihan sedimen dan sampah yang mengurangi pendangkalan sungai. Penebaran 15.000 benih ikan tombro berkontribusi pada pemulihan ekosistem perairan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Panen ikan mencapai 1,2 ton dalam waktu 8 bulan, yang kemudian dibagikan kepada warga dan dijual ke Balai Benih Ikan. Program ini mendorong pengelolaan mandiri, memperkuat ketahanan pangan lokal, dan memulihkan fungsi ekologis sungai secara berkelanjutan. Budidaya ikan tombro di daerah aliran sungai memberikan keuntungan ekologis yang signifikan. Ikan tombro dapat membantu menjaga kualitas air dan ekosistem sungai. Sungai harus dijaga dan dilestarikan supaya generasi yang akan mendatang bisa merasakan sungai yang indah seperti dulu.
Aplikasi Probiotik Ikan (Fiysh Pro): Isolat Bakteri Indigenous Air Limbah Cucian Garam (Bittern) Dalam Kegiatan Budidaya Ikan Lele Mutiara (Clarias gariepinus) Sistem Bioflok Anjani, Revi Putri Dwi; Marliantari, Sulistina; Junaedi, Abdus Salam; Zainuri, Muhammad; Triajie, Haryo
Juvenil Vol 6, No 2: Mei (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i2.29733

Abstract

ABSTRAKBakteri indigenous merupakan bakteri asli yang terdapat dalam suatu lingkungan tertentu, salah satunya adalah limbah. Bittern merupakan salah satu limbah perairan yang berasal dari aktivitas produksi garam. Bittern mengandung bakteri indigenous yang berpotensi sebagai kandidat bakteri probiotik ikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hasil pengukuran parameter kualitas air (pH dan suhu) dan nilai Total Aeromonas Count (TAC). Penelitian ini dilaksanakan dari bulan September sampai Desember 2024 dan dilakukan di dua tempat. Pengambilan sampel lapang di kolam budidaya ikan lele sistem Bioflok di Dusun Krampok, Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, dan untuk analisis bakteri dilakukan di Laboratorium Biologi Laut Universitas Trunojoyo Madura. Hasil pengukuran kualitas air pH yaitu bekisar 6,18-9,06, dan pengukuran suhu yaitu bekisar antara 26,35-28,20°C. Nilai Total Aeromonas Count (TAC)berkisar antara 5,21-8,70 Log CFU/ml. Kata kunci: Aeromonas, Bakteri Indigenous, Bittern, Probiotik ABSTRACTIndigenous bacteria are native bacteria found in a certain environment, one of which is waste. Bittern is one of the aquatic wastes originating from salt production activities. Bittern contains indigenous bacteria that have the potential to be candidates for fish probiotic bacteria. The purpose of this study was to determine the results of measuring water quality parameters (pH and temperature) and the Total Aeromonas Count (TAC) value. This study was conducted from September to December 2024 and was carried out in two places. Field sampling was carried out in a catfish cultivation pond using the Biofloc system in Krampok Hamlet, Tengket Village, Arosbaya District, Bangkalan Regency, and bacterial analysis was carried out at the Marine Biology Laboratory of Trunojoyo University, Madura. The results of water quality measurements, pH, ranged from 6.18 to 9.06, and temperature measurements ranged from 26.35 to 28.20 ° C. The Total Aeromonas Count (TAC) value ranged from 5.21 to 8.70 Log CFU/ml.Keywords: Aeromonas, Bittern, Indigenous Bacteria, Probiotics
APLIKASI PROBIOTIK IKAN FISH PRO DALAM KEGIATAN BUDIDAYA IKAN LELE SISTEM BIOFLOK: INDUKSI PAKAN BERPROTEIN RENDAH DAN TINGGI Maharani, Salsabila Dewi; Wahyuni, Ananda; Junaedi, Abdus Salam; Triajie, Haryo; Zainuri, Muhammad
Airlangga Journal of Innovation Management Vol. 6 No. 3 (2025): Airlangga Journal of Innovation Management
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ajim.v6i3.70791

Abstract

Catfish farming with the biofloc system is increasingly used because it can increase feed efficiency. However, the main challenge in this system is optimal water quality, especially in relation to the presence of pathogenic bacteria such as coliform. This study aims to determine the effect of giving probiotics to feed with high, low, and control protein content on water quality, water and intestinal TPC, and the level of coliform bacteria in the anus of catfish. The method used in this study is experimental in the laboratory of Trunojoyo Madura University. This research was carried out using 3 treatments, namely control, low, and high protein feed. Data related to the results of measuring water quality parameters pH, temperature are presented in the form of a graph. The results data for detecting pathogenic bacteria in sangkuriang catfish (Clarias gariepinus) were analyzed qualitatively by calculating the Total Plate Count (TPC) value of heterotrophic bacteria growing in Nutrient Agar (NA) media and pathogenic bacteria growing in Eosin Methylene Blue Agar (EMBA). The results of this study are expected to provide a better understanding of how the use of probiotics affects. Temperature values ​​ranged from 26.71-28.83°C, and pH ranged from 8.34-9.45. Bacterial TPC values ​​ranged from 8.03 to 16.94 CFU/ml. The TC value of bacteria in catfish anus samples ranged from 3.81-7.00 CFU/ml. This study can be a practical solution for farmers to improve sustainable catfish cultivation
Application of Indigenous Bacterial Formulation of Salt-Washing Wastewater (Bittern) in Degrading Plastic Waste Ardani, Aliefia Miftakhul; Saputri, Wahyu Dwi; Junaedi, Abdus Salam; Triajie, Haryo
Airlangga Journal of Innovation Management Vol. 5 No. 4 (2024): Airlangga Journal of Innovation Management
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ajim.v5i4.65189

Abstract

The accumulation of plastic waste can lead to environmental changes. One solution to reduce plastic waste is through a biodegradation process involving microorganisms or bacteria. One solution is biodegradation by using microorganisms or bacteria to break down plastic. Biodegradation is a solution to reduce plastic numbers with the help of microorganisms or bacteria. This study aims to measure the Optical Density (OD), Total Plate Count (TPC), and degradation effectiveness of indigenous bacteria from salt wash wastewater (bittern) in degrading plastic on Nutrient Broth (NB) media with 1% glucose. The research process included sterilization of tools and materials, sampling, media preparation, rejuvenation of bacterial cultures, inoculation, OD measurement, TPC calculation, and percentage of plastic weight loss. Data on OD and TPC were analyzed quantitatively with visual aids. The plastic degradation percentage was measured after 7 days of incubation. The percentage of plastic degradation was measured after 7 days of incubation. The results showed that the highest OD value was bacteria BB8 which amounted to 1.614. TPC for plastic degradation was highest in BB9 which amounted to 13.37 Log CFU/g. BB4 showed the highest percentage of plastic dry weight reduction 36.4% after 7 days. These findings highlight the potential of salt-washing wastewater bacteria for plastic waste degradation.
Pengaruh Pemberian Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Pakan Benih Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Farid, Akhmad; Indriati, Putri Alfatika; Arisandi, Apri; Triajie, Haryo
Rekayasa Vol 16, No 3: Desember 2023
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v16i3.22351

Abstract

Catfish is a suitable choice for cultivation because it is an economical and nutritious fish for growing children. Catfish are also easy to cultivate and grow fast. This research was conducted for 35 days with the aim to determine the effect of moringa leaf powder with different doses of 4 treatments on the growth and survival rate of catfish seeds. The treatment given was treatment K as a control without adding moringa leaf powder, treatment A with 90% pellets and 10% moringa leaf powder, treatment B with 85% pellets and 15% moringa leaf powder and the last treatment was treatment C with 80% pellets and 20% moringa leaf powder. This research also measured water quality during the research, with parameters measured namely temperature, Dissolve Oxygen (DO), Power of Hydrogen (pH), and ammonia. The results obtained stated that treatment C with addition of 80% pellets and 20% moringa leaf powder was the best results in all aspects, both growth  survival rate, feed convertion rasio and water quality, and fulfilled SNI (2014) regarding catfish.
Karakterisasi sampah plastik yang terakumulasi di Pelabuhan Timur, Kamal, Bangkalan dan aktivitas degradasinya oleh bakteri indigenous air limbah cucian garam (bittern) Junaedi, Abdus Salam; Zainuri, Muhammad; Triajie, Haryo; Wahyuningtyas, Putri; Ahnan, Maftuh
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.62406

Abstract

Plastik merupakan polimer sintetis yang memiliki sifat stabil dan tahan terhadap degradasi alami. Salah satu cara untuk mengurangi akumulasi plastik di lingkungan perairan adalah menggunakan mikroorganisme sebagai agen biodegradasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur parameter kualitas perairan, mengkarakterisasi jenis plastik yang ditemukan di stasiun pengambilan sampel, dan membandingkan aktivitas degradasi plastik oleh formulasi bakteri indigenous air limbah cucian garam dengan formulasi bakteri kontrol. Seluruh data pengukuran kualitas perairan, karakteristik jenis plastik, dan data aktivitas degradasi plastik dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Lokasi pengambilan sampel berada pada Perairan Pelabuhan Timur sampai Perairan Karang-Kiring, Kamal, Bangkalan. Hasil parameter kualitas air menunjukan nilai DO yang diperoleh dari stasiun 1, 2, dan 3 secara berurutan, yaitu 3,0 mg/L; 3,35 mg/L; dan 2,4 mg/L. Nilai pH yang diperoleh dari stasiun 1, 2, dan 3 secara berurutan, yaitu 8,0; 7,7; dan 7,8. Nilai suhu yang diperoleh dari stasiun 1, 2, dan 3 secara berurutan, yaitu 26,9ºC; 27,7ºC; dan 27,3ºC. Karakteristik plastik yang ditemukan di stasiun 1, 2, dan 3 didominasi oleh jenis plastik LDPE (Low-Density Polyethtlene). Aktivitas degradasi plastik terbaik ditunjukkan oleh formulasi bakteri indigenous air limbah cucian garam (bittern), yaitu nilai rata-rata berat awal sebesar 0,0019 dan berat ahkir sebesar 0,0012, sehingga diketahui hasil presentase kehilangan berat kering sebesar 40% persentase berat kering plastik. Penelitian ini menunjukkan potensi formulasi bakteri indigenous air limbah cucian garam (bittern) sebagai agen biodegradasi plastik yang efektif dan berkontribusi positif terhadap pengembangan bioteknologi lingkungan, serta dapat dijadikan sebagai acuan bagi industri dan pemangku kebijakan dalam pengelolaan limbah plastik secara berkelanjutan
KARAKTERISTIK MIKROPLASTIK PADA SUMBER AIR BAKU DAN SEDIMEN TAMBAK GARAM DI PAMEKASAN DENGAN METODE FT-IR Rohmah, Silfi Maulidatur; Triajie, Haryo; Hafiludin, Hafiludin; Chandra, AB
JURNAL AKUAKULTUR, TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN PERIKANAN TANGKAP, ILMU KELAUTAN Vol 8 No 1 (2025): JOURNAL OF INDONESIAN TROPICAL FISHERIES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar, Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/joint-fish.v8i1.572

Abstract

Plastic in the aquatic environment poses a new problem, namely microplastics. Microplastics are widespread in marine waters and sediments. Seawater has been widely used by humans, one of which is as raw water for making salt, but the presence of microplastics in marine waters is feared to affect the quality of salt production. The aim of this study was to analyze water quality and identify the quantity and type of microplastic polymers in raw water sources of salt ponds and sediments in Pamekasan. Water quality data for pH, temperature, and DO in Pamekasan salt ponds were in the ranges of 7.5 ± 0.02 - 7.8 ± 0.02; 29.3 ± 0.03 - 31.9 ± 0.09 °C; 6.83 ± 0.26 - 9.42 ± 0.21 mg/L. Microplastics found in salt pond raw water reached 2.06-3.32 particles / L. Microplastics found in sediments were 2,65 ± 0,14 partikel/L and 0,82 ± 0,02 particles/gram. The forms of microplastics found are fibers, fragments, and films. The microplastics in water and sediments influence as much as 44,58% or quite significantly. The types of polymers found in the samples are Polypropylene (PP), Polyethylene (PE), Polyamide (PA), and Low-Density Polyethylene (LDPE).
Analisis Penggunaan Probiotik Fish Pro Terhadap Kelimpahan Plankton Pada Budidaya Ikan Lele Mutiara (Clarias gariepinus) Menggunakan Metode Bioflok Pahlevi, Firdha Maulidyah; Asrudi, Lutfia Ardita Mayra Putri; Zainuri, Muhammad; Junaedi, Abdus Salam; Triajie, Haryo
Juvenil Vol 7, No 1: Februari 2026
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v7i1.29788

Abstract

ABSTRAKBudidaya ikan lele di Bangkalan mengalami kesulitan berupa biaya pakan yang tinggi dan keterbatasan lahan, dengan ini metode bioflok menjadi alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut karena mampu menghasilkan pakan alami dengan tambahan probiotik. Selain itu dapat memperbaiki kualitas air melalui bakteri Bacillus sp, mampu meningkatkan kelimpahan plankton, kadar nitrat dan menekan kadar ammonia pada budidaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan probiotik fish pro terhadap kelimpahan, indeks keanekaragaman dan indeks dominansi plankton serta kandungan nitrat pada kolam budidaya bioflok. Data diperoleh dari 2 kolam yang memiliki perlakuan berupa penggunaan probiotik melalui pakan dan air. Pendataan penelitian ini dilakukan setiap 4 hari sekali. Hasil penelitian untuk kelimpahan plankton di kolam probiotik pada air lebih tinggi yaitu 53,5x105 – 17,05x106 Ind/L dibandingkan di kolam pada pakan yaitu 26,5x105 – 13,25x106 Ind/L. Indeks keanekaragaman plankton pada kedua kolam termasuk ke dalam kategori sedang (1 H’ 3), sedangkan indeks dominansi plankton untuk kedua kolam tergolong kategori rendah (0,00 C ≤ 0,50). Kadar nitrat di kolam probiotik pada air yaitu 2,07 mg/L – 17,63 mg/L lebih tinggi daripada kolam probiotik pada pakan, yaitu antara 2,85 mg/L – 14,42 mg/L. Penggunaan probiotik fish pro pada air berimplikasi positif terhadap kelimpahan, indeks keanekaragaman, dan indeks dominansi plankton serta menunjukkan hubungan positif terhadap ketersediaan nitrat di kolam budidaya bioflok. Kata Kunci: Probiotik fish pro, Metode Bioflok, Plankton, dan NitratABSTRACTCatfish cultivation in Bangkalan experiences difficulties in the form of high feed costs and limited land, with this biofloc method is an alternative to overcome these problems because it is able to produce natural feed with the addition of probiotics. In addition, it can improve water quality through Bacillus sp bacteria, able to increase plankton abundance, nitrate levels and reduce ammonia levels in cultivation. Therefore, the study aims to analyze the use of fish pro probiotics on abundance, diversity index and plankton dominance index as well as nitrate content in biofloc cultivation ponds. Data were obtained from 2 ponds that had treatment in the form of the use of probiotics through feed and water. Data collection for this research is carried out every 4 days. The results of the study for plankton abundance in probiotic ponds in water were higher, namely 53.5x105 – 17.05x106 Ind/L compared to ponds in feed, which was 26.5x105 – 13.25x106 Ind/L. The plankton diversity index in both ponds was included in the medium category (1 H' 3), while the plankton dominance index for both ponds was classified as low (0.00 C ≤ 0.50). The nitrate levels in probiotic pools in water are 2.07 mg/L – 17.63 mg/L higher than in probiotic pools in feed, which is between 2.85 mg/L – 14.42 mg/L. The use of probiotic fish pro in water has positive implications for abundance, diversity index, and plankton dominance index and shows a positive relationship with the availability of nitrates in biofloc aquaculture ponds.Keywords: Probiotic fish pro, Biofloc Method, Plankton, and Nitrate
Aplikasi Teknologi Pengasapan Ikan Ramah Lingkungan untuk Peningkatan Produksi POKLAHSAR di Sampang Triajie, Haryo; Tripatmasari, Mustika; Syahnaz, Cindiah; Widodo, Slamet; Habibah, Ana; Silvia, Farah Faiqotus; Natasya, Imellya; Putera, Aditya Januar
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21466

Abstract

Kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSAR) Mina Olahan di Desa Dharma Camplong, Sampang, menghadapi tantangan signifikan terkait metode pengasapan ikan tradisional yang bersifat terbuka. Proses konvensional ini menghasilkan kualitas produk yang tidak konsisten, kurang higienis, serta menimbulkan polusi udara yang mengganggu masyarakat sekitar. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk melalui penerapan teknologi tepat guna. Metode pelaksanaan melibatkan serangkaian kegiatan yang mencakup sosialisasi, pelatihan intensif, dan pendampingan langsung kepada anggota kelompok. Intervensi utama adalah hibah seperangkat alat produksi modern, yang terdiri dari tujuh tungku pengasapan tertutup, dua vacuum sealer, dan dua box freezer. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan operasional anggota terhadap teknologi baru. Penerapan tungku modern berhasil menciptakan proses pengasapan yang lebih efisien, hemat bahan bakar, dan ramah lingkungan. Lebih lanjut, penggunaan vacuum sealer dan freezer secara signifikan meningkatkan daya simpan dan higienitas produk. Inisiatif ini berhasil memberikan solusi nyata yang meningkatkan kualitas, efisiensi, dan potensi pasar produk ikan asap, sehingga mendukung keberlanjutan usaha mitra.