Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

INVESTIGASI EPIDEMOLOGI KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DI KABUPATEN ROKAN HILIR, RIAU TAHUN 2024 : Keperawatan Komunitas Devis Enjelia; Nurhidayati, Evi; Suhardiansyah; ⁠Ambo Anto; Susanah, Susi; Deddy Novianto, ⁠Eko; Oktaviana Larasati, Putri
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i4.1015

Abstract

Latar Belakang: Pada pertengahan tahun 2024 Kabupaten Rokan Hilir dilaporkan terjadi lonjakan kasus malaria yang signifikan setelah menerima sertifikat eliminasi malaria pada tahun 2022, menandakan selama tiga tahun berturut – turut, menandakan tidak adanya penularan lokal. Peristiwa ini menyoroti kerentanan wilayah eliminasi terhadap reintroduksi malaria, sehingga pemerintah daerah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karateristik epidemologi KLB Malaria di Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif epidemiologi dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran data sekunder dari Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir, Dinas Kesehatan Provinsi Riau, dan Puskesmas di wilayah terdampak selama periode Mei hingga September, Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mensintesis informasi untuk menggambarkan distribusi kasus berdasarkan variabel waktu, tempat, dan orang. Hasil: Sebanyak lebih dari 800 kasus malaria terkonfirmasi dilaporkan selama periode KLB. Kurva epidemi menunjukkan peningkatan kasus secara tajam mulai akhir Mei 2024 dan mencapai puncak pada bulan Juli 2024. Distribusi kasus menunjukkan konsentrasi tinggi di tiga kecamatan pesisir: Sinaboi (n=410), Pasir Limau Kapas (n=319), dan Bangko (n=91). Investigasi menemukan bahwa sebagian besar kasus indeks memiliki riwayat perjalanan dari daerah endemis malaria di luar Provinsi Riau. Jenis parasit yang teridentifikasi adalah Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax. Kesimpulan: KLB Malaria di Rokan Hilir merupakan contoh klasik reintroduksi penularan di wilayah eliminasi, yang digerakkan oleh mobilitas penduduk. Temuan ini menegaskan urgensi penguatan sistem surveilans pasca-eliminasi, khususnya surveilans migrasi dan respons cepat, untuk melindungi status bebas malaria.
Evaluasi Keterampilan Kader dalam Pengukuran Antropometri pada Bayi dan Balita Susanah, Susi; Astutik, Reni Yuli; Suryani, Triska Fajar
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 6 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i6.735

Abstract

Introduction: Posyandu (community health post) cadres in villages such as Wanakarta, within the Lolongguba Health Center working area, serve as the frontline in monitoring children’s nutritional status. However, observations indicate that cadres often lack accuracy in using anthropometric tools and do not fully comply with standardized procedures, resulting in measurement errors. Objective: This study aimed to evaluate the skills of Posyandu cadres in conducting anthropometric measurements for infants and toddlers by applying Fishbone and SWOT analyses. Method: The activity was implemented using a Health Education Session Plan (Satuan Acara Penyuluhan, SAP). The topic was “Evaluation of Cadres’ Skills in Conducting Anthropometric Measurements on Infants and Toddlers,” involving all cadres in Wanakarta Village. Lectures and discussions were conducted at the Wanakarta Village Hall from September 22 to October 22, 2025, with the main session held on October 11, 2025. Result: The intervention successfully improved cadres’ competencies in weight, height/length, and mid-upper arm circumference measurements. After educational sessions, mentoring, and practical demonstrations, cadres demonstrated better adherence to standard procedures. SWOT Analysis highlighted opportunities for sustainable skill enhancement through continuous training, improved supervision, and strengthened cross-sectoral collaboration. Conclusion: Structured training and mentoring effectively enhanced anthropometric measurement skills among Posyandu cadres. Improved accuracy in data collection supports better growth monitoring in the Kartu Menuju Sehat (KMS). Ensuring sustainability requires ongoing support, adequate equipment, and motivation for cadres to maintain high-quality Posyandu services and early detection of nutrition problems in the community.