Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Accommodating Stakeholders’ Voices in the Curriculum Development in an Indonesian Higher Education Institution Hidayah, Siti Nur; Martani, Wisjnu; Supartono, Wahyu
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol. 6 No. 1 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v6i1.3743

Abstract

This article aims to investigate the accommodation of stakeholders’ voices and it’s challenges in the practices of curriculum development. Using a qualitative approach, the primary data was gathered through in-depth interviews with the head and secretary, and the administrative staff of four Study Programs in The School of Post Graduate Program of one of the leading universities in Yogyakarta, Indonesia. Whereas, secondary data was taken from the documents of curriculum reviews and accreditation documents. The research found that amidst the complexity of involving stake holder’s views within curriculum design, all the four programs have gathered the stake holders’ voices via tracer study, informal discussion during academic meetings and evaluation from the students.  The accommodation of stake holders’ voices can be traced in the form of the addition of elective courses, merging of some courses, addition or omission of certain courses in the current curriculum design. However, the practice of curriculum development was challenged by various aspects such as the commitment of Study Programs to maintain their ‘scientific core’ vis a vis addressing market demand given their commitment to improve theories and knowledge, and the limitation of human resource availabilityArtikel ini Betjeman untuk meneliti akomodasi terhadap masukan stakeholder serta tantangannya dalam praktik pengembangan kurikulum. Menggunakan pendekatan kualitatif, data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan ketua dan sekretaris, dan staf administrasi pada empat program studi di Program Pascasarjana di salah satu universitas terkemuka di Yogyakarta, Indonesia. Sementara itu, data sekunder diambil dari dokumen review kurikulum dan akreditasi. Penelitian ini menemukan bahwa di tengah kompleksitas pelibatan stake holder dalam desain kurikulum, keempat Program Studi mengumpulkan masukan stakeholder melalui tracer study, diskusi informal dalam pertemuan-pertemuan akademik dan evaluasi dari mahasiswa. Akomodasi yang dilakukan Program Study dapat dilacak dalam bentuk penambahan mata kuliah tambahan, penggabungan beberapa mata kuliah, penambahan atau pengurangan mata kuliah tertentu dalam desain kurikulum yang baru.  Akan tetapi, pelaksanaan pengembangan kurikulum tersebut menghadapi tantangan berupa komitmen Program Studi untuk mempertahankan ‘inti keilmuan’ dihadapkan dengan bagaimana mengakomodir tuntutan pasar mengingat bahwa Program Studi memiliki komitmen untuk pengembangan teori dan pengetahuan, dan keterbatasan sumber daya manusia di Program Studi.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) dengan Pendekatan Etnomatematika pada Materi Bangun Datar terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Mustika, Anggita Tia; Saputro, Bagus Ardi; Hidayah, Siti Nur
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.14903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Problem Based Learning dengan pendekatan etnomatematika terhadap hasil belajar peserta didik. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 28 orang peserta didik kelas I SDN Bugangan 03 Kota Semarang. Instrumen yang digunakan adalah wawancara, tes dan dokumentasi. Teknik analisis yang dilakukan adalah analisis uji normalitas, dan uji hipotesis, dan N-Gain untuk melihat pengaruh penggunaaan modul Problem Based Learning dengan pendekatan etnomatematika terhadap hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pretest 63,35 dan rata-rata posttest 78,89, serta peserta didik memberikan respon yang positif terhadap model Problem Based Learning dengan pendekatan etnomatematika. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem-based learning berbasis etnomatematika berpengaruh kepada hasil belajar peserta didik. Model pembelajaran problem-based learning berbasis etnomatematika mampu meningkatkan hasil belajar matematika materi bangun datar pada peserta didik kelas I SD.
KEKERASAN SEKSUAL DI PERGURUAN TINGGI: MODUS, PENANGANAN, DAN UPAYA PREVENTIF Shofiyati, Arrum; Hidayah, Siti Nur; Sabarudin, Sabarudin
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 20(1), 2024
Publisher : Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/harkat.v20i1.32354

Abstract

prevention. The presence of this article covers three objectives, namely: (1) to find out the mode of sexual violence in higher education; (2) to find out the actions to handle cases of sexual violence in higher education; and (3) to find out the prevention of cases of sexual violence in higher education. The method used is a literature study by collecting information related to the issue of sexual violence from journal articles, which are then analyzed using the Miles & Huberman interactive descriptive technique. The results of the study indicate that there are 7 modes of sexual violence crimes that can be carried out on campus. Meanwhile, handling and prevention of cases is carried out by forming a Special Task Force. Handling efforts are carried out by receiving reports, conducting investigations, investigating, verifying cases, and imposing sanctions on perpetrators. Meanwhile, for victims, certain services, assistance, and recovery can be provided as a form of post-incident handling. As for case prevention, it is carried out through two approaches, namely structural and cultural. The structural approach is focused on creating a legal basis and guidelines for handling good cases that can be understood by all campus residents. Meanwhile, the cultural approach is carried out to improve the culture of anti-sexual violence on campus. The cultural approach is carried out by involving all campus residents, including students, staff, and the Special Task Force. This article can be used as information for university administrators in seeking action to handle and prevent cases of sexual violence in their institutional environment.Abstrak. Artikel ini mendiskusikan tentang modus kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi, tindakan penanganan, dan pencegahannya. Hadirnya artikel ini mencakup tiga tujuan yakni: (1) mengetahui modus kekerasan seksual di perguruan tinggi; (2) mengetahui tindak penanganan kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi; dan (3) mengetahui pencegahan kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengumpulkan informasi-informasi terkait isu kekerasan seksual dari artikel jurnal, yang kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 7 modus kejahatan kekerasan seksual yang bisa dilakukan di lingkungan kampus. Sementara penanganan dan pencegahan kasus dilakukan dengan membentuk Satuan Tugas Khusus. Upaya penanganan dilakukan dengan menerima laporan, melakukan penyidikan, penyelidikan, verifikasi kasus, serta penjatuhan sanksi kepada pelaku. Sementara untuk korban, dapat diberikan layanan-layanan tertentu, pendampingan, dan pemulihan sebagai bentuk penanganan paska kejadian. Adapun untuk pencegahan kasus dilakukan melalui dua pendekatan, yakni struktural dan kultural. Pendekatan struktural difokuskan untuk membuat dasar hukum dan pedoman penanganan kasus yang baik serta dipahami seluruh warga kampus. Sementara pendekatan kultural dilakukan untuk meningkatkan budaya anti kekerasan seksual di kampus. Pendekatan kultural dilakukan dengan melibatkan seluruh warga kampus, baik mahasiswa, staf, dan Satuan Tugas Khusus. Artikel ini dapat menjadi bahan informasi bagi pengelola perguruan tinggi dalam mengupayakan tindak penanganan dan pencegahan kasus kekerasan seksual di lingkungan institusinya. 
Gerakan Masyarakat Sehat: Pencegahan Hipertensi berbasis Penerapan Pola Hidup Sehat di Desa Ngombakan Sukoharjo Indraswati, Ita; Larasati, Diyah Ayu; Rahma, Fadilla Finata Anjunisa; Faradika, Anes; Akbar, Diouf Arrizqi Sahal; Hidayah, Siti Nur; Sari, Retna Puspita
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i3.610

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, seringkali tanpa gejala awal yang jelas sehingga dijuluki "silent killer". Prevalensi hipertensi yang tinggi, terutama pada kelompok usia produktif dan lansia, memerlukan intervensi serius untuk mencegah komplikasi lebih lanjut seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Desa Ngombakan, Kabupaten Sukoharjo, tentang pentingnya pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan edukatif partisipatif meliputi penyuluhan kesehatan interaktif, pengukuran tekanan darah gratis, dan diskusi terbuka mengenai faktor risiko serta penanganan hipertensi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada tanggal 3 Juni 2025 yang dihadiri sejumlah 52 orang. Pelaksanaan kegiatan berupa focus group of discussion untuk penentuan prioritas dan solusi program kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta, serta observasi partisipasi aktif selama sesi diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang definisi hipertensi, gejala, penyebab, dan cara pencegahannya melalui diet seimbang, aktivitas fisik teratur, pengelolaan stres, serta pembatasan asupan garam. Data post-test menunjukkan rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat sebesar 40% dibandingkan pre-test. Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam sesi tanya jawab dan komitmen untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam sesi tanya jawab dan komitmen untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan, program ini dapat berkontribusi pada penurunan angka kejadian hipertensi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di Desa Ngombakan secara berkelanjutan.
Gerakan Masyarakat Sehat: Pencegahan Hipertensi berbasis Penerapan Pola Hidup Sehat di Desa Ngombakan Sukoharjo Indraswati, Ita; Larasati, Diyah Ayu; Rahma, Fadilla Finata Anjunisa; Faradika, Anes; Akbar, Diouf Arrizqi Sahal; Hidayah, Siti Nur; Sari, Retna Puspita
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i3.610

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, seringkali tanpa gejala awal yang jelas sehingga dijuluki "silent killer". Prevalensi hipertensi yang tinggi, terutama pada kelompok usia produktif dan lansia, memerlukan intervensi serius untuk mencegah komplikasi lebih lanjut seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Desa Ngombakan, Kabupaten Sukoharjo, tentang pentingnya pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan edukatif partisipatif meliputi penyuluhan kesehatan interaktif, pengukuran tekanan darah gratis, dan diskusi terbuka mengenai faktor risiko serta penanganan hipertensi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada tanggal 3 Juni 2025 yang dihadiri sejumlah 52 orang. Pelaksanaan kegiatan berupa focus group of discussion untuk penentuan prioritas dan solusi program kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta, serta observasi partisipasi aktif selama sesi diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang definisi hipertensi, gejala, penyebab, dan cara pencegahannya melalui diet seimbang, aktivitas fisik teratur, pengelolaan stres, serta pembatasan asupan garam. Data post-test menunjukkan rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat sebesar 40% dibandingkan pre-test. Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam sesi tanya jawab dan komitmen untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam sesi tanya jawab dan komitmen untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan, program ini dapat berkontribusi pada penurunan angka kejadian hipertensi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di Desa Ngombakan secara berkelanjutan.