Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Living Hadis

LIVING HADIS: GENEALOGI, TEORI, DAN APLIKASI Saifuddin Zuhri Qudsy
Jurnal Living Hadis Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.566 KB) | DOI: 10.14421/livinghadis.2016.1073

Abstract

Within a decade, the study of Living Qur’an and Living Hadithand has flourished in Indonesia. Number of research about phenomena of either practices of rituals has been done. This article, departs from that fact, endeavors to explore model of living hadith, from its genealogical presence, theories that have been applied, up to technic which used into various kinds of research.
MEMAHAMI HIJRAH DALAM REALITAS ALQURAN DAN HADIS NABI MUHAMMAD Syarif El Abbas; Saifuddin Zuhri Qudsy
Jurnal Living Hadis Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.394 KB) | DOI: 10.14421/livinghadis.2019.2021

Abstract

Tulisan ini akan menjelaskan hijrah sebagai tren istilah ditinjau dari aspek normativitas Islam. Akar historis peristiwa hijrah hingga menjadi fenomena masa kini berawal dari keterangan hijrah yang diabadikan dalam Alquran. Selain itu, Hadis Nabi saw. berkedudukan menjelaskan peristiwa bersejarah tersebut secara komprehensif akan menjadi sumber informasi kedua. Dengan pendekatan deskriptif analisis yang datanya dikumpulkan dari literatur tafsir dan hadis, tulisan ini akan berturut-turut mengupas mulai dari uraian terminologi hijrah berdasarkan sudut pandang linguistik, dilanjutkan dengan keterangan para ulama dalam bentuk uraian tafsir dan syarah. Penulis berkesimpulan secara umum tidak ada makna dan praktik hijrah dengan argumen “transformasi pola hidup dari arah negatif menuju ke arah positif tanpa disertai dengan migrasi secara fisik lalu melakukan labeling individu atau komunitas sebagai kaum Muhājirīn”.Akan tetapi sebagian ulama memberikan penjelasan bahwa hijrah tidak hanya dimaknai migrasi teritorial tetapi juga dapat bermakna metafor yakni hijrah batin dan lahir. Tokoh yang paling getol menegaskan dengan terminologi tersebut adalah Sayyid Qutub pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin. Atas pembacaannya terhadap makna hijrah dalam Alquran, kemudian muncul berbagai gerakan dan kampanye “islamis” mengenai hijrah ini.