Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Tinjauan Kurikulum Darurat (Dalam Kondisi Khusus) Zuniar Kamaluddin Mabruri
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21137/jpp.2021.13.2.6

Abstract

Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan dalam perkembangan kehidupan manusia, maka dalam menyusun kurikulum tidak bisa dilakukan tanpa menggunakan landasan yang kokoh dan kuat. Keadaan Pandemi Covid-19 merupakan darurat ketatanegaraan yang memberikan akibat yang besar bagi seluruh negara, termasuk Indonesia. Akibatnya diberbagai bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Banyak dari warga negara Indonesia yang merasa hak pendidikannya tidak terpenuhi karena harus menjalani Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Hal ini menjadikan pemerintah memiliki peran penting untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu dengan menyusun Kurikulum Darurat. Kurikulum tersebut merupakan kurikulum yang memiliki kesamaan dengan Kurikulum Nasional karena merupakan penyederhanaannya. Kurikulum darurat merupakan suatu langkah untuk dapat beradaptasi dan berproses menuju kondisi negara normal, terutama untuk memenuhi hak pendidikan warga negara Indonesia.
Mendoan as a culinary feature of Banyumasan culture and its relevance as local content material for elementary schools Astiana Ajeng Rahadini; Zuniar Kamaluddin Mabruri; Rimajon Sotlikova; Anindya Syam Choudhury
Jurnal Prima Edukasia Vol. 14 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpe.v14i1.93135

Abstract

Mendoan is a traditional Banyumas food that is still preserved to this day. Besides being an icon of Banyumas, mendoan also has a history and symbolic meaning that needs to be understood by the younger generation of Banyumas as a characteristic and identity. The purpose of this study is to identify the history, manufacturing process, and symbolic meaning of Mendoan and its relevance in local content subjects at the elementary school level. This research is a descriptive qualitative research. The data in this study are information from various sources about the history, manufacturing process, and symbolic meaning of mendoan and its relevance in learning. Data sources are informants, events, and documents. Data collection methods are interviews, observation, and document analysis. Data analysis techniques use the Miles and Huberman analysis technique with symbolic meaning using Roland Barthes' theory. The results of the study show that the history of mendoan is related to the accidental origins of making mendoan, the process of making mendoan goes through several stages, and the symbolic meaning of mendoan is related to the meaning of the word mendo in the Banyumasan language which means middle which shows the characteristic of Banyumas society. All of these materials are relevant to be used as local content learning materials for elementary school level. From the research results, it can be concluded that mendoan is a cultural icon of Banyumas. At the same time, preserving and promoting local culture as part of local wisdom learning for elementary school students.  
PENERAPAN DISKUSI INTERAKTIF DALAM EKSTRAKURIKULER LITERASI SEKOLAH DASAR SEBAGAI PENGUAT MINAT BACA SISWA Dinni Resky Lia Agustin; Nadine Hawra Fitriazzahra; Intan Widyawati; Angela Islamica Widya Surgawa; Tiara Dyuti Adzra; Zuniar Kamaluddin Mabruri
Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2026): Arbitrer: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Pattimura (Indonesia Language and Literature Education Department, The Faculty of Teacher's Training and Educational Sciences, University of Pattimura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arbitrervol8no1hlm1-12

Abstract

Rendahnya minat baca siswa SD membutuhkan strategi literasi yang lebih menarik. Kajian ini disusun untuk menganalisis pelaksanaan diskusi interaktif yang diterapkan dalam kegiatan ekstrakurikuler literasi guna meningkatkan minat baca peserta didik. Penelitian ini menerapkan pendekatan penelitian literatur dengan menggunakan Systematic Literature Review (SLR) yang mengikuti pedoman PRISMA. Data diperoleh dari artikel yang dicari melalui Google Scholar, SINTA, dan Garuda dengan menggunakan kata kunci yang berhubungan dengan diskusi interaktif, kegiatan esktrakurikuler literasi, dan minat membaca siswa di tingkat sekolah dasar. Dari total 30 artikel yang diperoleh, sebanyak 10 artikel sesuai dengan kriteria dan dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui tahapan identification, screening, eligibility, dan included. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa diskusi interaktif memperbaiki partisipasi, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam membaca melalui aktivitas seperti berbagi pendapat, kerjasama kelompok, dan bercerita. Strategi ini berhasil mendorong perkembangan budaya membaca yang berkelanjutan.
EKSPLORASI STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK MEMPERBAIKI POLA TUTURAN ANAK AUTISME Alexia Rosalyn Alamsyah; Erlinda Bella Franciskha; Shelomita Oriza Rahmadhanis; Syifa’ul Jannah Nurlatifa; Robiatul Muyasaroh; Zuniar Kamaluddin Mabruri
Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2026): Arbitrer: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Pattimura (Indonesia Language and Literature Education Department, The Faculty of Teacher's Training and Educational Sciences, University of Pattimura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arbitrervol8no1hlm13-30

Abstract

Anak dengan Gangguan Spektrum Autisme (ASD) sering mengalami disfungsi pragmatik dan hambatan kognitif yang menyebabkan pola tuturan tidak biasa, seperti struktur kalimat terbalik dan intensitas babbling yang tinggi. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan mengeksplorasi strategi pembelajaran adaptif untuk memperbaiki pola tuturan 10 anak ASD di Jawa Timur melalui studi literatur dan observasi. Hail penelitian menunjukkan tiga pendekatan utama terapis, yaitu pendekatan behavioristik murni (40%) untuk membangun kepatuhan dan mereduksi babbling melalui teknik extinction; metode eklektis berbasis humanistik (40%) untuk memitigasi fluktuasi emosional; serta strategi konstruktivis-interaktif (30%) untuk mengoreksi inversi sintaksis sesuai pola SPOK. Kebaruan penelitian ini terletak pada efektivitas model kelas tunggal atau one-on-one yang mampu meminimalkan distorsi stimulus lingkungan secara total. Studi ini memberikan panduan praktis intervensi komunikasi sekaligus mendukung agenda pendidikan inklusif (SDG 4 dan SDG 10).
Developing a Peer Tutoring–Based Social Scaffolding Model in Project-Based Learning to Enhance University Students’ Academic Writing Skills Hari Kusmanto; Eko Purnomo; Tri Santoso; Zuniar Kamaluddin Mabruri; Anisa Gita Putri; Desy Setiyoningtiyas
Jurnal VARIDIKA Volume 38 No 3, December 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/varidika.v38i3.16081

Abstract

Increased focus on academic writing within higher education has not been matched by appropriate models of instruction that can bring about the collaborative learning and social scaffolding necessary for optimal student writing performance. The objectives of this study are (1) to analyse students’ needs and characteristics, (2) to develop a Project Based Learning of peer tutoring model as integrated social scaffolding in the academic writing instruction, and (3) to see the validity, practicality, and effectivity of the developed model. This study used a Research and Development (R&D) strategy in the 4D model (define, design, develop, and disseminate). One hundred twenty undergraduates participated in the study, which was conducted at Universitas Muhammadiyah Surakarta and UINSurakata in their academic writing courses. MethodsThe study used mixed methods to analyze data collected from needs analysis surveys, expert validation sheets, student response questionnaires, pre- and post-tests, interviews, and documentation. Results show that developed model has a high rate of validity (CVI = 0.94) & high rate of practicality (89.1%). Additionally, students improved significantly in their academic writing abilities from pretest (M = 54.62) to posttest (M = 76.14) over the course of several weeks, creating a gain of 21.52 (p <. 001; Cohen’s d = 1.98). This study shows that the improvement of students in academic writing was shown from the process and product quality with peer tutoring as social scaffolding implemented in PjBL model.
Strategi Pembelajaran Inovatif Berbasis Digital Dalam Meningkatkan Literasi Siswa di Era Transformasi Teknologi Dhynda Maulidya Putri Rizqita; Shelviany Artika Dewi; Syifa Muktinaufa; Bayu Aji; Tsaniya Nur Maslachah Farida; Zuniar Kamaluddin Mabruri; Prima Vidya Asteria
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i3.3772

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong penerapan strategi pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan literasi siswa. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran strategi pembelajaran berbasis digital dalam meningkatkan literasi siswa di era transformasi teknologi. Penelitian menggunakan metode studi literatur (library research) dengan menganalisis berbagai jurnal, buku, dan sumber ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan platform pembelajaran daring, e-book, video edukatif, dan aplikasi interaktif mampu meningkatkan minat literasi, pemahaman materi, kemampuan berpikir kritis, serta kemandirian belajar siswa. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan infrastruktur teknologi, akses internet, dan kompetensi digital pendidik. Oleh karena itu, diperlukan dukungan sarana dan peningkatan kompetensi guru agar pembelajaran berbasis digital dapat diterapkan secara optimal dalam meningkatkan literasi siswa.