Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Peran Kepemimpinan Dalam Penguatan Keyakinan (Sradha) Umat Buddha Di Desa Tanjung Kabupaten Jepara Darma, Widia; Suyatno, Tri; Siswoyo, Eko
Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Vol 7 No 4 (2024)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/kamaya.v7i4.3751

Abstract

Leadership plays a crucial role in achieving shared goals, especially within Buddhist organizations in Tanjung Village, Monastery leaders are not only responsible for resource management but also serve as spiritual role models, motivators, and facilitators for the community. At Monastery, leadership is guided by principles of cooperation, transparency, and openness, encouraging active participation in various religious activities. The influence of social challenges and modern technology has affected the involvement of the younger generation in religious practices. Adaptive leadership is essential to maintain the community’s spiritual vitality and strengthen their faith in Buddhist teachings. By implementing values-based leadership, leaders can foster spiritual harmony, bolster solidarity, and ensure the continuity of Buddhist practices in facing modern challenges. This study employs a descriptive qualitative method to explore the role of leadership in educating Buddhists in Tanjung Village. The findings highlight that monastery leaders play a critical role in goal setting, work planning, and resource management. Leadership practices based on openness, togetherness, and cooperation enable Buddhists to participate voluntarily in decision-making and task division, thereby fostering a sense of responsibility and social solidarity within the community. Additionally, monastery leaders serve as exemplary figures in religious services and facilitators who connect the community with spiritual activities. They contribute to the development of the younger generation through education, arts, culture, and religious programs that enhance Buddhist faith. With their dual roles as administrators and spiritual guides, monastery leaders ensure the preservation of Buddhist teachings and the sustainability of the community, helping Buddhists adapt and societal dynamics.
Pelatihan Pembuatan Pakan Ternak Silase dan Pupuk Bokashi di Desa Jatimulyo Girimulyo Kulon Progo Ngadat, Ngadat; Mujiyanto, Mujiyanto; Siswoyo, Eko; Sudarto, Sudarto; Setyoko, Rahmad; Maryono, Ari; Purnomo, Danang Try; Sujiono, Sujiono
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 5 No. 1 Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v5i1.4621

Abstract

Artikel ini membahasa tentang pelatihan pembuatan pakan ternak Silase dan pupuk Bokasih yang berbasis pada sistem fermentasi pada masyarakat Buddha di Desa Jatimulyo Kabupaten Kulonprogo. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Asset Based Community Development (ABCD) yaitu model pemberdayaan masyarakat yang menekankan pada pemanfaatan aset dan potensi yang dimiliki oleh masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Memanfaatkan aset lokal secara optimal Bahan Baku Alami: Jerami, daun hijauan, dan kotoran ternak dimanfaatkan sebagai sumber utama, mengurangi ketergantungan pada bahan komersial. Pengetahuan Tradisional: Teknik pengolahan pakan dan pupuk berbasis fermentasi memanfaatkan kearifan lokal yang telah terbukti efektif. Penyuluhan tentang pakan ternak dan manfaat fermentasi dan bokasi, menyebarkan tentang pengetahuan pembuatan pakan ternak dan bokhasi Inovasi dalam formulasi pakan eksperimen dengan kombinasi bahan pakan yang berbeda untuk meningkatkan kandungan gizi atau menurunkan biaya.  Meningkatkan produktivitas dan nilai tambah pakan fermentasi: Menambah kandungan nutrisi dan meningkatkan efisiensi pakan, mendukung pertumbuhan ternak yang lebih baik. Bokashi: Mengubah limbah menjadi pupuk organik berkualitas, meningkatkan kesuburan tanah untuk mendukung siklus pertanian. Kolaborasi dan Pemberdayaan komunitas melibatkan berbagai pihak (peternak, tokoh adat, pemuda) memperkuat solidaritas dan kerja sama. Sistem gotong royong dalam pengumpulan bahan baku, pengolahan, dan distribusi produk meningkatkan rasa kepemilikan masyarakat. Mendukung ekonomi berkelanjutan lingkungan: mengurangi limbah organik dengan mendaur ulang menjadi produk yang bermanfaat. Ekonomi: Hasil produksi pakan dan bokashi dapat digunakan sendiri atau dijual, meningkatkan pendapatan masyarakat.
SPIRITUAL KLIWONAN UMAT BUDDHA: (Padepokan Agung Sangyang Jati) Eko Siswoyo
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 1 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v25i1.7499

Abstract

Kegiatan ini memadukan antara budaya tradisi dan agama Buddha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan tradisi kliwonan, apa makna spiritual dan dampak bagi setiap individu dan masyarakat sekitar vihara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sejarah serta lebih mementingkan subjek, proses, dan makna yang ada dalam penelitian serta menggunakan teori-teori yang mendukung dan juga sesuai dengan fakta yang ada di lokasi penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umat Buddha vihara Agung Sangyang Jati memadukan elemen spiritual, social dan budaya dengan serangkaian kegiatan persembahan puja, pembacaan parita, diskusi, makna yang terkandung dalam tradisi kliwonan sangat mendalam melalui doa, pembacaan paritta meditasi dengan mengambangkan metta, karuna, mudita, upekkha dan panna. Tradisi kliwonan ini menjadi sarana intropeksi diri dan penguatan spiritual individu (saddha) pada Buddha, dhamma dan sangha. Kegiatan ini juga berdampak positif bagi umat Buddha sendiri terutama pada ketenangan batin serta dapat mengikis tiga akar kejahatan diantaranya lobha (keserakahan) dosa (kebencian) dan moha (kebodohan batin). Secara social kemasyarakatan kegiatan kliwonan ini menciptakan rasa toleransi dan semangat gotong royong bagi uamt Buddha khususnya. Secara keseluruhan kegiatan kliwonan di vihara sangyang jati tidak sekedar ritual keagamaan Buddha tetapi juga dibarengi dengan kesadaran lingkungan, pelestarian nilai-nilai budaya yang harmonis dengan ajara Buddha.
PEMANFAATAN LIMBAH RAJUNGAN (PORTUNUS PELAGICUS) UNTUK MEMPRODUKSI PUPUK ORGANIK CAIR KITOSAN SEBAGAI GROWTH PROMOTOR Abdul Kahar; Busyairi, Muhammad; Siswoyo, Eko; Wijaya, Anggono; Nurcahya, Dian
Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2022): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol14.iss2.art3

Abstract

Limbah kepiting (Portunus pelagicus) berpotensi menjadi produk yang lebih bernilai yaitu kitin dan kitosan. Kitosan sebagai pemacu pertumbuhan tanaman merupakan senyawa alami yang bersifat biodegradble dan tidak beracun. Kitosan yang digunakan sebagai pupuk organik cair berfungsi sebagai pemacu pertumbuhan, karena adanya kandungan senyawa amino yang dapat merangsang tahap awal pertumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan limbah kepiting (Portunus pelagicus) untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi kitosan, kemudian menggunakan kitosan sebagai pupuk organikcair. Karakterisasi spektrum FTIR kitosan hasil isolasi dari rajungan, memperlihatkan nilai serapan gugus hidroksil/amina (OH-, NH2-)ditunjukkan pada puncak 3435,54 adalah 92,17% sedangkan nilai serapan gugus amida/asetamida (CH3CONH-) pada puncak 1654,67 adalah 91,16%. Dan diperoleh Derajat Deasetilasi kitosan dari rajunganberkisar antara 40,25-79,35%. Penggunaan pupuk organik cair-kitosan sebagai pemacu pertumbuhan berpengaruh nyata terhadap pertambahan massa, tinggi, panjang akar dan jumlah daun bawang dayak. Dimana konsentrasi optimum pupuk organik cair-kitosan untuk bawang dayak adalah 60% (v/v).
Analisis Kualitas Air, Limbah dan Udara pada Industri Perhotelan: Studi Kasus Hotel X di Yogyakarta Saprian, Saprian; Siswoyo, Eko
Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2024): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol16.iss2.art1

Abstract

Environmental quality is one of the key factors in supporting the tourism industry, where good environmental conditions are expected to be an attraction for tourists to visit a city. Various environmental problems such as pollution of river water bodies, ground water and air must receive serious attention, for example through environmental quality monitoring activities by hotel industry players. The current research aims to evaluate environmental quality conditions in four-star hotels and provide recommendations for improvement. Data collection was carried out by surveys and direct monitoring of environmental conditions in several four-star hotels. The research findings can help hotel managers and local governments in improving sustainability and environmental management in the hotel industry. Specifically, the study focuses on aspects such as clean water, wastewater, ambient air, waste management, and noise pollution. The study results show that although the ambient air quality around four-star hotels meets quality standards, several parameters exceed the threshold. The concentration of BOD and COD of the effluent from filter unit are 36,8 mg/l (standard 28 mg/l) and 72,5 mg/l (standard 50 mg/l), respectively. Wastewater from hotels significantly exceeds water quality standards, while the use of filters reduces the negative impact of wastewater pollution. The research serves as a contribution to the development of future studies related to environmental quality and workplace conditions in the Indonesian hotel industry.
Analisis Metode Ceramah Dharmaduta Dalam Udayi Sutta Siswoyo, Eko
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 4 No. 1 (2023): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v4i1.841

Abstract

Pemeluk agama Buddha dibandingkan dengan agama yang lain jumlahnya sangat sedikit begitu pula penyebar agama buddha (bhikkhu) yang jumlahnya tidak banyak di indonesia sehingga umat buddha kurang adanya pembinaan. Selain bhikkhu sebanarnya terdapat seorang dharmaduta (penceramah) yang bertugas memberikan pembinaan terhadap umat yang perannya menggantikan seorang anggota Sangha (para bhikkhu). Namun tidak banyak dari seorang dharmadutta yang mengaplikasikan nilai-nilai Udayi Sutta dalam memberikan ceramah kepada umat Buddha. Terdapat 5 nilai yang harus dikuasai seorang dharmaduta dalam memberikan ceramah kepada masyarakat umat Buddha. Metode penulisan dalam penelitian ini menggunakan metode kaulitatif dengan pendekatan fenomonologi dari kejadian-kejadian dimasyarakat. Dengan seorang penceramah mengaplikasikan udayi sutta dalam setiap ceramahnya akan memberikan kualitas pada umat buddha serta mendorong umat buddha untuk pergi ke vihara dan meningkatkan keyakinannya pada Buddha Dhamma dan Sangha.
Peran Dharmaduta Keliling Terhadap Pemahaman Buddha Dhamma: Vihara Metta Manggala, Pati-Jawa Tengah Widodo, Hadi; Siswoyo, Eko
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 2 No. 2 (2021): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v2i2.883

Abstract

Agama Buddha Indonesia merupakan agama minoritas dan perkembangannya pun sangat lamban bahkan dapat dikatakan macet, karena generasi penerus sangatlah minim dan dikarenakan beberapa faktor umat Buddha tidak sedikit yang berpindah ke kepercayaan lain. Untuk itu diperlukan seorang dharmaduta untuk menguatkan atau memupuk keyakinan masyarakat terutama pada daerah-daerah pelosok. Untuk mensiati kekurangan dharmaduta dibentuklah dharmaduta keliling. Dharmaduta keliling mempunyai pengaruh penting dalam membina dan memberikan pelayanan bagi umat. Tujuan dalam penelitian ini; 1) Mengetahui peran Dharmaduta keliling dalam pembinaan dan pelayanan untuk meningkatkan keyakinan umat Buddha, 2) Mengetahui kemampuan Dharmaduta keliling untuk melaksanakan tugas membabarkan Dharma, 3) Mengetahui pemahaman Dharma umat Buddha. Penelitian yang dilakukan di Vihara Metta Manggala ini merupakan penilitian kualilatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptive. Teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara pada informan, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan tiga tahap, reduksi data, penyajian dan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan uji kredibilitas (credibility) data, uji depenabilitas (reliabilitas) data, uji transferabilitas (validitas eksternal), dan uji komfirmabilitas (objektifitas). Hasil penelitian menunjukan bahwa peran Dharmaduta sangat besar untuk pemahaman Dharma umat Buddha, kemampuan Dharmaduta meliputi; kemampuan pengetahuan, kemampuan mengajar, dan motivasi sangat baik. Fasilitas yang cukup memadahi mendukung pembabaran Dharma lebih maksimal. Meningkatnya keyakinan dan pemahaman Aspek sila yang menimbulkan harmoni dalam hati dan pikiran disebut Samadhana, Aspek paññā secara harfiah paññā berarti memahami, mengetahui secara penuh atau tepat, untuk memperoleh kebijaksanaan merupakan kebahagiaan (sukho paññāya paṭilābho)
Analisis Vyaggapajja Terhadap Keluarga Hitta Sukhaya Siswoyo, Eko
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 2 No. 1 (2021): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v2i1.896

Abstract

Berbagai jenis kebutuhan dasar seperti yang telah disebutkan, ternyata dalam memenuhinya ternyata tidaklah mudah dan apabila tidak terpenuhi kebutuhan dasar dalam sebuah keluarga, dapat mengakibatkan ketidak bahagiaan keluarga dan ketidak bahagiaan yang telah mencapai taraf serius dapat mengakibatkan ketidak bahagiaan keluarga namun pada Setiap perumah tangga mengharapkan keluarga yang bahagia baik lahir dan batinnya namun umat buddha banyak kurang memahami bagaimana mengamalkan nilai-nilai dari vyaggapajja sutta yang diajarkan oleh sang Buddha. metode penulisan menggunakan studi kepustaaan. Adapun tujuan dan pertimbangan dari penulisan meggunakan metode penelitian studi kepustakaan ini adalah untuk memperjelas permasalahan, maksudnya dengan adanya studi kepustakaan itu, maka permasalahan yang dikemukakan akan semakin jelas arah. Untuk membentuk hitta sukhaya (keluarga bahagia), suami istri perlu tahu bagaimana cara menjalan kehiduan keluarga dan tahu tentang cara memperoleh kebahagiaan keluarga dalam kehiduan sekarang yaitu: Memiliki ketekunan (utthana-sampada), memiliki keseksamaan (arakkha-sampada), memiliki sahabat yang baik (kalyana-mitta )dan hidup seras, selaras serta seimbang (samma-jivikata
Menekan Kemiskinan Keluarga Melalui Ditthadhammikattha Empat Praptiyono, Kabul; Siswoyo, Eko
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 3 No. 1 (2022): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v3i1.898

Abstract

Kemiskinan keluarga ini telah disebabkan oleh ketidak semangat dalam mencari nafkah, selalu merasa putus asa dalam mengumpulkan kekayaan, lengah dalam menjaga harta kekayaan, tidak bisa memilih teman yang baik, yang mana yang bisa diajak kerja sama dalam mengelola suatu pekerjaan agar mendapat hasil yang baik, memiliki sifat kekikiran terlalu irit dalam penggunaan hartanya dan tidak pernah mau membagi sedikitpun ke orang lain. Penelitian tentang banyaknya kemiskinan keluarga ini menggunakan metode kepustakaan. Sumber primer penelitian diperoleh dari Kitab Suci Tri Pitaka yang lebih merujuk pada Sutta (kumpulan kotbah Buddha), sumber sekunder penelitian diperoleh dari buku-buku refrensi, dan beberapa situs internet. Proses analisis data melalui beberapa tahap yaitu analisis selama pengumpulan data, analisis setelah data terkumpul, dan analisis pemaparan data. Manusia selalu ingin bahagia baik jasmani maupun rohani. Kebahagiaan jasmani yakni apabila segala kebutuhan telah tercukupi dengan memiliki harta yang melimpah, dalam memperoleh harta kekayaan dalam keluarga harus berpedoman pada Empat Ditthadhammikattha yang benar. Dengan memiliki semangat dan rajin dalan mencari nafkah, penuh hati-hati dalam menjaga harta kekayaan, mempunyai sahabat yang baik, dan dengan cara hidup yang seimbang antara pengeluaran serta penghasilan. Maka kaum Gharavasa akan memperoleh kekayaan yang benar yang sesuai jalan Dhamma.
CANVA-BASED LEARNING VIDEO-MAKING TRAINING FOR TEACHERS OF SD DHARMA MULIA GETASAN, SEMARANG REGENCY Putranto, Dwiyono; Suyatno, Tri; Siswoyo, Eko; Setyoko, Rahmad; Mariyono, Ari; Junaidi, Junaidi
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i1.2136

Abstract

Learning videos are audio-visual media that is very useful for teachers in attracting students' attention in the learning process so that the material can be more easily understood. Canva has become a popular application used by teachers to create learning media online. The aim of this community service program is to increase teachers' understanding of learning videos and improve teachers' skills in making learning videos using Canva for teachers at Dharma Mulia Getasan Elementary School, Semarang Regency. Training is carried out using a classical approach through planning, implementation, and evaluation stages. The participants in this training were 9 teachers of Dharma Mulia Getasan Elementary School. The results of the training process evaluation showed that the training participants were very satisfied with the training materials (92%), trainer (84%), and training facilities (88%). The N-Gain calculation produces an effectiveness percentage of 87%, so this training is very effective in increasing teachers' understanding of learning videos. Evaluation of training results shows that participants mastered the Canva application in making learning videos with a percentage of 84%.