Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Effectiveness of warm compresses on the incidence of perineal rupture in phase II labor Selvia; Dona, Sismeri; M. Fajriannor; Handayani, Lisda
Health Sciences International Journal Vol. 3 No. 1: February 2025
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v3i1.59

Abstract

Background: Perineal rupture is a common complication during the second stage of labor, particularly among primiparous women, leading to maternal morbidity. Warm compresses have been suggested as an intervention to reduce perineal rupture by promoting muscle relaxation and elasticity. However, their effectiveness remains inconclusive. Objective:   To analyze the effect of warm compress application on the incidence of perineal rupture during the second stage of labor in primiparous women. Method:  This quasi-experimental study employed a pre-test and post-test design involving 10 primiparous women at 18 to 29 years old divided into intervention (n=5) and control (n=5) groups. Warm compresses were applied for 20 minutes during the second stage of labor in the intervention group. Data were collected using partograph sheets and analyzed using descriptive and inferential statistics, with a significance level of p<0.05. Result:  Among the intervention group, 40% experienced no laceration, 20% had first-degree laceration, and 40% had second-degree laceration. In the control group, 40% had no laceration, and 60% suffered second-degree laceration. Statistical analysis showed no significant difference in the incidence of perineal rupture between the groups (p=0.452). Conclusion:  Warm compresses did not significantly reduce the incidence of perineal rupture during the second stage of labor. Further research with a larger sample size and broader variables is recommended to validate these findings.
Studi Deskriptif Luaran Persalinan Dari Ibu Hamil Dengan Positif Hepatitis B Di Puskesmas Muara Teweh Raudah, Normila; Handayani, Lisda; Anisa, Fadhiyah Noor; Palimbo, Adriana
Sains Medisina Vol 3 No 6 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i6.809

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan data SIHEPI 2020 jumlah ibu hamil yang positif hepatitis B di Kabupaten Barito Utara sebanyak 45 orang dari 1.724 orang ibu hamil yang melakukan skrining hepatitis B. Ibu hamil dengan positif hepatitis B dapat menyebabkan terjadinya berat badan lahir rendah yang berdampak pada pertumbuhan yang lambat, gangguan mental dan fisik pada tumbuh kembangnya. Risiko lain yang dapat terjadi pada ibu hamil dengan hepatitis B positif adalah dapat mengalami abortus, persalinan prematur, perdarahan dan asfiksia. Tujuan: Mengetahui gambaran luaran persalinan dari ibu hamil dengan positif hepatitis B di Puskesmas Muara Teweh. Metode: Jenis dan rancangan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh dari lembar ceklist yang bersumber dari data rekam medis ibu pasca bersalin dengan riwayat hepatitis B tahun 2021-2022 sebanyak 29 orang. Data dianalisis secara univariat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dari masing-masing variabel. Hasil: Penelitian ini menghasilkan data penelitian, yaitu luaran persalinan berdasarkan usia kehamilan, kejadian Abortus terjadi pada 2 orang(6,9%). Berat badan lahir rendah (BBLR) 1 orang (3,4%). Jenis persalinan Per abdominal terjadi pada 5 orang (17,2%). kejadian Asfiksia 2 orang (6,9%). Perdarahan pasca salin 1 orang(3,4%). Simpulan: Luaran persalinan dari ibu hamil dengan positif hepatitis B di Puskesmas Muara Teweh adalah Abortus, berat badan lahir rendah, jenis persalinan per abdominal, asfiksia dan perdarahan.
Korelasi Jenis Persalinan dengan Ikterus Neonatorum di RSUd dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin: Correlation of Type of Labor with Neonatorum Jaundice at dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Diyanti, Diyanti; Hestiyana, Nita; Handayani, Lisda; Haryanto, Ika Avriliana
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9009

Abstract

Angka kematian bayi di indonesia cukup tinggi yaitu sebanyak 6.700 bayi meninggal dalam minggu pertama kehidupan. Salah satu penyebabnya karena ikterus, ikterus terjadi pada 3% (3,6 juta) dari 120 juta bayi baru lahir. Faktor tersering terjadinya ikterus adalah BBLR dan prematuritas. Faktor selanjutnya jenis persalinan pada bayi baru lahir. Pada jenis persalinan tindakan seperti sectio caeserea, vakum ekstraksi dan forcep ektraksi mengalami Ikterus sebesar 68,4% dan pervaginam sebesar 46,3%. Menganalisa hubungan antara jenis persalinan dengan Ikterus Neonatorum di RSUD Dr. H. Moch Ansari saleh Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan jenis penelitian cross sectional. Data diambil adalah data sekunder dari rekam medik dengan populasi 320 bayi menggunakan teknik total sampling serta dianalisis dengan uji Chi-square. Pada ibu yang melahirkan dengan persalinan tindakan mengalami ikterus neonatorum sebanyak 143 bayi (44,7%) sedangkan pada ibu yang melahirkan dengan persalinan pervaginam mengalami ikterus neonatorum sebanyak 102 bayi (31,8%). Berdasarkan analisa uji hipotesis secara bivariat menunjukkan nilai p = 0,000 yang berarti ada hubungan jenis persalinan dengan kejadian ikterus neonatorum. Ada hubungan jenis persalinan dengan ikterus neonatorum di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin.