Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Health monitoring before and after independent learning during the pandemic Handayani, Lisda; Suhartati, Susanti; Irawan, Angga; Zulfadhilah, Muhammad
Health Sciences International Journal Vol. 2 No. 2: August 2024
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v2i2.40

Abstract

Background: The COVID-19 pandemic significantly impacted educational practices globally, including Indonesia's Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) program, which emphasizes real-world learning experiences. Health monitoring became a crucial aspect of student safety during MBKM activities, particularly in community settings. This report examines the health protocols implemented by Universitas Sari Mulia during a humanitarian mission in response to the South Kalimantan floods amidst the pandemic. Case presentation: Sari Mulia University deployed 327 students to assist in four sub-districts affected by floods. To prevent the spread of COVID-19, pre-deployment health protocols included rapid antigen testing, which identified five asymptomatic positive cases requiring isolation. After completing the two-month MBKM program, students were tested again, revealing seven additional cases, including one with moderate symptoms, while others were either mild or asymptomatic. Discussion: The university's health monitoring protocols, including pre- and post-deployment testing, isolation, and symptom-based treatments, significantly minimized virus transmission. The importance of early detection and close monitoring of asymptomatic individuals  is emphasized, as undetected cases could contribute to community transmission. Additionally, the program highlights the necessity of integrating health education into MBKM activities to ensure students understand preventive health measures. Conclusion: Universitas Sari Mulia successfully implemented comprehensive health monitoring during its MBKM program, protecting both students and the communities they served. This case underscores the need for ongoing health vigilance, education, and institutional collaboration to safely conduct off-campus learning during the pandemic. These practices serve as a model for future MBKM programs across Indonesia.
Alat Perlindungan Diri Bidan Di Puskesmas Selama Pandemi Covid-19 Handayani, Lisda; Suhartati, Susanti
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v13i1.832

Abstract

Latar Belakang: : Fasilitas pelayanan kesehatan merupakan garda terdepan dalam upaya penanggulangan kasus di masa pandemi COVID-19. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan primer selama ini merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di Indonesia. upaya pencegahan penyebaran dan penularan COVID-19 harus bisa diatasi  dengan segera, salah satunya dengan penyediaan APD yang efektif dan efisien bagi tenaga kesehatan. Tujuan peneliotian ini adalah mengetahui APD yang diguanakan bidan selama  memberiksan asuhan kebidanan di Puskesmas  .Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif ,  mendeskripsikan hasil penelitian dengan populasi Bidan di 26 puskesmas dengan menggunakan kuesioner.Hasil:  pada awal pandemic kebanyakan (53,8%) bidan dipuskesmas melakukan pelayanan kebidanan dengan menggunakan hazmat/cover all dimana penggunaannya diperuntukkan pada APD level 3, sedangkan pada saat PPKM berlangsung sudah ada panduan untuk menggunakan APD yang sesuai yaitu APD level 2, kebanyakan puskesmas menggunakan APD level 2 (46,2%), namun masih ada puskesmas yang bertahan pada APD Level 3 bahkan ada yang hanya menggunakan APD Level 1 (7,7%). sedangkan pada situasi pasca PPKM kebanyakan puskesmas masih bertahan pada APD level 2 (69,2%) walaupun sisanya  sudah diturunkan menjadi level 1Kesimpulan: APD yang digunakan bidan dipuskesmas diawal pandemi antara level 3 dan level 2, sedangkan pada saat PPKM hingga sekarang sudah ada puskesmas yang menurunkan menjadi APD level 1 walaupun angka kejadian COVID-19 masih ada.Personal Protection Equipment for Midwives at the Health Center during the Covid-19 PandemicBackground: Health service facilities are the front line in efforts to resolve the COVID-19 pandemic. Public Health Center as primary health care facilities have been the spearhead of health services in Indonesia. Efforts to prevent the spread and transmission of COVID-19 must be addressed immediately, one of which is the provision of effective and efficient PPE for health workers. The purpose of this study was to determine the PPE used by midwives while providing midwifery care at the Public Health Center.Methods: This study is a quantitative study by describing the results  of the study with a population of midwives in 26 Public Health Center used a questionnaire.Results: at the beginning of the pandemic, most (53.8%) midwives at health centers performed midwifery services using hazmat/cover all where the use was intended for level 3 PPE, while at the time of PPKM there were already guidelines for using the appropriate PPE, namely level 2 PPE, mostly Public Health Center use PPE level 2 (46.2%), but there are still puskesmas that survive on PPE Level 3 and some even only use PPE Level 1 (7.7%). whereas in the post-PPKM situation, most of the puskesmas still maintain PPE level 2 (69.2%) even though the rest has been reduced to level 1Conclusion: The PPE used by midwives in Public Health Center at the beginning of the pandemic was between level 3 and level 2, while during PPKM until now there were already puskesmas that had reduced it to level 1 PPE even though the number of COVID-19 cases was still there. 
Alat Perlindungan Diri Bidan Selama Praktik Mandiri Ditengah Pandemi COVID-19 Handayani, Lisda; Suhartati, Susanti
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i2.753

Abstract

Latar Belakang: : COVID-19 telah menjadi tantangan bagi layanan kesehatan sistem kesehatan  dan petugas kesehatan adalah yang paling berisiko tinggi terpapar.  Setiap hari, para ibu bisa datang berkonsultasi soal kandungan atau alat KB ke rumah bidan pagi, siang, malam. Kepatuhan bidan dalam menggunakan APD selama melakukan praktik kebidanan menjadi perisai utama agar bidan dapat terhindar dari penularan COVID-19.Tujuan: penelitian ini adalah mengetahui APD yang digunakan bidan selama  memberikan asuhan kebidanan.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan mendeskripsikan hasil penelitian dengan populasi Bidan yang melaksanakan praktik mandiri selama pandemi COVID-19 dengan sampel sebanyak 48 orang dengan menggunakan kuesioner.Hasil:  Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa hanya ada 10 bidan (20,1%)  yang menggunakan APD secara lengkap saat melakukan asuhan saat rawat jalan seperti pemeriksaan kehamilan, nifas maupun pelayanan kontrasepsi. Sedangkan pada Asuhan persalinan hanya 2 bidan (4,2%) yang menggunakan APD secara lengkap. Penggunaan APD yang tidak lengkap baik pada asuhan rawat jalan maupun asuhan persalinan adalah pada penggunaan penutup kepala, faceshield dan goggles.Simpulan: APD yang digunakan bidan selama pemberian asuhan masih banyak yang belum sesuai dengan panduan yang dikeluarkan oleh kementerian kesehatan selama Pandemi COVID-19 ini sehingga perlu disosialisasikan kembali penggunaan APD yang tepat baik saat pemberian asuhan kehamilan, nifas, keluarga berencana maupun asuhan persalinan. Kata Kunci : APD, Bidan, COVID-19 Midwives Self Protection Equipment During Independent Practice Amid the COVID-19 Pandemic Background: COVID-19 has become a challenge for health care systems and health workers are most at high risk of exposure. Every day, mothers can come to the midwife's house to consult about pregnancy or family planning equipment in the morning, afternoon and evening. Midwives' compliance in using PPE during midwifery practice is the main shield so that midwives can avoid transmission of COVID-19.Purpose: this study was to find out the PPE used by midwives while providing midwifery care.Methods: This research is a quantitative study by describing the results of research with a population of midwives who carried out independent practices during the COVID-19 pandemic with a sample of 48 people using a questionnaire.Results: Based on the results of the study it was found that only 10 midwives (20.1%) used complete PPE when providing outpatient care such as pregnancy, postpartum and contraceptive services. Whereas in delivery care only 2 midwives (4.2%) used complete PPE. Incomplete use of PPE both in outpatient care and delivery care is in the use of head coverings, faceshields and goggles.Conclusion: Many PPE used by midwives while providing care are still not in accordance with the guidelines issued by the ministry of health during the COVID-19 Pandemic, so it is necessary to re-socialize the use of proper PPE both when providing care for pregnancy, childbirth, family planning and delivery care. Keywords: PPE, Midwives, COVID-19Keyword: PPE, midwife, COVID-19
Implementation of the Maternal and Neonatal Tetanus Elimination (MNTE) Program at the Banjarmasin Health Center Suhartati, Susanti; Handayani, Lisda
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i2.749

Abstract

Background In an effort to reduce the incidence of neonatal tetanus, Indonesia has carried out various strategies, namely by implementing safe and clean assistance, high and even coverage of TT techniques, and administering neonatal tetanus surveillance. One of the scopes of routine TT training is the implementation of the Maternal and Neonatal Tetanus Elimination (MNTE) program. The Maternal and Neonatal Tetanus Elimination Program (MNTE) is implemented by all Puskesmas as the first service for the use of Tetanus Toxoid. Objective Describe the causes of low TT coverage at the Banjarmasin City Health Center and describe the obstacles faced in the process of implementing the Maternal and Neonatal Tetanus Elimination (MNTE) program in Banjarmasin. Method This research is a quantitative descriptive study using Cross Sectional. With Acidental Sampling with a total of 150 respondents consisting of pregnant women and 25 midwives at the Banjarmasin Health Center. Results From 150 pregnant women respondents, there are still 28 people or 18.7% of pregnant women who have never been able to use TT, there are only 6 pregnant women or 4% of pregnant women with TT 4 status and there are 54 pregnant women or 36% of women. pregnant with TT 1 status. A total of 78 people or 52% have less knowledge of TT techniques. As many as 88 people or 58.6% have a negative attitude towards TT, as much as 59.4% of pregnant women stated that the role of officers is still lacking in explaining the TT technique. Service documentation is only centered on service providers, documentation is not clearly accessible or readable by service recipients. low parity need more effort in utilizing TT. Lack of information and knowledge causes there are still pregnant women with negative attitudes towards exercise. Conclusion MNTE services at the Banjarmasin Health Center require increased promotion efforts, and media documentation that can be owned by women of childbearing age to find out TT and can fulfill TT status up to TT 5. Keywords Immunization TT, Tetanus, MNTE
Implementasi Program Antisipasi Defisiensi Gizi Dalam Kehamilan (ANDIKA) Pada ANC Terintergrasi Di Puskesmas Kota Banjarmasin Suhartati, Susanti; Handayani, Lisda
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v13i2.880

Abstract

Latar Belakang:Masalah gizi pada ibu hamil masih merupakan masalah Kesehatan yang perlu mendapat perhatian khusus. Berbagai dampak dapat terjadi akibat dari masalah gizi pada ibu hamil seperti anemia dalam kehamilan, masalah dan proses pertumbuhan janin yang akan dilahirkan. Komplikasi yang dapat terjadi adalah keguguran, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia ibu dan pada bayi, dan bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR).Tujuan : Mengetahu bagaimana pelaksanaan program Antisipasi Defisiensi Gizi dalam Kehamilan (ANDIKA) di Puskesmas Kota Banjarmasin.Metode: Penelitian deskriptif dengan desain potong lintang yang dilakukan di Puskesmas Banjarmasin dari bulan Agustus-November 2022. Sebanyak 150 ibu hamil dipilih secara accidental sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif.Hasil: dari 130 responden sebesar 11,5% ibu hamil mengalami KEK dan 22,3% ibu hamil mengalami anemia. 100% ibu hamil dengan KEK telah mendapatkan PMT dan telah mendapatkan penjelasan tentang cara mengkomsi. Sebesar 95,4% ibu hamil di puskemas telah mendapatkan tablet Fe namun kurang dalam penjelaskan tentang cara meminum tablet Fe sebesar 23%, tidak menjelaskan efek samping tablet Fe sebesar 19%.Kesimpulan: Perlu peningkatan KIE dan Pemantauan pemberian PMT dan Fe pada ibu hamil dalam mengoptimalkan pencegahan defisiensi Gizi pada ibu hamil di Puskesmas Banjarmasin.Implementation of the Anticipation of Nutritional Deficiencies in Pregnancy (ANDIKA) Program at Integrated ANC at the Banjarmasin City Health CenterBackground:Nutritional problems in pregnant women are still a health problem that needs special attention. Various impacts can occur as a result of nutritional problems in pregnant women such as anemia in pregnancy, problems and the growth process of the fetus to be born. Complications that can occur are miscarriage, stillbirth, neonatal death, birth defects, maternal and infant anemia, and babies born with low birth weight (LBW).Objective: To find out how the Anticipation of Nutrition Deficiency in Pregnancy (ANDIKA) program is implemented at the Banjarmasin City Health Center.Method: A descriptive study with a cross-sectional design conducted at the Banjarmasin Health Center from August to November 2022. A total of 150 pregnant women were selected by accidental sampling. Data were collected by questionnaire and analyzed descriptively.Results: out of 130 respondents, 11.5% of pregnant women had CED and 22.3% of pregnant women had anemia. 100% of pregnant women with CED have received PMT and have received an explanation on how to consume. 95.4% of pregnant women at the health center received Fe tablets but lacked explanation on how to take Fe tablets by 23%, did not explain the side effects of Fe tablets by 19%.Conclusion: It is necessary to increase KIE and monitoring the provision of PMT and Fe to pregnant women in optimizing the prevention of nutritional deficiencies in pregnant women at the Banjarmasin Health Center.
Pengaruh Tekhnik Deep Breathing Pada Ibu Bersalin Terhadap Tingkat Nyeri Persalinan Kala I di RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kabupaten Kotabaru Herliyani; Handayani, Lisda; Rahmawati, Dwi; Istiqomah
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 4 (2025): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v3i4.639

Abstract

Latar Belakang: Karakter dari persalinan normal adalah nyeri uterus dan kontraksi yang disebut dengan nyeri persalinan yang dapat mengakibatkan ibu menjadi stress. Terlihat ibu bersalin yang datang ke rumah sakit, yaitu 6 dari 10 ibu yang mengalami nyeri persalinan memiliki intensitas nyeri diatas 6 yang dinilai dengan NRS atau (Numeric Ratting Scale). Dalam mengatasi nyeri persalinan dapat melakukan 2 cara yaitu farmakologi dan non farmakologi. Salah satu cara non farmakologi adalah tekhnik deep breathing. Tujuan: Menganalisis pengaruh teknik deep breathing pada ibu bersalin terhadap tingkat nyeri persalinan kala I di RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru. Metode: Metode quasi eksperimental dengan jenis rancangan one group pre test – posttest. Tekhnik pengambilan sampling yang digunakan yaitu accidental sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 10 orang ibu bersalin di RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru. Hasil: Mayoritas nyeri persalinan sebelum diberikan deep breathing adalah nyeri sedang yaitu sebanyak 5 orang (50%), setelah diberikan deep breathing, didapatkan bahwa 70% responden hanya mengalami nyeri ringan tanpa ada yang mengalami nyeri berat, dan ada pengaruh tekhnik deep breathing pada ibu bersalin terhadap tingkat nyeri persalinan kala I di RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru. (sig = 0,004<0,05). Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh tekhnik deep breathing pada ibu bersalin terhadap tingkat nyeri persalinan kala I di RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru, didapatkan ada pengaruh tekhnik deep breathing pada ibu bersalin terhadap tingkat nyeri persalinan kala I di RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru. (sig = 0,004<0,05).
IDENTIFIKASI KEPUASAN LAYANAN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU POST PARTUM DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS ANJIR SERAPAT Astuti, Arie Indri; Istiqamah, Istiqamah; Hasanah, Siti Noor; Handayani, Lisda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4504

Abstract

Latar Belakang:Puskesmas Anjir Serapat merupakan salah satu instansi kesehatan yang memliki tugas untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Asuhan kebidanan pada ibu post partum salah satunya pelayanan yang diberikan. Cakupan pelayanan pada ibu nifas menurut Dinas Kesehatan pada tahun 2022 di Provinsi Kalimantan Tengah yaitu KF1 sebesar 85.7%, KF2 sebesar 2,5% dan KF3 sebesar 80,6%, namun di wilayah Kerja UPT Puskesmas Anjir Serapat pada bulan agustus 2023 terdapat 66 jumlah ibu nifas, pada bulan September menurun menjadi 53 ibu nifas dan bulan Oktober 2023 terdapat 41 ibu nifas. Berdasarkan hasil dari tanya jawab yang dilakukan kepada 15 ibu nifas, 9 ibu nifas mengenai pelayanan petugas kesehatan pada saat asuhan masa nifas menyatakan kurang puas terhadap pelayanan yang diberikan, 6 orang cukup puas, karena bidan jarang untuk datang melakukan kunjungan masa nifasTujuan:Mengetahui kepuasan asuhan kebidanan pada ibu post partum di wilayah kerja UPT Puskesmas Anjir SerapatMetode:Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitif. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu post partum hari ke 14 sampai hari ke 42 dengan jumlah 30 orangHasil:responden yang puas terhadap layanan asuhan kebidanan sebanyak 19 orang (63,3%) dan yang tidak puas sebanyak 11 orang (36,7%) dan petugas kesehatan yang melakukan kunjungan nifas sebanyak sebanyak 17 orang (56,6%) sedangkan tidak melakukan sebanyak 13 orang (43,3%)Simpulan:masih terdapat ibu yang tidak puas terhadap layanan asuhan kebidanan di UPT Puskesmas Anjir SerapatKata kunci: ibu nifas, kepuasan, layanan asuhan
Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di Madrasah Aliyah Swasta Normal Islam Puteri Rakha Amuntai Hidayati; Handayani, Lisda; Noval; Iswandari, Novita Dewi
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 4 (2025): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v3i4.649

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering ditemukan pada remaja, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Pola makan yang tidak seimbang dan kurangnya asupan zat besi sering kali menjadi faktor utama penyebab anemia. Madrasah Aliyah Swasta Normal Islam Puteri Rakha Amuntai merupakan salah satu lembaga pendidikan di Hulu Sungai Utara yang menghadapi masalah ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan dan kejadian anemia pada remaja puteri di Madrasah Aliyah Swasta Normal Islam Puteri Rakha Amuntai. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 70 remaja puteri yang bersekolah di Madrasah Aliyah Swasta Normal Islam Puteri Rakha Amuntai. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai pola makan dan pemeriksaan kadar hemoglobin darah. Analisis data dilakukan menggunakan uji spearman rank untuk melihat hubungan antara pola makan dan kejadian anemia. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pola makan remaja putri mayoritas dalam kategori cukup sebanyak 72,86%, dan sebanyak 52.86% mengalami anemia. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan kejadian anemia pada remaja di Madrasah Aliyah Swasta Normal Islam Puteri Rakha Amuntai (p = 0.000 < 0,05). Simpulan: Pola makan yang seimbang sangat penting dalam mencegah anemia pada remaja. Diperlukan upaya edukasi dan intervensi gizi untuk memperbaiki pola makan remaja di MA RAKHA Amuntai guna mengurangi prevalensi anemia.
Pengaruh Pemberian Edukasi Menggunakan Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia Di Madrasah Aliyah Swasta Normal Islam Puteri Rakha Amuntai Zuleha; Handayani, Lisda; Yunita, Laurensia; Kabuhung, Elvine Ivana
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 4 (2025): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v3i4.651

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan global yang sering ditemui pada remaja putri, terutama di negara berkembang. Pengetahuan tentang anemia sangat penting untuk pencegahan dan pengelolaannya. Madrasah Aliyah Swasta Normal Islam Puteri Rakha Amuntai merupakan salah satu institusi pendidikan yang menjadi sasaran intervensi untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai anemia. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian edukasi menggunakan video terhadap peningkatan pengetahuan tentang anemia di Madrasah Aliyah Swasta Normal Islam Puteri Rakha Amuntai. Metode: Jenis penelitan yang dilakukan adalah penelitian Pre-experimental dengan rancangan one group pretest – posttest design. Sampel berjumlah 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner untuk mengukur pengetahuan dan lembar checklist untuk mengidentifikasi responden yang sudah mendapatkan edukasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian edukasi menggunakan video, mayoritas pengetahuan peserta berada pada kategori cukup. Setelah intervensi edukasi, mayoritas pengetahuan peserta meningkat menjadi kategori baik. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000, yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan dalam pengetahuan peserta sebelum dan setelah diberikan edukasi. Simpulan: pemberian edukasi menggunakan video terbukti berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia di Madrasah Aliyah Swasta Normal Islam Puteri Rakha Amuntai.
The effectiveness of using warm compresses and birthing balls on the anxiety level of the active phase of the first stage of labor Palimbo, Adriana; Anisa, Fadhiyah Noor; Handayani, Lisda; Hasanah, Uswatun
Health Sciences International Journal Vol. 1 No. 1: August 2023
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v1i1.3

Abstract

Background: Labor accompanied by pain reaches 90% of events; however, in developed countries, around 7-14% give birth without pain. Several attempts were made through non-pharmacological methods, including warm compresses and a birthing ball, to reduce anxiety into the active phase of the first stage of labor. Objective: This study aims to analyse the effectiveness of warm compresses and birthing balls on the anxiety scale of women in labor during the active phase I. Methods: This quasi-experimental study involved 30 primiparous women and multiparas with a gestational age of 36-40 weeks in the third trimester. Maternity mothers were divided into two groups. The first group obtained warm compresses, while the second group received warm compresses and birthing balls. The Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) was used before and after the intervention to measure labor pain. Results: The independent t-test showed that warm compresses combined with the birthing ball were more effective in reducing anxiety levels than just warm compresses (p-value 0.030<0.05). The average score of respondents' anxiety after being given a warm compress was 48.60, and the average score of respondents' anxiety after being given a warm compress and birthing ball was 42.87. Conclusion: The non-pharmacological method of using warm compresses with the birthing ball considerably reduces women's anxiety level in labor in the first active phase compared to only the single method of wUsarm compresses.