Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : Publika

ANALISIS PENERAPAN STANDAR PELAYANAN WARAS (WISATA ARSIP ANAK SEKOLAH) BERBASIS ELEKTRONIK DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI JAWA TIMUR PADA MASA PANDEMI COVID-19 Pertiwi, Adelia Indah; Meirinawati, Meirinawati
Publika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n1.p1447-1460

Abstract

Virus mematikan dari China dikenal dengan COVID19. Instansi yang menerapkan layanan berbasis elektronik yaitu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. WARAS (Wisata Arsip Anak Sekolah) adalah program layanan arsip untuk mengedukasi anak sekolah akan pentingnya menjaga dan memelihara arsip. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis penerapan standar pelayanan WARAS berbasis elektronik di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur dengan masa pandemi COVID19. Pendekatan penelitian yang dipergunakan yaitu kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dokumentasi dan pencarihan yang terdapat pada data online. Adapun teknik analisis data yang pada akhirnya menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan menggunakan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Keputusan Menpan) No 63 Tahun 2003 yaitu: 1) prosedur pelayanan, belum diterapkannya sosialiasi tahapan pendaftaran kepada masyarakat 2.) waktu penyelesaian, kurang efektif karena masih dilihat dari kondisi pseserta dan ketentuan waktu kegiatan 3) biaya pelayanan, tidak ada biaya untuk kegiatan sehingga peserta senang mendapatkan ilmu tanpa pengeluaran uang 4) produk pelayanan, terdapat kendala pada aplikasi yang tiba-tiba error saat digunakan 5) sarana dan prasarana, belum memadai kendala wifi dan signal saat kegiatan berlangsung 6) kompetensi petugas pemberi pelayanan, SDM yang kurang dan belum ada pelatihan bagi petugas layanan. Berdasarkan hasil penelitian pelayanan WARAS berlangsung terdapat kendala pada wifi yang digunakan trouble dan menghambat proses kegiatan. Saran dari peneliti kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur menyiapkan cadangan modem agar kegiatan WARAS dapat berjalan dengan lancar. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Standar Pelayanan, WARAS. The deadly virus from China is known as COVID19. Agencies that implement electronic-based services are the Office of the Library and Archives of East Java Province. WARAS (School Archives Tour) is an archive service program to educate school children about the importance of maintaining and maintaining archives. The purpose of this study is to analyze the application of electronic-based WARAS service standards at the East Java Provincial Library and Archives Service during the COVID19 pandemic. The research approach used is qualitative with descriptive method. Data collection techniques consist of observation, interviews, documentation and searches contained in online data. The data analysis technique which in the end uses data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study stated that using the Decree of the Minister of Administrative Reform (Menpan Decree) No. 63 of 2003, namely: 1) service procedures, not yet implemented socialization of the registration stage to the public 2.) completion time, less effective because it is still seen from the condition of participants and the provisions of the activity time 3 ) service fees, there are no fees for activities so that participants are happy to get knowledge without spending money 4) service products, there are obstacles in the application that suddenly errors when used 5) facilities and infrastructure, wifi and signal problems are not adequate when the activity takes place 6) competence of service providers, lack of human resources and no training for service officers. Based on the results of the ongoing WARAS service research, there are obstacles to the wifi used, which is trouble and hinders the activity process. Suggestions from researchers to the Office of the Library and Archives of East Java Province to prepare a backup modem so that WARAS activities can run smoothly. Keywords: Public Service, Service standard, WARAS.
ANALISIS PENERAPAN STRANDAR PELAYANAN PUBLIK PEMBUATAN KTP-EL (KARTU TANDA PENDUDUK ELEKTRONIK) DI DINAS KEPENDUDUK DAN PENCATATAN SIPIL (DISPENDUK CAPIL) KOTA SURABAYA Trisna, Elga; Meirinawati, Meirinawati
Publika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n1.p1461-1474

Abstract

Pelayanan publik merupakan wujud dalam memenuhi kepentingan pencatatan sipil dan kependudukan berupa penerapan KTP Elektronik (KTP-el) sehingga dibutuhkan standar pelayanan publik pada instansi pemerintah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan standar pelayanan publik. Pembuatan KTP-el. di Dispenduk Capil Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan. metode deskriptif dengan pendekatan. kualitatif menggunakan pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari Pegawai Dispenduk Capil dan masyarakat. Analisis yang digunakan peneliti untuk standar pelayanan. publik menurut PERMENPAN RB Nomor 15 Tahun 2014 tentang. Pedoman. Standar Pelayanan terdiri dari identifikasi persyaratan kebutuhan tiap-tiap jenis layanan KTP-el, identifikasi prosedur mempunyai tahapan Standar Operasional Prosedur pelayanan, identifikasi waktu dalam menyelesaikan tiap jenis layanan, identifikasi besaran biaya/tarif saat mendapatkan pelayanan, identifikasi produk pelayanan berupa luaran pelayanan yang didapat dan identifikasi penanganan pengelolaan pengaduan mengenai berbagai bentuk mekanisme pengelolaan pengaduan. Hasil analisis menunjukkan penerapan pelayanan publik pembuatan KTP-el sudah berjalan sesuai pedoman standar pelayanan namun belum sepenuhnya optimal. Dilihat dari identifikasi persyaratan ditemukan pemohon masih membawa persyaratan yang kurang dan identifikasi waktu masih belum maksimal apabila blanko tidak tersedia. Saran yang dapat diberikan pada permasalahan persyaratan bagi penyelenggara layanan seharusnya mensosialisasikan informasi persyaratan pembuatan KTP-el sesuai kebutuhan tiap jenis pelayanan serta bagi masyarakat dapat memanfaatkan media elektronik pada channel yang disediakan Dispenduk Capil mengingat pentingnya mengurus dokumen pencatatan sipil dan saran batas waktu penyelesaian pembuatan KTP-el dapat memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan pun ketelitian penginputan kependudukan pada data center serta ketepatan penyelesaian penerbitan KTP-el bagi pemerintah lebih memperhatikan ketersediaan blanko. Kata Kunci: Standar Pelayanan Publik, Analisis Pelayanan, KTP-el. Public service is a form of fulfilling the interests of civil and population registration in the form of the application of an Electronic KTP (KTP-el) so that public service standards are needed in government agencies. This study aims to describe the application of public service standards makin KTP-el at the Civil Registration Office of the City of Surabaya. This research uses descriptive method with approach Qualitatively using data collection through interview, observation and documentation techniques. The rearch subjects consisted of the Employees Civil Registration Office and the community. The analysis used by researchers of service standards according to PERMENPAN RB Number 15 of 2014 concering Guideliness Service Standards consist of identifying the requirements for each type of KTP-el service, identification of procedures with stages of Standard Operating Procedures for services, identification of time to complete each type of service, identification of the amount of fees/tariffs when receiving services, identification of service products in the form of service outputs obtained and identification of handling complaints regarding various forms of complaint management mechanisms. The results of the analysis show that the implementation of public services for making KTP-el has been running according to service standards guidelines but is not yet fully optimal. Judging from the identification of the requirements, it was found that the applicant still brought the requirements that were lacking and the identification time was still not maximized if the form was not available. Suggestions that can be given on the issue of requirements for service providers should disseminate information on the requirements for making KTP-el according to the needs of each type of service and for the public to use electronic media on channels provided by the Civil Registration Office, considering the importance of taking care of civil registration documents and suggestions for the deadline for completing the KTP-el making can provide service as promised, even if the accuracy of population input at the data center and the accuracy of completing the issuance of KTP-el for the government pays more attention to the availability of forms. Keywords: Standards of Public Service, Analysis Service, KTP-el
MANAJEMEN STRATEGI PELAYANAN PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KABUPATEN TRENGGALEK Devi, Nindya Anthea Magnolia; Meirinawati, Meirinawati
Publika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n1.p1593-1604

Abstract

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Trenggalek merupakan Lembaga penyedia pelayanan publik seharusnya bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakatnya. Akan tetapi, pada kenyataannya masih ditemukan masalah dan keluhan terkait pelayanan publik yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen strategi pelayanan pada DPMPTSP Kabupaten Tenggalek. Dengan adanya strategi yang tepat diharapkan DPMPTSP Kabupaten Trenggalek mampu mewujudkan pelayanan publik yang baik kepada masyarakat sekitar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk mengetahui manajemen strategi pelayanan dengan menggunakan empat indikator menurut Kooten (dalam Ulfa, 2018) yaitu corporate strategy, program strategy, resource support strategy, serta faktor pendukung dan faktor penghambat berjalannya DPMPTSP. Metode Pengumpulan data yaitu melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan data kualitatif yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian yang didapatkan DPMPTSP Kabupaten Trenggalek sudah merealisasikan serta memahami visi misinya dengan baik, sehingga dalam pembentukan strategi organisasi sudah jelas arah dan tujuan pada perancangan visi misi DPMPTSP. Pada strategi program menunjukan DPMPTSP Trenggalek berfokus pada pelayanan perizinan yaitu pelayanan administasi baik itu perizinan maupun non perizinan dengan bentuk pelayanan online dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang penggunaanya, tetapi masyarakat tetap memilih menggunakan pelayanan langsung pada DPMPTSP tentang prosedur pelayanan. Pada strategi sumber daya yang ada pada DPMPTSP Kabupaten Trenggalek sebagai penunjang program yang berjalan sudah cukup baik, sedangkan faktor pendukung dilihat pada tersedianya pelayanan online yang efektif serta efisien dan faktor penghambatnya dilihat pada sosialisasi yang kurang maksimal. The One Stop Integrated Service and Investment Service (DPMPTSP) of Trenggalek Regency as one of the institutions providing public services should be able to provide good services to the community. However, in reality there are still problems and complaints related to the public services provided. This study aims to analyze the service strategy management at DPMPTSP Tenggalek Regency. With the right strategy, it is hoped that the Trenggalek Regency DPMPTSP will be able to realize good public services to the surrounding community. This study uses a descriptive type of research with a qualitative approach to determine service strategy management using four indicators according to Kooten (in Ulfa, 2018), namely corporate strategy, program strategy, resource support strategy, as well as supporting factors and inhibiting factors for the running of DPMPTSP. Data collection methods are through interviews, observation, and documentation. The data analysis technique in this study used qualitative data, namely data reduction, data presentation, and verification. The results of the research obtained by DPMPTSP Trenggalek Regency have realized and understood its vision and mission well, so that in the formation of organizational strategy the direction and objectives of the design of the vision and mission of DPMPTSP are clear. The program strategy shows that DPMPTSP Trenggalek focuses on licensing services, namely administrative services, both licensing and non-licensing in the form of . and providing socialization to the public about its use, but people still choose to use direct services to DPMPTSP regarding service proceduresIn the existing resource strategy at DPMPTSP Trenggalek Regency as a supporter of the running program is quite good, while the supporting factors are seen in the availability of effective and efficient online services and the inhibiting factor is seen in the less than optimal socialization
STRATEGI DINAS KEBUDAYAAN, KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA, SERTA PARIWISATA KOTA SURABAYA DALAM OPTIMALISASI WISATA TUNJUNGAN ROMANSA Tifany, Marisa; Meirinawati, Meirinawati
Publika Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n2.p1763-1778

Abstract

Manajemen strategis merupakan suatu keputusan dan tindakan dalam menghasilkan formulasi dan implementasi rencana-rencana guna mencapai tujuan. Konsep manajemen strategi ini mendorong partisipasi dari para stakeholder dalam setiap proses implementasi kebijakan, terutama dalam memajukan pembangunan nasional dan pembangunan ekonomi melalui sektor pariwisata. Pemerintah melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata Kota Surabaya meresmikan Tunjungan Romansa sebagai destinasi wisata kota heritage untuk dapat menarik kunjungan wisatawan yang lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata Kota Surabaya dalam optimalisasi Wisata Tunjungan Romansa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi literatur dan dokumentasi. Adapun fokus penelitian ini berdasarkan pada Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020 yang terdiri dari aksesibilitas, amenitas, atraksi, dan promosi. Hasilnya, aksesibilitas Wisata Tunjungan Romansa yang terletak di pusat Kota Surabaya sangat mudah ditempuh dan menjangkau wisatawan dari berbagai arah dengan berbagai jenis moda transportasi. Dari segi amenitas, fasilitas serta layanan di Wisata Tunjungan Romansa dirasa telah memenuhi kebutuhan wisatawan, namun hanya perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut. Dari segi atraksi, objek atau daya tarik Wisata Tunjungan Romansa sudah sesuai dengan konsep wisata kota modern dengan tema lifestyle-heritage yang menyuguhkan keindahan bangunan-bangunan kuno dan keunikannya seni lainnya. Serta untuk strategi promosi yang dilakukan sudah cukup efektif dan berhasil menarik wisatawan untuk berkunjung melalui berbagai media promosi dan sosialisasi secara luas. Strategic management is a decision and action in producing the formulation and implementation of plans to achieve goals. This strategic management concept encourages the participation of stakeholders in every policy implementation process, especially in advancing national development and economic development through the tourism sector. The government through the Department of Culture, Youth and Sports, and Tourism of the City of Surabaya inaugurated Tunjungan Romansa as a heritage city tourist destination to be able to attract more tourist visits. This research aims to identify and describe the strategy of the Department of Culture, Youth and Sports, and Tourism for the City of Surabaya in optimizing Tunjungan Romansa Tourism. This research uses a descriptive qualitative research type with data collection methods carried out through observation, interviews, literature studies and documentation. The focus of this research is based on the Regulation of the Minister of Tourism and Creative Economy/Head of the Tourism and Creative Economy Agency of the Republic of Indonesia Number 12 of 2020 which consists of accessibility, amenities, attractions and promotions. As a result, the accessibility of Tunjungan Romansa Tourism which is located in the center of Surabaya City is very easy to reach and reach tourists from various directions with various modes of transportation. In terms of amenities, facilities and services at Tunjungan Romansa Tourism are deemed to have met the needs of tourists, but it just needs further evaluation. In terms of attractions, the object or attraction of Tunjungan Romansa Tourism is in accordance with the concept of modern city tourism with a lifestyle-heritage theme that presents the beauty of ancient buildings and other unique arts. As well as for the promotion strategy that has been carried out is quite effective and succeeded in attracting tourists to visit through various promotional media and widespread socialization.
IMPLEMENTASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (STUDI PADA PROGRAM BINA LINGKUNGAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM DELTA TIRTA KABUPATEN SIDOARJO) Jumiase, Jumiase; Meirinawati, Meirinawati
Publika Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n2.p1889-1902

Abstract

Tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan suatu bentuk kepedulian perusahaan terhadap kondisi sosial dan lingkungan sekitar. Namun dalam implementasinya, mayoritas CSR di Indonesia hanya dijadikan sebagai ajang untuk membentuk citra positif perusahaan saja dan bukan merupakan kesadaran dari internal perusahaan untuk membangun sebuah perekonomian yang berkelanjutan. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Delta Tirta Sidoarjo adalah salah satu perusahaan yang memiliki kewajiban melaksanakan CSR. CSR yang dilakukan oleh PDAM Delta Tirta Sidoarjo ialah CSR pada program bina lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan deskripsi dan gambaran mengenai implementasi corporate social responsibility pada program bina lingkungan di PDAM Delta Tirta Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDAM Delta Tirta Sidoarjo telah melaksanakan program CSR bina lingkungan dalam program pemberian bantuan sosial berupa sembako. Berdasarkan prinsip keberhasilan implementasi CSR menurut Crowther dan Aras, ada 3 (tiga) aspek implementasi program CSR bina lingkungan di PDAM Delta Tirta Sidoarjo, yakni: a) Accountability (pertanggung jawaban), b) Transparency (keterbukaan), dan c) Sustainability (keberlanjutan). Pada aspek accountability sudah memenuhi tiga poin capaian keberhasilan. Pada aspek transparency hanya satu poin saja yang terpenuhi. Sedangkan pada aspek sustainability ada dua poin yang terpenuhi. Saran untuk penelitian ini adalah dalam meningkatkan aspek transparency sebaiknya laporan kegiatan dan pendanaan program CSR dapat diunggah di website resmi PDAM Delta Tirta Sidoarjo sebagai bagian dari laporan tahunan perusahaan. Corporate social responsibility (CSR) is a form of company concern for social conditions and the surrounding environment. However, in its implementation, the majority of CSR in Indonesia is only used as a platform to form a positive image of the company and is not an internal awareness of the company to build a sustainable economy. Regional Drinking Water Company (PDAM) Delta Tirta Sidoarjo is one of the companies that has an obligation to implement CSR. The CSR carried out by PDAM Delta Tirta Sidoarjo is CSR in the environmental development program. This study aims to provide a description and description of the implementation of corporate social responsibility in the environmental development program at PDAM Delta Tirta Sidoarjo. The research method used is descriptive method with a qualitative approach. The data collection technique was carried out using the literature study method. Data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation and conclusion. The results of the study show that PDAM Delta Tirta Sidoarjo has carried out the CSR program for environmental development in a program of providing social assistance in the form of groceries. Based on the principle of successful CSR implementation according to Crowther and Aras, there are 3 (three) aspects of implementing the CSR program for environmental development in PDAM Delta Tirta Sidoarjo, namely: a) Accountability, b) Transparency (openness), and c) Sustainability. In the aspect of accountability, three points of success have been met. In the aspect of transparency, only one point is met. While in the aspect of sustainability there are two points that are fulfilled. The suggestion for this research is to increase the transparency aspect, it is better if the CSR program activities and financing reports can be uploaded on the official website of PDAM Delta Tirta Sidoarjo as part of the company's annual report.
STRATEGI PELAYANAN DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN DALAM MENINGKATKAN WISATAWAN PADA OBJEK WISATA TELAGA SARANGAN KABUPATEN MAGETAN Yustikasari, Yustikasari; Meirinawati, Meirinawati
Publika Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n2.p1877-1888

Abstract

Objek wisata Telaga Sarangan merupakan icon objek wisata yang ada di Kabupaten Magetan yang mampu menarik ratusan ribu wisatawan dalam setiap tahunnya. Namun sering waktu berjalan, terjadi penurunan atau ketidak stabilan jumlah wisatawan pada objek wisata Telaga Sarangan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan selaku pengelola objek wisata Telaga Sarangan, dinilai perlu menerapkan strategi pelayanan guna meningkatkan wisatawan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan strategi pelayanan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam meningkatkan wisatawan pada objek Wisata Telaga Sarangan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun fokus penelitian menggunakan lima rumusan strategi peningkatan pelayanan publik menurut Osborne dan Plastrik 1997. Berikut lima strategi dan hasil penelitian, 1) Core Strategy (Strategi Inti), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan melakukan pembinaan sumber daya manusia (SDM) kepada pegawai yang berada pada objek wisata Telaga Sarangan, merawat fasilitas sarana dan prasarana pariwisata pada objek wisata Telaga Sarangan. 2) Consequences Strategy (Strategi Konsekuensi), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan mempunyai aturan sesuai dalam memberikan pelayanan yaitu maklumat pelayanan. 3) Customer Strategy (Strategi Pelanggan) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan memberikan pelayanan bagi para wisatawan dengan menyediakan fasilitas pelayanan 4) Control Strategy (Strategi Pengawasan) Pengawasan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan terhadap objek wisata Telaga Sarangan adalah dengan adanya arahan dan evaluasi dari pimpinan. 5) Culture Strategy (Strategi Budaya) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan memberikan pembinaan kepada anggota paguyuban dan pegawai agar sesuai dengan tupoksi. The Sarangan Lake tourist attraction is an icon of a tourist attraction in Magetan Regency which is able to attract hundreds of thousands of tourists every year. But often as time goes by, there is a decrease or instability in the number of tourists at the Sarangan Lake tourist attraction. The Magetan Regency Tourism and Culture Office as the manager of the Sarangan Lake tourist attraction, is deemed necessary to implement a service strategy to increase tourists. The purpose of this study is to describe the service strategy of the Tourism and Culture Office in increasing tourists at the Sarangan Lake Tourism object. This research method is a qualitative descriptive method of collecting data using observation, interviews, and documentation techniques. The research focus uses five formulations of strategies to improve public services according to Osborne and Plastrik 1997. The following are the five strategies and the results of the research are 1) Core Strategy, the Tourism and Culture Office of Magetan Regency conducts human resource (HR) training for employees who located at the Sarangan Lake tourist attraction, maintains tourism facilities and infrastructure at the Sarangan Lake tourist attraction, and cooperates with the relevant stakeholders. 2) Consequences Strategy, the Tourism and Culture Office of Magetan Regency has appropriate rules in providing services, namely service announcements. 3) Customer Strategu, The Office of Tourism and Culture of Magetan Regency provides services for tourists by providing service facilities 4) Control Strategy, Supervision of the Tourism and Culture Office of Magetan Regency for the Telaga Sarangan tourist attraction is with directions and evaluations from leader. 5) Culture Strategy, Office of Tourism and Culture of Magetan Regency provides guidance to community members and employees so that they are in line with their main duties and functions.
INOVASI MAL PELAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN PATI JAWA TENGAH Ulya, Faiqoh Darojatul; Meirinawati, Meirinawati
Publika Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n2.p1953-1964

Abstract

Kualitas layanan yang diberikan oleh pemerintah masih dianggap buruk oleh sebagian besar masyarakat. Hal tersebut dikarenakan adanya pungutan liar dan prosedur yang berbelit-belit (Humas MenPAN-RB, 2020). Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kualitas layanan yaitu dengan cara inovasi. Dan wujud inovasi Pemerintah Kabupaten Pati berupa Mal Pelayanan Publik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan Inovasi Mal Pelayanan Publik Di Kabupaten Pati Jawa Tengah serta untuk mendiskripsikan faktor pendukung dan faktor penghambat Inovasi Mal Pelayanan Publik Di Kabupaten Pati Jawa Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskripstif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi untuk melihat hasil dan pembahasan. Sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa inovasi pelayanan publik pada Mal Pelayanan Publik Kabupaten Pati memiliki kebaruan, efektif/memberikan kemudahan, inovasi yang dilakukan bermanfaat baik bagi masyarakat, swasta maupun pemerintah lainnya sehingga dapat direplikasi pada pemerintah lainnya dan inovasi yang dilakukan berkelanjutan terus menerus. Dengan faktor pendukung yaitu anggaran, fasilitas dan juga pemberian penghargaan. Sedangkan untuk faktor penghambat internet yang tidak stabil, website pusat yang terkadang down dan juga lokasi yang terbatas sehingga tidak banyak instansi yang bisa bergabung pada Mal Pelayanan Publik Kabupaten Pati. The quality of services provided by the government is still considered poor by most people. This is due to illegal fees and complicated procedures (Humas MenPAN-RB, 2020). One effort that can be done to improve service quality is by way of innovation. And a form of innovation by the Pati Regency Government is the Public Service Mall. The purpose of this research is to describe Public Service Mall Innovation in Pati Regency, Central Java and to describe the supporting factors and inhibiting factors for Public Service Mall Innovation in Pati Regency, Central Java. The type of research used is descriptive qualitative using data collection techniques in the form of interviews, observation and documentation to see the results and discussion. As for data analysis techniques using data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicate that public service innovations at the Pati District Public Service Mall have novelty, are effective/provide convenience, the innovations carried out are beneficial to both the community, the private sector and other governments so that they can be replicated in other governments and the innovations carried out are continuous. With supporting factors, namely budget, facilities and also awards. As for the inhibiting factors, the internet is unstable, the central website is sometimes down and the location is limited so that not many agencies can join the Pati Regency Public Service Mall.
PENERAPAN PELAYANAN PRIMA PADA PROGRAM PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL) OLEH KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN LAMONGAN Manardika, Nurita Dwi; Meirinawati, Meirinawati
Publika Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n2.p2007-2018

Abstract

Pendaftaran sertifikat tanah masih jarang dilakukan oleh masyarakat, karena banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui mengenai pentingnya sertifikat tanah. Untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pentingnya pendaftaran tanah, lembaga pemerintah harus memberikan pengetahuan sebagai salah satu bentuk pelayanan yang harus diberikan kepada masyarakat sesuai dengan tugasnya. Lembaga pemerintahan memiliki tugas menjalankan fungsi dari pemerintahan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat. Untuk mewujudkan pelayanan prima dan kepatuhan standar pelayanan serta memudahkan masyarakat dalam melakukan pendaftaran tanah, Kantah Lamongan menerapkan program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) sesuai dengan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap. Kantor Pertanahan Kabupaten Lamongan telah berhasil meraih prestasi atas program pendaftaran tanah yang telah diselenggarakan dan dilaksanakan. Namun dalam pelaksanaan kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) juga terdapat hal-hal yang menyebabkan kesalahpahaman antara pihak masyarakat dengan pihak Kantor Pertanahan Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan sembilan indikator dari ciri-ciri service excellence (pelayanan prima) menurut Kasmir (2017). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan Pelayanan Prima pada Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sudah diterapkan dengan optimal oleh Kantah Kabupaten Lamongan. Walaupun selama pelaksanaan tersebut terdapat permasalahan yang menyebabkan kesalahpahaman, tetapi hal tersebut dapat diselesaikan oleh Kantah Lamongan. Registration of land certificates is still rarely carried out by the community, because many Indonesian people do not know about the importance of land certificates. To provide knowledge to the public regarding the importance of land registration, government agencies must provide knowledge as a form of service that must be provided to the community in accordance with their duties. Government agencies have the task of carrying out the functions of government and providing services to the community. In order to realize excellent service and compliance with service standards as well as facilitate the community in carrying out land registration, the Lamongan District Land Office implements the PTSL (Complete Systematic Land Registration) program in accordance with the Regulation of the Minister of Agrarian Affairs and Spatial Planning/National Land Agency Number 6 of 2018 concerning Complete Systematic Land Registration . The Lamongan District Land Office has succeeded in achieving achievements in the land registration program that has been organized and implemented. However, in the implementation of Complete Systematic Land Registration (PTSL) activities there were also things that caused misunderstandings between the community and the Lamongan District Land Office. This study uses nine indicators of service excellence characteristics according to Kasmir (2017). The results of this study indicate that the Implementation of Excellent Service in the Complete Systematic Land Registration Program (PTSL) has been well implemented by the Land Office of Lamongan Regency. Even though during the implementation there were problems that caused misunderstandings, these were resolved by the Lamongan District Land Office.
PENGELOLAAN ADMINISTRASI KEARSIPAN PADA BAGIAN TATA USAHA DI KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN SLEMAN Yuanalifianti, Ulayya Meiditania; Meirinawati, Meirinawati
Publika Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n2.p1983-1994

Abstract

Administrasi publik merupakan bidang ilmu yang memiliki banyak cabang keilmuan, seperti administrasi perkantoran. Di dalam cabang ilmu administrasi perkantoran terdapat materi mengenai kearsipan. Arsip berperan sangat penting dalam pelaksanaan administrasi di instansi, dalam hal ini arsip perlu dikelola, dirawat dan disimpan dengan baik. Pengelolaan arsip meliputi penciptaan, penyimpanan, penemuan kembali, hingga pemusnahan arsip. Namun, pada kenyataannya masih dapat dijumpai pengelolaan arsip yang belum efektif yang ada di instansi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis informasi mengenai bagaimana Pengelolaan Administrasi Kearsipan Pada Bagian Tata Usaha di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, serta menggunakan teknik pengumpulan data berupa studi literatur, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Fokus penelitian ini didasarkan pada tujuh indikator pengelolaan arsip yang efektif menurut Sedarmayanti (2008) yaitu, kesederhanaan pengelolaan arsip, ketepatan penyimpanan, memenuhi persyaratan ekonomis, menjamin keamanan penyimpanan, penempatan arsip, sistem yang fleksibel, dan sumber daya manusia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan administrasi kearsipan pada bagian tata usaha di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman masih belum efektif. Hal tersebut dikarenakan masih belum tepatnya penyimpanan arsip yang dilakukan, keamanan pengelolaan arsip yang belum terjamin, penempatan arsip yang kurang strategis, sistem yang belum fleksibel terhadap perubahan teknologi. Meskipun demikian, kesederhanaan dalam pengelolaan arsip yang dilakukan sudah cukup dipahami oleh seluruh pegawai, pemenuhan persyaratan ekonomis dalam pengelola arsip sudah terlaksana dengan baik, dan sumber daya manusia yang ada, seperti arsiparis dan pegawai instansi mendukung penuh terhadap pengelolaan administrasi kearsipan yang dijalankan. Public administration is a field of science that has many scientific branches, such as office administration. In the branch of office administration there is material on archives. Archives play a very important role in the implementation of administration in agencies, in this case archives need to be managed, maintained and stored properly. Archive management includes creation, storage, rediscovery, and destruction of archives. However, in reality, there can still be found ineffective archive management in the agency. The purpose of this study is to analyze information about how to Manage Archives Administration in the Administrative Section at the Office of the Ministry of Religious Affairs of Sleman Regency. The research method used is descriptive with a qualitative approach, and uses data collection techniques in the form of literature studies, interviews, observations, and documentation. The focus of this research is based on seven indicators of effective archive management according to Sedarmayanti (2008), namely, simplicity of archive management, accuracy of storage, meeting economic requirements, ensuring storage security, archive placement, flexible systems, and human resources. The results of this study show that the management of archival administration in the administrative department at the Office of the Ministry of Religious Affairs of Sleman Regency is still ineffective. This is because it is still not appropriate to store archives, the security of archive management that is not guaranteed, the placement of archives that are not strategic, systems that are not flexible to technological changes. Even so, the simplicity in the management of archives carried out is sufficiently understood by all employees, the fulfillment of economic requirements in archive management has been carried out properly, and existing human resources, such as archivists and agency employees fully support the management of archival administration that is carried out.
KUALITAS PELAYANAN DOLAN NANG MASYARAKAT KEBONSARI PAS PETANG (DONAT KENTANG) DALAM UPAYA PENINGKATAN KEPUASAN MASYARAKAT KELURAHAN KEBONSARI KOTA SURABAYA Pratiwi, Tasya Maulidia; Meirinawati, Meirinawati
Publika Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n2.p1939-1952

Abstract