Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Biram Samtani Sains

TRANSFORMASI INFORMAL CONTRAINTS MENUJU FORMAL CONTRAINTS PADA INGKAT KAMPUNG DI KABUPATEN BENER MERIAH Sabirin, Sabirin; Efendi, Muhsin
Biram Samtani Sains Vol 6 No 2 (2022): September : Biram Samtani Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UGP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jbss.v6i2.1020

Abstract

Proses pemerintah di tingkat kampung di Kabupaten Bener Meriah selalu mengedepankan kekeluargaan dan saling hormat menghormati dengan mempertimbangkan adat dan budaya yang ada di daerah tersebut, nilai – nilai dalam menjalankan pemerintahan dikampung yang masyarakatnya mayoritas bersuku Gayo, di sebagian wilayah dan kampung masih memegang teguh nilai dan norma adat di tingkat kampung hanya saja masih banyak aturan tersebut belum diterapkan menjadi sebuah Qanun Kampung (PerDes). Adapun permasalahan yang sering muncul dalam proses transformasi informal contraints menuju formal contraint adalah minimnya pengetahuan dalam membuat draft rancangan qanun menjadi sebuah aturan yang baku untuk diterapkan pada tingkat pemerintahan kampung khususnya pada pembuatan rancangan qanun (Legal Drafting) tentang hukum adat dan budaya yang ada di Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan, melukiskan keadaan objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta – fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Dengan batasan masalah yang diteliti dengan pemilihan objek lokasi di kampung blang panas kecamatan bukit dan kampung rusip kecamatan syaih utama Kabupaten Bener Meriah. Dari hasil penelitian diketahui bahwa temuan dilapangan dapat dikategorikan menjadi; a) belum adanya acuan atau ketentuan berupa Qanun Kabupaten yang mengatur tentang Hukum Adat Gayo, b). Sosialisasi dan pembinaan yang dilakukan Majelis Adat Gayo Kabupaten Bener Meriah masih minim terkait dengan tata cara dan ketentuan dalam perencanaan pembuatan rancangan qanun kampung c). Perbandingan antara kampung blang panas kecamatan bukit dan rusip kecamatan syiah utama dalam membuat qanun masih mengacu kepada kesepakatan bersama reje dan petue sesuai dengan Qanun Nomor 4 Tahun 2015 tantang Pemerintahan Kampung, dengan memposisikan peran Petue sebagai pengambil kebijakan dalam pembuatan qanun kampung bersama reje, d). Tidak adanya wewenang atau peran RGM (rayat genap mufakat) sebagai badan legislatif yang masuk kedalam unsur sarak opat, semestinya peran, fungsi wewenang RGM lebih kepada badan legislasi, pengganggaran dan pengawasan
NILAI SUMANG SEBAGAI DAYA TARIK MINAT WISATAWAN MELALUI PENDEKATAN ETNOGRAFI Sabirin, Sabirin; Suknah, Suknah; Efendi, Muhsin
Biram Samtani Sains Vol 7 No 2 (2023): September : Biram Samtani Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UGP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jbss.v7i1.1021

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Nilai Sumang Sebagai Daya Tarik Minat Wisatawan Melalui Pendekatan Etnografi Studi Kasus di Kampung Mendale. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitan Kualitatif, yaitu penelitian pengumpulan data secara gabungan di tambah lagi dengan pendekatan metode etnografi untuk mengungkap dan memahami nilai-nilai dalam kearipan lokal Gayo. Tujuan etnografi adalah untuk memahami sudut pandang penduduk asli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Untuk membangun kemulian wisatawan dengan penduduk lokal perlu kiranya mengerakkan nilai-nilai adat yang berdasarkan tertip dan ditempuh dengan berdasarkan konsep mukemel dengan dituntun dengan norma tetah tentu dengan menjauhi (1) jis (2) jengkat (3) madu ni edet (4) kemali. Keempat unsur ini dapat disimpulkan dan dimasukan kedalam 2 (dua) bentuk katagori yakni; (a) atur (b) resam. Dengan diterapkannya nilai dan norma sumang opat di destinasi wisata maka pengunjung dapat merasakan perwujudan dari nilai-nilai dan norma adat gayo dan menjadi jalan sehinga distinasi wisata khususnya di kawasan Kampung Mendale lebih menarik dan lebih unik lagi serta dapat membangun penghargaan dan kenyamanan, kedamaian antara penduduk lokal dan pengunjung
Fungsi Camat Dalam Melakukan Pembinaan Terhadap Pengembangan Kapasitas Kepala Kampung di Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah Sabirin, Sabirin
Biram Samtani Sains Vol 9 No 2 (2025): April - Agustus 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UGP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jbss.v9i2.1609

Abstract

Camat atau sebutan lain adalah pemimpin dan koordinator penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kerja kecamatan yang di atur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2018 yang memilki salah satu tugas dan fungsi yakni membina dan mengawasi penyelenggaraan Pemerintahan Desa sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan. Dalam hal ini salah satu tugas pembinaan camat terhadap Kepala Kampung seperti manajemen atau tata kelola administrasi kampung sebagai bentuk fungsi camat dalam pengembangan kapasitas dalam melaksanakan pembinaan kepada kepala kampung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengembangan Kapasitas (Capacity Building) Camat dan menjelaskan hasil pelaksanaan tugas Camat dalam melakukan pembinaan Kepala Kampung di Kecamatan Silih Nara Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Diskriptif dengan analisa menggunakan teori Merilee S. Grindle yaitu sumber daya manusia, organisasi dan reformasi kelembagaan. Penggunaan metode kualitatif ini bertujuan untuk menunjang tingkat hasilnya sehingga dapat dipertanggung jawabkan dan mudah dipahami. Instrument pengumpulan data penelitian ini memprioritaskan wawancara sebagai alat memperoleh bahan baku utama untuk mendapatkan hasil yang sesuai.Informan dalam penelitian ini yakni, Camat, Kepala Kampung berjumlah 3 orang disesuaikan dengan lokasi penelitian yang terdekat dengan ibukota kecamatan serta Masyarakat berjumlah 3 orang