Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Usia dan Kepercayaan Berkorelasi dengan Kepuasan terhadap Telemedicine pada Konsumen Usia 18 – 49 Tahun Hasfi Nugraha Detriawan; Kurniasari Kurniasari
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2: Januari 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i2.1186

Abstract

Telemedicine adalah layanan kesehatan yang dapat menghubungkan antara pasien dan pemberi pelayanan kesehatan dari jarak jauh. Penggunaan telemedicine semakin meningkat dengan adanya pandemi Covid 19. Kepuasan terhadap layanan telemedicine berpengaruh pada pengembangan aplikasi kedepannya. Kepercayaan pada layanan merupakan faktor penting bagi individu dalam menggunakan aplikasi telemedicine. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara usia dan kepercayaan dengan kepuasan telemedicine. Jenis penelitian adalah analisis observasional dengan desain studi potong silang. Pengukuran dilakukan dengan kuesioner Patient Trust Assesment Tool (PATAT) dan Telemedicine Satisfaction Quetionnairre (TSQ) pada konsumen telemedicine berusia 18-49 tahun. Analisis data menggunakan uji Korelasi Spearman dan diolah menggunakan program SPSS V26.0 for windows dengan tingkat kemaknaan 0,05. Kepercayaan berkorelasi positif dengan kepuasan terhadap Telemedicine (p=0,000; r=0,855), sedangkan usia memiliki korelasi negatif dengan kepuasan terhadap Telemedicine (p=0,005; r=-0,312). Hasil tersebut menunjukan bahwa semakin besar kepercayaan dan semakin muda usia maka akan semakin tinggi kepuasan konsumen terhadap telemedicine.
Stres akademis berhubungan dengan kualitas hidup pada remaja R Harvilia Safira Haryono; Kurniasari Kurniasari
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2018.v1.75-84

Abstract

LATAR BELAKANGMasa remaja adalah periode usia yang berkisar dari 10-19 tahun. Remaja merupakan salah satu penentu indeks pembangunan manusia. Pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kualitas hidup remaja dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama faktor fisik dan psikologis. Pada remaja terjadi perubahan yang signifikan pada kedua faktor tersebut. Hal ini menyebabkan remaja menjadi rentan terhadap stres. Salah satu stres yang dapat dialami remaja adalah stres akademis. Stres akan mengakibatkan perubahan biokimia, psikologis, dan perilaku, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan kesehatan fisik, psikologis, dan hubungan sosial sehingga mengakibatkan penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara stress akademik dan kualitas hidup pada remaja. METODEPenelitian ini merupakan studi cross sectional dengan responden berjumlah 233 siswa di SMAN 1 Cileungsi, Kab. Bogor. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Educational Stres Scale for Adolescent (ESSA) dan kuesioner Multidimensional Students’ Life Satisfaction Scale-Adolescent (MSLSS). Analisis data dengan uji Chi-Square menggunakan program SPSS dengan tingkat kemaknaan sebesar 0,05. HASILDari 233 responden, 70% berjenis kelamin perempuan, 30% laki-laki, 15,5% tegolong stres ringan, 51,1% stres sedang, dan 33,5% stres berat, 50,2% memiliki kualitas hidup kurang dan 49,8% kualitas hidup baik. Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara stres akademis dan kualitas hidup pada remaja (p = 0,044). KESIMPULANStres akademis merupakan salah satu jenis stres yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pada remaja.
Penyuluhan Pencegahan Tuberkulosis Resistan Obat pada Masyarakat di Desa Nagrak dan Desa Ciangsana, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat Khusfiani, Triasti; Kalumpiu, Joice Viladelvia; Meiyanti, Meiyanti; Kurniasari, Kurniasari
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JAMSI - Juli 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1720

Abstract

Tuberkulosis resistan obat (Tb-RO) dapat terjadi akibat pengobatan tuberkulosis yang tidak adekuat baik dari segi paduan, dosis, ataupun durasinya. Saat ini, Indonesia menempati peringkat 5 negara dengan beban tinggi Tb-RO. Peran aktif dari  masyarakat dibutuhkan pada umumnya, terutama keluarga untuk terus memberikan motivasi kepada pasien Tb agar bisa mengkonsumsi obat sampai dengan selesainya pengobatan sehingga tidak terjadi resistensi obat. Desa Nagrak dan Desa Ciangsana di kabupaten Bogor merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kasus Tb tertinggi di Indonesia. Oleh sebab itu, penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat setempat tentang Tb-RO serta memotivasi mereka sehingga dapat melakukan upaya pencegahan Tb-RO sedini mungkin. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta usia dewasa dengan menggunakan media poster dan powerpoint untuk menyampaikan materi yang meliputi definisi, gejala, faktor risiko, pengobatan dan efek sampingnya serta terutama pencegahannya.   Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman peserta. Hasil Wilcoxon signed rank test menunjukan bahwa hasil post-test lebih tinggi secara bermakna dibandingkan pretest (p <0,001). Dampak dari penyuluhan ini adalah peningkatan pengetahuan peserta terhadap penyakit Tb-RO diharapkan akan mempengaruhi sikap dan upaya mereka untuk memotivasi masyarakat yang lain untuk mencegah terjadinya Tb-RO.
HUBUNGAN PROFIL LIPID, INDEKS MASSA TUBUH DAN ANKLE BRACHIAL INDEX PADA PEREMPUAN BERUSIA ≥ 50 TAHUN Kurniasari, Kurniasari; Viladelvia Kalumpiu, Joice; Herwana, Elly
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Volume 10, Nomor 2, Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v10i2.22652

Abstract

Penyakit arteri perifer merupakan salah satu jenis penyakit pada pembuluh darah, yang dapat ditemukan pada usia lanjut, penderita obesitas, hipertensi dan diabetes. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menentukan penyakit arteri perifer adalah dengan mengukur ankle brachial index. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara profil lipid, indeks massa tubuh, dan tekanan darah dengan ankle brachial index. Sebanyak 78 perempuan berusia ≥50 tahun yang bertempat tinggal di Kecamatan Mampang dipilih sebagai subjek penelitian. Subjek dengan riwayat infak miokardium dan nilai ankle brachial index > 1,4 tidak diikutsertakan dalam penelitian. Hasil penelitian diperoleh sebesar 5,13% dengan nilai ankle brachial index ≤0,9; 65,38% dengan kadar kolesterol total ≥200mg/dL; 61,54% dengan kadar kolesterol low-density lipoprotein ≥130mg/dL; 34,62% dengan kadar kolesterol high-density lipoprotein <50mg/dL; 17,95% dengan kadar trigliserida ≥150mg/dL; 76,92% indeks massa tubuh ≥23,00; 52,56% dengan tekanan darah sistolik tinggi; dan 37,18% dengan tekanan darah sistolik tinggi. Analisa statistik dengan uji Fisher menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara profil lipid, indeks massa tubuh, dan tekanan darah dengan ankle brachial index (p>0,05).  Temuan pada penelitian ini menunjukan bahwa profl lipid, indeks massa tubuh, dan tekan darah bukan merupakan faktor yang menentukan nilai ankle brachial index. Subjek dengan nilai ankle brachial index ≤0,9 tidak banyak, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan membandingkan berbagai faktor tersebut pada kelompok penderita penyakit arteri perifer dengan kelompok normal.
CUKA APEL MENURUNKAN BERAT BADAN TIKUS DENGAN OBESITAS Fitriyani, Fitriyani; Kurniasari, Kurniasari
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2022.v5.116-124

Abstract

BACKGROUNDObesity has become a global problem in the last ten years. The increasing incidence of obesity caused an increase number in deaths from various obesity-related diseases. Pharmacotherapy for obesity that exists today is limited and has a variety of side effects. Apple cider vinegar is one type of natural ingredient used by the general public to lose weight. Acetic acid is an active component of apple cider vinegar that plays important role in weight loss. METHODSThis study is an experimental study using experimental animals. Thirtysix Sprague Dawley rats aged 1-2 months were given high-fat diet for 5 weeks. Rats with obesity were divided into 3 groups, the control group, the P1 group were given apple cider vinegar doses of 0.096mL/100g twice daily and the P2 group were given apple cider vinegar doses of 0.192mL/100g twice daily. Treatment is given for 4 weeks. Weight and leftovers food are weighed during treatment period. The final weight was analyzed with the Kruskal-Wallis test and the weight difference was analyzed with the one-way ANOVA test followed by the Turkey post hoc test. RESULTSThere was no difference in final weight between the 3 groups (p=0.55), but there was a significant difference in weight before and after treatment between the control group and the P1 group (p=0.001) and the control group with the P2 group (p=0.000). CONCLUSIONApple vinegar has the potential to be used as an anti-obesity treatment in obese subjects. KEYWORDS : Obesity, Apple Cider Vinegar, Weight Loss
Pengetahuan Mengenai Bahaya Pestisida dan Tingkat Pendidikan Berhubungan dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Petani Mubarak, Farah Dina; Kurniasari, Kurniasari
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2: Januari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i2.2679

Abstract

Petani menggunakan pestisida untuk meningkatkan hasil pertanian. Kejadian keracunan akibat pestisida di negara berkembang masih tinggi meskipun penggunaan pestisida lebih rendah dibandingkan negara maju. Salah satu penyebab kasus keracunan yang masih tinggi adalah masih kurangnya kesadaran petani untuk menggunakan alat pelindung diri (APD). Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Subjek penelitian ini adalah petani yang bekerja menggunakan pestisida semprot. Sebanyak 214 petani dipilih dengan menggunakan tehnik cluster dan simple random sampling. Intrumen berupa kuesioner digunakan untuk menilai pengetahuan, tingkat pendidikan dan lama kerja Petani. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan bahaya pestisida (p = 0,042) dan tingkat pendidikan (p = 0,023), namun tidak ditemukan hubungan antara lama kerja (p = 0,960) dengan penggunaan APD lengkap pada Petani. Penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan dan pendidikan memiliki pengaruh terhadap kebiasaan petani untuk menggunakan APD dengan lengkap. Akan tetapi, lamanya petani dalam menggunakan pestisida tidak berhubungan dengan kebiasaan petani menggunakan APD lengkap.
Gene expression of sirtuin-1 in adult with hypertension Yohana, Yohana; Faradilla, Meutia Atika; Tungka, Endrico Xavierees; Kurniasari, Kurniasari
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 10, No 1 (2025): April 2025
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbio.v10i1.4456

Abstract

SIRT1 is a key member of the sirtuin family, exerts a unique protective effect on endothelial cells by modulating various proteins, and has a role as an anti-aging biomarker. Hypertension is pathology chronic pathological condition that disrupts ROS and antioxidants. Little evidence showed that sirtuin has a role in chronic oxidative stress. Therefore, the objective of this study was to analyze the relative expression of Sirtuin-1 in hypertension. This is a case-control study with 30 subjects, adults 50-60 years old in each group. JNC 8 was used to determine blood pressure. Quantitative Real Time PCR was used to calculate the level of Sirt-1. The Livak method was used for relative expression. JASP software was used for data analysis. Our study showed Sirtuin-1 mRNA expression was significantly lower in the hypertension group than the normotension group. It was 0.52 fold lower in hypertension. Sirtuin-1 stimulates antioxidants such as superoxide dismutase and catalase through FOXO-dependent signaling. It has a similar role to antioxidants for eliminating ROS. Sirtuin-1 expression is significantly reduced in individuals with hypertension, suggesting its potential role in oxidative stress regulation and its value as a biomarker for vascular aging and hypertension-related endothelial dysfunction.Keyword: Sirtuin-1, hypertension, expression, mRNA
KADAR LEUKOSIT DARAH BERHUBUNGAN DENGAN JENIS APENDISITIS AKUT DAN PERFORASI PADA PASIEN RAWAT INAP RSUP FATMAWATI Karimah, Anjani Dhiyaputri; Kurniasari, Kurniasari; Nugroho, Adianto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27121

Abstract

Apendisitis merupakan salah satu kegawatdauratan bedah yang sering ditemukan. Apendisitis akut dan apendisitis perforasi merupakan jenis apendisitis yang sering ditemukan. Penegakan diagnosis awal jenis apendisitis penting sebagai salah satu cara untuk mencegah komplikasi sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian. Pemeriksaan penunjang laboratorium yang umum sederhana yang dapat digunakan sebagai diagnosis lanjutan awal untuk apendisitis adalah pemeriksaan kadar leukosit darah. Perbedaan kadar leukosit dapat digunakan untuk memperkirakan jenis apendisitis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara usia, jenis kelamin dan kadar leukosit dengan jenis apendisitis. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah potong lintang. Sebanyak 98 rekam medis pasien berusia 18 – 65 tahun dengan apendisitis akut atau apendisitis perforasi post operasi appendektomi di RSUP Fatmawati Jakarta dipilih menggunakan tehnik consecutive non-random sampling. Variabel yang diteliti adalah usia, jenis kelamin, jenis apendisitis dan kadar leukosit. Hasil yang ditemukan adalah 54,1% pasien didiagnosa dengan apendisitis akut, 64,3% berusia 18 – 45 tahun, 52% berjenis kelamin perempuan dan 54,1% mengalami leukositosis ringan. Analisa uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kadar leukosit dengan jenis apendisitis (p<0,001), namun tidak ada hubungan antara usia (p=0,097) dan jenis kelamin (p=0,165) dengan jenis apendisitis. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil pengukuran kadar leukosit memiliki potensi digunakan sebagai salah satu kriteria untuk memprediksi jenis apendisitis termasuk apendistis akut atau perforasi.
Penyuluhan, Pelatihan dan Pelayanan Kesehatan untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Warga Binaan Sosial Kurniasari; Sutanto, Hans Utama; Sidarta, Nuryani; Kartini; Kalumpiu, Joice Viladelvia; Mediana, Dian; Samara, Tjam Diana
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 13 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disabilitas fisik berdampak pada kualitas hidup individu. Berbagai penyakit dapat menyebabkan terjadinya disabilitas fisik, seperti diabetes melitus, stroke dan arthritis. Individu dengan disabilitas fisik dapat mengalami masalah kesehatan baru. Kelainan kulit dan cedera akibat jatuh merupakan contoh permasalahan tersebut. Panti Sosial Bina Daksa Budi Bhakti 2, Cengkareng merupakan unit pelayanan masyarakat yang difokuskan kepada individu dengan disabilitas fisik. Metode pada PkM ini adalah edukasi, pelatihan dan pelayanan Kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga bianaan sosial (WBS) Panti Sosial Bina Daksa Budi Bhakti 2, Cengkareng. Penilaian keberhasilan penyuluhan/edukasi mengenai kesehatan kulit dilakukan dengan menganilisis perbedaan skor tes sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) edukasi menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test, yang menunjukan terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi sebesar 37,04% (p=0,013). Pelatihan cara merawat luka diberikan kepada pendamping dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan pendamping saat merawat luka WBS. Latihan cara mencegah jatuh diberikan kepada WBS dengan melakukan berbagai gerakan untuk memperkuat otot tungkai bawah sehingga WBS tidak mudah jatuh. Hasil yang diperoleh dari pelayanan kesehatan menunjukan terdapat 21 jenis penyakit atau keluhan, dengan 10 penyakit atau keluhan terbanyak yaitu hipertensi (41,67%), gatal-gatal (25%), nyeri otot (19,44%), flu (16,67%), nyeri lutut (13,89%), dermatitis (11,11%), nyeri pinggang (11,11%), diabetes melitus (11,11%), tinea (8,83%), dan dyspepsia (8,83%). PkM ini meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kualitas kesehatan WBS, Cengkareng di bidang kesehatan sehingga secara tidak langsung berperan dalam peningkatan kualitas hidup WBS di Panti Sosial Bina Daksa Budi Bhakti 2.
Relationship of Age, Gender, Duration of Disease and Retinopathy in Type 2 Diabetes Mellitus Patients Zahrotunnisa Arizky; Kurniasari
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 3 No. 7 (2023): July, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v3i7.3505

Abstract

The incidence of diabetes mellitus is increasing every year. Indonesia is ranked fifth country with the highest number of people with diabetes mellitus in the world. One of the complications that often occurs is diabetic retinopathy. This study aims to analyze the relationship between age, gender, duration of diabetes mellitus type 2 and diabetic retinopathy. This research is an analytical observational with a cross-sectional approach. All variable data in this study was obtained from medical records. A total of 91 samples were selected using consecutive non random sampling techniques. The chi square test showed a relationship between age (p=0,044; p<0,05), gender (p=0,040; p<0,05), duration of DM type 2 (p=0,046; p<0,05) and diabetic retinopathy. Age, gender, and duration of DM type 2 are factors that cannot be modified and affects the occurrence of retinopathy diabetic