Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Fuzzy Method Design for IoT-Based Mushroom Greenhouse Controlling Prasetyo, Angga; Setyawan, Moh. Bhanu; Litanianda, Yovi; Sugianti, Sugianti; Masykur, Fauzan
INTENSIF: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapan Teknologi Sistem Informasi Vol 6 No 1 (2022): February 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.632 KB) | DOI: 10.29407/intensif.v6i1.16786

Abstract

The ideal conditions for the oyster mushrooms growth are at a humidity of 65-75% and 29-31C during incubation, while the growth of stems should be at a humidity of 70-90% 29-32C. This ideal ecosystem is maintained by aeration and manual watering. Still, the results are not optimal in preventing damage to the mycelium during the incubation period, resulting in a decrease in crop yields. Automatic control has not created ideal conditions because air temperature and humidity regulation are only based on fans and sprayers that do not directly affect air conditions. Therefore, we need a method to manipulate the mushroom greenhouse space ecosystem, namely fuzzy logic, the application of fuzzy logic integrated with sensors, actuators, and microcontrollers with the Internet of Things to solve this problem. The results of the installation of fuzzy logic in the mushroom's greenhouse in this system can be seen from the fan's modulation response and the pump's duration. The test results of this control feature can manipulate temperature and humidity. Therefore, the oyster mushroom greenhouse produces an ideal state of 29.8C, the humidity of 68.97% RH, and the production has been proven to be optimal with an average daily harvest of 3.8kg.
Pengendalian Suhu dan Kelembapan Kumbung Jamur Dengan Metode Fuzzy Terintegrasi Internet of Things Prasetyo, Angga; Litanianda, Yovi; Setyawan, Moh. Bhanu; Masykur, Fauzan; Sugianti, Sugianti; Sumaji, Sumaji
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i1.841

Abstract

Jamur tiram atau dalam bahasa latin volvariella volvacea budidaya jamur tiram ini, membutuhkan akurasi dan toleransi kepresisian dalam mengendalikan suhu serta kelembapan yang menyerupai ekosistem habitat jamur tiram sebenarnya, fase inkubasi yang membutuhkan suhu udara 23-28C dengan kelembapan 60- 70%, Fase pembentukan Tubuh dan buah membutuhkan suhu udara 28-32C dengan kelembapan 70-90%. Pengelolaan suhu udara dan kelembapan oleh pembudidaya jamur tiram dilakukan dengan cara penyemprotan serta aerasi kumbung yang masih manual, sehingga pada tahapan fase inkubasi dan fase pembentukan tubuh jamur, belum optimal. Akibatnya hasil panen jamur menurun karena banyak miselium yang rusak saat fase inkubasi. perancangan system akan dilakukan dalam dua tahapan, fase pertama pembuatan wiring perangkat keras, kemudian fase kedua pengintegrasian logika fuzzy di perangkat lunak yang secara keseluruhan akan berupa internet of things (IoT) guna memudahkan dalam proses monitoring. Kinerja logika fuzzy pada sistem ini dilihat dari respon PWM kipas, durasi pompa dan kualitas jaringan pada koneksi internetnya. Hasil pengujian menunjukkan nilai PWM kipas berhasil merespon berbagai kondisi suhu. Durasi penyalan pompa juga bisa merespon perubahan kelembaban ruangan jamur. Sedangkan kualitas jaringan dari hasil percobaan diperoleh nilai konektifitas berupa nilai jitter buffering data 0,72 ms, nilai ping jaringan saat kondisi transmitter(Tx) dan received (Rx) 0,29 ms, dan delay sebesar 0,97 ms atau secara keseluruhan rata-ratanya kurang dari 1ms merupakan kondisi yang termasuk baik untuk penyelenggaraan sistem IoT.
Analisis Deteksi Citra Mata Ikan Nila dengan Metode Convolutional Neural Network Arsitektur Alexnet Prasetyo, Angga; Masykur , Fauzan; Rahman Yusuf, Arief; Yuli Astuti , Arin; Sugianti, Sugianti; Litanianda, Yovi; Abdurrozzaq, Ismail
Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitektur Komputer) Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitekt
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakadata.v5i1.995

Abstract

Kualitas kesegaran ikan nila terletak pada proses pembekuan. ikan nila memiliki lapisan sisik yang tebal di seluruh permukaan tubuhnya, yang dapat menghambat proses pembekuan secara merata. Ketidakteraturan dalam proses ini berpotensi menurunkan kualitas dan kesegaran ikan selama penyimpanan. Kondisi ini merugikan dan menyulitkan konsumen dalam menilai tingkat kesegaran ikan hanya melalui pengamatan penglihatan secara manual, seperti memeriksa kondisi mata ikan. Oleh karena itu, tujuan utama riset yaitu, membangun sistem deteksi citra mata ikan dengan metode penilaian kesegaran yang cepat, akurat, dan objektif untuk membantu konsumen menjadikanya opsi utama yang harus dilakukan. Model CNN memiliki keunggulan dalam akurasi serta klasifikasi citra, selain itu model CNN dapat ditingkatkan melalui penambahan arsitektur salah satunya arsitektur alexnet. Proses tahapan metodologi klasifikasi dataset yaitu diperoleh dari kaggle berdasarkan citra mata ikan Nila dengan membaginya ke dalam dua kelas, yaitu kelas 'mata ikan nila segar' dan kelas 'mata ikan nila kurang segar' dan preprocessing menghasilkan modeling cnn untuk deteksi citra mata ikan. Hasil analisis diperoleh Gambar ikan nila digunakan sebagai data uji dan diberikan sebagai input ke dalam model yang telah dilatih dengan hanya memerlukan waktu sekitar 68 milidetik per langkah (68 ms/step). Berdasarkan analisis terhadap pola visual, seperti warna mata, tekstur kulit, serta ciri fisik lainnya, model mengkategorikan ikan tersebut dikondisi tidak segar. Untuk kelanjutan riset perlu dilakukan keseimbangan dataset citra dengan menggunakan Bayesian hyperparameter.